Anda di halaman 1dari 14

KEPEMIMPINAN

DEFINISI KEPEMIMPINAN

Sebagai Awal kita harus mengetahui, Apakah arti kepemimpinan? Menurut sejarah,
masa kepemimpinan muncul pada abad 18.
Ada beberapa pengertian kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli, antara
lain:
1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan
langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan
tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

2. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas


untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
(Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).

3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok


yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).

4. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah


kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.

5. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti


kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk
memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan


dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat.
Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam
susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell
mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan
pengikut.

1
PRINSIP- PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN

Prinsip, sebagai paradigma terdiri dari beberapa ide utama berdasarkan motivasi
pribadi dan sikap serta mempunyai pengaruh yang kuat untuk membangun dirinya atau
organisasi. Menurut Stephen R. Covey (1997), prinsip adalah bagian dari suatu
kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan
berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip
merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang
ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana,
dan kekuatan. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip
(Stephen R. Coney) sebagai berikut:

1. Seorang yang belajar seumur hidup


Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya,
belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai
pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

2. Berorientasi pada pelayanan


Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin
dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam
memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang
baik.

3. Membawa energi yang positif


Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif
didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain.
Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang
pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan
kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat
menunjukkan energi yang positif, seperti ;

2
a. Percaya pada orang lain
Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya,
sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik.
Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.

b. Keseimbangan dalam kehidupan


Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada
prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan
rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan


Kata tantangan sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti
kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan
adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari
dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas,
kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.
d. Sinergi
Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis
perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi
adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The
New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok,
yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan.
Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan, staf,
teman sekerja.
e. Latihan mengembangkan diri sendiri
Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai
keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses
daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan
dengan: (1) pemahaman materi; (2) memperluas materi melalui belajar dan
pengalaman; (3) mengajar materi kepada orang lain; (4) mengaplikasikan prinsip-
prinsip; (5) memonitoring hasil; (6) merefleksikan kepada hasil; (7) menambahkan
pengetahuan baru yang diperlukan materi; (8) pemahaman baru; dan (9) kembali
menjadi diri sendiri lagi.

3
Mencapai kepemimpinan yang berprinsip tidaklah mudah, karena beberapa kendala
dalam bentuk kebiasaan buruk, misalnya: (1) kemauan dan keinginan sepihak; (2)
kebanggaan dan penolakan; dan (3) ambisi pribadi. Untuk mengatasi hal tersebut,
memerlukan latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Latihan dan pengalaman
sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai
dasar dalam pengambilan keputusan.

4
KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN

DEFINISI KEPEMIMPINAN (MANAJEMEN)

Dari pembahasan sebelumnya telah banyak pengetian Mengenai MANAJEMEN dari


para ahli, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam teori
MANAJEMEN merupakan suatu upaya dari seorang pemimpin untuk dapat
merealisasikantujuan organisasi melalui orang lain dengan cara memberikan motivasi
agar orang lain tersebut mau melaksanakannya, dan untuk itu diperlukan adanya.
Dalam hal ini, keseimbangan antara kebutuhan individu para pelaksana dengan
tujuan perusahaan. Lingkup kepemimpinan tidak hanya terbatas pada permasalahan
internal organisasi, melainkan juga mencakup permasalahan eksternal.
Contohnya : Dalam konteks penugasan audit, secara internal seorang ketua tim
harus dapat menggerakkan anggota tim sedemikian rupa sehinggatujuan audit dapat
dicapai. Seorang ketua tim harus dapat memahami kelebihan dan kekurangan anggota
timnya, sehingga dapat menentukan penugasan yang harus diberikan kepada setiap
anggota tim. Dilain pihak,secara ekternal seorang ketua tim harus dapat mempengaruhi
auditee agarmau menjadi mitra kerjanya dan memperlancar ataupun membantu tugas-
tugas ketua tim dalam rangka mencapai tujuan audit. Untuk dapat mengatasi
permasalahan internal dan eksternal tersebut, ketua tim harus mempunyai kemampuan
interpersonal serta teknik komunikasi yang baik sehingga dapat memotivasi anggota tim
dan mempengaruhi auditee dengan baik.

