Anda di halaman 1dari 7

Mengidentifikasi Risiko Bawaan, Menilai Risiko Bawaan dan Risiko Signifikan

Tugas Mata Kuliah

Auditing 1

Oleh :

Husnul Irfan Efendi

150810301138

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Jember

Tahun 2017
PENDAHULUAN

saya akan menjelaskan bagaimana prosedur yang di lakukan oleh seorang auditor
dalam mengidentifikasi dan menilai risiko bawaan serta risiko signifikan. Selain itu
dalam pembahasan ini akan di jelaskan prosedur-prosedur penilaian risiko bawaan
serta macam-macam risiko di dalam sebuah entitas.
Karena dengan mempelajari pembahasan ini akan memberikan wawasan dan juga
pengetahuan mengenai bagaimana seorang auditor itu melakukan identifikasi dan
menilai risiko bawaan dan risiko signifikan.
Selain itu akan memberikan pengetahuan bagaimana seorang auditor itu menilai
sebuah entitas serta bagaimana seorang audito itu melakukan dokumentasi
terhadap risiko-risko bawaan dan risiko risiko signifikan di dalam entitas yang di
auditnya.

PEMBAHASAN

A. Mengidentifikasi Risiko Bawaan

Identifikasi risiko merupakan fondasi dari suatu audit. Identifikasi risiko di dasarkan
kepada, dan merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari, prosedur yang
dilaksnakan auditor untuk memahami entitas dan lingkungannya, karena tanpa
pemahaman yang mendalam tentang entitas, auditor akan mengabaikan faktor
risiko tertentu.

Oleh karena itu dalam proses audit tahap pertama dalam proses audit terdiri atas
dua bagian, yakni penentuan atau identifikasi risiko dan penilaian risiko itu sendiri.
Prosedur identifikasi risiko dan prosedur penilaian risiko dapat di jelaskan sebagai
berikut :

Dalam proses identifikasi risiko pertanyaan auditor ialah apa yang bisa salah
yang menyebabkan salah saji dalam laporan keuangan ?
Auditor harus mencari jawaban atas pertanyaan itu dengan melaksanakan
prosedur penilaian risiko.
Auditor berupaya mengidentifikasi risiko melalui pemahamannya terhadap
entitas dan lingkungannya, seperti :
a. Tujuan entitas;
b. Faktor eksternal;
c. Sifat entitas;
d. Kebijakan akuntansi;
e. Pengukuran keuangan;dan
f. Pengendalian internal.

Jenis Risko

Ada dua klasifikasi utama mengenai risiko yaitu:

1) Risiko Bisnis (Bussines Risk)


Risiko bisnis berasal dari kondisi, peristiwa, situasi, tindakakn, bahkan tidak
mengambil tindakan yang dapat berdampak negatif terhadap kemampuan
perusahaan mencapai tujuannya dan melaksanakan strateginya.
2) Risiko Kecurangan (Fraud Risk)
Risiko kecurangan berhubungan dengan peristiwa atau kondisi yang berindikasi
adanya insentif atau tekanan untuk melakukan kecurangan atau adanya
peluang untuk melakukan kecurangan.

Prosedur Penilaian Risiko

Lingkup pemahaman yang diperlukan auditor untuk mengidentifikasi risiko, dicakup


dalam enam area inti atau enam sumber risiko.

A. Faktor Eksternal
Faktor industri
Aturan perundangan dan regulator
Kerangka pelaporan keuangan
B. Sifat Entitas
Pegawai operasional dan pegawai inti
Kepimilikan dan governance
Investasi, struktur, dan pembelanjaan
C. Kebijakan Akuntansi
Pemilihan dan penerapan
Alasan untuk mengubah
Tepatnya kebijakan untuk entitas
D. Tujuan dan Strategi Entitas
Rencana dan strategi bisnis
Implikasi dan risiko keuangan terkait
E. Pengukuran/Reviu Kinerja Keuangan
Apa yang diukur ?
Siapa yang mereviu kinerja keuangan ?
F. Pengendalian yang relevan untuk audit
Segala proses dan pengendalian yang relevan
Untuk memitigasi risiko di tingkat entitas dan di tingkat transaksi

Risiko kecurangan

Kecurangan adalah perbuatan yang disengaja oleh satu atau beberapa orang dalam
manajemen, TCWG, pegawai, atau pihak ketiga.

