Anda di halaman 1dari 8

RANGKUMAN MATERI KULIAH

TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI

BAB 9: RETURN DAN RESIKO PORTOFOLIO

1.1 PENDAHULUAN

Mengukur return dan resiko untuk sekuritas tunggal memang penting, tetapi
bagi manajer portofolio return dan resiko seluruh sekuritas di dalam portofolio
sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan menghitung return dan resiko untuk
sekuritas tunggal juga berguna karena nilai-nilai tersebut akan digunakan untuk
menghitung return dan resiko portofolio.

1.2 RETURN PORTOFOLIO


Return realisasian portofolio (portfolio realized return) merupakan rata-rata
tertimbang dari return-return realisasian masing-masing sekuritas tunggal di
dalam portofolio tersebut. Secara otomatis, return realisasian portofolio dapat
ditulis sebagai berikut:

Notasi:

Rp = return realisasian portofolio,

Wi = porsi dari sekuritas i terhadap seluruh sekuritas di portofolio,

Ri = return realisasian dari sekuritas ke-i,

n = jumlah dari sekuritas tunggal.

Sedang return ekspektasian portofolio (portfolio expected retun) merupakan


rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasian masing-masing sekuritas
tunggal di dalam portofolio. Return ekspektasian portofolio dapat dinyatakan
secara matematis sebagai berikut:

Notasi :

E(Rp) = return ekspektasian dari portofolio,

Wi = porsi dari sekuritas i terhadap seluruh sekuritas di portofolio,

E(Ri) = return ekspektasian dari sekuritas ke-i,

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 1


n = jumlah dari sekuritas tunggal.

1.3 RESIKO PORTOFOLIO


Resiko portofolio (portofolio risk) tidak merupakan rata-rata tertimabang dari
seluruh resiko sekuritas tunggal. Resiko portofolio mungkin dapat lebih kecil dari
resiko rata-rata tertimbang masing-masing sekuritas tunggal.

Konsep dari portofolio pertama kali diperkenalkan oleh Harry M. Markowits


di tahun 90-an. Dia menunjukan bahwa secara umum resiko mungkin dapat
dikurangi dengan menggabungkan beberapa sekuritas tunggal ke dalam bentuk
portofolio. Persyaratan utama untuk dapat mengurangi risiko di dalam portofolio
ialah return untuk masing-masing sekuritas tidak berkorelasi secara positif dan
sempurna.

1.3.1 Portofolio dengan Dua Aktiva


Salah satu pengukur resiko adalah deviasi standar (standar deviation)
atau varian (variance) yang merupakan kuadrat dari deviasi standar. Risiko
yang diukur dengan ukuran ini mengukur resiko dari seberapa besar nilai
tiap-tiap item menyimpang dari rata-ratanya. Dengan demikian varian return
portofolio yang merupakan risiko dapat dituliskan sebagai berikut:

Atau

Kovarian (covariance) merupakan pengukur yang menunjukan arah


pergerakan dua buah variable. Nilai kovarian yang positif menunjukan nilai-
nilai dari dua variabel bergerak kea rah yang sama, yaitu jika satu
meningkat, yang lainnya juga meningkat atau jika satu menurun, yang
lainnya juga menurun. Nilai kovarian yang negative menunjukan nilai-nilai
dari dua variabel bergerak kea rah yang berlawanan, yaitu jika satu
meningkat, yang lainnya menurun atau jika satu menurun, yang lainnya
meningkat. Nilai kovarian yang nol menunjukkan nilai-nilai dari dua
variabel independen, yaitu pergerakan satu variabel tidak ada hubungannya
dengan pergerakan variabel yang lainnya.

Kovarian dapat dihitung menggunakan cara probabilitas maupun


menggunakan data historis.

Kovarian dengan Cara Probabilitas

Kovarian yang dihitung dengan menggunakan probabilitas dapat


dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 2


Notasi:

Cov(RA,RB) = kovarian return antara saham A dan saham B,

RAi = return masa depan saham A kondisi ke-i,

RBi = return masa depan saham B kondisi ke-i,

E(RA) = return ekspektasian saham A,

E(RB) = return ekspektasian saham B,

Pi = probabilitas terjadinya masa depan untuk untuk kondisi ke-i,

n = jumlah dari kondisi masa depan dari I = 1, n.

