Anda di halaman 1dari 2

Kalsifikasi Plasenta

Definisi
Pengapuran pada plasenta merupakan tanda menuanya plasenta yang bisa dilihat saat pemeriksaan
USG. Akan tampak seperti bintik putih yang tersebar dari dasar plasenta hingga permukaannya.
Pengapuran/Kalsifikasi Plasenta sebetulnya adalah deposit kalsium pada plasenta, akibat pecahnya
pembuluh darah kecil yang pecah sehingga terjadi penimbunan kalsium. Deposit ini menyebabkan
bagian plasenta yang ditempatinya "mati". Deposit ini bisa menyebabkan jaringan plasenta yang
ditempatinya menjadi jaringan ikat. Deposit ini juga bisa menyumbat pembuluh darah di plasenta.
Bukan tidak mungkin, malfungsi plasenta ke janin menjadi buruk. Pun asupan nutrisi dan oksigen
yang semustinya diterima janin menjadi terhambat. Bila terjadi pada trimester ketiga usia
kehamilan, pengapuran plasenta masih dianggap normal. Dapat berbahaya jika terjadi pengapuran
pada awal kehamilan.

Etiologi
Penyebab pastinya belum diketahui, beberapa penelitian mendapatkan faktor penyebabnya adalah
bumil yang merokok, sedangkan untuk menetralkan efeknya dengan mengkonsumsi makanan yang
banyak mengandung antioksidan (sayuran dan buah2an atau supelemen yang mengandung
antioksidan).
Bagi Ibu yang memiliki kebiasaan merokok dapat memengaruhi timbulnya pengapuran plasenta.
Pasalnya rokok mengandung nikotin dan dapat menyebabkan kerusakan dimana pembuluh darah
akan menyempit. Akibatnya suplai oksigen ke janin menjadi terhambat. Perkembangan janin pun
ikut terhambat.
Apalagi, bila mengalami stres karena ada hormon stres (cortisol) yang keluar yang bisa
menyebabkan pembuluh darah menjadi kecil, menyempit, daya tahan tubuh (imunitas) juga
menurun. Namun ini hanya kemungkinan, karena sampai saat ini belum diketahui secara pasti
penyebabnya.

Klasifikasi
kalsifikasi plasenta sendiri secara USG dikategorikan menjadi 4 grade.
Grade 0 = tidak ditemukan kalsifikasi;
Grade 1 = terlihat sedikit gambaran kalsifiksisi;
Grade 2 = ditemukan dengan mudah kalsifikasi setengah lingkaran dan
grade 3 = banyak ditemukan kalsifikasi berbentuk lingkaran.
Jika terjadi kalsifikasi plasenta grade 3 pada trimester II, perlu mendapat perhatian. Biasanya untuk
kasus seperti ini dilakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan bayi untuk
memastikan tidak adanya gangguan pertumbuhan.
Patofisiologi