Anda di halaman 1dari 7

1.

Alat ukur panjang dan ketelitiannya


a. Mistar
Di SMP anda telah menggunakan mistar (mistar dengan panjang skala 30 cm) untuk
mengukur besaran panjang. Perhatikan gores-gores panjang dan gores-gores pendek pada
mistar anda. Berapakah panjang jarak antara dua gores panjang yang berdekatan?
Berapakah panjang jarak anatar dua gores pendek yang berdekatan?
Jarak antara dua garis pendek berdekatan pada mistar yang biasa anda gunakan adalah 1
mm atau 0,1 cm. nilai ini menyatakan skala terkecil mistar. Jadi, skala terkecil mistar adalah
1 mm atau 0,1 cm. bagaimana dengan ketelitian atau ketidakpastian mistar? Ketelitian
mistar adalah setengah dari skala terkecilnya . Jadi, ketelitian atau ketidakpastian mistar
adalah
1
1 = 0,5 0,05
2
Dengan ketelitian 0,05 cm maka mistar dapat anda gunakan untuk mengukur panjang buku
fisika ini atau panjang pensil anda. Dapatkah anda mengukur diameter kelereng secara teliti
dengan menggunakan mistar?
b. Jangka sorong
Jangka sorong umumnya diguankan untuk mengukur diameter dalam benda, misalnya
diameter cincin pada Gambar 1.1a. jangka sorong juga dapat mengukur diameter luar
sebuah benda, misalnya diameter kelereng pada Gambar 1.1b
Jangka sorong terdiri atas dua bagian: rahang tetap dan rahang geser. (Gambar 1.2). jangka
sorong juga terdiri atas dua skala: skala utama dan nonius (atau vernier). Sepuluh skala
utama memiliki panjang 1 cm sedangkan 10 skala nonius memiliki panjang 0,9 cm. Jadi, beda
satu skala nonius dengan satu skala utama adalah 0,1 cm -0,09 cm = 0,01 cm atau 0,1 mm.
Jadi, skala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Bagaimana dengan
ketelitian atau ketidakpastian jangka sorong? Ketelitian jangka sorong adalah setengah dari
skala terkecilnya . Jadi, ketelitian jangka sorong adalah
1
0,1 = 0,05 0,005
2
Dengan ketelitian 0,005 cm, Maka jangka sorong dapat anda gunakan untuk mengukur
diameter kelereng atau tebal keeping logam dengan lebih teliti (akurat). Dapatkah anda
menggunakan jangka sorong untuk mengukur tebal selembar uang kertas atau diameter
kawat tipis dengan teliti(akurat)?
c. Mikrometer sekrup
Bagian-bagian dari sebuah micrometer sekrup dapat Anda lihat pada Gambar 1.3. skala
utama tertera pada selubung dan skala nonius tertera pada selubung luar. Jika, selubung
luar anda putar lengkap 1 kali maka rahang geser dan lubung luar maju atau mundur 0,5
mm. karena selubung luar memiliki 50 skala, maka 1 skala pada selubung luar sama dengan
jarak maju atau mundur rahang geser sejauh 0,5 mm/50 = 0,01 mm. Jadi, skala terkecil
mikrometer sekrup adalah 0,01 mm atau 0,001 cm.
Bagaimana dengan ketelitian atau ketidakpastian mikrometer sekrup? Ketelitian
mikrometer sekrup adalah setengah dari skala terkecilnya . Jadi, ketelitian mikrometer
sekrup adalah

1
0,01 = 0,005 0,0005
2
Dengan ketelitian 0,0005 cm, mikrometer sekrup dapat Anda gunakan untuk mengukur
tebal selembar kertas atau diameter kawat tipis dengan teliti (akurat).

