Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

BIOLOGI
PEMBELAHAN SEL

Oleh:
KELOMPOK 1
ABD.RAJIF / E 281 17 437

FATMIA TONI / E 281 17 440

NASRIA / E 281 17 441

SITI MUASYAROH / E 281 17 436

MOH BAYU AJI PRASETYO / E 281 17 421

RAHMAT A. LATAE / E 281 17 439

RUSLAN / E 281 17 435

RAHMAT IDHAM / E 281 17 438

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

PDD UNTAD MOROWALI

2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SW yang mana atas berkat
dan pertolongan-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Terimakasih
juga kami ucapkan kepada dosen pembimbing kami yang turut yang telah
membimbing kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini sesuai waktu
yang telah di tentukan.

Sholawat serta salam senantiasa kami haturkan kepada suri tauladan kita Nabi
Muhammad SAW yang selalu kita harapkan syafaatnya di hari kiamat nanti.

Makalah ini kami buat dalam rangka untuk memperdalam pengetahuan dan
pemahaman mengenai bab , dengan harapan agar para mahasiswa bias lebih
memperdalam pengetahuan tentang PEMBELAHAN SEL. Makalah ini juga dibuat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Biologi.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Kami telah berusaha dengan segala daya
dan upaya guna menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwasanya
makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk menyempurnakan
makalah ini. Atas kritik dan sarannya kami ucapkan terimakasih yang sebanyak-
banyaknya.

Morowali, 23 Oktober 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI
KATA PENGATAR...............................................................................................................................2

DAFTAR ISI............................................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................4

1.1 Latar belakang............................................................................................................................4-5

1.2 Rumusan masalah.........................................................................................................................5

1.3 Tujuan.................................................................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................................6

2.1 Pembelahan sel...............................................................................................................................6

2.2 Macam-macam pembelahan....................................................................................................6

2.3 Pengertian pembelahan Meiosis............................................................................................6

2.4 Pengertian siklus sel...................................................................................................................6

2.5 Interphase........................................................................................................................................7

2.6 Meiosis.......................................................................................................................................7-17

2.7 Perbedaan antara Mitosis dan Meiosis............................................................................17

BAB III PENUTUP.............................................................................................................................18

3.1 Kesimpulan..................................................................................................................................18

3.2 Kritik...............................................................................................................................................18

3.3 Saran...............................................................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................19

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pembelahan meiosis merupakan pembelahan secara tidak langsung atau melalui


tahap tahap yang terjadi pada perbanyakan sel tubuh. Pembelahan ini
bertujuan mengatur informasi genetik induk yang akan diturunkan kepada sel
anakan. Sel sebagai penyusun terkecil makhluk hidup mempunyai siklus hidup.
Pada siklus sel dapat dibedakan menjadi dua fase, yaitu fase pembelahan atau
fase meiosis (M) dan fase pertumbuhan atau interphase.

A.Fase Interphase

Pada fase ini terjadi replikasi DNA. Interphase terbagi tiga tahap, yaitu :

1. Fase pertumbuhan pertama (G1)

2. Fase sintesis (S)

3. Fase pertumbuhan kedua (G2)

B. Fase Meiosis

Fase ini terjadi dalam dua kali proses pembelahan. Meiosis I dan Meiosis
II, yang mana perbedaan antara keduanya akan dibahas di bagian inti. Lebih
lengkapnya prosesnya adalah seperti berikut:

Meiosis I
Prophase I

Leptot ene
Zygotene

Pachytene
Diplotene

Diakinesis
Synchronous processes

Metaphase I
Anaphase I
4
Telophase I
Meiosis II

Prophase II

Metaphase II

Anaphase II

Telophase II

1.2 Rumusan masalah

Rumusan makalah yang diambil dari makalah ini adalah :

1. Apa pengertian dari pembelahan mitosis ?

2. Apa pengertian dari pembelahan meiosis ?

3. Apa perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis ?

1.3 Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengertian dari pembelahan mitosis.

