Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL JURNAL REPORT

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Disusun untuk memenuhi tugas perkembangan peserta didik

Dosen Pengampu :

Lidia Simanihuruk, S.Si, M.Pd.

Nama : Sri Wulandari Chaniago


Nim : 2172142008
Prodi : Pendidikan Seni Musik
Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNVERSITAS NEGERI MEDAN TAHUN AJARAN


2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa tkarena berkat
rahmat dan karunia-Nya kita masih diberinya kesehatan sehingga kita masih bisa
mengerjakan atau menyusun CJR (Critical Jurnal Review) Perkembangan Psikososial
Anak dengan untuk memenuhi tugas perkembagan peserta didik yang diberikan
dosen dengan tepat waktu.
Saya ingin berterimakasih kepada dosen pembimbing yang sudah
membimbing saya dalam menyusun critical jurnal review.
Dalam penulisan ini saya merasa masih banyak terdapat kekurangan baik
secara teknik maupun secara materi. Saya berharap pembaca dapat mengkritik dan
memberikan saran yang membangun guna memperbaiki kekurangan makalah ini.

Medan, 28 September 2017

Yeremia Hartarajasa Haloho


Nim :2173342037
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Remaja adalah masa dimana anak mengalami perkembangan


yang cukup pesat, emosi yang selalu bergejolak saat remaja
merupakan potensi sekaligus permasalahan yang harus mendapat
perhatian serius baik oleh orangtua maupun tenaga pendidik. Emosi
positif seperti rasa senang, suka, cinta dan bahagia adalah potensi
positif yang dapat membawa remaja pada perilaku positif pula.
Sebaliknya emosi negative seperti marah, kecewa, takut, cemas,
benci merupakan emosi yang dapat memicu munculnya berbagai
permasalahan remaja.

Masa remaja adalah masa peralihan antara kemarahan itu


dengan cara tidak sehat bahkan masa kanak-kanak menuju ke masa
dewasa yang kekerasan. Memaafkan adalah proses yang dapat
ditandai dengan perubahan fisik, sosial, dan mengembalikan
hubungan yang rusak dan emosional. Remaja dituntut untuk
mampu mengontrol atau mengendalikan perasaan mereka, dalam
proses perkembangan menuju kematangan emosi.

1.2 Tujuan
1) Untuk mengetahui berbagai perkembangan emosi remaja
2) untuk mengetahui untuk mengetahui dampak negatif dan
dampak positif dari emosi remaja
3) untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan jurnal yang akan
dibandingkan

1.3 Manfaat
1) Agar memahami berbagai perkembangan emosi remaja
2) Agar memahami perbedaan dari kedua jurnal
BAB II
ANALISIS JURNAL

Jurnal Pertama ( identitas )


1. Judul buku :POTENSI EMOSI REMAJA DAN
PERKEMBANGANNYA
2. Pengarang : Nurul Azmi
3. Tahun terbit : 2015
4. Kota terbit : Pontianak
5. Tebal Jurnal : 11 halaman
6. Volume :2
7. Nomor :1
8. Bahasa : indonesia

1. Sajian Materi
Sumber : jurnal pendidikan social ( jurnal pertama )

Menurut Asrori (2005:105), secara garis besar, masa remaja beserta


karakteristik emosinya dapat dibagi ke dalam empat periode, yaitu: periode
pra-remaja, remaja awal, remaja tengah, dan remaja akhir. Adapun
karakteristik untuk setiap periode :
a. Periode Pra-remaja
Selama periode ini terjadi gejala yang hamper sama antara remaja
pria maupun wanita. Perubahan fisik belum begitu tampak jelas.
responnya biasanya berlebihan sehingga mereka mudah tersinggung dan
cengeng, tetapi juga cepat merasa senang atau bahkan meledak-ledak.
b. Periode Remaja Awal
Selama periode ini perkembangan gejala fisik yang semakin tampak
jelas adalah perubahan fungsi alat-alat kelamin.
c. Periode Remaja Tengah.
Dan biasanya pada tahap ini bila seorang remaja terlalu dipaksa
dan memaksakan nilai-nilainya agar dipatuhi oleh remaja tanpa disertai
dengan alasan yang masuk akal menurut mereka sehingga mereka
membentuk opini sendiri yang menurut mereka benar.