Beberapa teknik pengukuran panjang


Bagaimana orang mengukur kedalaman laut, jari-jari bumi, atau jarak Bumi-Matahari, atau
bahkan jarak bintang yang sangat jauh? Di SMP telah Anda ketahui bahwa kedalaman laut
dapat diukur dengan teknik pantulan ultrasonic.
Sebuah instrument, yang disebut Fathometer memancarkan pulsa ultrasonic. Ketika pulsa
itu mengenai dasar laut, pulsa dipantulkan dan pulsa pantul ini diterima kembali oleh
fathometer (lihat Gambar 1.4). Misalkan cepat rambat bunyi dalam air adalah v= 1500 m/s
dan selang waktu antara pulsa pancar sampai pulsa pantul diterima kembali oleh
fathometer adalah t= 8 sekon, maka

(1500 ) (8)
= = = 6000
2 2
Jari-jari Bumi, R, secara sederhana dapat diukur dengan teknik pengukuran sudut pusat yang
dibentuk oleh sinar Matahari di dua tempat pada permukaan Bumi, yang jaraknya telah
diketahui. Inilah teknik sederhana yang telah digunakan oleh Eratostenes, 2300 tahun yang
lalu (tahukah Anda halaman 88)
Jarak Matahari atau Bintang dari bumidapat diukur secara tidak langsung dengan
menggunakan teknik sederhana, yaitu metode paralaks bintang. Nah, carilah informasi dari
berbagai sumber, kemudian jelaskan secara terperinci bagaimana cara menentukan jarak
sebuah bintang dari Matahari dengan menggunakan metode paralaks.
Alat ukur waktu yang umum Anda gunakan dalam percobaan fisika adalah stopwatch.
Dengan Stopwatch digital Anda langsung dapat membaca selang waktu yang diukur pada
layar Stopwatch (Gambar 1.5b). pada Stopwatch analog seperti Gambar 1.5a, jarak antara
dua gores panjang yang ada angkanya adalah 2 sekon. Jarak itu dibagi atas 20 skala. Dengan
2
demikian, skala terkecilnya adalah 20
= 0,1 . tentu saja ketelitian Stopwatch
tersebut adalah
1 1
= 0,1 = 0,05 .
2 2

3 ketidakpastian pada pengukuran


a. Kesalahan
Dalam pengukuran suatu besaran selalu ada kesalahan, baik yang dilakukan oleh Anda
maupun alat ukur. Dengan kata lain, Anda tidak mungkin memperoleh nilai benar x0,
melainkan selalu terdapat ketidakpastian. Ketidakpastian disebabkan oleh kesalahan dalam
pengukuran. Kesalahan (error) adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x0.
Ada tiga macam kesalahan: (!) kesalahan umum (keteledoran), (2) kesalahan acak, dan (3)
kesalahan sistematis.
Keteledoran umumnya disebabkan oleh keterbatasan pengamat, diantaranya
kekurangterampilan memakai alat ukur, terutama untuk alat ukur canggih yang melibatkan
banyak komponen yang harus diatur, atau kekeliruan dalam melakukan pembacaan skala
kecil.
Kesalahan acak disebabakan adanya fluktuasi-fluktuasi yang halus pada kondisi-kondisi
pengukuran. Fluktuasi-fluktuasi halus dapat disebabkan oleh gerak Brown molekul udara,
fluktuasi tegangan listrik PLN atau baterai, landasan yang bergetar, dan bising.
Kesalahan acak (random error) menghasilkan simpangan yang tidak dapat diprediksi
terhadap nilai benar x0, sehingga tiap bacaan memiliki peluang untuk berada diatas atau
dibawah nilai benar. Kesalahan acak tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi dengan
mengambil rata-rata dari semua bacaan hasil pengukuran. Suhu rata-rata dari keempat
bacaan pada contoh 1 dalam Tabel 1.1 adalah 30,10C. nilai tersebut cukup dekat dengan
suhu sebenarnya 30,20C. Jika nilai rata-rata hasil pengukuran dekat dengan nilai benar, maka
pengukuran dikatakan akurat (teliti). Karena itu, pengukuran pada contoh 1 adalah akurat.
Ketiak sekumpulan bacaan memiliki kesalahan acak kecil, yaitu bacaan-bacaan ini dipencar
dekat dengan nilai rata-rata, maka pengukuran adalah presisi (tepat). Sebaliknya, jika
memiliki kesalaahn acak besar, yaitu bacaan-bacaan dipencar jauh dari nilai rata-rata maka
pengukuran adalah tidak presisi (tidak tepat).
Ke-3 harus Anda taksir, tetapi taksiran hanya boleh 0 atau 5. Karena ujung benda lebih sedikit dari garis
4,3 cm, maka taksiran angka ke-3 adalah 5. Jadi, pengukuran mistar Anda laporkan sebagai

Panjang L= x0x

L= (4,35 0,05) cm

Apa arti pengukuran panjang diatas?

