Anda di halaman 1dari 19

MENGUKUR TEKANAN DARAH

LAPORAN PRAKTIKUM
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisiologi Hewan
yang dibina oleh Dra. Annie Istanti, M.Kes dan Nuning Wulandari, S.Si, M.Si

Oleh :
Kelompok 4/ B-E
Atika Nur Lailika Oktapina 130341614795
Devy Widyatama Putri 130341603395
Edi Kurniawan 130341614816
Evi Wulandari 130341614815
Firmannya Marsudi W 130341614810
Luluk Faricha 130341614805

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2014
A. Topik
Mengukur Tekanan Darah pada Arteri dan Vena
B. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk :
1. Mengukur tekanan arteri dan tekanan vena secara tidak langsung
2. Meneliti berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan darah, dan
perbedaaan besar antara tekanan arteri dan tekanan vena
C. Dasar teori
Tekanan darah didefinisikan sebagai tekanan darah yang mendesak
suatu unit area dinding pembuluh darah, dan ini biasanya diukur pada
arteri.Karena jantung secara ritmik berkontraksi dan relaksasi, maka
hasil aliran darah secara ritmik juga mengalir ke dalam arteri,
menyebabkan tekanan darah naik turun pada setiap denyutan.Jadi pada
arteri akan terjadi dua macam tekanan darah, yaitu tekanan sistol dan
tekanan diastol.Tekanan sistol adalah tekanan darah di dalam arteri
pada puncak penyemprotan ventrikular, sedangkan tekanan diastol
merefleksikan tekanan darah selama relaksasi ventrikular. Tekanan
darah dinyatakan dalam mmHg, dengan tekanan sistolik dinyatakan
pertama, dan tekanan distolik yang kedua. Tekanan darah 120/80
mmHg, diartikan bahwa tekanan sistolik 120 mmHg dan tekanan
diastolik 80 mmHg. Tekanan darah normal bervariasi dari satu orang
ke orang lain.
Tekanan darah umumnya dihasilkan oleh kontraksi jantung yang
akhirnya mencapai vena di daerah tepi. Agar terjadi gradien tekanan
yang mencukupi antara daerah tepi dan vena menuju jantung, perlu ada
mekanisme yang membuat perbedaan tekanan karena merendahnya
tekanan pada vena kava atau atrium kanan. Diantaranya adalah akibat
diatol atrium, gerakan pernapasan, kontraksi otot rangka, dan kegiatan
katup semilunar. Karena atria relaksasi setelah melakukan kontraksi
yang mengosongkan darah didalamnya, maka tekanan darah di atrium
setelah relaksasi lebih rendah dari tekanan di vena kava (Soewolo,
2005).
Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah
sphygmomanometer yang dibaca dengan metode auskulatori. Alat ini
terdiri dari suatu mancet yang dibebatkan pada lengan atas dan
dipompa ke tekanan yang lebih tinggi daripada tekanan sistolik untuk
menutup sirkulasi ke lengan bawah. Tekanan mancet secara bertahap
dikurangi, pengukur mendengarkan dengan suatu stetoskop untuk
suara khas yang disebut suara Koratkoff, yang menunjukkan
pembukaan kembali aliran darah ke lengan bawah. Tekanan yang
ditunjukkan bersamaan dengan terdengarnya suara denyutan lemah
pertama, dicatat sebagai tekanan sistole. Apabila tekanan mancet terus
dikurangi, maka aliran darah menjadi lebih lancar dan suara menjadi
lebih keras. Kalau tekanan mancet terus dikurangi sampai di bawah
tekanan diastolik, maka arteri tidak lagi tertekan, dan darah akan
mengalir bebas tanpa hambatan.Tekanan yang ditunjukkan bersamaan
dengan saat hilangnya suara karatkoff, dicatat sebagai tekanan
diastolik.
Dalam keadaan sehat, tekanan sistol dan diastol seseorang adalah
120/80. Artinya tekanan sistol=120 mmHg, sedangkan tekanan diastol
80 mmHg. Perbedaan antara besaranya tekanan sistol dan diastol
disebut tekanan denyutan yang rata-ratanya adalah 40 mmHg
(Soewolo, 2005).
Nilai tekanan darah yang sehat untuk orang dewasa yang berusia
18 tahun keatas adalah bertekanan sistolik kurang dari 121mmHg. Bila
nilai sistoliknya berkisar antara 121 139 mmHg, maka orang tersebut
mengalami Prehypertansion, dimana tekanan darahnya lebih tinggi dari
tekanan darah yang dianjurkan. Tekanan darah tinggi (Hypertension)
dibagi menjadi dua tahap, yaitu tekanan darah tinggi tahap 1 dan tahap
2. Bila nilai tekanan sistolik berada diantara 140 159 mmHg maka
disebut tekanan darah tinggi tahap 1 (Stage 1 Hypertension). Kondisi
dimana nilai sistolik lebih tinggi dari 159 mmHg disebut dengan
tekanan darah tinggi tahap 2 (Stage 2 Hypertension) (Kumboyono dkk,
2012). Sedangkan tekanan normal vena bervariasi antara 30-90
mmHg; tekanan vena pada tangan antara 0-20 mmHg (Silverthorn,
2010).

