Anda di halaman 1dari 7

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil
3.1.1 Data Pengamatan
Tangki 1
- Tinggi air = 13,8 cm
- Panjang = 24,2 cm
- Lebar = 25,9 cm
Daya pompa = 18 watt
Effisiensi pompa = 75%
Daya Heater = 1000 watt
Temperatur awal:
- Tangki 1 (T1) = 28,4oC
- Tangki 2 (T2) = 26,6oC
Ketinggian dari dasar tangki ke titik 1 (h1) = 3,5 cm
Ketinggian dari dasar tangki ke titik 2 (h2) = 77 cm
Tangki 2
- Panjang = 31 cm
- Lebar = 19 cm
- Tinggi = 1 cm
- Volume = p x l x t
= 31 cm x 19 cm x 1 cm
= 589 cm3 = 0,589 L

Tabel 1. Data Kalibrasi Pompa

Bukaan Waktu Laju Alir


Volume (L) Waktu (s) Laju Alir Rata-rata
Valve (min) (L/min)
88,8 1,48 0,398
0,2 L/min 0,589 90 1,50 0,393 0,395
90 1,50 0,393
74,4 1,24 0,475
0,4 L/min 0,589 71,4 1,19 0,495 0,483
73,8 1,23 0,479
42,3 0,705 0,835
0,8 L/ min 0,589 43,13 0,719 0,819 0,807
46,17 0,769 0,776
Tabel 2. Data Temperatur

Laju Alir (L/min) Waktu (min) T1(oC) T2(oC)


0 68,0 65,9
2 67,9 65,6
0,2 4 66,7 65,3
6 65,5 65,0
8 64,8 63,7
0 70,3 67,8
2 69,1 67,6
0,4 4 67,6 67,1
6 66,3 66,0
8 64,7 64,4
0 67,8 67,4
2 67,3 67,2
0,8 4 65,8 65,6
6 62,3 60,5
8 60,2 59,4
3.1.2 Pengolahan Data Entalpi

Waktu
Laju Alir (L/min) (kg/s) (gmol/s) H (J/s)
(min)
0 0,006448 0,3582 56,9463

2 0,006449 0,3583 65,0959

0,395 4 0,006452 0,3584 37,9771

6 0,006454 0,3586 13,5686

8 0,006458 0,3588 29,8603

0 0,007875 0,4375 82,8419

2 0,007879 0,4377 50,5951

0,483 4 0,007883 0,4379 16,577

6 0,007888 0,4382 9,9502

8 0,007895 0,4386 9,9556

0 0,013169 0,7316 22,1574

2 0,013172 0,7318 5,5403

0,807 4 0,013184 0,7324 16,6287

6 0,013214 0,7341 99,91

8 0,013225 0,7347 44,4183


1. Energi Potensial

Waktu
Laju Alir (L/min) (kg/s) g (m/s2) h (m) Ep (J/s)
(min)
0 0,006448 0,0464

2 0,006449 0,0465

0,395 0,006452 9,8 0,735 0,0465


4
6 0,006454 0,0465

8 0,006458 0,0465

0 0,007875 0,0567

2 0,007879 0,0567

0,483 4 0,007883 9,8 0,735 0,0568

6 0,007888 0,0568

8 0,007895 0,0569

0 0,013169 0,0949

2 0,013172 0,0949

0,807 4 0,013184 9,8 0,735 0,095

6 0,013214 0,0952

8 0,013225 0,0953

2. Energi Kinetik

Waktu
Laju Alir (L/min) v (m/s) Ek (J/s)
(min)
0 0,006448 0,0000226

2 0,006449 0,0000226

0,395 4 0,006452 0,0838 0,0000226

6 0,006454 0,0000226

8 0,006458 0,0000226

0 0,007875 0,0000414

0,483 2 0,007879 0,1025 0,0000414

4 0,007883 0,0000414
6 0,007888 0,0000414

8 0,007895 0,0000415

0 0,013169 0,000193106

2 0,013172 0,000193144

0,807 4 0,013184 0,1713 0,000193318

6 0,013214 0,000193766

8 0,013225 0,00019393

3. Q Sistem Awal (Q teotiris)

Waktu
Laju Alir (L/min) H Ep Ek Q teoritis
(min)
0 56,9463 0,0464 0,0000226 43,4928

2 65,0959 0,0465 0,0000226 51,6424

0,2 4 37,9771 0,0465 0,0000226 24,5236

6 13,5686 0,0465 0,0000226 0,11511

8 29,8603 0,0465 0,0000226 16,4068

0 82,8419 0,0567 0,0000414 69,3987

2 50,5951 0,0567 0,0000414 37,1519

0,4 4 16,577 0,0568 0,0000414 3,13382

6 9,9502 0,0568 0,0000414 -3,4929

8 9,9556 0,0569 0,0000415 -3,4875

0 22,1574 0,0949 0,000193106 8,75245

2 5,5403 0,0949 0,000193144 -7,8646

0,8 4 16,6287 0,095 0,000193318 3,22386

6 99,91 0,0952 0,000193766 86,5054

8 44,4183 0,0953 0,00019393 31,0138


4. Q yang hilang dari Sistem (Q loss)

Laju Alir
Waktu (min) Q aktual (J/s) Q teoritis (J/s) Q loss (J/s)
(L/min)
0 1000 43,4928 956,5072

2 1000 51,6424 948,3576

0,2 4 1000 24,5236 975,4764

6 1000 0,11511 999,8849

8 1000 16,4068 983,5932

0 1000 69,3987 930,6013

2 1000 37,1519 962,8481

0,4 4 1000 3,13382 996,8662

6 1000 -3,4929 1003,493

8 1000 -3,4875 1003,487

0 1000 8,75245 991,2475

2 1000 -7,8646 1007,865

0,8 4 1000 3,22386 996,7761

6 1000 86,5054 913,4946

8 1000 31,0138 968,9862


3.2 Pembahasan

Praktikum Hukum Termodinamika I ini bertujuan untuk memahami prinsip hukum


termodinamika, memahami aplikasi hukum termodinamika ke-1 dan mengidentifikasi
komponen sistem dan lingkungan pada proses aliran air, serta dapat menghitung jumlah
panas yang hilang pada proses pengisian air ditangki.

