Anda di halaman 1dari 28

BAB I

KONSEP DASAR KEHAMILAN

A. Definisi Kehamilan
Masa kehamilan di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid
terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 trimester yaitu trimester pertama di mulai dari
konsepsi sampai 3 bulan trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, trimester
ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan. (Saifuddin, 2006 : 89)
Kehamilan dibagi menjadi 3 trimester, yaitu :
Trimester pertama dari 0 sampai 12 minggu
Trimester kedua dari kehamilan 13 minggu sampai 24 minggu
Trimester ketiga dari kehamilan 25 minggu sampai 40 minggu
B. Pertumbuhan Fetus
Minggu 1 : zygot --- morula ---- blastocyst
Minggu 2 : proses implantasi ke endometrium. Nantinya sel tropoblas akan
berkembang menjadi plasenta, sedangkan sel embryoblas yg akan berkembang
menjadi embryo. hCG diproduksi oleh sel tropoblas Endometrium menebal akan
menjadi decidua (basalis, vera, capsularis)
Minggu ke-3 : mulai perkembangan otak, jantung, sel darah, sistem sirkulasi,
sumsum tulang belakang, dan sistem pencernaan
Minggu ke-4 : tulang, struktur muka, dan ekstremitas; perkembangan jantung
berlanjut (mulai berdetak), otak dan jar saraf.
Minggu ke-5: mata, hidung, ginjal, paru; perkembangan jantung berlanjut
(pembentukan sekat jantung), otak, jar saraf, dan sistem pencernaan
Minggu ke-6: tangan, kaki, dan jari-jari; perkembangan berlanjut dari otak,
jantung dan sistem sirkulasi
Minggu ke-7: folikel rambut, putting susu, alis dan organ seks (testis dan
ovarium); pembentukan pertama urin dalam ginjal dan gelombang (anatomis)
otak
Minggu ke-8: Bentuk wajah lebih jelas, perkembangan dinding organ interna,
otak dapat memberi sinyal pada pergerakan otot, perkembangan jantung
berakhir, pembentukan organ seks eksternal
Minggu ke 9-12: panjang fetus 8cm (3.2 inch); ukuran kepala separuh tubuh
fetus. Wajah, leher, alis, lengan & tungkai, jarijari telah terbentuk dengan baik.
Gigi mulai tampak, sel darah merah mulai diproduksi dalam hati.
Minggu ke 13-15: panjang fetus 15cm (6 inch). Lanugo mulai tumbuh di kepala,
paru-paru, kelenjar keringat, otot dan tulang mengalami perkembangan terus
menerus, fetus dapat menguap dan membuat gerakan menghisap
Minggu ke 16-20 : panjang fetus 20cm (8 inch). Lanugo mulai tumbuh di seluruh
permukaan kulit, jar lemak mulai terbentuk dibawah kulit, jari dan kuku, alis mata,
bulu mata mulai tampak, fetus lebih aktif, ibu mulai merasakan pergerakan fetus
Minggu ke 21-24: panjang fetus 28.5cm (11.2 inch). Berat 0.7 kg. rambut kepala
tumbuh lebih panjang, alis dan bulu mata mengalami pertumbuhan maksimal,
pembentukan alveoli dalam paru, pertumbuhan mata maksimal, reflek startle
(Moro) mulai muncul.
Minggu ke 25-28: panjang fetus 38cm (15 ich), berat 1.2 kg. perkembangan yang
cepat pada otak dan sistem saraf. Fetus dapat mengontrol pergerakannya
seperti mebuka dan menutup mata, dan fungsi tubuh yang lain. Paru
berkembang, dimungkinkan cairan amnion masuk paru fetus.
Minggu ke 29-32: panjang fetus 38-43cm (15-17 inch), berat 2 kg. Deposi lemak
bawah kulit menebal, fungsi paru immatur, mulainya pergerakan pernapasan.
Tulang-tulang fetus berkembang namun tidak mengeras.
Minggu ke 33-36: panjang fetus 41-48cm (16-19 inch), berat 2.6-3 kg. Lemak
tubuh meningkat, lanugo mulai menghilang, kuku jari berkembang maksimal,
fetus dapat mengontrol seluruh fungsi tubuhnya.
Minggu 36-38: panjang fetus 48-53cm (19-21 inch). Fetus fulL term. Lanugo
banyak yang hilang diganti dengan pertumbuhan rambut kepala, kuku jari
mencapai batas jari. Pada fetus normal, semua sitem organ berfungsi.

Umbilical Cord

Terbentuk dr bag tengah sel tropoblas yg mengarah ke pembentukan membran fetus


(amnion dan chorion ---- selaput ketuban) Terdiri dari 1 vena (membawa darah dr villi
plasenta ke fetus) dan 2 arteri (fetus kembali ke villi plasenta) Tidak mengandung syaraf.
Amnion memproduksi cairan amnion (cairan ketuban) dan phospholipid yg memicu
terbentuknya prostaglandin sbg salah satu pemicu kontraksi uterus. Cairan ketuban normal
pd kondisi kehamilan aterm 800 1200 ml (hydramnion : > 2000 ml, oligohydramnion : < 300
ml), pH 7,2 (alkali).

Fungsi Cairan Ketuban


Melindungi dari tekanan/ benturan. Menjaga temperatur intrauterine. Media untuk
perkembangan gerak tubuh fetus. Melindungi penekanan umbilical cord

C. Fisiologi Kehamilan
Fisiologi kehamilan adalah seluruh proses fungsi tubuh pemeliharaan janin
dalam kandungan yang disebabkan pembuahan sel telur oleh sel sperma, saat hamil
akan terjadi perubahan fisik dan hormon yang sangat berubah drastis. Organ reproduksi
interna wanita adalah alat pembuahan atau kandungan bagian dalam yang meliputi
ovarium, tuba falopi, uterus, dan vagina. Organ reproduksi eksterna wanita adalah alat
pembuahan atau kandungan bagian luar yang meliputi mons veneris, labia mayor, labia
minor, klitoris, introitus vagina, introitus uretra, kelenjar bartholini dan anus.
Payudara/mamae/susu adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit dan di atas otot
dada.

