Anda di halaman 1dari 16

SANDBLASTING DAN PAINTING KAPAL.

Pembersihan kapal menggunakan metode Sandblasting, adalah proses penyemprotan material


biasanya berupa pasir silika atau steel grit dengan tekanan tinggi pada suatu permukaan dengan tujuan
untuk menghilangkan material kontaminasi seperti karat, cat, garam, oli dll. Selain itu juga bertujuan
untuk membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal agar dapat tercapai tingkat perekatan yang
baik antara permukaan metal dengan bahan pelindung misalnya cat. Tingkat kekasarannya dapat
disesuaikan dengan ukuran pasirnya serta tekanannya. Perlu diketahui berhasil atau gagalnya suatu
pengecatan sangat tergantung pada tingkat kebersihan dan tingkat perekatan antara cat dan
permukaan serta tingkat kepadatan dan perataan dari cat itu sendiri. Keuntungan dalam melakukan
sandblasting ini adalah :
1. Membersihkan permukaan material (besi) dari kontaminasi seperti karat, tanah, minyak, cat, garam
dan lainnya.

2. Mengupas cat lama yang sudah rusak atau pudar

3. Membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal sehingga cat lebih melekat.

Painting merupakan suatu istilah proses pengecatan pada kapal, cat kapal pada umumnya
sebutan untuk marine coating atau marine paint, cat kapal sendiri di fungsikan untuk melindungi bagian
bagian kapal agar terhindar dari korosi dalam jangka waktu yang cukup lama. Sifat proteksi pada cat
kapal sangat diutamakan mengingat kapal terus menerus berhadapan dengan air laut yang
mengandung garam yang sangat tinggi (NaCl), disamping itu cat kapal sendiri juga berhadapan
langsung dengan cuaca yang tiada henti-hentinya, yaitu hujan, panas dan dingin. Kombinasi resin dan
pigment serta additive dalam material cat kapal mempunyai sifat atau karakteristik yang sangat baik.

Alat dan bahan yang digunakan dalam pembersihan dan pengecatan kapal.
Alat :
a. Sekrap baja, adalah alat yaitu semacam pisau pipih yang tajam. Sekrap ini memiliki lebar hanya 10
cm dan panjang 20cm, yang dipasang pada tongkat bamboo sepanjang 4-5 m agar dapat menjangkau
tempat yang jauh.
b. Tangga besi, adalah tangga yang terbuat dari pipa pipa yang dirangkai untuk menjangkau untuk
tempat tinggi juga. Tingginya tergantung dari kebutuhan.
c. Air Tawar, adalah air yang tidak mengandung kandungan garam. Air ini dimuat dalam truk yang
bertangki hingga 1500 liter air.
d. Kompresor, berupa mesin yang mampu mengeluarkan angin berkekuatan sampai 7kg.
Bentuk dari kompresor ini mempunyai panjang 2meter lebar 1meter dan tinggi 1meter .
e. Sand pot, berupa tempat menampung pasir yang akan keluar bersama angin yang berkekuatan 7kg.
ukuran sand pot ini lebar 1meter, panjang 1meter ,dan tinggi mencapai 1,5 meter yang mampu
menampung 300kg pasir = 7kantong goni.
f. Selang cat dan selang pasir sand blasting, panjang 15meter ketika tidak sampai harus disambung-
sambung diameter selang pasir ada 10cm dan diameter selang cat hanya 2cm.
g. Nossle pasir sandblasting, digunakan hanya berbentuk kerucut yang membuat pasir bertekanan
langsung keluar.
h. Nossle cat, adalah nossle yang panjang dan otomatis nossle ini mengeluarkan cat berbentuk seperti
menyapu.memiliki panjang 30 cm dan dikasih tali agar mudah dinyala matikan ketika mengecat yang
ditambah dengan tongkat bambu.
i. Separator, adalah sebagai alat untuk menyaring udara dari minyak dan air
j. Kopling, memiliki diameter yang lebih kecil dari selang karena digunakan untuk sambungan selang.
Bahan :
a. Pasir Blasting, adalah pasir jenis kwarsa yang didatangkang langsung dari pulau bangka .pasir ini
termasuk pasir kasar, pasir ini harus benar- benar kering sebelum digunakan.
b. Cat Khusus Kapal, cat ini memiliki kandungan khusus yang dapat melingdungi kapal dari korosi atau
hewan laut yang menempel di badan kapal.

Dalam pengerjaanya terdapat langkah langkah yang harus dilakukakan, yaitu :

1. Sebelum dilakukan reparasi badan kapal dibersihkan dulu dari binatang dan tumbuhan laut yang
menempel pada pelat badan kapal. Peralatan yang digunakan antara lain :
1. Pembersihan dengan cara mekanis yaitu dengan cara penyekrapan. untuk Pembersihan terhadap
binatang-binatang laut dan tumbuh-tumbuhan laut. Pembersihan dengan cara ini secara manual
menggunakan tenaga manusia.

