Anda di halaman 1dari 17

PERAWATAN DAN PERBAIKAN

AC MOBIL

Oleh :

KELOMPOK 7 :

NAMA : I GST NGR GEDE OKA SANTIKA

NIM : 1515213075

KELAS : 3C TEKNIK MESIN

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEK NIK NEGERI BALI

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi senantiasa selalu mengalami peningkatan seiring


dengan ditemukan berbagai ilmu-ilmu baru pada dunia pendidikan. Teknologi yang
telah ada mengalami perubahan atau tahap modifikasi sesuai dengan kebutuhan
manusia. Berbagai inovasi selalu terjadi dan berkembang sesuai dengan tuntutan untuk
mencapai berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia. Teknologi salah satunya
adalah memberikan kemanfaatan berupa kenyamanan, salah satu contohnya adalah
teknologi Air Conditioner (AC) merupakan teknologi yang memberikan kenyamanan
dalam mengkondisikan suhu suatu ruangan. Air Conditioner (AC) memiliki berbagai
macam jenis seperti AC Ruang, AC Split, dan AC mobil. Berbagai macam jenis AC
tersebut sebenarnya memiliki fungsi sama sebagai pengatur suhu pada suatu lingkungan
sehingga diperoleh suhu sesuai kondisi yang diharapkan.

Pada saat ini pemanfaatan Air Conditioner (AC) pada kendaraan seperti mobil
dan bus menjadi hal yang umum. Hampir pada setiap kendaran roda empat dapat
dijumpai penggunaan AC sebagai salah satu komponen penunjang kenyamanan
penggendara. Fungsi AC mobil sama dengan fungsi Air Conditioner pada umumnya,
yaitu sebagai pengatur suhu, kelembaban udara, dan kebersihan kabin mobil..

Pengguna teknologi AC mobil sering tidak mengetahui berbagai hal yang


berkaitan dengan proses dan komponen pendukungnya. Padahal hal tersebut menjadi
sesuatu yang penting agar pihak pengguna dapat mengetahui cara meminimalisasi
kerusakan dan cara perawatannya. Terlebih lagi untuk insan pendidikan yang berkaitan
dengan bidang listrik yang secara langsung berhubungan dengan AC mobil ini. Perlu
mengetahui secara mendetail sistem kerja AC mobil sehingga dapat memberikan
perawatan dan pembenaran apabila terjadi kerusakan. Sesuai dengan tujuan pendidikan
kejuruan,bahwa pendidikan kejuruan pendidikan yang diarahkan untuk mempelajari
bidang khusus, agar para lulusan memiliki keahlian tertentu seperti bisnis, pabrikasi,
pertanian, kerumahtenagaan, otomotif, telekomunikasi, listrik, bangunan, dan
sebagainya (Snedden, 1917:8)
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan, dapat diambil rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana prinsip kerja Air Conditioner (AC) mobil?
2. Apa yang menjadi komponen pendukung dari Air Conditioner (AC) mobil?
3. Bagaimana cara melakukan perawatan terhadap Air Conditioner (AC)
mobil?

C. Ruang Lingkup
1. Pengertian dan prinsip kerja AC mobil
2. Komponen pendukung AC mobil
3. Cara perawatan AC mobil
BAB II

DASAR TEORI

A. Panas
Panas merupakan suatu bentuk energi. Panas dapat dirasakan langsung oleh
indera manusia. Panas memiliki kaitan erat dengan getaran atau gerakan molekul.
Molekul adalah bagian atau partikel. Apabila benda dipanaskan molekul akan bergerak
cepat sedangkan apabila didinginkan molekul akan bergerak lemah. Jika panas diambil
dari suatu benda maka benda tersebut akan mengalami penurunan temperatur,
sedangkan apabila panas diberikan pada suatu benda maka benda tersebut akan
mengalami penguatan temperatur.

B. Aliran Panas
Panas selalu berpindah dari benda yang temperaturnya tinggi ke benda lain yang
temperaturnya lebih rendah, seperti halnya air yang selalu mengalir dari tempat yang
tinggi ke tempat yang lebih rendah. Jika dua benda berlainan temperaturnya
dipertemukan sehingga panas dapat berpindah, maka panas akan segera meninggalkan
benda yang temperaturnya tinggi menuju benda lain yang temperaturnya rendah.
Perpindahan panas ini akan berlangsung terus dan baru akan berhenti setelah temperatur
kedua benda menjadi sama.
Dalam hal pendingin maka perpindahan panas terjadi akibat adanya perbedaan
suhu antara udara luar dengan udara dalam suatu ruangan. Perpindahan udara ini terjadi
secara konveksi atau aliran yang berkesinambungan. Perpindahan udara panas secara
konveksi terjadi pada udara dingin yang berada di sekeliling evaporator yang
mempunyai berat jenis lebih besar. Setelah itu udara dingin tersebut akan mengalir
menuju udara panas. Hal ini terjadi karena perbedaan tekanan yang lebih besar antara
ruang udara dingin dengan ruang udara panas. Sehingga udara panas yang beratnya
lebih ringan dan tekanannya juga ringan akan bergerak naik atau keluar dari ruangan
diserap oleh evaporator, lalu digantikan dengan udara dingin.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Prinsip Kerja AC Mobil


