Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Menurut Charles A. Beard tidak ada sesuatu hal untuk abad modern sekarang ini yang
lebih penting dari Administrasi. Kelangsungan hidup pemerintahan yang beradab itu sendiri
akan sangat tergantung atas kemampuan kita untuk membina dan mengembangkan suatu
administrasi yang mampu memecahkan masalah-masalah masyarakat modern.

Sondang Siagian mendefinisikan administrasi sebagai "keseluruhan proses kerja sama


antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Ada beberapa hal yang terkandung dalam definisi di atas. Pertama, administrasi sebagai
seni adalah suatu proses yang diketahui hanya permulaannya sedang akhirnya tidak ada.
Kedua, administrasi mempunyai unsur-unsur tertentu, yaitu 1) adanya dua manusia atau
lebih, 2) adanya tujuan yang hendak dicapai, 3) adanya tugas atau tugas-tugas yang harus
dilaksanakan, 4) adanya peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan tugas-tugas itu.
Ketiga, administrasi sebagai proses kerja sama bukan merupakan hal yang baru karena ia
telah timbul bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia.

Administrasi sebagai seni dan ilmu. Administrasi sebagai seni adalah suatu proses yang
diketahui hanya permulaan dari suatu kegiatan sedang kapan berakhirnya kegiatan itu sendiri
tidak diketahui. Administrasi sebagai proses kerja sama bukan merupakan hal yang baru
karena ia telah timbul bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia. Tegasnya,
administrasi sebagai "seni" merupakan suatu social phenomenon.

Sampai dengan tahun 1886, manusia hanya mengenal administrasi sebagai seni.
Kemudian, pada tahun 1886 itu timbullah suatu ilmu baru, yang sekarang ini dikenal dengan
Ilmu Administrasi yang objek studinya tidak termasuk objek studi ilmu-ilmu yang lain. Ilmu
Administrasi telah pula memiliki metode analisisnya sendiri, sistematikanya sendiri, prinsip-
prinsip, dalil-dalil serta rumus-rumusnya sendiri.

Sekarang ini administrasi dikenal sebagai suatu artistic science karena di dalam
penerapannya "seninya" masih tetap memegang peranan yang menentukan. Sebaliknya seni
Administrasi dikenal sebagai suatu scientific art karena seni itu sudah didasarkan atas
sekelompok prinsip-prinsip yang telah teruji "kebenarannya".
Bidang-bidang atau percabangan dari pembagian ilmu administrasi dapat dibedakan
secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, berarti penekannya pada sifat atau karakter
dari kerja sama yang ada, dapat dibagi-bagi ke dalam cabang-cabang 1) administrasi
kenegaraan (public administration); 2) administrasi perusahaan (business administration), dan
3) administrasi kemasyarakatan (social administration).

Secara horizontal berarti melihat administrasi dilihat dari aspek teknisnya/unsur-


unsurnya. Kajian ilmu administrasi ini adalah aspek teknis/unsur-unsur administrasi yang
mencakup 1) organisasi, 2) manajemen, 3) kepegawaian, 4) keuangan, 5) perlengkapan, 6)
pekerjaan kantor, 7) tata hubungan/komunikasi, dan 8) perwakilan/public relation.

Sulit bagi kita membuat rumusan (definisi) yang singkat tentang Administrasi Negara,
untuk itu para ahli berusaha mencoba mengatasinya dengan mendeskripsikan kegiatan-
kegiatan yang ada dalam praktik Administrasi Negara, yang berfokus pada aktivitas
administrator dalam melaksanakan kebijakan pemerintah/negara

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana yang dimaksud dengan teori ?
2. Bagaimana yang dimaksud dengan administrasi?
3. Apa pengertian bakat dan minat ?
C. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Teori Administrasi

Teori administrasi adalah bagian kedua dari tiga dasar teori klasik organisasi (Hick dan
Gullett, 1975). Di sini terdapat perbedaan yang dibiaskan pada praktek manajerial dalam teori
administrasi. Mengingat teori birokrasi memberikan penjelasan organisasi yang dibangun
secara ideal, teori administrasi merumuskan strategi spesifik untuk menerapkan struktur
birokrasi. Teori administrasi menterjemahkan banyak prinsip dasar model birokrasi secara
deskriptif ke dalam prinsip praktek manajerial preskriptif. Buktinya, teori administrasi
memiliki gelar populer sebagai prinsip manajemen (Hick dan Gullett, 1975).

