Anda di halaman 1dari 11

PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN


(Studi pada Karyawan Bagian Produksi PT Indohamafish Jembrana Bali)

Indra Kurniawan AS
Djamhur Hamid
Ika Ruhana
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya Malang
Email : bracukz@gmail.com

ABSTRAK
Pada dasarnya jaminan atas keselamatan dan kesehatan kerja merupakan upaya
perusahaan untuk memberikan dukungan setiap aktivitas yang dilakukan para karyawan.
Adanya jaminan keselamatan dan kesehatan kerja dengan sendirinya akan memberikan
perasaan aman sehingga para karyawan dapat bekerja sesuai dengan prosedur atau
ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan sehingga kepuasan kerja dapat terwujud.
Apabila jaminan atas keselamatan dan kesehatan kerja dapat dimaksimalkan oleh
perusahaan, maka dapat mewujudkan kepuasan dalam bekerja sehingga karyawan dapat
bekerja secara nyaman dan aman. Jadi, tujuan akhir, yaitu pencapaian target yang
ditetapkan oleh perusahaan dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan: 1)
untuk mengetahui pengaruh secara parsial keselamatan kerja karyawan terhadap kepuasan
kerja karyawan pada bagian produksi PT. Indohamafish Jembrana Bali, 2) untuk mengetahui
pengaruh secara parsial kesehatan kerja karyawan terhadap kepuasan kerja karyawan pada
bagian produksi PT. Indohamafish Jembrana Bali, 3) untuk mengetahui pengaruh secara
simultan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan terhadap kepuasan kerja karyawan
pada bagian produksi PT. Indohamafish Jembrana Bali. Jenis penelitian ini adalah
penelitian penjelasan (explanatory research). Populasi penelitian, yaitu karyawan bagian
produksi PT. Indohamafish Jembrana Bali sebanyak 80 karyawan dengan menggunakan
teknik total sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier
berganda dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan kerja
karyawan mempunyai pengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan pada
Bagian Produksi PT. Indohamafish Jembrana Bali sebesar 0,730. Kesehatan kerja karyawan
mempunyai pengaruh secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan pada Bagian
Produksi PT. Indohamafish Jembrana Bali sebesar 0,199. Keselamatan dan kesehatan kerja
karyawan mempunyai pengaruh secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan pada
Bagian Produksi PT. Indohamafish Jembrana Bali yaitu sebesar 70,5%.

Kata kunci : keselamatan dan kesehatan kerja, kepuasan kerja

1. PENDAHULUAN dapat bekerja sesuai dengan prosedur atau


Pada dasarnya, jaminan keselamatan ketentuan yang ditetapkan perusahaan
dan kesehatan kerja merupakan upaya sehingga kepuasan kerja dapat terwujud.
perusahaan untuk memberikan dukungan Kepuasan kerja merupakan suatu kondisi
atas setiap aktivitas yang dilakukan para dimana para karyawan marasakan bahwa
karyawan. Adanya jaminan keselamatan segala bentuk fasilitas atau jaminan kerja
dan kesehatan kerja akan memberikan sesuai dengan harapan para karyawan.
perasaan aman yang membuat karyawan Apabila dikaitkan dengan kepuasan kerja

