Anda di halaman 1dari 201

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA

MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN


KOOPERATIF METODE NUMBERED HEADS TOGETHER DI
SMP NUSANTARA PLUS CIPUTAT

Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan IPS
(S.Pd)

NURAZIZAH

NIM: 106015000466

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010
LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi berjudul: Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Siswa


melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode Numbered Heads
Together di SMP Nusantara Plus Ciputat diajukan kepada Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah
dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasah, 24 November 2010 dihadapan dewan
penguaji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar sarjana S1 (S.Pd) dalam
bidang Pendidikan IPS.
Jakarta, 24 November 2010
Panitia Ujian Munaqasah
Tanggal Tanda Tangan
Ketua Panitia (Ketua Jurusan Pendidikan IPS)
Drs. H.Nurochim, M.M.
NIP. 19590715 198403 1 003 ............... .....................

Sekretaris (Sekretaris Jurusan/Prodi Pendidikan IPS)


Dr. Iwan Purwanto, M.Pd
NIP. 19730424 200801 1 012 .

Penguji I
Dr. Iwan Purwanto, M.Pd
NIP. 19730424 200801 1 012 .

Penguji II
Drs. H. Nurochim, MM.
NIP. 19590715 198403 1 003 ................ .....................

Mengetahui:
Dekan

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA.


NIP. 19571005 198703 1 003
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Nurazizah
NIM : 106015000466
Jurusan : Pendidikan IPS
Judul Skripsi : Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Siswa
melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Metode Numbered Heads Together di SMP Nusantara Plus
Ciputat
Dosen Pembimbing : Dr. Muhamad Arif, M.Pd

Dengan ini saya menyatakan bahwa:

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang saya ajukan untuk
memenuhi salah satu persyaratan memperoleh Gelar Strata 1 di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atau
jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang
berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, November 2010

Yang menyatakan,

Nurazizah
NIM: 106015000464

ABSTRAK

NURAZIZAH, 2010, Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Siswa melalui
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode Numbered
Heads Together di SMP Nusantara Plus Ciputat, Skripsi, Jurusan
Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif
Hidayatullah, Jakarta. Pembimbing : Dr. Muhamad Arif, M.Pd

Kata kunci: Minat Belajar, Hasil Belajar, IPS, Metode NHT

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran ekonomi dan


siswa SMP Nusantara Plus, salah satu hambatan yang dihadapi dalam
pembelajaran IPS adalah mengenai metode pembelajaran yang digunakan tidak
efektif. Untuk mengatasinya, peneliti menggunakan model pembelajaran
kooperatif metode Numbered Heads Together. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif metode NHT dalam
meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII-1 SMP Nusantara Plus.
Hipotesis tindakannya adalah peneliti menerapkan metode NHT pada
pelajaran IPS materi Ekonomi, dengan begitu minat dan hasil belajar IPS
Ekonomi siswa akan meningkat. Adapun indikator keberhasilannya adalah 75%
nilai IPS Ekonomi siswa kelas VIII-1 mencapai KKM > 65.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa
pretes dan postes, serta instrumen nontes berupa lembar observasi, catatan
lapangan, lembar wawancara, dan angket.
Berdasarkan hasil Normal Gain, hasil belajar siswa di siklus II dan III
mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil belajarnya di siklus I. Hal ini
membuktikan bahwa penerapan metode NHT berhasil belajar IPS Ekonomi siswa
SMP Nusantara Plus Ciputat-Tangerang Selatan. Rata-rata N-gain siklus I adalah
0,4, rata-rata N-gain siklus II adalah 0,5 dan siklus III adalah 0,6 dengan begitu,
indikator keberhasilan dalam penelitian telah tercapai karena seluruh siswa kelas
VIII-1 nilai IPS Ekonomi telah mencapai KKM yang telah ditentukan yakni 65.
Berdasarkan hasil analisis angket, minat belajar siswa setelah belajar IPS
Ekonomi dengan metode NHT adalah tinggi. Yakni rata-ratanya mencapai 32,72.
Setelah belajar dengan metode NHT, siswa menjadi lebih aktif dan mudah
berfikir kreatif serta meningkatkan minat belajar siswa pada pelajaran IPS materi
Ekonomi. Motivasi belajarnya pun meningkat, dan lebih menyenangkan.
ABSTRACT

NURAZIZAH, 2010, The Improvement of Students Interest and Achievement


in Learning Social Science by Cooperative Learning Model
Implementation of Numbered Heads Together Method at Nusantara
Plus Junior High School, Ciputat. Skripsi, Department of social
science Education, the Faculty of Tarbiyah and Teachers Training,
Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta.
Advisor: Dr. Muhamad Arif, M. Pd

Key word: Students interest, students achievement, NHT method

Based on the interview result with the economy teacher and the students of
SMP Nusantara, one of the barriers faced by the students in learning social
science was the usage of ineffective teaching method. the researcher used NHT
method to overcome this problem. The objective of this research was to know the
implementation of Cooperative Learning Model Numbered Heads Together
Method in improving students interest and their achievement at VIII -1 class of
SMP NUSANTARA.
The action hypothesis was the researcher implements NHT method on
economy material of social science. Consequently, the students interest and their
achievement in economy of social science subject will increase. The criterion of
success of this study was 75% of students score of economy subject at VIII 1
class achieve the KKM > sixty five (65).
The method used in this research was classroom action research (PTK).
The Instrument used were pretest and posttest, observation sheet, field note,
interview sheet, and questionnaire.
Based on the result of Normal Gain, the students achievement in the
second cycle and the third cycle have an improvement from the first cycle. It was
indicates that the Implementation of Cooperative Learning Model Numbered
Heads Together Method could improve students interest and achievement in
learning social science. was 0,4; The N-gain average in the second cycle was 0,5
and The N-gain average in the second cycle was 0,6. In conclusion the criterion of
success of this research has been achieved. Based on the result of questionnaire,
the students interest after teaching and learning economy of social science was
high. The percentage average was 32,72.
After learning by NHT method, the students became more active, easy to
creative thinking, and improve the students interest on economy of social science
subject. In addition, the students motivation was improve and the teaching
learning condition was more interesting.
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Syukur Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, atas
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis maka selesailah skripsi ini yang berjudul
Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Siswa melalui Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Metode Numbered Heads Together di SMP
Nusantara Plus Ciputat, dapat terselesaikan. Tak lupa pula sholawat serta
salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi suri
tauladan bagi manusia, dan semoga kita menjadi pengikutnya hingga akhir
nanti,amin.

Selesainya skripsi ini tak luput dari doa, kesungguhan hati, kerja keras
serta bantuan dari berbagai pihak, baik saran, bimbingan maupun bantuan lainnya.
Tiada kata yang dapat penulis ucapkan selain ucapan terima kasih yang sebesar-
besarnya atas bantuan ini semua, dan lebih khusus ucapan terima kasih saya
ucapkan kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Drs. H. Nurochim, MM, Ketua Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan. Beliau senantiasa memberikan yang terbaik untuk
seluruh mahasiswa Pendidikan IPS.
3. Bapak Dr. Iwan Purwanto, M. Pd, Sekertaris Jurusan Pendidikan IPS
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
4. Bapak Dr. Muhamad Arif, M. Pd, Dosen pembimbing skripsi, terima kasih
atas segala bimbingan, saran, pengarahan, ilmu, waktu serta motivasinya
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