D. Alat dan Bahan


Alat : Bahan :
1. Stetoskop 1. Alkohol 70%
2. Sphygmomanometer 2. Kapas

E. Langkah Kerja
1. Mengukur tekanan arteri

Stetoskop

Dibersihkan bagian yang akan dipasang di telinga dengan


alkohol 70%
Dikeringkan
Ditekan manset di atas meja supaya udara keluar
Subyek diminta untuk duduk rileks dengan satu lengan
ditumpangkan di atas meja (setinggi letak jantung)
Dibebatkan manset pada lengan atas subyek persis di atas
siku, dengan bagian untuk dipompa berada di tengah-
tengah permukaan lengan
Dimantapkan dengan mengkaitkan ujung distalnya pada
bagian bawah manset
Diraba titik denyut brachial
Diletakkan diafragma stetoskop di atas titik denyut nadi
tersebut
Dipasang stetoskop pada telinga
Dipompa manset sampai tekanannya 160 mmHg
Diturunkan tekanan secara perlahan dengan membuka
katup pembebas tekanan
Sambil mengamati ukuran tekanan, didengarkan dengan
hati-hati suara denyutan halus pertama yang muncul.
Tekanan dimana terdengar suara halus pertama ini dikenal
sebagai tekanan sistol, suara berikutnya lebih keras
Diteruskan menurunkan tekanan pada manset sampai tetap
mendengarkan suara denyutan
Bila suara denyutan menghilang, dicatat pada tekanan
berapa mmHg saat suara terakhir terdengar. Tekanan ini
menunjukkan tekanan diastole
Diulangi pengukuran seperti diatas sampai 3 kali
Dicatat hasilnya
Dihitung tekanan denyutan pada setiap pengukuran, yang
merupakan selisih tekanan sistol dan tekanan diastole.
Tekanan ini menunjukkan jumlah darah yang keluar
jantung selama siklus jantung

Hasil

2. Memperkirakan tekanan vena


3. Subyek

Berdiri di dekat papan tulis


Sisi tubuh sebelah kanan menghadap ke papan tulis
Lengan tergantung pada sisi tubuh
Ditandai pada papan perkiraan ketinggian atrium kanan
Diamati vena superfisial pada bagian dorsal lengan tersebut
Dinaikkan lengan subyek dengan perlahan
Diberi tanda pada papan tulis ketinggian yang tepat saat
hilangnya vena
Diukur dalam mm jarak vertikal antara ketinggian atrium
kanan dengan menghilangnya vena

