Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI ORAL

TOPOGNOSIS GIGI

Oleh :
Fitri Maratush 021611133113
Fidelia Kartikasari 021611133114
Anin Dita 021611133115

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS AIRLANGGA
SEMESTER GANJIL 2017/2018
1. TUJUAN
a. Mahasiswa mampu melihat kesalahan penentuan lokasi gigi yang diberi rangsangan
berdasarkan pendekatan anatomis dan fisiologis
b. Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa fenomena yang terjadi di klinik
sehubungan dengan topognosis gigi.

2. ALAT DAN BAHAN


2.1 Alat
a. Kaca mulut
b. Pinset
c. Burnisher
d. Nierbeken

2.2 Bahan
a. Kapas
b. Alcohol

3. CARA KERJA
a. Percobaan dilakukan secara berpasang-pasangan, ada mahasiswa coba
(subjek) dan mahasiswa pelaku percobaan (tester).
b. Subjek mahasiswa dengan gigi permanen yang lengkap dan tidak ada restorasi
gigi.
c. Tester dan subjek duduk berhadapan.
d. Subjek relax dan tidak boleh tegang.
e. Tester menyentuh/menekan ringan salah satu gigi secara acak, sentuhan
dilakukan selama <1 detik.
f. Subjek menyebut gigi nomor gigi yang disentuh, misalnya 27, 15 dan
sebagainya.
g. Zona rangsangan dibagi menjadi 6, yaitu:
i. Regio posterior kanan atas
ii. Regio anterior atas
iii. Regio posterior kiri atas
iv. Regio posterior kanan bawah
v. Regio anterior bawah
vi. Regio posterior kiri bawah
h. Dilakukan 3 percobaan secara acak pada setiap zona.
i. Jumlah jawaban dari setiap zona dihitung.

4. HASIL PRAKTIKUM

Regio Gigi Keterangan Presentasi kebenaran mahasiswa


(B/S) coba dalam menebak

14 S

Regio Posterior Kanan Atas 66,66 %


15 B

16 B

12 B

Regio Anterior Atas 100%


21 B

23 B

24 B

Regio Posterior Kiri Atas 66,66%


26 B

25 S

44 S

Regio Posterior Kanan Bawah 66,66%


46 B

45 B

41 B

Regio Anterior Bawah 33,33%


31 S

43 S

34 B

Regio Posterior Kiri Bawah 33,33%


35 S
36 S

5. ANALISA HASIL PRAKTIKUM


Data di atas menunjukkan bahwa terjadi beberapa kesalahan pada percobaan
penentuan lokasi gigi yang dirangsang. Dari delapan belas percobaan yang dilakukan,
terdapat sebelas gigi yang benar penentuan lokasinyanya. Pada perangsangan gigi regio
posterior kanan dan kiri rahang atas didapatkan prosentase kebenaran sebanyak 66,66%,
gigi anterior atas sebanyak 100%, gigi posterior kanan bawah sebanyak 66,66%, gigi
posterior kiri bawah 33,33%, dan gigi regio anterior bawah sebanyak 33,33%. Hasil
percobaan ini menunjukkan bahwa jawaban penentuan lokasi rangsangan pada gigi yang
benar adalah lebih banyak pada gigi anterior atas. Sedangkan pada gigi posterior
terutama regio posterior kiri bawah dan anterior bawah yang dirangsang, didapatkan
kebenaran dengan presentasi terkecil yaitu 33,33%.

6. PEMBAHASAN

7. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA