Anda di halaman 1dari 17

STRATEGI PENGEMBANGAN GUNA

LAHAN DI KAWASAN RUNGKUT MADYA


Tugas Manajemen Perkotaan

NAMA: GEDE YOGA ARYA / NRP: 3611100060


Dosen Pengajar: Pak Putu Gde Ariastita, ST., MT.
Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pusat kota akan semakin padat dengan bertambahnya manusia yang menempati lokasi tersebut. Ketika
manusia sudah tidak memperoleh tempat lagi di pusat kota,maka mereka akan menempati lokasi-lokasi di
dekat pusat kota agar tetap bisa mencapai pusat kota dengan mudah. Selanjutnya perkembangan ini akan
menimbulkan dampak dalam penggunaan lahannya. Lokasi di sepanjang tepi jalan merupakan lokasi yang
strategis untuk melakukan aktivitas. Lokasi tersebut memiliki aksebilitas yang tinggi karena mudah
dijangkau. Dengan semakin banyaknya aktivitas ditempat tersebut, maka lahan yang jumlahnya terbatas
akan diperebutkan agar manusia tetap bisa memperoleh keuntungan yang maksimal (Wahyuningsih, 2008).
Persaingan tersebut secara langsung akan menjadikan nilai lahan perkotaan menjadi meningkat. Harga
lahan adalah suatu penilaian atas lahan yang didasarkan pada kemampuan lahan secara ekonomis dalam
hubungannya dengan produktivitas dan strategi ekonominya (Drabkin dalam Yunus, 2000). Fenomena
peningkatan nilai lahan tersebut juga dialami di beberapa kawasan di kota Surabaya, salah satunya di
kawasan Rungkut Madya yang mengalami peningkatan nilai lahan setelah dibangunnya Middle East Ring
Road (MERR) Jl. Dr. Ir. H. Soekarno. Adanya pembangunan MERR ini cukup penting karena untuk
memenuhi kebutuhan jalan di Surabaya, dalam perkembangan panjang jalan di kota Surabaya sendiri pada
tahun 2003 mencapai 1.067,36 kilometer meningkat menjadi 2.035,95 kilometer pada thun 2007
(Rachmandita,2007). Adanya pembangunan MERR menarik pembangunan pusat kegiatan bisnis lainnya
(ruko dan toko) yang diprediksi makin ramai apabila pemerintah berhasil membangun sampai dengan ke
Bandara Juanda (Surabaya Post, 2012). Harga tanah di kawasan Klampis Ngasem jika awal tahun 2010
masih dihargai Rp 1,3 juta per meter persegi (m2), kini sudah mencapai Rp 2 juta per m2. Begitu pula di
kawasan Kedung Baruk, Sebelum ada pembangunan lingkar timur harga tanah dijual Rp 1,5 juta- Rp 1,7
juta pe m2. Namun saat ini naik berkisar Rp 2,6 juta per m2. Sementara dikawasan Jl raya medokan
semampir memasang harga Rp 2,5 juta per m2. (Surabaya Post, 2012) padahal sebelum adanya
pembangunan MERR harga lahan dikawasan tersebut berkisar 750 ribu- Rp 5 juta per meter persegi
tergantung wilayah pada daerah MERR. Kondisi faktual tersebut menunjukkan adanya perbedaan harga
lahan yang diyakini akan terus berlangsung sepanjang koridor MERR seiring proses pembangunan MERR
yang menghubungkan Mulyorejo Perumahan Galaxi Klampis Ngasem Deles Sukolilo
MEDOKAN serta Semampir Kedung Baruk Rungkut Kedung Asem Gunung Anyar hingga Pondok
Tjandra. (Surabaya Post, 2012). Dari 6 tahun belakangan ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi terhadap
perubahan harga lahan di kawasan Rungkut Madya, hal ini tidak lepas dari pesatnya perkembangan tata
guna lahan dijalan tersebut selama 6 tahun belakangan. Fenomena peningkatan itu ditunjukkan seperti pada
tahun 2010 harga lahan rata-rata di Kawasan Rungkut Madya per meternya mencapai 700 ribu pada tahun
2011 harga lahan rata-rata mencapai 1 juta kemudian pada tahun 2012 mencapai 1,3 juta,tahun 2013
mencapai 1,5 juta,pada tahun 2014 mencapai 2 juta, di tahun 2015 mencapai 2,5 dan di tahun 2016
mencapai 2,5 hingga 3. Maka dari itu diperlukan strategi pengembangan guna lahan guna mendukung
peningkatan harga lahan
1.2 Tujuan dan sasaran
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menentukan strategi pengembangan guna
lahan untuk mendukung peningkatan harga lahan jadi pengawasan pan pengaturan perkembangan guna
lahan di Kawasan Rungkut Madya. Dari tujuan ini dihasilkan beberapa sasaran yaitu:
1. Mengidentifikasi Kawasan Rungkut Madya
2. Mengidentifikasi potensi dan masalah pada kawasan Rungkut Madya
3. Menyusun strategi pengembangan guna dengan menggunakan analisis SWOT
1.3 SISTEMATIKA PENULISAN
Pada makalah ini terdapat tiga bab yang berguna untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi dari
makalah ini secara keseluruhan. Sehingga adapun sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
Bab I
merupakan bab pendahuluan dan awal dari makalah ini. Pada bab ini berisi latar belakang, tujuan dan
sasaran, serta sistematika penulisan dari makalah Manajemen Kota.
Bab II
Bab berisi tentang tinjauan kebijakan terkait kota lama Makassar serta tinjauan pustaka terkait revitalisasi.
Bab III
merupakan bab gambaran umum kawasan yang berisi tentang gambaran umum kawasan kota lama
Makassar yang menjadi studi kasus dalam makalah ini.
Bab IV
merupakan bab pembahasan berisi tentang analisa dan penyusunan strategi revitalisasi melalui SWOT.
Selain itu pada bab ini juga berisi tentang gambaran potensi dan permasalahan yang terdapat di kawasan
kota lama Makassar yang akan menjadi input bagi penyusunan strategi revitalisasi kawasan.
Bab V
merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dari pembahasan yang ada dalam makalah ini
Bab 2
Tinjauan Pustaka