i
5. Bapak dan Ibu dosen Jurusan Pendidikan IPS, yang telah dengan sabar dan
ikhlas mendidik penulis, semoga ilmu yang diberikan kepada penulis dapat
bertambah dan bermanfaat.
6. Bapak Cecep Setiawan, MA, Kepala SMP Nusantara Plus Ciputat, bapak
Siswandi SE, selaku guru bidang studi Ekonomi. Serta seluruh guru dan staf
SMP Nusantara Plus Ciputat yang telah banyak membantu dan memberikan
bimbingan, kritik dan saran selama penelitian berlangsung.
7. Kedua Orang Tua penulis ayahanda Hamim dan ibunda Otih, serta kakak-
kakaku Jama Faturahman, Hotib Hidayat, Hamdan, Siti Hanah, Hasunah dan
Hoeriah, terima kasih atas kasih sayang, yang tak henti-hentinya mendoakan,
membimbing dan memotivasi serta memberikan dorongan moril maupun
materiil sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
8. Kekasihku tersayang yang selalu membantu serta menemaniku dalam suka
duka, dan tak lupa pula rental BJ yang memberikan bantuannya kepada
penulis.
9. Sahabat penulis Genk Lebay yakni, Muthmainnah S.Pd, Diana Widyarani,
Fitri Nisa, Ermaleli Putri S.Pd, Syurianti, dan Fatma Raudhah, yang selalu
memberikan bantuan, dukungan, dan menghibur penulis ketika sedang
gundah gulana dan semoga persahabatan kita tak lekang oleh waktu.
10. Teman-teman seperjuangan, Rosmiati S.Pd, Erwita Fitri S.Pd, Halimatus
Sadiah, Eki Pramuning Dita S.Pd, Rizki Darmawanti S.Pd, yang
memberikan dukungan dan bantuannya kepada penulis.
11. Teman-teman Pendidikan IPS (Ekonomi) angkatan 2006, yang telah
memberikan inspirasi kepada penulis.
12. Teman-teman kosan, Nia Mariana Syahrani, Faidah Umami, S.Th.I, yang
selalu memberikan inspirasi, motivasi serta dukungannya kepada penulis.
Tak lupa pula sahabatku Qoriatun dan Dina Susanti yang memberikan
dukungan dan bantuannya kepada penulis.
13. Seluruh keluarga besar HIQMA UIN Jakarta, PST Tarbiyah dan HMI Cabang
Ciputat, yang telah memberikan pengalaman, doa, serta dukungan kepada
penulis.

ii
Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, semoga
segala kebaikan yang telah diberikan kepada penulis, mendapatkan balasan yang
setimpal dari Allah SWT (Amin).

Akhir kata penulis mohon maaf atas segala kekurangan dan


ketidaksempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca umumnya.

Alhamdulillahirobbil Alamin

Wassalamu alaikum warohmatullohi wabarokaatuh

Jakarta, 6 November 2010

Penulis

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ vi
DAFTAR GRAFIK ............................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vii
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... ix

BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.......................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ................................................................ 7
C. Pembatasan Masalah ............................................................... 8
D. Perumusan Masalah ................................................................ 8
E. Tujuan Penelitian ................................................................... 8
F. Manfaat Penelitian .................................................................. 9

BAB II: KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN


A. Acuan Teori Area dan Fokus yang Diteliti ............................. 10
1. Hakikat Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) 10
2. Hakikat Metode Kepala Bernomor (Numbered Heads
Together) ........................................................................... 15
3. Hakikat Minat Belajar ....................................................... 18
4. Hakikat Hasil Belajar ........................................................ 24
5. Hakikat Pendidikan IPS .................................................... 28
B. Bahasan Hasil-Hasil Penelitian yang Relevan ........................ 33
C. Hipotesis Tindakan ................................................................. 34

iv
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................. 35
B. Metode dan Desain Intervensi Tindakan/Rancangan Siklus
Penelitian ................................................................................. 36
C. Subjek/ Partisipasi yang Terlibat dalam Penelitian................. 37
D. Peran dan Posisi Penelitian dalam Penelitian.......................... 37
E. Tahapan Intervensi Tindakan .................................................. 38
F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan ........................... 39
G. Data dan Sumber Data ............................................................ 40
H. Instrumen-Instrumen Penggunaan Data yang Digunakan....... 40
I. Teknik Pengumpulan Data ...................................................... 44
J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan Studi ........................... 44
K. Analisis Data dan Interpretasi Hasil Analisis ......................... 45

BAB IV: DESKRIPSI, ANALISIS DATA, INTERPRETASI HASIL


ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Sekolah ...................................................... 50
B. Deskripsi Data Hasil Pengamatan Efek/Hasil Intervensi
Tindakan.................................................................................. 55
C. Pemeriksaan Keabsahan Data ................................................. 60
D. Analisis Data ........................................................................... 61
E. Interpretasi Hasil Analisis ....................................................... 74
F. Pembahasan Hasil Penemuan Penelitian................................. 90

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................. 90
B. Saran........................................................................................ 91

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Disain Interval Tindakan/ Rancangan Siklus Penelitian .................. 37

DAFTAR GRAFIK

Grafik 4.1 N-gain Siklus I ................................................................................. 62


Grafik 4.2 N-gainSiklus II ................................................................................. 64
Grafik 4.3 N-gain Siklus III ............................................................................... 65
Grafik 4.4 Rata-rata N-gain Siklus I, Siklus II dan Siklus III ........................... 66
Grafik 4.5 Minat Belajar Siswa Setelah Belajar IPS Ekonomi dengan Metode
NHT ................................................................................................. 73

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Waktu Penelitian ............................................................................ 35


Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus I ........................................ 41
Tabel. 3.3 Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus II ..................................... 41
Tabel 3.4 Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus III .................................... 41
Tabel 3.5 Kisi-kisi Angket ............................................................................. 43
Tabel 3.6 Kategori penilaian .......................................................................... 46
Tabel 3.7 Klasifikasi kegiatan guru ................................................................ 48
Tabel. 4.1 Jumlah Siswa Keseluruhan SMP Nusantara Plus .......................... 50
Tabel. 4.2 Jumlah Siswa Siswi Perkelas SMP Nusantara Plus ....................... 50
Tabel. 4.3 Jenjang Pendidikan dan Status Guru SMP Nusantara Plus ............ 51
Tabel. 4.4 Data Mata Pelajaran dan Jumlah Guru SMP Nusantara Plus ........ 51
Tabel. 4.5 Hasil Belajar Siklus I ..................................................................... 61
Tabel 4.6 Hasil Belajar Siklus II .................................................................... 63
Tabel 4.7 Hasil Belajar Siklus III ................................................................... 64
Tabel 4.8 Ketertarikan terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan
metode NHT ................................................................................... 67
Tabel 4.9 Senang terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan
menggunakan metode NHT ........................................................... 67
Tabel 4.10 Lebih mudah memahami pelajaran IPS Ekonomi .......................... 68
Tabel 4.11 Memperhatikan dalam proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan
menggunakan metode NHT ........................................................... 68
Tabel 4.12 Aktif belajar dengan metode Numbered Heads Together .............. 69
Tabel 4.13 Nyaman terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan metode
NHT ............................................................................................... 69
Tabel 4.14 Metode pembelajaran NHT efektif jika diterapkan dalam
pembelajaran IPS Ekonomi ............................................................ 70
Tabel 4.15 Metode NHT dapat meningkatkan minat belajar siswa ................. 70
Tabel 4.16 Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran IPS Ekonomi ........ 71