Gambar. Sekrap yang Digunakan Pembesihan Hewan Laut


2. Pembersihan dengan sandblast, tujuan untuk menghilangkan material kontaminasi seperti karat, cat,
garam, oli dll. Selain itu juga bertujuan untuk membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal agar
dapat tercapai tingkat perekatan yang baik antara permukaan metal dengan bahan pelindung misalnya
cat.

Gambar Pembersihan Dengan Sandblasting

3. Pembersihan dengan water jet cleaning, menggunakan air bertekanan tinggi yang disemprotkan
melalui nozel. Semprotan air yang bertekanan tinggi ini didapat dari pompa bertekanan, lebih tinggi
kemampuan pompa makin baik kemampuan pembersihannya. Air yang dipakai air tawar, karena tidak
saja baik terhadap pompanya sendiri tetapi binatang binatang laut akan lebih mudah terlepas. Sedang
pompanya dapat digerakkan oleh motor diesel atau motor listrik, dan pompa ini diletakkan diatas kereta
yang beroda sehingga mudah dibawa ketempat tempat yang diperlukan.
Gambar. Proses Menyemprot Dengan Air Tawar

2. Pengecatan Badan Kapal.


Pengecatan badan kapal dapat dilakukan dengan kuas cat, roller maupun unit semprot cat sesuai
dengan tingkat daerah kesulitan pengecatan. Jenis cat yang digunakan adalah :
a. Cat Dasar / Cat Primer
b. Cat AC ( Anti Corrosive/Anti Karat )
c. Cat AF ( Anti Folling /Anti Binatang Atau Tumbuhan Laut ).
Pengecatan dilakukan setelah badan kapal selesai diblasting. Sebelum dicat, badan kapal harus benar-
benar bersih dari debu atau sejenisnya. Karena apabila masih ada debu yang menempel kemudian
dicat akan menimbulkan kondensasi yang lama kelamaan akan menyebabkan munculnya blistering (
lubang-lubang kecil karena catnya terkelupas ).

Badan kapal dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :


a. Bottom ( bagian yang tercelup air),
Membrihkan binatang laut yang menempel pada badan kapal dengan cara di scrub.
Setelah itu badan kapal dicuci menggunakan air tawar untuk mengurangi kadar garam.
Kemudian dilakukan sand blasting, dibedakan menjadi 2 yaitu :
i. Full Blast semua pelat di blasting sampai cat pada pelat terkelupas.
ii. Sweep Spot di blasting hanya pada bagian yang berkarat tapi lapisan AC (Anti Corrosion ) pada
cat sebelumnya harus terkelupas agar cat primer bisa menempel pada pelat.
Setelah dilakukan blasting, pengecetan pada badan kapal dengan cat primer lapis pertama dengan
ketebalan kurang lebih 150 mikron. Peneringanya selama 4 jam.
Setelah itu dicat dengan menggunakan sealer atau disebut lapisan AC lapis ke dua dengan ketebalan
kurang lebih 100 mikron. Peneringanya selama 4 jam.
Kemudian di cat dengan AF ( Anti Foulling ) lapis pertama dan lapis kedua. Pemberian Anti folling ini
bertujuan untuk mengurangi binatang laut yang menempel pada badan kapal. Proses pengeringanya
membutuhkan waktu 8-10 jam.
Gambar. Proses Pengecatan
b. Bottop, dalam pengecatan daerah ini kadang tercelup air ( saat muatan penuh ) dan kadang tidak
tercelup air ( saat muatan kosong ), jadi pemberian AFnya menggunakan self polishing.
c. Top Side, langkah-langkahnya juga sama, namun pada daerah ini tidak perlu di cat AF karena pada
bagian ini tidak tercelup air.

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam coating :


- Campuran cat, menggunakan 2 komponen yaitu base (cat itu sendiri) dan pengeras, namun ada juga
yang menggunakan satu komponen ( rubber )

- Interval antara langkah satu dengan langkah berikutnya antara 4 jam 3 hari.
- Kelembaban, Batas maksimal kelembaban kurang lebih 85%
- Dry wet
- Suhu pelat
- Suhu udara
- Dew point ( selisih antara suhu pelat dengan suhu udara ) maksimal 3o C
- Tekanan ideal yang digunakan kurang lebih 7,5 kg/cm 3
- Tebal pengecatan minimal 400 mikron (dengan alat ukur elcometer)
Gambar. Elcometer

Persiapan pengecatan Kapal.

Sebelum dilakukan pengecatan, plat kapal harus bersih dari karat, cat lama yang telah rusak,
oli/minyak, debu dan kotoran lain yang bisa menghalangi Cat untuk menempel sempurna
pada permukaan cat.