2.1 PENGEMBANGAN WILAYAH BERDASARKAN KEBIJAKSANAAN RENCANA TATA


RUANG WILAYAH KOTA SURABAYA TAHUN 2013 1
Arahan kebijaksanaan pengembangan wilayah berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah kota Surabaya
tahun 2013 diantaranya sebagai berikut :
1) Penyebaran prasarana pendidikan dari tingkat dasar, menengah hingga pendidikan tinggi di
masing-masing kecamatan.
2) Pengaturan kawasan perdagangan dilakukan melalui alokasi land use, sistem distribusi barang dan
jasa, dan peningkatan infrastruktur kota.
3) Unit-unit dan ruang untuk jaringan jalan yang lebih leluasa akan dirancang guna mengembangkan
lingkungan perkotaan. Jalan-jalan yang mendukung transportasi umum perkotaan harus
direncanakan.
4) Pengembangan sistem utilitas telepon dan listrik akan mengikuti pada karakteristik kebutuhan di
masing-masing kecamatan dan pembangunannya akan mengikuti pola pembangunan transportasi
kota baik pada jalan arteri, kolektor maupun lokal.
5) Peran serta masyarakat dalam pemanfaatan, bantuan teknik dan pengelolaan dalam pemanfaatan
ruang, dan kegiatan menjaga, memelihara dan meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan.
Pengembangan Sistem Insentif dan Disinsentif
Insentif bertujuan untuk memberikan rangsangan terhadap kegiatan yang seiring dengan tujuan rencana tata
ruang, melalui penetapan kebijakan di bidang ekonomi, fisik dan pelayanan umum. Kebijakan disinsentif
bertujuan untuk membatasi pertumbuhan atau mencegah kegiatan yang tidak sejalan dengan rencana tata
ruang, melalui penolakan pemberian perijinan pembangunan, pembatasan pengadaan dan prasarana.
2.2 PENGEMBANGAN WILAYAH BERDASARKAN KEBIJAKSANAAN RENCANA DETAIL
TATA RUANG KOTA 2
Kebijaksanaan RDTRK UP Rungkut, diantaranya meliputi arahan penggunaan lahan dan rencana prasarana
perkotaan.
1. Arahan Penggunaan Lahan
Secara umum penggunaan lahan lebih di arahkan sebagai kawasan perumahan (terutama dibagian Timur
kawasan rencana), disamping penggunaan lahan yang lain.
2. Arahan Rencana Prasarana Perkotaan dan Utilitas Air Bersih
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sebagian besar penduduk yang ada di kawasan studi telah
menggunakan jasa pelayanan PDAM, yang bersumber dari air sungai dan diolah di instasi Ngagel yang
mempunyai kapasitas + 1.500 liter/detik.
3. Listrik
Jaringan listrik untuk melayani kawasan studi adalah jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah dan
Rendah (SUTM dan SUTR). Pola jaringan untuk SUTM pada umumnya mengikuti jaringan jalan kolektor
dan lokal, sedangkan jaringan SUTR mempunyai tingkat pelayanan lebih jauh sampai di lingkungan
pemukiman dengan mengikuti pola jaringan jalan lokal dan lingkungan . Sedangkan sumber penyulangan
dari gardu induk Rungkut.
4. Telepon
Sarana telepon pada saat ini dipasok oleh STO Rungkut, dengan jaringan primernya yang melalui jalan-
jalan utama.
5. Pembuangan Air Hujan (Drainase)
Arahan perencanaan pembuangan air hujan (drainase) adalah sebagai berikut : - Saluran Wonorejo antara
20-30 meter. - Perlu adanya normalisasi Kali Rungkut menjadi 10 meter. - Saluran Kebon Agung yang akan
dikonversi menjadi saluran drainase. Direncanakan dengan lebar berturut-turut semakin ke Timur sebesar
12 ; 18 dan 30 meter.
6. Jaringan Jalan
Rencana pengembangan jalan arteri primer seperti jalan lingkar luar (outerning road) mempunyai cukup
penting dalam pengembangan struktur ruang di kawasan studi dan struktur jalan sekunder di UP. Rungkut.
Rencana pengembangan jalan yang direncanakan di UP .Rungkut yang memberi akses bagi perkembangan
kawasan adalah : jalan Arteri Sekunder, jalan Kolektor Sekunder, jalan Lokal Sekunder dan jalan
Lingkungan.
BAB 3
GAMBARAN UMUM WILAYAH

