Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kuliah Kerja Praktek


Pembangunan yang sedang giat-giatnya dilaksanakan di Indonesia
terutama pada konstruksi, dimana dalam era otonomi daerah dan percepatan
pertumbuhan ekonomi nasional mengarah pada pembangunan Indonesia
bagian timur. Seiring dengan perkembangan tersebut kebutuhan akan tenaga
kerja yang berkualitas dan profesional sangat diperlukan sebagai pengawas
pembangunan, sedangkan tenaga kerja yang berkualitas dan profesional yang
ada khususnya di Indonesia bagian Timur dianggap belum seimbang dengan
perkembangan tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan tenaga kerja di atas maka setiap
mahasiswa harus memiliki kesiapan dalam menghadapi keprofesianalan
pekerjaannya yang sesuai dengan bidang yang digelutinya. Banyak sekali hal
yang menjadi hambatan bagi seseorang yang belum mengalami pengalaman
kerja untuk terjun ke dunia pekerjaan, seperti halnya ilmu prngetahuan yang
diperoleh di kampus yang bersifat statis ( pada kenyataannya masih kurang
adaptif atau kaku terhadap kegiatan dalam dunia kerja yang nyata ), teori yang
diperoleh belum tentu sama dengan praktik kerja di lapangan, keterbatasan
waktu dan ruang yang mengakibatkan ilmu pengetahuan yang diperoleh masih
terbatas.
Dikarenakan hal di atas, maka Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar Fakultas Sains Dan Teknologi khususnya pada jurusan teknik
arsitektur menetapkan mata kuliah kerja praktek pada semester VII agar para
mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan yang tidak diberikan oleh kampus.
Pada umumnya kegiatan kerja praktek yang dilakukan pada salah satu
perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultan pengawas adalah seperti
mengawasi kinerja pelaksana yang dalam hal ini dilaksanakan oleh kontraktor
yang dimana jika ada yang tidak sesuai dengan gambar perencena maka
konsultan pengawas akan memberikan satu masukan pada kontraktor dan tetap

1
berkonsultasi kepada pihak kontraktor, apa saja yang kurang jelas dan yang
belum diketahui oleh kontraktor. Dalam studi kasus proyek pembangunan
Rumah Sakit Pendidikan UIN ALAUDDIN Makassar yang bergerak dalam
bidang konsulatan adalah PT. SULAPAAPPA MEDIA UTAMA Jadwal
pembangunan di buat berdasarkan konstruksi yang akan di bangun dan
disesuaikan dengan batas waktu yang ditetapkan oleh PT selaku konsultan
perencana.
Program kerja prakek pelaksanaan diharapkan mampu memberikan
keuntungan langsung bagi kedua belah pihak, baik dari pihak perusahaan
maupun bagi pihak mahasiswa. Program ini di harapkan dapat menghasilkan
sorang sarjana yang tidak hanya menguasai konsep (teori) namun memahami
dan mengenal praktek kerja konstruksi serta pemanfaatan ilmu arsitektur secara
nyata, mencetak seorang lulusan sarjana teknik arsitektur yang memiliki
kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

B. Maksud Dan Tujuan Kerja Praktek Profesi


1. Maksud
Adapun maksud diadakannya kerja praktek ini adalah sebagai berikut:
a. Mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu
pengetahuan yang telah diperoleh dalam perkuliahan untuk diterapkan
dalam lapangan kerja.
b. Mahasiswa dapat mengenal pelaksanaan dan proses konstruksi yang
sebenarnya.
c. Mahasiswa dapat membandingkan antara teori yang dikerjakan di
kampus dengan praktik kerja di lapangan.
d. Mahasiswa dapat memperdalam wawasan terhadap sistem kerja
interdisiplin secara profesional.
e. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan serta
pengalaman dalam pengerjaan konstruksi di masyarakat.

2
2. Tujuan
Adapun tujuan dari kuliah kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
a. Memberikan gambaran dunia kerja yang sebenarnya kepada mahasiswa
sebagai bekal untuk kemudian hari.
b. Untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang
tidak didapat langsung dalam perkuliahan.
c. Memperoleh pengalaman, pengamatan dan pengenalan visual secara
langsung mengenai kondisi yang ada di lapangan.
d. Sebagai sarana pelatihan dalam penyusunan laporan untuk suaru
penugasan.
e. Untuk menyiapkan tenaga kerja yang ahli dan siap pakai dalam
masyarakat dan wiraswastawan dalam bidang konstruksi.

