Anda di halaman 1dari 9

RESUME

AKUNTANSI PROFESIONAL UNTUK KEPENTINGANPUBLIK, PASCA ENRON

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Bisnis

Dosen Pengampu : Moch Shulthoni, SE., MSA., Ak

DISUSUN OLEH :

Kelompok 11

Intan Andinni 140810301084

Hening Cahyani 140810301129

Astrid Yuniar 140810301177

Alif Nur Ahlina 140810301181

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NEGERI JEMBER

TAHUN 2017
Akuntansi ekspektasi pemangku kepentingan dan kerangka tata kelola

Dampak hancurnya Enron, Arthur Andersen dan WorldCom telah memunculkan


krisiskredibilitas dalam komunitas bisnis, terkait dengan laporan-laporan dan pasar modal,
sertaakuntan professional yang dianggap sebagai bagian dari permasalah yang ada. Public
sedangmencari kembali kredibilitas yang didasarkan atas nilai-nilai seperti kepercayaan,
integritas,transparansi laporan, dan seterusnya, serta kembali pada peruntukkan utama
pelayanan untukkepentingan umum.

SOX yang mengharuskan U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) untuk
membuat yang memungkinkan adanya reformasi tata kelola, baik untuk perusahaan
maupun profesi akuntansi, memiliki jawaban untuk permasalahan di atas. Reformasi ini
mendorongadanya perubahan dalam perusahaan-perusahaan AS dan perusahaan asing (yang
terdaftardalam SEC) serta auditor mereka yang ingin mengakses pasar modal AS.Reformasi
SOX yang dipicu oleh peristi'a Enron dan lebih menekankan lagi pentingnya perubahan
tatakelola serupa bagi perusahaan-perusahaan dan para akuntan professional di seluruh dunia.

Mendedikasikan kembali peran akuntan profesional untuk kepentingan


umum

Mendedikasikan kembali peran akuntan professional pada kepentingan umumsangatlah


penting, kecuali akuntan professional dapat secara &elas dan benar mengerti peran mereka,
mereka tidak dapat secara konsisten men&a'ab pertanyaan pentingdengan cara yang etis dan
bertanggung&a'ab, sehingga akhirnya akan muncul suatukeragu-raguan dalam saran mereka
serta keputusan yang menyebabkan diri dan profesi mereka menuai kritik dan bahkan lebih
dari itu

Harapan Publik terhadap Kalangan Profesional

Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata public, akibatnya bisa sangat buruk dan
bukan hanya bagi seorang professional yang bermasalah.Dalam analisis akhir, yang
menghasilkan suatu profesi adalah kombinasi fitur, tugas, dan hak-hak yang semuanya
dibingkai dalamsatu rangkaian nilai-nilai umum profesionalitas-nilai yang menentukan
bagaimanakeputusan akan dibuat dan tindakan yang akan diambil. 0ayanan yang disediakan
olehsebuah profesi sanagt penting bagi masyarakat, sehingga mereka siap untukmemberikan
hak-hak kepada suatu profesi yang telah ditentukan sebelumnya, tetapimereka &uga akan
memastikan bah'a seorang professional tersebut dapat melakukantugasnya dengan baik dan
benar seperti yang diharapkan. Secara umum tugas yangdiharapkan dari suatu profesi adalah
dalam rangka mempertahankan:

Kompetensi di bidang keahlian


Objektivitas dalam penawaran pelayanan
Integritas dalam urusan dengan klien
Kerahasiaan hal-hal yang terkait dengan klien
Disiplin atas anggota yang tidak melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan standaryang
diharapkan
Tugas-tugas tersebut sangat vital dengan kaitannya dengan kualitas layanan yang diberikan,
suatu kondisi menjadi lebih signifikan karena hubungan seorang profesional sebagai
pemegang amanah bagi kliennya. Suatu hubungan fidusia dapat terjadi ketika suatu jasa
kedudukannya sangat penting bagi klien dan juga ketika terdapat perbedaan tingkat keahlian
yang signifikan antara klien dan profesional, sehingga klien harus percaya dan bergantung
pada penilaian dan keahlian profesional.

Harapan Masyarakat dari Seorang Akuntan Profesional

Seorang akuntan profesional diharapkan memiliki keahlian teknis khusus terkait dengan
akuntansi dan pemahaman yang lebih tinggi di bidangnya daripada orang awam di bidang
terkait, seperti kontrol manajemen, perpajakan, atau sistem informasi. Selain itu juga
diharapkan untuk menaati standar-standar khusus yang dikeluarkan oleh badan profesional
terkait tempatnya bekerja.

