Anda di halaman 1dari 3

http://global.liputan6.

com/read/3018629/mengerikan-serangga-ini-ternyata-gemar-mengisap-otak-
mangsanya

Mengerikan, Serangga Ini Ternyata Gemar Mengisap Otak Mangsanya

Liputan6.com, Jakarta - Belalang sembah memiliki postur yang unik. Tubuhnya tegak
dengan kaki-kaki depan yang melipat seperti sedang menyembah. Serangga itu juga tampak
jinak.Tapi jangan salah sangka, suatu penelitian baru oleh para ahli zoologi mengungkapkan bahwa
belalang sembah telah terdokumentasikan membunuh burung-burung dan
menyantap otak mangsanya.Terdengar mengerikan, seperti kisah-kisah film horor tentang-tentang
makhluk pemburu otak. Tapi, perilaku yang terlihat secara global tersebut hanyalah terjadi secara
alamiah pada belalang sembah.

Dikutip dari New Scientist pada Selasa (11/7/2017), belalang sembah memang sesekali
memangsa hewan vertebrata kecil, termasuk kodok, kadal, dan ular, walaupun makanan biasanya
adalah serangga lain.Tapi baru sekarang lah para peneliti melihat bahwa santapan otak burung juga
menjadi hal biasa bagi serangga itu.Martin Nyffeler dari University of Basel, Swiss, adalah pimpinan
tim penelitian. Menurutnya, "Kenyataannya, hal menyantap burung itu tersebar luas, baik secara
taksonomi maupun geografi, merupakan temuan yang spektakuler."Temuan para peneliti telah
diterbitkan dalam jurnal The Wilson Journal of Ornithology.

Tim penelitian Nyffeler menelaah literatur ilmiah yang ada dan juga laporan-laporan lain
terkait pemangsaan burung oleh belalang sembah. Mereka mendapati bahwa fenomena demikian
terdokumentasikan di 13 negara di semua benua kecuali Antartika. Belalang sembah tercatat
memangsa 24 spesies burung yang berbeda.Secara keseluruhan, para peneliti menemukan 147
kasus perilaku itu. Semuanya telah dilaporkan sejak pertama kalinya didokumentasikan pada
1864.Kebanyakan catatan yang ada melibatkan serangan pada burung kolibri (hummingbird).
Burung mungil itu seringkali disergap di kotak umpan di halaman-halaman perumahan.Berdasarkan
lebih dari satu pengamatan, tindakan serangan itu cukup mengerikan, terutama karena belalang
sembah diketahui kerap menyantap mangsa mereka hidup-hidup.

"Modus operandi belalang sembah adalah dengan mendekati burung yang selalu
mengambang terbalik, dan kemudian menyusup ke dalam tengkorak melalui salah satu mata, lalu
menyantap jejaring otak."Serangan demikian terkadang diakhiri dengan terlepasnya bagian tubuh
mangsa. Hal demikian dimungkinkan oleh kaki-kaki depan yang kuat sehingga memungkinkan
burung itu menangkap dan bahkan melumpuhkan mangsa.Dietrich Mebs dari University of Frankfurt,
Jerman, mengatakan kepada Newsweek, "Mereka memegang dan menyantap mangsanya selagi
hidup, perlahan-lahan hingga tidak ada yang tersisa. Sangat mengesankan."Perilaku itu cukup
mengkhawatirkan para pencinta burung dan juga berpotensi risiko bagi jumlah burung, terutama
kolibri.Nyffeler menjelaskan, "Penelitian kami menunjukkan adanya ancaman oleh belalang sembah
terhadap populasi burung. Sehingga harus cermat ketika menyebarkan belalang sembah sebagai
pengendali hama."

Di masa lalu, salah satu bentuk pengendalian hama adalah dengan menebarkan belalang
sembah.Luasnya penyebaran perilaku perburuan burung bisa mengejutkan bagi sejumlah ilmuwan,
tapi penulis dan pengamat burung bernama Kenn Kaufman dari Indiana mengatakan bahwa,
berdasarkan sedikitnya catatan selama ini, kita tidak perlu terlalu khawatir tentang burung
kolibri.Kaufman menjelaskan kepada Sarah Emerson dari Motherboard, "Biarpun perilaku itu
sedemikian mengerikan, saya tidak melihatnya sebagai ancaman terhadap penyintasan spesies
kolibri, karena tidak terjadi terlalu sering dibandingkan dengan populasi total,"
"Menurut saya, itu sekadar fenomena yang menarik, tapi bukan menjadi kekhawatiran tentang
pelestarian."

http://tekno.liputan6.com/read/3012131/nyalakan-bluetooth-di-pesawat-
aman?HouseAds&campaign=TipsTekno_Tekno_STS1

Nyalakan Bluetooth di Pesawat, Aman?

