Anda di halaman 1dari 18

KEMENTRIAN KESEHATAN RI

BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN


POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
Jl. Sukabangun I Km. 6,5 Kel. Sukajaya Kec. Sukarami
PALEMBANG 30151 Telp. (0711) 419064

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER SITOHISTOTEKNOLOGI


PRAKTEK TAHUN AJARAN 2017/2018
Mata kuliah : Sitohistiteknologi ( P ) Nama : .........................................................
Dosen Pengampu : 1. Drs. Refai, M. Kes Nim : ........................................................
SMT/Tgl : .........................................................
Ttd : .........................................................

1. Termasuk Antigen berhubungan dengan tumor:


A. PSA
B. CEA
C. ACTH
D.Parathormon
E. CA 19-9

2. Termasuk antibody penanda tumor:


A. CEA
B. ACTH
C. Parathormon
D. CA 125
E. Imunoglobulin
3. Termasuk Inflamatory penanda tumor :
A. Lekositosis
B. Trombosit
C. Eritrosit
D.Monosit
E. LED
4. Termasuk enzim penanda tumor adalah:
A. Calsitonin
B. Gama GT
C. CEA
D.AFP
E. Acute phase protein
5. Pemeriksaan penanda tumor serologi:
A. PCR
B. Presipitasi
C. Koagulasi
D.RIA
E. ELISA
6. Penanda tumor hati:
A. ER
B. PSA
C. CA15-3
D.CEA
E. AFP
7. Penanda tumor serologi adalah sbb, kecuali:
A. Produk yang berasal dari tumor
B. Kadarnya sesuai masa tumor yang ada dalam
tubuh
C. Berbagai substansi yang di ekskresikan oleh
sel kanker kedalam cairan tubuh
D.Diproduksi oleh sel jinak sebagai respons
terhadap keganasan
E. Hasil reaksi inflamasi akibat tumor

8. Termasuk Klasifikasi Penanda Tumor sbb kecuali:


A. Protein Onkofetal
B. Hormon
C. Enzim
D.Antigen terassosiasi tumor
E. Lekositosis
9. Termasuk penanda tumor Payudara sbb kecuali:
A. ER
B. CA15-3
C. CEA
D.CA 27.29
E. PSA
10. Penanda tumor Ovarium sbb kecuali:
A. CEA
B. CA 125
C. NSE
D.HCG
E. AFP

