Anda di halaman 1dari 9

Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

SUB LABORATOIRUM ILMU


MAKANAN IKAN Nama : M. Fadzri Dwi Satria
NIM : 15/381090/pn/14185
DEPARTEMEN PERIKANAN FAKULTAS
PERTANIAN Asisten : Febriansyah Yudiatomo
Tanggal : Kamis, 26 Oktober 2017
UNIVERSITAS GADJAH MADA

LEMBAR KERJA MAHASISWA

A. ACARA :

Budidaya Lemna

B. TUJUAN

1. Mengetahui cara budidaya Lemna sp. sebagai pakan alami

2. Mengetahui berbagai jenis unsur hara yang dibutuhkan dalam budidaya


Lemna

C. ALAT DAN BAHAN

ALAT :
1. Bak Budidaya
2. Serokan
3. Timbangan
4. pH meter
5. Termometer

BAHAN :
1. Bibit Azolla sp.
2. Pupuk NPK
3. Pupuk TSP
4. Pupuk Urea
5. Pupuk Kandang
6. Air
D. CARA KERJA

Persiapan Bak

1
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Membersihakan Bak

Mengisi bak hingga ketinggian air 40cm

Menimbang pupuk sebanyak 20g/Bak
Pupuk kontrol (kelompok 1)
Pupuk Urea (kelompok 2)
Pupuk TSP(kelompok 3)
Pupuk NPK (kelompok 4)
Pupuk Kandang (kelompok 5)

Melarutkan pupuk, dan inkubasi selama 7 hari

Pemeliharaan

Menimbang bibit Lemna 20g/bak



Masukan bibit Lemna ke dalam bak pemeliharaan

Mengamati pH, suhu air & udara , dan pertambahan biomassa setiap 4 hari selama 12 hari

Panen dilakukan setelah 12 hari.

E. TINJAUAN PUSTAKA

Lemna sp. mempunyai klasifikasi sebagai berikut (Kartez, 1996 dalam Raharjo, T.,
1998):

Kerajaan : Plantae

2
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Bangsa : Alismatales

Suku : Araceae

Marga : Lemna

Jenis : Lemna minor

Lemna minor adalah spesies lemna dengan distribusi subcosmopolitan, asli di


sebagian besar Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Utara, terjadi di mana-mana bahwa air
tawar kolam dan lambat bergerak aliran terjadi, kecuali untuk Arktik dan iklim subarctic.
Hal ini tidak dilaporkan sebagai asli di Australasia atau Amerika Selatan, meskipun adalah
dinaturalisasi disana.

Saat ini, upaya untuk mengurangi biaya pakan dapat menggunakan bahan pakan
alternatif sebagai pengganti bahan pakan konvensional. Bahan pakan alternatif dapat
berasal dari tanaman hijaun yang memiliki nilai kandungan nutrisi tinggi (Handajani dan
Widodo, 2010).

Duckweed (Lemna minor) adalah tanaman air kecil yang ditemukan tumbuh
mengapung diatas air dengan tingkat penyebaran yang sangat luas diseluruh dunia dan
potensial sebagai sumber hijauan pakan yang berkualitas tinggi bagi ternak. Lemna minor
lebih dikenal sebagai gulma di perairan yang cenderung sulit untuk dikendalikan (Said,
2006), meskipun demikian tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Selain
itu, tanaman ini memiliki kemampuan fitoremediasi yang efektif dalam memperbaiki
kualitas air yang tercemar limbah. Lemna minor efektif dalam memfiksasi nitrogen
perairan yang tercemar limbah (Zimmo et. al., 2005).

Tumbuhan ini adalah tanaman air tawar terapung, dengan satu, dua atau tiga daun
masing-masing dengan satu akar menggantung di dalam air, seperti daun lebih tumbuh,
tanaman membagi dan menjadi individu yang terpisah. Daun berbentuk oval, panjang 1-8
mm dan 0,6-5 mm luas, hijau muda, dengan tiga (jarang lima) urat, dan ruang udara kecil
untuk membantu flotasi. Merambat terutama oleh divisi, dan bunga jarang diproduksi,
ketika diproduksi sekitar 1 mm diameter, dengan membran berbentuk skala gelas yang

3
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

berisi bakal biji tunggal dan dua benang sari. Besar biji adalah 1 mm, bergaris dengan 8-15
rusuk.

Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak yang digunakan untuk hidup pokok,
pertumbuhan dan produksi hasil ternak. Kebutuhan hijauan pakan ternak harus dipenuhi
secara kuantitas, kualitas dan tersedia setiap tahun. Penyediaan hijauan pakan di
Indonesia memiliki beberapa kendala baik dari segi kuantitas dan kualitas. Kuantitas
hijauan yang diproduksi berhubungan dengan area lahan budidaya dan musim. Area lahan
yang digunakan untuk hijauan pakan bersaing dengan lahan pangan, sehingga salah satu
cara untuk mengatasi ketersedian lahan budidaya adalah memanfaatkan lahan air untuk
budidaya.

F. HASIL PENGAMATAN

Terlampir

G. PEMBAHASAN

Cara budidaya Lemna pada praktikum ini dengan 2 tahapan yaitu persiapan bak dan
pemeliharaan. Pada praktikum dilakukan budidaya Lemna dengan bak fiber yang
pertama-tama diisi air dan setiap kelompok menambahkan pupuk urea, TSP, NPK, dan
pupuk kandang. Setelah penambahan pupuk dilakukan inkubasi selama satu minggu.
Kemudian dilakukan tebar bibit azolla sebanyak 20 gram setiap bak. Dilakukan
pemeliharaan selama 12 hari dan pengamatan pH, suhu air, dan pertambahan biomassa
tiap 4 hari. Setelah 12 hari dilakukan pemanenan. Berdasarkan teori media dapat
menggunakan bak plastik, kolam, terpal dan tempat lain yang tidak ada ikan berukuran
besar. Taburkan pupuk kandang(kotoran kambing, kotoran ayam, atau yang lainnya)
kedalam kolam, baik menggunakan kolam terpal ataupun kolam tanah. langkah
selanjutnya , isi kolam dengan air minimal 5 cm (dari permukaan media pupuk) maksimal
20 cm, jangan terlalu tinggi air dalam kolam akan lebih baik jika akar azolla dapat
menjangkau media. dan yang tak kalah penting adalah sinar matahari semakin lama
mendapat sinar matahari semakin baik. Kemudian tunggu sekitar dua minggu atau lebih
dengan menjaga ketinggian air jangan sampai kering. Azolla akan tumbuh menutupi
permukaan air selanjutnya siap dipanen. lakukan itu secara berulang ulang atau dengan
cara menyisakan Lemna ketika memanen.

4
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Untuk pertumbuhan Lemna memerlukan unsur hara makro (P, K, Ca, dan Mg) dan
hara mikro (Fe, Mo, dan Cu). Kekahatan unsur Ca dan P tampak berpegaruh terhadap
pertumbuhan dan penambatan N oleh azolla daripada kahat K dan Mg. Besi (Fe) juga
dianggap unsur hara mikro esensial untuk pertumbuhan Lemna (Sutanto, 2002). Namun,
kepekatan air sangat mempegaruhi pertumbuhan Lemna. Lemna tidak dapat tumbuh pada
media yang kepekatan ainya sangat tinggi.

Pada pengamatan terakhir terjadi penurunan Ph air. Penurunan pH media disebabkan


oleh pertumbuhan tanaman, ketika proses pertumbuhan tanaman menggunakan nutrisi
yang ada sehingga pH media menurun. Hal ini dikarenakan kandungan unsur hara makro
pada pupuk kompos tersedia secara maksimum dan terbatas dalam unsur mikro kecuali
Molibdenum (Mo). Unsur Mo berperan dalam fiksasi nitrogen bebas untuk meningkatkan
produktivitas tanaman. Kandungan pupuk kompos dalam media tanam mencegah
terjadinya keracunan Al, Fe dan Mn pada tanah masam, karena adanya kandungan bahan
organik yang meningkatkan P-tersedia serta mikroorganisme pada pupuk kompos
meningkatkan proses fotosintesis, modifikasi, nitrifikasi, dan fiksasi N yang berperan pada
pertumbuhan tanaman (Setyorini et. al., 2006).

