Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH FISIKA ATOM DAN INTI

BAHAYA RADIASI NUKLIR

Dosen Pengampu :

Dra. JUFRIDA, M.Si

Disusun oleh :

Lintang Rofiatus Sholihah (A1C314008)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENDIDIKAN


ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan pertolongan-Nya kepada semua makhluk yang ada di muka bumi ini
dengan segala kekuasaan-Nya. Salah satu kenikmatan yang Allah berikan yaitu
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Bahaya Radiasi Nuklir bagi
Tubuh.

Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada Dra. Jufrida, M,Si selaku dosen
pengampu pada mata kuliah Fisika Atom dan Inti. Ucapan terima kasih juga kami
sampaikan kepada rekan-rekan yang menyumbangkan inspirasinya pada
pembentukan makalah ini serta para peneliti yang tulisannya menjadi referensi
utama pada makalah ini.

Memang manusia tidak pernah lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, semoga
kiranya memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan ke depannya untuk
menyempurnakan makalah ini pada masa sekarang dan yang akan datang.

Jambi, April 2017

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teknologi merupakan salah satu hasil peradaban manusia. Teknologi
lahir dari pemikiran manusia untuk mempermudah menyelesaikan permasalahan
sehari-hari. Saat ini, teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Hal ini
dapat dilihat dari perilaku manusia sehari-hari yang tidak lepas dari teknologi.
Salah satu teknologi yang sekarang ini ramai dibicarakan adalah nuklir.
Nuklir merupakan salah satu teknologi yang bisa dijadikan sebagai sumber energi
alternatif. Nuklir bisa menimbulkan masalah yang cukup besar bagi kehidupan
manusia. Radiasi merupakan bahaya terbesar yang dapat ditimbulkan oleh nuklir.
Banyak negara dan manusia yang enggan untuk memanfaatkannya karena takut jika
suatu saat energi nuklir yang digunakan bermasalah dan menimbulkan ancaman
bencana besar seperti yang pernah terjadi di Chernobyl dan fhukushima, Jepang.
Informasi yang kurang dan doktrin buruk tentang energi nuklir mendukung
keengganan pemanfaatannya pula. Namun, nuklir membawa manfaat besar bagi
kehidupan manusia.
Pemanfaatan nuklir dapat dikategorikan untuk makanan, obat-obatan,
kesehatan dan kedokteran, industri, transportasi, desalinasi air, listrik dan senjata.
Oleh karena itu, diperlukan informasi yang lebih detail, tidak hanya manfaat besar
yang diciptakan oleh nuklir, tetapi juga mengungkapkan bahaya terbesar yang
muncul karena nuklir. Karena itulah kami tertarik untuk mengangkat topik Bahaya
Radiasi Nuklir bagi Tubuh untuk dibahas lebih jauh.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah dampak yang ditimbulkan dari radiasi nuklir?
2. Bagaimana solusi untuk bahaya dari radiasi Nuklir?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari radiasi nuklir
2. Untuk mengetahui solusi dari radiasi nuklir
BAB II
KAJIAN TEORI

A. Teknologi Nuklir
Teknologi sendiri merupakan aspek dari budaya yang diciptakan manusia.
Teknologi berkembang lebih dahulu, semenjak manusia menggenggam batu dan
memakainya sebagai alat.Teknologi bisa menjadi penentu kemenangan yang berarti.
Jika dua suku berperang, satu suku memakai tombak batu dengan perisai kulit dan
yang lain tombak dan perisai perunggu, sudah jelas kemenangan ada di pihak mana.
Teknologi merupakan perkembangan suatu media/alat yang dapat digunakan
dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah. Untuk
memberikan gambaran, beberapa pendefisian teknologi disampaikan oleh Ahimsa
(antropolog dari Universitas Negeri Gajah Mada), mengartikan bahwa teknologi itu
bisa berupa:
a. Peralatan atau benda,
b. Pengetahuan menggunakan peralatan/benda tersebut, dan
c. Perilaku dari pemakai atau pengguna peralatan/benda tadi.

Sementara itu, ada yang memberikan pengertian umum bahwa teknologi


sebagai sehimpunan cara, peralatan, metode, informasi, dan pengorganisasian yang
dimanfaatkan untuk menghasilkan produk (barang dan/atau jasa) atau secara umum
untuk memecahkan persoalan tertentu (menjawab persoalan pragmatis),
berlandaskan kaidah keilmuan. Dengan demikian, teknologi menunjukkan tekanan
pada sisi pragmatis dalam konteks tujuan tertentu (know-how) atas dasar
pengetahuan yang melatarbelakanginya (know-why).
Jenis teknologi yang akan dibicarakan di sini adalah teknologi nuklir.
Teknologi nuklir merupakan salah satu sumber energi dan teknologi alternatif yang
potensial seiring dengan semakin menurunnya sumber energi alam.
Teknologi nuklir merupakan teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom
(inti=nuclei). Teknologi nuklir dapat ditemukan pada berbagai aplikasi, dari yang
sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir,
bidang kedokteran, bidang pertanian dan juga bidang industry menggunakan
teknologi nuklir.