Maka sebelum diadakan pengecatan maka permukaan kapal akan dilakukan hal-hal sebagai
berikut (pada kapal repair):

1. Cuci air tawar biasanya dilakukan sebelum penyekrapan Tiram, bermaksud untuk
mnghilangkan kadar garam, dan memudahkan proses penyekrapan. Apabila Proses ini
dilakukan dengan Alat khusus (water Jet) bertekanan tinggi bisa sekaligus berfungsi
menghilangkan tiram pada lambung kapal.
2. Skrap Tiram pada lambung kapal .
3. Ketok kerak karat besi yang menempel dengan palu cipping
4. Pengelupasan Cat lama, karat, dan pembersihan terakhir dengan menggunakan Sand
Blasting.
Bisa berupa dry Sand Blasting / Wet Sand Blasting.
Setelah Selesai Blasting Dialkukan inpeksi permukaan plat, biasanya oleh Paint Inspector dari
Pembuat/ Sales Cat, dan apabila dirasa cukup maka diteruskan dengan aplikasi pengecatan,
dengan urutan, adan prosedur sesuai Manual dari Pembuat Cat.

http://smithship.blogspot.co.id/2016/11/sand-blasting-dan-painting-serta.html

Pengertian dan langkah-langkah painting/coating

PAINTING
Painting adalah salah satu proses coating/pelapisan terhadap suatu material yang berfungsi untuk
melindungi benda tersebut dari proses karat. Painting dalam istilah bahasa Indonesia sering disebut
dengan pengecatan.
Dalam kesempatan ini akan diuraikan bagaimana proses Painting dengan standart Internasional
dengan bahan Epoxy yang diaplikasikan kepada pipa baja; diantaranya:

A. INTRODUCING
Korosi merupakan hal yang sangat populer terjadi pada logam, akibat korosi inilah banyak barang
yang rusak dan tak layak dipakai. Sering kita dengr banyak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan
puluhan ataupun ratusan orang meninggal dunia akibat kapal tenggelam. Semuanya itu tak lain
karena kebocoran kapal yang disebabkan oleh proses korosi. Di dunia pipa, korosi juga sangat
ditakuti, karena akibat korosi inilah banyak terjadi kebocoran pipa gas atau pun yang lain. Untuk
mengatasi hal tersebut, maka di lakukan proses coating terhadap pipa baja.

Coating pipa banyak jenis dan macamnya. Diantaranya yaitu: Three Layer Pholyethilen, FBE powder
Coating, Cement Lining, Coating Coltar, Varnish, Galvanis, Coating Tape dan Epoxy. Dalam
pembahasan kali ini akan kita ungkap tentang coating Epoxy, yang mana banyak diapplikasikan
kepada kapal-kapal laut. Epoxy adalah salah satu jenis dari Cat (paint). Epoxy ini juga banyak jenis
dan warnanya, diantaranya yaitu: Jotun, Sigma, Prima, Hempel dan Primacor.

Dalam applikasi kali ini, kita pilih applikasi epoxy pada media pipa baja, dengan alasan dan
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

Pipa baja merupakan barang yang mempunyai nilai komodity yang cukup mahal, apalagi
yang mempunyai specification dan standart material API 5L dengan Great yang tinggi.
Saya adalah salah satu Inspector Quality Control bidang coating di salah satu perusahaan
yang memproduksi pipa baja spiral dan melayani berbagai jenis proses coating applikasi.
Akhir-akhir ini, permintaan pipa dengan coating epoxy cukup banyak meningkat dari berbagai
customer.
Karena epoxy ini merupakan salah satu jenis dari cat, maka proses applikasinya dapat kita
terapkan pada proses pengecatan rumah tangga ataupun barang-barang industri lain yang jenisnya
berasal dari logam.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang painting, marilah kita ulas proses epoxy dari tahap pertama
sampai proses finishing.

B. INCOMING PIPEIncoming pipe yaitu proses penyiapan pipa agar dapat dilakukan proses
penyiapan permukaan pipa yang akan diapplikasi dengan epoxy. Pada proses incoming pipe ini
dilkukan inspeksi terhadap pipa agar permukaan pipa terbebas dari cacat yang akhirnya akan
mengganggu pada proses tahap berikutnya. Diantara bentuk-bentuk cacat pada pipa diantaranya
yaitu:

Porosity, yaitu cacat berbentuk lubang yang berdiameter sangat kecil, tetapi cacat ini sangat
berbahaya karena pipa bisa mengalami kebocoran. Untuk mengatasi cacat ini harus dilakukan proses
repair dengan welding manual dan kemudian dilkukan proses gerinda untuk menghaluskan
permukaan.
Scracth, yaitu cacat berbentuk luka akibat tergores benda tajam, sehingga bentuknya menjadi
tajam dan perlu proses penggerindaan untuk menghaluskan. Jika scracth ini terlalu dalam, maka
perlu proses welding manual dan gerinda sepeti cacat porosity.
Laminasi dan sliver, yaitu cacat yang berbentuk material mengelupas akibat peleburan logam
yang tidak sempurna, cacat ini perlu dilakukan proses penggerindaan sampai cacat tersebut hilang.
Korosi, yaitu cacat berbentuk lubang-lubang yang terjadi akibat dari proses karat yang sudah
lamah.