Subyek
F. Data Pengamatan
Mengukur tekanan arteri
kelompok 1
Denyut nadi per menit
Perlakuan
Laki-laki Perempuan
Perlakuan ke-1 113/91 103/82
Perlakuan ke-2 113/91 103/82
Perlakuan ke-3 113/91 103/82

kelompok 2
Denyut nadi per menit
Perlakuan
Laki-laki Perempuan
Perlakuan ke-1 114/72 110/60
Perlakuan ke-2 112/78 98/58
Perlakuan ke-3 116/80 100/60

kelompok 3
Denyut nadi per menit
Perlakuan
Laki-laki Perempuan
Perlakuan ke-1 114/50 110/72
Perlakuan ke-2 110/62 110/70
Perlakuan ke-3 110/60 110/70

kelompok 4
Denyut nadi per menit
Perlakuan
Laki-laki Perempuan
Perlakuan ke-1 110/80 100/60
Perlakuan ke-2 110/80 100/60
Perlakuan ke-3 110/80 100/60
kelompok 5
Denyut nadi per menit
Perlakuan
Laki-laki Perempuan
Perlakuan ke-1 80/60 90/70
Perlakuan ke-2 80/60 90/70
Perlakuan ke-3 80/60 100/80

Memperkirakan tekanan vena


kelompok 1
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
30 mm 20 mm
30 mm 22 mm
32 mm 27 mm

kelompok 2
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
70 mm 30 mm
75 mm 10 mm
65 mm 15 mm

kelompok 3
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
32 mm 17 mm
35 mm 19 mm
37 mm 20 mm
kelompok 4
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
96 mm 26 mm
96 mm 26 mm
96 mm 26 mm

kelompok 5
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
33 mm 25 mm
25 mm 20 mm
33 mm 20 mm

G. Analisis Data
mengukur tekanan arteri
Kelompok Jenis Kelamin Rerata Sistol Rerata Diastol

113+113+113 91+91+91
3
= 113 3
= 91
Laki-laki

1 103+103+103
= 103 82+82+82
= 82
3 3
Perempuan

114+112+116 72+78+80
= 114 = 76,66
3 3
Laki-laki

2 110+98+100
= 102,66 60+58+60
= 59,33
3 3
Perempuan

114+110+110 50+62+60
=111,33 = 57,33
3 3
Laki-laki
3 110+110+110 72+70+70
= 110 = 70,66
3 3
Perempuan

110+110+110 80+80+80
= 110 = 80
3 3
Laki-laki

4 100+100+100
= 100 60+60+60
= 60
3 3
Perempuan

80+80+80 60+60+60
= 80 = 60
3 3
Laki-laki

5 90+90+100
= 93,33 70+70+80
= 73,33
3 3
Perempuan

Dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa tekanan arteri


kelompok 1, kelompok 2, kelompok 3, kelompok 4 pada laki-laki masih
berada dirange normal. Sedangkan pada laki-laki kelompok 4 berada
dibawah range normal. Hal ini menunjukkan bahwa objek mengalami
tekanan darah rendah.
Pada kelompok 1, kelompok 2, kelompok 3, kelompok 4, dan
kelompok 5, tekanan arteri berada dalam range normal. Hal ini
menunjukkan bahwa objek dalam keadaan sehat.

memperkirakan tekanan vena


kelompok 1
pada praktikum memperkirakan tekanan vena, perlekuan diulang
sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh rata- rata sebagai berikut :
30mm + 30mm + 32mm 92
Jarak rata rata laki laki = = = 30,6666667 mm
3 3
20mm + 22 mm + 27mm 69
Jarak rata rata perempuan = = = 23 mm
3 3
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
30 mm 20 mm
30 mm 22 mm
32 mm 27 mm
Jumlah 92 mm Jumlah 69 mm
Rata rata = 30,67 mm Rata- rata= 23 mm
Tekanan vena = 2,38 mmHg Tekanan vena = 1,79mmHg

Tekanan vena dalam mmHg dapat dihitung dengan rumus :


1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 30,67
= 13,6

32,38752
=
13,6
= 2,38
1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 23
= 13,6
24,288
= 13,6

