Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dimana atas berkat nya
sehinggakami dapat menyelesaikan mini riset ini tentang bandul logika tepat waktu. Mini riset
ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga
dapat memperlancar pembuatan mini riset ini.Untuk itu kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan mini riset ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena itu dengan tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki mini riset
ini untuk selanjutnya.
Akhir kata kami berharap semoga mini riset tentang bandul logika ini dapat
memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Medan, 08 November 2016

Penyusun,

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1

DAFTAR ISI ... 2

BAB I PENDAHULUAN ... 3

A. LATARBELAKANG 3
B. RUMUSAN MASALAH .. 3
C. TUJUAN 3

BAB II LANDASAN TEORI .. 4

BAB III METODOLOGI . 9

A. JUDUL.. . 9
B. ALAT DAN BAHAN . 9
C. CARA PEMBUATAN 9
D. CARA PENGGUNAAN 10

BAB V PENUTUP .. 11

A. KESIMPULAN .. 11
B. SARAN .. 11

DAFTAR PUSTAKA .. 12

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita di hadapkan pada suatu keadaan yang
mengharuskan kita untuk membuat suatu keputusan. Agar keputusan kita itu baik dan benar,
maka terlebih dahulu kita harus dapat menarik kesimpulan-kesimpulan dari keadaan yang kita
hadapi itu, dan untuk dapat menarik kesimpulan yang tepat diperlukan kemampuan menalar
yang baik. Dalam arti luas, logika adalah suatu cabang ilmu yang mengkaji penurunan-
penurunan kesimpulan yang shahih dan yang tidak shahih. Karenanya logika sangat berguna
bagi siswa, disamping dapat meningkatkan daya nalar atau proses berfikir yang terjadi di saat
menurunkan dan menarik kesimpulan dari pernyataan yang diketahui benar atau dianggap
benar, namun dapat diaplikasikan di dalam kehidupan nyata mereka sehari-hari.
Tujuan pembelajaran logika matematika pada dasarnya adalah agar para siswa ataupun
pelajar yang sedang dalam pembelajaran mengenai himpunan logika dapat menggunakan
aturan-aturan dasar logika matematika untuk penarikan kesimpulan.
Oleh karena itu, kompetensi yang hendak dicapai adalah agar para siswa ataupun pelajar
memiliki kemampuan dan keterampilan dalam hal mengembangkan dan memanfaatkan logika
yang dimiliki serta menambah pengetahuan tentang mata pelajaran ini.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara pengaplikasian dari dari logika matematika ?


2. Bagaimana cara memudahkan pelajar mengingat materi logika pada matematika?

C. Tujuan

1. Mengetahui cara pengaplikasian dari dari logika matematika


2. Mengetahui cara memudahkan pelajar mengingat materi logika pada matematika?

3
BAB II
LANDASAN TEORI

Logika matematika adalah cabang logika dan matematika yang mengandung kajian
matematis logika dan aplikasi kajian ini pada bidang-bidang lain di luar matematika.Logika
matematika berhubungan erat dengan ilmu komputer dan logika filosofis. Tema utama dalam
logika matematika antara lain adalah kekuatan ekspresif dari logika formal dan kekuatan
deduktif dari sistem pembuktian formal. Logika matematika sering dibagi ke dalam cabang-
cabang dari teori himpunan, teorimodel, teori rekursi, teoiri pembuktian, serta matematika
konstruktif.Bidang-bidang ini memiliki hasil dasar logika yang serupa.

Pernyataan Majemuk
Pernyataan majemuk adalah pernyataan baru yang dibentuk dengan merangkaikan penyataan-
pernyataan tunggal dengan kata sambung logika.1[3] Operasi- operasi yang akan kita temui
dalam kata sambung logika pertanyataan majemuk yaitu lambang ~, , V, =>, dan .2[4]
Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

No. Operator Arti Rumusan


Urut Nama Lambang Pernyataan

1 Negasi ~ Tidak, bukan ~p


2 Konjungsi Dan, tetap, meskipun pq
3 Disjungsi V atau pVq
4 Implikasi => Jika maka p => q
5 biimplikasi Jika dan hanya jika maka ... pq

1. Konjungsi
A. Pengertian
Konjungsi adalah operasi penggabungan dua buah pernyataan tunggal menjadi sebuah
pernyataan majemuk dengan kata hubung dan. Konjungsi dari dua pernyataan p dan
q ditulis p q.
B. Tabel Kebenaran Konjungsi
p q pq
B B B
B S S
S B S

4
S S S

Keterangan :
p q dibaca p dan q
p q bernilai benar jika kedua-duanya bernilai benar dan jika salah satu atau
keduanya bernilai salah maka konjungsi itu salah.