Domisinasi Nilai Etis diatas Teknik-Teknik Akuntansi atau Audit

Kebanyakan akuntan dan juga selainnya menganggap bahwa penguasaan akuntansi dan/atau
teknik audit adalah hal yang sangat penting sine qua non( merupakan hal yang tidak dapat
dipisahkan) dari profesi akuntansi. Beberapa kesalahan dalam penilaian berasal dari
kesalhaan penafsiran masalah akibat kompleksnya permasalahn tersebut, selebihnya
merupakan akibat dari kurangnya perhatian pada hal-hal yang sifatnya etis, seperti kejujuran,
integritas, objektivitas, kepeduliab, kerahasiaan, dan komitmen untuk mendahulukan
kepentingan oranglian diatas kepentingannya sendiri.

Upaya untuk mengungkap sesuatu hal terkadang muncul sebagai masalah yang kompleks
atau memiliki pertaruhan yang sulit, sehingga tekanan pada upaya tersebut dianggap masuk
akal pada saat keputusan dibuat. Dalam suasana ketidakpastian, para akuntan harus
memastikan bahwa keputusan mereka tidak cacat akibat gagalnya penyesuaian dengan nilai-
nilai etis terkait. Paling tidak nilai-nilai etika harus dipertimbangkan setara dengan
kompetensi teknis, dimana keduanya dianggap sebagai hal yang tidak dapat dipisahkan.
Tanpa nilai-nilai etika, kepercayaan yang diperlukan untuk suatu hubungan fidusia tidak
dapat dipertahankan, dan hak-hak profesi akuntansi menjadi terbatas-mungkin akan
mengurangi efektivitas yang dapat diberikan suatu profesi kepada masyarakat.

Prioritas Tugas, Loyalitas dan Kepercayaan dalam Tugas Fidusia

Seorang akuntan professional telah diberi hak untuk menyediakan jasa fidusia yang
penting bagi masyarakat karena dia bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan
yang melekat dalam hubungan fidusia. Seorang akuntan professional juga tidak hanya
dituntut memiliki keahlian, namun ia juga diharapkan untuk mempraktikkan keahliannya
tersebut dengan penuh keberanian, kejujuran, integritas, objektivitas, kesungguhan dan
keilmiahan, kompetensi, kerahasiaan professional, serta menghindari kekeliruan untuk
memastikan bahwa mereka yang mengandalkan keahlian tersebut dapat mempercayai bahwa
kepentingan mereka telah mendapat perlakuan yang selayaknya. Akuntan porofesional
diharapkan untuk mematuhi Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum (GAAP) dan Standar
Auditing yang diterima Umum (GASS).

Kerahasiaan : Ketat atau Diberikan Wadah/Fasilitas

Pada revisi Kode Etik tahun 2005, IFAC telah memperkenalkan kebutuhan akan
akuntan professional untuk mengatasi situasi di mana terdapat konflik diantara prinsip-prinsip
yang mendasar, yang dalam hal ini dapat terjadi antara kerahasiaan dan kepentingan public.
Kode etik diantaranya menyarankan bahwa akuntan professional mempertimbangkan untuk
mendapatkan nasihat professional dari badan professional yang relevan atau penasihat
hukum, dan dengan demikian mendapat bimbingan tentang isu-isu etis tanpa melanggar
kerahasiaan. Rekomendasi ini akan diperkenalkan di seluruh dunia karena peraturan badan
akuntansi professional telah diharmonisasikan dengan kode IFAC.

Impikasi-implikasi Layanan yang Ditawarkan

Penjaminan dan Jasa-jasa Lain


Akuntan prodesional telah mengembangkan jasa-jasa fidusia yang umum dibidang
akuntansi berikut ini :

Akuntansi dan prinsip-prinsip, praktik, dan sistem pelaporan


Audit catatan akuntansi, sisten dan laporan keuangan
Proyeksi keuangan : persiapan, analisis, dan audit
Perpajakan : persiapan dokumen informasi wajib pajak dan saran
Kepailitan : Tugas-tugas wali dan saran
Perencanaan keuangan : saran
Pengambilan keputusan : fasilitasi melalui analisa dan pendekatan
Pengendalian manajemen : Saran dan desain sistem
Urusan-urusan korporasi dan komersial : Saran dan umum

Peraturan Independensi SEC dan IFAC

Hal yang tidak diantisipasi oleh Komite khusus AICPA untuk pelayanan verifikasi
adalah ketidakmampuan anggotanya untuk mengelola konflik yang melekat pada situasi
konflik kepentingan yang muncul pada saat proses audit dan jasa lainnya ditawarkan kepada
klien yang sama.

