Anda di halaman 1dari 8

Nama : Peggy Bhanuwati

NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari
PRAKTIKUM KONVERSI DAN SEPARASI BAHAN PANGAN
PENCUCIAN (LEACHING)

Abstrak
Leaching merupakan suatu proses pemisahan komponen tertentu dari
induknya dimana bahan induknyalah yang diharapkan terbebas dari komponen
tersebut. Terdapat dua metode pada proses leaching, yaitu operasi pencucian satu
tahap dan operasi pencucian multi tahap dimana pencucian multi tahap ini terbagi
menjadi pencucian dua tahap dan tiga tahap. Praktikum ini dilakukan dengan
memisahkan krim dan skim dari santan kelapa dengan cara sentrifugasi. Tujuan
dilakukannya praktikum ini ialah untuk menentukan banyaknya komponen bahan
yang terekstrak dari ketiga tahap pencucian tersebut. Diantara ketiga tahap
tersebut yang menunjukkan hasil paling efektif ialah pencucian pada tiga tahap
karena krim yang didapatkan tahap ini dapat lebih maksimal.

Kata Kunci: leaching, krim, ampas

Abstract
Leaching is a process of separation of certain components of its main
where the main material is expected to be free of such components. There are two
methods in the leaching process, the one-stage leaching operation and multi-stage
leaching operation in which that the multi-stage leaching is divided into two
stages and three stages. The practicum is done by separating the cream and skim
from coconut milk by centrifugation. The purpose of this lab is to determine the
amount of material extracted components of the third stage of leaching. Among
the three stages which shows the results of the most effective is leaching at the
three stages because the cream obtained this stage can be maximized.

Keywords: leaching, cream, dregs

PENDAHULUAN:
Santan merupakan suatu bahan yang sering digunakan untuk menambah
cita rasa pada pangan. Santan itu sendiri merupakan cairan yang berwarna putih
susu yang diperoleh dengan cara pemerasan parutan daging kelapa dengan atau
tanpa penambahan air. Santan merupakan sistem emulsi dalam air yang berwarna
putih susu (Suhardiyono, 1988).
Nama : Peggy Bhanuwati
NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari
Pencucian (Leaching) merupakan suatu proses pemisahan komponen
tertentu dari induknya dimana bahan induknyalah yang diharapkan terbebas dari
komponen tersebut. Pencucian dapat disebut juga sebagai analogi ekstraksi.
Namun pada pencucian ini, produk yang diharapkan ialah sisa atau padatan yang
tidak terekstraksi, sedangkan komponen yang terpisahkan atau terekstraklah yang
nantinya akan dibuang. Bahan yang digunakan pada praktikum ini ialah kelapa
yang telah diparut yang kemudian diekstrak sehingga antara skim dan krim dapat
terpisah dari santan.
Prinsip dasar dari leaching ialah apabila suatu komponen dari suatu
campuran merupakan padatan yang sangat larut dalam pelarut tertentu,dan
komponen yang lain secara khusus tidak larut, maka di ikuti dengan proses
penyaringan. Namun, jika komponen sangat lambat, maka perlu dilakukan
pemisahan dengan ektraksi. Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan
pada proses leaching, yaitu suhu operasi, pelarut, pengadukan, dan ukuran partikel
(Budhikarjono, 1996).
Mekanisme proses leaching dimulai dari perpindahan solven dari larutan
ke permukaan solid (adsorpsi), diikuti dengan difusi solven ke dalam solid dan
pelarutan solut oleh solven, kemudian difusi ikatan solut-solven ke permukaan
solid, dan desorpsi campuran solut-solven dari permukaan solid kedalam badan
pelarut (Treyball, 1980).
Tujuan dilakukannya praktikum ini ialah untuk menentukan banyaknya
komponen bahan yang tercuci (terekstrak) dalam pencucian yang dilakukan
sebanyak 3 tahap. Selain itu juga, tujuan dari dilakukannya praktikum ini ialah
untuk memandingkan banyaknya komponen bahan yang tercuci (terekstrak)
dalam pencucian satu tahap tetapi dengan jumlah pelarut yang setara dengan
pencucian tiga tahap dan untuk memodifikasi persamaan keseimbangan operasi
pencucian dengan kondisi tidak ideal.

