Anda di halaman 1dari 15

Kewirausahaan

Biaya Bisnis dan Penetapan Harga Jual

Disusun Untuk Memenuhi Tugas


Mata Kuliah Kewirausahaan Semester 7

Oleh :

Nama : Afifatur Rodiyah (14411600120)

Januar Ariq Pratama (14411600)

M. Whildan Haitami (1441160081)

Kelas : JTD 4C

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Perkembangan Ekonomi di Indonesia sangatlah tidak konstan mulai dari terjadinya
krisis sampai berjayanya perekonomian. Salah satu keputusan yang penting dalam
perkonomian khususnya di bidang pemasaran adalah penetapan harga, karena dalam penetapan
harga ini perusahaan harus menetapkan tujuan, kalkulasi biaya, tingkat permintaan, harga pasar
serta pencapaian-pencapaian lainnya yang ingin diperoleh perusahaan atas produk atau jasa
yang dimilikinya. Meskipun cara penetapan harga yang dipakai sama bagi setiap perusahaan
yaitu didasarkan pada biaya, persaingan, permintaan, dan laba. Tetapi kombinasi optimal dari
faktor -faktor tersebut berbeda sesuai dengan sifat produk, pasarnya, dan tujuan perusahaan.
Krisis ekonomi telah meyebabkan produk Indonesia berdaya saing tinggi dalam hal
harga jual, karena banyak produk prduk import yang harga jualnya lebih rendah daripada
produk yang diproduksi oleh Indonesia. Sehingga banyak masyarakat yang lebih tertarik
menggunakan produk luar negeri.
Kebijakan penetapan harga oleh manajemen idealnya harus dapat memastikan
pemulihan atas semua biaya dalam mencapai laba, dalam kondisi yang sulit sekalipun.
Meskipun penawaran dan permintaan biasanya merupakan faktor penentu dalam penetapan
harga. Penetapan harga jual yang menguntungkan memerlukan pertimbangan atas biaya, tender
kompetitif atas suatu pekerjaan tertentu, misalnya merupakan pengambilan keputusan
penetapan harga yang sulit apabila hanya ada sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada
pengalaman di masa lampau dengan jenis produk atau jasa yang terlibat.
Manajemen perusahaan harus mempunyai perencanaan yang tepat mengenai
perngalokasian biaya, sebab pengalokasian biaya tersebut berkaitan erat dalam perhitungan
harga pokok roduk. Apabila pengalokasian biaya terlalu besar, maka harga pokok yang
dihasilkan menjadi tinggi, akibatnya harga jual produk yang dipasarkan relatif lebih mahal dari
harga jual pesaing. Di lain sisi, bila pengalokasian biaya terlalu rendah, maka harga jual produk
yang dihasilkan relatif lebih kecil, akibatnya harga jual produk yang dipasarkan relatif lebih
rendah sehingga perusahaan tidak dapat memperoleh laba yang diharapakan. Berdasarkan hal
tersebut, maka pengalokasian biaya yang akurat perlu dilakukan.
Pembeli tentu akan mencari harga yang terendah dari suatu produk yang sejenis, oleh
karena itu perhitungan harga pokok pesanan harus teat dan benar, sehingga harga jual yang
ditetapkan optimal. Penetapan harga jual yang optimal dilakukan sebagai usaha untuk
mendapatkan laba yang sesuai dengan tujuan perusahaan mengingat masih banyak perusahaan
yang mengabaikan perhitungan harga pokok produksi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana konsep dan penetapan harga ?


2. Apakah tujuan dalam penetapan harga ?
3. Bagaimana strategi dalam penetapan harga ?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui konsep dan penetapan harga jual


2. Untuk mengetahui tujuan dalam penetapan harga
3. Untuk mengetahui strategi dalam penetapan harga jual
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Harga