Untuk menghindari risiko konflik kepentingan dalam audit perusahaan besar,


sehingga dapat melindungi kepentingan public, SOX mewajibkan SEC untuk melarang
penawaran layanan-layanan non audit yang akan merusak independensi KAP kepada
pendaftar SEC seperti :

Pembukuan atau jasa lain yang berhubungan dengan pencatatan akuntansi atau
laporan keuangan klien audit
Desain dan implementasi sistem informasi keuangan
Jasa penilaian, pendapat terkait dengan kelayakan, atau laporan mengenai
kontribusi dengan nilai moneter, tetapi tidak untuk ditagihkan (contribution-
in-kind)
Jasa aktuaria
Jasa alih daya (outsourcing) audit internal
Fungsi-fungsi manajemen atau sumber daya manusia
Pialang atau agen, penasihat investasi atau jasa perbankan investasi
Layanan hukum dan layanan ahli yang tidak terkait dengan audit.

Prinsip-prinsip independensi SEC tersebut dalam kaitannya dengan layanan yang diberikan
oleh auditor sebagian besar didasarkan pada tiga prinsip dasar :

1. Auditor tidak dapat berfungsi dalam peran manajemen


2. Auditor tidak dapat melakukan audit atas pekerjaannya sendiri
3. Auditor tidak dapat melakukan pembelaan untuk kliennya

Nilai tambah Kritis oleh Seorang Akuntan Profesional

Kredibilitas adalah nilai tambah kritis yang dihasilkan oleh seorang akuntan
professional dalam pelayanan verifikasi terbaru dan juga yang standar.Kompetensi adalah
factor fundamrntal dan tingkat kompetensi yang tinggi dapat dan memang memberikan
keunggulan kompetitif. Secara khusus nilai tambah kritis seorang akuntan professional
terletak pada harapan bahwa layanan apapun yang ditawarkan akan didasarkan pada
integritas objektivitas dan nilai-nilai ini, selain standar kompetensi minimum yang dipastikan
ada, memberikan kredibilitas atau jaminan terhadap laporan atau kegiatan.

Standar Perilaku yang Diekspektasikan

Kejujuran, atau ketepatan tersirat dalam semua aspek pengumpulan,


pengukuran, pelaporan, dan interprestasi data. Objektivitas tidak dapat dipertahankan
kecuali akuntan professional berpikiran independen, atau bebas dari perilaku
berlebihan dari satu pemangku kepentingan atau yang lain. Integritas, Kejujuran, dan
Objektivitas sangat penting dalam pelaksanaan tugas-tugas fidusia yang tepat.

Penilaian dan Nilai-nilai

Pentingnya Pertambahan Nilai

Penerapan yang tepat nilai-nilai etika kompetensi, integritas, kejujuran, dan


objektivitas secara substansial bergantung namun tidak terutama pada nilai-nilai etika
pribadi para akuntan professional yang terlibat.Seorang professional mungkin berbuat
salah dalam penilaiannya tentang potensi akibat dilemma etika atau tentang
keseriusan akibat tersebut mereka yang harus menanggung akibatnya.Oleh karena itu,
kredibilitas profesi ada pada nilai-nilai yang didukungnya, nilai-nilai etika pribadi dan
professional dari masing-masing anggota, dan kualitas penilaian yang digunakan.
Pembentukan Penialaian/Pertimbangan dan Nilai-Nilai

Kohrlberg berpendapat bahwa individu-individu memalui empat


tahapan progresif dalam perkembangan moral.

Prakonvensional

1. Kepatuhan
2. Sifat angkuh pengganti atau pertukaran instrumental dan sosial

Konvensional

3. Penyelarasan interpersonal
4. Hukum dan tugas (tatanan sosial)

Post-konvensional, autonomous, atau berprinsip

a. Hak-hak umum individu dan standar-standar yang diterima


masyarakat
b. Prinsip-prinsip yang dipilih sendiri

Sumber Pedoman Etika

Ekspektasi perilaku dari akuntan professional telah dan akan diwujudkan dalam :

Penentu standar (IFAC, PCACB, FASB, IASB, CICA, ICAEW, dsb)


- prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP)
- Standar audit yang berlaku umum (GAAS)
Praktik-praktik standar yang dipahami secara umum
Studi penelitian dan artikel
Pedoman-pedoman regulator (SEC, OSC, NYSE, TSX, dan lain-lain)
Keputusan pengadilan
Kode etik dari
Atasan (oerusahaan atau KAP)
Badan Akuntansi Profesional Lokal
Internal Federation of Accountants (IFAC)

Kode Etik Profesional

Tujuan dan kerangka


Kode etik professional dirancang untuk memberikan panduan tentang
perlakuan yang diharapkan dari anggota agar jasa yang ditawarkan dapat diterima
secara kualitas dan reputasi profesi tidak akan dinodai.