= 1,79

kelompok 2
pada praktikum memperkirakan tekanan vena, perlekuan diulang
sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh rata- rata sebagai berikut :
70 mm + 75 mm + 65 mm 210
Jarak rata rata laki laki = = = 70 mm
3 3
30 mm + 10 mm + 15 mm 55
Jarak rata rata perempuan = = = 18,33 mm
3 3
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
70 mm 30 mm
75 mm 10 mm
65 mm 15 mm
Jumlah 210 Jumlah 55
Rata rata 70 Rata- rata 18,33
Tekanan vena 5,44 Tekanan vena 1,42

Tekanan vena dalam mmHg dapat dihitung dengan rumus :


1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 70
= 13,6

73,92
=
13,6
= 5,44
1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 18,33
= 13,6
19,36
= 13,6

= 1,42
kelompok 3
pada praktikum memperkirakan tekanan vena, perlekuan diulang
sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh rata- rata sebagai berikut :
32 mm + 35 mm + 37 mm 104
Jarak rata rata laki laki = = = 34,67 mm
3 3
17 mm + 19 mm + 20 mm 56
Jarak rata rata perempuan = = = 18,67 mm
3 3
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
32 mm 17 mm
35 mm 19 mm
37 mm 20 mm
Jumlah 104 Jumlah 56
Rata- rata 34,67 Rata- rata 18,67
Tekanan vena 2, 69 Tekanan vena 1,45

Tekanan vena dalam mmHg dapat dihitung dengan rumus :


1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 34,67
= 13,6

36,61
=
13,6
= 2,69
1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 18,67
= 13,6
19,72
= 13,6

= 1,45
kelompok 4
pada praktikum memperkirakan tekanan vena, perlekuan diulang
sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh rata- rata sebagai berikut :
96 mm + 96 mm + 96 mm 288
Jarak rata rata laki laki = = = 96 mm
3 3
26mm + 26 mm + 26 mm 78
Jarak rata rata perempuan = = = 26 mm
3 3

Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan


menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
96 mm 26 mm
96 mm 26 mm
96 mm 26 mm
Jumlah 288 mm Jumlah 78 mm
Rata- rata 96 mm Rata rata 26 mm
Tekanan vena 7,45 mmHg Tekanan vena 2,02 mmHg

Tekanan vena dalam mmHg dapat dihitung dengan rumus :


1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 96
= 13,6

101,376
=
13,6
= 7,45
1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 18,67
= 13,6
27,456
= 13,6

= 2,02
kelompok 5
pada praktikum memperkirakan tekanan vena, perlekuan diulang
sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh rata- rata sebagai berikut :
+ +
= = = ,

+ +
= = = ,

Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki Perempuan
33 mm 25 mm
25 mm 20 mm
33 mm 20 mm
Jumlah 91 mm Jumlah 65 mm
Rata- rata 30,33 mm Rata rata 21,67 mm
Tekanan vena 2,36 mmHg Tekanan vena 1,68
Tekanan vena dalam mmHg dapat dihitung dengan rumus :
1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 30,33
= 13,6

32,02848
=
13,6
= 2,36
1,056 x
= mmHg
13,6
1,056 x 21,67
= 13,6
22,88
= 13,6

= 1,68
Tabel tekanan vena setiap kelompok
No. Kelompok Tenanan vena
Laki- laki perempuan
1 Kelompok 1 2,38 mmHg 1,37 mmHg
2 Kelompok 2 5.44 mmHg 1,42 mmHg
3 Kelompok 3 2,69 mmHg 1,45 mmHg
4 Kelompok 4 7,45 mmHg 2,02 mmHg
5 Kelompok 5 2,36 mmHg 1,68 mmHg
Rata rata tekanan 4,064 mmHg 1,588 mmHg
vena
Tekanan vena laki laki dari kelompok 1 yaitu 2,38 mmHg
sedangkan tekanan vena perempuan kelompok 1 yaitu 1,37 mmHg.
Tekanan vena laki laki dari kelompok 2 yaitu 5,44 mmHg sedangkan
tekanan vena perempuan kelompok 2 yaitu 1,42 mmHg. Tekanan vena laki
laki dari kelompok 3 yaitu 2,69 mmHg sedangkan tekanan vena
perempuan kelompok 3 yaitu 1,45 mmHg. Tekanan vena laki laki dari
kelompok 4 yaitu 7,45 mmHg sedangkan tekanan vena perempuan
kelompok 4 yaitu 2,02 mmHg. Tekanan vena laki laki dari kelompok 5
yaitu 2,36 mmHg sedangkan tekanan vena perempuan kelompok 5 yaitu
1,68 mmHg. rata- rata tekanan vena laki- laki satu kelas yaitu 4,064
mmHg sedangkan rata rata tekanan vena perempuan satu kelas yaitu
1,588 mmHg
Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan dari kelima
kelompok, tekanan vena laki laki lebih besar dari pada tekanan vena
perempuan.