2. Untuk mengetahui pembelahan dari meiosis.

3. Untukmengetahui perbedaan antara mitosis dan meiosis.

BAB II

5
PEMBAHASAN
2.1 Pembelahan Sel

Adalah suatu proses yang terjadi pada sel, yang membagi dirinya menjadi
dua atau lebih. Dengan langkah dan hasil tertentu. Umumnya bertujuan untuk
menggandakan diri.

2.2 Macam-macam Pembelahan

Ada dua jenis pembelahan sel, pembelahan langsung(amitosis) dan tak


langsung. Pembelahan langsung terjadi pada organisme bersel satu, misal
Amoeba sp. Sedangkan pembelahanan langsung terjadi pada organisme bersel
banyak, misal manusia. Pembelahan tak langsung dibagi dua, mitosis dan meiosis.

1. Pembelahan amitosis ( langsung)

2. Pembelahan tak langsung:

a. Pembelahan mitosis

b. Pembelahan meiosis (pembelahan reduksi)

2.3 Pengertian Pembelahan Meiosis

Pembelahan mitosis merupakan pembelahan secara tidak langsung/melalui


tahap-tahap yang terjadi pada perbanyakkan sel gamet. Dalam salah satu fase
meiosis jumlah kromosom akan dibagai menjadi dua, tepatnya Anaphase I.
Sehingga sel anakan akan mendapatkan kromosom hanya setengah dari jumlah
sel induk.

2.4 Pengertian Siklus Sel

Meiosis merupakan bagian dari siklus sel. Siklus sel adalah kejadian-kejadian
yang berlangsung dengan urutan tertentu yang dimulai dari pembentukan sel
hingga pembelahan sel dalam pembentukan sel anakan. Siklus sel meliputi dua
fase yaitu fase interphase dan fase meiosis. Dalam beberapa literature, meiosis
dikatakan tidak mengalami siklus sel.

2.5 Interphase

6
Interphase dilakukan sel untuk mengumpulkan energy yang akan digunakan
dalam proses pembelahan sel. Pada fase ini juga terjadi berbagai macam proses
sintesis berbagai macam bahan organic. Fase yang terdapat dalam interphase
adalah:

1. Fase G 1 (fase petumbuhan pertama): sel mengalami pertumbuhan (organel-


organel sel menduplikasi diri untuk persiapan pembelahan).

2. Fase sintesis (S): sel melakukan replikasi/penganan moekul DNA dan tahap
sintesis mareri seprti DNA sel dan protein untuk pembelahan sel.

3. Fase G 2 (fase pertumbuhan kedua): tidak terjadi pada proses meiosis.

2.6 Meiosis

Terjadi 2 kali proses pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II.

2.6.1 Fase Meiosis 1

Meiosis I membagi kromosom homolog, menjadi dua sel haploid(n). Jadi meiosis
I dapat dikatakan pembelahan reduksi sel.

Prophase I

Selama fase ini, membran inti mulai menghilang. Nukleolus juga mulai
menghilang. Kromosom mulai bisa dilihat. Karena benang-benang kromatin
menyerap warna dan menebal, memendek. Sentrosom membelah dan menuju ke
bagian masing-masing kutub. Bersamaan dengan itu benang-benang spindle juga
mulai keluar dari sentrosom menuju ke arah kutub yang berlawanan.

Setiap kromosom terdiri dari dua kromatid yang terdiri atas materi genetik yang
identik. Selama proses meiosis (bahkan hingga proses ini berakhir) kedua
kromatid ini tidak pernah berpisah.

Selama prophase I, terjadi pertukaran DNA antara kromosom yang homolog yang
disebut dengan rekombinasi homolog. Dari proses pertukaran ini diharapkan
akan terjadi kombinasi baru dalam kromosom. Prophase I terdiri dari beberapa
tahap, leptotene, Zygotene, Pachytene, Diplotene, Diakinesis, dan proses
sinkronisasi.

Pada waktu leptonema, kromosom mengalami kondensasi membentuk benang-


benang (leptonema berarti benang tipis). Pada waktu subtahap zigonema,
kromatid yang homolog saling membentuk sinapsis atau berpasangan. Sinapsis
terdapat di beberapa tempat pada kromosom homolog. Ini merupakan kejadian

7
genetik yang penting karena menjadi perantara pertukaran informasi yang
disebut pindah silang atau rekombinasi antara kromosom-kromosom homolog.