1
para karyawan, maka adanya jaminan atas 2. KAJIAN PUSTAKA
keselamatan dan kesehatan kerja 2.1 Pengertian Keselamatan dan
merupakan suatu kebutuhan. Jadi, apabila Kesehatan Kerja Karyawan
dapat terpenuhi, maka jaminan kepuasan Mangkunegara (2000:161)
kerja para karyawan dapat terwujud. memberikan pengertian atas keselamatan
Karyawan yang puas akan lebih produktif dan kesehatan kerja, yaitu pengertian
daripada karyawan yang tidak puas kedua istilah keselamatan dan kesehatan
merupakan ajaran dasar diantara manajer kerja karyawan dalam bidang kepegawaian
selama bertahun tahun (Robbins, 2001:52). dibedakan. Keselamatan kerja
Kepuasan dapat terbentuk salah satunya menunjukkan kondisi yang aman atau
terkait dengan jaminan keselamatan dan selamat dari penderitaan, kerusakan, atau
kesehatan kerja. Kepuasan kerja yang kerugian di tempat kerja. Resiko
tinggi dapat menekan tingkat turn over keselamatan kerja merupakan aspek-aspek
karyawan pada suatu perusahaan sehingga dari lingkungan kerja yang dapat
kinerja perusahaan menjadi lebih tinggi. menyebabkan kebakaran, ketakutan aliran
Lingkungan kerja yang tidak aman atau listrik, terpotong, luka memar, keseleo,
kurang terjaminnya keselamatan dan patah tulang, kerugian alat tubuh,
kesehatan kerja karyawan akan berdampak penglihatan, dan pendengaran. Kesehatan
negatif terhadap kepuasan kerja karyawan kerja menunjukkan kondisi yang bebas
karena dapat meningkatkan resiko dari ganguan fisik, mental, emosi, atau rasa
kecelakaan dan penyakit akibat kerja. sakit yang disebabkan lingkungan kerja.
Perusahaan pengalengan ikan PT. Resiko kesehatan kerja merupakan faktor-
Indohamafish Jembrana Bali merupakan faktor di lingkungan kerja yang bekerja
perusahaan yang memproduksi ikan sarden melebihi periode yang telah ditentukan.
dalam kaleng dengan beberapa merek Lingkungan kerja dapat menyebabkan stres
antara lain : Atan, Atlantik, Fishing, dan emosi dan gangguan fisik.
Benua yang khusus dipasarkan di dalam Keselamatan adalah perlindungan
negeri dengan pangsa pasar menengah ke karyawan dari cedera yang disebabkan
bawah. Tahun 1994 menerima kontrak oleh kecelakaan yang berkaitan dengan
packing dengan PT. Heinz ABC Indonesia pekerjaan, sedangkan kesehatan kerja
untuk memproduksi sarden merk ABC. adalah bebasnya karyawan dari penyakit
Perusahaan memandang perlu mendirikan fisik atau emosional (Mondy R. W,
pabrik es batu yang bertujuan sebagai 2008:82). Sementara itu, menurut Mathis
bahan penolong untuk mengawetkan ikan dan Jackson (2002:245) pengertian
sebelum diproduksi demi menjaga kualitas kesehatan kerja adalah kondisi yang
produknya yang memerlukan bahan baku merujuk pada kondisi fisik, mental dan
ikan segar. Disamping itu, perusahaan juga stabilitas emosi secara umum. Individu
melayani penjualan es untuk nelayan yang yang sehat adalah individu yang bebas dari
digunakan sebagai pengawet ikan di dalam penyakit, cidera serta masalah mental dan
perahu sehingga ikan tidak mengalami emosi yang bisa mengganggu aktivitas
kerusakan atau pembusukan. manusia normal secara umum. Adapun
Fasilitas yang diberikan perusahaan keselamatan kerja adalah merujuk pada
terkait dengan jaminan keselamatan dan perlindungan terhadap kesejahteraan fisik
kesehatan kerja karyawan, yaitu selama ini seseorang. Tujuan program keselamatan
perusahaan memberikan berbagai fasilitas kerja yang efektif diperusahaan adalah
misalnya helm kerja, sepatu, dan masker mencegah kecelakaan atau cidera yang
yang bertujuan untuk memberikan terkait dengan pekerjaan.
dukungan kepada para karyawan agar Berdasarkan uraian tersebut, maka
terhindar dari kecelakaan dan gangguan dapat disimpulkan bahwa keselamatan dan
kesehatan kerja. kesehatan kerja pada dasarnya merupakan

2
upaya perusahaan untuk memberikan rasa berhasil menuntut komitmen
aman kepada karyawan terkait dengan manajemen yang kuat terhadap
aktivitas yang dilakukan di perusahaan. keamanan.
Hal itu menunjukkan bahwa jaminan atas
keselamatan dan kesehatan kerja 2.2 Pengertian Kepuasan Kerja
merupakan upaya perusahaan agar Kepuasan kerja merupakan hal yang
karyawan dapat bekerja secara maksimal bersifat individual. Setiap individu akan
di perusahaan melalui tindakan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-
pencegahan terjadinya kecelakaan dan beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang
jaminan kesehatan karyawan. Usaha-usaha berlaku pada dirinya. Kepuasan kerja
yang diperlukan dalam meningkatkan adalah seperangkat perasaan pegawai
keselamatan dan kesehatan kerja menurut tentang menyenangkan atau tidaknya
Dessler (1997: 316), yaitu: pekerjaan mereka (Newstrom, 1996:105).
a. Mengurangi kondisi yang tidak Sedangkan menurut Siagian (2002:295),
aman, merupakan lini pertama dalam kepuasan kerja merupakan suatu cara
mengurangi kondisi fisik yang tidak pandang seseorang baik yang bersifat
aman. positif maupun yang bersifat negatif
b. Mengurangi tindakan yang tidak tentang pekerjaannya. Oleh karena itu,
aman melalui seleksi dan tidak sederhana dalam melakukan analisis
penempatan. Mengurangi tindakan terhadap kepuasan kerja karyawan, banyak
yang tidak aman melalui pendekatan faktor yang perlu mendapat perhatian
dasar kedua, yaitu dengan melakukan dalam menganalisis kepuasan kerja
penyaringan orang yang mudah seseorang. Kepuasan kerja adalah keadaan
mendapat kecelakaan sebelum emosional karyawan dimana terjadi
melakukan pekerjaan. ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai
c. Mengurangi tindakan tidak aman balas jasa yang memang diinginkan oleh
melalui propaganda. Propaganda karyawan yang bersangkutan (Martoyo,
seperti poster-poster keselamatan 1998:132). Menurut Robbins (2003:30),
kerja dapat membantu mengurangi kepuasan kerja adalah suatu sikap umum
tindakan-tindakan yang tidak aman. terhadap pekerjaan seseorang, selisih
d. Mengurangi tindakan-tindakan tidak antara banyaknya ganjaran yang diterima
aman melalui pelatihan. Pelatihan seorang pekerja dan banyaknya yang
dan keselamatan kerja dapat mereka yakini seharusnya mereka terima.
mengurangi kecelakaan. Pelatihan Berdasarkan pendapat mengenai kepuasan
tersebut tersebut khususnya cocok kerja di atas dapat digaris bawahi bahwa
untuk para karyawan baru. kepuasan kerja merupakan suatu sikap
e. Mengurangi tindakan tidak aman seorang karyawan terhadap pekerjaan yang
melalui dorongan positif. Program mereka lakukan. Kepuasan kerja seorang
keselamatan kerja yang didasarkan karyawan dapat mewakili sikap secara
pada dorongan positif dapat menyeluruh sehingga berpengaruh
memperbaiki keselamatan ditempat terhadap perasaan dalam bekerja.
kerja, hal tersebut akibat dari peran
serta perusahaan yang selalu 2.3 Teori-Teori Tentang Kepuasan
berusaha atau tanggap terhadap Kerja
kondisi karyawan. Menurut Mangkunegara (2000:120)
f. Mengurangi tindakan tidak aman terdapat beberapa teori mengenai kepuasan
melalui komitmen manajemen kerja pegawai, yaitu:
puncak. Salah satu temuan yang 1. Teori Keseimbangan (Equity Theory)
paling konsisten dalam literatur Teori ini dikembangkan oleh Adam,
adalah program perusahaan yang adapun komponen dari teori ini