Perubahan sistem reproduksi

1) Uterus
Pada masa kehamilan uterus akan bertambah besar dari 30 gram menjadi 1000
gram dengan ukuran panjang 32 cm, lebar 24 cm, dan tebal 22 cm.(Sulaiman,
1983:140 ).
Pembesaran ini disebabkan oleh hypertrophy (peningkatan ukuran sel) dari otot-
otot rahim , tetapi pada kehamilan muda terbentuk juga sel-sel otot yang baru.
Dalam bulan-bulan pertama pertumbuhan uterus disebut pertumbuhan aktif, karena
memang dinding rahim menjadi tebal disebabkan pengaruh hormone estrogen
pada otot rahim. (Sulaiman, 1983:140.
Mulai dari sekarang pertumbuhan rahim , diregang oleh isinya, mka disebut
pertumbuhan pasif. Karena regangan ini dinding rahim menjadi tipis, karena
regangan ini juga isthimus uteri berangsur tertarik keatas dan menjadi bagian
terbawah dinding rahim yang dikenal segmen bawah rahim (SBR). (Sulaiman,
1983:140)
Selama bulan-bulan pertama kehamilan , terjadi peningkatan ukuran pembuluh
darah dan pembuluh limfe uterus. Akibatnya terjadi vaskularisasi, kongesti, dan
oedema. Ketiga hal ini kemungkinan besar menyebabkan pelunakan uterus secraa
keseluruhan dan bila dikombinasi dengan hipertropy kelenjar serviks,
menyebabkan munculnya tanda Chadwick, goodell, dan hegar. Tanda chadwick
merupakan warna kebiruan atau keunguan pada vulva dan mukosa vagina,
termasuk lubang vagina pada serviks. Tanda goodell adalah pelunakan serviks
yang tadinya sekeras ujung hidung umum dan pada kondisi tidak hamil. Tanda
hegar merupakan kondisi isthimus menjadi lunak dan mudah tertekan. Ketiga
tanda ini terdapat pada usia kehamilan sekitar enam minggu. (Varney, 2007:495-
496).
Pada awal kehamialn pembesaran uterus tidak rata, uterus lebih cepat tumbuh di
daerah implantasi dari ovum dan di daerah insersi plasenta yang disebut dengan
tanda piskacek.(Sulaiman, 1983:142) Pembesaran uterus turut menyebabkan
munculnya dua tanda kehamilan lain pada ibu. Tanda yang pertama adalah Braxton
hicks, yakni peregangan sel-sel otot uterus. Peningkatan konsentrasi aktomiosin
pada sel-sel otot juga diduga disebabkan kontraktilitas uterus. Kontraksi Braxton
hikcs merupakan kontraksi uterus yang yang tidak seirama, sporadis dan
menimbulkan nyeri. Kontraksi ini dimulai pada minggu ke enam kehamilan dan
berlangsung hingga trimester ke dua dan selama pemeriksaan abdomen pada
trimester ke tiga. Kontraksi ini kan mengalami peningktan frekuensi, durasi,
intensitas dan mulai mencapai ritme dan keteraturan mendekati persalianan.
(Varney, 2007:496)
2) Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai
terbentuknya plasenta pada kira kira kehamilan 16 minggu. Korpus luteum
graviditatis berdiameterkira kira 3 cm. Kemudian ia mengecil setelah pasenta
mulai terbentuk. Plasenta juga mengambil alih fungsi korpus luteum untuk
mengeluarkan hormone estrogen dan progesterone. Terakhir ditemukan pada awal
ovulasi hormone relaxin, suatu immunoreactive inhibilin dalam sirkulasi maternal.
Diperkirakan korpus luteum adalah tempat sintesis dari relaxin pada awal
kehamilan. Kadar relaxin di sirkulasi maternal dapat ditentukan dan meningkat
pada trimester pertama. Relaxin mempunyai pengaruh menenangkan hingga
pertumbuhan janin menjadi baik hingga aterm. (Hanifa, 2006:95)
3) Tuba fallopii
Muskulatur tuba fallopii mengalami sedikit hipertropi selama kehamilan. Epitelium
mukosa tuba menjadi gepeng selama kehamilan, dibanding pada keadaan tidak
hamil. Sel sel desidua dapat berkembang didalam stroma endosalping, tetapi
suatu membrane desidua kontinue tidak terbentuk. (Sulaiman. 1983:36)
4) Perubahan vagina (liang senggama) dan perineum
Dinding vagina mengalami perubahan mencolok yang tampaknya dilakukan untuk
mempersiapkan diri terhadap distensi yang terjadi pada persalinan. Vagina dan
vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen
sehingga tampak makin merah dan kebiru biruan. yang disebut dengan tanda
Chadwicks (Varney, 2006:497).

Perubahan Payudara

Adanya peningkatan supley darah di bawah pengaruh aktivitas hormone,


jaringan glandular dari payudara membesar. Hormon pertumbuhan dan glukokortikoid
juga mempunyai peranan penting dalam perkembangan ini. Prolaktin merangsang
produksi produksi kolostrum dan air susu ibu. (Salmah, 2006:66)

Perubahan pada sistem kardiovaskuler

1) Jantung
Meningkatnya beban kerja menyebabkan otot jantung mengalami hipertrofi,
terutama ventrikel kiri sebagai pengatur pembesaran jantung, pembesaran uterus
menekan jantung keatas dan ke kiri. Selama hamil kecepatan darah meningkat
(jumlah darah yang dialirkan oleh jantung dalam setiap denyutnya). Denyut jantung
meningkat dengan cepat setelah usia kehamilan 4 minggu. Sementara tekanan
sistolik hampir konstan, tekanan diastolik menurun drastis pada trimester I,
mencapai yang terendah pada usia kehamilan 16-20 minggu ( Salmah, 2006:50)
2) Volume darah
Volume darah ibu meningkat sekitar 30 50 % pada kehamilan tunggal dan 50 %
pada kehamilan kembar. Volume darah total merupakan kombinasi volume plasma
yang meningkat 75 % dari volume sel darah merah yang juga meningkat 33 % dari
nilai sebelum hamil. Semua ini menyebabkan hemodelusi , yang terlihat pada kadar
hematokrit yang rendah , yang dikenal dengan anemia fisiologis pada kehamilan
dan sering terjadi pada usia kehamilan 24 32 minggu. Peningkatan volume darah
total dimulai pada awal trimester pertama, yang kemudian meningkat pesat hingga
menjelang minggu ke-32. Setelah itu volume darah menjadi relative stabil meski
eritrosit tetap meningkat (Varney, 2007:498).
Batas-batas fisiologisnya adalah :
Hb : 10 gr %
Eritrosit : 3,5 juta/mm3
Leukosit : 8000-1000/mm3

Jadi jumlah leukosit naik secara fisiologis. Dalam kehamilan jumlah leukosit yang
lebih dari 12000/mm3 baru menunjukan adanya infeksi. Jantung lebih berat
bebannya dalam kehamilan disebabkan penambahan volume darah, perluasan
daerah pengaliran, fetus yang membesar dan adanya plasenta. (Sulaiman,
1983:148). Postur dan posisi tubuh pada wanita hamil mempengaruhi distribusi
cairan dan tekanan arteri sekaligus tekanan vena. Penurunan volume darah terjadi
setelah berada pada posisi berbaring selama satu jam atau lebih. Pada waktu
bersamaan, tekanan vena femoralis meningkat secara bertahap. Tekanan mekanis
uterus wanita hamil pada vena panggul dan vena kava inferior mengahmbat aliran
darah balik dari kaki dan panggul sehingga dapt menyebabkan peningkatan
tekanan darah vena, peningkatan drastis tekanan hidrostatik pada sirkulasi micros
selanjutnya kebocoran cairan dari pembuluh darah ke dalam usus halus, dan
akibatnya terjadi oedema pada kaki dan mata kaki. Tekanan mekanis ini juga turut
mengakibatkan varises pada vulva dan kaki serta menimbulkan haemoroid dan
menjadi faktor predisposisi thrombosis vena dalam. Posisi rekumben lateral dapat
membebaskan tekanan mekanis pada uterus wanita hamil, meningkatkan aliran
darah dari ekstremitas bagian bawah, dan menurunkan tekanan vena femoral.
( Varney, 2007:498 ).

Perubahan sistem pencernaan

Estrogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke mulut sehingga gusi


menjadii rapuh dan dapat menimbulkan gingivitis. Saliva menjadi lebih asam tetapi
jumlahnya tidak meningkat. Tonus pada sfingter esophagus bagian bawah melemah
dibawah pengaruh progesterone, yang menyebabkan relaksasi otot polos. Pergeseran
diafragma dan penekanan akibat pembesran uterus yang diperburuk oleh hilangnya
tonus sfingter, mengakibatkan refluks dan nyeri ulu hati.kerja progesterone pada otot
otot polos menyebabkan lambung hipotonus yang disertai penurunan motilitas dan
waktu pengosongan yang memanjang. Efek progestreron pada usus halus adalah
memperpanjang lama absorpsi nutrient, mineral dan obat obatan. Efek progesterone
pada usus besar menyebabkan konstipasi karena pada waktu transit yang melambat
membuat air semakin banyak diabsorpsi & menyebabkan peningkatan flatulen karena
usus mengalami pergeseran akibat pembesaran uterus. Dibawah pengaruh estrogen
pada kandung empedu, dapat terjadi statis garam garaman empedu (kolestasis pada
kehamilan ) yang menyebabkan pruritus & ikterus. ( Varney, 2007:501).

