Anda di halaman 1dari 2

Model David K. Berlo, yang di kemukakan pada tahun 1960.

Model ini dikenal dengan model SMCR,


kepanjangan dari Source(sumber), Message (pesan), Channel (saluran), dan Recceiver(penerima).

1. sumber
sumber adalah pihak yang menciptakan pesan, baik seseorang ataupun suatu kelompok.
2. Pesan
Pesan adalah terjemahan gagasan ke dalam kode simbolik, seperti bahasa atau isyarat,
3. Saluran
Saluran adalah medium yang membawa pesan; dan
4. penerima
penerima adalah orang yang menjadi sasaran komunikasi

Berlo juga menggambarkan kebutuhan penyandi (encoder)dan penandi-balik (decoder) dalam proses
komunikasi. Enkoder bertanggung jawab menggekpresikan maksud sumber dalam bentuk pesan. Dalam
situasi tatap-muka, fungsi penyandian dilakukan lewat mekanisme vokal dan sistem otot sumber yang
menghasilkan pesan verbal dan nonverbal.

Sumber :

https://www.google.co.id/search?safe=active&biw=1366&bih=676&tbm=isch&sa=1&q=+model+komunikasi+berlo&oq=+model+komunikasi+berlo&gs_l=psy-

ab.3..0j0i7i30k1l2j0i8i30k1.85531.85531.0.85855.1.1.0.0.0.0.101.101.0j1.1.0....0...1.1.64.psy-ab..0.1.100....0.cP5jdZ9qvSg#imgrc=CEvxjCgLnZpNVM:

1. sumber
a. ketermapilan komunikasi
b. sikap
c. pengetahuan
d. sistem social
e. budaya.
2. Pesan
a. struktur
b. isi
c. perlakuan
d. kode

Kelebihan model Berlo adalah bahwa model ini tidak terbatas pada komunikasi publik atau
komunikasi massa, namun juga komunikasi antarpribadi dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. Model
Berlo juga bersifat heuristik (merangsang penelitian), karena merinci unsur-unsur yang penting dalam
proses komunikasi.

Kelemahan Model Berlo adalah umpan balik yang diterima pembicara dari khalayak tidak dimasukkan
dalam model grafik-nya, dan komunikasi non verbal tidak dianggap penting dalam mempengaruhi orang
lain.

Perbedaan model Berlo dengan model Shannon dan Weaver terletak pada definisi mengenai
penerima(receiver). Dalam model Berlo, yang dimaksud receiver adalah penerima pesan, yakni orang
atau orang-orang (dalam komunikasi tatap muka) atau khalayak pembaca, pendengar atau penonton
(dalam komunikasi massa). Sedangkan dalam model Shannon dan Weaver yang dimaksud
dengan receiver identik dengan decoder dalam model Schramm, yakni mekanisme pendengaran dalam
komunikasi langsung, atau perangkat penerima pesan, seperti pesawat telepon pesawat radio atau
pesawat televisi, yang menyalurkan pesan tersebut kepada sasaran (destination) dalam komunikasi
tidak langsung.

contoh kasus model komunikasi berlo

1. Menteri Sekretaris Negara dapat berfungsi sebagai penyandi dalam konferensi pers yang ditayangkan
sebuah stasiun televisi. Senada dengan itu,penerima membutuhkan penyandi-balik untuk
menerjemahkan pesan yang ia terima. Dalam kebanyakan kasus,penyandi-balik adalah perangkat
keterampilan indrawi penerima.

2. Seseorang dapat mengalami kesalah-pahaman jika suatu pesan disampaikan secara tidak jelas, yaitu
apabila terjadi gangguan (noise) diantara sumber dan receiver.

3. Pengetahuan mempengaruhi keterampilan berkomunikasi sesorang. Misalnya gaya berbicara


seseorang yang terpelajar dengan seseorang yang tidak berpendidikan tentu berbeda.

Referensi

Dedy mulyana, pengantar ilmu komuikasi