Berdasarkan hasil yang diperoleh berdasarkan praktikum yang telah dilakukan yaitu
pada kelompok 1 sebagai kontrol biomassa Lemna sp. panen yaitu 42 gram hasil ini
meningkat dari biomassa saat tebar yaitu 20 gram. Kelompok 2 dengan perlakuan
menggunakan pupuk urea memiliki biomassa Lemna sp. Saat panen yaitu sebesar 26 gram
hasil ini meningkat dari biomassa saat tebar yaitu 20 gram. Kelompok 3 dengan perlakuan
menggunakan pupuk TSP memiliki biomassa Lemna sp. saat panen yaitu sebesar 33 gram
hasil ini meningkat dari biomassa saat tebar yaitu 20 gram. Kelompok 4 dengan perlakuan
menggunakan pupuk NPK memiliki biomassa Lemna sp. saat panen yaitu sebesar 35.5
gram hasil ini meningkat dari biomassa saat tebar yaitu 20 gram. Kelompok 5 dengan
perlakuan menggunakan pupuk kandang memiliki biomassa Lemna sp. saat panen yaitu
sebesar 34.5 gram hasil ini meningkat dari biomassa saat tebar yaitu 20 gram. Dari hasil
yang diperoleh, maka perlakuan yang paling baik digunakan dalam budidaya Lemna sp.
adalah kontrol. Munculnya kematian pada lemna dalam praktikum ini mungkin dapat
diakibatkan oleh kualitas air, pelakuan yang salah ketika panen dan siklus hidupnya,
pemanenan yang baik dalam kultur lemna sebaiknya dilakukan dengan cara panen
setengah. Siklus hidupnya munculnya kematian yang tampak dari kurangnya biomassa

5
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

terdapat pada tingkat pertumbuhan lemna sendiri yang tergolong cepat. Pada kondisi
optimal jenis tumbuhan ini dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu 2 hari
(Landesman, 2005), karena pertumbuhannya yang cepat maka kematian dari tanaman ini
juga tergolong cepat. Faktor-faktor lingkungan yang sangat mempengaruhi produktivitas
tanaman yakni suhu dan radiasi matahari. Dengan mengetahui faktor lingkungan tersebut,
pertumbuhan tanaman, tingkat fotosintesis dan respirasi yang berkembang secara dinamis
dapat disimulasi (Setiawan, 2009). Produktivitas Lemna tergantung pada luas media tanam
serta doubling time yang dilakukan.

H. KESIMPULAN

Budidaya Azolla sp dapat dilakukan dengan menggunakan bak fiber dan


menggunakan pupuk urea, TSP, NPK, dan pupuk kandang sebagai sumber nutrisinya.

Produktivitas lemna tergantung pada luas media serta doubling time yang dilakukan

I. SARAN

Lebih ditingkatkan lagi mengenai alat panen lemna yang baik sehingga biomassa yang
didapat kan lebih meningkat tingkat validitasnya.

J. DAFTAR PUSTAKA

6
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Landesman, L, N. C. Parker, C. B. Fedler, and M. Konikof. 2005. Modeling duckweed


growth in wastewater treatment systems. Livestock Research for Rural
Development, Vol. 17 No. 6.
Handajani, H., dan Widodo. 2010. Nutrisi Ikan. UMM Press. Malang.
Kartez J.T. 1996. ed. Myristica fragrans Houtt. http://plants.usda.gov/java/generaRpt?
searchTxt=Myristicaceae&symbol= MYFR3 [22 Oktober 2017].
Said, Azwar, 2006. Pengaruh Komposisi Hydrilla verticillata dan Lemna minor sebagai
Pakan Harian terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Nila Merah (Oreochromis
niloticus X Oreochromis mossambicus) dalam Keramba Jaring Apung di Perairan
Umum Das Musi. Peneliti Balai Riset Perikanan Perairan Umum. Prosiding Seminar
Nasional Ikan IV Jatiluhur, 29-30 Agustus 2006.
Setiawan, B., Sadana, K., Zahir, S.S., Fadli, S. 2009. Majalah Cermin Dunia Kedokteran
No. 155. Grup PT Kalbe Farma Tbk.
Sutanto, Rachman. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Setyorini, et al. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Dalam


http://balittanah.litbang.deptan.go.id/dokumentasi/buku/pupuk/pupuk2.pdf.

Zimmo, D.M. Fracalossi, J. Esquivel, & R. Roubach, 2008. Dried Duckweed and
Commercial Feed Promote Adequate Growth Performance of Tilapia Fingerlings.
Biotemas, 21 (3): 91-97.

K. LAMPIRAN

Kelompok (perlakuan) Tebar Panen

7
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

1 (kontrol)

2(Urea)

3(TSP)

4(NPK)

5(Kandang)

Grafik pengamatan

8
Lembar Kerja Mahasiswa Praktikum Budidaya Pakan Alami 2017

Gambar 1.1 Grafik Suhu Udara vs Waktu Gambar 1.2 Grafik Suhu Air vs Waktu

Gambar 1.3 Grafik pH vs waktu Gambar 1.4 Grafik biomassa vs waktu

NILAI

NILAI
9