Anda di halaman 1dari 3

Nabila Fatin Kamilasari

151411021

3A D3 Teknik Kimia

Tugas Otomasi Proses

1. Deskripsikan proses dilengkapi dengan diagram proses.

Separator horizontal tiga fasa bertekanan rendah digunakan untuk memisahkan fluida
produksi menjadi minyak, air dan gas. Minyak yang sudah terpisah menuju oil outlet di
bagian kanan separator, air akan berada di bagian bawah dan keluar melalui water inlet,
sedangkan gas yang sudah terpisah akan keluar melalui bagian atas separator.

Jika PT-1 HH, maka SDV-1 aktif dan menutup untuk menghentikan flow inlet.
SDV-4 juga menutup untuk mengisolasi potensi bahaya agar tidak berlanjut ke proses
selanjutnya. BDV-1 akan membuka agar gas terbuang ke flare. Jika PT-1 LL, maka
seluruh valve inlet dan outlet akan menutup karena kondisi tersebut abnormal dan proses
operasi tidak perlu dilanjutkan.

Untuk mengatasi LT-1 HH, maka SDV-1 akan menutup agar air tidak bercampur
dengan hasil separasi minyak. Jika LT-1 LL, maka SDV-3 akan menutup dan proses
dihentikan karena level minyak yang terlalu rendah.
Untuk kondisi LT-2 HH, SDV-1 akan menutup agar level tidak terus bertambah
sehingga menyebabkan bercampurnya air ke hasil separasi minyak. Sedangkan jika LT-2
LL, maka SDV-2 akan menutup untuk mencegah terbawanya minyak ke dalam line air.

PT-2 pada kondisi HH memberi sinyal agar PCV 1 semakin membuka untuk
membuang gas ke flare. Sedangkan pada kondisi LL, PCV-1 harus menutup untuk
menaikkan kembali tekanan. PCV-1 memiliki karakter fail to open sehingga pada kondisi
eror(tanpa sinyal), PCV-1 cenderung membuka.

LT-3 pada kondisi LL memerintahkan LCV-1 untuk menutup sedangkan pada


kondisi HH memberikan perintah membuka. LCV-1 memiliki karakter fail-to-close
sehingga LCV-1 cenderung menutup pada kondisi tanpa sinyal.

LT-4 membaca level antarmuka campuran antara minyak dan air. Pada kondisi
HH, LCV-2 akan membuka sedangkan pada kondisi LL, LCV-2 akan menutup. LCV-2
memiliki karakter fail-to-close sehingga LCV-2 cenderung menutup jika tidak ada sinyal.

2. Buat statement list untuk proses pengoperasian.


Langkah 1 : Preparasi
Operator menyiapkan fluida produksi yang ingin dipisahkan.
Menunggu sampai tombol START ditekan.

Langkah 2 : Pengisian

Dimulai setelah tombol START ditekan.


Fluida produksi mengalir melewati pipa inlet dengan laju alir 70% FS (Full
Scale)
Level campuran minyak dan air (LT-4) naik hingga 60%.
Tekanan dalam separator 170 psig.

Langkah 3 : Pemisahan

Dimulai setelah level campuran minyak dan air 60% dan tekanan dalam
separator 170 psig.
Pengendalian level cairan (LT-1, LT-2, LT-3 dan LT-4) dan pengendalian
tekanan (PT-1 dan PT-2) disetel ke AUTO sampai akhir proses.

Langkah 4 : Pengeluaran

Pengeluaran air dilakukan dengan membuka katup SDV-2.


Katup SDV-2 ditutup ketika level air (LT-2) 0%.
Pengeluaran minyak dilakukan dengan membuka katup SDV-3.
Katup SDV-3 ditutup ketika level minyak yang sudah dipisahkan (LT-1 dan
LT-3) 0%.
Pengeluaran gas dilakukan dengan membuka katup SDV-4.
Katup SDV-4 ditutup ketika tekanan gas (PT-1 dan PT-2) 0 psig.

3. Buat timing diagram untuk proses tersebut diatas.

Preparasi Pengisian Pemisahan Pengeluaran


On
Start
Off
Penyiapan Fluida Produksi

100
Laju Alir
Fluida Produksi 0
100
Level
Campuran (LT-4) 0
225
Tekanan
Separator 0
Open
Katup
Pengeluaran Air Close
Open
Katup
Pengeluaran Minyak Close
Open
Katup
Pengeluaran Gas Close
0% 100%