Artinya, kita tidak tahu nilai benar x0, akan tetapi, setelah diukur satu kali, maka x0 berada disekitar 4,35
cm yaitu anatar 4,30 cm(dari 4,35-0,05) dan 4,40 cm (dari 4,35 + 0,05).

Pengukuran tunggal dengan jangka sorong

Telah Anda ketahui, ketidakpastian jangka sorong adalah x = 0,005 cm atau 0,05 mm. misalnya Anda
mengukur panjang suatu benda dengan jangka sorong, seperti pada Gambar 1.8. Bagaimana Anda
menyatakan hasil pengukurannya?

Cara menentukan hasil pengukuran panjang L adalah sebagai berikut.

(1) Perhatikan angka pada skal utama yang berdekatan dengan angka 0 pada nonius. Pada Gambar
1.8 angka tersebut antara 2,1 cm dan 2,2 cm.
(2) Perhatikan garis skala nonius yang tepat berimpit dengan garis pada skala utama. Pada Gambar
1.8 garis nonius yang tepat berimpit dengan garis pada skala utama adalah garis ke-5 ini berarti:
x0 =2,1 cm +5 x 0,01 cm = 2,15 cm (dua desimal)
karena x=0,005 cm (tiga desimal), Maka x0 harus dinyatakan dengan tiga desimal. Tidak seperti
mistar, pada jangka sorong yang memiliki skala nonius Anda tidak pernah menaksir angka yang
ke-4, akan tetapi cukup Anda beri angka 0, sehingga x=2,150 cm. Jadi, hasil pengukuran Jangka
sorong Anda laporkan sebagai

Panjang L= x0x

L= (2,150 0,005) cm

Perhatikan, banyak desimal hasil pengukuran harus sama dengan banyak desimal ketidakpastiannya.
Karena itu, panjang ditulis sebagai (2,150 0,005) cm dan bukan (2,15 0,005) cm.

Pengukuran tunggal dengan mikrometer sekrup

Telah Anda ketahui, ketidakpastian mikrometer sekrup adalah x=0,0005 cm atau 0,005 mm. Misalnya,
Anda mengukur suatu keeping logam, seperti pada Gambar 1.3. Bagaimana Anda menyatakan hasil hasil
pengukurannya?

Cara menentukan hasil pengukuran ketebalan t, adalah sebagai berikut.

(1) Perhatikan garis sklaa utama yang terdekat dengan tepi selubung luar. Pada Gambar 1.3, Garis
skala utama tersebut adalah 4,5 mm lebih
(2) Perhatikan garis mendatar pada selubung luar yang berimpit dengan garis mendatar pada skala
utama. Pada Gambar 1.3, garis mendatar tersebut adalah garis ke-47, ini berarti, x=4,5 mm + 47
x 0,01 mm = 4,97 mm (dua desimal)
Karena x= 0,005 mm (tiga desimal), maka x0 sebaiknya dinyatakan dengan tiga desimal. Karena
kita tidak perlu menaksir, amak angka ke-4 adalah 0. Sehingga x0 = 4,970 mm. Jadi, hasil
pengukuran dengan mikrometer sekrup kita laporkan sebagai

Tebal t= x0x

t= (4,970 0,005) mm

kerjakan uji kompetensi nomor 1,2 dan 3

catatan:

setiap laporan hasil pengukuran harus lengkap dengan ketidakpastiannya. Perhatikan juga bahwa
banyak desimal hasil pengukuran harus sama dengan banyak desimal ketidakpastiannya.