Segitiga kecurangan
Segita kecurangan menjelaskan tiga kondisi yang dapat memberi petunjuk mengenai
adanya kecurangan yakni :

Tekanan (pressure)
Peluang (Opportunity)
Pembenaran (Rationalization)

Skeptisme Profesional

Skeptisme profesional adalah kewajiban auditor untuk menggunakan dan


mempertahankan skeptisme profesional, sepanjang periode penugasan.

Mengidentifikasi Faktor Risiko Bawaan


Ada tiga langkah dalam mengidentifikasi risiko
Langkah 1 : Kumpulkan Informasi tentang entitas
Langkah 2 : Rancang, laksanakan, dan dokumentasikan prosedur penilaian risiko
Langkah 3 :Hubungkan risiko yang diidentifikasi dengan area dalam laporan
keuangan.

Mendokumentasikan Proses Identifikasi Risiko

Auditor harus menggunakan kearifan profesionalnya mengenai bagaimanan ia


mendokumentasikan proses identifikasi risiko.
Dokumentasinya terdiri atas :
Informasi mengenai Entitas
Prosedur Penilaian Risiko
Menghubungkan Risiko dengan kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan
B. Menilai Risiko Bawaan
1) Penilaian Risiko oleh Entitas
ketika manajemen memahami proses penilaian risiko yang lebih formal, manajemen
mungkin memutuskan untuk mengembangkan, mengimplementasi, dan
mendokumentasikan prosesnya sendiri. Jika ini terjadi auditor akan mengevaluasi :
Pengendalian yang ada terhadap proses manajemen
Lengkapnya identifikasi risiko bisnis danm risiko kecurangan.
Penilaian manajemen terhadap besaran risiko atau dampak moneter dan peluang
terjadinya.
Tanggapan manajemen terhadap risiko yang dinilai yang merupakan hasil dari
proses penilaian risiko.
2) Mendokumentasikan Risiko yang Dinilai
Penilaian risiko salah saji material dilakukan pada dua tingkat, yakni ditingkat
laporan keuangan dan di tingkat asersi untuk jenis transaksi, saldo akun, dan
pengungkapan.
Dokumentasi bisa dalam bentuk memo (bentuk cerita atau naratif) atau bisa juga
dalam bentuk kolom.