C. Lingkup Dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek Profesi


Lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan selama kerja praktek adalah
suatu lingkup pelaksanaan. Lingkup pelaksanaan ini meliputi proses kinerja,
pengorganisasian, metode pelaksanaan proyek, sistem managerial proyek yang
dilakukan dan segala teknis pelaksanaan proyek.
Tempat pelaksanaan kerja praktek profesi ini berlokasi di jalan kerung
kerung dinas loston. Waktu pelaksanaan kerja praktek ini berlangsung 1,5
bulan pada tanggal 20 November 2016 sampai dengan 30 Desember 2016
untuk praktek di PT SULAPAAPPA MEDIA UTAMA

3
D. Metode Dan Sistematika Penyusunan Laporan Kerja Praktek Profesi
1. Metode Kerja Praktek Profesi
a. Metode identifikasi yaitu dengan melihat secara lansung proses
pelaksanaan di lapangan.
b. Metode interview yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan pihak-
pihak yang terlibat dengan pelaksanaan proyek, hal ini dilakukan untuk
mendapatkan data non teknis.
c. Metode literatur, digunakan sebagai pengarah dan panduan dalam
penulisan laporan hasil kerja praktek.
d. Menyusun laporan selama kegiatan kerja praktek dengan dibantu
bimbingan dari dosen mata kuliah kerja praktek.
2. Sistematika Penyusunan Laporan Kerja Praktek Profesi
Sistematika penulisan dalam menyusun laporan kerja praktek pelaksanaan
ini adalah :
a. BAB I : Pendahuluan memberi penjelasan tentang latar belakang,
maksud dan tujuannya, lingkup dan waktu pelaksanaannya, metode dan
sistematika penyusunan laporannya.
b. BAB II : Tinjauan Umum Terhadap Konsultan Pengawas memberi
penjelasan tentang pengertian konsultan pengawas, kewajiban dan
tugas konsultan pengawas, hak dan wewenagng konsultan pengawas,
lingkup tugas konsultan pengawas
c. BAB III :Tinjauan Khusus Terhadap PT. SULAPAAPPA MEDIA
UTAMA memberi penjelasan tentang sejarah singkat perusahaan, data
umum perusahaan, & badan hukum
d. BAB IV : Pelaksanaan kuliah kerja praktek pengawasan memberi
penjelasan tentang tinjauan terhadap proyek pembangunan
Penanggulangan bencana daerah BPBD &, struktur organisasi, kegiatan
pelaksanaan kuliah kerja praktek
e. BAB V : Penutup memberi penjelasan tentang kesimpulan dan saran

4
BAB II
TINJAUAN UMUM TERHADAP KONSULTAN PENGAWAS

A. Pengertian Manajemen Konstruksi Dan Konsultan pengawas


1. Pengertian Manajemen Konstruksi
Pengertian Manajemen Konstruksi Pada umumnya proyek
pengembangan berbentuk proyek fisik, dan non fisik. Dalam kaitannya
dengan tugas-tugas pelaksanaan proyek fisik yang berupa konstruksi
bangunan dalam hal ini gedung, bangunan air, jalan dan lain-lain. Tugas-
tugas Ini dikenal dengan istilah manajemen konstruksi. Manajemen
konstruksi dapat dipahami sebagai suatu proses manajemen pelaksanaan
konstruksi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran dalam bentuk produk
konstruksi secara rasional, efisiensi dan efektif (Beby Banteng, 2000 ).
Manajemen proyek adalah cara bagaimana unsur-unsur proyek
terorganisasi hingga tiap unsur dapat menggunakan segala kemampuan dan
ketrampilan dengan cara yang benar dan pada waktu yang tepat, untuk
memberikan keuntungan yang optimal kepada pemilik proyek.

2. Pengertian Konsultan pengawas


Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik
proyek ( owner ) untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan
pengawas dapat berupa badan usaha atau perorangan. perlu sumber daya
manusia yang ahli dibidangnya masing-masing seperti teknik sipil,
arsitektur, mekanikal elektrikal, listrik dan lain-lain sehingga sebuah
bangunan dapat dibangun dengan baik dalam waktu cepat dan efisien.