B. Bahaya Kecelakaan Nuklir


Kecelakaan nuklir diakibatkan oleh energi yang terlalu besar yang seringkali
sangat berbahaya. Pada sejarahnya, insiden pertama melibatkan pemaparan radiasi
yang fatal Mariecurie meninggal akibat aplastik anemia yang merupakan hasil dari
pemaparan nuklir tingkat tinggi. Dua peneliti Amerika, Harry dan Louis Slatin,
meninggal akibat penanganan massa plutonium yang salah. Tidak seperti senjata
konvensional, sinar yang intensif, panas, dan daya ledak bukan satu-satunya
komponen mematikan bagi senjata nuklir. Diperkirakan setengah dari korban
meninggal di Hiroshima dan Nagasaki meninggal setelah dua hingga lima tahun
setelah pemaparan radiasi akibat bom atom.
Kecelakaan radiologis dan nuklir sipil sebagian besar melibatkan pembangkit
listrik tenaga nuklir Yang paling sering adalah pemaparan nuklir terhadap para
pekerjanya akibat kebocoran nuklir, Kebocoran nuklir adalah istilah yang merujuk
pada bahaya serius dalam pelepasan material nuklir ke lingkungan sekitar.
Kecelakaan militer biasanya melibatkan kehilangan atau peledakkan senjata nuklir
yang tidak diharapkan. Percobaan Castle Bravo di tahun 1954 menghasilkan ledakan
diluar perkiraan, yang mengkontaminasi pulau terdekat, sebuah kapal penangkap
ikan berbendera Jepang (dengan satu kematian), dan meningkatkan kekhawatiran
terhadap kontaminasi ikan di Jepang. Di tahun 1950an hingga 1970an, beberapa
bom nuklir telah hilang dari kapal selam dan pesawat terbang, yang beberapa di
antaranya tidak pernah ditemukan. Selama 20 tahun terakhir telah jadi pengurangan
kasus demikian.
Radioaktif adalah sejenis zat yang berada di permukaan atau di dalam benda
padat, cair atau gas yang kehadirannya berbahaya bagi tubuh manusia. Radioaktif
berasal dari radionuklida (radioisotop) sebuah inti tak stabil akibat energi yang
berlebihan.
Ada berbagai jenis dosis yang bisa menyebabkan kerusakan kesehatan. Rems
merupakan satuan dari kekuatan radioaktif. Berikut ini adalah beberapa pembagian
dosis dan efeknya yang bisa terjadi pada tubuh :
5 20 rems : kerusakan pada kromosom tubuh
20 100 rems : kerusakan sel darah putih dan pengurangan jumlah sel darah
putih
100 200 rems : berbagai infeksi ringan seperti lelah, diare dan muntah
200 300 rems : berbagai jenis penyakit radiasi yang berat seperti
pendarahan
300 400 rems : kerusakan sumsum tulang belakang dan kerusakan usus
400 1000 rems : berbagai penyakit akut yang menyebabkan kematian
1000 5000 rems : kematian

Setidaknya ada delapan efek yang berbahaya bila tubuh manusia terkena
bocoran radioaktif dari PLTN. Efek itu bisa berbahaya bagi rambut, organ tubuh
seperti otak, jantung, saluran pencernaan, kelenjar gondok, sistem peredaran darah
dan sistem reproduksi.
1. Rambut
Efek paparan radioaktif membuat rambut akan menghilang dengan cepat bila
terkena radiasi di 200 Rems atau lebih.
2. Otak
Sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali terkena radiasi
berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya jantung , radiasi
membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan dapat menyebabkan kejang
dan kematian mendadak.
3. Kelenjar gondok
Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap yodium radioaktif. Dalam jumlah
tertentu, yodium radioaktif dapat menghancurkan sebagian atau seluruh
bagian tiroid.
4. Sistem Peredaran Darah
Ketika seseorang terkena radiasi sekitar 100 Rems, jumlah limfosit darah
akan berkurang, sehingga korban lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal
mirip seperti penyakit flu. Menurut data saat terjadi ledakan Nagasaki dan
Hiroshima, menunjukan gejala dapat bertahan selama sepuluh tahun dan
mungkin memiliki risiko jangka panjang seperti leukemia dan limfoma.
5. Jantung
Seseorang yang terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000 Rems akan
mengakibatkan kerusakan langsung pada pembuluh darah dan dapat
menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
6. Saluran Pencernaan
Radiasi dengan kekuatan 200 Rems akan menyebabkan kerusakan pada
lapisan saluran usus dan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare
berdarah.
7. Saluran Reproduksi
Radiasi akan merusak saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah
200 Rems. Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami
kemandulan.
8. Kerusakan sel-sel tubuh
Terkena radiasi juga bisa merusak sel-sel tubuh. Ketika sel-sel tubuh yang
sehat bertabrakan dengan radiasi maka bisa menyebabkan kerusakan
molekul. Sel yang rusak mungkin tidak bisa bermutasi dengan baik dan
akibatnya bisa menjadi sel kanker yang tumbuh dalam tubuh. Sel akan
menyebar ke semua bagian tubuh tanpa bisa dikendalikan dan bisa menjadi
masalah kesehatan dengan berbagai komplikasi.