Perubahan sistem pernafasan

Kehamilan sangat sedikit mempengaruhi system respirasi dibandingkan dengan


system kardiovaskuler. Tetapi perubahan yang terjadi menyebabkan ketidaknyamanan
dan keadaan yang tidak menyenagkan pada kehamilan dan penyakit system respirasi
biasa menjadi lebih parah karena kehamilan. (Salmah, 2006:53). Pada akhir kehamilan,
bila kepala janin mulai turun kebawah pintu atas panggul., keluhan sering kencing akan
timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter
kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesteron. (salmah, 2006:97).

Perubahan sistem gastrointestinal

Gusi menjadi bengkak, lunak dan berlubang pada saat hamil, kemungkinan ada
efek estrogen yang mengarah pada perdarahan karena trauma atau karena sakit gigi.
Tujuh puluh persen wanita hamil mengalami komplikasi mual dan muntah. Hal ini
biasanya dimulai pada kehamilan 4-8 minggu dan terus berlanjut sampai dengan 14
16 minggu. Relaksasi otot polos perut dan hipomotilitas karena peningkatan esterogen
atau HCG dapat menyebabkan hal tersebut. (Salmah, 2006: 56).

Perubahan kulit

Dari akhir bulan ke dua sampai dengan aterm, terjadi peningkatan. Pigmentasi
ini disebabkan oleh pengaruh malanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat.
MSH ini adalah salah satu hormone yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis.
Daerah yang sering terdapat pigmentasi yang sama, juga di aerola mamma. Linea alba
pada kehamilan menjadi hitam, karena sebagai linea nigra. Tidak jarang dijumpai kulit
perut, warnanya agak hiperemik dan kebiru- biruan, disebut striae livide. Setelah partus,
striae livide ini berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albikan. (Salmah,
2006: 65).

Perubahan metabolisme

Metabolesme basal naik sebesar 15% sampai 20% dari semula, terutama pada
trimester ketiga., hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan janin.,
dalam makanan diperlukan protein tingi sekitar 0,5 gr/kg BB, kebutuhan kalori didapat
dari karbohidrat, lemak dan protein. kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil: 1) kalsium
1,5 grm setiap hari, 2) zat besi, 800 mgr atau 30 sampai 50 mgr sehari, 3) ibu hamil
membutuhkan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi air. Berat badan ibu hamil
bertambah antara 6,5 sampai 16,5 Kg selama kehamilan, atau terjadi kenaikan berat
badan sekitar 0,5 Kg/minggu.
Perubahan musculoskeletal

Estrogen dan relaksasi memberi efek maksimal pada relaksasi otot dan ligament
pelvic pada akhir kehamilan, pada saat kelahiran Simfisis pubis melebar sampai 4 mm
pada usia gestasi 32 minggu. Meningkatnya pergerakan pelvic menyebabkan
pergerakan pada vagina dan hal ini menyebabkan sakit punggung dan ligament pada
hamil tua.

Sistem endokrin

1) Hormon plasenta
Sekresi hormon plasenta dan HCG dari plasenta janin mengubah organ
endokrin secara langsung. Peningkatan kadar estrogen menyebabkan produksi
globulin meningkat dan menekan produksi tiroksin, kortikosteroid dan steroid,
dan akibatnya plasma yang mengandung hormone hormone ini akan
meningkat jumlahnya.
2) Kelenjar hipofisis
Kelenjar hipofisis anterior meningkat sampai 30-50% yang menyebabkan wanita
hamil menderita pusing. Efek meningkatnya reaksi prolaktin adalah ditekanya
produksi estrogen dan progesterone pada masa kehamilan.
3) Kelenjar tiroid
Dalam kehamilan, normalnya ukuran kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran
kira kira 13% karena adanya hyperplasia dari jaringan glandula dan
peningkatan vaskularitas.
4) Kelenjar adrenal
Karena dirangsang oleh hormone estrogen, kelenjar adrenal memproduksi lebih
banyak kortisol plasma bebas dan juga kortikosteroid, termasuk ACTH dan hal
ini terjadi dari umur 12 minggu sampai masa aterm. (Salmah, 2006:66).

D. Psikologis Kehamilan
a. Trimester pertama
Perasaan ambivalensi
Ketidakpastian tentang waktu dimulainya kehamilan
Ketidaknyamanan fisik: sering berkemih, mual dan muntah, kekuatan
sebagai
orang tua dirinya sendiri dan pasangannya kelelahan, gelisah, dan
gangguan tidur pada malam hari
Ketidakpastian tentang peran yang adekuat sebagai orangtua dirinya
sendiri dan pasangannya.

Ketakutan dan khayalan-khayalan


Melakukan spekulasi dan antisipasi tentang peran baru dengan bantuan
khayalan-khayalan: mengkhayal tentang seperti siapa bayi yang akan
dilahirkan, bagaimana dirinya dan pasangannya menguasai kondisi saat
ini, dan seperti apa kehidupan baru yang akan mereka jalani sehubungan
dengan bertambahnya anggota baru dalam keluarga mereka
Berpikir tentang masa depan dengan kecemasan dan ketakutan yang
meningkat
b. Trimester kedua
Perasaan sejahtera
Berbagai ketidaknyamanan fisik berkurang
Ketakutan dan kecemasan berkurang dengan dirasakannya gerakan-
gerakan pada janin (jika kemajuan kehamilan berlangsung normal)
Pemusatan pikiran dan perhatian pada diri sendiri
Konsentrasi penuh tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan
kewanitaan pada kebutuhan-kebutuhan pribadinya dan kebutuhan-
kebutuhan janinnya
Rasa kagum dengan kehamilan dan proses kelahiran; mempelajari
perilakuperilaku anak-anak
Mempererat hubungan dan banyak mencari pengalaman dan informasi
dari ibunya sendiri untuk mengembangkan perasaan-perasaan identitas
maternalnya
Sifat egosentris yang meningkat; sering bermimpi dan berkhayal
Mulai memperlihatkan sikap suka menyendiri dan senang mengumpulkan
segala sesuatu (baju dan barang-barang) untuk keperluan bayi yang
akan dilahirkannya, keperluan dirinya sendiri, dan segala sesuatu yang
berhubungan dengan persiapan kelahiran

Perasaan dan keadaan emosi yang labil

Egois, sangat ingin diperhatikan, asyik dengan diri sendiri, kebutuhan


untuk dikasihi dan disayangi secara berlebihan, sangat membutuhkan
perhatian dan pemahaman tentang dirinya dari orang lain
c. Trimester ketiga
Kembali merasakan ketidaknyamanan fisik
Kelelahan, rasa cepat lelah, frrekuensi berkemih yang meningkat,
gangguan idur, perasaan kikuk.

