Anda di halaman 1dari 6

Penentuan Jumlah Persediaan : Deterministik Model

Model pengendalian deterministik

Model pengendalian deterministik adalah model yang menganggap semua


parameter telah diketahui dengan pasti.

Menurut Taha (1997), permintaan deterministik dapat bersifat statis dalam arti
bahwa laju pemakaian tetap konstan sepanjang waktu dan diketahui dengan pasti,
permintaan deterministik dapat bersifat dinamis yaitu permintaan diketahuidengan
pasti tetapi bervariasi dari satu periode ke periode berikutnya Untuk menghitung
pengendalian persediaan digunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), yang
merupakan model persediaan yang sederhana.

Model Deterministik ini bertujuan untuk menentukan ukuran pemesanan yang


paling ekonomis yang dapat meminimasi biaya-biaya dalam persediaan.

Model-model lain yang dapat digunakan untuk pengendalian persediaan


Deterministik antara lain:
1. Production Order Quantity (POQ)
2. Quantity Discount
3. Economic Lot Size(ELS)
4. Back Order Inventory.

1. Model Kuantitas Pesanan Produksi (Production Order Quantity)


Model kuantitas pesanan produksi merupakan sebuah teknik kuantitas pesanan
ekonomis yang diterapkan pada pesanan produksi. Model ini berguna ketika persediaan
terus menerus menumpuk dari waktu ke waktu dan pada saat asumsi kuantitas pesanan
ekonomis tradisional berlaku. Model ini diperoleh dengan menetapkan bahwa biaya
setup atau biaya pemesanan sama dengan biaya penyimpanan, dan ukuran pesanan yang
optimum.

Model Persediaan Economic Order Quantity : merupakan suatu teknik


pengendalian persediaan tertua dan paling terkenal, dan mudah penggunaannya,
dengan asumsi :
1. Barang yang dipesan dan disimpan hanya satu macam,
2. Tingkat kebutuhan /permintaan barang diketahui dan bersifat konstan,
3. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan adalah konstan dan diketahui,
4. Waktu tenggang (lead time) diketahui dan bersifat konstan,
5. Barang yang dipesan, diterima dalam satu batch / kumpulan produk pada suatu
waktu tertentu,
6. Harga barang tetap dan tidak tergantung dari jumlah yang dibeli (tidak ada
potongan kuantitas,
7. Keadaan kehabisan stok (kekurangan) dapat dihindari jika pemesanan dilakukan
pada waktu yang tepat.

POQ menggunakan alasan ekonomi yang sama dengan EOQ, namun


menentukan jumlah periode yang dicakup oleh setiap pesanan darinpada
jumlah unit yang dipesan. Sehingga hal ini akan menghasilkan siklus yang
tetap.
2. Model Diskon Kuantitas (Quantity Discount)
Untuk meningkatkan penjualan, banyak perusahaan yang menawarkan potongan
harga untuk para pelanggan mereka. Quantity discount merupakan pengurangan harga
(P) untuk barang yang dibeli dengan jumlah / kuantitas yang lebih besar.
Bila memasukkan biaya produk, persamaan untuk biaya persediaan totalnya
menjadi :

Biaya total = Biaya pemesanan+Biaya penyimpanan + Biaya Produk : TC =


D/Q.S + QH/2 + PD,
dimana
TC = Biaya total,
Q = jumlah unit yang dipesan,
D = permintaan tahunan dalam satuan unit,
S = Biaya pemesanan per pesanan,
P = harga per unit,
H = Biaya penyimpanan per unit per tahunan.
Untuk menentukan kuantitas yang akan menimilkan biaya
3. Economic Lot Size ( ELS )

Teknikn lot sizing merupakan teknik untuk meminimalkan jumlah barang yang
akan dipesan dan meminimalkan biaya persediaan. Objek dari manajemen persediaan
adalah untuk menghitung tingkat persediaan yang optimum yang sesuai dengan
permintaan pasar dan kapasitas perusahaan.
Ada 4 metode dalam ELS :
1. Siver meal (SM)
Merupakan pendekatan metode yang mudah digunakan dan dari
pengulangan pengerjaan akan didapat hasil yang baik apabila dibandingkan
dengan hueristic lainnya.
Pengerjaan metode SM sama dengan EOQ
Rumus umum:

K(m) = (A + hD3 + + (m-1)hDm)

K(m) : Rata-rata perunit waktu


Dm : permintaan pada peiode m
m : periode
A : periode
h : Biaya simpan/unit waktu

4. Back Order Inventory

Model persediaan dengan backorder ditandai dengan penerimaan pesanan dari


pelanggan akan tetap diterima walaupun pada saat itu sedang tidak ada persediaan.
Banyak perusahaan yang melayani pembelian ketika produknya sedang kosong. Terutama
perusahaan deler kendaraan yang sering mengalami hal ini

Pembeli dijanjikan bahwa pesanan akan datang ataupun tersedia hari berikutnya ataupun
minggu berikutnya. Tindakan seperti ini merupakan sebuah keputusan yang sangat
penting dalam sebuah usaha pada saat persediaan dalam kondisi yang kekurangan
(shortage) atau juga pada saat kosong. Hal ini dilakukan untuk menghindari kehilangan
pelanggan. Permintaan tersebut akan dipenuhi kemudian setelah ada persediaan baru.

Asumsi dasar yang digunakan dalam model ini, sama seperti model EOQ biasa, dengan
tambahan asumsi penjualan tidak hilang yaitu:

a. Barang yang dipesan dan diminta hanya satu macam.


b. Kebutuhan atau permintaan barang diketahui dan konstant selama
periode persediaan.
c. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan diketahui dan konstan.
d. Barang yang dipesan diterima seketika tidak bertahap.
e. Harga barang tetap dan tidak tergantung dari jumlah yang dibeli (tidak
ada diskon dalam tingkat kuantitas pesanan).