Prinsip hukum termodinamika ini mempelajari penyimpanan energi, yaitu


kemampuan suatu materi untuk dapat menyimpan energi yang berasal dari internal
maupun eksternal. Dalam hal ini yang memiliki kemampuan menyimpan energi adalah air,
yang pada dasarnya memiliki energi dalam, akibat pengaruh temperatur. Selanjutnya
transformasi (perubahan) dan transfer perpindahan energi, Heater dalam percobaan ini
mengubah energi listrik menjadi energi panas yang berkontak langsung dengan sistem ( air
dalam storage T1). Pada dasarnya energi tidak akan mampu diciptakan dan tidak dapar
dimusnahkan, namun energi dapar bertranformasi atau berubah menjadi enegi lain dengan
jumlah energi yang sama contoh dalam praktikum ini adalah pompa yang melakukan kerja
yang energinya berasal dari listrik dan di transformasi menjadi energi gerak yang dapat
memindahkan fluida dari satu titik ketitik lain. Setiap energi akan mengalami perpindahan
terkecuali energi tersebut diisolasi maka energi itu akan konstan, namun pada praktikum
ini energi yang dihasilkan oleh heater tidak akan bernilai tetap atau konstan akibat tidak
ada upaya pencegahan isolasi sehingga akan ada sejumlah energi yang akan hilang.
Hukum pertama termodinamika akan erat kaitanya dengan energi sistem yaitu energi yang
terdiri dari energi dalam, energi kinetik, energi potensial dan energi lingkungan berupa
kalor/panas dan kerja. Pada kasus ini energi potensial akan di pengaruhi akibat adanya
perbedaan ketinggian aliran masuk dan aliran keluar sedangkan energi kinetik sangat
dipengaruhi akibat adanya kinerja pompa yang membuat adanya kecepan fluida.
Tujuan kedua dari praktikum ini mengaplikasikan hukum termodinamika pertama
dalam kehidupan sehari-hari, aplikasi yang digunakan dalam percobaan ini adalah proses
pemindahan air menggunakan pompa dengan variasi laju alir dan waktu. Air yang menjadi
pusat objek pengamatan yang akan menjadi sistem dan proses pengaliran air dari storage 1
menuju storage 2 yang akan dikenal dengan lingkungan. Dari kedua komponen ini tentu
akan saling mempengaruhi dalam hal energi. Pada tangki penyimpanan satu diberikan
perlakuan pemanasan fluida dengan Heater dengan tujuan ingin memberikan energi awal
pada sistem. Pompa yang memiliki daya 18 watt dengan efesiensi pompa 75% akan
memindahkan fluida dari tangki penyimpanan 1 ke tangki penyimpanan 2 dengan variasi
laju alir 0,395 L/min, 0,483 L/min dan 0,807 L/min degan cara mengatur bukan valve
yang ada pada unit pompa. Selama proses pemindahan fluida pipa yang digunakan
menjadi jalur lintas fluida, disinilah banyak terjadi proses pemindahan energi dari sistem
ke lingkungan yang meyebabkan adalnya loss energi. Pada tangki penyimpanan satu atau
dua tentu akan dilengkapi thermocouple yang sangat berguna untuk menentukan
perubahan suhu yang ada pada kedua tangki yang akan digunakan dalam perhitungan
banyaknya energi yang hilang selama proses pemindahan fluida.
Adanya sejumlah energi yang hilang disebabkan karena proses pemindahan air dari
tangki penyimpanan 1 menuju tangki penyimpanan 2, selama proses pemindahan fluida
energi yang terbentu seperti energi kinetik akibat adanya perbedaan laju alir dititik satu
dan titik dua, energi lain yang terbentuk adalah energi potensial yang diakibatkan adanya
perbedaan ketinggian antara masukan dan keluaran pompa. Dari hasil percobaan dan
perhitungan yang didapat dengan variasi yang digunakan menunjukkan bahwa pada laju
alir 0,395 L/min jumlah energi yang hilang 948,357 J/s yang merupakan jumlah terkecil
yang hilang selama proses. Laju alir 0,483 L/min kehilangan 951,505 J/s sedangkan laju
alir 0,807 L/min kehilangan sejumlah 913,499 J/s, dari data di atas menunjukkan bahwa
semakin besar laju alir maka akan semakin besar pula energi yang hilang, untuk data
energi yang hilang dibandingkan dengan waktu terlihat bahwa data menunjukkan tren naik
yang artinya semakin lama air dalam proses maka akan semakin banyak energi yang
hilang. Salah satu usaha yang bisa dilakukan agar tidak banyak energi yang hilang adalah
mengurangi perbedaan ketingian antara titik satu dan titik dua, selanjutnya mengubah
sistem agar titik 2 berada di bawah titik satu dengan tidak menggunakan pompa,
mengurangi kecepatan laju alir pompa, dan mengurangi waktu tinggal sistem di
lingkungan.dari kedua variasi yang digunakan antara waktu dan laju alir, lajur alir
merupakan variable yang lebih baik untuk diperhitungkan karena dari data yang dihasilkan
untuk setiap waktu dengan laju alir yang sama menghasilkan hasil kurang baik.