Secara mendasar prinsip kerja AC mobil adalah mensirkulasikan udara yang
ada didalam kabin mobil, dimana udara di dalam kabin yang telah menyerap panas dari
penumpang dihisap oleh blower untuk didinginkan pada evaporator. Selanjutnya udara
yang telah dingin akan menyentuh penumpang kembali untuk menyerap panas. Oleh
sebab itulah penumpang merasa adanya udara dingin. Sedang konsep dari dari AC
mobil itu sendiri ialah :
1. Penguapan akan cepat apabila tekanan suatu obyek diturunkan
2. Penguapan akan menyebabkan penyerapan panas.

Siklus pendingin AC mobil

Sesuai dengan konsep diatas maka dapat diperoleh fungsi dari AC mobil itu sendiri
ialah untuk :
1. Mengontrol temperatur udara
2. Mengontrol sirkulasi udara.
3. Mengontrol kelembaban udara.
4. Memurnikan udara.
Contoh AC Mobil
Untuk siklus pendinginan udara pada AC mobil sendiri memakai cairan R12 dengan
peredaran atau siklusnya sebagai berikut :
1. Refrigerant dengan suhu dan tekanan tinggi disimpan didalam receiver.
2. Cairan refrigerant dialirkan melewati sebuah lubang kecil yang disebut
Expansion valve.
3. Refrigerat dengan suhu dan tekanan rendah mengalir ke dalam Evaporator.
4. Uap refrigerant mengalir ke dalam kompresor dan diproses. Sehingga suhu dan
tekanan gas bertambah.
5. Gas refrigerant dengan suhu tinggi masuk ke kondensor dan diembunkan
menjadi cairan refrigerant.
6. Kemudian cairan yang terbentuk mengalir kembali ke receiver.

Peredaran R 12 pada AC
B. Komponen pendukung AC Mobil
1. Kompresor
Kompresor ialah komponen yang berfungsi untuk memompakan refrigrant
yang berbentuk gas agar tekanannya meningkat sehingga juga akan
mengakibatkan temperaturnya meningkat.
Kompressor terbagi menjadi dua bagian, yaitu Kompressor dan Kopling
magnet (Magnetic Clutch) :
a. Kompressor
Kompresor digerakkan oleh tali kipas dari puli engine. Perputaran
kompresor ini akan menggerakkan piston/vanedan gerakan piston/ vane ini
akan menimbulkan tekanan bagi refrigerant yang berbentuk gas sehingga
tekanannyameningkat yang dengan sendirinya juga akan meningkatkan
temperaturnya.
b. Kopling magnet (Magnetic Clutch)
Kopling magnet adalah perlengkapan kompressor yaitu suatu alat yang
dipergunakan untuk melepas dan menghubungkan kompressor dengan
putaran mesin. Peralatan intinya adalah : Stator,rotor dan pressure plate.
Sistem kerja dari alat ini adalah elektro magnetic.

Cara kerjanya :
Puli kompressor selalu berputar oleh perputaran mesin melalui tali kipas
pada saat mesin hidup. Dalam posisi switch AC off, kompressor tidak akan
berputar, dan kompressor hanya akan berputar apabila switch AC dalam posisi
hidup (on) hal ini disebabkan oleh arus listrik yang mengalir ke stator coil akan
mengubah stator coil menjadi magnet listrik yang akan menarik pressure plate dan
bidang singgungnya akan bergesekan dan saling melekat dalam satu unit (Clutch
assembly) memutar kompresor.
Gambar Detail Kompresor

Gambar bentuk kompresor

2. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mendinginkan gas refrigerant yang tekanan dan
suhunya tinggi untuk dirubah menjadi cairan refrigerant. Kondensor di pasang
didepan kendaraan. Hal ini bertujuan agar kondensor mendapatkan pendinginan
dari radiator fan dan udara yang lewat saat kendaraan bergerak.
Beberapa tipe kondensor ialah :
a. Tipe Single Pass atau disebut Laluan Tunggal. Di sini uap refrigerant
mengalir melewati satu laluan. Pada tipe ini terdapat dua arah laluan
refrigerant yang berfungsi untuk menaikan tingkat pendinginan.
b. Tipe Three Passage yang memiliki 3 laluan.
c. Tipe Multi passage. Tipe ini dikembangkan untuk mengurangi berat dan
ukurannya khusus untuk system AC R. 134a.

