Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN KEUANGAN

NAMA:

NI KOMANG RIMA SUSANTI( 1515351099 ) (21)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

BALI

2016
CARA MODAL KERJA dan MANAJEMEN KAS

1. MODAL KERJA
Manajemen modal kerja berkaitan dengan investasi pada aktiva lancar dan
hutang lancar, terutama mengenai bagaimana menggunakan dan komposisi keduanya
akan mempengaruhi risiko. Manajemen modal kerja yang efektif sangat penting untuk
pertumbuhan kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Perusahaan yang tidak
memiliki modal kerja yag cukup, tidak dapat membayar kewajiban jangka pendek
pada waktunya dan menghadapi masalah likuiditas. Siklus operasi perusahaan terdiri
dari : pengadaan bahan, proses produksi, dan penjualan .
1.1 pengertian dan klasifikas modal kerja
modal kerja diperlukan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional
perusahaan. Invesatasi modal kerja merupakan proses terus-menerus selama
perusahaan operasi.
Pada umumnya ada dua pengertian modal kerja yaitu:
- Gross Working Capital (modal kerja bruto)
Modal kerja dalam pengertian ini mengacu pada konsep kuantitatif ,yang
mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsure-unsur
aktiva lancar dan aktiva ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali
didalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan
demikian modal kerja menurut pengertian ini adalah keseluruhan dari jumlah
aktiva lancar.
- Net working capital ( modal kerja neto)
Pada pengertian gross working capital didassarkan atas konsep kuantitatif dari
aktiva lancar, pada modal kerja dalam pengertian net working capital
didasarkan atas konsep kualitatif , yaitu dikaitkan dengan besarnya jumlah
hutang lancar atau hutang yang segera harus dibayar.
W.B. Taylor modal kerja mengklasifikasikan modal kerja menjadi dua:
a. modal kerja permanen
yaitu modal kerja yang harus tetap pada perusahaan untuk dapat
menjalankan fungsinya. Modal kerja ini dapat dibedakan menjadi:
1. Modal kerja primer : jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada
perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya.
2. Modal kerja normal : jumlah modal kerja yang diperlukan untuk
menyelenggarakan luas produksi yang normal. Pengertian normal adalah
dalam artian yang dinamis.
b. modal kerja variabel
yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan
perubahaan keadaan , dan modal kerja dibedakan antara:
1. Modal kerja musiman : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah
disebabkan karena fluktuasi musiman.
2. Modal kerja siklis : modal kerja jumlahnya berubah-ubah disebabkan
karena fluktuasi konjungtur.
3. Modal kerja darurat : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah
disebabkan karena adanya keadaan yang darurat yang tidak diketahui
sebelumnya.
1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besarnya Modal Kerja
Pada dasarnya modal kerja berbeda dengan aktiva tetap, hanya pada waktu yang
diperlukan untuk memperbaharui aktiva tetap tersebut atau dengan kata yang lain,
aktiva tetap akan memerlukan waktu yang lebih dari suatu periode atau satu tahun.
Sedangkan investasi modal kerja biasanya akan berputar kurang dari satu tahun
periode normal operasi perusahaan . periode itu bisa terjadi : pembayaran dimuka
bahan baku -> penerimaan bahan baku -> bahan baku disimpan -> proses produksi
-> disimpan sebelmum dijual -> dijual secara kredit -> penerimaan kas kembali.
Dengan demikian besar kecilnya modal kerja merupakan fungsi dari berbagai
faktor seperti :
a. Jenis produk yang dibuat
b. Jangka waktu siklus operasi
c. Tingkat penjualan , semakin tinggi tingkat penjualan maka kebutuhan
investasi pada persediaan juga akan semakin tinggi.
d. Kebijakan persediaan
e. Kebijakan persediaan
f. Kebijakan penjualan kredit
g. Efisiensi manajemen aktiva lancar
1.3 Bagaimana Modal Kerja Dipenuhi
Perusahaan tidak hanya berkepentingan mengenai tingkat aktiva lancar, tetapi
jugan penentuan proporsi hutang jangka pendek dan panjang yang dipergunakan.
Keputusan ini menyangkut trade-off antara profitabilitas dan risiko. Kebutuhan
dana perusahaan meliputi investasi aktiva lancar dan aktiva tetap . aktiva lancar
dapat dibagi menjadi dua kategori: 1. Aktiva lancar permanen , 2. Aktiva lancar
yang berfluktuasi.
Tiga alternatif pemenuhan kebutuhan dana dalam kaitannya dengan aktiva lancar:
1. Matching approach : akan membiayai invesatasi aktiva tetap dan aktiva lancar
permanen dengan sumber jangka panjang, baik itu hutang jangka panjang
maupun modal sendiri.
2. Conservative approach : akan membiayai investasi aktiva tetap dan aktiva
lancar permanen serta sebagian aktiva lancar yang berfluktuasi dengan hutang
jangka panjang atau modal sendiri.
3. Aggressive approach : pendekatan dalam pemenuhan kebutuhan dana dengan
menggunakan proporsi hutang jangka pendek yang lebih besar, jika
dibandingkan dengan pendektanan lain.
1.4 Penentuan Besarnya Modal Kerja
Jumlah pengeluaran setiap harinya yang tetap, tetapi dengan makin lamanya
periode terikat dana maka jumlah modal kerja yang dibutuhkan adalah semakin
besar. Periode perputaran atau terikatnya modal kerja adalah merupakan
keseluruhan atau jumlah dari periode-periode keseluruhan atau jumlah dari
periode-periode yang meliputi jangka waktu pemberian kredit beli, lama
penyimpanan bahan mentah digudang, lamanya proses produksi, lamanya barang
jadi disimpan digudang jangka waktu penerimaan piutang. Sedangkan
pengeluaran kas setiap harinya merupakan jumlah pengeluaran kas rata-rata
bsetiap harinya untuk keperluan bahan mentah , bahan pembantu, pembayaran
upah buruh, dan biaya lainnya.