vii
Tabel 4.17 Menggunakan metode pembeljaran NHT membuat semangat belajar
meningkat ....................................................................................... 71
Tabel 4.18 Nilai Minat Belajar Siswa Setelah Belajar IPS Ekonomi Dengan
Metode NHT .................................................................................. 72
Tabel 4.19 Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Minat Belajar Siswa Terhadap
Metode NHT .................................................................................. 73
Tabel 4.20 Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus I ......................................... 75
Tabel 4.21 Data Observasi Kegiatan Siswa pada Siklus I ............................... 76
Tabel 4.22 Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus I ................... 76
Tabel 4.23 Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus I ................................. 77
Tabel 4.24 Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus II ........................................ 81
Tabel 4.25 Data Observasi Kegiatan Siswa pada Siklus II .............................. 82
Tabel 4.26 Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus II .................. 82
Tabel 4.27 Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus II ............................... 82
Tabel 4.28 Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus III ...................................... 86
Tabel 4.29 Data Observasi Kegiatan Siswa pada Siklus III ............................. 87
Tabel 4.30 Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus III ................. 87
Tabel 4.31 Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus III .............................. 88

viii
DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 RPP Siklus I


LAMPIRAN 2 RPP Siklus II
LAMPIRAN 3 RPP Siklus III
LAMPIRAN 4 Hand out siklus I
LAMPIRAN 5 Hand out siklus II
LAMPIRAN 6 Hand out siklus III
LAMPIRAN 7 Soal Siklus I
LAMPIRAN 8 Soal Siklus II
LAMPIRAN 9 Soal Siklus III
LAMPIRAN 10 Kunci Jawaban
LAMPIRAN 11 Lembar Wawancara Siswa Pada Saat Observasi
LAMPIRAN 12 Lembar Wawancara Guru Pada Saat Observasi
LAMPIRAN 13 Lembar Catatan Lapangan
LAMPIRAN 14 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dalam PBM
LAMPIRAN 15 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa
LAMPIRAN 16 Lembar Pengamatan Kegiatan Pembelajaran IPS Ekonomi
dengan Model Pembelajaran Kooperatif Metode NHT
Responden Siswa
LAMPIRAN 17 Angket
LAMPIRAN 18 Pedoman Wawancara Siswa Pada Saat Observasi
LAMPIRAN 19 Pedoman Wawancara Guru
LAMPIRAN 20 Dokumentasi Proses Pembelajaran
LAMPIRAN 21 Struktur Organisasi SMP Nusantara Plus
LAMPIRAN 22 Biodata Dewan Guru Pengajar dan Karyawan SMP Nusantara
Plus
LAMPIRAN 23 Hasil Belajar Siklus I
LAMPIRAN 24 Hasil Belajar Siklus II
LAMPIRAN 25 Hasil Belajar Siklus III
LAMPIRAN 26 Hasil Data Angket Minat Belajar Siswa

ix
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 (I) pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 1
Menurut pasal tersebut jelas bahwa peserta didik dalam kegiatan
belajar memerlukan bimbingan setiap saat, baik oleh orang tua di rumah
maupun oleh lembaga pendidikan yang ada. Menurut Ngalim Purwanto,
Pendidikan juga dapat dikatakan sebagai usaha orang dewasa dalam
pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan
rohani kearah kedewasaan. 2 Dalam hal ini orang dewasa melakukan tindakan
terhadap anak-anak dengan tujuan untuk menolong anak yang masih
memerlukan pertolongan dalam membentuk dirinya sendiri. Pendidikan
adalah usaha sadar untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia
melalui kegiatan pengajaran.

1
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta:
Sinar Grafika, 2003), hal.2
2
Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2007), hal.11

1
2

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005


mengenai Guru dan Dosen pada Bab IV Pasal 20 point (a) tentang Kewajiban
Guru dinyatakan bahwa: Dalam melaksanakan tugas keprofesional, guru
berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses
pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil
pembelajaran. 3
Guru yang baik adalah guru yang peka terhadap perkembangan belajar
dan prestasi anak didik di sekolah. Peran guru dalam proses belajar
mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan
peranan dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan hasil
belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi
guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu mengelola kelasnya
sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. 4

Pada sistem pembelajaran masih cenderung bersifat berpusat pada


guru, suasana kelas cenderung kaku, para siswa pasif dan lambat dalam
meyerap konsep yang disampaikan guru dan guru hanya menerapkan metode
pembelajaran ceramah. Pembelajaran yang monoton dan penerapan sistem
hapalan kerap membuat siswa menjadi pasif sehingga siswa tidak memiliki
rasa ingin tahu, tidak memiliki pertanyaan dan juga tidak tertarik pada hasil
pelajaran kondisi yang seperti ini dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dan
ada kemungkinan juga dapat digolongkan menjasi salah satu faktor rendahnya
belajar siswa.
Sebagai perencanaan pengajaran, guru hendaknya memiliki
pengetahuan yang cukup dalam merancang kegiatan belajar mengajar, seperti
merumuskan tujuan, memilih bahan, metode pembelajaran, evaluasi
pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan lain sebagainya. Salah satu upaya
yang dapat dilakukan guru guna meningkatkan mutu pendidikan melalui
peningkatan hasil belajar siswa, yaitu dengan menggunakan metode
pembelajaran terbaru yang sedang marak diterapkan oleh kalangan guru-guru
kratif. Sebaliknya guru menyadari bahwa metode pembelajaran dapat

3
Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, (Jakarta: Sinar
Grafika, 2006), h.11
4
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,
2009), h. 9
3

dikatakan sebagai komponen yang turut berperan dalam keberhasilan belajar


mengajar. 5
Dalam proses belajar mengajar ada beberapa faktor yang
mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya adalah: (1) karena faktor
internal siswa misalnya fisiologi, psikologi, (2) karena faktor eksternal, hal ini
dipengaruhi lingkungan alam dan lingkungan sosial dan faktor pendekatan
belajar yaitu strategi dan metode dalam proses pembelajaran. 6 Seseorang
yang secara internal memiliki dukungan belajar tinggi, baik kecerdasan,
motivasi, bakat, minat serta pemahaman tentunya akan lebih baik lagi jika
didukung oleh faktor Studi Kelompok (Study Group). Studi kelompok
merupakan usaha perbaikan yang dapat memacu siswa untuk saling
berinteraksi antar sesama siswa dan melatih keterampilan intelektual serta
menanamkan rasa tanggung jawab siswa.
Keberhasilan suatu pendidikan terkait dengan masalah untuk mencapai
keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Sebagai seorang guru sangat
perlu memahami perkembangan peserta didik. Perkembangan peserta didik
tersebut meliputi: perkembangan fisik, perkembangan sosio emosional dan
bermuara pada perkembangan intelektual. Perkembangan fisik sosio
emosional mempunyai kontribusi yang kuat terhadap perkembangan
intelektual, mental dan perkembangan kognitif siswa. Perkembangan tersebut
sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang kondusif dan mampu
meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, sehingga mampu
meningkatkan proses dan hasil belajar yang diinginkan.
Minat belajar adalah faktor internal atau indogen pada setiap individu
yang dapat menunjang belajar siswa. Alisuf Sabri mengatakan bahwa, minat
yang menunjang belajar ialah minat kepada bahan/ mata pelajaran dan kepada
guru yang mengajarnya. 7 Karena apabila siswa tidak berminat kepada
pelajaran ataupun gurunya, maka siswa tidak akan mau belajar.