3
adalah input, outcome, comparison hasil kerjanya sesuai dengan minat
person, dan equity-inequity. Menurut dan kebutuhan yang diharapkan oleh
teori ini puas atau tidaknya pegawai kelompok acuan.
merupakan hasil perbandingan dari 5. Teori Dua Faktor dari Herzberg
input-outcome dirinya dengan input- Teori ini dikemukan oleh Frederick
outcome pegawai lain (comparison Herzberg. Ia menggunakan teori
person). Jadi, jika perbandingan Abraham Maslow sebagai titik
tersebut dirasa seimbang (equity), acuannya. Teori ini mengemukakan
maka pegawai itu akan merasa puas. bahwa dua faktor yang menyebabkan
2. Teori Perbedaan (Dissrepancy timbulnya rasa puas dan tidak puas
Theory) meliputi faktor pemeliharaan
Teori ini pertama kali dipelopori oleh (maintenance factors) dan faktor
Proter. Ia berpendapat bahwa untuk pemotivasian (motivational factors).
mengukur kepuasan dapat dilakukan Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat
dengan cara menghitung selisih dikatakan bahwa pada dasarnya kepuasan
antara yang seharusnya dengan karyawan merupakan suatu kondisi yang
kenyataaan yang dirasakan oleh timbul karena adanya jaminan bahwa
pegawai. Kepuasan kerja pegawai aktivitas operasional perusahaan dapat
tergantung pada perbedaan antara berjalan sesuai dengan ketentuan dan
apa yang didapat dan apa yang adanya jaminan atas fasilitas yang
diharapkan pegawai. Apabila yang diberikan perusahaan kepada karyawan.
didapat pegawai ternyata lebih besar
daripada apa yang diharapkan, maka 2.4 Hubungan Keselamatan dan
pegawai tersebut menjadi puas. Kesehatan Kerja Dengan Kepuasan
3. Teori Pemenuhan Kebutuhan (Need Kerja
Fulfillment Theory) Karyawan menginginkan
Menurut teori ini, kepuasan kerja keselamatan dan kesehatan kerja agar
pegawai tergantung pada terpenuhi karyawan tidak khawatir diterlantarkan
atau tidaknya kebutuhan pegawai. oleh perusahaan apabila sewaktu-waktu
Pegawai akan merasa puas apabila ia karyawan mendapatkan musibah. Hal itu
mendapatkan apa yang dibutuhkan. dikarenakan dengan jaminan keselamatan
Makin besar kebutuhan pegawai dan kesehatan kerja, karyawan dapat
terpenuhi, maka makin puas pula mengantisipasi keadaan apabila sewaktu-
pegawai tersebut. Sebaliknya, waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
apabila kebutuhan pegawai tidak karyawan tersebut. Dengan adanya
terpenuhi, maka pegawai tersebut keselamatan dan kesehatan kerja, maka
akan merasa tidak puas. para karyawan akan terfokus kepada
4. Teori Pandangan Kelompok (Social pekerjaan yang meraka tangani. Jadi,
Reference Group Theory) adanya keselamatan dan kesehatan kerja
Menurut teori ini, kepuasan kerja akan berpengaruh terhadap kepuasan . Hal
pegawai bukanlah tergantung pada inilah yang dimaksud adanya pengaruh
pemenuhan kebutuhan saja, tetapi keselamatan dan kesehatan kerja karyawan
tergantung pada pandangan dan akan memberikan motivasi atau dorongan
pendapat kelompok yang dianggap untuk bekerja dengan baik mengingat
sebagai kelompok acuan oleh para adanya jaminan keselamatan dan kesehatan
pegawai. Kelompok acuan tersebut kerja akan memberikan dukungan untuk
oleh pegawai dijadikan dijadikan bekerja secara maksimal. Apabila jaminan
tolok ukur untuk menilai dirinya tersebut mampu memberikan motivasi
maupun lingkungannya. Jadi, kerja, maka upaya untuk menciptakan
pegawai akan merasa puas apabila kepuasan kerja dapat terwujud.

