Anda di halaman 1dari 2

6. apakah perputaran aktiva ?

Perputaran aktiva adalah rasio keuangan yang mereprentasikan kemampuan perusahaan untuk
menciptakan penjualan dengan menggunakan seluruh aktiva yang dimilikinya. Rasio ini juga
memperlihatkan efektivitas perusahaan dalam mengelola perputaran komponen aktiva itu sendiri.

7. apa pengaruh operating leverage terhadap ROA?

Operating leverage penggunaan biaya tetap operasional akan mempengaruhi ROA dengan jalan
meningkatkan variabilitas ROA. Semakin tinggi operating leverage suatu perusahaan akan semakin
tinggi BEP nya.

8. bagaimana hubungan antara operating leverage, margin kontribusi dan ROA ?

9. apa kesulitan terhadap analisis biaya tetap dan biaya variabel ?

Kesulitan dalam analisis biaya tetap variabel adalah karena perusahaan tidak melaporkan laporan
keuangannya berdasarkan klasifikasi biaya variabel tetap.

10. bagaimana pengaruh siklus kehidupan produk terhadap ROA, penjualan, investasi, dan laba ?

11. cara meningkatkan ROA apabila ada pembatasan kapasitas adalah dengan menaikkan profit
margin-nya. Dengan demikian meskipun perputaran aktiva perusahaan/industry tersebut
terbatas, perusahaan bisa memperoleh ROA yang tinggi dengan menaikkan profit margin-nya.

12. cara meningkatkan ROA apabila ada pembatasan karena adanya kompetisi adalah dengan
menurunkan biaya investasinya (menurunkan biaya tetap overhead, sehingga perusahaan bisa
lebih fleksibel menghadapi naik turunnya penjualan; melakukan integrasi vertical atau horizontal
untuk memperoleh penghematan biaya) dan melakukan pengendalian biaya. Dengan
melakkukan pengendalian biaya perusahaan bisa menekan biaya produksi dan sekaligus bisa
melakukan persaingan harga.

13. Strategi yang dianut oleh perusahaan juga akan berpengaruh terhadap ROA. Perusahaan yang
menganut strategi diferensiasi bisa meningkatkan profit margin-nya. Sebaliknya perusahaan
yang menganut strategi biaya rendah bisa meningkatkan perputaran aktivanya.

5. jelaskan mengapa apabila ROA lebih besar dibandingkan biaya modal ROE akan lebih tinggi
dibandingkan ROA ?

Apabila utang bertambah terus, tingkat resiko akan naik dan biaya modal utang akan naik. Pada
tingkat tertentu kenaikan ROA akan lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan biaya modal utang
dan ROE mengalami penurunan.

6. apa komponen ROE ?


Komponen ROA dan Rasio Utang, apabila leverage konstan, maka kenaikan ROA akan menaikkan
ROE. Apabila ROA konstan, maka kenaikan leverage akan menaikan ROE. Tetapi apabila beban
bungan terlalu tinggi, bunga tersebut akan mengurangi laba untuk pemegang saham biasa dan
mengakibatkan penurunan ROE.

7. bagaimana perhitungan EPS ?



EPS =

8. apa yang dimaksud dengan EPS primer ?

EPS primer, semua ekuivalen saham biasa diasumsikan sudah ditukarkan menjadi saham biasa.
Semua bunga dibayarkan ke ekuivalen saham biasa, yang berarti sudah dipakai untuk mengurangi
laba perusahaan, ditambahkan kembali ke laba bersih (sesudah disesuaikan pajak). Sedangkan
pembagiannya, rata-rata tertimbang jumlah ekuivalen saham biasa yang bisa diterbitkan.

9. apa yang dimaksud dengan EPS yang disesuaikan (EPS fully diluted)?

EPS fully diluted dihitung dengan memperhitungkan jumlah semua surat berharga yang mempunyai
potensi untuk ditukar menjadi saham.

10. Surat berharga yang nilainya didasarkan pada nilai saham biasa atau didasarkan pada
kemampuan surat berharga tersebut untuk bisa ditukarkan dengan saham biasa. Opsi dan
warran merupakan dua contoh ekuivalen saham biasa.

11. EPS fully diluted, EPS Primer, Saham Preferen, dan Obligasi Konvertibel.

12. EPS bisa digunakan untuk menganalisis profitabilitas suatu saham oleh para analis surat
berharga. Seseorang yang ingin membeli suatu saham akan berusaha menentukan harga yang
sebenarnya dari saham tersebut. Cara tersebut dilakukan dengan cara mem-presentvalue-kan
semua aliran kas masuk yang mungkin muncul pada masa masa pendatang.

13. EPS sering dikritik tidak mencerminkan ukuran profitabilitas perusahaan. EPS tidak
memperhitungkan asset perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan EPS tersebut. EPS juga
dinilai tidak konsisten untuk pengukuran profitabilitas karena memakai laba perusahaan pada
numerator (yang dibagi) tetapi memakai jumlah saham pada pembagi (dominator) yang
merupakan hasil keputusan pendanaan.