Perluasan dimensi psikososial

Perubahan-perubahan tentang gambaran diri, perasaan canggung dan


kaku yang berlebihan
Pemusatan pemikiran dan perhatian tentang diri sendiri yang meningkat
Perasaan takut atau khawatir tentang kesejahteraan dan keselamatan
dirinya dan takut menghadapi proses kelahiran
Khawatir dengan kesejahteraan dan keselamatan janinnya Pemikiran dan
perenungan tentang asumsi-asumsinya berhubungan dengan peran
maternal.
Khayalan dan bayangan tentang dugaan-dugaan situasi menjadi
orangtua.
Obsesi untuk cepat mengakhiri kehamilannya dan hasrat yang tinggi agar
kehamilannya cepat berakhir.
Perilaku menyendiri meningkat.
E. Tanda kehamilan
Tanda hamil adalah perubahan fisiologis yang timbulselama hamil. Ada 3 tanda
kehamilan, yaitu presumtif (perubahan yang dirasakan wanita), kemungkinan
(perubahan yang bisa diobservasi pemeriksa), dan positif hamil
(Bobak, 2005).
Tanda presumtif (perubahan yang dirasakan wanita)
1. Amenore (terhentinya menstruasi)
Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak
dilepaskan sehingga amenore atau tidak datangnya haid. Hal ini
dianggap sebagai tanda kehamilan. Hal ini tidak dianggap sebagai tanda
pasti kehamilan, karena aminore dapat juga terjadi pada beberapa
penyakit kronik, tumor hipofise,perubahan faktor-faktor lingkungan,
malnutrisi, dan (yang paling sering) gangguan emosional (Prawirohardjo,
2008).
2. Fatique (keletihan)
Selama periode kehamilan minggu ke lima sampai minggu ke- empat
belas, di priode ini ibu akan merasakan keletihan yang tidak biasa dan
membutuhkan tidur lebih banyak karena adanya tuntutan baru terhadap
pasokan energi pada ibu, dan karena terjadinya pergeseran pada
kecepatan metabolisme tubuh ibu (Penny, 2007)
3. Perubahan payudara
Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya menjadi
lebih lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya
dan venavena di bawah kulit akan lebih terlihat. Puting payudara akan
lebih besar, kehitaman, dan tegak. Setelah bulan pertama satu cairan
berwarna kekuningan yang disebut kolostrum dapat keluar. Kolostrum ini
berasal ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi.
Meskipun dapat dikeluarkan, air susu belum dapat di produksi karena
hormon prolaktin ditekan oleh prolactin inhibiting hormone (Prawirohardjo,
2008).
4. Morning sicknes (mual dan muntah di pagi hari)
Kehamilan sering ditandai oleh gangguan sistem pencernaan, yang
terutama bermanifestasi sebagai mual dan muntah. Apa yang disebut
dengan morning sickness pada kehamilan, biasanya timbul pada pagi
hari tetap hilang pada beberapa jam, walaupun kadang-kadang keluhan
ini menetap lebih lama dan dapat timbul pada waktu yang berbeda.
Gejala yang mengganggu ini biasanya dimulai biasanya dimulai sekitar 6
minggu setelah hari pertama menstruasi. terakhir, dan biasanya
menghilang spontan 6 sampai 12 minggu kemudian. Penyebab kelainan
ini tidak diketahui tetapi tampaknya berkaitan dengan tingginya kadar
bentuk-bentuk tertentu hCG (yang mengalami variasi-variasi dalam
glikosilasi) dengan kapasitas perangsangan tiroid terbesar (Bobak, 2005).
5. Quickening (persepsi gerakan janin
Pada usia kehamilan antara 16 dan 20 minggu (sejak hari pertama
menstruasi berakhir), wanita hamil mulai menyadari adanya gerakan
berdenyut ringan di perutnya, dan intensitas gerakan ini semakin
meningkat secara bertahap. Sensasi ini disebabkan oleh gerakan janin,
dan hari ketika gerakan tersebut disadari oleh wanita hamil disebut
quickening atau munculnya persepsi kehidupan. Namun, hanya
merupakan bukti penunjang kehamilan, dan apabila berdiri kurang kurang
bernilai diagnostik (Cunningham, 2005).
Tanda kemungkinan hamil (yang dapat diobservasi pemeriksa)
1. Tanda Hegar
Pada minggu-minggu pertama kehamilan, meningkatnya ukuran uterus
terutama terbatas pada diameter anteroposterior, tetapi pada masa
gestasi selanjutnya, korpus uterus hampir membulat garis tengah uterus
rata-rata 8 cm dicapai pada minggu ke-12. Hal ini disebabkan karena
pembuluh darah dalam serviks bertambah dan karena terjadinya odema
dari serviks dan hyperplasia kelenjar-kelenjar serviks sehingga serviks
menjadi lunak. Pada pemeriksaan bimanual, korpus uterus selama
kehamilan teraba liat atau elastis dan kadangkadang sangat lunak. Pada
sekitar 6 sampai 8 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir,
tanda hegar mulai tampak. Tanda hegar dengan melakukan.
2. Ballottement (baloteman)
Sekitar pertengahan kehamilan, volume janin lebih kecil dibanding
volume cairan amnion. Karena itu, tekanan mendadak pada uterus dapat
menyebabkan janin tenggelam dalam cairan amnion dan kemudian
memantul kesisinya semula, benturan yang ditimbulkan ballottement
dapat dirasakan oleh jari-jari tangan pemeriksa (Cunningham, 2005).
3. Test kehamilan
Menurut Prawirohardjo (2008), Terdapat sejumlah perangkat uji
kehamilan yang beredar di pasaran dengan harga terjangkau. Uji
kehamilan ini dapat dibaca dalam 3 sampai 5 menit, dengan tingkat
akurasi yang tinggi, dan tingkat kecermatan yang tinggi pada tahap
tertentu. Sistem yang digunakan dalam berbagai perangkat berbeda-
beda namun, masing-masing berpegang pada prinsip yang sama
(pengenalan HCG dan subunitnya) oleh suatu antibodi molekul HCG atau
epitop subunit . Hormon ini di ekskresikan ke dalam sirkulasi wanita
hamil dan diekskresikan melalui urin (Cunningham, 2005).
4. Tanda goodel (serviks melunak)
Pada minggu ke-6 sampai 8, konsistensi jaringan serviks yang
mengelilingi os eksternus lebih mirip dengan mulut bibir daripada tulang
rawan hidung, yang khas untuk serviks pada wanita tidak hamil. Namun,
keadaan-keadaan lain dapat. menyebabkan serviks melunak, misalnya
kontrasepsi yang mengandung estrogenprogestin. Seiring dengan
perkembangan kehamilan, kanalis servikalis dapat menjadi sedemikian
melebar sehingga jari tangan dapat dimasukkan. Pada
prosesperadangan tertentu, serta karsinoma, serviks akan tetap keras
selama kehamilan dan, bilapun mungkin, hanya membuka saat
persalinan (Cunningham, 2005).
Positif hamil
1. Sonografi
Pemakaian Sonografi Transvaginal telah menimbulkan revolusi dalam
pencitraan kehamilan tahap awal dan perkembangannya. Dengan
sonografi abdomen, kantung gestasi dapat dilihat hanya setelah usia 4
sampai 5 minggu sejak menstruasi terakhir. Pada hari ke-35, semua
kantung gestasi normal seyogyanya sudah terlihat, dan setelah 6 minggu,
denyut jantung seharusnya sudah terdeteksi. Pada minggu ke-8, usia
gestasi dapat dapat diperkirakan secara cukup akurat. Sampai minggu
ke-12, tiap millimeter panjang puncak kepalabokong merefleksikan
pertambahan usia gestasi 4 hari
2. Bunyi jantung janin
Mendengar atau mengamati denyut jantung janin dapat memastikan
diagnosis kehamilan. Kontraksi jantung janin dapat diidentifikasi dengan
auskultasi menggunakan fetoskop khusus, ultrasonografi, dengan prinsip
Doppler dan sonografi. Denyut jantung janin dapat dideteksi dengan
auskultasi dengan menggunakan stetoskop rata-rata pada usia
kehamilan 17 minggu, pada usia kehamilan 19 minggu, denyut jantung
janin dapat dideteksi pada hampir semua wanita hamil yang tidak
kegemukan. Frekuensi denyut jantung janin pada tahap ini dan
sesudahnya berkisar antara 120 sampai 160 dpm dan terdengar sebagai
bunyi ganda mirip detak jam dibawah bantal. Tidak cukup apabila kita
hanya mendengar jantung janin. Denyut jantung janin harus berbeda
dengan ibunya.
3. Pemeriksa melihat dan merasakan gerakan janin
Gerakan janin dapat terdeteksi oleh pemeriksa setelah usia kehamilan
sekitar 20 minggu. Gerakan janin memperlihatkan intensitas yang
bervariasi dari getaran halus pada awal kehamilan sampai gerakan nyata
pada periode selanjutnya, dapat dilihat selain itu dapat diraba. Sensasi
yang agak mirip dapat ditimbulkan oleh kontraksi otot abdomen atau
peristaltik usus (Cunningham, 2005).
F. ASKEP
Jadwal kunjungan ANC
Idealnya seperti (sampai 28 minggu 1 kali setiap bulan, 29-36 minggu setiap 2 minggu
sekali dan di atas 36 minggu setiap minggu sekali). Pada kunjungan
pemeriksaan lanjutan, diperiksa :
Keluhan ibu, tekanan darah, berat badan, dan tinggi fundus uteri.
Terhadap janin diperiksa perkiraan besar / berat janin, presentasi dan letak
janin,denyut jantung janin, aktifitas janin, perkiraan volume cairan amnion dan
letakplasenta (jika memungkinkan dengan USG).
a. Anamnesisas
1. Identitas Pasien
Identitas umum, perhatian pada usia ibu, status perkawinan
dan tingkatpendidikan. Range usia reproduksi sehat dan aman antara
20-30 tahun. Padakehamilan usia remaja, apalagi kehamilan di luar
nikah, kemungkinan adaunsur penolakan psikologis yang tinggi. Tidak
jarang pasien meminta aborsi.Usia muda juga faktor kehamilan risiko
tinggi untuk kemungkinan adanyakomplikasi obstetri seperti
preeklampsia, ketuban pecah dini, persalinanpreterm, abortus.