Prinsip kerja kondensor

Gambar bentuk kondensor

Cara kerjanya :
Refrigerant yang masuk kedalam condenser oleh karena tekanan kompresor
masih dalam bentuk gas dengantemperatur yang cukup tinggi (80C). Temperatur
yang tinggi dari refrigerant yang berada dalam condenser yang bentuknya berliku-
liku akan mengakibat kan terjadinya pelepasan panas oleh refrigerant. Proses
pelepasan panas ini di permudah dengan adanya aliran udara baik dari gerakan
mobil maupun isapan fan yang terpasang di belakang condenser. Semakin baik
pelepasan panas yang di hasilkan oleh condenser semakin baik pula pendinginan
yang akan dilakukan olehevaporator. Pada ujung pipa keluar condenser refrigerant
sudah tidak berbentuk gas lagi akan tetapi sudah berubah menjadi refrigerant cair
dengan temperatur 57C (cooled liquid).

3. Receiver Dryer
Receiver adalah komponen yang digunakan untuk menyimpan cairan
Refrigerant dan juga berfungsi memisahkan refrigerant dalam bentuk gas dan
cairan. Dryer dan Filter pada receiver berfungsi menyerap air dan kotoran yang
ada dalam Refrigerant. Beberapa komponen seperti Sigh glass dapat dipasang
diatas Reciever atau dipasang pada liquid tube diantara Reciever dan Expansion.
Sigh glass berfungsi sebagai alat untuk mengetahui jumlah Refrigerant yang
berada di dalam sirkulasi.

Keterangan :
1.Kaca Pengaman
2. Tutup Pengaman
3.Saklar Pengaman
4.Filter Penyaring
5.Sel Silika
Gambar bentuk receiver dryer
Cara kerjanya :
Refrigerant dari condenser masuk ke tabung receifer melalui lubang masuk
(inlet port), kemudianmelalui dryer, desiccant dan filter refrigerant cair naik dan
keluar melalui lubang keluar (outlet port)menuju ke expansion valve. Dryer,
desiccant maupun filter berfungsi untuk mencegah kotoran yang dapat
menimbulkan karat maupun pembekuan refrigerant terutama pada expansion valve
yang mana akan mengganggu siklus dari refrigerant.

4. Katub Ekspansi ( Expansion valve )


Fungsi dari expansion valve ini untuk mengabutkan refrigerant kedalam
evaporator,maka lubang keluar pada alat ini berbentuk lubang kecil (orifice)
konstan atau dapat diatur melaluikatup (valve) yang pengaturannya menggunakan
perubahan temperatur yang dideteksi oleh sebuahsensor panas. Berdasarkan
pengaturan pengabutan ini expansion valve dibedakan menjadi :
a. Expansion valve tekanan konstan
b. Expansion valve tipe thermal ( tipe sensor panas)

Tipe b (Tipe Thermal) yang banyak dipergunakan pada AC mobil.


Expansion valve ini akan mengatur jumlah aliran Refrigerant yang diuapkan di
Evaporator. Akibat dari pengaturan aliran Refrigerant ini, maka suhu ruangan
dapat diturunkan berdasarkan beban panas yang ada pada Evaporator.
Penampang katub ekspansi

Gambar bentuk katub ekspansi

Cara kerjanya untuk tipe thermal :


Pembukaan valve sangat bergantung dari besar kecilnya tekanan Pf dari
Heat sensitizing tube. Bila temperature lubang keluar (out let) evaporator dimana
alat ini ditempelkan meningkat, maka tekanan Pf > dari tekanan Ps +Pe, maka
refrigerant yang disemprotkan akan lebih banyak. Sebaliknya bila temperatur
lubang keluar (out let)evaporator menurun maka tekanan Pf < Ps + Pe, maka
refrigerant yang disemprotkan akan lebih sedikit.
Ps : tekanan pegas
Pe : tekanan uap didalam evaporator

5. Evaporator
Kegunaan evaporatotr tidak sama dengan kondensor. Evaporator berfungsi
mengubah refrigerant cair menjadi gas melalui perpindahan panas dari dinding-
dindingnya, mengambil panas dari ruang sekitar nya dan dimasukan kedalam
sistem.
Sebelum di ekspansi 100 % refrigerant berbentuk cairan, yang
mengakibatkan tekanan Refrigerant turun dan kemudian mulai menguap.
Selanjutnya refrigerant tersebut menyerap panas dari udara yang kemudian
dilewatkan melalui fin-fin pendingin pada evaporator, sehingga kondisi udara
menjadi dingin. Walaupun konstruksi evaporator sangat sederhanan, tapi
evaporator ini sangat penting dalam system AC mobil.
Ada 3 tipe Evaporator, yaitu :
a. Tipe Serpentine Fin.
b. Tipe Plate Fin
c. Tipe Drawn Cup

Penampang evaporator

Gambar bentuk evaporator


Cara kerjanya :
Perubahan zat cair dari refrigerant menjadi gas yang terjadi pada evaporator
akan berakibat terjadi penyerapan panas pada daerah sekelilingnya, udara yang
melewati kisikisi evaporator panasnya akan terserap sehingga dengan hembusan
blower udara yang keluar keruang kabin mobil akan menjadi dingin.