Teoritikus administrasi pertama dan paling berpengaruh adalah industrialis


berkebangsaan Perancis yaitu Henry Fayol. Pada tahun 1916, Fayol mengidentifikasi
beberapa prinsip manajemen. Dalam tonggak sejarahnya buku berjudul Manajemen Umum
dan Industri (yang diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Inggris di tahun 1949) itu telah
menjadi titik tolak dari teori administrasi. Prinsip-prinsip tersebut telah diterapkan secara luas
pada desain dan praktek organisasi dan memberikan pengaruh kuat pada desain dan
administrasi organisasi industri modern. Beberapa prinsip dasar manajemen yang telah
diperkenalkan oleh Fayol kemudian menjadi sesuatu yang biasa kita temukan sekarang ini,
tetapi itu merupakan refleksi dari aplikasi dan penggunaannya yang luas. Banyak prinsip
dasar yang serupa dengan model birokrasi yang didefinisikan oleh Weber. Fayol (1949)
mendefinisikan 20 prinsip dasar manajemen.

Organisasi mengarahkan para manajer untuk mengalokasikan personil, peralatan dan


sumber yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tujuan organisasi yang diidentifikasi dalam
perencanaan.

Bidang pekerjaan mengarahkan pengembangan kemampuan kerja khusus dari anggota


organisasi sehingga mereka dapat berkonsentrasi pada tugas-tugas tertentu sehingga dapat
meningkatkan produktivitas dan efisiensi. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan
prinsip tersebut dengan spesialisasi peran anggota organisasi.

Otoritas memberdayakan para manajer untuk menggunakan kekuasaan dan kontrol


terhadap bawahan guna mengarahkan aktivitas mereka terhadap produk organisasi. Bawahan
dituntut menghasilkan sesuai kewenangan atasan yang ada dalam organisasi. (Untuk
mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi hirarki

Disiplin mengarahkan semua anggota organisasi untuk menyampaikan kaidah dan


panduan organisasi dan hukuman khusus bagi anggota organisasi yang gagal dalam
melaksanakan tugas sesuai aturan perusahaan. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan
prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi profesionalisme

Kesatuan perintah menyatakan bahwa setiap anggota organisasi harus menerima arahan
dari satu atasan saja dan bertanggung jawab kepada orang tersebut. Prinsip ini berfungsi
untuk meningkatkan kejelasan peran kerja dengan cara mengenali siapa yang bertanggung
jawab terhadap apa dan siapa yang berwenang terhadap siapa dalam aktivitas organisasi.

Rantai scalar menyatakan bahwa anggota organisasi harus menjawab langsung kepada
atasan mereka dan mengawasi langsung bawahan mereka. Rantai scalar membentuk jalur
interaksi vertikal di antara atasan dan bawahan sepanjang rantai komando hirarki organisasi
ia mengidentifikasi rute utama susunan untuk kaidah dan pengarahan yang diikuti dengan
jalur komunikasi dan mampu menciptakan interaksi sulit di antara anggota organisasi yang
berada dalam posisi rantai komando paralel di dalam organisasi. Untuk mengatasi masalah
ini, Fayol menyatakan bahwa dalam lingkungan tertentu (keadaan darurat, misalnya), anggota
organisasi dapat berkomunikasi secara horisontal, atau lintas rantai komando secara paralel
dengan rekan sekerja untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas organisasi. Prinsip dasar
ini mengatasi masalah komunikasi horisontal terbatas di antara anggota organisasi dengan
tingkat hirarki yang sama dalam organisasi. Fayol menyebut saluran horisontal, yang dalam
efeknya memecah rantai scalar, sebagai jembatan, tetapi ia kemudian lebih dikenal dengan
jembatan Fayol.

Kesatuan arah menyatakan bahwa anggota organisasi harus satu pikiran, bekerja sama
untuk menyelesaikan tujuan organisasi. Prinsip dasar ini menggambarkan sebuah penekanan
terhadap produk organisasi terhadap produk anggota organisasi individual. (Untuk
mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi
profesionalisme

Bawahan individu bagi kelompok yang lebih besarmengarahkan anggota organisasi


secara individu untuk bertindak sesuai kepentingan organisasi. (Untuk mengetahui seberapa
jauh kesamaan prinsip tersebut dengan prinsip birokrasi profesionalisme yang menekankan
pentingnya organisasi untuk berhadapan dengan anggota organisasi individu.

Penghitungan ulang menyatakan bahwa anggota organisasi harus mendapatkan


penghargaan atas pekerjaan mereka dengan gaji dan tunjangan materi lain (bonus, bagi laba,
pembagian saham) yang sesuai dengan produktivitas pekerjaan mereka. Prinsip ini
didasarkan pada pernyataan bahwa anggota organisasi bisa dipicu secara meterial sehinga
kinerja mereka bergantung kepada jumlah penghitungan uang yang mereka terima dari
perusahaan.

