Anda di halaman 1dari 11

MATERI KULIAH MEKANIKA BANGUNAN

TUJUAN PERKULIAHAN

Mengenal dan memahami berbagai klasifikasi sistem struktur

Menguasai dasar-dasar mekanika teknik untuk analisis struktur

Menguasai cara menganalisis dan desain sistem portal, dinding pendukung, rangka portal, dinding penahan tanah

Mampu mendesain struktur bangunan berlantai

JENIS-JENIS BEBAN (BEBAN EKSTERNAL PADA STRUKTUR)


Dalam melakukan pemodelan, analisis dan desain suatu struktur, perlu ada gambaran mengenai perilaku dan besar beban yang bekerja pada
struktur tersebut. Gaya statis adalah gaya yang bekerja secara terus-menerus pada struktur dan mempunyai karakter steady-states.
Gaya dinamis adalah gaya yang bekerja secara tiba-tiba pada struktur, pada umumnya tidak bersifat steady-states dan mempunyai
karakteristik besar dan lokasinya berubah dengan cepat.
Pemodelan beban pada struktur digunakan untuk menyederhanakan di dalam perhitungan analisis dan desain struktur.
Beban-beban yang bekerja pada suatu struktur dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kategori, yaitu :

1. Beban Mati (Dead Loads)


Beban mati adalah segala sesuatu bagian struktur yang bersifat tetap, termasuk dalam hal ini berat sendiri struktur.

Sebagai contoh adalah berat sendiri balok, kolom, pelat lantai dan dinding. Contoh lain adalah atap, dinding, jendela, plumbing, peralatan
elektrikal, dan lain sebagainya.

2. Beban Hidup (Live Loads)


Beban hidup adalah semua beban yang bersifat dapat berpindah-pindah (beban berjalan), atau beban yang bersifat sementara yang
ditempatkan pada suatu tempat tertentu.

Sebagai contoh adalah beban kendaraan pada area parkir, kelengkapan meja/kursi pada kantor, dinding partisi, manusia, beban air pada kolam
renang, beban air pada tangki air, dan lain sebagainya.
3. Beban Gempa (Earthquake Loads)
Beban gempa adalah beban yang bekerja pada suatu struktur akibat dari pergerakan tanah yang disebabkan karena adanya gempa bumi (baik
itu gempa tektonik atau vulkanik) yang mempengaruhi struktur tersebut.

Gempa mengakibatkan beban pada struktur karena interaksi tanah dengan struktur dan karakteristik respons struktur.

Beban gempa adalah beban yang merupakan fungsi dari waktu, sehingga respons yang terjadi pada suatu struktur juga tergantung dari riwayat
waktu pembebanan tersebut.

Beban gempa adalah beban percepatan tanah yang berupa suatu rekaman percepatan tanah untuk suatu gempa tertentu, sehingga untuk setiap
waktu tertentu akan mempunyai harga percepatan tanah tertentu.

4. Beban Angin (Wind Loads)


Beban angin adalah beban yang bekerja pada suatu struktur, akibat pengaruh struktur yang mem-blok aliran angin, sehingga energi kinetic
angin akan dikonversi menjadi tekanan energi potensial, yang menyebabkan terjadinya beban angin. Efek beban angin pada suatu struktur
bergantung pada berat jenis dan kecepatan udara, sudut luas angin, bentuk dan kekakuan struktur, dan faktor-faktor yang lain.

5. Lain-lain

Pada beberapa tempat di beberapa negara, terdapat beban salju. Beban salju diperhitungkan dalam desain atap struktur bangunan.

Selain itu, terdapat pula beban air hujan. Pada umumnya beban air hujan juga diperhitungkan dalam desain atap struktur bangunan.

Pada perencanaan bangunan dinding penahan tanah (retaining wall) seperti terlihat pada ilustrasi Gambar 4.2, terdapat beban berupa tekanan
tanah.

Selain beban-beban yang telah didefinisikan, terdapat beberapa jenis beban yang lain, yaitu beban kejut (impact), beban api, beban akibat
perubahan temperatur dan lain sebagainya.

5.2 Beban pada Bangunan Gedung

Pada desain struktur bangunan gedung, pada umumnya beban-beban yang diperhitungkan adalah kombinasi dari beban mati dan beban hidup.