Proses penyiapan pipa / pembersihan dari cacat tersebut harus sesuai dengan standart SSPC-SP2.
Selain terbebas dari berbagai cacat material, sebagaimana contoh-contoh cacat tersebut diatas, pada
proses incoming pipe ini pipa juga harus bersih dari oil contaminasi, grease, air dan cairan lainnya
Apabila terjadi oil contaminasi atau grease, maka harus dilakukan proses pembersihan dengan cara
mencucinya dengan menggunakan detergent atau thinner ataupun cairan lain yang sesuai dengan
standart SSPC-SP 1. Ini semua harus dilakukan agar mesin Blasting tidak tidak tercontaminasi
dengan oil ataupun yang lainnya.

Dan langkah terakhir dari proses incoming pipe yaitu catat identitas pipa agar tidak terjadi kekeliruan
identitas pada tahaptahap berikutnya..
C. SURFACE PREPARATIONSURFACE PREPARATION yaitu proses penyiapan permukaan pipa
dengan mesin Blasting yang berfungsi untuk membersihkan permukaan pipa dari segala kotoran dan
mill scile dan membentuk kekasaran yang berguna untuk mengikat cairan epoxy ketika proses
applikasi nanti.

Pada tahapan ini sangat menentukan baik jeleknya kualitas dari hasil proses applikasinya nanti. Pada
tahap Surface preparation ini dilakukan banyak inspeksi dan pengecekan diantaranya yaitu:

1.Dew Point
Dew Point yaitu temperatur dimana uap air akan menjadi embun, dalam istilah lain disebut dengan
Titik Embun. Untuk mencari Dew point ini, bisa dengan perhitungan Dew Point atau dengan
menggunakan alat yang bernama Whearling dan tabelnya..

Fungsi Dew point disini sebagai batasan, dimana temperatur terendah yang harus dimiliki oleh pipa
ketika mau proses applikasi epoxy.

2.Relatif Humidity (RH)

Relatif Humidity yaitu tingkat ketinggian kadar uap air yang ada pada ruangan dimana akan
dilakukan proses Blasting,. Biasanya dalam bentuk satuan (%) dan batasan maksimumnya yaitu
85%. Jika RH kurang dari atau sama dengan 85% maka proses Blasting dapat dilakukan, tetapi jika
RH lebih besar dari 85% maka proses Blasting tidak boleh dilakukan karena tingkat kandungan uap
air di udara terlalu besar yang akan mengakibatkan uap air menempel pada permukaan pipa dan ini
merupakan penyebab dari proses karat sebelum pipa diapplikasi. Untuk mengetahui besarnya RH
dapat dicari dengan tabel Whearling ataupun alat deteksi RH auto.

3.Pipe Temperatur
Pipe Temperatur yaitu temperatur pipa yang mana bisa kita ketahui dengan menggunakan alat yang
bernama Thermocopple. Ketentuan temperatur pipa yang boleh untuk diapplikasi yaitu minimal 3C
diatas Dew Point (3C Above Dew Point). Jika temperatur pipa kurang dari 3C diatas Dew Point atau
dibawah Dew point, maka applikasi tidak boleh dilakukan, karena uap air akan menempel pada
permukaan pipa yang menyebabkan hasil applikasi tidak bisa tahan lama karena akibat uap air yang
menempel tadi akan mengakibatkan pipa mengalami karat.

4.Surface Roughness
Surface Roughness yaitu tingkat kekasaran permukaan pipa setelah melalui proses blasting.
Surface Roughness ini diukur setelah blasting finish, dan ini dapat kita ketahui tingkat kekasarannya
dengan berbagai cara, diantaranya yaitu melalui perbandingan dengan alat komper yang bernama
Comparator sesuai dengan ASTM D-4417A, ataupun dengan menggunakan bantuan Replica Tape
sesuai dengan ASTM D-4417C yang kemudian kita ukur dengan alat yang bernama Foil Thickness
Gauge (Dial Indicator Gauge) sesuai dengan ASTM D-4417D. Kekasaran permukaan pipa ini
dibentuk bertujuan untuk mengikat cairan epoxy supaya terjadi bondit (menempel) dengan
permukaan pipa. Semakin kasar permukaannya, maka tingkat ikatannya semakin kuat. Dan
sebaliknya semakin halus permukaannya, maka semakin lemah tingkat bonditnya. Kekasaran
permukaan ini harus disesuaikan dengan tebal epoxy yang dinginkan, biasanya sekitar 30 s/d 100
m.
5.Salt Contamination
Salt Contamination yaitu kadar garam yang terkandung pada permukaan pipa, semakin besar kadar
garam yang terkandung maka proses karat alkan semakin cepat. Jadi kadar garam harus seminimal
mungkin, biasanya kandungan kadar garam yang diperbolehkan untuk proses applikasi epoxy ini
maksimal 2 mg/cm2. untuk mengetahui tingkat kandungan kadar garam yang ada pada pipa ini dapat
kita gunakan bantuan alat yang bernama Salt Contamination Test.

