Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 1

PERCOBAAN VII
TITRASI PENGENDAPAN

OLEH

NAMA : HABRIN KIFLI HS.

STAMBUK : F1C1 15 034

KELOMPOK : V (LIMA)

ASISTEN : SARJUNA

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2016
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kimia analisis adalah studi pemisahan, identifikasi, dan kuantifikasi

komponen kimia dalam bahan alam maupun buatan. Analisis kualitatif

memberikan indikasi identitas spesies kimia di dalam sampel. Sedangkan analisis

kuantitatif menentukan jumlah komponen tertentu dalam suatu zat.

Metode titrimetri yang dikenal juga sebagai metode volumetri merupakan

cara analisis kuantitatif yang didasarkan pada prinsip stoikiometri reaksi kimia.

Dalam setiap metode titrimetri selalu terjadi reaksi kimia antara komponen analit

dengan zat pendeteksi yang disebut titran.

Volumetri adalah analisa yang didasarkan pada pengukuran volume dalam

pelaksanaan analisanya. Analisa volumetri biasa disebut juga sebagai analisis

titrimetri atau titrasi yaitu yang diukur adalah volume larutan yang diketahui

konsentrasinya dengan pasti yang disebut sebagai titran, dan diperlukan untuk

bereaksi sempurna dengan sejumlah tepat volume titrat (analit) atau sejumlah

berat zat yang akanditentukkan. Titran adalah larutan standar yang telah diketahui

dengan tepat konsentrasinya.

Istilah argentometri diturunkan dari bahasa latin argentum yang berarti

perak. Argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat suatu

larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasarkan endapan ion Ag+ pada

argentometri zat pemeriksaan yang telah diberikan indikator. Dengan mengukur

volume larutan standar yang digunakan sehingga seluruh ion Ag+ dapat tetap

diendapkan. Kadar garam dalam larutan pemeriksaan dapat ditentukan.


Titrasi argentometri dengan cara Volhard didasarkan atas pengendapan

perak tiosianat dalam larutan asam nitrat dengan menggunakan ion besi (III)

untuk mengetahui adanya ion tiosianat berlebih. Cara ini digunakan untuk titrasi

langsung atau tidak langsung. Cara titrasi langsung digunakan untuk menentukan

kadar perak dan cara titrasi tidak langsung digunakan untuk menentukan kadar

klorida.

Metode Fajans menggunakan indikator senyawa organik yang dapat

diserap pada permukaan endapan yang terbentuk selama titrasi argentometri

berlangsung. Indikator yang biasa digunakan yaitu indikator adsorbs

diiododimetilfluoresen dan fluoresen AgNO3 juga distandarisasi dengan NaCl

dengan menggunakan indikator fluorescein. Metode ini disebut dengan metode

Fajans. Metode ini menggunakan adsorbsi yaitu merupakan zat yang dapat diserap

pada permukaan endapan sehingga dapat menimbulkan warna. Metode Fajans

dapat digunakan untuk menetapkan kadar halida dengan menggunakan indikator

adsorbs. Berdasarkan latar belakang diatas dilakukan percobaan titrasi

pengendapan untuk mengetahui titrasi dengan metode volhard dan fajans.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan titrasi pengendapan adalah sebagai

berikut:

1. Bagaimana menentukan kadar klorida dalam sampel dengan cara volhard?

2. Bagaimana menentukan kadar bromide dalam sampel dengan cara fajans?


C. Tujuan Percobaan

Tujuan yang hendak dicapai pada percobaan titrasi pengendapan adalah

sebagai berikut:

1. Untuk menentukan kadar klorida dalam sampel dengan cara volhard.

2. Untuk menentukan kadar bromide dalam sampel dengan cara fajans.

D. Manfaat Percobaan

Manfaat yang diperoleh pada percobaan titrasi pengendapan adalah

sebagai berikut:

1. Dapat menentukan kadar klorida dalam sampel dengan cara volhard.

2. Dapat menentukan kadar bromide dalam sampel dengan cara fajans.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Endapan adalah zat yang memisahkan diti sebagai suatu fase padat yang

keluar dari larutan. Endapan dapat berupa kristal atau koloid, dan dapat

dikeluarkan dari larutan dengan penyaringan atau penyusingan (centrifuge).

Endapan terbentuk jika larutan menjadi larutan jenuh dengan zat yang

bersangkutan. Kelarutan tidak bergantung pada tekanan karena prosesnya

dilakukan dalam bejana terbuka pada tekanan atmosfer. Kelarutan zat bergantung

pada sifat dan konsentrasi zat lain, terutama ion-ion dalam campuran tersebut

(Vogel, 1985).

Titrasi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui

jumlah zat kimia yang luas pemakaiannya. Pada dasarnya cara titrimetri ini terdiri

dari pengukuran volume larutan pereaksi yang dibutuhkan untuk bereaksi secara

stoikiometri dengan zat yang akan ditentukan. Larutan pereaksi ini biasanya

diketahui kepekatannya dengan pasti dan disebut pentiter atau larutan baku.

Sedangkan proses penambahan pentiter ke dalam larutan zat yang akan ditentukan

disebut titrasi. Dalam proses titrasi pengendapan, ada beberapa hal yang mesti

diperhatikan yaitu sebagai berikut terjadinya kesetimbangan, zat yang akan

ditentukan harus bereaksi secara stoikiometri dengan zat pentiter, endapan yang

terbentuk harus cukup sukar larut, sehingga terjamin kesempurnaan reaksi sampai

99,9%, harus tersedia cara penentuan titik akhir yang sesuai (Rivai, 1995).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Percobaan titrasi pengendapan dilakukan pada hari Selasa, tanggal 25

Oktober 2016 pukul 07.30 09.55 WITA dan bertempat di Laboratorium Kimia

Organik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu

Oleo, Kendari.

B. Alat dan Bahan

1. Alat

Alat yang digunakan pada percobaan titrasi pengendapan adalah buret 50

mL, erlenmeyer 250 mL, gelas kimia 250 mL, gelas ukur 50 mL, batang

pengaduk, pipet tetes, botol semprot, corong, statif dan klem.

2. Bahan

Bahan yang digunakan pada percobaan titrasi pengendapan adalah perak

nitrat (AgNO3) 0,1 N, KBr, flouresein 0,1 %, akuades, tissue, NaCl, HNO3 encer,

dan NH4CNS 0,1 N.


C. Prosedur Kerja

1. Penentuan kadar klorida dalam sampel dengan cara volhard

KBr

- Ditimbang 1,2 gram


- Dilarutkan dengan akuades
- Dipipet sebanyak 25 mL
- Dimasukkan ke dalam erlenmeyer
- Ditambahkan 5 mL HNO3

KBr + HNO3 dalam erlenmeyer

- Dititrasi dengan AgNO3 hingga


terbentuk endapan
- Disaring endapan
- Dicuci endapan dengan HNO3

filtrat residu

- Dititrasi dengan AgNO3 hingga larutan


berubah warna
- Diamati perubahannya
- Dicatat volume AgNO3 yang digunakan

Hasil Pengamatan
2. Penentuan kadar bromida dalam sampel dengan cara fajans

KBr

- Ditimbang 1,2 gram


- Dilarutkan dengan akuades
- Dipipet sebanyak 25 mL
- Dimasukkan ke dalam erlenmeyer
- Ditambahkan 1 tetes fluorosein
- Dititrasi dengan AgNO3 0,1 N
- Diamati

Hasil Pengamatan