Kovarian Menggunakan Data Historis.

Kovarian yang dihitung dengan menggunakan data historis dapat


dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

Notasi:

Cov(RA,RB) = kovarian return antara saham A dan saham B,

RAi = return masa depan saham A kondisi ke-i,

RBi = return masa depan saham B kondisi ke-i,

E(RA) = return ekspektasian saham A,

E(RB) = return ekspektasian saham B,

n = jumlah dari observasi data historis untuk sampel besar (minimal


30 observasi) dan untuk sampel kecil digunakan (n-1)

Koefesien Korelasi

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 3


Koefisien korelasi (correlation) menunjukkan besarnya hubungan
pergerakan antara dua relatif terhadap masing-masing deviasinya. Dengan
demikian, nilai koefisien korelasi antara variabel A dan B (rAB = pAB) dapat
dihitung dengan membagi nilai kovarian dengan deviasi variabel-
variabelnya:

Nilai dari koefisien korelasi berkisar dari +1 sampai dengan -1. Nilai
koefesien korelasi +1 menunjukan korelasi positif sempurna, nilai koefisien
korelasi 0 menunjukan tidak ada korelasi dan nilai koefisien korelasi -1
menunjukan korelasi negatif sempurna.

Berikut menunjukkan hubungan antara korelasi aktiva dengan risiko


portofolio:
Korelasi antar
aktiva +1 0 -1

Risiko Portofolio tetap berkurang nol

1.3.2 Portofolio dengan Banyak Aktiva


Portofolio dengan banyak aktiva, yaitu terdiri dari n buah sekuritas.
Proporsi dari masing-masing aktiva ke-i yang membentuk portofolio adalah
sebesar Wi. Besarnya varian untuk portofolio dengan 3 sekuritas dapat
dituliskan sebagai berikut:

Dengan demikian, risiko dari portofolio merupakan jumlah dari proporsi


varian dan kovarian masing-masing aktiva. Matriks Kovarian menunjukan
varian (bagian diagonal) dan kovarian (bagian bukan diagonal) dari seluruh
aktiva. Untuk 3 aktiva, matrik ini akan berbentuk sebagai berikut:

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 4


Karena resiko portofolio adalah penjumlahan dari varian dank ovarian
sesuai dengan proporsi masing-masing aktiva didalamnya, maka resiko ini
dapat dituliskakan dalam bentuk perkalian matrik antara matrik varian-
kovarian dengan matrik proporsi masing-masing aktiva. Untuk 3 buah
aktiva, risiko portofolio dapat dinyatakan dalam bentuk perkalian matrik
sebagai berikut:

1.4 RESIKO TOTAL


Bagian dari resiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk
portofolio yang well-diversified disebut dengan resiko yang dapat di-versifikasi
(diversifiable risk) atau resiko perusahaan (company risk) atau resiko spesifik
(specific risk) atau resiko unik (unique risk) atau resiko yang tidak sistematik
(unsystematic risk). Karena resiko ini untuk suatu perusahaan, yaitu hal yang
buruk terjadi di suatu perusahaan dapat diimbangi dengan hal yang baik terjadi di
perusahan lain, maka resiko ini dapat di-versifikasi di dalam portofolio.

Sebaliknya, resiko yang tidak dapat di-versifikasikan oleh portofolio disebut


dengan nondiversifiable risk atau resiko pasar (market risk) atau resiko umum
(general risk) atau resiko sitematik (systematic risk) resiko ini terjadi karena
kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan, seperti inflasi, resesi dan lain
sebagaianya.

Resiko total (total risk) merupakan penjumlahan dari diversifiable dan


nondiversifiable risk sebagai berikut:

Risiko Total = Resiko dapat di-diversifikasi + Risiko tak dapat di-diversifikasi

= Resiko perusahaan + Risiko pasar

= Resiko tidak sistematik + Risiko sistematik

= Resiko spesifik (unik) + Resiko Umum

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 5


Gambar berikut ini menunjukan resiko total dan komponennya yang berupa
resiko yang dapat di-diversifikasi dan resiko tidak dapat di-diversifikasi.