d. Periode Remaja Akhir


Selama periode ini remaja memandang dirinya sebagai orang
dewasa dan mulai mampu menunjukkan pemikiran, sikap, dan perilaku
yang makin dewasa.
ada sejumlah factor yang mempengaruhi perkembangan emosi
remaja, yaitu sebagai berikut :
a. Perubahan Jasmani
. Perubahan Pola Interaksi dengan Orang Tua
pada factor ini biasanya seorang anak akan menetang atau melawan
orang tuanya jika dia merasa tidak diperhatikan dan dimengerti oleh orang
tuanya.
c. Perubahan Interaksi denganTeman Sebaya
Pada saat masa remaja bisanya sesorang membutuhkan teman dekat atau
berinteraksi dengan sesama teman untuk berbagi cerita ( curhat ). Dan
usahakan membentuk kelompok ( geng ) ketika pada remaja awal/akhir
supaya tidak terjadi perilaku yang buruk

d. Perubahan pandangan Luar


Faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembanngan emosi remaja
selainh perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja itu sendiri
adalah pandangan dunia luar dirinya. Ada sejumlah perubahan pandangan
dunia luar yang dapat menyebabkan konflik-konflik emosional dalam diri
remaja, yaitu Sikap dunia luar terhadap remaja yang tidak konsisten.

e. Perubahan Interaksi dengan sekolah


Upaya Mengembangkan Emosi Remaja Dan Implikasinya Bagi
Pendidikan dapat dilakukan. salah satu diantaranya menggunakan intervensi
yang dikemukakan oleh W.T Grant Consortium, dalam Asrori (2005:113-114),
tentang Unsur-unsur Aktif Program Pencegahan, yaitu sebagai berikut :
a. Pengembangan Keterampilan Emosional
Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan
emosional individu adalah :
1) Mengidentifikasi dan memberi nama-nama atau label-label perasaan.
2) Mengungkapkan perasaan.
3) Menilai intensitas perasaan
4) Mengelola perasaan.
5) Menunda pemuasan
6) Mengendalikan dorongan hati
7) Mengurangi stress
8) Memahami perbedaan antara perasaan dan tindakan.
b. Pengembangan Keterampilan Kognitif
1) Belajarlah melakukan dialog batin sebagai cara untuk menghadapi
dan mengatasi suatu masalah atau memperkuat perilaku diri sendiri.
2) Belajarlah membaca dan menafsirkan isyarat-isyarat sosial;
misalnya :
mengenali pengaruh sosial terhadap perilaku dan melihat diri sendiri
dalam perspektif masyarakat yang lebih luas.
3) Belajarlah menggunakan langkah-langkah penyelesaian masalah dan
pengambilan keputusan.
4) Belajarlah memahami sudut pandang orang lain (empati).
5) Belajarlah memahami sopan santun, yakni perilaku mana yang dapat
diterima dan mana yang tidak.
6) Belajarlah bersikap positif terhadap kehidupan.
7)Belajarlah mengembangkan kesadaran diri; misalnya
mengembangkan harapan-harapan yang realistis tentang diri sendiri.

c. Pengembangan Keterampilan Prilaku


Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan
perilaku individu adalah :
1) Belajar keterampilan komunikasi non-verbal;misalnya:
berkomunukasi melalui hubungan pandangan mata dan sejenisnya.
2) Belajarlah keterampilan komunikasi verbal; misalnya: mengajukan
permintaan-permintaan dengan jelas, ikut serta dalam kelompok-
kelompok kegiatan positif yang banyak menggunakan komunikasi
verbal dan sejenisnya .
2. Komentar
Menurut saya jurnal ini sudah bagus karena sangat detail menjelaskan
mengenai emosi remaja dan perkembangan emosi remaja baik secara positif
dan negatifnya .
Tetapi jurnal ini kurang dilengkapi dengan bentuk bentuk emosi
seperti yang tertera pada pada buku pegangan matakuliah Perkembangan
Peserta Didik kemali syarif . ada 8 bentuk-bentuk emosi menurut kemali ,
yaitu :
a. Amarah
b. Kesedihan
c. Rasa takut
d. Kenikmatan
e. Cinta
f. Terkejut
g. Jengkel
h. Malu
Jurnal ke-dua ( identitas )
1. Judul buku :HUBUNGAN ANTARA KEMATANAN EMOSI
DENGAN KECENDERUNGAN MEMAAFKAN
PADA REMAJA AKHIR
2. Pengarang : Radhitia Paramitasari dan Ilham Nur Alfan
3. Tahun terbit : 2012
4. Tebal Jurnal : 7 halaman
5. Volume :1
6. Nomor : 02
7. Bahasa : Indonesia