Pada perencanaan bangunan tahan gempa, diperhitungkan pula beban gempa. Sebagai contoh bangunan gedung tingkat tinggi seperti
apartemen, gedung kantor, hotel, dan lain-lain, atau gedung yang mempunyai fungsi penting seperti rumah sakit, reaktor tenaga listrik, dan
reaktor nuklir.
Sedangkan untuk bangunan sangat tinggi (sangat langsing) atau bangunan yang terletak di tempat terbuka, diperhitungkan pula beban angin.
Sebagai contoh adalah gedung sangat tinggi dimana rasio lebar dibandingkan tinggi bangunan sangat kecil, atau struktur menara/tiang listrik
tegangan tinggi.

5.3 Beban pada Struktur Jembatan

Desain statu struktur jembatan pada umumnya memperhitungkan beban mati, beban hidup akibat beban bergerak disepanjang bentang
jembatan tersebut, beban gempa dan dalam kondisi tertentu diperhitungkan pula beban angin.

5.4 Struktur Statis Tertentu dan Struktur Statis Tak Tentu

Struktur statis tertentu adalah struktur yang dapat diselesaikan dengan menggunakan persamaan keseimbangan. Sedangkan struktur statis tak
tentu adalah sebaliknya.

Pada balok, suatu struktur dapat dikategorikan sebagai struktur statis tertentu atau struktur statis tak tentu berdasarkan pada derajat
kebebasannya (degree of freedom / d.o.f), yaitu derajat kebebasan pada tumpuannya.

Gaya
Gaya adalah interaksi antara benda-benda. Interaksi gaya mempunyai pengaruh terhadap bentuk atau gerak
Jenis-Jenis Gaya
Gaya Luar
Gaya-gaya yang bekerja di luar struktur atau muatan dan reaksiyang menciptakan kestabilan struktur disebut gaya luar. Gaya- gaya luar dapat
berupa gaya vertikal dan horisontal, momen lentur, serta momen puntir. Berdasarkan cara kerjanya, gaya luar yang bekerja pada suatu struktur
dapat dibedakan atas beberapa kelompok, antara lain
1. Berdasarkan lamanya pembebanan
Muatan tetap (beban mati), yaitu muatan yang bekerja terusmenerus atau permanen pada struktur yang tidak dapat dipindahkan,
misalnya berat sendiri bangunan.
Muatan sementara (beban hidup), yaitu muatan yang bekerja sementara pada struktur yang dapat dipindahkan atau bergerak, misalnya
berat orang atau berat kendaraan.
2. Berdasarkan garis kerjanya atau permukaan yang menekan
Muatan Titik (beban terpusat
Muatan Terbagi Rata (Beban Merata)
Muatan Terbagi Tidak Rata
3. Berdasarkan pengaruh beban lain
Muatan Puntir
4. Berdasarkan Sifat Pembebanan
Muatan langsung

Mutan tak langsung

Gaya Dalam

Gaya-gaya yang bekerja di dalam struktur atau gaya yang merambat dari muatan kepada reaksi perletakan disebut gaya dalam. Gaya-gaya
dalam dapat berupa :

1. Gaya Normal (N), yaitu gaya yang bekerja sejajar dengan sumbu

memanjang batang.

2. Gaya Lintang (L), yaitu gaya yang bekerja tegak lurus dengan sumbu

memanjang batang.

3. Gaya Momen (M), yaitu yang hendak membengkokkan batang.

Untuk menghitung gaya-gaya dalam, didalam mekanika teknik diperlukan perjanjian tanda, sebagaimana diperlihatkan pada

Gambar
Gaya normal diberi tanda positif , apabila gaya tersebut cendrung menimbulkan sifat tarik pada batang, dan diberi tanda negatif bila gaya
tersebut cendrung menimbulkan sifat desak.
Gaya lintang disebut positif, apabila gaya tersebut cendrung menimbulkan patah dalam putaran jarum jam, dan diberi tanda negatif bila gaya
tersebut cendrung menimbulkan sebaliknya.
Momen lentur diberi tanda positif, apabila gaya tersebut menyebabkan sumbu batang cekung ke atas, dan diberi tanda negatif apabila
menyebabkan sumbu batang cekung ke bawah.
Keseimbangan gaya luar, dapat ditentukan dengan persamaan berikut :