METODE:
Bahan:
Bahan yang digunakan pada praktikum ini ialah kelapa yang telah diparut
dan air keran
Nama : Peggy Bhanuwati
NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari

Alat:
Alat yang digunakan pada praktikum ini diantaranya adalah empat buah
gelas kimia dengan kapasitas 150 ml, satu buah gelas ukur dengan kapasitas 250
ml, kain saring ,dua buah baskom, alumunium voil yang telah dibentuk mangkuk
memanjang, dan alat sentrifugasi.

Prosedur:
Praktikum ini dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode
operasi satu tahap dan metode operasi multi tahap. Metode operasi multi tahap
terbagi lagi menjadi dua tahap dan tiga tahap. Kelapa yang telah diparut
ditambahkan air sebanyak 150 ml kemudian dilakukannya ekstraksi dengan kain
saring sehingha dihasilkannya santan. Kemudian, santan disentrifugasi sehingga
antara skim dan krim dapat terpisahkan. Krim lalu dikeringkan dalam oven
dengan suhu 105 oC selama 1 jam, sedangkan skim tidak digunakan lagi. Hal ini
berlaku pada metode operasi satu tahap maupun multi tahap. Perbedaannya
terletak pada ekstraksi yang dilakukan. Operasi pencucian dua tahap dilakukan
ekstraksi sebanyak dua kali sehingga menghasilkan dua skim dan dua krim,
sedangkan operasi pencucian tiga tahap dilakukan ekstraksi sebanyak tiga kali
sehingga dihasilkan tiga skim dan tiga krim. Ampas kelapa hasil sisa ekstraksi
tersebut kemudian dikeringkan dengan oven yang bersuhu 105 oC selama 1 jam
dalam wadah yang terbuat dari alumunium voil sehingga dihasilkannya ampas
kering.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Krim
Krim merupakan hasil dari pemisahan skim dari santan. Berdasarakan
hasil praktikum Xnprak dan Xnhitung menunjukkan hasil yang berbeda. Perbedaan
yang terjadi pada Xnprak dan Xnhitung dapat disebabkan karena kurangnya tekanan
saat dilakukannya pemerasan terhadap santan kelapa beserta ampasnya sehingga
krim yang seharusnya ada pada santan, masih menempel pada ampas kelapa dan
tidak ikut terhitung.
Nama : Peggy Bhanuwati
NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari
Selain terdapat Xnprak dan Xnhitung, terdapat juga Xnprakmodif yang
menunjukkan jumlah krim yang dihasilkan dari praktikum. Perbedaannya dengan
Xnhitung ialah Xnhitung menunjukkan hasil yang sebenarnya. Berdasarkan praktikum
ini, nilai Xnprakmodif yang didapat dari pencucian tiga tahap menunjukan nilai yang
paling mendekati nol yang menunjukkan bahwa krim yang terdapat pada bahan
telah hampir habis sehingga didapat bahwa pencucian tiga tahap ini merupakan
pencucian yang paling efisien karena krim yang dihasilkan dapat maksimal
dibanding pencucian satu tahap ataupun dua tahap. Hal ini sesuai dengan literatur
dimana pencucian berganda lebih efisien dibandingkan pencucian dengan
pencucian tunggal (Earle, 1981).
Setelah krim dikeringkan, terlihat bahwa krim dari hasil pencucian satu
tahap menunjukkan karakteristik yang kasar dan merupakan yang paling lembab
diantara semua sampel. Selain itu juga, warna yang dihasilkan pada tahap ini ialah
kuning kecoklatan. Hal ini menunjukkan kandungan karbohidrat dan protein yang
tiggi pada krim tersebut. Berbeda dengan pencucian dua tahap dan tiga tahap yang
menunjukkan warna krim yang semakin memutih.