6.Dust level
Dust Level yaitu tingkat kandungan kotoran atau debu yang ada pada pipa setelah proses Blasting
selesai. Hal itu dapat kita ketahui dengan menggunakan masking tipe yang terbuat dari plastik
transparan, kemudian kita bandingkan dengan tabel Dust level. Kreteria penerimaan Dust Level yaitu
sampai dengan level 3. jika terjadi level 4, maka harus dilakukan proses Blasting ulang.
7.Cleaness

Cleaness yaitu tingkat kebersihan permukaan pipa secara visual. Untuk Cleaness ini ada beberapa
tingkatan/macam, yaitu:
Brush Of Cleaning (SSPC SP-7) Sa 1
Sa 1 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale, cacat
setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya. Sa 1 ini merupakan tingkat kebersihan
permukaan pipa yang paling jelek, yang mana karat-karat pada permukaan pipa masih tetap
ada.untuk proses Applikasi Epoxy standart Sa 1 tidak diperbolehkan melakukan proses Applikasi.
Commercial Cleaning (SSPC SP-6) Sa 2
Sa 2 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale karat, cacat
setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya. Sa 2 ini merupakan tingkat kebersihan
permukaan pipa yang sedikit lebih baik dari Sa 1, tetapi tingkat ini masih tidak boleh proses Applikasi,
karena sisa-sisa karat masih sedikit ada.
Near White Metal Cleaning (SSPC SP-10) Sa 2 1/2
Sa 2 1/2 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale karat,
cacat setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya dengan hasil warna pipa tersebut
mendekati putih. Sa 2 ini merupakan tingkat kebersihan permukaan pipa yang sudah diperbolehkan
untuk proses Applikasi Epoxy.
White Metal Cleaning (SSPC SP-5) Sa 3
Sa 3 yaitu Hasil pembersihan permukaan pipa yang sudah bebas dari minyak, mill scale karat, cacat
setelah melalui pengikisan dengan mesin atau alat lainnya dengan hasil warna pipa tersebut putih. Sa
3 ini merupakan tingkat kebersihan yang paling baik. Untuk mendapatkan tingkat Sa 3 ini, harganya
biasanya sangat mahal, karena terlalu sulit untuk mencapainya.

Selain 7 kreteria diatas, permukaan pipa setelah proses Blasting harus kita kita visual, karena jika
tidak dilakukan, apabila ada cacat yang seperti tersebut pada jenis cacat di Incoming Pipe akan
merusak epoxy setelah proses Applikasi selesai. Jadi jika cacat-cacat tersebut masih ada harus
digerinda ulang.

Blasting yaitu proses pembersihan permukaan material dengan cara menggunakan butiran-butiran
steel grit dan steel shot ataupun pasir kering yang disemburkan dengan tekanan udara yang sangat
kuat sehingga menghilangkan lapisan material yang paling luar, termasuk karat dan mill scale.

Pipa yang sudah diproses Blasting harus segera diproses Applikasi, karena pipa yang sudah di
proses Blasting ini mempunyai batasan waktu untuk diproses Applikasi. Selang waktu yang
diperbolehkan untuk diproses Applikiasi yaitu tidak boleh lebih dari 3 jam. Karena kalau lebih dari 3
jam, maka banyak debu yang akan menempel pada permukaan pipa, dan uap airpun juga akan
menempel pada permukaan pipa, karena temperatur pipa sudah turun menyamai temperatur
ambeient (temperatur ruangan).
D. COATING APPLICATION
Coating Application yaitu proses applikasi epoxy terhadap material yang mana kali ini kita gunakan
material pipa. Proses ini dapat dilakukan dengan manual, semi manual ataupun secara mesin. Untuk
hasil yang baik dan merata kita gunakan dengan mesin. Alat yang kita gunakan diantaranya yaitu:

1.Agitator
Agitator yaitu alat yang berfungsi untuk mengaduk campuran epoxy, alat ini menggunakan tenaga
tekanan udara dari compressor.

2.Graco lengkap
Graco yaitu alat spray yang menggunakan tekanan udara sebagai tenaga. Alat ini merupakan jenis
pompa air untuk memompa cat epoxy untuk diapplikasikan kepada pipa.

3.Rotator
Rotator disini berfungsi untuk meletakkan pipa yang telah diproses blasting untuk diproses Applikasi,
alasan ditaruh pada rotator agar pada saat applikasi pipa dalam keadaan berputar agar ketebalan
epoxy merata dan hasilnya baik tanpa ada cacat. Rotataor diletakkan pada kedua ujung pipa, yaitu
pada area cut back (area tanpa epoxy yang berfungsi untuk memberikan ruang gerak untuk proses
welding ketika saat pipa dijoint antara satu dengan yang lain). Cut back ini biasanya panjangnya 100
mm 10 mm.

4.Kereta
Kereta disini digunakan untuk mengikat ujung graco (spray) yang digerakkan dengan kecepatan
tertentu yang nantinya akan berfungsi untuk menyepray. Tetapi sebelum dilakukan proses applikasi,
perlu disetting jarak antara kereta dengan pipa, serta kecepatan kereta dengan kecepatan rotator
sehingga membentuk overlap yang baik dan merata serta ketebalan yang sesuai.