H. Pembahasan
mengukur tekanan arteri
Pada praktikum kali ini, pengukuran tekanan arteri menggunakan
alat Sphygnomanometer. Subjek yang diukur tekanan darahnya
diusahakan duduk santai dan nyaman dengan salah satu lengan diletakkan
pada meja. Untuk kemudian diukur tekanan darah baik sistol maupun
diastolnya. Perbandingan antara tekanan arteri pada laki-laki lebih besar
dibandingkan dengan pada perempuan.
Pengukuran tekanan darah dilakukan pada laki-laki dan perempuan
masing-masing tiga kali ulangan. Berdasarkan data yang diperoleh, pada
laki-laki kelompok 1 memiliki rata-rata tekanan sistol sebesar 113 mmHg
dan tekanan diastolnya 91 mmHg yang pada ketiga ulangannya memiliki
nilai yang sama. Pada data perempuan ketiga ulangan besar tekanan sistol
103 mmHg, sedangkan tekanan diastolnya pada ketiga ulangan sebesar 82
mmHg sehingga rata-ratanya tetap 82 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa
objek laki-laki dan objek perempuan tekanan darahnya tergolong normal
(sehat).
Pada laki-laki kelompok 2 memiliki rata-rata tekanan sistol sebesar
114 mmHg dan tekanan diastolnya 76,66 mmHg. Pada data perempuan
besar rata-rata tekanan sistol 102,66 mmHg, sedangkan tekanan diastolnya
sebesar 59,33 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa objek laki-laki dan
objek perempuan dari kelompok 2 tekanan darahnya tergolong normal
(sehat).
Pada laki-laki kelompok 3 memiliki rata-rata tekanan sistol sebesar
111,33 mmHg dan tekanan diastolnya 57,33 mmHg. Pada data perempuan
besar rata-rata tekanan sistol 110 mmHg, sedangkan tekanan diastolnya
sebesar 70,66 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa objek laki-laki dan
objek perempuan dari kelompok 3 tekanan darahnya tergolong normal
(sehat) juga.
Pada laki-laki kelompok 4 memiliki rata-rata tekanan sistol sebesar
110 mmHg dan tekanan diastolnya 80 mmHg. Pada data perempuan besar
rata-rata tekanan sistol 100 mmHg, sedangkan tekanan diastolnya sebesar
60 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa objek laki-laki dan objek
perempuan kelompok 4 tekanan darahnya tergolong normal (sehat).
Pada laki-laki kelompok 2 memiliki rata-rata tekanan sistol sebesar
80 mmHg dan tekanan diastolnya 69 mmHg. Hal ini menunjukkan bahwa
objek mengalami takanan darah rendah yang dibuktikan dengan tekanan
arteri berada di bawah range normal. Pada data perempuan besar rata-rata
tekanan sistol 93,33 mmHg, sedangkan tekanan diastolnya sebesar 73,33
mmHg. Pada perempuan tekanan darahnya tergolong normal (sehat).
Dalam keadaan sehat, tekanan sistol dan diastol seseorang adalah
120/80. Artinya tekanan sistol = 120 mmHg, sedangkan tekanan diastol 80
mmHg. Perbedaan antara besaranya tekanan sistol dan diastol disebut
tekanan denyutan yang rata-ratanya adalah 40 mmHg (Soewolo, 2005).
Berdasarkan pada dasar teori, pada subjek laki-laki yang diukur
tekanan darahnya memiliki nilai sistol/diastol sebesar 120/80 yang
tergolong dalam keadaan sehat.
Nilai tekanan darah yang sehat untuk orang dewasa yang berusia
18 tahun keatas adalah bertekanan sistolik kurang dari 121mmHg. Bila
nilai sistoliknya berkisar antara 121 139 mmHg, maka orang tersebut
mengalami Prehypertansion, dimana tekanan darahnya lebih tinggi dari
tekanan darah yang dianjurkan (Kumboyono dkk, 2012). Perbedaan
antara besaranya tekanan sistol dan diastol disebut tekanan denyutan yang
rata-ratanya adalah 40 mmHg (Soewolo, 2005).