Harga mengandung pengertian, suatu nilai tukar dari produk barang atau pun jasa yang
umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (Rupiah, Dollar, Yen dll.
Dalam dunia bisnis harga mempunyai banyak nama, sebagai contoh dalam dunia
perdagangan produk disebut harga, dalam dunia perbankan disebut bunga, atau dalam bisnis
jasa akuntansi, konsultan disebut fee, biaya transportasi taxi, telepon disebut tariff sedangkan
dalam dunia asuransi disebut premi.
Menurut Kotler (2001:439) Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu
produk atau jasa, atau jumlah dari nilai tukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki
atau menggunakan produk atau jasa tersebut.
Monroe (1990) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang
dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Selain itu harga adalah salah satu
faktor penting bagi konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau
tidak.
Berdasarkan definisi harga diatas maka dapat disimpulkan harga adalah sejumlah uang
yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk atau jasa yang dibelinya
guna memenuhi kebutuhan maupun keinginannya dan umumnya dinyatakan dalam satuan
moneter (Rupiah, Dollar, Yen dll).
Sedangkan penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar
pendapatan yang akan diperoleh atau diterima oleh perusahan dari produk atau jasa yang di
hasilkan.
Penetapan harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran.
Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk kita dengan aspirasi sasaran
pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen.
Dalam penetapan harga, produsen harus memahami secara mendalam besaran
sensitifitas konsumen terhadap harga. Menurut Roberto pada buku Applied Marketing
Research, bahwa dari hasil penelitian menyebutkan isu utama yang berkaitan dengan
sensitifitas harga yaitu; elasitas harga dan ekspektasi harga.
Sedangkan pengertian dari elasitas harga adalah:
Konsumen cenderung memberikan respon yang lebih besar atas setiap rencana
kenaikan dibandingkan dengan kenyataan pada saat harga tersebut naik.
Konsumen akan lebih sensitive terhadap penurunan harga dibandingkan dengan
kenaikan harga.
Elastisitas konsumen akan berkurang ketika melakukan shopping dengan teman atau
dipengaruhi oleh sales person.

Dengan kata lain harga dan penetapan harga adalah suatu proses yang harus dilakukan
oleh perusahaan untuk memberikan nilai suatu produk atau jasa dengan mengkalkulasikan
terlebih dahulu segala macam biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan serta
mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga.

2.2 Tujuan penetapan harga


Dalam teori ekonomi klasik, setiap perusahaan selalu berorientasi pada seberapa besar
keuntungan yang akan diperoleh dari suatu produk atau jasa yang dimilikinya, sehingga tujuan
penetapan harganya hanya berdasarkan pada tingkat keuntungan dan perolehan yang akan
diterimanya. Namun di dalam perkembangannya, tujuan penetapan harga bukan hanya
berdasarkan tingkat keuntungan dan perolehannya saja melainkan berdasarkan pertimbangan-
pertimbangan non ekonomis lainnya.
Berikut adalah tujuan penetapan harga yang bersifat ekonomis dan non ekonomis:

1. Memaksimalkan Laba

Penetapan harga ini biasanya memperhitungkan tingkat keuntungan yang ingin


diperoleh. Semakin besar marjin keuntungan yang ingin didapat, maka menjadi tinggi
pula harga yang ditetapkan untuk konsumen. Dalam menetapkan harga sebaiknya turut
memperhitungkan daya beli dan variabel lain yang dipengaruhi harga agar keuntungan
yang diraih dapat maksimum.

2. Meraih Pangsa Pasar

Untuk dapat menarik perhatian para konsumen yang menjadi target market atau
target pasar maka suatu perusahaan sebaiknya menetapkan harga yang serendah
mungkin. Dengan harga turun, maka akan memicu peningkatan permintaan yang juga
datang dari market share pesaing atau kompetitor, sehingga ketika pangsa pasar tersebut
diperoleh maka harga akan disesuaikan dengan tingkat laba yang diinginkan

3. Return On Investment (ROI) / Pengembalian Modal Usaha


Setiap usaha menginginkan tingkat pengembalian modal yang tinggi. ROI yang
tinggi dapat dicapai dengan jalan menaikkan profit margin serta meningkatkan angka
penjualan.

4. Mempertahankan Pangsa Pasar

Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya penetapan


harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada

5. Tujuan Stabilisasi Harga

Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu
perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga
mereka.

6. Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan

Perusahaan yang baik menetapkan harga dengan memperhitungkan segala


kemungkinan agar tetap memiliki dana yang cukup untuk tetap menjalankan aktifitas
usaha bisnis yang dijalani.

Tujuan-tujuan dalam penetapan harga ini mengindikasikan bahwa pentingnya


perusahaan untuk memilih, menetapkan dan membuat perencanaan mengenai nilai produk atau
jasa dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan atas produk atau jasa tersebut.