Prinsip-prinsip Fundamental dalam Kode Etik Akuntan Profesional

Para anggota diharuskan :

Bertindak untuk kepentingan umum


Setiap saat menjaga reputasi baik profesi dan kemampuannya untuk melayani
kepentingan umum :
Bekerja dengan :
- Integritas
- Objektif dan independen
- Kompetensi professional, due care, dan skeptisisme professional, serta
- Rahasia

Prinsip-prinsip dan Standar-standar Fundamental

Prinsip-prinsip fundamental dalam kode etik professional Para anggota diharuskan :


Bertindak untuk kepentingan umum
Setiap saat menjaga reputasi baik profesi dan kemampuannya untuk melayani
kepentingan umum
Bekerja dengan : Integritas, Objektiv dan independen,Kompetensi professional, due
care, dan skeptisisme professional serta Rahasia.

Ruang lingkup dan aktifitas yang berpengaruh


Kategori pertama mengadu domba akuntan profesional dengan pemangku kepentingan
lainnya dalam lingkup beberapa kegiatan.Kategori kedua,dimana profesional bekerja sama
dengan beberapa pemangku kepentingan lain untuk merugikan orang lain.Kategori ketiga
melibatkan kelompok pemangku kepentingan tetapi dimana kepentingan sendiri tidak muncul
bermain kecuali kadang-kadang pada sisi yang kurang diuntungkan.
Konflik kepentingan mempengaruhi layanan yang ditawarkan
Kepentingan pribadi merupakan motifator yang sangat kuat yang dapat merugikan
klien,publik dan para pemngku kepentingan lainnya melalui penurunan mutu yang
ditawarkan oleh akuntan profesional.kebanyakan auditor tidak tahan pada godaan yang
muncul karena urusan pribadi auditor mendominasi sisi profesionalismenya.kepercayaan
yang dibutuhkan mulai rusak ketika satu atau lebih aspek aspek penting dari layanan
profesional yang diharapkan tidak disampaikan dengan cara yang mendahulukan kepentingan
publik sebelum kepentingan profesional sendiri.
Konflik kepentingan yang melibatkan penggunaan atau penyalahgunaan informasi
Penyalahgunaan informasi oleh akuntan profesional dapat merugikan pemangku
kepentingan yang lain dari sisi klain atau perusahaan yang terlibat.sebagai
contoh,penggunaan informasi oleh akuntan profesional sementara yang lain belum memiliki
hak untuk menggunakan informasi tersebut tidak adil dan tidak etis.
Ketika kode-kode dan peraturan tidak membantu
Seringkali,akuntan profesional mendapati diri mereka menghadapi situasi yang
tidak tercakup yang tidak tercakup secara eksplisit dalam kode etik,atau tidak cukup dengan
yurisprudensi sehingga bisa diperoleh manfaat dari sumber-sumber atau pedoman
itu.terkadang,badan akuntansi profesional akan menyediakan bagi anggota layanan konsultasi
melalui apa yang disebut dengan direktur etik.paling sering,bagaimanapun akuntan
profesional akan dibiarkan sendiri.
Perluasan peran akuntan profesional
Selain peran-peran standar dalam hubungan fidusia,akuntan profesional juga paling
cocok untuk memainkan peran yang dominan atau sebagai pendukung dalam
desain,persiapan,dan manajemen bidang-bidang berikut yang penting untuk tata kelola yang
baik diera kian berkembangnya akuntabilitas pemangku kepentingan
Penilaian kepentingan pemangku kepentingan
Indikator kerja yang terfokus pada pemangku kepentingan dan sistem insentif
Budaya korporasi yang etis
Kode etik perusahaan
Mekanisme kesesuaian dengan etika dan pelaporan ke dewan
Kerangka pedoman dan pengambilan keputusan yang etis
Sistem pengendalian risiko etika