5
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta:
PT.Rineka Cipta,2006), h.72
6
Alisuf Subri, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007), h. 59
7
M. Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan .., H. 84
4

Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar erat


hubungannya dengan minat belajar siswa itu sendiri. Siswa akan terlibat aktif
dalam proses belajar mengajar apabila memiliki minat yang kuat untuk
belajar. Hal ini terjadi karena siswa merasa senang dan tertarik terhadap
sesuatu yang melingkupi proses belajar mengajar tersebut.
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono dalam bukunya
Psikologi Belajar mengatakan bahwa:
Rendahnya minat seorang anak terhadap suatu pelajaran akan
menimbulkan kesulitan belajar. Belajar tidak disertai minat mungkin
tidak sesuai dengan bakat, tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak sesuai
dengan kecakapan, tidak sesuai dengan tipe-tipe khusus anak yang
menimbulkan problema pada dirinya. Karena itu pelajaran pun tidak
pernah terjadi proses dalam otak, akibatnya timbul kesulitan. 8

Berdasarkan pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa minat itu sangat


penting untuk dimiliki setiap siswa, sebab minat memiliki peranan dalam
proses belajar mengajar yang sangat mempengaruhi keberhasilan siswa.
Dengan proses belajar mengajar, potensi yang ada pada diri siswa berupa
aktivitas-aktivitas pada setiap individu siswa dapat diarahkan, dibina dan
dimanfaatkan untuk memperoleh ketekunan dalam belajar.
Dengan demikian, minat itu sangat besar peranannya dalam belajar
disekolah. minat akan berperan sebagai Motivating Force yaitu sebagai
kekuatan yang akan mendorong siswa untuk belajar. Siswa yang berminat
(sikapnya senang) kepada pelajaran akan tampak terdorong terus untuk tekun
belajar, berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima kepada
pelajaran, mereka hanya tergerak untuk mau belajar tetapi sulit untuk bisa
terus tekun karena tidak ada dorongannya. 9
Apabila minat yang dimiliki siswa terhadap guru yang mengajar studi
IPS tinggi, maka akan terlihat gejala-gejala yang ditimbulkan melalui sikap
prilakunya, sehingga proses belajar yang dilakukannya akan efektif, karena

8
Abu Ahmadi, dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta,
2004), h. 79
9
Ali Sabri, Psikologi., h. 85
5

performance dan cara mengajar guru akan sangat berpengaruh. Sehingga dapat
diharapkan mereka akan berhasil menguasai mata pelajaran IPS dengan baik.
Belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal
balik antara guru dan siswa dalam situasi pendidikan. Oleh karena itu, guru
dalam mengajar dituntut kesabaran, keuletan dan sikap terbuka di samping
kemampuan dalam situasi belajar mengajar yang lebih aktif. Demikian pula
dari siswa dituntut adanya semangat dan dorongan untuk belajar. Dalam
proses belajar mengajar pasti terdapat beberapa kelemahan yang
mempengaruhi minat dan hasil belajar siswa dan dari hasil observasi ketika
peneliti sedang PPKT tahun ajaran 2009/2010 dan wawancara awal diketahui
bahwa proses pembelajaran IPS kelas VIII-1 SMP Nusantara Plus tahun ajaran
2010/2011 ditemukan kelemahan-kelemahan yaitu:
(1) siswa banyak yang tidak mengerti materi yang disampaikan guru,
mereka kadang asyik ramai sendiri, (2) konsentrasi siswa kurang
terfokus pada pembelajaran IPS, (3) siswa cenderung bosan karena
guru hanya menggunakan metode ceramah, (4) tidak adanya
keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapat sehingga siswa
cenderung bersikap pasif, dan (5) keberadaan guru pada waktu
pembelajaran kurang mendapat perhatian siswa. 10

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, hambatan yang ditemui


pada saat kegiatan belajar mengajar adalah minat belajar siswa kurang, tidak
memperhatikan guru, rendahnya hasil belajar siswa dan gaya belajar siswa
berbeda-beda sehingga kesulitan untuk menggunakan metode yang cocok. 11
Kelemahan di atas merupakan masalah dan perlu adanya strategi
pembelajaran di kelas agar permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Dalam
memilih metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran,
dan materi pembelajaran (kelompok atau individu). Pada dasarnya tidak ada
metode pembelajaran yang ampuh, sebab setiap metode pembelajaran yang
digunakan pasti punya kelebihan ataupun kelemahan. Oleh karena itu dalam

10
Hasil wawancara awal dengan siswa kelas VIII-1 di SMP Nusantara Plus Ciputat,
Selasa 27 Juli 2010
11
Hasil wawancara dengan guru IPS Ekonomi terkait masalah pengajaran dikelas di SMP
Nusantara Plus Ciputat, Selasa 27 Juli 2010.
6

pembelajaran biasa digunakan berbagai metode yang sesuai dengan materi


yang diajarkan.
Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran
dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat
kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota
berkerjasama dan membantu untuk memahami suatu bahan pelajaran.
Pendekatan pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan pengajaran
langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk
mencapai hasil belajar akademik. Pendekatan pembelajaran kooperatif dapat
memberikan keuntungan bagi siswa untuk bekerjasama menyelesaikan tugas-
tugas akademik teman sebaya, yang membutuhkan pemikiran lebih mendalam
tentang hubungan ide-ide yang terdapat di dalam materi tertentu. Jadi tujuan
dari pembelajaran kooperatif adalah untuk mengajarkan kepada siswa
ketrampilan kerjasama dan kolaborasi.
Menurut Trianto, model pembelajaran kooperatif ada 5 yaitu: (1)
Student Teams Achievement (STAD), (2) Teams Games Tournaments (TGT),
(3) Jigsaw, (4) Think-Pair Share (TPS), (5) Numbered Heads-Together
(NHT). 12 Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan cara
mengelompokkan semua ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6
orang. Kesulitan pemahaman materi yang dialami dapat dipecahkan bersama
dengan anggota kelompok dengan bimbingan guru. Untuk itu pembelajaran
NHT menitikberatkan pada keaktifan siswa dan memerlukan interaksi sosial
yang baik antara semua kelompok. Pembelajaran NHT memberikan
kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan
mempertimbangan jawaban yang paling tepat. Selain itu, pembelajaran NHT
juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama siswa.
Metode dan teknik yang dipilih oleh guru ini dimaksudkan agar dapat
memberikan kemudahan fasilitas dan atau bantuan lain kepada siswa dalam
mencapai tujuan-tujuan instruksional. Menurut Spencer Kagan dkk., terdapat

12
Trianto, Mendesain Pembelajaran Inovatif Progresif, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2009),
h. 67
7

beberapa pendekatan mengenai pembelajaran kooperatif, meskipun memiliki


banyak kesamaan dengan pendekatan lain, namun pendekatan ini memberi
penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk
mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur tugas yang dikembangkan oleh
Kagan ini dimaksudkan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional,
seperti resitasi, dimana guru mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas dan
siswa memberi jawaban setelah mengangkat tangan dan ditunjuk. Struktur
yang dikembangkan oleh Kagan ini menghendaki siswa bekerja saling
membantu dalam kelompok kecil dan lebih dicirikan oleh penghargaan
kooperatif, daripada penghargaan individual.
Pembelajaran ini dikembangkan untuk mencapai 3 tujuan yaitu: hasil
belajar akademik, penerimaan tentang keragaman dan pengembangan
keterampilan. Pembelajaran NHT mengutamakan kerja kelompok dari pada
individual, sehingga siswa bekerja dalam suasana gotong royong dan
mempunyai banyak kesempatan untuk menyalurkan informasi dan
meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Berdasarkan uraian di atas maka dilakukan penelitian dengan judul
Peningkatan Minat dan Hasil Belajar IPS Siswa melalui Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Metode Numbered Heads Together (NHT) di SMP
Nusantara Plus Ciputat.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, beberapa
masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Metode pembelajaran yang digunakan di dominasi oleh metode ceramah
kurang divariasikan dengan metode yang lain.
2. Rendahnya minat dan hasil belajar dalam pelajaran IPS.
3. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan guru dalam pelajaran
IPS.
4. Siswa kurang memiliki perhatian dalam belajar IPS.
5. Siswa tidak terlibat secara aktif saat belajar IPS.
8

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan agar penelitian ini lebih fokus,
maka peneliti akan membatasi pada masalah rendahnya minat dan hasil belajar
dalam pelajaran IPS. Untuk itu peneliti akan mengedepankan:
1. Penerapan model pembelajaran kooperatif metode kepala bernomor
terhadap minat belajar IPS Ekonomi di SMP Nusantara Plus Ciputat.
2. Penerapan model pembelajaran kooperatif metode kepala bernomor
terhadap hasil belajar IPS Ekonomi di SMP Nusantara Plus Ciputat

D. Perumusan Masalah
Rumusan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode kepala
bernomor terhadap minat belajar IPS Ekonomi di SMP Nusantara Plus
Ciputat?
2. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode kepala
bernomor terhadap hasil belajar IPS Ekonomi di SMP Nusantara Plus
Ciputat?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk memperoleh gambaran tentang penerapan model pembelajaran
kooperatif (cooperative learning) dengan metode kepala bernomor
(numbered heads together) untuk meningkatkan minat belajar IPS
Ekonomi siswa di SMP Nusantara Plus Ciputat.
2. Untuk memperoleh gambaran tentang penerapan model pembelajaran
kooperatif (cooperative learning) dengan metode kepala bernomor
(numbered heads together) untuk meningkatkan hasil belajar IPS
Ekonomi siswa di SMP Nusantara Plus Ciputat.
9

F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk:
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah
wawasan, pengetahuan tentang metode pembelajaran dalam proses
belajar mengajar.
b. Memberikan informasi tentang penerapan pembelajaran kooperatif
khususnya dengan metode kepala bernomor untuk meningkatkan minat
dan hasil belajar IPS siswa.
c. Dapat menjadi dasar bahan kajian untuk penelitian lebih lanjut dan
lebih mendalam tentang permasalahan yang terkait.

2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa, dapat memberikan motivasi dalam belajar dan dapat
mengembangkan nilai dan sikap ilmiah sebagai peningkatan hasil
belajar.
b. Bagi guru, dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran
agar dapat tercipta suasana pembelajaran yang efektif dan bermakna.
c. Bagi sekolah, dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi sekolah
dalam rangka perbaikan mutu pendidikan sehingga diharapkan hasil
belajar IPS siswa lebih baik.
d. Bagi peneliti, memperluas wawasan dan pengalaman peneliti tentang
penerapan metode alternatif dalam pembelajaran IPS
e. Bagi pembaca, dapat dijadikan bahan informasi untuk membuka
wawasan tentang penggunaan metode NHT.

BAB II
KAJIAN TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL
INTERVENSI TINDAKAN

A. Acuan Teori Area dan Fokus yang Diteliti


1. Hakikat pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning)
a. Definisi Pembelajaran kooperatif
Secara etimologi, dalam bahasa Inggris, kooperatif (to
cooperate) berarti bekerja bersama-sama. Pembelajaran kooperatif
adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja
sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan
persoalan, atau inkuiri. Posamentier secara sederhana menyebutkan
cooperative learning atau belajar secara kooperatif adalah
penempatan beberapa siswa dalam kelompok kecil dan memberikan
mereka sebuah atau beberapa tugas. 1
Pada dasarnya cooperative learning mengandung pengertian
sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau
membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur
dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih di mana
keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap
anggota kelompok itu sendiri. Cooperative learning juga dapat

1
Nurwan, Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads
Together (NHT) Pada Materi Limit Fungsi Al Jabar (Laporan Penelitian Dosen Muda Jurusan
Matematika Fak. Matematika dan IPA UN Gorontalo, 2008),h.6

10
11

diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama dalam suasana


kebersamaan di antara sesama anggota kelompok. 2
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model
pembelajaran kelompok yang memiliki aturan-aturan tertentu. Prinsip
dasar pembelajaran kooperatif adalah siswa membentuk kelompok
kecil dan saling mengajar sesamanya untuk mencapai tujuan bersama. 3
Menurut Slavin yang dikutip dari Isjoni, cooperative learning
adalah
suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja
dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratil yang
anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen.
Slavin menyebutkan cooperative learning merupakan model
pembelajaran yang telah dikenal sejak lama, di mana pada saat
itu guru mendorong para siswa untuk melakukan kerja sama
dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti diskusi atau pengajaran
oleh teman sebaya (peer teaching). Dalam melakukan proses
belajar mengajar guru tidak lagi mendominasi seperti lazimnya
pada saat ini, sehingga siswa dituntut untuk berbagai informasi
dengan siswa yang lainnya dan saling belajar mengajar sesama
mereka. 4

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang


mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-
kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran
yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif
adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat
secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar.
Dalam hal ini sebagian besar aktivitas pembelajaran berpusat pada

2
Etin Solihatin, dan Raharjo, Cooperative Learning ; Analisis Model Pembelajaran IPS,
(Jakarta: Bumi Aksara,2008),cet.3.hal.4
3
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, (Jakarta: PT. Bumi
Aksara,2009), h.189
4
Isjoni, Cooperative Learning; Efektivitas Pembelajaran Kelompok, (Bandung: Alfabeta,
2010), h.12
12

siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk


memecahkan masalah. 5
Maka pembelajaran kooperatif diartikan sebagai belajar yang satu
dengan yang lainnya dalam memahami dan mengerjakan tugas-
tugas belajar. Model pembelajaran cooperative learning tidak
sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur
dasar pembelajaran cooperative learning yang membedakannya
dengan pembagian kelompok yang asal-asalan. Pelaksanaan
prosedur model cooperative learning dengan benar akan
memungkinkan pendidik mengelola kelas lebih efektif. 6

Jadi pembelajaran kooperatif adalah suatu variasi pembelajaran


dimana siswa belajar, bekerja dan berinteraksi dalam kelompok-
kelompok kecil. Di dalam kelompok-kelompok tersebut siswa saling
bekerja sama, saling membantu, berdiskusi dan berargumentasi dalam
memahami suatu pokok bahasan serta bekerjasama dalam mengerjakan
tugas kelompok, baik dalam tutorial sebaya, latihan maupun koreksi
teman sebaya. Selain kelompok belajar kooperatif, ada beberapa
kelompok belajar tradisional yang sering diterapkan disekolah, seperti
kelompok diskusi, kelompok tugas dan kelompok belajar lainnya.

b. Unsur-Unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif


1. Siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka
sehidup sepenanggungan bersama
2. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam
kelompoknya, seperti mereka sendiri.
3. Siswa harus melihat bahwa semua anggota dalam kelompoknya
memiliki tujuan yang sama.
4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama
diantara anggota kelompoknya.
5. Siswa akan dikenakan evaluasi dan juga akan dikenakan untuk
semua anggota kelompok.
6. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan
keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.