2.3 Peranan Harga


Ada dua Peranan Utama Dalam Proses Pengambilan Keputusan Para Pembeli

1. Peranan Alokasi Dari Harga :

Fungsi harga dalam membatu para pembeli untuk memutuskan cara


memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yg diharapkan berdasarkan daya beli.
Dapat membantu pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan daya
belinya pada berbagai jenis barang dan jasa
Dapat membandingkan harga dari berbagai alternatif yang tersedia
Memutuskan alokasi dana yang dikehendaki
2. Peranan Informasi dari Harga :

Fungsi harga dalam mendidik konsumen mengenai faktor-faktor produk, seperti


kualitas
Membantu pembeli dalam situasi dimana pembeli mengalami kesulitan untuk
menilai faktor Produk/ manfaat secara abjektif

2.4 Sasaran Penetapan Harga

1) Berorientasi pada Laba


Untuk mencapai target laba investasi laba penjualan bersih
Untuk memaksimalkan laba
2) Berorientasi Pada Penjualan
Untuk meningkatkan Penjualan
Untuk mempertahankan atau meningkatkan bagian pasar dan penjualan
3) Berorientasi Pada Status Quo, yaitu ;
Untuk menstabilkan laba
Untuk menangkal Persaingan

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penetapan Harga :

1. Permintaan Produk
2. Reaksi Pesaing
3. Bauran Pemasaran
4. Target dan Bagian saham pasar

2.5 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penetapan Harga :

a. Faktor Internal
1) Tujuan Pemasaran Perusahaan ;
(makimalisasi laba; mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan; meraih
pangsa pasar yang besar; menciptakan kepeminpinan dlm hal kualitas; mengatasi
persaingan; melaksanakan tanggung jawab sosial ; dll.)
2) Strategi Buran Pemasaran ;
(harga perlu dikoordinasikan dan saling menduung dengan bauran
pemasaran lainya yaitu pruduk, ditribusi dan promosi )
3) Biaya ;
(merupakan faktor ygpaling menetukan harga minimalyang harus ditetapkan agar
perusahaan tdk mengalami kerugian, dalam hal ini biaya tetap dan variabel)
4) Organisasi ;
Manajemen perlu memutuskan siapa di dalam organisasi yang harus
menetapkan harga.
Setiap perusahaan menangani masalahpenetapan harga menurut caranya
masing-masing.
Pada perusahaan kecil, umumnya harga ditetapkan oleh manajemen puncak.
Pada perusahaan besar, seringkali masalah penetapan harga ditangani oleh
devisi atau manajer suatu lini produk.
Dalam pasar Industri, para wiraniaga diperkenankan untuk
bernegoisasi dengan pelanggannya guna menetapkan rentang (range) harga
tertentu.
Dalam indutri penetapan harga merupakan faktor kunci (misalnya
perusahaan minyak, penerbangan luar angkasa) biasanya setiap perusahaan
memiliki departemen penetapan harga tersendiri yang bertanggung jawab
kepada dept. Pemasaran atau manajemen puncak.
Pihak-pihak lain yang mempunyai pengaruh terhadap penetapan
harga adalah manajer penjualan, manajer produksi, manajer keuangan dan
akuntan
b. Faktor Ekternal
1) Sifat Pasar dan Permintaan; setiapperusahaan perlu memahami sifat dan permintaan
yang dihadapinya, apakah termasuk pasar persingan sempurna, persaingan
monopolistik, oligopoli, atau monopoli. Faktor lain yang tdk kalah pentingnya
adalah elastisitas permintaan
2) Persaingan;( Porter )
Ada lima kekuatan pokok yang berpengaruh dalam persaingan suatu industri :
a) Persaingan dalam industri yang bersangkutan
b) Pruduk Substitusi
c) Pemasok
d) Pelanggan dan
e) Ancaman-ancaman baru

Informasi yg dibutuhkan untuk menganalisis karakteritik persaingan yg dihadapi :

a) Jumlah Perusahaan dalam Industri


b) Ukuran relatif setiap anggota dalam Industri
c) Deferensiasi Produk
d) Kemudahan untuk memasuki industri yg bersangkutan