Gambaran Umum
3.1 Batasan umum Wilayah
Kawasan Rungkut Madya merupakan kawasan yang didalamnya mencakup Kelurahan Gunung
Anyar,Kelurahan Rungkut Kidul, Kelurahan Rungkut Tengah. Secara geografis Kawasan Rungkut Madya
terletak pada 70197S dan 1120480E, dan berada pada ketinggian 6 m dari permukaan laut. Wilayah
yang dijadikan sebagai bahan penelitian ini adalah Kawasan Rungkut Madya yang terdiri dari 3 kelurahan
yaitu Kelurahan Gunung Anyar, Kelurahan Rungkut Kidul dan Kelurahan Rungkut Tengah. Lingkup
wilayah penelitan ini adalah Kawasan Rungkut Madya yang memiliki batas sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kelurahan Rungkut Tengah
Sebelah Timur : Jalan Rungkut Madya
Sebelah Selatan : Kelurahan Gunung Anyar
Sebelah Barat : Kelurahan Rungkut Kidul
3.2 Kondisi Wilayah
3.2.1 Penggunaan Lahan Disekitar Jalan
Lahan kota terbagi menjadi lahan terbangun dan lahan tak terbangun. Lahan terbangun terdiri dari
perumahan, industri, perdagangan, jasa dan perkantoran. Sedangkan lahan tak terbangun terbagi menjadi
lahan tak terbangun yang digunakan untuk aktivitas kota (kuburan, rekreasi, transportasi, ruang terbuka)
dan lahan tak terbangun non aktivitas kota (pertanian, perkebunan, area perairan, produksi dan
penambangan sumber daya alam).
Berdasarkan pengertian terhadap penggunaan lahan diatas, maka dapat diketahui bahwa
penggunaan lahan dikawasan Rungkut Madya terdiri dari:
o Perumahan
Penggunaan lahan di wilayah penelitian didominasi rumah tempat tinggal. Jenis bangunan rumah
dan apartemen di wilayah penelitian adalah permanen. Pada wilayah penelitian jenis rumah permanen itu
berdiri secara legal karena tidak dibangun diatas kawasan lahan lindungi seperti bantaran sungai atau tanah
irigasi
o Fasilitas umum
Penggunaan lahan seperti fasilitas umum yang terdapat pada wilayah penelitian seperti kantor
kelurahan, Balai RW5, SMP, SMA, masjid, sd, kampus, posko keamanan,universitas
o Perdagangan dan jasa
Penggunaan lahan seperti perdagangan dan jasa pada wilayah penelitian berupa warung, toko,
restoran, bengkel, bank, cafe.
3.2.2 Sarana dan Prasarana
Sarana yang terdapat di wilayah penelitian merupakan kategori lengkap dikarenakan di wilayah
penelitian terdapat sarana keamanan,sarana pendidikan,sarana peridabatan,sarana olaharaga. Contoh seperti
Balai pertemuan yang dipakai 1 atau 2 kali dalam sebulan untuk membahas permasalahan atau persiapan
suatu kegiatan di wilayah penelitian. Kondisi Prasarana eksisting yang terdapat di wilayah penelitian adalah
sebagai berikut:

Air bersih
Di wilayah penelitian ini mendapat air bersih dari jaringan air PDAM

Jaringan Listrik
Di wilayah penelitian ini mendapat listrik dari pelayanan listrik PLN. Jenis pembayaran listrik tiap
rumah di wilayah penelitian terbagi menjadi dua yaitu prabayar dan system token

Sanitasi
Pada wilayah penelitian tiap rumah sudah memiliki wc dan memiliki septi tank sebagai penampung
limbah rumah tangga
Persampahan
Pada wilayah penelitian sudah terdapat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan juga terdapat
tong sampaj di tiap rumah di wilayah penelitian.

Drainase
Pada wilayah penelitian terdapat Got atau Parit yang digunakan sebagai penampung air hujan yang
berguna untuk mencegah terjadinya banjir
3.2.3 Transportasi
Sarana dan Transportasi di wilayah penelitian tergolong cukup dikarenakan jalan yang sudah
beraspal dan teramsuk kategori jalan sekunder karena memiliki lebar jalan hingga 10 meter namun belum
terdapat trotoar di pinggir jalannya tetapi karena system drainase yang bagus ketika hujan dating tidak
terdapat genangan air yang dalam.
BAB 4
PEMBAHASAN

4.1 Analisis SWOT


Analisis untuk merumuskan strategi pengembangan guna lahan di Kawasan Rungkut Madya dapat
menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT melakukan pemindaian kondisi lingkungan internal dan
eksternal yang dapat menjadi faktor yang mempermudah atau mempersulit pencapaian tujuan
pengembangan suatu wilayah. Pendekatan analisis SWOT yang digunakan merupakan pendekatan yang
didasarkan pada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada Kawasan Rungkut Madya. Tahapan
analisis SWOT yang dilakukan meliputi tahapan identifikasi dan penilaian kondisi internal dan eksternal.
a) Analisis Internal
Dilakukan kajian terhadap faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan dari Kawasan
Rungkut Madya dengan faktor-faktor kunci dalam kekuatan dan kelemahan serta menawarkan
respon yang mungkin dilakukan. Berikut adalah hasil analisis internal Kawasan Rungkut Madya.