Pada tahap pakinema terbentuk benang-benang tebal dan pendek membentuk


benang-benang kromatid. Pada tahap ini, kromosom yang homolog tersusun atas
4 kromatid yang disebut tetrad.

Pada tahap diplonema, kromatid yang berada dalam satu bivalen memisah
dengan kromatid pasangannya. Namun, di beberapa tempat terjadi kontak yang
disebut kiasmata (tunggal: kiasma). Pada diakinesis, kromosom terus memendek
dan berkondensasi secara maksimal. Kromosom berada di ekuator.

Pada tahap sinkronisasi, sentrosom berpindah ke masing-masing kutub sel.


Sambil menghasilkan mikrotubulus yang ujung-ujungnya mengikat sentromer.
Yang nantinya mikrotubulus yang berbentuk benang ini akan digunakan untuk
menarik masing-masing pasang kromosom ke kutub-kutub sel.

Tahap-tahap yang terjadi saat prophase I:

1. Nukleus mulai menghilang

2. Benang romatin memendek dan menebal menjadi kromosom

3. Kromoson mereplikasi diri menjadi kromatid.

4. Kromosom menggandakan diri hingga jumlahnya dua kali kromosom awal.

5. Kromatid menebal,memendek dan menyebar memenuhi nucleus

6. Kromosom yang homolog membentuk sinapsis.

7. Homolog tersusun atas 4 kromatid/ tetra

8. Membran inti mulai menghilang

9. Pembentukan benang-benang spindel yang berasal dari mikrotubulus.

Kedua pasang sentrisol memisah menuju kutub yang berawanan.

8
Prophase I

Pada tahap prophase I terjadi juga yang disebut dengan pindah silang (crossing
over). Hal ini terjadi karena masing-masing kromatid yang homolog saling
menempel, sehingga memungkinkan antara kromatid-kromatid homolog
tersebut melalukan pertukaran gen.

Metaphase I

Separuh tetrad berpindah ke bagian antara kutub dan bagian tengah sel. Yang
mana masing masing tetrad memiliki homolog di bagian yang berlawanan.
Bagian ini sering disebut dengan metaphase plate. Spindle menempel pada
sentromer masing masing kromosom. Kedua kinetokor pada pasangan
kromosom akan berpindah ke kutub yang sama. Sehingga kromosom akan
bertempelan dengan spindle dari kutub yang sama. Ini adalah perbedaan besar
antara mitosis dan meiosis. Hal ini mengakibatkan pada anaphase I, setengah
dari kromosom akan berpindah ke bagian sel yang berbeda.

9
Tahap-tahap yang terjadi pada Metaphase I:

1. Tetrad membagi diri di ekuator, sehingga setengahnya saling menghadap ke


kutub yang berlawanan.

2. Tetrad yang telah membelah menggantung ke spindle dengan menggunakan


sentromer

3. Benang-benang spindle semakin terlihat jelas

Metaphase I

Anaphase I

Pada fase ini, sel mulai memanjang. Kedua homolog pada setiap pasangan
kromosom terpisah dan berpindah ke kutub yang berlawanan, ditarik oleh
mikrotubulus spindle aparatus. Hal ini berbeda dengan mitosis, yang mana
sentromer akan membelah sehingga kromosom akan terbagi dua dan berpindah
ke masing-masing kutub. Tapi pada anaphase I, hal ini tidak terjadi. Sehingga
jumlah kromosom adalah setengah dari jumlah induk. Walau jumlah
kromosomnya masih sama dengan induknya.
10
Tahap-tahap yang terjadi pada anaphase I:

1. Benang spindle menarik kromosom menuju masing-masing kutub yang


berlawanan.

2. Masing-masing kutub separuh dari jumlah kromosom (tidak terjadi


pembelahan sentromer).mendapatkan

Karena sentromer tidak membelah, maka setiap kutub akan mendapatkan


kromosom yang masih berpasangan dalam bentuk tetrad. Hal ini berbeda dengan
pembelahan mitosis yang mana sentromer membelah sehingga masing-masing
kutub mendapatkan kromosom yang sama.