11. AFP (+) pada kelainan sbb kecuali:


A. Hepatitis B
B. CaHati
C. Kehamilan
D.Infeksi colon
E. Prostat

12. PSA (+) pada kelainan sbb kecuali:


A. Tumor prostat
B. Prostatitis
C. Hipertrofi prostat
D.CaHati
E. Ca colon
13. Seorang wanita 25 tahun dengan post partum 2
minggu datang dengan keluhan pembengkakan
payudara kanan sejak 5 hari yang lalu. Dari klinis
didapatkan adanya febris, mammae dekstra
bengkak, merah dengan nyeri (+). Kemungkinan
diagnosisnya adalah
a. Ca Mammae
b. FAM
c. Fibrokistik
d. Abses mammae dekstra
e. Philoides
14. Seorang penderita laki-laki usia 30 tahun datang ke
poli bedah dengan keluhan benjolan di lengan atas
kanan sejak 3 bulan yang lalu, semakin lama semakin
membesar. Pada inspeksi tidak didapatkan tanda
kemerahan dan tidak nyeri. Pada X-foto lengan atas
kanan didapatkan gambaran benjolan pada tulang
humerus bentuk onion skin. Diagnosis radiologis
yang mungkin pada penderita ini adalah
a. Ewing sarcoma
b. Osteosarcoma
c. Chondrosarcoma
d. Aneurysmal bone cyst
e. Enchondroma
15. Seorang pria berusia 70 tahun mengeluh kencing
berdarah yang dirasakan kumat-kumatan sejak 3
tahun ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri
pinggang sebelah kiri dan terpasang kateter uretra
dengan urine terlihat berwarna merah. Pada
pemeriksaan darah lengkap kadar Hb 9.2 gr/dl.
Pemeriksaan CT Scan abdomen menunjukkan tumor
yang sudah menginfiltrasi dinding buli-buli dan
tampak adanya metastasis ke liver. Penyakit yang
diderita oleh pasien tersebut sudah sampai stadium :
a. T3N0M0
b. T3NxM1
c. T3N2M0
d. T3N3M1
e. T1N0M0
16. Wanita 40 tahun mengalami keputihan. Pada pap
smear dijumpai sel koilosit dan displasia sedang.
Diagnosis keadaan di atas adalah
a. HIV
b. HBV
c. HSV
d. HPV
17. Seorang perempuan 45 tahun datang dengan keluhan
pembesaran kelenjar leher sejak 3 tahun yang lalu. 1
tahun terakhir pembesaran tersebut dirasa semakin
membesar, 6 bulan terakhir suara menjadi parau.
Hasil pemeriksaan fisik nodul keras, pembesaran
kelenjar getah bening di leher ipsilateral. Gambaran
histopatologi menunjukan keganasan. Diagnosis
saudara:
a. Adenokarsinoma folikuler
b. Adenokarsinoma palilaris
c. Adenokarsinoma nodularis
d. Karsinoma anaplastic
e. Hashimoto tiroiditis
18. Seorang wanita 35tahun P2002. Perdarahan 2
minggu. Setiap hari ganti 5-6 pembalut. Dismenore (+).
Pemeriksaan fisik didapatkan: tampak anemis. TD:
120/70. Nadi 92 x/menit. Teraba massa di abdomen
batas tegas setinggi 1 jari bawah pusat, mobile padat.
Nyeri -. VT :Flek +, postio tertutup licin. Corpus uteri
ante fleksi sebesar 18-20 minggu. Lab: Hb : 7,6 g/dl.
Plano (-). Kemungkinan diagnosis untuk pasien ini
adalah :
a. Ca Cerviks
b. Ca Endometrium
c. Polips cerviks
d. Myoma uteri
e. Geburt myoma
19. Anak perempuan 5th mengeluhkan nyeri pada telinga
kiri. 2 minggu sebelumnya menurut ibunya anaknya
pernah ke poli THT dengan keluhan otitis media akut
supuratif bilateral tetapi sudah sembuh. Ditemukan
kolesteatoma pada telinga kiri. Pasien ini direncanakan
untuk operasi pengangkatan kolesteatoma. Apa tujuan
dilakukan operasi?
a. Perbaikan pendengaran
b. Menjaga penurunan pendengaran
c. Mengangkat seluruh jaringan patologis
d. Mempertahankan keutuhan dinding posterior
kanal
e. Rekonstruksi dari membrane timpani

20. Seorang remaja 18 tahun datang ke klinik dengan


keluhan belum mendapatkan haid. Dari pemeriksaan
TB: 155 cm, BB: 50 kg. Payudara dan rambut pubis
tumbuh normal. Diagnosa awal pada penyakit ini
adalah;
A. Amenore primer
B. Amenore skunder
C. Amenore tertier
D. Gravida
E. Kelainan kromosom
21. Penanda tumor yang paling awal adalah:
A. Serologi
B. Seluler
C. Biomarker
D.Fisik
E. Patologi
22. Diagnostik tumor yang paling menentukan:
A. Serologi
B. Seluler
C. Biomarker
D.Fisik
E. Patologi

23. Termasuk hormone penanda tumor:


A. PAP
B. LDH
C. NSE
D. HCG
E. ADH
24. Termauk enzim penanda tumor:
A. ACTH
B. Insulin
C. ADH
D. Parathormon
E. LDH

25. Termasuk onkofetal:


A. ADH
B. Insulin
C. ACTH
D.CEA
E. Parathormon
1. 12. = E
13. D
14. A
15. B
16. D
17. A
18. D
19. C
20. A
21. C
22. E
23. D
24. E
25. D
FEB Sitohistoteknologi
Tugas 1 Praktikum Sitohistoteknologi

Sitohistoteknologi merupakan ilmu yang mempelajari


sel-sel dan jaringan tubuh sebagai upaya untuk
mendiagnosa adanya kelainan-kelainan dalam tubuh.