5
B. Wewenang Konsultan Manajemen Konstruksi
1. Meminta laporan dan penjelasan tentang pelaksanaan pekerjaan kepada
pelaksana proyek baik secara lisan maupun tulisan.
2. Menghentikan atau menolak hasil pekerjaan apabila dalam pelaksanaan
menyimpang dari spek yang telah ditentukan.
3. Mengesahkan adanya perubahan baik didalam desain maupun pekerjaan.
4. Memberikan keputusan terhadap perubahan waktu pelaksanaan dengan
mempertimbangan segala resiko yang akan dihadapi.
5. Mengarahkan, mengelola, serta mengkoordinasikan pelaksanaan
kontraktor dalam aspek mutu, biaya, waktu, dan keselamatan dalam
pekerjaan.
6. Mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh konsultan perencana dan
kontraktor. Rapat diadakan seminggu sekali.
7. Memeriksa gambar detail pelaksanaan (shop drawing).
8. Membuat laporan kemajuan pekerjaan di lapangan.

C. Tugas dan wewenang Konsultan pengawas


1. Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak
kerja.
2. Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan
proyek.
3. Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek untuk dapat dilihat oleh
pemilik proyek.
4. Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik
proyek maupun kontraktor dalam proyek pelaksanaan pekerjaan.
5. Mengoreksi dan menyetujui gambar shop drawing yang diajukan
kontraktor sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan proyek.
6. Memilih dan memberikan persetujuan mengenai tipe dan merek yang
diusulkan oleh kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek
namun tetap berpedoman dengan kontrak kerja konstruksi yang sudah
dibuat sebelumnya.

6
Konsultan pengawas juga memiliki wewenang sebagai berikut:

1. Memperingatkan atau menegur pihak peleksana pekerjaan jika terjadi


penyimpangan terhadap kontrak kerja.
2. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan jika pelaksana proyek tidak tidak
memperhatikan peringatan yang diberikan.
3. Memberikan tanggapan atas usul pihak pelaksana proyek.
4. Konsultan pengawas berhak memeriksa gambar shopdrawing pelaksana
proyek.
5. Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara perubahan ( site
Instruction)
6. Mengoreksi pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor agar sesuai
dengan kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya.

D. Struktur Organisasi Konsultan Manajemen Konstruksi


1. Pengawas struktur, dengan uraian tugas sebagai berikut :
a. Melakukan pengawasan terhadap cara kerja kontraktor dalam bidang
struktur.
b. Mengawasi serta mengontrol surveyor dan supervisor kontraktor pada
pekerjaan struktur dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
c. Memeriksa dan memberikan persetujuan ijin kerja, penggunaan/
pengetesan material, schedule kerja dan berita acara kemajuan
pekerjaan kontraktor dibidang struktur, jika sudah sesuai dengan yang
telah ditetapkan.
d. Menghadiri rapat mingguan yang diadakan oleh kontraktor.
e. Memeriksa rencana kerja kontraktor dan sub kontraktor dalam bidang
struktur.
f. Memberikan teguran kepada supervisor kontraktor pada pekerjaan
struktur bila terjadi penyimpangan pekerjaan struktur.

7
2. Pengawas arsitek, dengan uraian tugas sebagai berikut :
a. Mengontrol kesesuaian gambar kerja dan spesifikasi yang berkaitan
dengan rancangan arsitek dari pekerjaan kontraktor/sub kontraktor di
lapangan.
b. Mencatat dan melaporkan pekerjaan kontraktor/sub kontraktor yang
tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi arsitek.
c. Memberikan/membuat laporan hasil kerja kontraktor/sub kontraktor
dalam bidang arsitek.
d. Memerintahkan supervisor kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan gambar dan spesifikasi arsitek yang telah ditentukan bila
terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar dan spesifikasi.

3. Pengawas mechanical & electrical (ME), dengan tugas sebagai berikut :


a. Melakukan pengawasan terhadap cara kerja kontraktor pada pekerjaan
M/E.
b. Mengawasi dan mengontrol supervisor kontraktor M/E dalam
pelaksanaan tugas.
c. Membantu kontraktor membuat laporan mingguan di bidang M/E.
d. Memeriksa rencana kerja kontraktor dan sub kontraktor dalam bidang
M/E.
e. Memberikan teguran kepada supervisor kontraktor M/E ataupun sub
kontraktor bila terjadi penyimpangan pekerjaan di bidang M/E.

8
BAB III
TINJAUAN KHUSUS TERHADAP PT. SULAPAAPPA MEDIA
UTAMA

A. Data umum perusahaan

1. Nama perusahaan : PT. SULAPAAPPA MEDIA UTAMA


2. Alamat kantor : JL. Dg. Tata I Komp. Tabaria, Blok A23, No. 2
Makassar
3. Telepon /fax : 0411-874711
4. Legalitas :
No akte : 06
Tanggal : 29 September 2009
Nama Notaris : Syahbur Baso Lukkasa, SH.

