Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : PPOK
Sub PokokBahasan : Pemahaman Tentang Penyakit
Sasaran : Keluarga pasien dan pasien di ruang Dahlia
Target : Keluarga pasien dan pasien di ruang Dahlia
Waktu : 15 Menit
Hari/Tanggal :
Tempat : Ruang Gardenia RS Doris Sylvanus
Penyuluh : Mahasiswa S1 Keperawatan

A. Tujuan

a. Tujuan instruksional Umum


Setelah di lakukan penyuluhan kesehatan selama 15 menit diharapkan klien dan
keluarga mampu memahami tentang Penyakit yang dialami pasien dengan baik
b. Tujuan instruksional Khusus
setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit, di harapkan keluarga pasien :
1. Memahami tentang pengertian ppok
2. Memahami faktor-faktor penyebab ppok
3. Memahami tanda dan gejala ppok
4. Memahami penatalaksanaan ppok
5. Memahami komplikasi dari ppok
B. Sasaran
Pasien dan Keluarga
C. Materi
1. Menjelaskan pengertian ppok
2. Menjelaskan faktor-faktor penyebab ppok
3. Menjelaskan tanda dan gejala ppok
4. Menjelaskan komplikasi dari ppok
5. Menjelaskan penatalaksanaan ppok

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab/diskusi

E. Setting
1. Penyuluh : Mahasiswa
F. Media
1. Leaflet
G. Pengorganisasian Penyuluh :
Kegiatan Penyuluhan
No. Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Peserta
1. Pendahuluan 2 menit
Memberi salam Menjawab salam
Menyampaikan pokok bahasan Menyimak
Menyampaikan tujuan
Menyimak
2. Kegiatan Inti 10 menit
1. Memahami tentang pengertian Menyimak
dari ppok
2. Memahami penyebab ppok Bertanya
3. Memahami tanda dan gejala
ppok Memperhatikan
4. Memahami komplikasi dari
ppok
5. Memahami penatalaksanaan
ppok
3. Penutup 3 menit
Menyimpulkan materi penyuluhan Memperhatikan
bersama peserta Menjawab salam
Memberikan salam penutup penutup
H. Evaluasi

Menguji pemahaman keluarga pasien dan pasien dengan memberikan pertanyaan:


1. Apa pengertian dari ppok?
2. Apa penyebab ppok?
3. Apa tanda dan gejala ppok?
4. Apa komplikasi ppok?
5. Apa penatalaksanaan ppok?
MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN

A. Pengertian
PPOK adalah penyakit paru kronik dengan karakteristik adanya hambatan aliran
udara di saluran napas yang bersifat progresif nonreversibel atau reversibel parsial,
serta adanya respons inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang berbahaya(Gold
2009).

B. Penyebab PPOK
PPOK bisa disebabkan oleh berbagai hal. Sejumlah faktor risiko yang dapat
meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap PPOK meliputi:

1. Rokok. Pajanan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor
utama penyebab PPOK serta sejumlah penyakit pernapasan lainnya.
Diperkirakan, sekitar satu dari empat orang perokok aktif mengidap PPOK.
2. Pajanan polusi udara, misalnya asap kendaraan bermotor, debu, atau bahan
kimia.
3. Usia. PPOK akan berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala
penyakit umumnya muncul pada pengidap yang berusia 35 hingga 40 tahun.
4. Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap PPOK, Anda
juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama.

C. Tanda dan Gejala PPOK


1. Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh.
2. Makin sering tersengal-sengal, bahkan saat melakukan aktivitas fisik yang
ringan seperti memasak atau mengenakan pakaian.
3. Mengi atau napas sesak dan berbunyi.
4. Lemas.
5. Sering mengalami infeksi paru.
6. Penurunan berat badan.
D. Komplikasi
1. Gagal pernafasan
2. Atelektasis
3. Pneumonia (proses peradangan pada paru)
4. pneumothorax

E. Penatalaksanaan
2. 1. Meniadakan faktor etiologi/presipitasi, misalnya segera menghentikan
merokok, menghindari polusi udara.
3. 2. Membersihkan sekresi bronkus dengan pertolongan berbagai cara.
4. 3. Memberantas infeksi dengan antimikroba. Apabila tidak ada infeksi
antimikroba tidak perlu diberikan. Pemberian antimikroba harus tepat sesuai
dengan kuman penyebab infeksi yaitu sesuai hasil uji sensitivitas atau
pengobatan empirik.
5. 4.Mengatasi bronkospasme dengan obat-obat bronkodilator. Penggunaan
kortikosteroid untuk mengatasi proses inflamasi (bronkospasme) masih
controversial.
6. 5.Pengobatan simtomatik.
7. 6.Penanganan terhadap komplikasi-komplikasi yang timbul.
8. 7. Pengobatan oksigen, bagi yang memerlukan. Oksigen harus diberikan dengan
aliran lambat 1 2 liter/menit.