1. Strength
Lokasi berbatasan langsung dengan Jalan MERR menjadikan keuntungan bagi Kawasan
Rungkut Madya dari segi aksesibilitas yang cepat.
Berbatasan langsung dengan kawasan industri SIER.
Dukungan terhadap pemenuhan fasilitas pendidikan yang lengkap mulai dari Sekolah
Dasar hingga Universitas terdapat di Kawasan Rungkut Madya.
Masih banyak lahan kosong yang dapat dikembangkan terutama diarahkan menjadi
kawasan permukiman.
Terdapat banyak lahan permukiman yang didukung fasilitas penunjang seperti banyak
terdapat fasilitas perkantoran dan jasa
2. Weakness
Identifikasi faktor kelemahan meliputi kondisi atau karakter internal yang dimiliki yang
dapat menjadi kendala atau hambatan dalam suatu wilayah. Berikut adalah kelemahan dari
Kawasan Rungkut Madya:
Tingginya jumlah moda transportasi yang memanfaatkan Jalan MERR hingga dapat
memicu kemacetan pada jam-jam tertentu.
Pengaturan drainase yang kurang baik karena Kawasan Rungkut Madya merupakan
kawasan sering banjir jika hujan deras melanda.
Minimnya jumlah ruang terbuka hijau di Kawasan Rungkut Madya.
Kurangnya promosi terhadap perumahan atau apartemen baru di Kawasan Rungkut
Madya
Pengembangan kawasan besar-besaran dapat memicu kerusakan lingkungan
b) Analisis Eksternal
Setelah dilakukan analisis internal, analisis eksternal juga perlu untuk dianalisis lebih
lanjut. Berikut merupakan telaah dari analisis eksternal yang ada:
3. Opportunity
Faktor peluang adalah obyek atau kondisi eksternal memudahkan atau memfasilitasi wilayah
untuk mencapai tujuan perencanaan:
Memiliki potensi sebagai pusat ekonomi baru di Surabaya
Banyak penduduk Surabaya yang mencari tempat tinggal baru dan Kawasan Rungkut
madya merupakan salah satu kawasan yang diidamkan
Banyak investor yang ingin menginvestasi di Kawasan Rungkut madya karena kawasan ini
sedang berkembang pesat
Terdapat banyak jenis lembaga atau pengusaha yang berpotensi dalam mewujudkan
peluang kerjasama pengembangan kawasan
4. Threat
Faktor ancaman merupakan tren dan perkembangan di luar wilayah yang dapat
mempersulit tercapainya tujuan pengembangan suatu wilayah. Berikut adalah ancaman yang
ada di Kawasan Rungkut Madya:
Tingginya persaingan trend pembangunan kawasan secara vertikal dapat berdampak pada
Kawasan Rungkut Madya.
Peningkatan status kawasan akan turut meningkatkan jumlah penduduk yang mengakses
kawasan ini.
Pengembangan besar-besaran berpotensi dalam mempengaruhi status daya dukung
lingkungan yang semakin menurun.
Pengembangan kawasan secara besar-besaran memerlukan persyaratan pengajuan izin
yang kompleks pula.
Permintaan pemenuhan kebutuhan prasarana seperti air bersih, listrik, limbah, dan
sejenisnya yang semakin meningkat.
Tabel Analisis SWOT
NO STRENGHT WEAKNESS OPPORTUNITY THREAT
1 Lokasi berbatasan Tingginya jumlah moda Memiliki potensi sebagai Tingginya persaingan
langsung dengan Jalan transportasi yang pusat ekonomi baru di trend pembangunan
MERR menjadikan memanfaatkan Jalan Surabaya kawasan secara vertikal
keuntungan bagi Kawasan MERR hingga dapat dapat berdampak pada
Rungkut Madya dari segi memicu kemacetan Kawasan Rungkut
aksesibilitas yang cepat. pada jam-jam tertentu. Madya.
2 Berbatasan langsung Pengaturan drainase Banyak penduduk Peningkatan status
dengan kawasan industri yang kurang baik Surabaya yang mencari kawasan akan turut
SIER. karena Kawasan tempat tinggal baru dan meningkatkan jumlah
Rungkut Madya Kawasan Rungkut madya penduduk yang
merupakan kawasan merupakan salah satu mengakses kawasan ini.
sering banjir jika hujan kawasan yang diidamkan
deras melanda.
3 Dukungan terhadap Minimnya jumlah ruang Banyak investor yang ingin Pengembangan besar-
pemenuhan fasilitas terbuka hijau di menginvestasi di Kawasan besaran berpotensi
pendidikan yang lengkap Kawasan Rungkut Rungkut madya karena dalam mempengaruhi
mulai dari Sekolah Dasar Madya. kawasan ini sedang status daya dukung
hingga Universitas berkembang pesat lingkungan yang semakin
terdapat di Kawasan menurun.
Rungkut Madya.
4 Masih banyak lahan Kurangnya promosi Terdapat banyak jenis Pengembangan kawasan
kosong yang dapat terhadap perumahan lembaga atau pengusaha secara besar-besaran
dikembangkan terutama atau apartemen baru di yang berpotensi dalam memerlukan persyaratan
diarahkan menjadi Kawasan Rungkut mewujudkan peluang pengajuan izin yang
kawasan permukiman. Madya kerjasama pengembangan kompleks pula.
kawasan
5 Terdapat banyak lahan Pengembangan Permintaan pemenuhan
permukiman yang kawasan besar- kebutuhan prasarana
didukung fasilitas besaran dapat memicu seperti air bersih, listrik,
penunjang seperti banyak kerusakan lingkungan limbah, dan sejenisnya
terdapat fasilitas yang semakin meningkat.
perkantoran dan jasa
Sumber: hasil analisis 2016
4.2 Strategi Pengembangan Guna Lahan Kawasan Rungkut Madya
Strategi pengembangan kawasan Rungkut Madya diperoleh dari hasil analisis SWOT yang
dikombinasikan antara faktor internal dan faktor eksternal yang meliputi SO, ST, WO, dan WT. Perumusan
strategi pengembangan melalui analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:

STRENGHT WEAKNESS
STRATEGI S-O STRATEGI W-O
1. Meningkatkan daya tarik Kawasan Rungkut Madya 1. Mengoptimalkan pembangunan ruang yang
dengan mengembangkan sarana dan prasarana tersedia seperti pembangunan bangunan huni
OPPORTUNITY

