Anda di halaman 1dari 8

PERAWATAN PULP CAPPING

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :1/2

UPT
drg.AITA YESSI SILIA
Puskesmas NIP. 19790108 200501 2 011
Trawas

1. Pengertian Perawatan pulp capping adalah perawatan yang dilakukan


dengan mengaplikasikan selapis/lebih bahan perawatan diatas
ruang pulpa yang masih vital agar terbentuk dentin sekunder.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam menerapkan langkah-langkah untuk
melakukan perawatan pulp capping.
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puksesmas Trawas Nomor : 440/ /416-
102.25/2017
4. Referensi Kepmenkes RI No.HK.02.02/MENKES/62/2015 tentang
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Gigi
5. Prosedur/ I. PEMERIKSAAN, meliputi:
Langkah a. Petugas memanggil pasien
b. Petugas mengucapkan salam
c. Petugas menanyakan identitas pasien
d. Petugas melakukan anamnesa kepada pasien berupa
keluhan utama, riwayat penyakit dan riwayat alergi.
e. Petugas mempersilahkan pasien duduk di kursi gigi
f. Petugas menyiapkan gelas kumur pasien
g. Petugas mencuci tangan pakai sabun kemudian
memakai masker dan hanscone
h. Petugas memeriksa pasien dengan menggunakan
diagnostic set dan nierbekken
i. Melakukan pengkajian kesehatan gigi dan mulut intra
oral dan ekstra oral
j. Petugas mencatat hasil pemeriksaan pada rekam medis
pasien
k. Petugas menginformasikan rencana perawatan yang
akan dilakukan dan tujuan perwatan.
l. Jika pasien setuju, Petugas menyiapkan alat dan
bahanuntuk persiapan tindakan antara lain:
1. Boor gigi/ contra angle hi speed
2. Mata bur
3. Semen spatel steril
4. Semen stopper
5. Plastis filling steril
6. Cotton roll
7. Cotton pellet
8. Semen base (Semen Zing Oxyde)
9. Tumpatan sementara
10. Eugenol
11. Tampon
II. TINDAKAN, meliputi:
a. Petugas menginstruksikan pasien berkumur terlebih
dahulu sebelum melakukan pengeboran.
b. Petugas melakukan preparasi kavita gigi untuk
membuang jaringan yang sudah rusak dan mati.
c. Setelah preparasi kavita selesai, petugas melakukan
pemblokiran saliva dengan cotton roll di sekitar gigi yang
di tambal.
PERAWATAN PULP CAPPING
UPT
No. Dokumen :
Puskesmas Trawas
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :2

d. Petugas mengeringkan kavita dengan kapas kering atau


angin dari tree ways syringe.
e. Petugas memberikan tampon untuk digigit sementara
petugas mengaduk zing oxide + eugenol didasar kavita
untuk menumbuhakn dentin sekunder.
f. Petugas mengaduk semen zing oxide sebagai basis.
g. Petugas menumpat kavita dengan bahan tumpatan
sementara sampai gigi kebentuk anatomi semula.
h. Petugas mengambil tampon dari gigitan dan buang.
i. Petugas melakukan pengecekan tinggi gigit dan
oklusinya.
j. Petugas meminta pasien berkumur untuk membersihkan
sisa-sisa bahan yang masih tertinggal didalam rongga
mulut.
k. Petugas merapikan peralatan dan lakukan
dekontaminasi untuk selanjutnya dilakukan proses
sterilisasi.
l. Petugas mencuci tangan dengan sabun dan
mengeringkan dengan handuk.
III. INSTRUKSI PASCA TUMPATAN
a. Petugas mengintruksikan pasien untuk tidak memakai
makan dulu sisi gigi yang ditambal selama 10 menit
proses setting.
b. Petugas mengintruksikan pasien untuk kembali 7 hari
berikutnya untuk melanjutkan perawatan.
6. Diagram Alir -
7. Unit terkait Poli gigi
8. Dokumen I. Status Rawat Jalan
Terkait II. Buku Register Poli Gigi.
PERAWATAN PULP CAPPING
UPT
No. Dokumen :
Puskesmas Trawas
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :3
PERAWATAN PULP CAPPING
UPT
No. Dokumen :
Puskesmas Trawas
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :4
PERAWATAN PULP CAPPING
UPT
No. Dokumen :
Puskesmas Trawas
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :5
PERAWATAN PULP CAPPING
UPT
No. Dokumen :
Puskesmas Trawas
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :6
PERAWATAN PULP CAPPING
UPT
No. Dokumen :
Puskesmas Trawas
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :7
PERAWATAN PULP CAPPING
UPT
No. Dokumen :
Puskesmas Trawas
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :8