Anda di halaman 1dari 2

Contoh Hukum Permintaan dan Contoh Hukum Penawaran

Contoh Hukum Permintaan

Berikut ini adalah contoh hukum penawaran :


1. Pada waktu tertentu harga cabai mengalami kenaikan di pasaran, maka permintaan cabai akan
menurun dan konsumen akan mencari barang pengganti yang memiliki fungsi sama dengan
cabai, seperti sambal sasetan atau yang lainnya.
2. Pada saat ada promo diskon kue lebaran sebesar 30% maka hal tersebut akan menyebabkan
permintaan kue lebaran akan mengalami peningkatan.
3. Dua bulan mendatang premium akan dihapuskan untuk pembeli eceran, sehingga permintaan
premium akn meningkat karena para pengecer akan membeli sebanyak-banyaknya untuk dibuat
cadangan
4. Dan lain sebagainya.

Contoh Hukum Penawaran

Berikut adalah contoh hukum penawaran:


1. Saat harga gas LPG naik, maka produsen akan menawarkan LPG dengan jumlah lebih banyak
agar meraup keuntungan yang lebih besar.
2. Minat masyarakat pada ponsel android semakin meningkat , harganya pun tinggi. Dengan
demikian, maka produsen akan meningkatkan intensitas penawaran agar dapat meraup omset
yang besar.
3. Setelah hari raya, minat masyarakat pada sirup akan menurun begitu juga dengan harganya.
Maka produsen akan mengurangi intensitas penawaran agar tidak mengalami kerugian
4. Dan lain sebagianya.

Dalam kehidupan sehari- hari, kita tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya transaksi,
terutama jual- beli barang maupun jasa. Dalam jual beli, selalu ada faktor permintaan dan juga
faktor penawaran. Dan dalam mempelajari permintaan dan juga penawaran ini selalu ada hukum-
hukum yang menyertainya.

Hukum Permintaan
Hukum permintaan dalam ilmu ekonomi berbunyi Jika harga suatu barang naik, maka jumlah
barang yang diminta akan mengalami penurunan. Artinya, jika harga suatu barang maupun jasa
mengalami kenaikan meskipun satu satuan mata uang, hal ini pasti akan menyebabkan jumlah
barang yang dibeli oleh konsumen menjadi menurun.

Contohnya

Penerapan dari hukum permintaan ini contohnya adalah ketika harga daging mulai naik.
Misalnya harga daging ayam pada mulanya adalah Rp 25.000/kg, pada harga sekian kita setiap
minggunya mampu mengonsumsi daging ayam sebanyak 2kg/ minggu. Lalu kemudian harga
daging ayam naik menjadi Rp Rp 35.000/kg. Pada harga yang naik Rp 10.000 ini kita hanya
mampu mengonsumsi daging sebanyak 1,5 kg/ minggu. Nah daging yang kita beli untuk di
konsumsi inilah yang disebut dengan jumlah permintaan yang sifatnya menurun apabila harga
naik.

Hukum Penawaran
Jika pada hukum permintaan, jumlah yang diminta itu dilihat dari kacamata konsumen atau
pembeli, lain halnya dengan hukum penawaran. Hukum penawaran berbunyi Jika harga suatu
barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan mengalami kenaikan. Di hukum
penawaran, jumlah barang yang ditawarkan ini didasarkan dari kacamata produsen. Artinya,
ketika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan meningkat, dan jika
harga barang turun maka jumlah yang ditawarkan juga turun

Contohnya
Implementasi dari hukum penawaran ini contohnya, harga daging biasanya adalah Rp 25.000/
kg, saat menjelang hari raya, daging ini harganya naik menjadi Rp 40.000/kg. Pada saau seperti
ini produsen justru akan menyetok persediaan daging. Karena jika menjual banyak, maka untung
atau laba yang didapatkan juga lebih maksimal.

Anda mungkin juga menyukai