5
HAL MENDASAR YANG PERLU UNTUK KEPEMIMPINAN

Manajemen dilaksanakan dalam suatu organisasi atau institusi tertentu yang pada
tahap awal implementasinya organisasi itu digerakkan oleh kepemimpinan yang sangat
peduli pada mutu dan bertekad kuat untuk membuat organisasinya itu selalu dan terus
menerus meningkatkan mutu kiner-janya, apakah itu dalam bentuk produk atau jasa.
Kepemimpinan untuk MMT itu memerlukan modal dasar dalam bentuk penguasaan
tujuh mendasar yang menyangkut kehidupan organisasinya.

a. Organisasi :
Mengapa organisasi yang dipimpinnya ini ada dan untuk apa ? Jawaban ter-hadap
pertanyaan yang sangat mendasar ini perlu dikuasai secara baik oleh semua orang
yang memegang tampuk kepemimpinan dari suatu organisasi. Tanpa menguasai
jawabannya secara baik diragukan apakah mereka akan mampu mengarahkan orang-
orang lain dalam organisasi itu ke tujuan yang seharusnya.

b. V i s i :
Akan menjadi organisasi yang bagaimanakah organisasi itu di masa depan ? Orang-
orang yang memegang kepemimpinan perlu memiliki pandangan jauh ke depan tentang
organi-sasinya; mereka ingin mengembangkan organisasinya itu menjadi organisasi
yang bagaimana, yang mampu berfungsi apa dan bagaimana, yang mampu
memproduksi benda dan jasa apa dan yang bagaimana, serta untuk dapat disajikan
kepada siapa ? Visi ini seharusnya berjangka panjang, misalnya 10 tahun atau 25 tahun
ke dapan, agar dapat memfasilitasi usaha-usaha perbaikan mutu kinerja yang
berkelanjutan.

c. M i s i :
Mengapa kita ada dalam organisasi ini ? Apa tugas yang harus kita lakukan ?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini berkaitan dengan visi tersebut di atas.
Bagaimana visi itu akan dapat diwujudkan ? Tugas-tugas pokok apakah yang harus
dilakukan oleh organisasi agar visi atau kondisi masa depan organisasi tadi dapat
diwujudkan. Rumusan tentang misi organisasi ini juga seharusnya dapat dikuasai

6
dengan baik dan jelas oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan agar mereka
dapat memberi arahan yang benar dan jelas kepada orang-orang lain.

d. Nilai-nilai
Prinsip-prinsip apa yang diyakini sebagai kebenaran yang berfungsi sebagai
pedoman dalam menjalankan tugas organisasi, dan ingin agar orang lain dalam
organisasi juga mengadopsi prinsip-prinsip tersebut. Misalnya mutu, fokus pada
pelanggan, disiplin, kepelayanan adalah nilai-nilai yang seharusnya dianut oleh orang-
orang yang memegang kepemimpinan MMT.

e. Kebijakan
Ialah rumusan-rumusan yang akan disampaikan kepada orang-orang dalam
organisasi sebagai arahan agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dalam
menyediakan pelayanan dan barang kepada para pelanggan. Orang-orang yang
memegang kepemim-pinan harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan semacam
itu agar orang-orang dapat menyajikan mutu seperti yang diinginkan oleh organisasi.

f. Tujuan-tujuan Organisasi
Ialah hal-hal yang perlu dicapai oleh organisasi dalam jangka panjang dan jangka
pendek agar memungkinkan orang-orang dalam organisasi memenuhi misinya dan
mewujudkan visi mereka. Tujuan-tujuan organisasi itu perlu dirumuskan secara kongkrit
dan jelas.

g. Metodologi :
Adalah rumusan tentang cara-cara yang dipilih secara garis besar dalam bertindak
menuju pewujudan visi dan pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Metodologi ini
terbatas pada garis-garis besar yang perlu dilakukan dan bukan detil-detil teknik kerja.