B. Data administrasi , landasan hukum , pengurus perusahaan dan data


keuangan PT SULAPAAPPA MEDIA UTAMA

1) Table 3.1 Data Administrasi

1. Nama : PT. SULAPAAPPA MEDIA UTAMA KONSULTAN


(PT/CV/Firma/

Koperasi/Perseroan

2. Status : X Pusat Cabang


(PT/CV/Firma/

Koperasi/Perseroan

9
4. Alamat Kantor : JL. Dg. Tata I Komp. Tabaria, Blok A23, No. 2
Pusat
Makassar Sulawesi Selatan.

No. Telepon : 0411-874711

No. Fax. : 0411-874711

E-Mail : sulapaappa.meditama@yahoo.co.id

2. table 3.2 Landasan Hukum Pendirian Perusahaan

1. Akta Pendirian : PT. SULAPAAPPA MEDIA UTAMA


KONSULTAN
PT/CV/Firma/Koperasi

a. Nomor Akta : 06

b. Tanggal : 29 September 2009

c. Nama Notaris : SYAHBUR BASO LUKKASA, SH.

3. Pengurus
Table 3.3 Direksi/Penanggung Jawab/ Pengurus Perusahaan

Jabatan dalam
No. Nama Nomor KTP
Perusahaan

1. FEKRAN, ST. 367404 260682 0001 KOMISARIS

2. ABDUL RAIS, ST, IAI. 737110 070573 0014 DIREKTUR

10
4. Data Keuangan
Table 3.4 Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT) / Susunan Persero
(untuk CV/Firma)

Pers
No. Nama Nomor KTP Alamat en
Tase

1. FEKRAN, ST 367404 260682 0001 Jl. Cendrawasih 75%


ASMAT Blok A/2
Makassar

2. ABDUL RAIS, ST, IAI. 737110 070573 0014 Perumahan Mansion 15%
Garden Blok B/11
Ciputat, Tanggerang
Selatan

C. Sejarah singkat perusahaan

PT. SulapaAppa Media Utamaadalah perusahaan jasa yang bergerak di


bidang Engineering Consultant Architect yang berdiri pada tahun 2009 di
Makassar PT. SulapaAppa Media Utama Konsultan yang bergerak dibidang
Perencanaan dan Pengawasan dengan segala kemampuan sarana dan prasarana
yang di miliki untuk berpartisipasi dalam rangka memenuhi tuntutan kebutuhan
akan pembangunan. PT. SulapaAppa Media Utama dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun terakhir memiliki pengalaman yang cukup memadai dalam
menangani pekerjan-pekerjaan jasa konsultansi yang terkait dengan
pelaksanaan pembangunan, seperti: Perencanaan Pembangunan RSU
Lakipadada Kab.Toraja, Perencanaan gedung BPKP Kab. Sulawesi Barat,
Balai Monitor Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio Klas II Ternate Dinas
Kesehatan Kab. Wajo, Dinas Kesehatan Prov.

11
Sul Sel, Balai Meteorologi dan Geofisika Wil. IV Makassar, Pembangunan
Gedung-gedung Sekolah SD/MI/SMP, Pembangunan Sarana dan Prasarana
lainnya. Selain itu berpengalaman pula dalam berbagia gedung di berbagai
kabupaten di Sulawesi Selatan. PT. SulapaAppa Media Utama telah
berpengalaman dalam menangani pekerjaan-pekerjaan jasa konsultansi
khususnya bidang Perencanaan gedung, sarana dan prasana sanitasi, air bersih
dan penyehatan lingkungan permukiman di beberapa wilayah kota/kabupaten
di propinsi Sulawesi Selatan maupun di luar Selsel.

D. Lingkup pelayanan perusahaan

Kegiatan pengendalian proyek pada pekerjaan pengawasan adalah


merupakan salah satu bagian komponen dari kegiatan pembangunan dimana
Manajemen Konstruksi merupakan perusahaan yang memenuhi syarat yang
ditetapkan untuk melaksanakan tugas dalam bidang pengawasan pekerjaan
konstruksi. yang mana dalam pelaksanaan pekerjaan Manajemen Konstruksi
menuntut kerja sama semua unsur yang terkait dalam suatu proyek dalam
artian bekerja sama dalam menerapkan aturan-aturan atau standar yang telah
dibuat bersama dalam kontrak untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Oleh karena itu, tanpa kerja sama dan koordinasi yang harmonis, maka
pekerjaan Manejemen Konstruksi akan mengalami kepincangan dalam
pelaksanaannya. Kerja sama yang dimaksud selain terciptanya interaksi dari
semua unsur yang terkait, juga menyangkut tanggung jawab dari masing-
masing unsur terkait dan saling mentaati prosedur yang berlaku. Manajemen
Konstruksi fungsi utamanya dalam pekerjaan ini adalah mengawasi dan
mengatur pelaksanaan pengawasan konstruksi.