Liputan6.com, Jakarta - Sudah kita ketahui bersama, maskapai penerbangan melarang


penggunaan telepon seluler di pesawat. Alasannya frekuensi jaringan seluler dapat mengganggu
frekuensi antara pesawat terbang dan menara kontrol. Oleh sebab itu, tersedia modus penerbangan
di setiap telepon seluler atau smartphone saat ini.

Bagi penumpang, yang tetap ingin berkomunikasi melalui smartphone miliknya, sejumlah maskapai
memberikan solusi berupa layanan WiFi tambahan di pesawat. Dengan layanan ini penumpang
dapat mengakses internet, sehingga selain bisa berkomunikasi dengan orang-orang terdekat melalui
aplikasi perpesanan atau media sosial, ia bisa melakukan banyak aktivitas lainnya.

Nah, mungkin di antara kamu ada yang bertanya-tanya, apakah aman menyalakan Bluetooth di
pesawat? Ya, bisa jadi kamu ingin mendengarkan lagu
di smartphone via earphone atau headphone nirkabel berbasis Bluetooth selama penerbangan.
Mungkin juga kamu ingin mengetik dokumen, menyiapkan balasan email, atau melakukan pekerjaan
lainnya di smartphone dengan keyboard nirkabel berbasis Bluetooth.

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, simak penjelasan berikut ini sebagaimana dikutip dari USA
Today, Kamis (6/7/2017).

Pelarangan Bluetooth

Beberapa maskapai penerbangan melarang keras segala jenis perangkat dengan fitur Bluetooth di
penerbangan, tetapi beberapa maskapai lainnya hanya melakukan pembatasan terhadap Bluetooth
di ponsel.

Mengapa? Sama seperti pelarangan telepon seluler, perangkat Bluetooth juga berpotensi
menyebabkan gangguan pada frekuensi radio yang digunakan untuk komunikasi antara pesawat
terbang dan menara kontrol. Nah, kalau kamu memiliki perangkat Bluetooth penting, misalnya
perangkat medis atau perangkat penunjang lainnya, sebaiknya kamu mengonfirmasi langsung hal
ini ke maskapai.

http://news.liputan6.com/read/3015002/mana-penulisan-yang-benar-palangkaraya-atau-palangka-
raya

Mana Penulisan yang Benar, Palangkaraya atau Palangka Raya?

Liputan6.com, Palangka Raya - Nama Palangka Raya saat ini kembali menjadi buah bibir. Sebab,
kota yang didirikan Presiden pertama Indonesia Ir Sukarno pada 1957 itu digadang-gadang sebagai
kandidat calon ibu kota pemerintahan Indonesia mendatang.

Namun, hingga saat ini penulisan nama kota ini secara baik dan benar masih belum banyak
dilakukan oleh masyarakat.
Banyak orang menulisnya, baik di surat kabar maupun surat resmi atau lainnya masih salah.

Sabran Achmad, salah satu tokoh masyarakat Dayak yang juga pendiri Provinsi Kalteng, Jumat 7
Juli 2017, menjelaskan, kata Palangka dan Raya mempunyai dua artinya yang berbeda.

Palangka dalam bahasa Dayak Ngaju merupakan tempat, wadah atau piring orang Dayak menaruh
sesaji. Kemudian Raya artinya besar atau luas.

"Jadi secara harafiah Palangka Raya itu adalah tempat tinggal yang besar atau luas. Palangka Raya
itu penulisannya harus dipisah, bukan disambung, karena mempunyai arti yang berbeda pula," ujar
Sabran.

Mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng itu menjelaskan, nama Palangka Raya sudah ada
sejak zaman dulu, dan dipilihnya Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi oleh Presiden pertama
Indonesia Ir Sukarno juga memiliki makna.

"Kenapa dulu Bung Karno memilih Palangka Raya sebagai Ibu Kota Kalteng, bukanya Sampit atau
Pangkalan Bun? Ini semua ada maksudnya," jelas salah satu tokoh yang masih ada saat Bung
Karno melakukan peletakan batu pertama pendirian Kota Palangka Raya pada 17 Juli 1957 lalu.

Dipilihnya Palangka Raya yang letaknya di tengah Provinsi Kalteng dimaksudkan agar masyarakat
dari segala penjuru itu bisa dengan mudah menemui pemimpinnya di Palangka Raya.

Karena saat itu jalur transportasi itu hanya melalui sungai, maka peletakan batu pertama oleh Bung
Karno dilakukan di sebuah bukit di pinggir Sungai Kahayan.

"Ini maksudnya agar tugu ini juga berfungsi sebagai semacam mercusuar bagi kapal yang melintasi
Sungai Kahayan. Jadi, bukan tanpa alasan Bung Karno saat itu memilih Palangka Raya sebagai ibu
kota Kalteng," ucap Sabran.