2. Keluhan utama
Sadar/tidak akan kemungkinan hamil, apakah semata-mata ingin
periksahamil, atau ada keluhan / masalah lain yang dirasakan.
3. Riwayat kehamilan sekarang / riwayat penyakit sekarang
Ada/tidaknya gejala dan tanda kehamilan. Jika ada amenorea, kapan
harid pertama haid terakhir, siklus haid biasanya berapa hari. Ditanyakan
apakah sudah pernah periksa kehamilan ini sebelumnya atau
belum (jika sudah, berarti ini bukan kunjungan antenatal pertama, namun
tetap penting untuk data dasar inisial pemeriksaan kita). Apakah ada
keluhan masalah dari sistem organ lain, baik yang berhubungan dengan
perubahanfisiologis kehamilan maupun tidak.
4. Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit sistemik lain yang mungkin mempengaruhi atau
diperberatoleh kehamilan (penyakit jantung, paru, ginjal, hati, diabetes
mellitus), riwayatalergi makanan / obat tertentu dan sebagainya.
Ada/tidaknya riwayat operasiumum / lainnya maupun operasi kandungan
(miomektomi, sectio cesarea dansebagainya).
5. Riwayat penyakit keluarga
Riwayat penyakit sistemik, metabolik, cacat bawaan, dan sebagainya.
6. Riwayat khusus obstetri ginekologi
Adakah riwayat kehamilan / persalinan / abortus sebelumnya
(dinyatakandengan kode GxPxAx, gravida / para / abortus), berapa
jumlah anak hidup.Ada/tidaknya masalah2 pada kehamilan /
persalinan sebelumnya sepertiprematuritas, cacat bawaan,
kematian janin, perdarahan dan sebagainya.Penolong persalinan
terdahulu, cara persalinan, penyembuhan luka persalinan,keadaan bayi
saat baru lahir, berat badan lahir jika masih ingat. Riwayatmenarche,
siklus haid, ada/tidak nyeri haid atau gangguan haid
lainnya,riwayat penyakit kandungan lainnya.
7. Riwayat kontrasepsi, lama pemakaian, ada masalah/tidak.
8. Riwayat sosial / ekonomi
Pekerjaan, kebiasaan, kehidupan sehari-hari
b. Pemeriksaan Fisik
1. Status generalis / pemeriksaan umum
2. Penilaian keadaan umum, kesadaran, komunikasi/kooperasi.
Tandavital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan), tinggi/berat
badan.Kemungkinan risiko tinggi pada ibu dengan tinggi < 145 cm, berat
badan 75kg. Batas hipertensi pada kehamilan yaitu 140/90 mmHg (nilai
diastolik lebihbermakna untuk prediksi sirkulasi plasenta). Kepala
ada/tidaknya nyeri kepala(anaemic headache nyeri frontal,
Hypertensive / tension headache nyerisuboksipital berdenyut). Mata
konjungtiva pucat / tidak, sklera ikterik / tidak.Mulut / THT ada tanda
radang / tidak, lendir, perdarahan gusi, gigi-geligi. Paru/ jantung /
abdomen inspeksi palpasi perkusi auskultasi umum. Ekstremitasdiperiksa
terhadap edema, pucat, sianosis, varises, simetri (kecurigaan
polio,mungkin terdapat kelainan bentuk panggul). Jika ada luka terbuka
atau fokusinfeksi lain harus dimasukkan menjadi masalah dan
direncanakanpenatalaksanaannya.
3. Status obstetricus / pemeriksaan khusus obstetrik
Abdomen
Inspeksi : membesar/tidak (pada kehamilan muda pembesaran
abdomenmungkin belum nyata).
Palpasi : tentukan tinggi fundus uteri (pada kehamilan muda dilakukan
denganpalpasi bimanual dalam, dapat diperkirakan ukuran uterus pada
kehamilanlebih besar, tinggi fundus dapat diukur dengan pita ukuran
sentimeter, jarakantara fundus uteri dengan tepi atas simfisis os pubis)
Pemeriksaan palpasi Leopold dilakukan dengan sistematika :
Leopold I
Menentukan tinggi fundus dan meraba bagian janin yang di fundus
dengankedua telapak tangan.
Leopold II
Kedua telapak tangan menekan uterus dari kiri-kanan, jari ke arah
kepalapasien, mencari sisi bagian besar (biasanya punggung) janin, atau
mungkinbagian keras bulat (kepala) janin.
Leopold III
Satu tangan meraba bagian janin apa yang terletak di bawah
(diatas simfisis) sementara tangan lainnya menahan fundus untuk fiksasi.
Leopold IV
Kedua tangan menekan bagian bawah uterus dari kiri-kanan, jari ke arah
kakipasien, untuk konfirmasi bagian terbawah janin dan
menentukan apakahbagian tersebut sudah masuk / melewati
pintu atas panggul (biasanyadinyatakan dengan satuan x/5) Jika
memungkinkan dalam palpasi diperkirakanjuga taksiran berat janin
(meskipun kemungkinan kesalahan juga masih cukupbesar). Pada
kehamilan aterm, perkiraan berat janin dapat menggunakan rumuscara
Johnson-Tossec yaitu : tinggi fundus (cm) (12/13/14)) x 155
gram.Auskultasi : dengan stetoskop kayu Laennec atau alat
Doppler yangditempelkan di daerah punggung janin, dihitung
frekuensi pada 5 detikpertama, ketiga dan kelima, kemudian
dijumlah dan dikalikan 4 untukmemperoleh frekuensi satu menit.
Sebenarnya pemeriksaan auskultasi yangideal adalah denyut jantung
janin dihitung seluruhnya selama satu menit.Batas frekuensi denyut
jantung janin normal adalah 120-160 denyut per menit.Takikardi
menunjukkan adanya reaksi kompensasi terhadap beban / stresspada
janin (fetal stress), sementara bradikardi menunjukkan
kegagalankompensasi beban / stress pada janin (fetal distress/gawat
janin).
Genitalia eksterna
Inspeksi luar : keadaan vulva / uretra, ada tidaknya tanda radang, luka
/perdarahan, discharge, kelainan lainnya. Labia dipisahkan dengan dua
jaripemeriksa untuk inspeksi lebih jelas. Inspeksi dalam menggunakan
spekulum(in speculo) : Labia dipisahkan dengan dua jari pemeriksa, alat
spekulumCusco (cocorbebek) dimasukkan ke vagina dengan bilah
vertikal kemudian didalam liang vagina diputar 90o sehingga horisontal,
lalu dibuka. Deskripsikeadaan porsio serviks (permukaan, warna),
keadaan ostium, ada/tidaknyadarah/cairan/ discharge di forniks,
dilihat keadaan dinding dalam vagina,ada/tidak tumor, tanda
radang atau kelainan lainnya. Spekulum ditutuphorisontal, diputar
vertikal dan dikeluarkan dari vagina.
Genitalia interna
Palpasi : colok vaginal (vaginal touch) dengan dua jari sebelah tangan
danBIMANUAL dengan tangan lain menekan fundus dari luar
abdomen.Ditentukan konsistensi, tebal, arah dan ada/tidaknya
pembukaan serviks.Diperiksa ada/tidak kelainan uterus dan
adneksa yang dapat ditemukan.Ditentukan bagian terbawah.
c. Laboratorium
Jika terdapat kelainan, ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai
mencapainormal. Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal, diulang
kembali padakehamilan 32-34 minggu.Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma,
Rubella, Cytomegalovirus, Hepatitis /HIV).Periksa gula darah pada
kunjungan pertama, bila normal, periksa ulang padakunjungan minggu ke
26-28, untuk deteksi dini diabetes mellitus gestasional. Lain-lainPelvimetri
radiologik (akhir trimester 3), jika diperlukan, untuk perhitungan jalanlahir. Pada
trimester 3 akhir, pembentukan dan pematangan organ janin sudah
hampirselesai, sehingga kemungkinan mutasi / karsinogen jauh lebih kecil
dibandingkanpada trimester pertama / kedua. Tetap harus digunakan dosis
radiasi sekecil-kecilnya.Ultrasonografi (USG) tidak berbahaya karena
menggunakan gelombang suara.Frekuensi yang digunakan dari 3.5, 5.0, 6.5
atau 7.5 MHz. Makin tinggi frekuensi,resolusi yang dihasilkan makin baik tetapi
penetrasi tidak dapat dalam, karena ituharus disesuaikan dengan kebutuhan.
d. Masalah Keperawatan dan Fokus Intervensi
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
kurangnya nafsu makan, mual & muntah
KH :
Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal
Mengikuti diet yg dianjurkan
Mengkonsumsi Zat besi/ vitamin
Menunjukkan BB ( min 1,5 kg pd TM I )
Intervensi :
Tentukan asupan nutrisi /24 jam
Kaji ttg pengetahuan kebutuhan diet
Berikan nformasi tertulis diet prenatal & suplemen
Tanyakan keyakinan diet ss budaya
Timbang BB & kaji BB pregravid
Berikan BB selama TM I yang optimal
Tinjau tentang mual & muntah
Pantau kadar Hb, test urine (aseton, albumin & glukosa)
Ukur pembesaran uterus
Kolaborasi : program diet ibu hamil
2. Resiko tinggi defisit volumec cairan berhubungan dengan anoreksia,
mual & muntah
KH :
Mengidentifikasi & melakukan kegiatan u frekwensi & keparahan
mual/muntah
Mengidentifikasi tanda & gejala dehidrasi
Intervensi :
Auskultasi DJJ
Tentukan beratnya mual/muntah
Tinjau riwayat (gastritis, kolesistiasis)
Anjurkan mempertahankan asupan cairan
Kaji suhu, turgor kulit, membran mukosa, TD, intake & output, Timbang
BB
Anjurkan asupan minum manis, makan sedikit tapi sering, makan roti
kering sebelum bangun tidur
3. Perubahan eliminasi urine berhubungan dengan pembesaran uterus,
peningkatan GFR
KH :
Mengungkapkan penyebab sering kencing
Mengidentifikasi cara mencegah stasis urinarius
Intervensi :
Berikan informasi perubahan berkemih
Anjurkan menghindari posisi tegak & supine dalam waktu lama
Berikan informasi intake cairan 6-8 gls/hr, penurunan intake 2-3 j pra rest
Kaji nokturia, anjurkan keagel exercise
Tekankan higiene toileting, memakai celana dr katun & menjaga vulva
tetap kering
Kolaborasi : Kaji riwayat medis (hipertensi, peny. ginjal & jantung)