(S1,01,03) vertical guna mengefisiensi penggunaan ruang


2. Mengembangkan pembangunan permukiman di (W3,02)
kawasan rungkut madya (S4,02) 2. Membangun sistem drainase yang ramah
3. Pembangunan rumah siap huni di Kawasan lingkungan (W2,W5,O1)
Rungkut madya (S5,O3) 3. Pengaturan sistem transportasi dan peningkatan
4. Peningkatan Fasilitas umum di Kawasan Rungkut fasilitas sarana (W1,03)
Madya (S2,S3,O4) 4. Peningkatan iklan promosi tentang hunian atau
apartemen baru di kawasan rungkut madya dan
pembangunan land mark guna meningkatkan daya
tarik (W4,O4)
STRATEGI S-T STRATEGI W-T
1. Membangun fasilitas perdagangan dan jasa 1. Melindungi kawasan cagar alam seperti bakau dan
THREAT

secara terpusat (S5,T4) membuat RTH (W3,T3)


2. Pengawasan perkembangan penduduk di 2. Membangun system drainase yang ramah
kawasan seiring peningkatan status (S1,S2,T2) lingkungan dan tempat pengolahan limbah rumah
3. Pembangunan fasilitas dan permukiman yang tangga (W2,T5)
ramah lingkungan (S3,T3) 3. Pengaturan pembangunan bangunan yang ramah
4. Pengaturan lahan yang boleh dibangun bangunan lingkungan dan penentuan lahan yang boleh
vertical dan bangunan yang boleh dibangunan dibangun bangunan vertical (W5,T1)
perumahan dan pengaturan system 4. Peningkatan promosi hunian siap tinggal di
drainase,pembuangan limbah rumah tangga dan kawasan rungkut madya dan pengaturan surat-
pembangunan sutet (S4,T1,T5) surat izin mendirikan bangunan bagi para
developer lebih dipermudah (W4,T4)
5. Pengaturan moda transportasi dan penyesuaian
kondisi jalan dengan jumlah kendaraan yang
melewati kawasan (W1,T2)
Sumber: hasil analisis 2016
Dari hasil analisis SWOT tersebut, dihasilkan beberapa strategi perkembangan guna lahan berdasarkan
potensi dan permasalahan pada kawasan Rungkut Madya yang dijabarkan melalui program-program
pengembangan, antara lain :
1. Meningkatkan daya tarik Kawasan Rungkut madya dengan mengembangkan sarana dan
prasarana . Strategi ini diaplikasikan dengan progam-progam sebagai berikut:
Pelebaran jalan-jalan kolektor
Pembangunan landmark
Peningkatan kelas jalan
2. Mengembangkan pembangunan permukiman di kawasan rungkut madya. Strategi ini
diaplikasikan dengan progam-progam sebagai berikut:
Pembangunan rumah-rumah siap huni atau rumah susun
3. Pembangunan rumah siap huni di Kawasan Rungkut madya. Strategi ini diaplikasikan dengan
progam-progam sebagai berikut:
Pembangunan rumah-rumah yang sudah full furniture dan siap huni
4. Peningkatan Fasilitas umum di Kawasan Rungkut Madya. Strategi ini diaplikasikan dengan
progam-progam sebagai berikut:
Pelengkapan fasilitas umum yang ada sesuai dengan SPM (standart pelayanan
minimum)
5. Membangun fasilitas perdagangan dan jasa secara terpusat. Strategi ini diaplikasikan dengan
progam-progam sebagai berikut:
Pembangunan kompleks khusus untuk perdagangan dan jasa seperti pembangunan
pujasera
6. Pengawasan perkembangan penduduk di kawasan seiring peningkatan status. Strategi ini
diaplikasikan dengan progam-progam sebagai berikut:
Melakukan survei penduduk tiap 5 tahun sekali agar bisa mengetahui kebutuhan lahan
berapa per tahunnya
7. Pembangunan fasilitas dan permukiman yang ramah lingkungan. Strategi ini diaplikasikan
dengan progam-progam sebagai berikut:
Pembangunan perumahan atau bangunan fasilitas yang eco building seperti banyak
terdapat ruang terbuka hijau disekitar bangunan tersebut dan sistem pembuangan
limbah yang langsung menuju tempat penampungan, ada tempat sebagai peresapan air
8. Pengaturan lahan yang boleh dibangun bangunan vertical dan bangunan yang boleh
dibangunan perumahan dan pengaturan system drainase,pembuangan limbah rumah tangga dan
pembangunan sutet .Strategi ini diaplikasikan dengan progam-progam sebagai berikut:
Pengaturan system drainase di Kawasan Rungkut Madya
Pembuatan tempat untuk recycle limbah rumah tangga
Pembangunan taman umum
9. Mengoptimalkan pembangunan ruang yang tersedia seperti pembangunan bangunan huni
vertical guna mengefisiensi penggunaan ruang. Strategi ini diaplikasikan dengan progam-
progam sebagai berikut:
Pembangunan apartemen atau rumah susun sebagai upaya untuk meminilisasi
penggunaan ruang
10. Membangun sistem drainase yang ramah lingkungan. Strategi ini diaplikasikan dengan
progam-progam sebagai berikut:
Pembangunan system drainase yang tidak mengurangi ruang terbuka hijau atau
menebang pohon
11. Pengaturan sistem transportasi dan peningkatan fasilitas sarana. Strategi ini diaplikasikan
dengan progam-progam sebagai berikut:
Peningkatan kelas jalan
Pembuatan halte bus
12. Peningkatan iklan promosi tentang hunian atau apartemen baru di kawasan rungkut madya dan
pembangunan land mark guna meningkatkan daya tarik. Strategi ini diaplikasikan dengan
progam-progam sebagai berikut:
Pemilihan Landmark sebagai daya tarik kawasan
Penggencaran promosi iklan tentang berbagai hunian baru di kawasan rungkut madya
13. Melindungi kawasan cagar alam seperti bakau dan membuat RTH. Strategi ini diaplikasikan
dengan progam-progam sebagai berikut:
Pengawasan ketatb terhadap cagar alam yang terdapat di kawasan
Pembangunan daerah RTH seperti taman
14. Membangun sistem drainase yang ramah lingkungan dan tempat pengolahan limbah rumah
tangga. Strategi ini diaplikasikan dengan progam-progam sebagai berikut:
Pengawasan pintu-pintu air yang sudah dipenuhi oleh sampah dan pemiliharaan usia
pintu air yang sudah lama
Pembangunan tempat untuk mengolah limbah rumah tangga untuk kemudian dijadikan
pupuk atau produk
15. Pengaturan pembangunan bangunan yang ramah lingkungan dan penentuan lahan yang boleh
dibangun bangunan vertical. Strategi ini diaplikasikan dengan progam-progam sebagai berikut:
Pengawasan pembangunan bangunan-bangunan baru harus memiliki green concept
Pembuatan rencana penetepan daerah mana yang boleh dibangun bangunan vertical
16. Peningkatan promosi hunian siap tinggal di kawasan rungkut madya dan pengaturan surat-surat
izin mendirikan bangunan bagi para developer lebih dipermudah. Strategi ini diaplikasikan
dengan progam-progam sebagai berikut:
Permudahan proses pengurusan ijin-ijin mendirikan bangunan
17. Pengaturan moda transportasi dan penyesuaian kondisi jalan dengan jumlah kendaraan yang
melewati kawasan Strategi ini diaplikasikan dengan progam-progam sebagai berikut:
Pengaturan jenis moda transportasi yang melewati kawasan rungkut madya
Peningkatan kelas jalan dan pelebaran jalan