4
Salah satu teori Hirarki Kebutuhan keseluruhan memberikan rasa puas para
Maslow menunjukkan bahwa kebutuhan karyawan dalam bekerja. Berdasarkan
rasa aman merupakan salah satu bentuk uraian diatas, maka dapat dikatakan bahwa
kebutuhan yang harus dipenuhi oleh jaminan atas keselamatan dan kesehatan
perusahaan. Kebutuhan akan perlindungan kerja merupakan kebutuhan yang harus
dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan dipenuhi perusahaan kepada karyawannya.
lingkungan hidup (Mangkunegara, Adanya jaminan keselamatan dan
2000:95). Kebutuhan akan keamanan dan kesehatan kerja maka akan memberikan
kesehatan jiwa di tempat kerja jaminan kenyamanan dalam bekerja dan
membutuhkan alat pelindung, misal pada akhirnya menciptakan kepuasan para
masker bagi tukang las yang diberikan oleh karyawan dalam bekerja diperusahaan.
manajer. Pentingnya memuaskan Adanya keyakinan bahwa karyawan
kebutuhan ini terlihat pada organisasi yang puas akan lebih produktif dari pada
modern, tempat pimpinan organisasi karyawan yang tidak puas merupakan
mengutamakan keamanan dan keselamatan ajaran dasar diantara manajer selama
dengan menggunakan alat-alat canggih bertahun tahun (Robbins,2001:52).
atau pengawalan. Bentuk lain dari Beberapa faktor yang dapat meningkatkan
pemuasan kebutuhan ini dengan kepuasan kerja adalah keselamatan dan
memberikan perlindungan asuransi (astek) kesehatan kerja. Kepuasan kerja yang
kepada karyawan tinggi dapat menekan tingkat turn over
Kecelakaan kerja akan menimbulkan karyawan dalam suatu perusahaan
hal-hal yang sangat negatif yaitu berupa sehingga kinerja perusahaan menjadi lebih
kerugian ekonomis serta dapat pula tinggi. Lingkungan kerja yang tidak aman
mengakibatkan penderitaan tenaga kerja atau kurang terjaminnya keselamatan dan
bersangkutan. Lingkungan kerja yang tidak kesehatan kerja dari karyawan akan
aman dan kurang sehat juga dapat berdampak negatif terhadap kepuasan kerja
mengganggu tenaga kerja dalam karyawan karena lingkungan kerja yang
melaksanakan pekerjaannya. Dari kurang aman dapat meningkatkan resiko
fenomena tersebut, maka perlu sekali kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
adanya usaha-usaha perlindungan terhadap
tenaga kerja. Pemerintah sudah lama 2.5 Hipotesis
merasakan perlunya melaksanakan usaha- Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
usaha perlindungan keselamatan dan ini adalah sebagai berikut :
kesehatan kerja karyawan. Keselamatan H1 : Diduga keselamatan kerja karyawan
dan kesehatan kerja menunjukkan pada mempunyai pengaruh secara parsial
kondisi yang bebas dari gangguan fisik, terhadap kepuasan kerja karyawan.
mental, emosi atau rasa sakit yang H2 : Diduga kesehatan kerja karyawan
disebabkan oleh lingkungan kerja mempunyai pengaruh secara parsial
(Megginson dalam Mangkunegara, terhadap kepuasan kerja karyawan.
2000:161). Jadi, adanya jaminan H3 : Diduga keselamatan dan kesehatan
keselamatan dan kesehatan kerja kerja kerja karyawan mempunyai
menunjukkan kondisi yang aman atau pengaruh secara simultan terhadap
selamat dari penderitaan, kerusakan atau kepuasan kerja karyawan.
kerugian ditempat kerja. Resiko
keselamatan kerja merupakan aspek-aspek 3. METODE
dari dari lingkungan kerja yang dapat Penelitian ini menggunakan metode
menyebabkan kebakaran, ketakutan aliran penelitian penjelasan (explanatory research)
listrik, terpotong, luka memar, keseleo, dengan pendekatan kuantitatif karena
patah tulang, kerugian alat tubuh, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
penglihatan dan pendengaran dan secara mengenai pengaruh-pengaruh variabel yang