5
http://herdy07.wordpress.com/2009/04/22/model-pembelajaran-nht-numbered-head-
together/ (12 oktober 2010 jam 12.48)
6
Anita Lie, Cooperatif Learning, (Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 2008),
h.28
13

7. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual


materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. 7

c. Tujuan Pembelajaran Kooperatif


Pelaksanaan model cooperative learning membutuhkan
partisipasi dan kerja sama dalam kelompok pembelajaran. Cooperative
learning dapat meningkatkan cara belajar siswa menuju belajar lebih
baik, sikap tolong-menolong dalam beberapa perilaku sosial. Tujuan
utama dalam penerapan model belajar mengajar secara kelompok
bersama temean-temannya dengan cara saling menghargai pendapat
dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan
gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara
berkelompok. 8
Sedangkan menurut Trianto Tujuan pembelajaran kooperatif
adalah, 1). Untuk meningkatkan partisipasi siswa; 2). Memfasilitasi
siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat
keputusan dalam kelompok; 3). Serta memberikan kesempatan pada
siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa lain yang
berbeda latar belakangnya. 9 Dari beberapa tujuan diatas, tujuan
pembelajaran dengan metode kepala bernomor dikembangkan untuk
mencapai tiga jenis tujuan penting, yaitu hasil belajar akademik,
penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan
siswa. 10

d. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif


Apabila diperhatikan secara seksama, maka pembelajaran
kooperatif ini mempunyai ciri-ciri tertentu dibandingkan dengan
metode lainnya. Ciri-ciri tersebut yaitu :

7
Muslimin Ibrahim, dkk, Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: University Press,
2001)cet. Ke-2.h.6
8
Isjoni, Cooperative Learning..hal.21
9
Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivitistik, (Jakarta:
Prestasi Pustaka,2007), h.42
10
Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivitistik.. h.44
14

1). Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk


menuntaskan materi belajar; 2). Kelompok dibentuk dari siswa
yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah; 3). Bila
memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya,
suku, jenis kelamin yang beragam; 4). Penghargaan lebih
berorientasi kepada kelompok daripada individu. 11

e. Manfaat Pembelajaran Kooperatif


Menurut Ibrahim 12 manfaat pembelajaran kooperatif bagi siswa
antara lain:
1). Meningkatkan pencurahan waktu pada tugas; 2). Rasa harga
diri menjadi lebih tinggi; 3) Memperbaiki sikap terhadap IPS dan
sekolah; 4). Memperbaiki kehadiran; 5). Angka putus sekolah
menjadi rendah; 6). Penerimaan terhadap individu menjadi lebih
besar; 7). Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil; 8). Konflik
antar pribadi menjadi berkurang; 9). Sikap apatis berkurang.

f. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif


Terdapat enam tahapan (langkah utama) dalam pembelajaran
kooperatif, seperti ditunjukkan tabel 2.1 berikut ini:

Tabel 2.1
Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif 13
Fase Tingkah Laku Guru
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan Guru menyampaikan semua tujuan
memotivasi siswa pelajaran yang ingin dicapai pada
pelajaran tersebut dan memotivasi
siswa belajar.

Fase 2: Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada


siswa dengan jalan demonstrasi
atau lewat bahan bacaan.

Fase 3: Mengorganisasikan siswa ke Guru menjelaskan kepada siswa


dalam kelompok-kelompok bagaimana caranya membentuk
belajar belajar dan membantu setiap

11
Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivitistik ..h.47
12
Muslimin Ibrahim, dkk., Pembelajaran Kooperatif, (Surabaya: University Press, 2001),
h.18
13
Muslimin Ibrahim, dkk.,Pembelajaran Kooperatif. h.10
15

kelompok agar melakukan transasi


secara efisien.

Fase 4: Membimbing kelompok Guru membimbing kelompok-


belajar dan bekerja kelompok belajar pada saat mereka
mengerjakan tugas mereka.

Guru mengevaluasi hasil belajar


Fase 5: Evaluasi tentang materi yang telah dipelajari
atau masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase 6: Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk


menghargai baik upaya maupun
hasil belajar individu dan
kelompok.

Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif di


dorong dan dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas
bersama. Mereka mengkoordinasikan usahanya untuk
menyelesaikan tugasnya. Dalam pembelajaran kooperatif, dua atau
lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai satu
penghargaan bersama. Mereka akan berbagi penghargaan tersebut
seandainya mereka berhasil sebagai kelompok. 14

2. Hakikat Metode Kepala Bernomor (Numbered Heads Together)


a. Definisi Pembelajaran dengan Metode NHT
Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian
bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan
bahan pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok. 15
Syaiful Bahri Djamarah mendefinisikan bahwa metode adalah suatu
cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. 16
Dalam kegiatan belajar mengajar metode sangat diperlukan oleh guru,
dan penggunaannya bervariasi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

14
Muslimin Ibrahim, dkk.,Pembelajaran Kooperatif. h. 5-6
15
Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar ; Micro Teaching, (Ciputat: Ciputat Press,
2010), cet.ke-3.h. 49
16
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta:Rineka
Cipta,2006), cet.ke-3, h.47
16

Metode belajar mengajar kepala bernomor (Numbered Heads


Together) dikembangkan oleh Spencer Kagan. Pembelajaran
kooperatif metode NHT dikembangkan oleh Spencer Kagen pada
tahun 1993. 17 Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa
untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban
yang tepat. Selain itu, metode ini juga mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama mereka. Metode ini bisa
digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan
usia anak didik. 18 Semua siswa dilibatkan dalam mereview bahan
yang tercakup dalam suatu pelajaran dan memeriksa pemahaman
mereka mengenai isi pelajaran tersebut.
Dengan metode kepala bernomor yang merupakan salah satu
metode dalam pembelajaran kooperatif memungkinkan terwujudnya
kondisi belajar di mana siswa dapat mengembangkan berbagai
kemampuan dalam bersosialisasi, belajar mandiri dan bekerja sama.

b. Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Metode NHT


Langkah-langkah yang digunakan dalam metode NHT pada
pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:
1) Penomoran
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok secara heterogen yang
terdiri dari 3-5 orang dan setiap anggota kelompok diberi
nomor.
2) Mengajukan pertanyaan
Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan dapat
bervariasi dan dalam bentuk kalimat Tanya. Siswa diberi waktu
berfikir dan bekerja.
3) Berfikir bersama
Siswa menyatukan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan
dan meyakinkan tiap anggota dalam timnya mengetahui
jawaban itu.
4) Menjawab

17
Zulfiani, dkk, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta,
2009), cet.ke-1.h.153.
18
Anita Lie, Cooperative Learning; Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang
Kelas, (Jakarta: Gramedia, 2008),h.59
17

Guru memanggil salah satu nomor tertentu, kemudian siswa


yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya dan
menjawab pertanyaan. 19

Adapun penerapan metode kepala bernomor seperti dikatakan


Anita Lie adalah sebagai berikut:
1). Siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap siswa dalam setiap
kelompok mendapatkan nomor; 2). Guru memberikan tugas
dan masing-masing kelompok mengerjakannya; 3). Kelompok
memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan
memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini;
4). Guru memanggil salah satu nomor, siswa dengan nomor
yang dipanggil melaporkan hasil kerja mereka. 20

c. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran dengan Metode NHT


Kelebihan-kelebihan pembelajaran dengan metode NHT adalah:
1) Memberikan motivasi, yaitu mendorong siswa untuk beraktivitas
dalam kegiatan belajarnya. Dengan demikian siswa akan
termotivasi dengan hal-hal yang baru dalam proses pembelajaran.
2) Menambah rasa percaya diri, karena dalam pembelajaran NHT ada
metode pemanggilan nomor, dan siswa yang dipanggil nomornya
akan menjawab pertanyaan hasil diskusi, sehingga dalam diri siswa
timbul rasa percaya diri.
3) Siswa aktif, dengan metode NHT akan menambah keaktifan siswa
dalam belajar, karena setiap siswa memiliki kesempatan untuk
memberi dan menukar pendapat.
Adapun kekurangan pembelajaran dengan metode NHT adalah:
1) Efisiensi waktu, belajar dengan menggunakan metode NHT
memerlukan waktu yang agak panjang agar siswa memahami
materi yang diajarkan.
2) Membuat panik siswa, pembelajaran dengan metode NHT
tidak hanya membuat siswa percaya diri, namun dapat
membuat siswa grogi atau panik. Hal ini terlihat ketika siswa

19
Zulfiani, dkk, Strategi Pembelajaran Sains...., h.153
20
Anita Lie, Cooperative Learning; Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang
Kelas.. h.60
18

yang dipanggil nomornya untuk menjawab pertanyaan yang


diajukan.
3) Membuat repot guru, metode NHT merupakan metode belajar
diskusi kelompok yang menggunakan kelompok, sehingga
sebelum pembelajaran dimulai guru harus menyediakan
nomor. 21