Tabel Pelaksanaan Rencana Strategis dan Program beserta


Sumber dana
No Strategi Program 2017 2018 2019 2020 Sumber Dana
1 Meningkatkan daya tarik Pelebaran jalan-jalan kolektor APBD
Kawasan Rungkut madya dengan Pembangunan landmark
mengembangkan sarana dan Peningkatan kelas jalan
prasarana
2 Mengembangkan pembangunan Pembangunan rumah-rumah siap APBD
permukiman di kawasan rungkut huni atau rumah susun
madya.
3 Pembangunan rumah siap huni di Pembangunan rumah-rumah Dana
Kawasan Rungkut madya yang sudah full furniture dan Developer
siap huni

4 Peningkatan Fasilitas umum di Pelengkapan fasilitas umum APBD


Kawasan Rungkut Madya yang ada sesuai dengan SPM
(standart pelayanan minimum)

5 Membangun fasilitas Pembangunan kompleks khusus APBD


perdagangan dan jasa secara untuk perdagangan dan jasa
terpusat seperti pembangunan pujasera

6 Pengawasan perkembangan Melakukan survei penduduk tiap APBD


penduduk di kawasan seiring 5 tahun sekali agar bisa
peningkatan status. mengetahui kebutuhan lahan
berapa per tahunnya

7 Pembangunan fasilitas dan Pembangunan perumahan atau Dana


permukiman yang ramah bangunan fasilitas yang eco Developer
lingkungan. building seperti banyak terdapat
ruang terbuka hijau disekitar
bangunan tersebut dan sistem
pembuangan limbah yang
langsung menuju tempat
penampungan, ada tempat
sebagai peresapan air