5
hendak diteliti dan kemudian menguji Hasil perhitungan determinasi
hipotesis yang telah dirumuskan menunjukkan bahwa besarnya hubungan
sebelumnya. Teknik analisis yang dari kedua variabel bebas, yaitu variabel
digunakan yaitu: keselamatan kerja dan kesehatan kerja
a. Analisis Statistik Deskriptif sebesar 0,844 atau 84,4% yang
Analisis Statistik Deskriptif adalah ditunjukkan oleh koefisien korelasi
statistik yang digunakan untuk berganda. Hal ini berarti bahwa hubungan
menganalis data dengan cara antara variabel bebas yang terdiri dari
mendeskripsikan data yang telah keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja
terkumpul sebagaimana adanya tanpa (X2) terhadap variabel terikat, yaitu
bermaksud mengambil kesimpulan kepuasan kerja karyawan (Y) adalah
yang telah berlaku untuk umum atau tinggi. Besarnya pengaruh keselamatan
generalisasi. Analisis deskriptif kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2)
dilakukan untuk mendeskripsikan terhadap variabel kepuasan kerja karyawan
jaminan atas keselamatan dan (Y) ditunjukkan oleh Adjusted R Square
kesehatan kerja karyawan serta sebesar 0,705 atau 70,5%. Angka ini
kepuasan kerja. menunjukkan bahwa variabel keselamatan
b. Analisis Statistik Inferensial kerja (X1 ) dan kesehatan kerja (X2) yang
Analisis statistik inferensial adalah digunakan dalam persamaan regresi
teknik statistik yang digunakan untuk berkontribusi terhadap variabel kepuasan
menganalis data sampel dan hasilnya kerja karyawan (Y) sebesar 70,5%
diberlakukan untuk populasi. sedangkan sisanya 29,5% dipengaruhi oleh
variabel lain di luar kedua variabel bebas
4. HASIL DAN PEMBAHASAN yang diteliti, yaitu meliputi kerja yang
Analisis regresi linier berganda menantang, ganjaran yang pantas dan
dalam penelitian ini menggunakan SPSS rekan kerja yang mendukung.
versi 13,00 for windows yang merupakan Berdasarkan analisis regresi linier
analisis untuk mengetahui besarnya berganda, maka dihasilkan persamaan
pengaruh antara dua variabel bebas regresi sebagai berikut :
(independent) terhadap variabel terikat Y = 4,732+ 0,439X1 + 0,127X2 + e
(dependent). Penelitian ini menggunakan Dari persamaan regresi linier berganda
pengujian yang dilakukan dengan tingkat tersebut maka:
kepercayaan 95% atau tingkat signifikan a : Konstanta sebesar 4,732 menunjukkan
5% ( = 0,05). Hasil perhitungan regresi jika variabel babas (X1 dan X2)
linear berganda secara parsial dan simultan diabaikan atau diasumsikan 0, maka
dengan menggunakan program SPSS versi besar Y adalah 4,732. Artinya sebelum
13,00 for windows disajikan pada Tabel 1. atau tanpa adanya variabel
keselamatan kerja dan kesehatan kerja,
Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linear maka besarnya kepuasan kerja
Berganda karyawan sebesar 4,732.
b1 : Jika variabel keselamatan kerja (X1)
berubah satu satuan akan
mengakibatkan perubahan variabel
kepuasan kerja karyawan sebesar
0,439 satuan dengan asumsi variabel
lain konstan. Tanda positif
menunjukkan perubahan searah, yaitu
jika variabel keselamatan kerja
meningkat satu satuan, maka kepuasan
Sumber : Data primer diolah, 2013 kerja karyawan akan meningkat

6
sebesar 0,439 satuan, sebaliknya jika signifikan dari variabel bebas
variabel keselamatan kerja menurun terhadap variabel terikat.
satu satuan, maka kepuasan kerja b. Jika nilai signifikansi F > Level of
karyawan akan menurun 0,439 satuan. significant () atau (Fhitung < Ftabel),
b2 : Jika variabel Kesehatan Kerja (X2) maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal
berubah satu satuan, maka akan ini berarti bahwa tidak ada pengaruh
mengakibatkan perubahan variabel signifikan dari variabel bebas
kepuasan kerja karyawan sebesar terhadap variabel terikat.
0,127 satuan dengan asumsi variabel Hasil dari perhitungan uji simultan
lain konstan. Tanda positif (uji F) menunjukkan nilai signifikansi
menunjukkan perubahan searah, yaitu (Sig.) sebesar 0,000 dan (alpha) yang
jika variabel kesehatan kerja digunakan dalam penelitian ini sebesar
meningkat satu satuan, maka kepuasan 0,05 sehingga signifikansi (Sig.) 0,000 <
kerja karyawanakan meningkat 0,05 atau 95,367 > 3,930 yang berarti
sebesar 0,127 satuan. Sebaliknya jika bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi,
variabel kesehatan kerja menurun satu dapat disimpulkan bahwa secara simultan
satuan, maka kepuasan kerja karyawan variabel keselamatan kerja (X1), kesehatan
akan menurun sebesar 0,127 satuan. kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap
Dari hasil analisis regresi linier kepuasan kerja karyawan (Y).
berganda di atas dapat disimpulkan bahwa 4.1.2 Uji Parsial (Uji t)
variabel keselamatan dan kesehatan kerja Uji parsial (Uji t) dilakukan dengan
mempunyai pengaruh positif terhadap menggunakan SPSS 13,00 for windows.
variabel kepuasan kerja karyawan. Hal ini Uji t digunakan untuk mengetahui
dapat diinterpretasikan bahwa jika nilai pengaruh signifikan dari masing-masing
dari kondisi keselamatan kerja dan kondisi variabel bebas terhadap variabel terikat.
kesehatan kerja meningkat, maka akan Uji t dilakukan dengan cara
diikuti juga oleh peningkatan nilai dari membandingkan nilai antara signifikansi t
kepuasan kerja. Secara keseluruhan dapat dengan Level of significant () dengan
disimpulkan bahwa variabel keselamatan nilai = 0,05 sehingga dapat diketahui
kerja dan kesehatan kerja berpengaruh diterima atau tidaknya suatu hipotesis, jika:
signifikan terhadap kepuasan kerja. a. Jika nilai signifikansi t < Level of
significant () atau (t hitung > ttabel)
4.1 Uji Hipotesis maka H0 ditolak dan H 1 diterima. Hal
4.1.1 Uji Simultan (Uji F) ini berarti bahwa ada pengaruh
Uji simultan (Uji F) dilakukan signifikan dari variabel bebas
dengan menggunakan SPSS 13,00 for terhadap variabel terikat.
windows. Uji F digunakan untuk menguji b. Jika nilai signifikansi t > Level of
variabel secara bersama-sama yaitu antara significant () atau (t hitung< ttabel)
variabel bebas terhadap variabel terikat maka H0 diterima dan H1 ditolak, hal
dalam model regresi linear berganda. Uji F ini berarti bahwa tidak ada pengaruh
dilakukan dengan cara membandingkan yang signifikan dari variabel bebas
antara nilai signifikansi F dengan Level of terhadap variabel terikat.
significant () dengan nilai = 0,05 Berdasarkan hasil uji parsial (uji t)
sehingga dapat diketahui diterima atau diperoleh hasil sebagai berikut :
tidaknya suatu hipotesis, jika: 1) Variabel Keselamatan Kerja (X1)
a. Jika nilai signifikansi F < Level of mempunyai nilai signifikansi sebesar
significant () atau (Fhitung > Ftabel), 0,000 dan (alpha) yang digunakan
maka H0 ditolak dan H 1 diterima. Hal sebesar 0,05 maka 0,000 < 0,05 atau
ini berarti bahwa ada pengaruh 10,444 > 2,0086 sehingga H 1
diterima dan Ho ditolak. Hal ini