Pada proses Coating Applikasi ini ada beberapa hal yang perlu diinspeksi dan diperhatikan,
diantaranya yaitu:

a)Material
Material yang dimaksud disini yaitu Material Epoxynya (Base dan Curing Agent serta Thinner). Chek
jenis, warna dan typenya apa sesuai dengan permintaan Customer. Kemudian chek masa aktifnya
serta bacth numbernya. Kemudian baca Data shet tentang product Epoxy tersebut. Dari Data Shet ini
kita akan mengetahui segala tentang material product yang digunakan, mulai dari jenis, warna, type,
pot life, curing time, mixing ratio dan kandungan bahannya.

b)Mixing Ratio
Mixing Ratio yaitu perbandingan campuran antara Base dan Curing Agent, perbandingan ini harus
sesuai dengan data shet terlampir. Sedangkan penambahan Thinner harus sesuai dengan yang
direkomendasikan dalam data shet. Lama pengadukan biasanya berkisar antara 10 s/d 15 menit.
Setelah itu chek viscosity (kekentalan) epoxy dengan menggunakan alat yang bernama Vicositas Cup
dengan bantuan Stopwacth.

c)Air Blother Chek


Air Blother Chek yaitu proses inspeksi terhadap kandungan tekanan udara yang digunakan sebagai
penggerak Agitator dan Graco. Kreteria penerimaannya yaitu tidak boleh mengalami oil contaminasi,
maksudnya yaitu tidak boleh mengandung bahan oil. Cara menginspeksinya dengan menggunakan
kertas tisue.

d)Visual Inspektion
Visual Inspektion disini yaitu lihat dan chek visual ketika proses applikasi, jangan sampai ada cacat,
kalau ada cacat segera cari penyebabnya dan perbaiki. Cacat disini antara lain: blister, sagings,
pinhole, orange pells, abrasive, spray spoot.
e)Wet Film Thickness (WFT)
Wet Film Thickness yaitu proses pengecekan ketebalan epoxy pada saat epoxy masih dalam
keadaan basah. Untuk mengukurnya kita membutuhkan alat bantu yang bernama Wet Film
Thickness Gauge. Jika ketebalan masih kurang, maka perlu dilakukan penyeprayan ulang sampai
ketebalan mencukupi. Perlu diketahui disini bahwa ketebalan ketika masih basah dan setelah kering
tidak akan sama karena dipengaruhi oleh volume solids dari epoxy yang digunakan tersebut. Untuk
mengetahi volume solids material epoxy tersebut kita perlu melihat Data Sheetnya. Rumusnya
sebagai berikut:

Tebal kering = Tebal Basah X Percentase Volume Solids

E. FINISHING

Finishing yaitu proses coating epoxy yang terakhir, yaitu proses inspeksi hasil applikasi ketika
epoxy sudah kering. Pada proses ini ada proses coating repair yaitu proses perbaikan coating
epoxy pada bagian - bagian yang cacat.

Pada Finishing ini dilakukan beberapa inspeksi, diantaranya yaitu:


1.Dry Film Thickness (DFT)
Dry Film Thickness yaitu ketebalan lapisan epoxy yang telah diapplikasikan kepada pipa
setelah kering. Disini perlu diinspeksi karena pengukuran ketika epoxy masih dalam keadaan
basah tidak 100 persen akurat, Untuk itulah perlu kita chek Coating Thickness setelah kering.
Untuk mengetahui Dry Film Thickness tersebut kita memerlukan alat bantu yang disebut
dengan Coating Thickness Gauge. Jika ketebalan lapisan Epoxy sudah OK, maka akan kita
lakukan inspeksi tahap selanjutnya. Tetapi kalau lapisan epoxynya kurang tebal, maka perlu
dilakukan proses Recoating, yaitu proses penambahan lapisan epoxy tanpa melalui proses
blasting.

Coating Thickness Gauge.

2.Visual Inspection
Visual Inspection yaitu pengecekan visual Coating Epoxy setelah kita pastikan ketebalan
lapisan Epoxy sudah OK. Pada tahapan ini kita tandai cacat yang ada yang nantinya akan
diproses Coating Repair. Untuk proses repair harus dilakukan secara manual, baik
menggunakan spray manual maupun kuas.
3.Holiday Detektor
Holiday Detektor yaitu Inspeksi kebocoran lapisan epoxy dengan cara menggunakan tegangan
listrik. Biasanya tegangan yang digunakan yaitu 12 volt untuk 1 m.

4.Roughness
Roughness yaitu kekasaran lapisan epoxy. Jadi tingkat kekasaran lapisan epoxy harus kita
ukur, yaitu dengan menggunakan alat bantu yang bernama Roughness Gauge.

