Anda di halaman 1dari 3

ASMA AKUT BERAT

(ICD 10: J45.9)


No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 2
097/CPG/KOMDIK/X/2017
PANDUAN KLINIS Tanggal Terbit Ditetapkan

28 Oktober 2017
Definisi Suatu keadaan darurat medik berupa serangan sesak nafas
berat yang kemudian bertambah berat dan refrakter bila setelah
1 2 jam pemberian obat tidak ada perbaikan atau malah
memburuk.
Anamnesis 1. Sesak nafas mendadak & bertambah berat.
2. Sudah minum obat sesak tapi tidak membaik.
3. Riwayat menderita asma yang lama.
4. Pernah mengalami serangan asma sejenis sebelumnya.
5. Riwayat menggunakan terapi steroid jangka panjang.
Pemeriksaan Fisik Asma akut berat yang potensial mengancam jiwa :
1.Sesak nafas berat disertai bising mengi.
2.Sesak nafas hingga tidak mampu menyelesaikan satu
kalimat dalam sekali nafas.
3.Terlihat refraksi otot bantu nafas.
4.Frekuensi nafas > 25 x/menit.
5.Takikardi (>110 x/menit)
6. Pulsus paradoksus (penurunan tekanan darah sistolik pada
saat inspirasi > 10 mmHg).
7.APE < 50% dari nilai dugaan.

Asma akut berat yang sudah mengancam jiwa:


1.Suara nafas melemah (silent chest)
2.Sianosis
3.Bradikardi/Hipotensi
4.Kelelahan, bingung, gelisah, kesadaran menurun.
5.APE < 33% dari nilai terbaik.
Pemeriksaan Penunjang 1.Analisis gas darah arteri
2.APE/Flowmeter
3.Foto thorax
4.EKG
Kriteria Diagnosis 1.Sesak nafas berat disertai bising mengi
2.Tidak bisa menyelesaikan kalimat dalam 2 kali nafas.
3.RR > 25 x/menit, takikardi (>110 x/ menit).
4.Retraksi otot-otot bantu nafas.
5.Riwayat gejala berulang
Diagnosis Asma akut berat/status asmatikus
Diagnosis Banding 1.Bronkitis kronis
2.Emfisema Paru.
3.Emboli Paru.
4.Gagal jantung kiri akut
Terapi 1.O2 dosis tinggi 4-6 lt / menit untuk mencegah hipoksemia.
2.Bronkodilator (disesuaikan dengan obat yang ada).
a. Inhalasi agonis 2 dosis tinggi, seperti Salbutamol 2,5
5 mg / Terbutalin 2,5 5 mg secara nebulisasi, dapat
diulang @ 20 menit dalam 1 jam.
b. Injeksi Adrenalin 1/1000, subcutan 0,2-0,5 cc dapat
diulang sampai 2 3 x dengan interval 30 60 menit,
harus diberikan dengan sangat hati-hati, kecuali ada
kontra indikasi terhadap obat ini (penderita hipertensi,
hipertiroid, kelainan jantung, usia lanjut > 40 tahun).
c. Aminopilin injeksi 5-6 mg/kgBB diencerkan dalam Dext 5
% sama banyak, secara intravena, bolus perlahan dalam
10-15 menit atau dalam infus 100 cc Dextr 5% NaCl 0,9%
dalam waktu 20 menit.
d. Antikolinergik : Ipatropium bromid dapat digunakan sendiri
atau kombinasi dengan agonis 2 melalui inhalasi
dengan nebulisasi. Penambahan ini tidak diperlukan bila
respon dengan agonis 2 sudah cukup baik.
3. Kortikosteroid sistemik dosis tinggi harus segera diberikan
pada serangan asma berat yaitu Hidrokortison 200 mg iv
atau metil prednisolon injeksi / tablet 30 60 mg, atau
keduanya.
4. Setelah dilakukan pengobatan awal dengan bronkodilator
dan steroid, dilakukan evaluasi @ 15 menit terhadap klinis
penderita. Setelah 30 menit evaluasi, jika tidak membaik,
maka penderita dirujuk ke RSUD Cibabat / RS Dustira.
Tapi bila membaik, penderita dapat dipulangkan dengan
pemberian obat oral (Salbutamol 4 mg 3 x 1, dan metil
prednisolon 4 mg 3 x 1).
Edukasi 1.Penderita dianjurkan untuk kontrol ke poliklinik interna /
dokter yang biasa merawat (pada pasien yang
dipulangkan).
2.Penderita sebaiknya menghindari allergen yang dapat
memicu timbulnya asma (serbuk sari bunga, anjing, kucing,
debu rumah, udara dingin, asap rokok, dll).
3.Mengupayakan aktivitas harian pada tingkat yang normal
termasuk dalam melakukan exercise.
4.Menghindari efek samping obat asma untuk mencegah
obstruksi jalan nafas yang irreversible.
Prognosis Ad Vitam : dubia ad bonam
Ad Sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
Tingkat Evidens IV
Tingkat Rekomendasi C
Penelaah kritis

Indikator Medis 1. Sesak nafas berkurang.


2. Respiratory Rate kembali normal.
3. Retraksi dinding dada berkurang.
Kepustakaan 1. Bakta, I Made, dkk. Gawat Darurat di Bidang Penyakit
Dalam. Buku Kedokteran ECG.1998.