3. Minat Belajar
a. Pengertian Minat Belajar
Pengertian minar belajar terdiri dari dua suku kata, yakni kata
minat dan belajar. Dari segi bahasa minat adalah kecenderungan hati
yang tinggi terhadap sesuatu. 22 Minat merupakan salah satu faktor
psikis yang membantu dan mendorong individu dalam memberi
stimulus suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan
yang hendak dicapai.
Sedangkan minat menurut istilah yang dikemukakan oleh
beberapa ahli psikologi, diantaranya sebagai berikut:
Menurut Alisuf Sabri, mengatakan bahwa:
Minat (interest) adalah kecendrungan untuk selalu memperhatikan
dan mengingat sesuatu secara terus menerus. Minat ini erat
kaitannya dengan perasaan terutama perasaan senang, karena itu
dapat dikatakan minat itu terjadi karena sikap senang kepada
sesuatu. Orang yang minat kepada sesuatu berarti ia sikapnya
senang kepada sesuatu itu. 23

Abdul Rahman Shaleh dan Muhib Abdul Wahab dalam


bukunya psikologi suatu pengantar mengatakan bahwa :
Minat juga diartikan sebagai suatu kecendrungan untuk
memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau
situasi yang menjadi obyek dari minat tersebut dengan disertai
perasaan senang. Dalam batasan tersebut terkandung suatu
pengertian bahwa di dalam minat ada pemusatan perhatian subjek,
ada usaha (untuk: mendekati/mengetahui/memiliki/ menguasai/

21
Ubaidillah, Pengaruh pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) dengan Teknik
Kepala Bernomor (Numbered Heads Together) Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa.Jurusan
Pendidikan IPA Fakultas FITK UIN Jakarta, 2009, hal.17
22
DEPDIKNAS, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2003), cet. Ke-
3,h.599.1
23
Alisuf Sabri. Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007), h.84
19

berhubungan) dari subyek yang dilakukan dengan perasaan senang,


ada daya penarik dari objek. 24

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono dalam bukunya


psikologi belajar mengatakan bahwa tidak adanya minat seseorang
anak terhadap suatu pelajaran akan timbul kesulitan belajar.25
Sedangkan menurut Winkel dalam bukunya psikologi pengajaran,
minat diartikan sebagai kecendrungan subyek yang menetap, untuk
merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan
merasa senang dengan materi itu. 26
Dalam minat terdapat 3 unsur penting, yaitu unsur kognisi
berupa informasi dan pengetahuan menganai obyek yang dituju, unsur
emosi atau afeksi berupa rasa senang terhadap obyek, dan unsur
konasi berupa kemauan atau hasrat untuk melakukan sesuatu.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa minat
adalah kecendrungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat
secara terus menerus terhadap sesuatu (orang, benda, kegiatan) yang
disertai dengan keinginan untuk mengetahui dan mempelajari serta
membuktikannya lebih lanjut.
Adapun definisi belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri
dalam interaksi dengan lingkungannya. 27 Perubahan tidak hanya
berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga
berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri,
minat, watak dan penyesuaian diri. 28

24
Abdul Rahman Shaleh dan Muhbib Abdul Wahab. Psikologi suatu Pengantar.
(Jakarta:Prenada Media.2004).cet.ke1.h.263
25
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta,
2004),cet ke-2.h.83
26
W.S. Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: Grasindo, 1996).h.188
27
Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka
Cipta.2010),cet.ke-4.h.2
28
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada. 2010).cet.ke11.h.21
20

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono dalam bukunya


Psikologi Belajar mengatakan bahwa:
Rendahnya minat seorang anak terhadap suatu pelajaran akan
menimbulkan kesulitan belajar. Belajar tidak disertai minat
mungkin tidak sesuai dengan bakat, tidak sesuai dengan kebutuhan,
tidak sesuai dengan kecakapan, tidak sesuai dengan tipe-tipe
khusus anak yang menimbulkan problema pada dirinya. Karena itu
pelajaran pun tidak pernah terjadi proses dalam otak, akibatnya
timbul kesulitan. 29

Menurut James O. Wittaker dalam buku Wasty Soemanto


dengan judul bukunya Psikologi Pendidikan, belajar dapat
didefinisikan sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau
diubah melalui latihan atau pengalaman. 30 Sedangkan menurut
Mulyono Abdurrahman dalam bukunya pendidikan bagi anak
berkesulitan belajar mendefinisikan bahwa belajar merupakan suatu
proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuan belajar
atau yang biasa disebut hasil belajar, yaitu suatu bentuk perubahan
perilaku yang relatif menetap. 31
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain dalam bukunya
strategi belajar mengajar mendefinisikan bahwa :
Belajar sebagai proses perubahan perilaku berkat pengalaman
dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah
laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun
sikap: bahkan meliputi segenap aspek organism atau pribadi.
Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman
belajar, mengolah kegiatan belajar mengajar, menilai proses dan
hasil belajar, keduanya termasuk dalam cakupan tanggung
jawab guru. Jadi, hakikat belajar adalah perubahan. 32

29
Abu Ahmadi, dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, H. 79
30
Wasty Soemanto, M.Pd, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT.Rineka Cipta,2006),cet.ke-
5.h.104
31
Mulyono Abdurarahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 1999).hal.28
32
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta:
PT.Rineka Cipta.2006).cet.ke-2.h.11
21

Berdasarkan beberapa pengertian mengenai belajar dapat


disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1. Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap.
2. Perubahan tingkat laku tersebut diperoleh melalui latihan dan
pengalaman
3. Perubahan itu dilakukan melalui kegiatan, usaha atau praktek yang
disengaja.
Jadi yang dimaksud dengan minat belajar adalah kecendrungan
untuk selalu memperhatikan dan mengingat secara terus menerus
terhadap sesuatu (orang, benda atau kegiatan) yang disertai dengan
keinginan untuk mengetahui dan mempelajarinya serta
membuktikannya dalam perubahan tingkah laku atau sikap yang
sifatnya menetap.

b. Macam-macam Minat Belajar


Minat dapat digolongkan menjadi beberapa macam, antara lain
berdasarkan timbulnya minat dan berdasarkan arahnya minat.
1. Berdasarkan timbulnya, minat dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a) Minat primitif adalah minat yang timbul karena kebutuhan
biologis atau jaringan-jaringan tubuh, misalnya kebutuhan
makanan, perasaan enak atau nyaman, kebebasan beraktivitas
dan seks.
b) Minat sosial adalah minat yang timbulnya karena proses
belajar, minat ini tidak secara langsung berhubungan dengan
kita sendiri. Misalnya minat belajar, individu punya
pengalaman bahwa masyarakat atau lingkungan akan lebih
menghargai orang-orang terpelajar dan pendidikan tinggi,
sehingga hal ini akan menimbulkan minat individu untuk
belajar dan berprestasi agar mendapat penghargaan dari
lingkungan, hal ini mempunyai arti yang sangat penting bagi
harga dirinya.
22

2. Berdasarkan arahnya, minat dapat dibedakan menjadi dua yaitu:


a) Minat intrinsik adalah minat yang langsung berhubungan
dengan aktifitas itu sendiri, ini merupakan minat yang lebih
mendasar. Misalnya, seseorang belajar karena memang pada
ilmu pengetahuan tau karena memang senang membaca, bukan
karena ingin mendapatkan pujian atau penghargaan.
b) Minat ekstrinsik adalah minat yang berhubungan dengan tujuan
akhir dari kegiatan tersebut, apabila tujuannya sudah tercapai
ada kemungkinan minat tersebut hilang, misalnya seseorang
yang belajar dengan tujuan agar menjadi juara kelas. 33