2.6 Metode Penetapan Harga

Setelah perusahaan menentukan dan menetapkan tujuan yang akan dicapai, maka
langkah atau tahapan selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga. Secara umum
metode penetapan harga terdiri dari 3 macam pendekatan, yakni ;

Penetapan harga berdasarkan biaya

a) Penetapan Harga Biaya Plus

Didalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah
seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang
dikehendaki pada unit tersebut ( margin )

Rumus ; Biaya Total + Margin = Harga Jual

b) Penetapan Harga Mark-Up

Untuk metode Mark-up ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung
harga pokok pembelian per unit ditambah ( mark-up ) jumlah tertentu

Rumus ; Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual

c) Penetapan Harga BEP ( Break Even Point )

Metode pentapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total biaya


keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.
Rumus ; BEP => Total Biaya = Total Penerimaan

Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor

Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai


referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar
dengan kondisi pasar oligopoli. Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para
pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi
harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan
cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa
pasar.

Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan

Proses penetapan harga yang didasari persepsi konsumen terhadap value/nilai


yang diterima (price value), sensitivitas harga dan perceived quality. Untuk
mengetahui value dari harga terhadap kualitas, maka analisa Price Sensitivity
Meter (PSM) merupakan salah satu bentuk yang dapat digunakan. Pada analisa ini
konsumen diminta untuk memberikan pernyataan dimana konsumen merasa harga
murah, terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal dan dikaitkan dengan kualitas
yang diterima.

2.7 Penyesuaian Penyesuaian Khusus Terhadap Harga


Penyesuaian khusus terhadap harga menurut daftar (list price) terdiri atas :

a. Diskon,
Diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli
sebagai penghargaan atas aktivitas tertentu dari pembeli yang menyenagkan bagi
penjual. Dalam strategi pemasaran dikenal empat bentuk diskon,yaitu
diskon kuantitas,
diskon musiman,
diskon kas (cash discount),
rade discount.
b. Allowance
Seperti halnya dengan diskon, allowance merupakan pengurangan dari harga
menurut daftar (list price) kepada pembeli karena adanya aktivitas-aktivitas tertentu
yang dilakukan pembeli.
Ada tiga bentuk allowance yang b iasa digunakan ,yaitu:
Trade-in Allowance
Promotional Allowance
Product Allowance

c. Penyesuaian Geografis (Geographical Adjustment)


1) Penyesuaian geografis merupakan penyesuaian terhadap harga yang dilakukan oleh
produsen atau juga wholesaler sehubungan dengan biaya transportasi produk dari
penjual ke pembeli.
2) Biaya transportasi ini merupakan salah satu unsur penting dalam biaya variable
total, yang tentunya akan menentukan harga akhir yang harus dibayar oleh pembeli.

2.8 Strategi Penetapan Harga


Strategi penetapan harga adalah tahapan dimana perusahaan mengklasifikasikan dan
menggolongkan produk atau jasa yang dihasilkannya merupakan produk baru yang belum
memiliki konsumen loyal/tetap atau produk yang telah beredar yang telah memiliki pangsa
pasar tersendiri.
Strategi penetapan harga ini juga berhubungan dengan siklus kehidupan
produk (Product Life Cycle) dimana suatu produk memiliki empat tahapan utama yakni,
Perkenalan, Pertumbuhan, Kematangan dan Penurunan.
Secara khusus strategi penetapan harga ini terdiri dari ;

1. Produk Baru

Dalam menetapkan strategi penetapan harga yang efektif untuk produk baru
atau tahap perkenalan ini terdapat 2 (dua) alternatif strategi penetapan harga, yaitu:

a. Harga Mengapung (Skimming Price)


Memberikan harga tinggi untuk menutup biaya dan menghasilkan
labamaksimum (perusahaan dapat meyakinkan konsumen bahwa produknya
berbeda dengan produk sejenis yang lain.)

Pendekatan skimming sangat efektif jika terdapat diferensiasi harga pada


segmen tertentu dan pesaing relatif sedikit. Skimming juga dapat dimanfaatkan
untuk membatasi permintaan sampai perusahaan merasa siap untuk melakukan
produksi masal. Apalagi skimming dapat meningkatkan nilai produk menjadi
sangat prestisius.

b. Harga Penetrasi

Memberikan harga rendah untuk menciptakan pangsa pasar dan permintaan,


strategi ini dapat diterapankan pada situasi pasar tidak terfragmentasi ke dalam
segmen yang berbeda, serta produk tersebut tidak mempunyai nilai simbolis yang
tinggi. Pendekatan ini juga efektif terhadap sasaran pasar yang sensitif harga.