Contoh:

1. Diketahui p : 34 = 51 dan q : 2 + 5 = 7. Tentukan nilai kebenaran p q


Jawab:
P : 34 = 51 bernilai salah
q : 2 + 5 = 7 bernilai benar
p q : 34 = 51 dan 2 + 5 = 7 bernilai salah

2. p : Bung Hatta lahir di Sumatra Barat(B)


q : Bung Hatta meninggal di Jakarta..(B)
p q : Bung Hatta lahir di Sumatra Barat dan meninggal di Jakarta (B)

C. Menentukan Nilai Kebenaran kalimat p(x) q


Apabila p(x) suatu kalimat terbuka dan q suatu pernyataan maka dapat ditentukan nilai
kebenaran kalimat p(x) q.
Contoh:
Tentukan nilai x agar kalimat (2x + 1 = 11) 5 adalah bilangan prima bernilai:
a. benar b. Salah
jawab:
p(x): 2x + 1 = 11
q : 5 adalah bilangan prima.(B)
Agar kalimat p(x) q bernilai benar maka p(x) harus benar.
P(x): 2x + 1 = 11
2x = 10
x=5
Untuk x = 5 maka p(x): 2x + 1 = 11 bernilai benar, sehingga p(x) q bernilai benar.
Untuk x 5 maka p(x) q bernilai salah.
x p(x) q p(x) q
a. x=5 B B B
b. x5 S B S

2. Disjungsi
A. Pengertian
Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung atau.
Disjungsi dari pernyataan p dan q ditulis p V q dan dibaca p atau q.

5
B. Tabel Kebenaran Disjungsi

p q pVq
B B B
B S B
S B B
S S S

Keterangan:
p V q dibaca p atau q
p V q bernilai benar jika salah satu dari keduanya bernilai benar dan jika kedua
komponen bernilai salah maka konjungsi itu salah
Contoh :
p : jumlah dari 2 dan 5 adalah 7 (pernyataan bernilai benar)
q : Tugu pahlawan terletak di Jakarta (pernyataan bernilai salah)
pq : Jumlah dari 2 dan 5 adalah 7 atau Tugu pahlawan terletak di Jakarta
(pernyataan bernilai benar)

C. Menentukan Nilai Kebenaran Kalimat p(x) V q

Perhatikan bahwa p(x) adalah kalimat terbuka dan q suatu pernyataan.


Contoh:
Tentukan nilai x agar kalimat x2 4 = 0 V 1 (-1) = 0 bernilai salah
Jawab:
p(x): x2 4 = 0
(x 2)(x + 2) = 0
x = 2 v x = -2
q : 1 (-1) = 0 (S)
Maka kalimat p(x) V q salah jika p(x) bernilai salah
x p(x) q p(x) V q
x =2, x = -2 B S B
x 2, x -2 S S S

Jadi, agar x2 4 = 0 V 1 (-1) = 0 bernilai salah maka x 2, x -2

3. Implikasi

A. Pengertian
Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung jika .... maka ........
Implikasi dari pernyataan p dan q dinotasikan dengan p q yang dibaca jika p maka
q atau p jika hanya jika q atau p syarat perlu bagi q atau q syarat cukup bagi p.