8 Pengaturan lahan yang boleh Pengaturan system drainase di APBD


dibangun bangunan vertical dan Kawasan Rungkut Madya
bangunan yang boleh Pembuatan tempat untuk recycle
dibangunan perumahan dan limbah rumah tangga
pengaturan system Pembangunan taman umum
drainase,pembuangan limbah
rumah tangga dan pembangunan
sutet
9 Mengoptimalkan pembangunan Pembangunan apartemen atau APBD
ruang yang tersedia seperti rumah susun sebagai upaya
pembangunan bangunan huni untuk meminilisasi penggunaan
vertical guna mengefisiensi ruang
penggunaan ruang
10 Membangun sistem drainase Pembangunan system drainase APBD
yang ramah lingkungan. yang tidak mengurangi ruang
terbuka hijau atau menebang
pohon

11 Pengaturan sistem transportasi Pengawasan pintu-pintu air yang APBD


dan peningkatan fasilitas sarana sudah dipenuhi oleh sampah dan
pemiliharaan usia pintu air yang
sudah lama
Pembangunan tempat untuk
mengolah limbah rumah tangga
untuk kemudian dijadikan pupuk
atau produk

12 Peningkatan iklan promosi Pemilihan Landmark sebagai APBD


tentang hunian atau apartemen daya tarik kawasan
baru di kawasan rungkut madya Penggencaran promosi iklan
dan pembangunan land mark tentang berbagai hunian baru di
guna meningkatkan daya tarik kawasan rungkut madya

13 Melindungi kawasan cagar alam Pengawasan ketat terhadap cagar APBD


seperti bakau dan membuat RTH alam yang terdapat di kawasan
Pembangunan daerah RTH
seperti taman
14 Membangun sistem drainase Pengawasan pintu-pintu air yang APBD
yang ramah lingkungan dan sudah dipenuhi oleh sampah dan
tempat pengolahan limbah rumah pemiliharaan usia pintu air yang
tangga sudah lama
Pembangunan tempat untuk
mengolah limbah rumah tangga
untuk kemudian dijadikan pupuk
atau produk

15 Pengaturan pembangunan Pengawasan pembangunan APBD


bangunan yang ramah bangunan-bangunan baru harus
lingkungan dan penentuan lahan memiliki green concept
yang boleh dibangun bangunan Pembuatan rencana penetepan
vertical. daerah mana yang boleh
dibangun bangunan vertical

16 Peningkatan promosi hunian siap Permudahan proses pengurusan APBD


tinggal di kawasan rungkut ijin-ijin mendirikan bangunan
madya dan pengaturan surat-
surat izin mendirikan bangunan
bagi para developer lebih
dipermudah
17 Pengaturan moda transportasi Pengaturan jenis moda APBD
dan penyesuaian kondisi jalan transportasi yang melewati
dengan jumlah kendaraan yang kawasan rungkut madya
melewati kawasan Peningkatan kelas jalan dan
pelebaran jalan
BAB V
KESIMPULAN & Lesson Learn

5.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan diatas, maka strategi yang dapat dilakukan untuk menangani masalah
tersebut adalah a) Meningkatkan daya tarik Kawasan Rungkut Madya dengan mengembangkan sarana dan
prasarana, b) Mengembangkan pembangunan permukiman di kawasan rungkut madya, c) Membangun
fasilitas perdagangan dan jasa secara terpusat, d) Mengoptimalkan pembangunan ruang yang tersedia
seperti pembangunan bangunan huni vertical guna mengefisiensi penggunaan ruang, e) Membangun sistem
drainase yang ramah lingkungan, f) Pengaturan lahan yang boleh dibangun bangunan vertical dan bangunan
yang boleh dibangunan perumahan dan pengaturan system drainase,pembuangan limbah rumah tangga dan
pembangunan sutet, g) Melindungi kawasan cagar alam seperti bakau dan membuat RTH .
5.2 Lesson Learn
Lesson learn yang didapatkan dari pembahasan diatas tentang Perkembangan Guna Lahan di
Kawasan Rungkut Madya yang berkembang tiap tahunnya dan kondisi saat ini yang didukung dengan
adanya MERR membuat Kawasan Rungkut Madya jadi merupakan kawasan yang paling terdekat dan
sering dilewati warga Surabaya yang ingin menuju pondok Chandra,bandara juanda dan sidoarjo. Membuat
banyak developer dan investor yang ingin mengembangkan usaha di Kawasan Rungkut Madya dan banyak
warga yang mencari tempat tinggal baru banyak yang mengidamkan untuk tinggal di Kawasan Rungkut
Madya karena selain dekat dengan MERR juga didukung oleh banyak fasilitas penunjang.Namun
perkembangan ini belum dimaksimalkan oleh pemerintah maka dari itu diperlukan Strategi Perkembangan
Guna Lahan Di Kawasan Rungkut Madya.