Selain hal-hal yang perlu diinspeksi diatas, ada hal-hal lain yang perlu kita perhatikan,
diantaranya kebersihan cut back dan panjang cut back. Selain itu juga masih banyak
pengujian di laburatorium yang harus dilakukan terhadap hasil epoxy tersebut jika
menginginkan hasil epoxy yang standart Internasional. Diantara pengujian-pengujian tersebut
adalah: Crosscut, Pull on, Water Soak, Bending, Cure Test dan lain-lain.
Diposting oleh agus badri di 20.20

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

http://agusbadri.blogspot.co.id/2014/09/pengertian-dan-langkah-langkah.html
Di Indonesia Marine Coating memiliki sebutan nama tersendiri untuk membedakan
dengan jenis cat lain. Para nelayan biasanya menyebut marine coating dengan
sebutan cat marine atau cat kapal, cat marine termasuk jenis cat kapal yang
berkelas dan berkualitas, karena cat kapal ini di fungsikan untuk melindungi bagian
kapal agar terhindar dari korosi dalam jangka waktu yang cukup lama. Sifat proteksi
pada cat kapal sangat diutamakan mengingat kapal terus menerus berhadapan dengan
air laut yang mengandung garam yang sangat tinggi (NaCl), disamping itu cat
kapal sendiri juga berhadapan langsungdengan cuaca yang tiada henti-hentinya, yaitu
hujan, panas dan dingin. Kombinasi resin dan pigment serta additive dalam material cat
kapal mempunyai sifat atau karakteristik yang sangat baik.

Bagian kapal besi yang perlu perhatian khusus adalah under water atau bawah air laut,
karena bagian ini merupakan bagian kapal yang selalu terendam kedalam air, apalagi
air yang dihadapi adalah air laut, dimana air laut ini mengandung kadar garam laut
(NaCl) yang sangat tinggi, sehingga mudah sekali terjadi korosi. Proses pengecatannya
pun terdiri dari 3 lapisan diantaranya : Primer coat, Intermediate coat dan finish coat.
Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang terendam air setelah proses blasting,
dianjurkan menggunakan Primer Coat yang mempunyai ketahanan anti korosi yang
sangat baik, primer coat ini hendaknya mempunyai pigment yang berbasis zinc pigment,
dimana zinc pigment ini dapat mencegah besi terkorosi, baik oleh air maupun air laut.

Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang terendam air setelah pengecatan
primer coat, dianjurkan menggunakan Intermediate coat, Intermediate Coat ini
disamping berfungsi sebagai pelindung lambung kapal agar supaya tidak teresap air laut
langsung, juga berfungsi sebagai penebal cat.

Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang terendam air setelah pengecatan
Intermediate coat, dianjurkan menggunakan Anti Fouling, cat anti fouling ini berfungsi
sebagai pelindung lambung kapal bagian bawah yang terendam air laut agar supaya
tidak ditumbuhi lumut dan tertempelnya binatang laut. Seperti tiram, kerang dan lainnya.

Pada pengecatan kapal besi untuk bagian yang tidak terendam air laut langsung, tetapi
kadang kala bersentuhan dengan air laut, pada bagian ini biasanya kita sebut sebagai
bagian boot top. Pengecatan pada Boot top terdiri dari 3 lapisan, diantaranya Primer
Coat, Intermediate Coat dan Finish Coat

Proses pengecatan kapal besi pada bagian boot top setelah proses blasting, dianjurkan
menggunakan Primer Coat yang mempunyai ketahanan anti korosi yang sangat baik,
primer coat ini hendaknya mempunyai pigment yang berbasis zinc pigment, dimana zinc
pigment ini dapat mencegah besi terkorosi, baik oleh air maupun air laut.
Proses pengecatan kapal besi pada bagian yang Boot top setelah pengecatan primer
coat, dianjurkan menggunakan Intermediate coat, Intermediate Coat ini disamping
berfungsi sebagai pelindung lambung kapal agar tidak mudah korosi, juga berfungsi
sebagai penebal cat.

Proses pengecatan kapal besi pada bagian Boot top setelah pengecatan Intermediate
coat, dianjurkan menggunakan Finish Coat yang berfungsi sebagai pelindung lambung
kapal bagian atas (boottop). Finish Coat ini berfungsi sebagai decorative paint yang
mempunyai agen sebagai anti weathering (anti cuaca) juga berfungsi sebagai anti gores
atau gesekan. Finish caot ini mempunyai ketahanan usia hingga 5 tahun lebih.
Pada pengecatan kapal besi untuk bagian top side, cat primer coat dianjurkan yang
mempunyai basis resin dan pigment yang tahan terhadap korosi dan cuaca. karena
akan berhadapan langsung dengan matahari dan hujan. Sinar ultraviolet serta air hujan
yang mengandung asam serta basa dapat mengakibatkan kapal besi mudah terkorosi.

Pada pengecatan Finich coat kapal besi untuk bagian top side, dianjurakan material cat
yang mempunyai dua fungsi, diantaranya fungsi sebagai Decorative dan fungsi sebagai
Protective. Pada fungsi decorative finish coat untuk top side hendaknya ada pilihan
warna sesuai dengan permintaan customer, sedang pada fungsi protective finish coat
mempunyai ketahanan terhadap sinar ultraviolet matahari dan cuaca air hujan.

Pada pengecatan kapal besi untuk bagian ruang mesin (engine rooom) dianjurkan
menngunakan material cat yang tahan terhadap minyak, air, dan panas temperatur
ruangan. Proses pengecatan pada engine room mempunyai dua lapisan yaitu Primer
coat dan Finish coat.
Pada pengecatan kapal besi untuk bagian ruang mesin (engine rooom) dianjurkan
menggunakan primer coat yang mempunyai resin dan pigment yang dapat mencegah
korosi.