Risiko Portofolio

Resiko tidak dapat di diversifikasi


atau resiko perusahaan
atau resiko spesifik
atau resiko unik
atau resiko tidak sistematik
Risiko
Portofoli
Resiko tidak dapat di-diversifikasi
o
atau resiko pasar atau resiko
1.5 DIVERSIFIKASI umum atau resiko sistematik
Jumlah Saham
Telah diketahui bahwa resiko yang dapat di-diversifikasikan adalah risiko
yang tidak sistematik atau resiko spesifik dan unik untuk perusahaan.
Diversifikasi resiko ini sangat penting untuk investor, karena dapat
meminimumkan resiko tanpa harus mengurangi return yang diterima. Investor
dapat melakukan diversifikasi dengan beberapa cara yaitu:
1. Diversifikasi dengan Banyak Aktiva
Asumsi yang digunakan disini adalah bahwa tingkat (rate return)
untuk masing-masing sekuritas secara statistic adalah independent. Ini berarti
bahwa rate of retun sekuritas yang lainnya. Dengan asumsi ini, deviasi standar
yang mewakili resiko dari portofolio dapat dituliskan sebagai berikut:

Dari rumus di atas terlihat bahwa resiko dari portofolio akan menurun
dengan cepat dengan semakin besarnya jumlah sekuritas (n).

2. Diversifikasi Secara Random


Diversifikasi secara random (random atau naive diversification)
merupakan pembentukan potofolio dengan memilih sekuritas-sekuritas secara
acak tanpa memperhatikan karakter-karakteristik dari investasi yang relevan
seperti misalnya return dari sekuritas itu sendiri. Investor hanya memilih
sekuritas secara acak. Efek dari pemilihan dari sekuritas secara acak terhadap
resiko portofolio diteliti oleh Farma (1976).

3. Diversifikasi Secara Markowitz


Sebelumnya telah ditunjukkan bahwa dengan menggunakan metode
mean-variance dari Markowitz, sekuritas-sekuritas yang mempunyai korelasi
lebih kecil dari +1 akan menurunkan resiko portofolio. Semakin banyak
sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, semakin kecil resiko
portofolio. Dengan menggunakan metode Markowitz, diversifikasi ini dapat
dibuktikan secara secara matematis.

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 6


Diversifikasi dapat ditunjukkan dengan jumlah aktiva yang besar di
dalam portofolio. Jumlah aktiva yang besar ini dapat ditunjukkan dengan nilai
n yang mendekati (limit) tak berhingga (n) sebagai berikut:

Untuk nilai variannya, yaitu T dibagi dengan n yang besar (mendekati


tak terhingga) akan sama dengan nol, sehingga untuk diversifikasi dengan
banyak aktiva, nilai varian portofolio akan hilang. Untuk nilai kovariannya

dengan n mendekati tak berhingga, bagian akan tetap, sedang bagian

akan sama dengan nol. Secara keseluruhan, untuk n mendekati tak

berhingga, resiko dari portofolio adalah:

Dengan demikian, diversifikasi akan menghilangkan efek dari varian,


tetapi efek kovarian masih tetap ada, yaitu sebesar nilai rata-rata semua
kovarian atau dengan kata lain, portofolio yang didiverifikasi dengan baik
yang terdiri dari banyak aktiva, efek dari kovarian menjadi lebih penting
dibandingkan efek dari varian masing-masing aktiva,

Pertanyaan:
1. Bagaimana cara menilai resiko portofolio? dan mengapa
persyaratan utama untuk dapat mengurangi resiko di dalam
portofolio ialah return untuk masing-masing sekuritas tidak
berkolerasi secara positif dan sempurna?

2. Mengapa risiko portofolio tidak harus sama dengan rata-rata


tertimbang resiko-resiko dari seluruh aktivitas tunggal?

3. Investor dapat melakukan diversifikasi dengan beberapa cara yaitu,


membentuk portofolio dari banyak aktiva, membentuk portofolio
secara random, atau diversifikasi secara metode Markowitz. Dari
tiga cara melakukan diversifikasi oleh investor di atas, cara mana
yang paling efektif yang harus dilakukan atau ditempu oleh

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 7


investor agar dapat meminimkan resiko portofolio. Sebutkan dan
jelaskan!

Teori Portofolio dan Analisi Investasi 8