Sejalan dengan perkembangan pembangunan, terutama pembangunan


prasarana dan sarana fisik dengan berbagai permasalahan yang semakin rumit
dan kompleks yang membutuhkan pelayanan manajerial dalam arti yang
seluas-luasnya, maka dengan dukungan personil yang ahli dan profesional

12
dalam berbagai bidang serta penyediaan peralatan yang cukup memadai, PT.
SIDUPPA GRUP memantapkan langkah untuk memperluas usaha dan lingkup
pelayanan konsultansi.

Pemahaman konsultan tentang lingkup kegiatan yang tercantum dalam


Kerangka Acuan Kerja (KAK) cukup membantu pencapaian keberhasilan
pelaksanaan pekerjaan. Didalam KAK, telah diberikan gambaran umum
tentang proyek, mulai dari rasionalisasi perlunya proyek dilaksanakan, tujuan
dan sasaran, ruang lingkup, kebutuhan tenaga ahli dan pelaporan. Meskipun
demikian, disadari bahwa penjelasan dalam KAK masih bersifat umum,
sehingga memungkinkan dapat diinterpretasi oleh konsultan dalam
pemahaman yang berbeda.

Dalam penyiapan Usulan Teknis, Konsultan telah memahami maksud dan


tujuan proyek, tidak hanya mempelajari KAK (Kerangka Acuan Kerja) dengan
seksama, tetapi juga melakukan diskusi intensif dengan pihak-pihak yang
terkait dalam penyiapan pekerjaan ini dikaji secara menyeluruh. Konsultan
mengucapkan rasa terima kasih untuk semua informasi yang telah diberikan.

Tim Konsultan mempunyai pengalaman luas di bidang Manajemen


Konstruksi, perencanaan dan pengembangan wilayah, studi kelayakan
rencana, perkuatan kelembagaan dan partisipasi pembangunan. Konsultan
telah terlibat dalam sejumlah proyek khususnya dalam menunjang kebijakan
nasional dalam bidang pembangunan perkotaan dan perdesaan, serta
pengembangan wilayah. Lebih lanjut, Konsultan telah bekerja untuk beberapa
proyek, baik melalui Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

13
BAB IV
TEKNIS PELAKSANAAN
KERJA PRAKTEK PROFESI

A. Tinjauan Terhadap Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Ekonomi


dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar Tahap II
1. Lokasi Pekerjaan
Proyek pembagunan lanjutan bangunan gedung fakultas ekonomi
dan bisnis (FEBI) UIN alauddin ini terletak dilingkungan kampus II UIN
alauddin samata kabupaten GOWA berada di di Jalan Muh. Yasin Limpo
kelurahan samata kabupaten gowa sulawasi selatan

Gambar 4.1: Lokasi Pekerjaan


Sumber : google earth (tanggal 6 Januari 2017)

2. Waktu Pelaksaan
Jangka waktu pelaksanaan proyek pembangunan gedung fakultas
ekonomi dan bisnis islam UIN Alauddin tahap II di MAKASSAR adalah
seratus dua puluh (120) hari kerja kalender terhitung sejak tanggal 2
September 2016 sampai dengan 30 Desember 2016.

14
3. Lingkup Pekerjaan
Untuk tahun anggaran 2016 pekerjaan yang akan dilaksanakan
merupakan pembangunan gedung baru dan lanjutan yang meliputi :
a) Pekerjaan Pendahuluan
b) Pekerjaan Struktur
1) struktur lantai 3 dan 4
2) pekerjaan struktur top floor
3) pekerjaan struktur tangga,
4) pekerjaan struktur atap

B. Struktur Organisasi Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Ekonomi


dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin

Gambar 4.2 : Bagan Struktur Organisasi Proyek Pembangunan Lanjutan


Gedung FEBI UIN Alauddin
Sumber : Data Proyek

15
C. Kegiatan Pelaksanaan Kerja Praktek Pengawasan
Kuliah kerja praktek di bidang pengawasan dilaksanakan sejalan
dengan proses pelaksanaannya. Mengigat waktu kerja praktek yang kami
ikuti adalah terbatas yakni satu bulan, maka pembahasan item-item
pekerjaan tidak akan lengkap secara keseluruhan melainkan hanya item-
item yang akan dilaksanakan 100% sedangkan yang lainnya masih dalam
pelaksanaan.
Berikut akan diuraikan beberapa pekerjaan utama yang telah dan
sedang dilaksanakan dalam pembangunan gedung penanggulangan
bencana daerah tahap II Makassar yang telah kami rangkum selama
mengikuti Kerja Praktek.