Anaphase I

Telophase I

Pada setiap kutub, terdapat setengah jumlah kromosom induk. Tapi setiap
kromosom masih dalam bentuk tetrad. Sebuah alur pembelahan sudah
11
terbentuk. Dan pada akhir dari fase ini, sel induk telah terbagi menjadi dua sel
anakan. Pembagian sitoplasma ini disebut dengan sitokinesis. Pada beberapa
organisme membran inti muncul, tahap pertengahan ini disebut dengan
interkinesis. Tapi pada beberapa organisme lain, misal tumbuhan, tahap
interkinesis tidak ditemukan, dan langsung ke tahap pembelahan
selanjutnya(Meiosis II).

Tahap-tahap yang terjadi pada telophase I:

1. Membran nucleus terbetuk disekeliling kromosom pada setiap kutub dan


kromoson memanjang.

2. Proses sitokinesis

3. Terjadi pembagian sitoplasma dan organela-organela lain

4. Didapatkan 2 sel anakan yang haploid (n).

Telophase I

Proses sitokinesis bukan merupakan salah satu bagian dari proses meiosis.
Sitokinesis proses pembagian sitoplasma menjadi dua. Proses ini dimulai dengan
pemanjangan sel pada saat anaphase dan berakhir pada saat telophase.

12
Setelah telophase, sel akan mengalami masa interkinesis. Ini adalah masa
istirahat untuk melanjutkan ke proses meiosis II. Pada masa ini, membran inti
mulai terlihat kembali. Namun kromosom-kromosom masih dalam bentuk
kromatid-kromatid yang terikat dalam sentromer, tidak menjadi kromatin. Pada
beberapa organisme, fase ini tidak tampak terjadi.

Sel anakan yang dihasilkan dalam proses meiosis I mengandung jumlah kromatid
yang sama dengan induknya. Tapi tetap disebut haploid karena kromosom-
kromosom tersebut adalah homolog.

2.6.2 Fase Meiosis II

Merupakan bagian kedua dalam proses meiosis. Tahap ini dimulai dengan
dua sel anakan yang dihasilkan dari proses meiosis I. Adapun tahap-tahap yang
terjadi sebagai berikut:

Prophase II

Kromosom-kromosom masih dalam bentuk kromtid-kromatid dan sailng


berpasangan, tapi belum terikat oleh benang-benang spindle. Jika sebelumnya
terjadi masa interkinesis, membran inti akan mulai melebur kembali.

Tahap-tahap yang terjadi pada prophase II:

1. Kromosom masih berpasangan dengan sentromer

2. Kromosom tidak menggandakan diri.

3. Membrane nucleus melebur kembali.

4. Sentriol (pada sel hewan) membelah diri, memisah ke kutub-kutub yang


berlawan.

5. Benang-benang spindle mulai terbentuk.

13
Metaphase II

Spindle mulai menarik kromosom ke bagian kutub. Tidak seperti metaphase I,


kinetokor dari masing-masing sentromer saling berikatan dengan spindle yang
berasal dari kutub yang berlawanan.

Tahap-tahap yang terjadi pada metaphase II:


1. Kromatid terletak di bagian ekuator, bergantung pada spindle melalui
sentromer.
2. Sentromer membelah sehingga kromosom menjadi dua.
3. Benang-benang spindle tampak semakin jelas
4. Benang-benang spindle mulai mengikat kromosom di sentromer.

14
Anaphase II

Selama anaphase II kromatid-kromatid pada masing-masing kromosom


membelah menjadi dua dan bergerak ke kutub yang berlawanan. Ketika
kromosom tertarik oleh spindle, kita dapat melihat bentuk V dari kromosom
yang mana lengan dari kromosom tersebut berada di belakang. Kutub-kutub akan
semakin menjauh sehingga sel menjadi bertambah panjang.

Tahap-tahap yang terjadi pada anaphase II:

1. Kromatid yang telah terbagi menjadi dua dibawa ke masing-masing kutub sel.

2. Hal itu terjadi karena adanya benang-benang spindle yang menarik masing
masing bagian kromosom ke bagian masing-masing kutub.

3. Sehingga masing-masing kutub mendapatkan bagian yang sama dengan


kromosom induk.