Pada pengecatan kapal besi untuk bagian ruang mesin (engine rooom) Finish coat yang
dianjurkan adalah yang mempunyai pilihan warna, akan tetapi sebaiknya menggunakan
cat yang berbasis pigment alumunium atau silver.

Deck Side atau Deck Paint, pada pengecatan sebuah kapal besi untuk bagian lantai
dasar atau yang terinjak oleh kaki, dianjurkan menggunakan cat yang mempunyai
ketahanan terhadap goresan atau injakan kaki sehingga cat tidak mudah mengelupas
ataupun abrasi. Cat Deck Paint mempunyai triple fungsi, yaitu Decorative (terdapat
pilihan warna), Protective (dapat mencegah karat, abrasive dan weathering) dan
Securitive (tidak mudah slip apabila diinjak oleh telapak kaki). Proses pengecatan Deck
Paint terdiri dari 2 lapisan yaitu Primer Coat dan Finish Coat.
Primer Coat pada pengecatan sebuah kapal besi untuk bagian lantai dasar atau yang
terinjak oleh kaki atau biasa disebut deck paint, dianjurkan menggunakan Primer Coat
yang mempunyai ketahanan terhadap korosi air laut dan cuaca.

Finish coat untuk Deck Side atau Deck Paint, pada pengecatan sebuah kapal besi untuk
bagian lantai dasar atau yang terinjak oleh kaki, dianjurkan menggunakan cat yang
mempunyai tidak mudah slip, dapat mencegah korosi serta mempunyai ketahanan
cuaca.
Bagian peralatan kapal yang tidak kalah penting dan urgent yang juga butuh untuk
perawatan adalah jangkar dan rantai. Jangkar dan rantai kapal ini dianjurkan dicat agar
supaya tidak korosi dan bertahan cukup awet. Sehingga dianjurkan menggunakan cat
yang long oil alkyd yang juga sering disebut cat bituminous
http://kapal-pelaut-surveyor.blogspot.co.id/2012/02/inilah-proses-pengecatan-kapal-menurut.html

Cat Kapal dan Proses Pengecatan Kapal

Cat Kapal

cat kapal pada umumnya sebutan untuk marine coating atau marine paint, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan
sebutan cat marine atau cat kapal, cat kapal termasuk deretan jenis cat yang berkelas dan berkualitas, karena cat
kapal sendiri di fungsikan untuk melindungi bagian bagian kapal agar terhindar dari korosi dalam jangka waktu yang
cukup lama. Sifat proteksi pada cat kapal sangat diutamakan mengingat kapal terus menerus berhadapan dengan air
laut yang mengandung garam yang sangat tinggi (NaCl), disamping itu cat kapal sendiri juga berhadapan langsung
dengan cuaca yang tiada henti-hentinya, yaitu hujan, panas dan dingin. Kombinasi resin dan pigment serta additive dalam
material cat kapal mempunyai sifat atau karakteristik yang sangat baik.

Pengecatan Kapal Besi

Material cat kapal, terdiri dari :

Under water atau bottom :

yaitu bagian kapal yang berada pada bagian yang terendam air laut secara terus menerus, sehingga perlu penanganan dan
perhatian secara khusus dan serius. Pada bagian ini perlu dicat secara 3 lapisan diantaranya :

1. Primer bottom/anti korosi/cat AC

2. Cat Intermediate

3. Cat anti fouling.


Bottop

yaitu bagian kapal yang berada disamping sebelah atas bottom atau biasa disebut sebagai sisi luar kapal. Bagian ini umumnya
disebut Bottop sehingga cat kapalyang dipergunakan adalah :

1. Primer bottom/cat anti korosi/cat AC

2. Cat Intermediate

3. Cat bootoping

Top side

yaitu bagian kapal yang berada diatas kapal biasa disebut sebagai top side kapal. Bagian ini umumnya disebut top side
sehingga cat kapal yang dipergunakan adalah :

1. Primer marine

2. Top side coating

Deck side

yaitu bagian kapal yang berada diatas kapal di bagian geladak/lantai kapal yang biasanya biasa disebut sebagai deck side kapal.
Sehingga cat kapal yang dipergunakan adalah :

1. Primer marine

2. Deck coating / deck paint / cat lantai kapal

Engine room

yaitu bagian kapal yang berada didalam kamar mesin didalam kapal di bagian ini biasanya biasa menggunakan cat kapal yang
tahan terhadap minyak dan panas mesin, diantaranya adalah :

1. Primer marine

2. Engine room coating

Anchor and chain

yaitu bagian kapal atau aksesories kapal yang satu ini disebut sebagai rantai dan jangkar kapal. Dianjurkan menggunakan cat
Kapal yang berwarna hitam tahan korosi yang mengandung bituminous. diantaranya adalah :

1. Primer marine

2. Bituminous paint
itulah cat kapal yang tergambar secara global.

http://agathapaint.com/?Miscellaneous:Cat_Kapal_dan_Proses_Pengecatan_Kapal