7
berarti bahwa secara parsial variabel kerja karyawan. Adanya pengaruh yang
keselamatan kerja (X1) berpengaruh signifikan tersebut menunjukkan bahwa
signifikan terhadap variabel semakin baiknya fasilitas terkait dengan
kepuasan kerja karyawan (Y) dengan keselamatan kerja karyawan, maka upaya
asumsi variabel bebas lainnya untuk meningkatkan kepuasan kerja para
bernilai tetap. karyawan akan mengalami peningkatan.
2) Variabel Kesehatan Kerja (X2) Dalam uji secara parsial tersebut
mempunyai signifikansi 0,006 dan dapat juga diketahui variabel mana yang
(alpha) yang digunakan sebesar 0,05 paling dominan terdahap kepuasan kerja.
maka 0,006 < 0,05 atau 2,844 > Berdasarkan hasil analisis yang dilihat dari
2,0086 sehingga H1 diterima dan Ho koefisien regresi (standardized coefficient)
ditolak. Hal ini berarti bahwa secara dapat diketahui bahwa koefisien variabel
parsial variabel Kesehatan Kerja (X2) keselamatan kerja sebesar 0,730 dan
berpengaruh terhadap variabel kesehatan kerja sebesar 0,199. Berdasarkan
kepuasan kerja karyawan (Y) dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
asumsi variabel bebas lainnya keselamatan kerja berpengaruh dominan
bernilai tetap. terhadap kepuasan kerja karyawan pada
bagian produksi PT. Indohamafish
4.2 Pembahasan Jembrana Bali.
4.2.1 Pengaruh Secara Parsial Variabel Rata-rata tanggapan responden
Keselamatan Kerja Terhadap Variabel (karyawan bagian produksi PT.
Kepuasan Kerja Karyawan Pada Indohamafish Jembrana Bali menunjukkan
Bagian Produksi PT. Indohamafish nilai 3,78. Hal ini menunjukkan bahwa
Jembrana Bali tanggapan karyawan terhadap keselamatan
Berdasarkan hasil analisis regresi kerja adalah baik. Menyangkut kondisi
linear berganda didapat variabel lingkungan kerja, kondisi pengaturan
keselamatan kerja memiliki koefisien udara, kondisi pengaturan penerangan,
regresi sebesar 0,730. Nilai tersebut berarti kondisi pemakaian peralatan dan kondisi
bahwa variabel bebas keselamatan kerja fisik dan metal pegawai. Hasil tersebut
memiliki pengaruh positif atau berbanding sesuai pendapat Mangkunegara (2000:161)
lurus terhadap kepuasan kerja karyawan tentang keselamatan kerja adalah
pada bagian produksi PT. Indohamafish menunjukkan kondisi yang aman atau
Jembrana Bali yaitu apabila keselamatan selamat dari penderitaan, kerusakan atau
kerja mengalami peningkatan sebesar satu kerugian di tempat kerja. Berdasarkan
satuan, maka kepuasan kerja karyawan pendapat tersebut menyatakan bahwa
akan naik sebesar 0,730 satuan dengan kondisi yang ada di PT Indohamafish
asumsi variabel lain konstan. Hasil uji t Jembrana Bali adalah aman dan selamat.
didapat bahwa variabel bebas keselamatan 4.2.2 Pengaruh Secara Parsial Variabel
kerja berpengaruh signifikansi terhadap Kesehatan Kerja Terhadap Variabel
kepuasan kerja karyawan. Hal ini dapat Kepuasan Kerja Karyawan Pada
dilihat dari nilai signifikansi yang lebih Bagian Produksi PT. Indohamafish
kecil dari (alpha) yang dipakai yaitu Jembrana Bali.
sebesar 0,05 sehingga 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis regresi
Hasil analisis regresi tersebut linear berganda didapat variabel kesehatan
menunjukkan bahwa variabel keselamatan kerja memiliki koefisien regresi sebesar
kerja yang berupa kondisi tempat 0,199. Nilai tersebut berarti bahwa variabel
lingkungan kerja, kondisi pengaturan bebas kesehatan kerja berpengaruh positif
udara, kondisi pemakaian peralatan dan atau searah terhadap kepuasan kerja
kondisi fisik dan mental pegawai karyawan yaitu apabila kesehatan kerja
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mengalami peningkatan sebesar 0,199