Dampak lain yang ditimbulkan dalam jangka pendek atau panjang bagi
daerah sekitar Pembangkit Tenaga Nuklir :
a. Dampak radiasi bagi tubuh, mulai dari kulit kering, mual-muntah hingga
tewas seketika. Berbagai gejala yang muncul tidak lama setelah terkena
radiasi disebut Acute Radiation Syndrome (ARS).
b. Makin tinggi tingkat radiasinya, makin cepat efeknya muncul atau
dirasakan oleh korban dan makin besar juga peluangnya untuk
menyebabkan kematian.
c. Sindrom semacam ini banyak dialami oleh korban pemboman kota
Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 dan tragedi Chernobyl tahun
1986. Pasalnya tingkat radiasi yang dilepaskan dalam peristiwa tersebut
sangat tinggi sehingga memicu gejala yang sifatnya akut.
d. Terlebih karena sumber radiasi tidak melulu reaktor nuklir, melainkan
juga dari benda-benda yang sering ditemui sehari-hari mulai dari. Meski
rendah, radiasi yang dipancarkan jika tidak dikendalikan maka bisa
memicu dampak jangka panjang.
e. Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor
nuklir, seperti mual, muntah, diare, Sakit kepala, dan demam.
f. Dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama
beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut :
- Pusing, mata berkunang-kunang
- Disorientasi atau bingung menentukan arah
- Lemah, letih dan tampak lesu
- Kerontokan rambut dan kebotakan
- Muntah darah atau berak darah
- Tekanan darah rendah
- Luka susah sembuh.
g. Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka
panjang antara lain sebagai berikut.
- Kanker
- Penuaan dini
- Gangguan sistem saraf dan reproduksi
- Mutasi genetik.

C. Solusi Kecelakaan dari Teknologi Nuklir


Nuklir merupakan teknologi terkini yang bermanfaat bagi berbagai sector
kehidupan manusia. Dampak yang bisa timbul dari penggunaan energy nuklir
memang berbahaya akan tetapi masih bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan.
Hal ini bisa dilakukan dengan selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan saat
mengoperasikannya. Hendaknya pengoperasian teknolog nuklir ini dilakukan oleh
pihak-pihak yang sudah ahli dan pengawasan oleh pihak yang berwenang dan juga
menggunakan prosedur yang telah ada.Tidak dilakukan secara individual. Ini karena
radiasi yang terpancar oleh teknologi ini bisa menyebar ke daerah sekitarnya
sehingga tidak hanya melibatkan individu tapi juga masyarakat.
Jika terjadi kebocoran radiasi pada teknologi nuklir, masyarakat harus segera
diungsikan untuk menghindari paparan radiasinya. Selain itu juga harus menghindari
benda-benda, makanan atau air yang telah tercemar radiasi. Menggunakan APD (alat
pelindung diri) saat melakukan aktifitas di luar rumah.
Pemberian garam Yodium diyakini dapat mencegah resiko terjadinya kanker
saat terjadi paparan radiasi. Menurut WHO pil potasium iodida hanya akan
diberikan jika dampak radiasi sudah dirasa membahayakan. Karena, pil tersebut
tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Pil Iodium meningkatkan kadar jenuh
kelenjar tiroid dalam tubuh sehingga bisa mencegah pembentukan iodin radioaktif.
Pembentukan iodin radioaktif karena paparan radiasi nuklir inilah yang bisa memicu
kanker. Iodium bukan antidot radiasi, apalagi antikanker. Tetapi hanya salah satu
faktor yang bisa meredam dampak buruk radiasi dalam tubuh.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Teknologi nuklir merupakan teknologi yang melibatkan reaksi dari inti atom
(inti=nuclei). Teknologi nuklir dapat ditemukan pada berbagai aplikasi, dari yang
sederhana seperti detektor asap hingga sesuatu yang besar seperti reaktor nuklir.
Selain dapat digunakan untuk kepentingan damai (sipil) seperti, aplikasi medis,
aplikasi industri,dan lain-lain. Teknologi nuklir dapat menimbulaknan bahaya, yaitu
kecelakaan radiologis. Hasilnya bisa berdampak negative bagi lingkungan dan
kesehatan manusia, yang berefek bagi rambut, organ tubuh seperti otak, jantung,
saluran pencernaan, kelenjar gondok, sistem peredaran darah, sistem reproduksi, dll.

B. Saran
Pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi
nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah
kelangkaan energi. Pemerintah dan pihak terkait harus mengadakan sosialisasi

tentang manfaat dan bahaya teknologi nuklir bagi masyarakat sekitar.


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Program_Nuklir_Indonesia
http://www.fkdpm.org/berita/123-pemanfaatan-energi-nuklir-di-indonesia.html
http://www.bin.go.id/wawasan/detil/146/3/16/10/2012/pembangunanpembangkitli
strik-tenaga-nuklir-di-indonesia
http://halosehat.com/penyakit/sumber-penyakit/bahaya-radiasi-nuklir
http://nonioktavianti.blogspot.co.id/2011/03/dampak-radiasi-nuklir-terhadap-
manusia.html