Sentralisasi kekuasaan menyatakan bahwa kinerja organisasi bisa sukses ketika adanya
kontrol ketat terhadap aktivitas anggota organisasi dari administrasi pusat dan desentralisasi
proses organisasi tidak bisa berkembang pada suatu titik di mana proses itu tidak berada
dalam pengawasan hirarki langsung. (Untuk mengetahui seberapa jauh kesamaan prinsip
tersebut dengan prinsip birokrasi hirarki Weber; lihat Tabel 3.1).

B. Pengertian

1. Teori
Teori merupakan suatu konsep dasar yang menjelaskan hubungan sistematis
suatu fenomena dengan cara merinci suatu hubungan sebab akibat yang terjadi. Di
kehidupan sehari-hari istilah teori sering dihubungkan dengan praktik, teori kadang-
kadang tidak mudah dipahami karena sifatnya cenderung abstrak. Memahami
pemikiran secara abstrak barangkali bukan tugas yang mudah. Namun, sesuatu yang
sulit bukan berarti tidak berguna. Seorang ahli mengatakan, tidak ada yang lebih
praktis daripada teori yang bermanfaat, artinya, dengan menguasai suatu teori secara
baik seseorang akan lebih mudah menangani hal-hal praktis yang berkaitan dengan
ilmu dilapangan. Dibelakang setiap teori terdapat asumsi-asumsi yang membentuk
sudut pandang suatu teori biasanya asumsi tersebut berpola objektif dan subjektif.
Maksudnya, realita secara objektif dapat diukur, dinilai, dan diperbandingkan, dengan
satu sama lain. Sedangkan pola subjektif mengasumsikan lebih kepada perorangan
yang dapat berfikir berbeda-beda pada suatu objek yang sama.

2. Pengertian Administrasi
Administrasi adalah usaha dan kegiatan yang berkenaan dengan
penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan
Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi : catat-mencatat,
surat-menyurat, pembukuan ringan ketik-mengetikm agenda dan sebagainya yang
bersifat teknis ketatausahaan.
Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua
orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana
tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.
3. Pengertian Teori dan Administrasi
Teori dan administrasi adalah suatu konsep yang menjelaskan tentang struktur
atau susunan dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam lingkup sebab akibat yang
berhubungan.

C. Administrasi menurut para ahli :

1. Menurut Ulbert :

Administrasi secara sempit didefinisikan sebagain penyusunan dan pencatatan


data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan
maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali
baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih
dikenal dengan istilah Tata Usaha.

2. Menurut WH Evans :

Administrasi adalah fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan


semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan,
komunikasi, dan ingatan organisasi.

D. Pengertian Bakat

Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif
pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi
yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Contoh seorang yang berbakat
melukis akan lebih cepat mengerjakan pekerjaan lukisnya dibandingkan seseorang yang
kurang berbakat.

Jenis-jenis bakat antara lain sebagai berikut:


1. Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat
umum, artinya setiap orang memiliki.

2. Bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak
semua orang memiliki misalnya bakat seni, pemimpin, penceramah, olahraga.

Selain itu bakat khusus yang lain, yaitu :

1. Bakat Verbal

Bakat tentang konsep konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata kata.

2. Bakat Numerikal

Bakat tentang konsep konsep dalam bentuk angka.

3. Bakat Skolastik

Kombinasi kata kata (logika) dan angka angka. Kemampuan dalam penalaran,
mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari
keteraturan konseptual atau pola numerik, pandangan hidupnya umumnya bersifat
rasional. Ini merupakan kecerdasan para ilmuwan, akuntan, dan pemprogram
komputer.(Newton, Einstein, dsb.)

4. Bakat Abstrak

Bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola, rancangan, diagram,
ukuran ukuran, bentuk bentuk dan posisi-posisinya.

5. Bakat mekanik

Bakat tentang prinsip prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan alat
alat lainnya.

6. Bakat Relasi Ruang (spasial)

Bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua dimensi atau berfikir dalam 3
dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail visual dan dapat
menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat sketsa ide
secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga
dimensi. Ini merupakan kecerdasan para arsitek, fotografer, artis, pilot, dan
insinyur mesin. (Thomas Edison, Pablo Picasso, Ansel Adams, dsb.)

7. Bakat kecepatan ketelitian klerikal

Bakat tentang tugas tulis menulis, ramu-meramu untuk laboratorium, kantor dan
lain lainnya.

8. Bakat bahasa (linguistik)

Bakat tentang penalaran analistis bahasa (ahli sastra) misalnya untuk jurnalistik,
stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan lain lainnya.