2. Produk Yang Telah Beredar

Strategi penetapan harga untuk produk yang telah beredar ini tentunya tidak
terlepas dari posisi produk atau jasa tersebut dari siklus kehidupan produk, dalam hal
ini tahapan siklusnya berada pada 3 (tiga) tingkatan berikutnya setelah perkenalan
yakni;

a. Tahap Pertumbuhan

Pada tahap pertumbuhan ini ditandai dengan penjualan meningkat disertai


munculnya pesaing. Pada awalnya terjadi pertumbuhan yang cepat, strategi yang
diterapkan adalahtetap mempertahankan harga produk/pasar. Ketika pertumbuhan
melambat, terapkan strategi harga agresif ataumenurunkan harga untuk mendorong
penjualan sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat.

b. Tahap Kematangan
Pada tahap kematangan, fleksibilitas harga merupakan kunci efektivitas strategi
penetapan harga. Pada tahapan ini perusahaan harus benar-benar responsif terhadap
situasi pasar, konsumen maupun pesaing. Strategi penetapan harga dapat
menggunakan psikologis konsumen maupun pemotongan harga (diskon),
sehingga perusahaan dapat menjaga loyalitas konsumen (pangsa pasar) dan
meningkatkan jumlah permintaan dan keuntungan yang diperoleh.

c. Tahap Penurunan

Tahap penurunan produk atau jasa ditandai dengan menurunnya jumlah


permintaan secara terus-menerus, sebagai tahap terakhir daur hidup produk terdapat
dua alternatif langkah utama yang dapat dipilih. Pertama, strategi diskonting
(pemotongan harga) Kedua, mempertahankan harga tetapi memotong biaya-biaya
yang berhubungan dengan produk, terutama pengeluaran untuk promosi.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Strategi penetapan harga, merupakan salah satu unsur dari strategi pemasaran, menjadi
langkah penting bagi keberhasilan pemasaran suatu barang atau jasa. Model-model yang
diuraikan di atas hanyalah salah satu alternatif dari sekian banyak model penetapan harga
yang pernah disusun.
2. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan,
diminta, dicari dan dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan
atau keinginan pasar yang bersangkutan, produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang,
fisik, jasa, orang atau pribadi, tempat, organisasi dan ide sebagai pengaruh dari Consumer
Adoption Process, produk memiliki siklus hidup yang pada umumnya terdiri dari tahap
perkenalan, pertumbuhan, pendewasaan, dan penurunan
3. Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, setipa perusahaan harus
menetapkan harga secara tepat, ada beberapa metode penetapan harga yaitu :
pendekatan permintaan untuk menetapkan harga, pendekatan biaya untuk menetapkan
harga dan diskon selain itu pula terdapat beberapa metode penetapan harga khusus untuk
produk baru yaitu : Penetracing Pricing dan Skimming Pricing

3.2 Saran

1. Dalam menentukan penetapan harga, perusahaan tidak hanya memperhatikan harga namun
perlunya perhatian khusus mengenai faktor-faktor diluar harga yang mempengaruhi jumlah
permintaan, situasi pasar secara global, prilaku konsumen, siklus kehidupan produk dll,
sehingga strategi penetapan harga ini dapat terarah, efektif dan sesuai dengan tujuan
perusahaan atas produk atau jasa yang dihasilkannya.
DAFTAR PUSTAKA

Cthm, Aevunx. 2017. Makalah Penetapan Harga, (Online), (http://cari-


carimakalah.blogspot.co.id/2017/01/makalah-penetapan-harga-kewirausahaan.html,
diakses tanggal 30 September 2017).
Deka. 2017. Penetapan Harga: Tujuan, Strategi dan Berbagai Macam Pendekatnnya,
(Online), (https://ekonomiana.wordpress.com/tag/strategi-penetapan-harga/, diakses 1
Oktober 2017).
Maulana, Rizky. 2013. Makalh Penetapan Harga, (Online),
(http://ikokz14.blogspot.co.id/2013/10/makalah-penetapan-harga.html, diakses 30
September 2017).