Ketujuh hal yang sangat mendasar itu perlu dikuasai dan dalam implementasi MMT
hal itu akan dituangkan dalam merumuskan rencana strategis untuk mutu. Tanpa
kemampuan merumuskan ketujuh hal itu secara spesifik dan mengkomunikasikannya
kepada orang-orang dalam organisasi, sulit bagi orang-orang itu untuk mewujudkan
mutu seperti yang diinginkan.
7
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MANEJEMEN

Kepemimpinan lebih erat kaitannya dengan fungsi penggerakan (actuating) dalam


manajemen. Fungsi penggerakan mencakup kegiatan memotivasi,kepemimpinan,
komunikasi, pelatihan, dan bentuk-bentuk pengaruh pribadilainnya.
Fungsi tersebut juga dianggap sebagai tindakan mengambil inisiatifdan
mengarahkan pekerjaan yang perlu dilaksanakan dalam sebuahorganisasi. Dengan
demikian actuating
sangat erat kaitannya dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, yaitu: perencanaan,
pengorganisasian, danpengawasan agar tujuan-tujuan organisasi dapat dicapai seperti
yangdiinginkan. Winardi juga mengemukakan bahwa sekalipun terdapat banyakteori
tentang fungsi-fungsi manajemen, namun dapat disederhanakan bahwa fungsi
manajemen setidaknya meliputi: perencanaan, pengorganisasian,penggerakan, dan
pengawasan.
Dalam perencanaan telah ditetapkan arah tindakan yang mengarahkan sumber
daya manusia dan sumber daya alam untuk dapat direalisasikan.Rencana-rencana
yang ditetapkan telah menggariskan batas-batas di mana orang-orang mengambil
keputusan dan melaksanakan aktivitas-aktivitas. Hal ini berarti telah dilakukan antisipasi
tentang kejadian-kejadian, masalah-masalah yang akan muncul, dan hubungan
kausalitas antar pihak terkait dalam suatu organisasi di masa mendatang. Mengingat
bahwa di masa mendatang terdapat penuh ketidakpastian, maka antisipasi yang telah
ditetapkan pun sering tidak berjalan sebagaimana mestinya. Untuk ini paramanajer
harus siap menghadapi keadaan darurat dengan mengembangkan rencana-rencara
alternatif.
Dalam pengorganisasian, manajemen menggabungkan dan mengkombinasikan
berbagai macam sumber daya menjadi satu kesatuan untuk dapat memberikan manfaat
yang lebih berdaya guna. Sumber daya tersebut dikelompokkan sesuai dengan sifat
dan jenisnya, diberikan peran/fungsi, dan dijalin sedemikian rupa untuk dapat saling
berinteraks imenjadi suatu sistem. Sistem yang telah ditentukan diarahkan untuk dapat
memproduksi barang/jasa sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