1. Pengawasan Minggu 1 (Pertama)


dari tanggal 21 November - 26 November 2016
a. Pekerjaan pembuatan bekisting balok
Bekisting untuk balok lantai 3 di buat dari rangkaian multiplek
dan balok kayu kelas tiga. Modul bekisting di buat di lantai
bawah dan di angkat ke atas.
b. Pabrikasi Begel & Pembengkokan batang baja.
Begel penyusun rangka balok beton penyangga lantai 3 dan
Batang baja rangkanya semua di potong dan di bentuk terlebih
dahulu, lalu di rangkai sesuai gambar teknis yang telah ada.
c. Pemasangan Bondeck
Bondeck di pasang sesuai jumlah bondeck yang tersedia, pada
saat minggu pertama ini jumlah bondeck yang sudah ada di
lokasi konstruksi belum mencukupi.

16
Gambar 4.3 , Pemasangan rangka baja balok
sumber : Dokumentasi Lapangan

Gambar 4.4 , Pembuatan bekisting kayu


sumber : Dokumentasi Lapangan

17
Gambar 4.5 , Pemasangan Bondeck
sumber : Dokumentasi Lapangan

18
2. Pengawasan Minggu 2 (Kedua)
dari tanggal 28 November - 3 Desember 2016
a. Pekerjaan pembuatan bekisting balok
Bekisting untuk balok lantai 3 di buat dari rangkaian multiplek
dan balok kayu kelas tiga. Modul bekisting di buat di lantai
bawah dan di angkat ke atas.
b. Pabrikasi Begel & Pembengkokan batang baja.
Begel penyusun rangka balok beton penyangga lantai 3 dan
Batang baja rangkanya semua di potong dan di bentuk terlebih
dahulu, lalu di rangkai sesuai gambar teknis yang telah ada.
c. Pemasangan Rangka Baja balok
Pada minggu kedua di lakukan penambahan & pemasukan
rangka baja.
d. Pemasangan Bondeck
Bondeck di pasang sesuai jumlah bondeck yang tersedia, pada
minggu kedua jumlah bondeck sudah menutupi separuh total
luasan lantai 3.

Gambar 4.6 , Bondeck yang baru saja datang


sumber : Dokumentasi Lapangan

Setiap material yang di datangkan haruslah sudah di periksa terlebih


dahulu oleh Inspektur pengawas dan di setujui.

19
Gambar 4.7 , Pemasangan Bondeck & Penambahan baja
tumpuan & lapangan
sumber : Dokumentasi Lapangan

Gambar 4.8 , buruh memeriksa bagiam pertemuan balok dan kolom.


sumber : Dokumentasi Lapangan

20
3. Pengawasan Minggu 3 (Ketiga)
dari tanggal 5 Desember - 10 Desember 2016

a. Pekerjaan pembuatan bekisting Tangga


Bekisting untuk Tangga dari lantai 2(dua) ke lantai 3(tiga) di
buat dari rangkaian multiplek dan balok kayu kelas tiga. Modul
bekisting di buat di lantai bawah dan di angkat ke atas.
b. Pabrikasi Begel & Pembengkokan batang baja.
Begel penyusun rangka balok beton penyangga lantai 4 dan
Batang baja rangkanya semua di potong dan di bentuk terlebih
dahulu, lalu di rangkai sesuai gambar teknis yang telah ada.
c. Pemasangan & perbaikan Rangka Baja balok
Pada minggu ketiga di lakukan penambahan & pemasukan
rangka baja.
d. Pengecekan Bondeck & pemasangan wire mesh
Setiap bondeck di periksa pemasangannya selain itu di beri
gabus di bagian bawah bondeck untuk menahan cor, setelah itu
bondeck di tutup dengan wiremesh secara merata.
e. Pencetakan tahu beton dan alat penggerek beton

Gambar 4.9 , buruh memeriksa Bondek & memasang wiremesh.


sumber : Dokumentasi Lapangan

21
Gambar 4.10 , buruh memeriksa Bondek & memasang wiremesh.
sumber : Dokumentasi Lapangan

Gambar 4.11 , Pembuatan alat pengerek/perata beton persiapan pengecoran.


sumber : Dokumentasi Lapangan

22
Gambar 4.12 , Pekerjaan Bekisting Tangga.
sumber : Dokumentasi Lapangan

Gambar 4.13 , Pembuatan tahu beton.


sumber : Dokumentasi Lapangan

23
4. Pengawasan Minggu 4 (Empat)
dari tanggal 12 Desember - 17 Desember 2016

a. Pekerjaan pengecekan pembesian balok.