H = 0 HA Pcos= 0 . 2.2a)

HA = Pcos

MB = 0 VA.L q.b.(1/2.b + c + d) Psin.d = 0 . 2.2b)

VA = q.b.(1/ 2b + c + d) + Psin.d

M A = 0 VB.L + q.b.(a +1/2b) + Psin.(a + b + c) =. 2.2c) 0


VB = q.b(a +1/2b) + Psin.(a + b + c)

L
Keseimbangan gaya dalam dapat ditentukan dengan persamaan berikut :
0xa
Nx =Pcos . 2.3a)

Lx =VA . 2.3b)

M x =VA.x a x . 2.3c)

(a + b)
. 2.3d)
Nx =Pcos Lx . 2.3e)
=VA q.x ...2.3f)
M x =VA.x 1/2.q.(x a)2
. 2.3.g)
a + b) x (a + b + c) . 2.3h)
(

Nx =Pcos
Lx =VA q.b
M x =VA.x 1/ 2.q.b(x a 1/2b) . 2.3i)

2.3j) (a + b + c) x L

Nx = 0 . 2.3k)

Lx =VA q.b Psin . 2.3l)

M x =VA.x 1/2.q.b(x a 1/2b) Psin(x a b c)


Analisa Struktur
Struktur yang paling sederhana dan lazim dipelajari berupa sebuah baloka sederhana. Hal ini disebabkan karena konstruksi
bangunan umumnya terdiri dari bagian-bagian berupa balok.
Dengan mengetahui sifat-sifat struktur balok, diharapkan dapat pula mengetahui lebih lanjut bentuk-bentuk struktur portal
dan konstruksi rangka batang. Adapun cara menganalisis struktur adalah menurut langkah-langkah berikut :
1. Tentukan keseimbangan gaya luar atau reaksi perletakan dengan menggunakan persamaan statika, yakni :
X = 0 Y= 0 M = 0
2. Tentukan keseimbangan gaya dalam, apabila konstruksi stabil dengan memandang bagian sebagai free body yang
seimbang, tampaklah gaya-
gaya dalam yang harus mengimbangi gaya luar.
Momen
Momen adalah hasil kali antara gaya (F) dengan jarak (L) (M=F x L). Jika momen bergerak ke arah kanan (searah jarum jam) maka nilainya
positif (+), jika momen bergerak kearah kiri (berlawanan arah jarum jam) maka nilainya negstif (-).Momen dibagi menjadi 2 yaitu;

1. Momen Gaya

Merupakan hasil kali gaya itu terhadap jaraknya pada titik tersebut.

Momen gaya dari titik A = +F.L

Momen gaya ke arah kanan bernilai positif (+)

Momen gaya ke arah kiri bernilai negatif (-)

2. Momen Kopel.

Kopel adalah dua buah gaya yang sama besar, sejajar dan berlawanan arah.

Nilai momen kopel : ke kanan (+) ; ke kiri (-)


KONSEP KESETIMBANGAN

Sebuah benda tegar dikatakan dalam kesetimbangan jika gaya-gaya yang bereaksi pada benda tersebut membentuk gaya/ sistem gaya
ekuivalen dengan nol.

Syarat perlu dan cukup untuk kesetimbangan suatu benda tegar secara analitis adalah

Jumlah gaya arah x = 0 ( Fx = 0 )

Jumlah gaya arah y = 0 ( Fy = 0 )

Jumlah Momen = 0 ( FM = 0 )

Jika ditinjau dari Hukum III Newton, maka keseimbangan terjadi jika gaya aksi mendapat reaksi yang besarnya sama dengan gaya aksi tetapi
arahnya saling berlawanan.

TUMPUAN/PERLETAKKAN

Bangunan yang terletak diatas permukaan bumi disebut bangunan atas, sedang yang masuk pada lapisan permukaan bumi disebut dengan
bangunan bawah. Hubungan antara bangunan atas dan bawah melalui suatu tumpuan yang disebut dengan Perletakan.

3 ( tiga ) jenis tumpuan / perletakan yang biasa digunakan dalam suatu konstruksi yaitu :

a. tumpuan sendi

b. tumpuan roll

c. tumpuan jepit