8
Dalam organisasi, yang terlibat dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan
terdiri dari para manajer, para supervisor, dan para pelaksana. Dengan rencana yang
telah ditetapkan, mereka yang terlibatakan merealisasikannya, bahkan dalam proses
mencapai manajemen mututotal. Kegiatan atau proyek suatu organisasi merupakan
hasil dari kreasi para manajer atau hasil dari gagasan yang disampaikan oleh para
pelaksana tim, atau kelompok pekerja. Selanjutnya pihak-pihak tersebut bekerja
sebagai suatu tim.
Kepemimpinan berperan sangat penting dalam manajemen karena unsurmanusia
merupakan variabel yang teramat penting dalam organisasi. Seperti dikemukakan di
atas bahwa yang terlibat dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan organisasi
terdiri dari para manajer, para supervisor, danpara pelaksana. Manusia memiliki
karakteristik yang berbeda-beda mempunyai kepentingan masing-masing, yang bahkan
saling berbeda dan berakibat terjadi konflik. Perbedaan kepentingan tidak hanya antar
individu didalam organisasi, tetapi juga antara individu dengan organisasi di man
aindividu tersebut berada. Sangat mungkin bahwa perbedaan hanya dalam hal yang
sederhana, namun ada kalanya terjadi perbedaan yang cukup tajam. Tanpa
kepemimpinan yang baik, hal-hal yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan
pengorganisasian tidak akan dapat direalisasikan.Kepemimpinan sangat diperlukan
agar semua sumber daya yang telah diorganisasikan dapat digerakkan untuk
merealisasikan tujuan organisasi.Domingo, dalam membahas kepemimpinan kualitas
(quality leadership) mengemukakan bahwa manajemen tingkat puncak harus kokoh
berinisiatif untuk mengedepankan pentingnya kepemimpinan kualitas.
Pimpinan puncak harus mendorong seluruh pegawai dan harus menjadi
teladan.Segala pikiran dan perkataannya harus merefleksikan filosofi kualitas yang
diterapkan perusahaan. Pimpinan puncak harus berpikir dan bertindak demikualitas
dalam segala situasi dan bersedia mendengarkan siapa pun,bahkan dari seseorang
yang berada di tingkat paling bawah, yang maumenyumbangkan pendapatnya untuk
peningkatan kualitas.

9
Dari tiga hal yang dikemukakan Domingo tersebut dapat diketahui bahwa seorang
pemimpin harus selalu berorientasi pada keberhasilan kepemimpinannya. Seluruh
kekuatannya difokuskan pada upaya mendorong dan memotivasi bawahannya agar
mau melaksanakan kegiatan untukmencapai tiujuan organisasi dan setiap langkah
serta penampilannyadiharapkan menjadi suri teladan bagi bawahannya. Dengan
demikian pemimpin yang baik selalu memberikan pelayanan terbaik kepada
bawahannya, bukan sebaliknya, meminta dilayani oleh para bawahannya.Seorang
pemimpin juga rela mengorbankan kepentingan pribadinya untuk kemajuan para
bawahannya, yang sebenarnya hal ini juga untuk keberhasilan organisasinya.

MANEJEMEN KEPEMIMPINAN
\
Manajemen adalah bagian integral dari kepemimpinan. Sesungguhnya, dapatlah
dikatakan bahwa manajemen tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan, dan sebaliknya.
Dalam kaitan ini, berbicara tentang manajemen berarti berbicara tentang
kepemimpinan, karena pada saat pemimpin melaksanakan upaya memimpin, ia
memanejemeni. Penjelasan ini berhubungan dengan uraian terdahulu di mana telah
dibentangkan tentang makna, sejarah dan unsur manajemen, hubungan kepemimpinan
dengan manajemen atau tempat manajemen dalam kepemimpinan, sebagai upaya
untuk menegaskan mekanisme integral dari kepemimpinan dan manajemeN. Dalam
upaya memperjelas mekanisme keterhubungan dimaksud, di sini akan diulas tujuh hal
penting seputar hubungan manajemen dan kepemimpinan, yaitu antara lain: 1. Tempat
manajemen dalam kepemimpinan; 2. Pemimpin dan manajemen; 3. Manajer dan
manajemen; 4. Administrator dan manajemen dalam kepemimpinan; 5. Bawahan dan
manajemen; 6. Manajemen dalam organisasi; dan 7. Manajemen dan upaya memimpin.