BAB II

KELUARGA BERENCANA
A. Definisi Keluarga Berencana
Pengertian keluarga berencana secara umum ialah suatu usaha yang mengatur
banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya dan
bagi ayah serta keluarganya atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan
menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut Pengertian
sempitnya keluarga berencana dalam kehidupan sehari-hari berkisar pada pencegahan
terjadinya pembuahan atau mencegah pertemuan antara sel mani pada laki-laki dan sel
telur dari wanita sekitar persetubuhan (Risyadi, 2001).

B. Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah/menghalangi dan
konsepsi yang berarti pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan sperma. Jadi
kontrasepsi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan
sebagai akibat pertemuan antara sel telur dengan sperma. Kontrasepsi dapat
menggunakan berbagai macam cara, baik dengan menggunakan hormon, alat ataupun
melalui prosedur operasi. Tingkat efektivitas dari kontrasepsi tergantung dari usia,
frekuensi melakukan hubungan seksual dan yang terutama apakah menggunakan
kontrasepsi tersebut secara benar. Banyak metode kontrasepsi yang memberikan
tingkat efektivitas hingga 99 % jika digunakan secara tepat. Jenis kontrasepsi yang ada
saat ini adalah : kondom (pria atau wanita), pil (baik yang kombinasi atau hanya
progestogen saja), implan/susuk, suntik, patch/koyo kontrasepsi, diafragma dan cap,
IUD dan IUS, serta vasektomi dan tubektomi.