8
satuan, maka kepuasan kerja karyawan square. Jadi, dapat dikatakan bahwa
mengalami peningkatan sebesar 0,199 fasilitas yang diberikan perusahan terkait
satuan dengan asumsi variabel lain dengan keselamatan dan kesehatan kerja
konstan. Hasil uji t didapat bahwa variabel mampu memberikan dukungan dalam
kesehatan kerja berpengaruh signifikan upaya menciptakan kepuasan para
terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini karyawan dalam bekerja di perusahaan.
dapat dilihat dari nilai signifikansi yang Hasil signifikan juga menunjukkan bahwa
lebih kecil dari (alpha) yang dipakai selama ini pihak manajemen selalu
yaitu sebesar 0,05 sehingga 0,006 < 0,05. memperhatikan kondisi atau tempat
Hasil analisis regresi tersebut bekerja karyawan serta fasilitas lain, juga
menunjukkan bahwa kesehatan kerja kondisi mental karyawan dalam bekerja.
merupakan salah satu faktor yang Selain itu, dukungan dari fasilitas
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kesehatan kerja yang meliputi kondisi
kerja karyawan. Hal tersebut menunjukkan fisik, fisiologis, dan psikologis juga
bahwa dengan fasilitas kesehatan kerja memberikan peran besar dalam
yang meningkat, maka akan meningkat memberikan jaminan kepuasan kerja.
pula kepuasan kerja karyawan dalam Adanya keyakinan bahwa karyawan
bekerja di perusahaan. Hal tersebut yang puas akan lebih produktif dari pada
dikarenakan jika karyawan mendapatkan karyawan yang tidak puas, merupakan
jaminan kesehatan kerja, mereka tidak ajaran dasar diantara manajer selama
perlu memiliki rasa khawatir atas bertahun tahun. Hasil analisis didukung
gangguan kesehatan yang ditimbulkan di oleh teori yang dikemukakan Robbins
tempat kerja dan dapat bekerja secara (2001:52), yaitu bahwa beberapa faktor
optimal sehingga kepuasan kerja karyawan yang dapat meningkatkan kepuasan kerja
akan mengalami peningkatan. karyawan antara lain keselamatan dan
Hal ini ditunjukkan dari tanggapan kesehatan kerja. Kepuasan kerja yang
karyawan PT Indohamafish Jembrana Bali tinggi dapat menekan tingkat turn over
tentang kesehatan kerja dengan rata-rata karyawan dalam perusahaan sehingga
3,74 yang berarti bahwa kesehatan kerja kinerja perusahaan menjadi lebih tinggi,
adalah baik yang meliputi kondisi fisik, sedangkan lingkungan kerja yang tidak
kondisi fisiologis dan psikologis. Hal ini aman atau kurang terjaminnya keselamatan
didukung pendapat Siagian (2002:295) dan kesehatan kerja karyawan akan
bahwa kepuasan kerja merupakan cara berdampak negatif terhadap kepuasan kerja
pandang seseorang baik yang bersifat karyawan karena lingkungan kerja yang
positif maupun bersifat negatif tentang kurang aman dapat meningkatkan resiko
pekerjaannya. Berdasarkan hasil penelitian kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa karyawan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
puas terhadap kesehatan kerjanya. pengaruh antara variabel keselamatan dan
4.2.3 Pengaruh Secara Simultan kesehatan kerja terhadap variabel kepuasan
Variabel Keselamatan Dan Kesehatan kerja karyawan. Pengaruh variabel
Kerja Terhadap Variabel Kepuasan keselamatan dan kesehatan kerja sebesar
Kerja Karyawan Pada Bagian Produksi 70,5% dan 29,5% dipengaruhi variabel lain
PT. Indohamafish Jembrana Bali yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hasil analisis dapat diketahui bahwa Variabel lain yang berpengaruh terhadap
terdapat pengaruh signifikan secara kepuasan kerja karyawan yang tidak
simultan variabel keselamatan dan diteliti dalam penelitian ini sebagaimana
kesehatan kerja terhadap variabel kepuasan pendapat Robbin (2001:181), yaitu :
kerja karyawan pada bagian produksi PT. 1) Kerja yang menantang
Indohamafish Jembrana Bali sebesar 2) Ganjaran yang pantas
0,705% dilihat dari nilai adjusted R 3) Rekan kerja yang mendukung