15
Telophase II

Selama telophase II, kromosom mencapai kutub yang berlawanan. Terjadi


sitokinesis, sehingga dua sel hasil dari meriosis I akan menjadi empat sel.
Membran nukleus pun mulai terbentuk. Sekarang proses meiosis telah selesai.

Tahap-tahap yang terjadi pada telophase II:

1. Benang-benang kromosom sudah berada di daerah kutub masing masing.

2. Kromosom mulai menipis, kemudian berubah menjadi benang-benang


kromatin yang tipis.

3. Membran nucleus mulai terbentuk.

4. Nukleolus mulai muncul kembali.

5. Pada bidang ekuator terjadi penebalan plasma.

6. Sel terbentuk menjadi empat sel anakan yang haploid(n).

16
Telophase II

2.7 Perbedaan antara Mitosis dan Meiosis

Adapun perbedaan antara pembelahan mitosis dan meiosis adalah:

No Mitosis Meiosis
1. Satu kali proses pembelahan Dua kali proses pembelahan
2. Menghasilkan dua sel anak Menghasilkan empat sel anak
3. Sel anak sama secara genetic Sel anak tidak sama secara
genetic
4. Kromosom sel anak sama Jumlah kromosom sel anak
dengan sel induk (2n) setengah kromosom sel induk
5. Terjadi di sel tubuh Terjadi di organ reproduksi
untuk menghasilkan sel kelamin
6. Berbungsi untuk Berbungsi untuk membentuk sel
pembanyakan sel, kelamin
pertumbuhan, perbaikan dan
reproduksi aseksual

BAB III
17
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Meiosis hanya terjadi pada sel eukaryote. Pada hewan, meiosis terjadi pada saat
memproduksi sel gamet. Pada tumbuhan, meiosis hanya terjadi untuk
memproduksi spora, sedangkan sel gametnya diproduksi dengan proses mitosis.

Meiosis memiliki peranan penting dalam reproduksi karena proses meiosis


membagi jumlah kromosom menjadi dua. Sehingga jumlah sel anakannya
menjadi setengahnya(n, haploid). Hal ini dibutuhkan karena saat fertilisasi atau
pembuahan, yaitu proses peleburan sel gamet jantan dengan betina, kromosom-
kromosom antara kedua induknya akan melebur menjadi satu nucleus. Jika tidak
terjadi pembagian jumlah saat meiosis, jumlah kromosom setelah pembuahan
adalah 4n bukan 2n.

Perbedaan antara mitosis dan meiosis hanya terdapat pada jumlah proses,
jumlah hasil anakan, jumlah kromosom anakan dan termpat terjadinya proses
pembelahan. Sedangkan fase atau langkah yang dilalui tetap sama.

3.2 Kritik

Kami menyadari dalm pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk
itu kitik yang membangun sangat dibutuhkan.

3.3 Saran

Berharap dengan adanya makalah ini kami serta teman teman semua menjadi
lebih paham dan mendapat ilmu dari membaca makalah ini. Khususnya
pegetahuan yang lebih tetang pembelahan meiosis, baik dalam tahap interphase
maupun meiosis serta tujuan dan hasil dari pembelahan meiosis.

DAFTAR PUSTAKA

18
Bambang, S. 2006. BIOLOGI SMA Kelas XII . Jakarta : Erlangga

Campbell, Neil A. Reece, Jane B. 2002. Biologi jilid 1 . Jakarta : Erlangga

Foster, Bob. 2008. Koding IPA. Bandung : Ganesha Opertaion Heddy, Suwasono.
1990. BIOLOGI SEL. Jakarta : Rajawali Pers

Satilah, Siti. 1982. BIOLOGI. Jakarta : Gramedia

Patra, rizky. 2012. Pembelahan sel secara mitosis.


http://www.crayonpedia.org/mw/A . 22 maret 2012. samarinda.

Prawirohartono. 2012. Mitosis. http://id.wikipedia.org/wiki/ . 22 maret 2012.


Samarinda.

Prawirosudhirjo. 2012. Meiosis. http://id.wikipedia.org/wiki/ . 22 maret 2012.


Samarinda.

19