C. Risiko Signifikan
Ketika mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji material karena kecurangan,
auditor wajib, berdasarkan dugaan adanya risiko kecurangan dalam pengakuan
pendapatan, mengevaluasi jenis pendapatan, transaksi pendapatan atau asersi apa
saja yang menimbulkan risiko tersebut.
ISA 315.25
Aditor wajib mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji material karena kecurangan
pada :
a) Tingkat laporan keuangan; dan
b) Tingkat asersi untuk jenis transaksi, saldo akun, dan pengungkapanna;
ISA 315.28
Dalam menentkan risiko mana merupakan risiko signifikan, auditor wajib
mempertimbangkan setidak-tidaknya :
a) Apakah risiko itu merupakan risiko kecurangan;
b) Apakah risiko itu berkaitan dengan perkembangan ekonomi akhir-akhir ini,
perkembangan akuntansi atau perkembangan lain yang signifikan dan,
karenanya, memerlukan perhatian khusus;
c) Kompleksitas transaksi;
d) Apakah risiko tersebut melibatkan transaksi signifikan dengan pihak terkait;
e) Tingkat subjektivitas dalam pengukuran informasi keuangan terkait dengan
risiko tersebut, khususnya pengukuran yang banyak melibatkan ketidakpastian;
dan
f) Apakah risiko tersebut melibatkan transaksi signifikan di luar jalur bisnis entitas,
atau yang terlihat aneh.
Contoh-contoh risiko siginifikan :
a. Peristiwa/operasi dimana salah saji material mudah terjadi: 1) Toko perhiasan
dengan banyak persediaan emas dan logam mulia. 2) sistem akuntansi baru,
rumit, dengan pengolahan data elektronik, mulai dikenalkan perusahaan.
b. Transaksi pihak berelasi di luar jalur bisnis yang normal, transaksinya tidak
sering terjadi, tapi nilai transaksi besar. Contohnya :
Jual/beli aset utama (misalnya pabrik penghasil produk terpenting) atau
segmen bisnis penting
Penjualan bisnis kepada pihak ketiga
Transaksi rutin yang tidak kompleks dengan pemrosesan sistematis tidak
merupakan transaksi berisiko.
c. Perlu judgment, ada investasi manajemen dan rutinitas/kebosanan
Contoh-contohnya :
Asumsi dan kalkulasi yang digunakan manajemen dalam membuat
estimasi penting.
Kalkulasi atau prinsip akuntansi yang kompleks
Pengakuan pendapatan yang multi tafsir
Pengumpulan dan pengolahan data secara manual
Intervensi manajemen diperlukan untuk menentukan perlakuan akuntansi
yang di gunakan
d. Potensi kecurangan
Risiko tidak mendeteksi salah saji material karena kecurangan (dilakukan
dengan sengaja dan ditutup-tutupi) lebih tinggi dari risiko tidak mendeteksi
salah saji material karena kesalahan.
Menanggapi Risiko Signifikan
Ketika risiko digolongkan sebagai signifikan, auditor harus memberikan tanggapan.
1. Evaluasi Pengendalian Internal
2. Tanggapan Audir terhadap Risiko Signifikan
3. Bukti yang diperoleh tahun lalu
4. Jika pendekatan risiko signifikan terdiri dari atas prosedur substantif saja, audit
dapat berupa:
a. Uji rincian (test of detail) saja; atau
b. Kombinasi uji rincian dan prosedur analitikal
Auditor mendokumentasikan risiko signifikan yang diidentifikasinya dan tanggapan
audit yang akan dilakukannya. Jika semua risiko didokumentasikan di suatu tempat,
pendokumentaisan risiko signifikan sekedar perluasan dari informasi yang sudah
didokumentasikan.

KESIMPULAN
Dapat di simpulkan bahwa dalam di dalam mengidentifikasi dan menilai risiko
bawaan seta risiko signifikan. Hal pertama yang dilakukan oleh sorangan auditor dalam
mengidentifikasi risiko yaitu auditor harus mengidentifikasi melalui pemahamannya
terhadap entitas dan lingkungannya, seperti tujuan entitas, faktor eksternal, sifat
entitas, kebijakan akuntansi, pengukuran kinerja keuangan, dan pengendalian internal.
Sedangkan untuk menilai risiko bawaan yaitu auditor harus mengidentifikasi
sumber atau penyebab risiko melalui pemahaman entitas, menentuikan dampak yang
mungkin ada serta menghubungkan dampak risiko terhadap laporan keuangan secara
menyeluruh dan secara potensial memengaruhi banyak asersi.
Setelah melakukan identifikasi dan penilaian risiko bisnis dan kecurangan,
maka aditor juga harus memertimbangkan kemungkinan adanya risiko signifikan.
Risiko signifikan di dasarkan atas risiko bawaan (ihenrent risk), dan risiko gabungan
(cmbined risk) antara risiko bawaan dan risiko pengendalian intern.

REFERENSI
Tuanakotta. M. Theodorus. 2016.Auditing Kontemporer.Jakarta:Salemba Empat.