C. Metode Kontrasepsi

Metode Hormonal

Pengertian Kontrasepsi Hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan
untuk mencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat
esterogen dan progesteron, hormon-hormon ini bekerja sebagai penghambat
pengeluaranfolicestimulating hormon dan luiteinizing hormon sehingga proses
konsepsi terhambat.
Macam-macam kontrasepsi hormonal
Berdasarkan jenis dan cara pemakaianya di kenal empat macam kontrasepsi hormonal
yaitu kontrasepsi pil, kontrasepsi suntikan, implant, dan alat kontrasepsi dalam rahim
yang mengandung hormon esterogen.
Kontrasepsi Oral (Pil)
Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbuat tablet, mengandung
hormon. Pada dasarnya terdapat dua jenis pil kontrsepsi oral yaitu pil kombinasi dan pil
yang berisi hanya progesteron saja.
a. Pil Kombinasi
Merupakan pil kontrasepsi oral kombinasi yang menggunakan esterogen dan
progesteron untuk mencegah kehamilan.
1. Mekanisme kerja
Mekanisme kerja pil kombinasi adalah dengan cara menekan
gonadotropin releasing hormon.Pengaruhnya pada hifofisis terutama
adalah penurunan sekresi luitenezing hormon (LH), dan sedikit folikel
stimulatinghormon. Dengan tidak adanya puncak LH, maka
ovulasi tidak terjadi.
Disamping itu, ovarium menjadi tidak aktif, dan pemasakan folikel
terhenti. Lendir sevik juga mengalami perubahan, menjadi lebih kental,
gambaran daun pakis menghilang, sehingga penetrasi sperma menurun
(Siswosudarmo,et al. 2001, hlm 15).
2. Jenis pil kombinasi
Ada tiga jenis pil kombinasi :
Pil monofasik, berisi esterogen dan progesteron dalam jumlah
sama yang digunakan selama 21 hari.
Pil bifastik, adalah pil 21 hari yang berisi esterogen dalam jumlah
yang sama selama penggunaan paket tetapi ada pil yang memiliki
dua kadar progesteron yang berbeda di dalamnya.Biasanya pil ini
di beri kode yang dengan warna yang berbeda.
Pil trifasik, adalah pil 21 hari yang berisi jumlah esterogen yang
bervariasi (biasanya dua kadar yang berbeda) selama paket
penggunaan tetapi memiliki tiga kadar progestero, yang berbeda
di dalamnya, yang di beri kode warna.
3. Efektiffitas
Pada pemakaian yang seksama, pil kombinasi 99% efektif mencegah
kehamilan. Namun, pada pemakaian yang kurang seksama,
efektifitasnya masih mencapai 93% (Everett, 2008, hlm.119).
4. Keuntungan
Mudah menggunakannya
Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur
yang masih muda
Mengurangi dismenoroe pada saat menstruasi
Dapat mencegah defisiensi zat besi e). Mengurangi resiko kanker
ovarium f). Tidak mempengaruhi produksi ASI
5. Keterbatasan
Harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama
Tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual atau HIV /AIDS
Tidak dapat diberikan pada wanita yang sedang menyusui karena dapat
mengurangi asi (Saifuddin, 2004, hal. MK 29 )
6. Efek samping
Gangguan menstruasi
Mual muntah
Sakit kepala
Berat badan bertambah
Sindrom pra menstruasi seperti payudara tegang
Libido berkurang
Jerawat
Hipertensi(Darney,Speroff, 2005, hlm.90).
b. Kontrasepsi Pil Progestin
Kontrasepsi ini sering juga disebut mini pil. Merupakan pil yang hanya
mengandung hormon progesteron, tetapi dosisnya lebih rendah dibandingkan
dengan progestin yang ada pada pil kombinasi.
1. Mekanisme kerja
Cara kerja utama kontrasepsi ini adalah dengan mengentalkan lendir
serviks, sehingga menghambat penetrasi sperma untuk masuk lebih jauh.
Disamping itu progestin juga menghambat ovulasi, mengganggu motilitas
tuba sehingga sehingga transfortasi sperma terganggu, dan mengganggu
perubahan fisiologis endometrium sehingga menghalangi nidasi
(Saifuddin, 2004, hlm.MK 47).
2. Efektifitas
Bagi ibu yang menyusui, sampai sembilan bulan post partum keefektifan
pil mencapai 98,5%. Bagi ibu yang tidak menyusui dan sedang dalam
masa interval turun menjadi 96% (Siswosudarmo, et al.2001, hlm.18).
3. Keuntungan
Manfaat pil ini sama dengan pil kombinasi, selain itu pil ini lebih kecil
menyebabkan peningkatan tekanan darah dan nyeri kepala.
(Cunningham,et al.2006, hlm 1712).
4. Keterbatasan
Harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama
Tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual atau HIV /AIDS c). Bila
lupa satu pil dapat meningkatkan resiko kehamilan
Efektivitas berkurang jika digunakan bersamaan dengan obat
tuberkolosis (Saifuddin, 2004, hal. MK 49 )
5. Efek samping
Hampir 30-60% mengalami gangguan haid.
Perubahan berat badan.
Mual.
Payudara tegang.
Pusing.
Resiko kehamilan ektopik tinggi (4 dari 100 kehamilan).
Jerawat (Saifuddin, 2004, hlm.MK 49).

Kontrasepsi Suntikan

Kontrasepsi suntikan adalah kontrasepsi untuk wanita yang diberikan dalan


bentuk suntikan yang mengandung hormon. Terdapat dua jenis suntikan kontrsepsi oral
yaitu suntikan kombinasi dan suntikan progestin.

a. Suntikan Kombinasi
Suntikan kombinasi adalah kontrasepsi kombinasi esterogen dan progesteron
yang di berikan secara I.M.
Jenis suntikan kombinasi
Ada dua jenis kontrasepsi suntikan kombinasi :
Suntikan kombinasi yang berisi 25 mg depo medroksiprogesteron asetat
dan 5 mg estradiol spinoat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali atau
yang biasa di sebut cyclofem.
Suntikan yang berisi 50 mg noretrindon enantat dan 5 mg estradiol vaerat
yang di beri secara I.M. sebulan sekali.
1. Cara kerja
Mekanisme kerja kontrasepsi ini adalah dengan cara menekan ovulasi.
Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma
terganggu.
2. Effektifitas
Sangat efektif 0,1 0,4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun
pertama penggunaan (Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK 33)
3. Keuntungan
Mengurangi jumlah perdarahan.
Mengurangi nyeri saat haid.
Mencegah anemia.
Khasiat terhadap kanker ovarium dan kanker endometrium.
Mencegah kehamilan ektofik.
Mengurangi penyakit payudara dan kista ovarium.
Mencegah kehamilan ektofik dan penyakit radang panggul.
4. Keterbatasan
Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan.klien harus kembali
setiap 30 hari untuk mendapat suntikan
Efektifitas berkurang jika digunakan bersama dengan obat-obatan
epilepsi
Tidak menjamin terhadap penularan penyakit menular seksual
5. Efek samping
Terjadi perubahan pola haid, seperti tidak teratur, spotting, atau
perdarahan selama 10 hari.
Sakit akibat suntikan.
Mual, sakit kepala, nyeri payuda ringan, dan keluhan ini akan hilang
setelah suntikan ke dua dan ke tiga.
Penambahan berat badan (dapat diturunkan dengan olah raga dan
pengaturan makanan)(Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK 33).
c. Suntikan Progesteron
Suntikan progesteron adalah kontrasepsi yang berisi hormon progesteron yang
di berikan secara I.M.
Jenis suntikan progestin
Ada dua jenis kontrasepsi suntikan yang berisi progestin :
Depo medrosiprogesteron asetat (DMPA), mengandung 150 mg DMPA,
yang di berikan tiga bulan secara I.M.
Depo noretisteron enantat (Depo Noristerat), yang mengandung 200 mg
noretindron enantat, diberikan setiap 2 bulan secara I.M.
1. Cara kerja
Sebagai derivat progesteron, kerjanya sebagai berikut, mencegah
ovulasi, mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan
penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir tipis dan atropi,
menghambat transportasi gamet oleh tuba
2. Effektifitas
Kedua kontasepsi ini mempunyai efektivitas yang tinggi, dengan 0,3
kehamilan per 100 perempuan-tahun, jika penyuntikan dilakukan secara
teratur.
3. Keuntungan
Efektivitas tinggi
Tidak mengganggu ASI
Tidak ditemukan efek samping yang disebabkan esterogen seperti mual
Menurunkan terjadinya penyakit kangker payudara
Mencegah radang panggul
Mencegah kanker endometrium dan KET (Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK
41)
4. Keterbatasan
Keterbatasan suntikan progestin sama dengan suntikan
kombinasi(Saifuddin,et al. 2004, hlm.MK 41).
5. Effek samping
Perdarahan yang tidak menentu
Terjadinya amenore yang berkepanjangan
Berat badan bertambah
Sakit kepala
Rasa sakit akibat suntikan
Kembalinya kesuburan lama (Hartanto, 2004, hlm.26).
Kontrasepsi Implant

Implant adalah jenis kontrasepsi dalam bentuk kapsul yang mengandung hormon
progesteron yang dimasukkan di bawah kulit

1. Mekanisme kerja
Membuat lendir serviks lebih kental, sehingga mengganggu penetrasi
spermatozoa untuk masuk lebih dalam lagi. Mengganggu motilitas tuba,
sehingga transport sperma maupun sel telur terganggu. Mengganggu
kapasitas sperma sehingga kemampuan membuahi menurun.
Mengganggu pemasakan endometrium sehingga mengganggu implantasi
sel telur. Mengganggu keseimbangan hormon esterogen, progesteron,
dan gonadotropin, sehinnga menghambat ovulasi (Siswosudarmo,et al.
2001, hlm 25 ).
2. Jenis jenis implant
Norplan
Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4
cm, dengan diameter 2,4 mm, yang di isi dengan 36 mg
levonolgestrel dengan lama kerjanya 5 tahun.
Implanon
Terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira kira 40
mm, dan siameter 2 mm, yang di isi dengan 68 mg 3-keto-
desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
Jedena dan indoplan
Terdiri dari 2 batang yang di isi dengan 75 mg levonolgester
dengan lama kerjanya 3 tahun.