9
Sedangkan menurut Mangkunegara (2000: dukungan atas fasilitas jaminan
117) faktor yang mempengaruhi kepuasan keselamatan yang telah diberikan
kerja yang tidak diteliti dalam penelitian kepada karyawan, yaitu dengan
ini adalah faktor pegawai. mengintensifkan atas kegiatan
pelatihan kepada para karyawan
5. KESIMPULAN DAN SARAN dalam memberikan pertolongan
5.1 Kesimpulan pertama apabila terjadi kecelakaan
Berdasarkan hasil penelitian dan kerja, memberikan pengarahan tata
pembahasan dengan menggunakan analisis cara penggunaan peralatan berbahaya
regresi linier berganda yang telah di perusahaan dan memberikan
dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan pelatihan tata cara bekerja secara
sebagai berikut: aman sehingga dapat menghindari
1. Variabel keselamatan kerja karyawan terjadinya kecelakaan kerja.
berpengaruh secara parsial terhadap c. Pihak manajemen perusahaan
variabel kepuasan kerja karyawan diharapkan menetapkan peraturan
pada bagian produksi PT. terkait dengan keselamatan dan
Indohamafish Jembrana Bali sebesar kesehatan kerja secara tegas, yaitu
0,730. dengan memberikan teguran sampai
2. Variabel kesehatan kerja karyawan hukuman jika terdapat karyawan
berpengaruh secara parsial terhadap yang melanggar peraturan yang telah
variabel kepuasan kerja karyawan ditetapkan sehingga jaminan atas
pada bagian produksi PT. keselamatan dan kesehatan kerja
Indohamafish Jembrana Bali sebesar dapat berjalan sesuai ketentuan atau
0,199. prosedur yang telah ditetapkan.
3. Variabel keselamatan dan kesehatan 2. Bagi peneliti selanjutnya.
kerja karyawan berpengaruh secara Diharapkan bagi peneliti selanjutnya
simultan terhadap variabel kepuasan untuk menggunakan variabel lain
kerja karyawan pada bagian produksi yang berpengaruh terhadap kepuasan
PT. Indohamafish Jembrana Bali kerja karyawan yang meliputi kerja
sebesar 70,5%. yang menantang, ganjaran yang
pantas, rekan kerja yang mendukung,
5.2 Saran faktor pegawai dan variabel lain
Berdasarkan kesimpulan dari hasil yang berpengaruh terhadap kepuasan
analisis data yang dilakukan maka kerja karyawan sehingga penelitian
diajukan beberapa saran, yaitu : tersebut dapat lebih berkembang.
1. Bagi PT. Indohamafish Jembrana
Bali. DAFTAR PUSTAKA
a. Berdasarkan tanggapan responden Bennet dan Rumandang Silalahi. 1995.
tentang keselamatan dan kesehatan Manajemen Kesehatan dan
kerja menunjukkan bahwa rata-rata Kesalamatan Kerja. Cetakan
jawaban responden terhadap K3 Pertama. Bumi Aksara. Jakarta.
adalah tinggi (baik) dan karyawan Davis. Newstrom. 1996. Perilaku Dalam
puas terhadap keselamatan dan Organisasi. Edisi Ketujuh. Jilid
kesehatan kerjanya. Namun, Pertama. Penerbit Erlangga. Jakarta.
perusahaan diharapkan untuk lebih Dessler. Gary. 1997. Sumber Daya
meningkatkan fasilitas kesehatan Manusia. Edisi Bahasa Indonesia.
kerja para karyawan. Jilid 2. Penerbit PT. Prenhallindo:
b. Bagi pihak manajemen PT. Jakarta.
Indohamafish Jembrana Bali Handoko. Hani. 2001. Manajemen
diharapkan untuk memberikan Personalia dan Sumber Daya

10
Manusia. Edisi Kedua. Penerbit Robbins. Stephen. 2001. Perilaku
BPFE: Yogyakarta. Organisasi. Jilid Kedua. Cetakan
Martoyo. Susilo. 1998. Manajemen Pertama. Prentice Hall Inc.
______________. 2003. Perilaku
Sumber Daya Manusia. Edisi Ketiga.
Organisasi, Edisi Kesembilan.
Cetakan Ketiga. Penerbit BPFE.
Yogyakarta. Jakarta: PT. Indeks Kelompok
Gramedia.
Mathis dan Jackson. 2002. Manajemen
Singarimbun. Masri dan Effendi. 1995.
Sumber Daya Manusia. Edisi
Pertama. Salemba Empat. Jakarta. Metode Penelitian Survai. Edisi
Revisi. Jakarta: LP3S
Mangkunegara. Anwar Prabu. 2000.
Siagian. Sondang. 2002. Manajemen
Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan. Cetakan Kedua. PT. Sumber Daya Manusia. Cetakan
Kesembilan. Penerbit Bumi Aksara:
Remaja Rosdakarya Offset.
Jakarta.
Bandung.
Mondy. Wayne. 2008. Manajemen Sumber Sugiono. 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Daya Manusia. Jilid Kedua. Edisi
Bandung: CV. Alfabeta.
Kesepuluh. Jakarta: PT. Gelora
Aksara Pratama.

11