Pertanyaan dan kesimpulan

1. Pada langk(2) dan (3) alat ukur manakah yang memberikan hasil pengukuran paling teliti?
Sebutkan alasan dari jawaban Anda.
2. Mengapan anda tidak menggunakan jangka sorong untuk mengukur diameter kawat?
3. (a) tepatkah jika panjang pensil baru anda ukur satu kali saja(pengukuran tunggal)?
(b) tepatkah jika diameter kelereng anda ukur satu kali saja? Sebutkan alasan dari jawaban Anda

(3) Pengukuran berulang


Pengukuran tunggal kadang terpaksa dilakukan karena peristiwa yang diukur tidak dapat
diulang, misalnya pengukuran kecepatan komet dan alma gerhana Matahari total. Pengukuran
tunggal untuk besaran panjang masih bias Anda lakukan untuk benda-benda yang panjangnya
hampir tidak berubah, misalnya panjang pensil baru. Tetapiuntuk mengukur diameter kelereng,
pengukuran tunggal tidak teliti. Ini karena mengukur diameter dengan sisi-sisi berbeda biasanya
memberikan hasil yang berbeda. Jadi, apabila dimungkinkan suatu percobaan, hendaknya
dilakukan melalui pengukuran berulang (lebih dari satu kali), misalnya 5 kali atau 10 kali. Nilai
benar x0 dapat didekati dengan nilai rata-rata .
Misalnya, suatu besaran fisika diukur N kali pada kondisi yang sama. Dan diperoleh hasil-hasil
pengukuran x1, x2, x3 xN (disebut sebagai sampel). Nilai rata-rata sampel). Nilai rata-rata
sampel, , didefenisikan sebagai
+ 2 + +
= =

Berdasarkan analisis statistic ternyata nilai terbaik sebagai pengganti nilai benar x0 adalah nilai
rata-rata,
Bagaiamana dengan ketidakpastian x? ternyata ketidakpastian x dapat dinyatakan oleh
simpangan baku nilai rata-rata sampel.
Kesalahan titik nol, seperti titik nol skala tidak berimpit dengan titik nol jarum penunjuk
atau kegagalan mengembalikan jarum penunjuk ke nol sebelum melakukan pengukuran.
Kesalahan tersebut diatasi dengan melakukan koreksi pada penulisan hasil pengukuran.
Kesalahanan komponen lain, seperti melemahnya pegas yang digunakan atau terjadi
gesekan antara jarum dengan bidang skala.
Kesalahan arah pandang membaca nilai skala bila ada jarak antara jarum dan garis-garis
skala (Gambar 1.6)

Perhatikan, menentukan nilai rata-rata tidak mengurangi kesalahan sistematis. Karena itu,
penyebab kesalahan harus dapat Anda kenal dan kemudian dihilangkan. Ketika sekumpulan
bacaan hasil ukur memiliki kesalahan sistematis kecil, pengukuran itu adalah akurat. Jika
kesalahan sistematis besar, pengukuran adalah tidak akurat.

b. Melaporkan hasil pengukuran


Dengan melakukan pengukuran suatu besaran secara langsung, misalnya mengukur panjang
pensil dengan mistar atau diameter kelereng dengan mikrometer sekrup, Anda tidak
mungkin memperoleh nilai benar x0 . bagaimana Anda melaporkan hasil pengukuran suatu
besaran?
Hasil pengukuran suatu besaran dilaporkan sebagai
= x0 x

Dengan x adalah nilai pendekatan terhadap nilai benar x0 dan x adalah ketidakpastiannya.
Bagaimana menentukan nilai benar x0 dan ketidakpastian x
? ini ternyata bergantung pada cara Anda melakukan pengukuran: pengukuran tunggal atau
pengukuran berulang.
(1) Pengukuran tunggal
Pengukuran tunggal adalah pengukuran yang dilakukan satu kali. Adapun ketidakpastian
pada pengukuran tunggal ditetapkan sama dengan setengah skala terkecil.
Pengukuran tunggal
1
=
2