Seluruh rangka balok di cek apakah sesuai dengan gambar,
ukuran dan penempatan tidak boleh ada yang salah atau kurang,
setiap kekurangan di perbaiki.
b. Pabrikasi Begel & Pembengkokan batang baja.
Begel penyusun rangka balok beton penyangga lantai 4 dan
Batang baja rangkanya semua di potong dan di bentuk terlebih
dahulu, lalu di rangkai sesuai gambar teknis yang telah ada.
Yang kemudian akan di pasang setelah pengecoran dan awal
pekerjaan lantai 4 (empat).
c. Pekerjaan Pengecoran lantai 3.
Pengecoran di lakukan dengan menggunakan beton yang di
pesan dari Pabrik beton, di angkut menggunakan molen dan di
pompa dengan truk pompa. Dalam proses ini cuaca sangat
berpengaruh sehingga tidak boleh di lakukan dalam kondisi
curah hujan tinggi, bila gerimis maka harus di lakukan
penyesuaian kadar air dalam mix beton demi menjaga kualitas
beton mengingat air berlebih atau kurang mampu melemahkan
beton nantinya.
Pekerja meratakan beton dengan penggerek yang telah di buat
sebelumnya, selain itu sebelum pengecoran tiap truk beton yang
datang harus di ambil sampel dalam wujud kubus untuk tes lab,
di lapangan sendiri di lakukan tes lam untuk melihat kondisi
kekentalan mix beton.

24
Gambar 4.14 , Mobil pemompa beton.
sumber : Dokumentasi Lapangan

Gambar 4.15 , Perataan beton oleh pekerja.


sumber : Dokumentasi Lapangan

25
5. Pengawasan Minggu 5 (Lima)
dari tanggal 19 Desember - 24 Desember 2016

a. Pekerjaan pembuatan bekisting balok


Bekisting untuk balok lantai 4 di buat dari rangkaian multiplek
dan balok kayu kelas tiga.
b. Pabrikasi Begel & Pembengkokan batang baja.
Begel penyusun rangka balok beton penyangga lantai 4 dan
Batang baja rangkanya semua di potong dan di bentuk terlebih
dahulu, lalu di rangkai sesuai gambar teknis yang telah ada.
c. Pemasangan Bondeck
Bondeck di pasang sesuai jumlah bondeck yang tersedia, pada
minggu kelima jumlah bondeck sudah menutupi separuh total
luasan lantai 4.
e. Pekerjaan pembuatan bekisting Tangga
Bekisting untuk Tangga dari lantai 3(tiga) ke lantai 4(empat) di
buat dari rangkaian multiplek dan balok kayu kelas tiga. Modul
bekisting di buat di lantai bawah dan di angkat ke atas.

Gambar 4.16, Pekerjaan Bekisting Tangga.


sumber : Dokumentasi Lapangan

26
Gambar 4.17, Pembuatan Bekisting balok lantai 4.
sumber : Dokumentasi Lapangan

Gambar 4.18, Pemasangan Bondeck.


sumber : Dokumentasi Lapangan

27
6. Pengawasan Minggu 6 (Enam)
dari tanggal 26 Desember - 30 Desember 2016

a. Pekerjaan pengecekan pembesian balok.