3. Efektifitas
Kontasepsi implan ini sangat efektif 0,2 1 kehamilan per 100
perempuan.
4. Keuntungan : Efektifitas tinggi, Tidak mengganggu ASI, Mengurangi nyeri
haid, Mengurangi jumlah darah haid, Mengurangi resiko penyakit radang
panggul, Menurunkan kejadian kanker payudara.
5. Keterbatasan
Memerlukan tindakan pembedahan minor, Tidak memberikan efek
protektif terhadap infeksi menular seksual, Klien tidak dapat
menghentikan sendiri penggunaan sesuai dengan keinginannya, akan
tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan, Efektifitas menururun jika
digunakan bersama obat-obat tuberkolosis.
6. Effek samping : Gangguan siklus menstruasi (amenoroe, spotting), Infeksi
tempat implantasi, Nyeri kepala, Perubahan berat badan, Mual, Jerawat,
Nyeri payudara (Hartanto, 2006, hlm.29).

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dengan Progestin

Jenis AKDR ini di sebut juga sistem intra uterus penghasil levonogestrel
(levonegestrel-releasing intra uterin system; LNG-IUS). Dimana alat ini terdiri dari
sebuah rangka nova T dengan sebuah kolom LNG di dalam suatu membran (yang
berfungsi membatasi pengeluaran zat) yang membungkus batang vertikal alat.Alat ini
mengandung 52 mg LNG yang dilepaskan dengan kecepatan 20 g / hari. Jenis
kontrasepsi ini efektif selama 10 tahun (Glasier, Gabbie, 2006 hlm 119).

1. Mekanisme kerja
Mencegah terjadinya pembuahan dengan mengeblok bersatunya ovum
dengan sperma. Mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba fallopi.
Menginaktifkan sperma. Endometrium mengalami atrofi, sehingga
mengganggu implantasi.
2. Efektivitas
Sangat efektif, yaitu 0,5 1 kehamilan per 100 perempuan selama tahun
pertama penggunaan.
3. Keuntungan : Efektif dengan proteksi panjang (satu tahun), Tidak
berpengaruh tehadap ASI, Kesuburan segara kembali setelah AKDR di
buka, Efek samping kecil, Mengurangi nyeri haid ( Saifuddin,et al.2004
hal MK 62).
4. Keterbatasan : Diperlukan pemeriksaan dalam dan penyaringan infeksi
sebelum pemasangan AKDR, Diperlukan tenaga ahli untuk pemasangan
dan pencabutan, Klien tidak dapat menghentikan sendiri setiap saat,
Mahal
5. Effek samping : Dapat menyebabkan infeksi jika pemasangan tidak
menggunakan akseptik yang benar, AKDR dapat berpindah ke luar
rongga rahim (angka kejadian 3%-10% pada tahun pertama pemakaian,
Menstruasi lebih banyak dan lebih lama (Glasier,Gabbie, 2006 hlm 122-
124), Dapat terjadi perporasi uterus saat insersi, Memperbesar resiko
penyakit radang panggul, Memperburuk perjalanan penyakit kanker
payudara, Perogesteron dapat memicu pertumbuhan mioma uterus
( Saifuddin,et al. 2004 hal MK 63).

Metode Non Hormonal


Kontrasepsi Non Hormonal
o Metode Amenohoe Laktasi (MAL)
Adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI)
o Metode keluarga berencana alamiah (KBA)
Adalah pasangan secara sukarela menghindari senggama pada masa subr
ibu.
o Senggama Terputus
Adalah metode keluarga berencana tradisional,Dimana Pria mengeluarkan
alat kelaminya (penis) dari vagina sebelum pria tersebut mencapai
ejakulasi.
o Metode Barier
Metode barier terdiri dari beberapa macam,yaitu :
Kondom
Adalah suatu karet tipis, berwarna atau tidak berwarna, dipakai untuk
menutupi zakar yang berdiri sebelum dimasukkan ke dalam vagina
sehingga mani tertampung didalamnya dan tidak masuk ke vagina,
Dengan demikian mencegah terjadinya pembuahan.
Diagfragma
Adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet)
yang diinsersikan kedalam vagina sebelum berhubungan seksual
dan menutup servi
Spermisida
Adalah bahan kimia digunakan untuk menonktifkan atau membunuh
sperma.
o Alat kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang
bentuknya bermacam-macam terbuat dari plastik, plastik yang dililit tembaga.
Cara kerja yaitu menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tubba
fallopi dan mempengaruhi fertilitasi sebelum ovum mencapai kavum uteri.
Indikasi
Indikasi pada metode keluarga berencana alat kontrasepsi dalam
rahim (AKDR),yaitu
Usia reproduksi (25 49 tahun).
Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi.
Setelah Abortus dan tidak terlihat adanya infeksi Resiko rendah dan
IMS (infeksi menular seksual)
Tidak menghendaki metode hormonal.
Kontra indikasi
Kontra indikasi dari metode keluarga berencana alat kontrasepsi
dalam rahim (AKDR),yaitu :
Sedang hamil atau kemungkinan hamil
Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui (sampai dapat di
evaluasi).
Sedang menderita infeksi alat genital (Vaginitis servisitif).
Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm.
Kelainan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri.
Efek samping
Terjadi perdarahan yang lebih banyak dan lebih lama pada masa
menstruasi.
Keluar bercakbercak darah (Spotting) setelah lama 2 hari pemasaan
Kram atau nyeri selama menstruasi.
Keputihan.
o Kontrasepsi mantap.
Tubektomi
Adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas
(kesuburan) seseorang perempuan secara permanent.
Vasektomi
Adalah prosedur klinik untuk menhentikan kapasitas reproduksi
pria dengan jalan melakukan okulasi vasa deferensia sehingga alur
transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan
dengan ovum) tidak terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
Speroff, L., Darney, P. (2003). Pedoman Klinis Kontrasepsi, Edisi 2,
Jakarta: EGC Syarief, S. (2008). kontrasepsi hormonal
http//www.mucrojiahmad.com.
Cunningham, F. G., et al. (2005). Obstetri Williams, Edisi 21, Jakarta :
EGC.
Hartanto. (2006). Ragam Metode Kontrasepsi, Jakarta : EGC
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Yogyakarta:
Fitramaya.
Depkes RI. 2003. Dasar-dasar asuhan kebidanan. Direktorat
keperawatan dan keteknisian medik. Direktorat perawatan medik. Depkes
RI.
Varney, Helen. Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Ed. 4, Vol. 1. Jakarta :
EGC. 2007.
Gulardi Wiknjosastro. Paket Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal
Emergensi Komprehensif (PONEK) Asuhan Obstetri Esensial. Jakarta :
JNPK KR. 2008.
Hanifa W, Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka sarwono
Prawirohardjo, 2005.
Hanifa W, editor Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
sarwono Prawirohardjo, 2006.