Diagnosis histopalogisito patologi,sampai saat ini masih


merupakan kunci dalam diagnosis sebagian besar
penyakit.Ketepatan diagnosis histopatologi dan
sitopatologi tergantung pada :

1. Penangan dan pengolahan bahan pemeriksaan yang


baik sehingga dapat diinterprestasi serta dapat
dikembangkan lebih lanjut untuk pemeriksaan
molekuler dan genetik.

2. Kompetensi dasar dokter spesialis Patologi Anatomi.

3. Kompetensi Dasar tenaga laboratorium / analis


laboratorium.

Mutu hasil proses jaringan sangat erat hubungannya


dengan penanganan bahan pemeriksaan yang benar
sejak awal jaringan / sel dan cairan dipisahkan dari
tubuh. Dimana tahap ini disebut dengan tahap pre-
analitik. Tahapan selanjutnya adalah tahap analitik,
dimana pada tahap ini sampel tiba dilaboratorium
patologi anatomi.Pada tahapan ini meliputi
pencatatatan data bahan pemeriksaan / sampel yang
selanjutnya diikuti pengolahan bahan pemeriksaan
atau sampel tersebut.

Pada tahap penanganan bahan pemeriksaan dalam


fase pre-analitik ini merupakan tonggak pertama yang
merupakan syarat utama agar hasil pemprosesan bahan
pemeriksaan dan penanganan selanjutnya dapat
berlangsung dengan baik.Dalam tahapan ini meliputi :

a. Kelengkapan Identitas pasien dan keterangan klinik


yang relevan.
b.Penanganan Jaringan dan cairan pasca tindakan
operasi ataupun biopsi.

Tahap penanganan bahan pemeriksaan dalam fase


analitik, dimulai sejak sampel atau bahan
pemeriksaan diterima di laboratorium untuk
dilakukan pengolahan bahan pemeriksaan atau
sampel sampai menjadi blok parafin dan sedian
sampai siap dibaca dokter spesialis patologi anatomi.
Pada tahap analitik ini dapat dibagi atas :
a. penerimaan sampel
b. Pemotongan dan pencatatan makroskopik.
c. pengolahan sampel secara manual ataupun
automatis
d. Pembuatan blok parafin yang sesuai standar.

Pedoman Penangan Bahan Pemeriksaan untuk


Histopatologi. Palembang 2017/2018.

SOAL

1. Bagaimanakah prosedur pre-analitik pengolahan


sampel jaringan didalam laboratorium patologi
anatomi agar didapatkan hasil yang representative?

2. Bagaimanakah prosedur pre-analitik pengolahan


sampel cairan / apusan didalam laboratorium
patologi anatomi agar didapatkan hasil yang
representative?

3. Bagaimanakah prosedur analitik pengolahan


sampel dalam tahapan pemotongan dan pencataan
makroskopik didalam laboratorium patologi
anatomi agar didapatkan hasil yang representative?
4. Pada fase analitik tahapan penerimaan sampel
diperlukan cairan fiksasi. Bagaimanakah cara
fiksasi yang benar ?

5. Pada tahap pemotongan dan pencatatan


makroskopik, bagaimanakah prosedur
pemotongan untuk sampel Uterus yang
representative ?

Format jawaban diketik dalam font Times New Romans


dengan ukuran 12 dan dikumpulkan paling lambat
tanggal : 31 Oktober 2017.