2. MANAJEMEN KAS

Kas merupakan elemen modal kerja yang mempunyai tingkat likuiditas yang
paling tinggi. Kas adalah merupakan seluruh uang tunai yang ada di tangan dan yang
disimpan di bank dalam berbagai bentuk seperti deposito dan rekening Koran. Kas
merupakan alat tukar yang memungkinkan manajemen menjalankan berbagai
kegiatan usahanya.
Keynes telah mengidentifikasikan tiga motif untuk mempertahankan kas baik
uang tunai maupun yang ada dibank:

1. Kebutuhan untuk transaksi karena aliran kas masuk tidak sama dengan
aliran kas keluar maka diperlukan kas untuk melakukan transaksi usaha.
2. Kebutuhan untuk berjaga-jaga. Karena adanya ketidakpastian aliran kas
pada masa yang akan datang dan kemampuan untuk meminjam dana untuk
menambah kebutuhan dan perusahan.
3. Kebutuhan untuk spekulasi. Kebutuhan kas untuk memperoleh keuntungan
karena perubahan harga surat berharga.

2.1 Risiko dan Keuntungsn Mempertahankan Kas

Mempertahankan jumlah kas yang besar bagi suatu perusahaan


bisa mendatangkan keuntungan , terutama berkaitan dengan tingkat likuiditas
perusahaan.

Keuntungan yang diharapkan perusahaan memiliki jumlah kas yang cukup adalah:

1. Perusahaan dapat memperoleh potongan pembelian yang diberikan oleh supplier


bahan mentah sehingga menurunkan harga belinya.
2. Perusahaan seringkali memperoleh kesempatan pembelian lebih baik dengan
memiliki kas yang cukup.
3. Perusahaan akan mendapat kepercayaan dari bank, atau pihak lain sebagai
penyedia dana karena dapat membayar kewajiban tepat pada wakttunya.
4. Perusahaan akan memperoleh ranking yang lebih baik dengan mempertahankan
aktiva lancar yang cukup.

2.2 Anggaran Kas


Salah satu untuk menjaga agar perusahaan tidak kekurangan kas adalah
dengan membuat perencanaan tentang penerimaan dan pengeluaran akan kas.
Pembuatan perencanaan akan kas ini sering disebut dengan anggaran kas.
Anggaran kas adalah salah satu aspek penting bagi manajer keuangan sebagai alat
utama peramalan keuangan jangka pendek .
Dalam penyususunan anggaran kas ada tiga tahap yaitu:
1. Penyusunan anggaran kas yang bersifat operasional
2. Penyusunan anggaran finansial
3. Penyusunan anggaran kas keseluruhan

2.3 Penentuan Jumlah Kas Optimal


Kas dan surat berharga yang optimal sangat tergantung atas trade-off
antara tingkat bunga dengan biaya transaksi. Jika kondisi yang akan datang
diketahui dengan pasti maka akan sangat mudah menentukan kas minimal.
Modal persediaan kas yang optimal meliputi:
1. Model persediaan adalah model penentuan kas optimal yang paling
sederhana, dimana kebutuhan kas dapat diketahui dengan pasti.
Model Persediaan tersebut adalah:
B(T/C) + i (C/2)
Kas optimal :
2
C* =

2. Model stokhastik , model ini dikembangkan oleh miller and orr dengan
merumuskan model sebagai berikut. Dalam pengeluaran dan pemasukan
kas perusahaan yang berfluktuasi dari waktu kewaktu.
Rumus Kas Optimal:
3 3br2
Z = 4i
DAFTAR PUSTAKA

1. Buku Manajemen Keuangan NI LUH PUTU WIAGUSTINI