Ampas Kelapa
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
ampas kelapa yang dihasilkan pada pencucian satu tahap setelah dikeringkan lebih
coklat dibanding dengan pencucian dua tahap ataupun tiga tahap yang
menunjukkan warna putih. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan protein dan
karbohidrat yang terdapat pada ampas kelapa tahap satu masihlah tinggi. Krim
yang seharusnya terpisahkan dari ampas, ikut terbawa pada ampasnya sehingga
hal ini menunjukkan ketidakefektifan pencucian pada tahap pertama karena
komponen yang diinginkan malah ikut terbuang.

KESIMPULAN:
Berdasarkan hasil penjelasan tersebut, maka dapat diperoleh suatu
kesimpulan bahwa leaching yang telah dilakukan pada praktikum ini telah efektif
dimana pada pencucian tiga tahaplah yang paling efektif diantara kedua tahap
lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Xnprakmodif yang sudah menunjukkan
Nama : Peggy Bhanuwati
NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari
angka nol dan tidak negatif karena jika Xnprakmodif menunjukan angka negatif, itu
artinya krim yang terdapat pada bahan sudah benar-benar habis.

DAFTAR PUSTAKA:

Budhikarjono, Kusno, 1996, Diktat Kuliah Alat Industri Kimia, edisi pertama,
pp. 99 - 101, Institut Sepuluh Nopember, Surabaya.
Earle, R.L., 1982. Satuan Operasi dalam Pengolahan Pangan. Terjemahan Z.
Nasution. Sastra Hudaya. Jakarta.
Suhardiyono, L. 1988. Tanaman Kelapa, Budidaya dan Pemanfaatannya, Penerbit
Kanisius. Yogyakarta.
Treybal, R.E., 1980, Mass Transfer Operations, McGraw-Hill Book Co.,
Singapore.
Nama : Peggy Bhanuwati
NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari

LAMPIRAN

Tabel 1. Hasil Pengamatan Leaching (Pencucian)


Xnprak a (jumlah
Ekstrak Jumlah %
(krim sisa krim Xn prak
Kel Tahap krim pelarut (konsentrasi Xnhitung Kn Gambar
dalam terekstrak modifikasi
kumulatif (ml) krim)
bahan) per tahap)
0 14,1869 0 0 150 0 0,0000 1,0000

6
1 0 14,1869 14,1869 150 100 6,6272 0,0000 Karakteristik: kasar, paling
lembab diantara semua sampel
0 8,9230 0 0 150 0 8,9230 1,0000 13,0661
1 7,4961 1,4269 1,4269 150 15,99 3,9600 1,8930 3,8187

7-8
2 0 7,4961 8,9230 150 84,01 1,7574 0,0000 0,8160 Karakteristik: butiran kasar,
kekuningan, paling kering
diantara semua sampel
0 8,1520 0 0 150 0 8,1520 1,0000 12,4010
1 6,2021 1,9499 1,9499 150 23,92 3,7180 1,6681 4,4927
9- 2 2,6108 5,5412 5,5412 150 44,05 1,6957 1,5396 1,5185
10 Karakteristik: butiran kasar,
3 0 8,1520 8,152 150 32,03 0,7734 0,0000 0,4506 putih, kering (agak lembab
dibanding sampel kelompok 2)
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)
Nama : Peggy Bhanuwati
NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari

Data Perhitungan
Kelompok 9 dan 10 Grafik 1 (Hubungan 3 Tahap Leaching dan Kn)
kelapa parut (T) = 150 gram
0.35
padatan kering (S) = 24,2221 g 0.3
terdiri dari: cairan (Xw = T-S) = 125,7779g 0.25
yxw = 150 g 0.2 y = -0.154x + 0.4223
R = 0.8348
Banyaknya perlakuan (n) 3 0.15
intersep (a) -0,3128 0.1
slope (b) 1.521 0.05
R 2
0.283 0
-0.05 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
-0.1

Neraca Massa Perhitungan:

X1= 3,7180 g X2= 1,6957 g X3= 0,7734 g

I II III
F= 150 g Xw= Xw= Xw =
Xo= 8,1520 g 125,7779 g 125,7779 g 125,7779 g
Xw= 125,7779 g
y= 150 g y= 150 g
y= 150 g

Air
Nama : Peggy Bhanuwati
NPM : 240210150106
Asisten: Poppy Lukytasari