1. TEMPAT MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN.


Manajemen seperti telah disinggung sebelumnya adalah fungsi umum
kepemimpinan. Sebagai fungsi umum, manajemen menjelaskan mengenai aspek
substansial dan praksis kepemimpinan, yang berhubungan dengan pelaksanaan
kepemimpinan secara nyata atau aktual. Dalam kaitan ini, manajemen dapat
disebut sebagai seni kepemimpinan. Sebagai seni kepemimpinan, ada tujuh aspek

10
dalam manajemen yang berhubungan langsung dengan kepemimpinan secara
praksis, yaitu antara lain:
a. Manajemen adalah seni bekerja sama
b. Manajemen adalah seni pemenuhan kebutuhan
c. Manajemen adalah seni penggalangan
d. Manajemen adalah seni mempengaruhi
e. Manajemen adalah seni menyampaikan perintah atau komunikasi
f. Manajemen adalah seni membuat masa depan organisasi
g. Manajemen adalah seni mendayagunakan sumber-sumber
Menegaskan hubungan kepemimpinan dan manajemen ini, dapatlah dikatakan
bahwa kepemimpinan dalam kaitan ini mewadahkan manajemen, dan manajemen
adalah pembuktian bagi aktualisasi pelaksanaan kepemimpinan, atau praksis
kepemimpinan dari tujuh aspek seperti yang telah disinggung di atas. Dengan ini
dapatlah dikatakan bahwa manajemen membutikan bahwa kepemimpinan sedang
terlaksana, karena kepemimpinan hanya berjalan dengan adanya pelaksanaan
manajemen.

2. PEMIMPIN DAN MANAJEMEN.


Hubungan pemimpin dan manajemen dapat dilihat dari dua sudut pandang.
Pertama, Dari perspektif posisi tugas, seorang pemimpin puncak (top leader)
dapat disebut sebagai manajer puncak, atau manajer eksekutif (executive
manager). Penyebutan seperti ini menjelaskan tentang peran pemimpin sebagai
seorang manajer puncak, yang tidak berarti bahwa pemimpin ada pada posisi
manajerial.

Kedua, Dari perspektif hubungan pelaksanaan kepemimpinan, telah dikatakan


bahwa pemimpin tatkala melaksanakan upaya memimpin sesungguhnya ia
sedang melaksanakan tindakan memanejemeni. Dalam perspektif kepemimpinan
ini tatkala pemimpin memanajemeni, ia sedang melaksanakan seni bekerja sama,
seni pemenuhan kebutuhan, seni merangkum, seni mempengaruhi, seni
memerintah, seni membuat peta keinginan masa depan organisasi, dan seni
menggunakan sumber-sumber yang dibuktikan dengan melaksanakan upaya

11
memimpin (actuating). Upaya memimpin ini adalah bukti adanya kepemimpinan
yang sedang telaksana.

3. MANAJER DAN MANAJEMEN.


Manajer dalam hubungan dengan menajemen menjelaskan tentang substansi
tugas yang ada padanya. Pada satu sisi, manajer ada pada posisi tugas
pelaksana kepemimpinan dengan membantu pemimpin memimpin pekerjaan yang
bersifat departemenal. Di sini manajer adalah kepala atau pemimpin suatu
departemen atau unit kerja dalam suatu organisasi.

Pada sisi yang bersifat lebih substansial, manajemen adalah tugas seorang
manajer yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan pada aras
manajerial. Tentu tatkala melaksanakan tugasnya, manajer memanejemeni, tetapi
perbedaannya, ialah bahwa ia memanejemeni tugasnya atas nama pemimpin
yang mendelegasikan tugas manajerial kepadanya.

4. ADMINISTRATOR DAN MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN.


Administrator yang telah dijelaskan sebagai pelaksana tugas-tugas khusus
kepemimpinan adalah ujung tombak dari tugas manajemen. Sebagai ujung
tombak kepemimpinan, administrator adalah pelaksana tugas kepemimpinan pada
aras operasional. Dalam hubungan penyebutan posisi tugas dan peran
administrator, hal ini tergantung pada besar kecilnya organisasi dimana
kepemimpinan dijalankan.

Apabila organisasinya besar, administrator dapat disebut sebagai manajer


lapangan, dan sebaliknya bila organisasinya kecil, administrator dapat menjadi
pelaksana tugas langsung, baik sebagai sekretaris atau tugas lapangan yang
lainnya.