Pengertian Bakat Menurut Para Ahli

Bakat adalah suatu kemampuan yang di miliki oleh seseorang untuk dapat
mempelajari sesuatu dalam waktu pendek di bandingkan dengan orang lain dan
memiliki hasil yang lebih baik pula. Bakat telah di miliki oleh setiap Manusia dari dia
lahir ke dunia ini. Bakat yang di miliki oleh seseorang beragam ada yang pintar dalam
hal melukis, bernyanyi, memasak, dan yang lainnya.

1. Pengertian Bakat Menurut Para Ahli

Pengertian bakat bermacam-macam dari setiap ahli yang menjelasakannya,


tetapi penjelasan yang di berikan saling memiliki titik temu yang sama. Untuk
dapat lebih memahami tentang bakat akan di jalaskan sebagai berikut.

a. Brigham (Suryabrata, 1995)

Dakat dititik berat kepada hal apa yang di lakukan oleh idividu dari segi kinerja
atau performa setelah mendapat latihan.

b. Crow dan crow (1989)

Bakat merupakan anggapan kualitas yang di miliki oleh setiap Manusia yang
memiliki tingkatan beragam.

c. Woodworth dan Marquis (Surabaya 1995)

Bakat adalah prestasi yang dapat di ramalkan dan juga dapat di ukur dengan
melakukan tes khusus. Dengan demikian bakat dapat di katasakn sebagai
kemampuan yang di miliki Manusia (ability).
d. William B. Michael (Suryabrata 1995)

Bakat adalah kapasitas yang di miliki oleh seseorang dalam melakukan tugasnya
dan sedikit terpengeruh oleh latihan yang di jalannya.

e. Guildford (Suryabrata 1995)

Bakat yang di maksud memiliki corak yang berbeda. Bakat adalah kemampuan
yang di miliki di dalam bidang perseptual, dimensi intelektual, dan dimensi
psikomotor.

Jenis Bakat

1. Bakat Umum

Bakat umum adalah keahlian atau potensi yang secara umum telah dimiliki dan
dalam artian setiap orang memiliki kemampuan atau potensi tersebut.

2. Bakat Khusus

Bakat khusus adalah suatu kemampuan atau potensi yang hanya di miliki oleh
orang tertentu seperti memiliki bakat dalam menyanyi, memasak, olahraga, seni,
dan lain-lain.

E. Pengertian Minat

Minat adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan menfokuskan diri
pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas ( Hilgar & Slameto ;
1988 ; 59).

Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari perasaan,
harapan, pendirian, prasangka, rasa takut atau kecenderungan lain yang mengarahkan
individu kepada suatu pikiran tertentu. (Maprare dan Slameto; 1988; 62). Jadi, dapat
disimpulkan minat ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh
kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya.

Jenis jenis minat (Guilford, 1956) :

1. Minat vokasional merujuk pada bidang bidang pekerjaan.

a. Minat profesional : minat keilmuan, seni dan kesejahteraan sosial.


b. Minat komersial : minat pada pekerjaan dunia usaha, jual beli, periklanan,
akuntansi, kesekretariatan dan lain lain.

c. Minat kegiatan fisik, mekanik, kegiatan luar, dan lain lain.

2. Minat avokasional, yaitu minat untuk memperoleh kepuasan atau hobi. Misalnya
petualang, hiburan, apresiasi, ketelitian dan lain lain.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Teori administrasi adalah bagian kedua dari tiga dasar teori klasik organisasi (Hick dan
Gullett, 1975). Di sini terdapat perbedaan yang dibiaskan pada praktek manajerial dalam teori
administrasi. Mengingat teori birokrasi memberikan penjelasan organisasi yang dibangun
secara ideal, teori administrasi merumuskan strategi spesifik untuk menerapkan struktur
birokrasi. Teori administrasi menterjemahkan banyak prinsip dasar model birokrasi secara
deskriptif ke dalam prinsip praktek manajerial preskriptif

Teori dan konsep administrasi negara telah berkembang dengan pesat. Dari segi
keilmuwan, wacana keilmuwan administrasi negara di beberapa negara maju dan di Indonesia
mengalami dinamika yang sangat intens. Namun, kita masih banyak mencaplok teori-teori
dari luar untuk membentuk teori. Salah satu teori administrasi negara yang menjadi
mainstream adalah teori kebijakan publik. Teori kebijakan publik mengajarkan cara
merumuskan kebijakan publik yang baik dan benar.
Daftar Pustaka

https://idtesis.com/makalah-teori-administrasi-negara/

http://saharadm08.blogspot.co.id/2010/04/teori-administrasi.html

http://minartirahayu.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-bakat-dan-minat.html

http://www.maribelajarbk.web.id/2014/12/pengertian-dan-mengenal-bakat-dan-minat.html

http://www.psikologiku.com/apa-perbedaan-minat-dan-bakat/