C. Cara Perawatan AC Mobil


Berkendaraan mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja
sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar kalau AC tak dingin,
keadaan pun jadi serba salah kaca jendela kalau dibuka, masalah keamanan, debu dan
asap kendaraan akan masuk, namun jika ditutup ruangan akan terasa panas dan pengap,
gangguan pada AC biasanya lantaran kurang perawatan.
Cara melakukan perawatan AC sebelum kondisi AC menjadi rusak berat:
1. Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Terutama karpet 2 lembar
yang didepan karena akan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi
jamur dan spora sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak
enak bila pertama kali AC dihidupkan.
2. Perisalah ExtraFan (kipas) yang didepan Condensor apakah hidup bila Ac
dihidupkan. Bila tidak segera ganti, akan mengakibatkan Compressor rusak atau
selang high press bisa meledak.
3. Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator
nikotinnya yang lengket dan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah
hilang.
4. Sebelum menghidupkan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil
baru hidupkan AC. Begitupun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu bila mau
matikan mesin.
5. Jangan memakai pengharum wewangian yang mutunya kurang jelas, akan
menimbulkan bau dan susah dibersihkan. Dan jangan memakai pengharum model
colok ke grill sebab sering terjadi patah. (karena sebagian Grill susah dapat dibeli
dipasaran).
6. Kalau ada gejala yang tidak biasa seperti AC kurang dingin lebih baik segera ke
bengkel specialist ac mobil, agar tidak terlanjur rusak yang mengakibatkan biaya
tinggi.
7. Lakukan perawatan rutin AC Sangat disarankan setahun sekali, yang perlu diganti
Receiver Dryer, Oil Compressor, services Blower, Evaporator, kuras Condensor
dan Freon. Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi Componen AC
menjadi lebih lama, juga akan membuat udara segar yang berembus selalu segar.
BAB IV

KESIMPULAN

Secara mendasar prinsip kerja AC mobil adalah mensirkulasikan udara yang ada
didalam kabin mobil, dimana udara di dalam kabin yang telah menyerap panas dari
penumpang dihisap oleh blower untuk didinginkan pada evaporator. Selanjutnya udara
yang telah dingin akan menyentuh penumpang kembali untuk menyerap panas. Oleh sebab
itulah penumpang merasa adanya udara dingin. Sedang konsep dari dari AC mobil itu
sendiri yaitu: penguapan akan cepat apabila tekanan suatu obyek diturunkan dan penguapan
akan menyebabkan penyerapan panas.
Komponen-komponen dalam AC mobil sebagai berikut: kompresor, kondensor,
receiver drier, katub ekspansi, dan evaporator. Komponen ini memiliki fungsi pendingin
yang bekerja secara berkesinambungan dan berproses bertingkat.
AC mobil sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar . Apabila AC mobil
mengalami kerusakan maka udara dalam ruang mobil tak dingin, keadaan ini menimbulkan
berbagai permasalahan. Akan terjadi berbagai kemungkinan apabila kaca mobil dibuka
seperti masalah keamanan, debu dan asap kendaraan akan masuk. Namun, jika ditutup
ruangan dalam mobil akan terasa panas dan pengap. Penyebab gangguan pada AC biasanya
lantaran kurang perawatan, sehingga perlu dilakukan berbagai tindakan perawatan AC
mobil agar kerjanya tetap optimal.
DAFTAR PUSTAKA

Dirja, S. Pi, dkk. 2004. Dasar-dasar Mesin Pendingin. Depdiknas.


Supriyana, S.Pd. Air Conditioner. SMK N 39 Jakarta. Diakses dari
www.4shared.com/office/_1vA_45m/Materi_Ajar_AC_Mobil.html, tanggal 27 Maret pukul
18.30 WIB
Sutjipto. Modul Air Conditioner (AC) Mobil. SMK Rajasa Surabaya. Diakses dari
www. images.smkrajasa031.multiply.multiplycontent.com, tanggal 27 Maret pukul 18.30
WIB
10 Tips Merawat AC Mobil. Diakses dari
http://www.tipsafuacmobil.blogspot.com/, tanggal 27 Maret pukul 18.30 WIB