6
Dari implikasi p q, p disebut anteseden atau sebab atau hipotesa
q disebut konsekuen atau kesimpulan atau konklusi.

B. Tabel Kebenaran Implikasi


p q pq
B B B
B S S
S B B
S S B
Keterangan:
p q Dari tabel tersebut, tampak bahwa implikasi selalu bernilai salah jika sebabnya
benar dan akibatnya salah (dapat dilihat pada baris kedua).
Contoh :
P : 5 + 4 = 7 (pernyataan salah)
q : Indonesia di benua eropa (pernyatan salah)
p q : Jika 5 + 4 = 7 maka Indonesia di benua eropa (pernyataan benar)

C. Menentukan Nilai Kebenaran Kalimat p(x) q


Contoh:
Diketahui p(x); x2 1 = 0 dan q: 2 x 3 = 6. Tentukan x agar p(x) q bernilai benar!
Jawab:
Oleh karena q bernilai benar, maka untuk p(x) bernilai benar atau salah, implikasi p(x)
q tetap bernilai benar ( lihat table kebenaran implikasi berikut!)
x p(x) q p(x) q
x =1, x = -1 B B B
x 1, x -1 S B B

Jadi, p(x) q atau (x2 1 = 0) (q: 2 x 3 = 6) bernilai benar untuk semua x ER.

D. Menentukan Nilai Kebenaran Kalimat p(x) q(x)

Contoh:
Jika x = 2 maka x2 = 4. Tentukan nilai kebenarannya!
Jawab:
p(x): x = 2 (himpunan penyelesaian P= {2})
q(x): x2 = 4 (himpunan penyelesaian q= {-2, 2})
karena {2} C {-2, 2} atau P C Q maka (x =2) (x2 = 4) bernilai benar.
Sehingga, x > 1 x2 > 1 (B)
x < 1 x2 < 1 (S)

7
4. Biimplikasi

A. Pengertian
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung .......jika dan hanya
jika............ dan dilambangkan .
Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis p q yang dibaca p jika dan hanya jika q
atau jika p maka q dan jika q maka p.

B. Tabel Kebenaran Biimplikasi


p q pq
B B B
B S S
S B S
S S B
Keterangan:
Dari tabel kebenaran tersebut, tampak bahwa biimplikasi akan bernilai benar jika
sebab dan akibatnya bernilai sama.
Contoh :
p : 3 + 10 =13 (pernyataan benar)
q : Persegi adalah memiliki sisi yang sama (pernyataan benar)
p q : 3 + 10 = 13 jika dan hanya jika persegi memiliki sisi yang sama (pernyataan
benar)

C. Menentukan Nilai Kebenaran kalimat p(x) q


Contoh:
Tentukan x agar 2x + 3 = 13 5 adalah bilangan prima bernilai: a. benar dan b.
salah!
Jawab:
p(x): 2x + 3 = 13
q: 5 adalah bilangan prima
Karena q bernilai benar maka agar p(x) q bernilai benar, p(x) harus bernilai benar.
2x + 3 = 13
2x = 10
x=5
jadi, 2x + 3 = 13 5 adalah bilangan prima bernilai benar untuk x = 5 dan bernilai
salah untuk x 5.

8
BAB III

METODOLOGI

A. JUDUL : BANDUL LOGIKA


B. ALAT DAN BAHAN

ALAT :

NO. NAMA ALAT JUMLAH


1. Gunting 1 buah
2. Pisau 2 buah
3. Penggaris 1 buah
4. Spidol 1 buah
5. Pulpen 1 buah
6. Jarum 1 buah

BAHAN :

NO. NAMA BAHAN JUMLAH


1. Sterofoam 2 buah
2. Benang Secukupnya
3. Kertas Origami 1 bungkus
4. Lem Kertas 1 buah
5. Double tip 1 buah

C. CARA PEMBUATAN :
1. Siapkan alat dan bahan secara lengkap.
2. Ambil sterofoam, kemudian potong dengan menggunakan pisau kater ukuran persegi
panjang besar sebanyak 2 buah.
3. Kemudian lengketkan kedua persegi menjadi satu bagian.
4. Selanjutnya, potong sterofoam berukuran lebih kecil dari persegi panjang sebelumnya.
5. Lalu lengketkan lagi kedua persegi menjadi satu bagian.