Seluruh rangka balok di cek apakah sesuai dengan gambar,
ukuran dan penempatan tidak boleh ada yang salah atau kurang,
setiap kekurangan di perbaiki.
b. Pabrikasi Begel & Pembengkokan batang baja.
Begel penyusun rangka balok beton penyangga top floor dan
Batang baja rangkanya semua di potong dan di bentuk terlebih
dahulu, lalu di rangkai sesuai gambar teknis yang telah ada.
Yang kemudian akan di pasang setelah pengecoran dan
pekerjaan lantai top floor.
c. Pengecekan Bondeck & pemasangan wiremesh
Setiap bondeck di periksa pemasangannya selain itu di beri
gabus di bagian bawah bondeck untuk menahan cor, setelah itu
bondeck di tutup dengan wiremesh secara merata.
d. Pekerjaan Pengecoran lantai 4.
Pengecoran di lakukan dengan menggunakan beton yang di
pesan dari Pabrik beton, di angkut menggunakan molen dan di
pompa dengan truk pompa. Dalam proses ini cuaca sangat
berpengaruh sehingga tidak boleh di lakukan dalam kondisi
curah hujan tinggi, bila gerimis maka harus di lakukan
penyesuaian kadar air dalam mix beton demi menjaga kualitas
beton mengingat air berlebih atau kurang mampu melemahkan
beton nantinya.
Pekerja meratakan beton dengan penggerek yang telah di buat
sebelumnya, selain itu sebelum pengecoran tiap truk beton yang
datang harus di ambil sampel dalam wujud kubus untuk tes lab,
di lapangan sendiri di lakukan tes lam untuk melihat kondisi
kekentalan mix beton.

28
Gambar 4.19, Pemasangan wiremesh
Bondeck. sumber : Dokumentasi
Lapangan

Gambar 4.20, Pengecoran Lantai 4


sumber : Dokumentasi Lapangan

29
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pelaksanaan KKP (kuliah kerja praktek) profesi ini, dalam bidang
pengawasan pada PT SULAPAAPPA MEDIA UTAMA. Kuliah Kerja Praktek
Ini Dilakukan Selama 1 bulan tersebut praktikan memperoleh banyak
pengetahuan dan informasi yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang kami
tuntut di bangku kuliah khususnya dalam bidang pengawasan suatu proyek.
Bagaimana pendapat kita bisa disampaikan kepada konsultan pengawas agar
nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaannya dilapangan,
dan juga dalam hal ini konsultan pengawas memberikan beberapa materi
tentang pengawasan dilapangan yang membuat kami mempunyai suatu
pengalaman kerja yang bisa dikatatakan matang.
Dari pengalaman dan informasi tersebut dapat kami tarik kesimpulan
bahwa :
1. Umum
Dalam pelaksanaan praktek pengawasn ini banyak sekali manfaat
bagi mahasiswa untuk dijadikan sebagai bahan mengamatan dan bahan
perbandingan antara teori-teori yang sudah didapaT dibangku kuliah
dengan kenyataan yang sebenarnya dilapangan selama proses pengawasan
berlangsung
2. Khusus
Yang harus kita ketahui dalam tahap pengawasan adalah :
a. Mengetahui nama-nama atau istilah-istilah pekerjaan yang ada
dilapangan
b. Peran sebuah kelompok kerja (team work) dituntut untuk saling
bekerja sama agar dalam pengawasan bisa terawasi dengan baik

30
B. Saran
Dalam pelaksanaan KKP (kuliah kerja praktek) kita bisa dapat banyak
pengalaman apalagi dalam hal Pengawasan. Maka dari itu kita perlu
mengadakan konsultasi kepada pihak konsultan pengawas terlebih dahulu agar
apa yang kita kerjakan di lapangan yaitu Pengawasan bisa dapat berjalan
dengan baik. Dan perlu diketahui bahwa kita dalam melaksanakan pengawasan
di lapangan kita tidak boleh langsung menengur tukang yang ada dilapangan
karna kita hanya sebagai pelajar yang ingin belajar, terkecuali dari pihak
konsultan pengawas langsung memberikan mandat ke kita untuk langsung
menyampaikan kepada tukang yang ada di lapangan. Selain di tempat KKP
(kuliah kerja praktek)kita dapat memperluas jaringan, kita dapat pula
menambah kosakata pengetahuan dalam hal pekerjaan dilapangan.

31
DAFTAR PUSTAKA

http://ft.uajy.ac.id/arsitek/dunia-ars/
http://kbbi.web.id/biro, diakses tanggal 14 Oktober 2014.
http://kbbi.web.id/konsultan, diakses tanggal 14 Oktober 2014.
http://okrek.blogdetik.com/hakkewajiban-dan-wewenang-konsultan-
pengawas(30/12/2014)
data proyek PT SULAPA APPA MEDIA UTAMA
Arsip Laporan 2007
https://askarteknik.wordpress.com/2013/02/27/hak-dan-kewajiban-
konsultan-pengawas/(30/12/2014)
http://www.ilmusipil.com/konsultan-managemen-konstruksi(12/01/2015)
http://www.academia.edu/7449006/Konsultan_Manajeman_Konstruksi(12
/01/2015)

32