1. Sajian Materi
Sumber : jurnal psikologi pendidikan dan perkembangan ( jurnal ke-2 )

Adapun tuga-tugas perkembangan remaja, yaitu :


1. Berusaha menerima keadaan fisiknya
2. Mampu menerima peran seks usia dewasa
3. Mampu membina hubungan yang baik dengan lawan jenis
4. Mencapai kemandirian emosional
5. Mencapai kemandirian ekonomi dan peran sebagai anggota masyarakat

Salah satu contoh sikap yang dialami pada saat remaja akhir adalah
MEMAAFKAN , adalah suatu keinginan untuk meninggalkan amarah
dan menghindari penilaian negatif pada seseorang melalui kita.
Chaplin mendefinisikan kematangan emosi seseorang adalah
keadaan dalam mencapai kedewasaan dan merupakan perkembangan
emosional seseorang .
Bentuk-bentk emosi :
1. Kekerasan
2. Kemarahan
3. Gelisah
4. Memaafkan (baik)
2. Komentar
Menurut saya jurnal HUBUNGAN ANTARA KEMATANAN EMOSI
DENGAN KECENDERUNGAN MEMAAFKAN PADA REMAJA AKHIRkurang
lengkap dalam mengulas perkembangan emosi karena pada jrnal ini hanya
mengulas perkembangan emosi pada remaja akhir.
Seharusnya masih banyak yang bisa diulas didalam perkembangan emosi
ini misalnya:
a. Hubungan antara emosi dan tingkah laku
b. Ciri-ciri dan perkembangan remaja
Kosa kata yang digunakan sangat mudah dimengerti . tetapi jurnal ini
sudah ada membahas menenai bentuk-bentuk emosi meskipun tidak
secara lengkap dibahas, contohnya :
1. Rasa takut
2. Cinta
3. Terkejut
4. Malu
Teori menurut para ahli juga sudah bagus , contohnya :
Helb dan Enright (1993) yang menyatakan bahwa adanya yang
menunjukkan bahwa kemampuan hubungan antara kematangan emosi
dan memaaf kan meningkat seiring dengan kecenderungan memaafkan
diterima, sehingga kematangan seseorang.
BAB III
KESIMPULAN ANALISIS JURNAL

KEUNGGULAN

jurnal 1 :

Materi yang disampaikan dalam buku ini sudah jelas dan memiliki materi yang
lebih luas sehingga pembaca memiliki wawasan yang luas serta terdapat
contohnya sehingga lebih mudah untuk dipahami. jurnal menggunakan bahasa
yang mudah di pahami oleh pembaca.

Jurnal 2 :

Materi yang dijelaskan cukup mudah untuk dipahami meskipun materi yang
digunakan sangat minim / sedikit . Jurnal ini banyak menjelaskan definisi
dengan banyak menggunakan pendapat ahli sehinga pembaca memiliki
pengetahuan yang sangat luas . dan sudah ada membahas mengenai bentuk-
bentuk emosi meskipun tidak lengkap.
.

KELEMAHAN

BUKU I:

Tidak membahas bentuk-bentuk emosi

BUKU II:
Materi yang digunakan terlalu sedikit
Kesimpulan

1. ada 8 bentuk-bentuk emosi menurut kemali , yaitu :


i. Amarah
j. Kesedihan
k. Rasa takut
l. Kenikmatan
m. Cinta
n. Terkejut
o. Jengkel
p. Malu
2. Pembentukan emosi remaja yang sehat dipengaruhi oleh laur pendidikan,
keluarga, dan juga lingkungan . contoh dampak negative dan dampak positif,
yaitu:
Seorang remaja bisa terjerumus dalam pergaulan bebas jika orang tua
memiliki sikap tidak peduli terhadap anaknya, karena seorang remaja
membutuhkan arahan dan kasih sayang dari orangtua , dimana remaja
merupakan fase anak menadi labil.