5. BAWAHAN DAN MANAJEMEN.


Bawahan dan para bawahan adalah pelaksana tugas yang ditempatkan pada
unit kerja yang dipimpin oleh seorang administrator atau manajer tugas yang
menyentuh pekerjaan secara langsung di lapangan.
12
Dalam hubungan dengan manajemen, para bawahan akan selalu ditempatkan
pada suatu unit tugas,yang menyetuh pekerjaan secara langsung. Sifat pekerjaan
langsung ini dapat berupa tugas dasar, tugas utama mau pun tugas pendukung.

6. MANAJEMEN DALAM ORGANISASI.


Dalam hubungan dengan organisasi, manajemen adalah istilah yang sering
identik atau idiom dengan kepemimpinan. Misalnya tatkala orang menyebut
manajemensewaktu menjelaskan kata manajemen dari organisasi ini atau itu
sesungguhnya ia menunjuk kepada kepemimpinan dari organisasi atau pun sistem
kepemimpinan dalam suatu organisasi.

7. MANAJEMEN DALAM UPAYA MEMIMPIN.


Pemimpin dalam menerapkan manajemen menyentuh upaya memimpin seperti
yang telah disinggung di atas. Dengan demikian, hubungan pemimpin dalam
memanejemen kepemimpinan akan sangat terlihat dalam upaya memimpin yang
menyentuh bidang berikut:

a. Pemimpin memastikan bahwa ia mengkoordinir kepemimpinan dengan


menggerakkan unsur SDM dan mengelola semua sumber menggerakkan semua
kompenen untuk terlibat dalam kerja secara sinergis dan simultan.
b Pemimpin memastikan bahwa ia mendasarkan semua upaya memimpin di atas
suatu perencanaan strategis yang lengkap.
c Pemimpin harus memastikan adanya pengorganisasian tugas dan penempatan
SDM yang tepat bagi semua tugas yang dibuktikan dengan adanya delegasi dan
penugasan yang benar dan baik. Dalam hubungan ini, pemimpin harus memastikan
bahwa semua unsur pendukung tersedia dan dapat digunakan dalam upaya
memimpin. Pemimpin di sini juga harus memastikan adanya komunikasi yang jelas
dan lancar dalam seluruh sistem organisasinya.
d. Pemimpin harus memimpin dengan menggerakkan semua komponen SDM
terlibat dalam pelaksanaan yang bergerak kerja secara sinergis dan simutan ke
arah produktivitas optimal (pencapaian hasil kerja optimal) dengan menggunakan
strategi dan taktik yang handal.

13
e. Pemimpin harus memastikan pelaksanaan kerja dengan melaksanakan supervisi
atau pengawasan dan evalusi untuk refinesasi kerja dalam kepemimpinan guna
memperlancar upaya memimpin yang ditanganinya secara bersinambung ke arah
pencapaian tujuan organisasi.

KESIMPULAN
\
Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai
tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang
pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin,
mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok
orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang
yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan
memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.

Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi perilaku orang-orang lain agar mau


bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi itu mengandung dua pengertian
pokok yang sangat penting tentang kepemimpinan, yaitu Mempengaruhi perilaku orang
lain. Kepe-mimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang
yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti yang diharapkan ataupun diarahkan oleh
orang yang memimpinnya.

Untuk menerapkan Manajemen dalam suatu organisasi diperlukan adanya


kepemimpinan yang ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih
mutu. Manajemen diterapkan dalam organisasi yang melihat tugas organisasinya tidak
sekedar melaksanakan tugas rutin, yang sama saja dari hari ke hari berikutnya. Semua
sudah ditentukan standarnya, dan kalau kinerja sudah sesuai standar maka bereslah
segalanya. Manajemen juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya standar ini
bersifat dinamis, artinya standar itu selalu bisa ditingkatkan. Sehingga memungkinkan
terjadinya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Untuk itu Manajemen memerlukan
kepemimpinan yang mempu-nyai ciri-ciri yang agak khusus seperti yang akan dibahas
berikut ini.

14