9
6. Ambil sisa sterofam, dan potong menjadi bentuk persegi sebanyak 48 persegi.
7. Satukan 4 persegi dengan menggunakan double tip untuk menjadi satu dadu dengan
menghubungkan sisi ke sisi.
8. Lakukan berulang-ulang sampai menjadi 12 buah dadu.
9. Kemudian gunting kertas berwarna dengan 4 warna berbeda, gunting kertas sesuai
besar persegi yang telah dibuat sebelumnya.
10. Selanjutnya, lem kertas menggunakan lem kertas yang ada dan lengketkan kertas
diatas persegi, sehingga menutupi sisi persegi.
11. Gunakan 4 macam warna kertas berwarna dalam satu persegi.
12. Lakukan hal tersebut dengan susunan warna kertas yang sama pada persegi lainnya.
13. Setelah kertas dilengketkan, kaitkan benang ketengah persegi dengan menggunakan
jarum, untuk benang 1, terdapat empat buah dadu persegi. Selanjutnya ikat ujung
benang ke bawah persegi panjang yang sebelumnya.
14. Lakukan hal tersebut kepada benang 2 dan 3.
15. Setelah sudah diikat semua, kemudian beri diatas benng 1 (p), benang 2 (q) dan
benang 3 (hasil).
16. Setelah itu gunakan spidol untuk menulis pada bagian dadu persegi di benang 1 (p) B,
B, S, S. tulis dengan menggunakan spidol secara berurutan dari persegi 1-4 ke semua
sisi.
17. Setelah itu gunakan spidol untuk menulis pada bagian dadu persegi di benang 1 (p) B,
S, B, S. tulis dengan menggunakan spidol secara berurutan dari persegi 1-4 ke semua
sisi.
18. Sebelum menulis pada bagian hasil, tentukan dulu warna untuk konjungsi, disjungsi,
impilkasi dan biimplikasi.
19. Selanjutnya, lihat tabel kebenaran mengenai logika matematika, lalu tulislah hal
tersebut dibagian hasil sesuai dengan tabel kebenaran pada setiap sisi dadu persegi dan
sesuai warna pada masing masing bagian.
20. Maka dengan melakukan langkah langkah diatas, dapat terbentuk sebuah riset
tentang bandul logika.
D. CARA PENGGUNAAN BANDUL LOGIKA :
1. Ambil judul konjungsi dan tempelkan pada persegi bagian atas yang kosong.
2. Untuk menjelaskan konjungsi, buka warna konjungsi yang ditentukan pada bagian p
dan q, dan untuk hasil, tampilkan satu per satu hasil, sesuai dengan warna konjungsi.
3. Untuk disjungsi, implikasi dan biimplikasi. Lakukan hal yang sama seperti pada
konjungsi.
10
Maka dengan hal tersebut, bias didapat konsep mengenai pernyataan majemuk.

BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN
Logika matematika atau logika simbol ialah logika yang menggunakan bahasa Matematika,
yaitu dengan menggunakan lambang-lambang atau simbol- simbol. Keuntungan atau
kekuatan bahasa simbol adalah: ringkas, univalent/bermakna tunggal, dan universal/dapat
dipakai dimana-mana.Mata Kuliah Logika Matematika mempelajari beberapa hal yang
berkaitan dengan logika, seperti logika secara kalimat, logika dalam pemrograman dan logika
dalam rangkaian digital.Logika dalam kalimat dinyatakan sebagai proposisi dan pola-pola
argumen/pernyataan logis dengan hukum-hukum logika. Di dalam pembelajaran logika
matematika ini membahas tentang pernyataan majemuk beserta negasinya, hukum-hukum
logika, kontradiksi, tautologi, ekuivalensi pernyataan-pernyataan majemuk, dan juga
penarikan kesimpulan.

SARAN
Saran yang dapat disampaikan adalah secara khusus makalah ini diperuntukan mata kuliah
himpunan dan logika dan untuk secara umum makalah ini diperuntuan bagi pembaca yang
ingin lebih mengetahui tentang logika Selain itu, diharapkan
mahasiswapun dapatlebih mengembangkan makalah ini supaya lebih sederhana dan lebih
mudah dimengerti, serta dapat memahamai mata kuliah himpunan dan logika matematika dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

11
DAFTAR PUSTAKA
http://avissaapurnamaayantii.blogspot.co.id/2016/02/pernyataan-majemuk-konjungsi-
disjungsi.html

12