memperkirakan tekanan vena


Tekanan vena merupakan tekanan sistem vena. untuk mengukur
tekanan vena, tidak memungkinkan menggunakan sphygmomanometer,
karena tekanan vena jauh lebih rendah dari tekanan arteri, sehingga pada
praktikum ini menggunakan metode perkiraan (Tim petunjuk praktikum,
2010). Tekanan vena manusia antara 0-20 mmHg (Silverthorn, 2010).

(Silverthorn, 2010)
Pada praktikum yang telah dilakukan, tekanan vena laki- laki satu kelas
adalah 4,064 mmHg sedangkan rata rata tekanan vena perempuan satu
kelas yaitu 1,588 mmHg, dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui
bahwa tekanan vena bernilai rendah yaitu antara 0 hingga 20 mmHg
(Silverthorn, 2010), karena sebagian besar tekanan yang diberikan pada
darah oleh jantung mengilang karena tahanan aliran darah yang melewati
arteriol, kapiler, dan venula. fungsi utamanya adalah memberikan tahanan
serendah-rendahnya pada darah yang mengalir dari jaringan menuju
jantung (Venter, 2001). Tekanan vena laki laki bernilai lebih besar dari
pada tekanan vena perempuan. Pada waktu darah mencapai vena, tekanan
menurun karena terjadi pergesekan dan tekanan gelombang tidak ada.
Tekanan darah pada vena yang rendah dibawah jantung harus dinaikkan,
atau melawan gravitasi untuk kembali ke jantung (Silverthorn, 2010).
Percobaan memegang tangan lurus kebawah tanpa berpindah untuk
beberapa menit dan melihat bagaimana vena kembali dari tangan
(pengaruh mungkin lebih jelas pada orang tua, dimana jaringan
penghubung subkutaneus kehilangan elastisitasnya). Kemudian menaikkan
tangan membantu gravitasi pada vena dan terlihat menghilang
(Silverthorn, 2010).

I. Kesimpulan
1. tekanan arteri laki-laki lebih tinggi dibanding tekanan arteri
perempuan. semua objek memiliki tekanan arteri yang berada
dalam range normal atau dalam keadaan sehat, kecuali pada objek
laki-laki kelompok 5 mengalami tekanan darah rendah karena rata-
rata tekanan arteri berada di bawah range normal.
2. tekanan vena manusia antara 0 20 mmHg, tekanan vena laki- laki
lebih besar dari pada tekanan vena perempuan, hal itu dapat dilihat
dari rerata tekanan vena laki laki satu kelas sebesar 4,064 mmHg,
sedangkan rerata tekanan vena perempuan satu kelas sebesar 1,588
DAFTAR PUSTAKA

Kumboyono, 2012. Tekanan Darah Arteri. http://ejournal.undip.ac.id


/index.php/median ers/article/download/702/pdf (Online) diakses pada 24
Oktober 2013
Silverthorn, Dee. U. 2010. Human Physiology: An Integrated Approach Fifth
Edition. San Fransisco: Pearson Education. Inc.
Soewolo, dkk. 2005. Fisiologi Manusia. Malang: UMPress
Soewolo, dkk. 2011. Petunjuk Praktikum Fisiologi Manusia dll. Malang: JICA
Tim pembina mata kuliah fisiologi hewan.2012. petunjuk praktikum fisiologi
hewan. malang; UM press

Anda mungkin juga menyukai