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat belajar


Keberhasilan suatu pendidikan ditentukan oleh proses
pendidikan, karena pada proses pendidikan diperlukan peran siswa
secara aktif. Sementara itu, keaktifan siswa dalam proses belajar
mengajar erat kaitannya dengan kondisi minat belajarnya. Minat
belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor
eksternal.
Faktor internal adalah faktor yang berkaitan dengan diri siswa
meliputi kondisi fisik dan psikisnya. Kondisi fisik yang dimaksud
adalah kondisi yang berkaitan dengan keadaan jasmani seperti
kelengkapan anggota tubuh, kenormalan fungsi organ tubuh serta
kesehatan fisik dari berbagai penyakit.
Faktor intern yang lain yang mempengaruhi minat belajar
adalah faktor psikis, yaitu kondisi kejiwaan yang berkaitan dengan
perasaan atau emosi, motivasi, bakat, inteligensi, dan kemampuan
dasar dalam suatu bidang yang akan dipelajari.
Perasaan merupakan keadaan-keadaan sesaat pada individu
yang muncul ketika terpadu secara pribadi dengan situasi yang

33
Abdul Rahman, Muhibb Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif
Islam, (Jakarta: Kencana,2009), hal 265-268
23

ditempatinya. 34 Menurut Wundt sebagaimana dikutip oleh Sarlito W.


Sarwono dalam buku Pengantar Psikologi Umum bahwa ada tiga
pasang kutub perasaan, yaitu: a.) Lust-unlust (senang-tidak senang),
b.) Spanning-Losung (tegang-tidak tegang), c.) Erregung-Berubigung
(semangat-tenang). 35
Minat belajar yang tinggi dipengaruhi oleh adanya perasaan
senang terhadap mata pelajaran tertentu, guru yang mengajar, dan
lingkungan di mana proses belajar mengajar tersebut diselenggarakan.
Siswa yang memiliki perasaan positif (senang dan menerima) terhadap
mata pelajaran yang akan dipelajari dan kepada guru yang mengajar,
maka ia akan tergerak untuk belajar. Sebaliknya, siswa yang memiliki
perasaan negatif (tidak senang dan menolak) terhadap mata pelajaran
dan guru yang mengajar maka ia akan tergerak untuk menghindari
belajar.
Minat merupakan pendorong keberhasilan dalam belajar, minat
tidak muncul dengan sendirinya, akan tetapi banyak faktor yang
mendorong munculnya minat. Faktor-faktor yang mempengaruhi
minat siswa dalam belajar antara lain:
1) Situasi belajar
2) Motivasi.
3) Pengalaman
4) Guru.
5) Pelajaran.
6) Lingkungan.

34
Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Pendidikan, (Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya,
2007), cet. I, H.71
35
Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Jakarta : Bulan Bintang,
2000), cet.VII, H. 52
24

4. Hakikat Hasil Belajar


a. Pengertian Hasil Belajar
Belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan
fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau materi pelajaran.
Ada pula sebagian yang memandang belajar sebagai latihan belaka
seperti tampak pada latihan membaca dan menulis. Skinner, seperti
yang dikutip Barlow dalam bukunya Education Psycology The
Teaching Leaning Proses, berpendapat bahwa belajar adalah suatu
proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara
progresif. 36
Menurut Suharsimi Arikunto hasil belajar adalah, Hasil akhir
setelah mengalami proses belajar, dimana tingkah laku itu tampak
dalam bentuk perbuatan yang diamati dan diukur. 37 Sedangkan
menurut Mulyono Abdurrahman Hasil belajar merupakan
kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. 38
Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang
berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang
relatif menetap.
Hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku.
Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas
mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik.
Menurut Benjamin S. Bloom (1966) ada tiga ranah hasil belajar,
yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Menurut A.J.
Romiszowski (1981) hasil belajar merupakan keluaran (outputs)
dari suatu sistem pemprosesan masukan (inputs). Masukan dari
sistem tersebut berupa macam-macam informasi sedangkan
keluarannya adalah perbuatan atau kinerja (performance).
Romiszowski menyatakan perbuatan merupakan petunjuk dari
proses belajar yang terjadi. 39

36
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Bandung: Rosda Karya, 1999),H.90
37
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2003)
cet ke-4, h.137
38
Mulyono Abdurarahman, Pendidikan Bagi Anak , hal.37
39
Mulyono Abdurarahman, Pendidikan Bagi Anak , hal.38
25

Hasil belajarnya dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu


pengetahuan dan keterampilan. Hasil belajar adalah tingkah laku yang
dimiliki individu sebagai akibat dari proses belajar yang ditempuh.
Hasil belajar dapat diketahui dari evaluasi yang diadakan.
Evaluasi atau penilaian hasil belajar merupakan usaha guru untuk
mendapatkan informasi tentang siswa, baik kemampuan penguasaan
konsep, sikap maupun keterampilan. Hal ini digunakan sebagai umpan
balik yang sangat diperlukan dalam menentukan strategi belajar siswa.
Menurut Djamarah dan Zain, hasil belajar tercermin dalam
perubahan perilaku, baik secara material-subtansial, struktural-
fungsional, maupun secara behavior. 40
Perubahan perilaku tersebut tampak dalam penguasaan siswa
pada pola-pola tanggapan (respons) baru terhadap
lingkungannya yang berupa keterampilan (skill), kebiasaan
(habit), sikap atau pendirian (attitude), kemampuan (ability),
pengetahuan (knowledge), pemahaman (understanding), emosi
(emotion), apresiasi (appreciation), jasmani dan etika atau budi
pekerti, serta hubungan sosial. 41

Menurut Gagne, hasil belajar merupakan perubahan dalam


kemampuan tertentu sebagai akibat belajar. Selain itu, Jenkins dan
Unwin menyatakan bahwa hasil akhir dari belajar (learning
outcomes) adalah pernyataan yang menunjukkan tentang apa yang
mungkin dikerjakan siswa sebagai hasil kegiatan belajarnya. 42
Nana Sudjana menjelaskan bahwa pengertian hasil belajar
adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya. Hord Kingsley membagi tiga macam hasil
belajar, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b) keterampilan
intelektual, (c) sikap dan cita-cita. Sedangkan Gagne membagi lima
kategori hasil belajar, yakni (a) informasi verbal, (b) keterampilan
intelektual, (c) strategi kognitif, (d) sikap, dan (e) keterampilan

40
Syarif Bahri Dzamarah dan Aswan Zain. Strategi Belajar , h.11
41
Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan.
(Jakarta: Bumi Aksara, 2008).h.15
42
Uno, Teori Motivasi.,hal.17
26

motoris. 43 Sedangkan menurut E. Mulyasa pengertian keberhasilan


pembelajaran adalah keberhasilan peserta didik dalam membentuk
kompetensi dan mencapai tujuan serta keberhasilan guru dalam
membimbing peserta didik dalam pembelajaran. 44 Jadi dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar dapat dinyatakan berhasil apabila
hasilnya memenuhi standar kompetensi dari bahan tersebut.

b. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar


Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar
siswa, adapun faktor-faktor itu digolongkan sebagai berikut:
1) Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam anak
itu sendiri, seperti kesehatan, rasa aman, kemampuan, minat dan
sebagainya. Faktor internal disebut juga faktor individual yaitu
faktor pada organism (siswa). Muhibbin Syah menyebutkan bahwa
yang termasuk faktor internal adalah aspek fisiologis dan
psikologis. Aspek fisiologis mencakup kondisi tubuh siswa
termasuk organ tubuh dan kondisi alat indera. Sedangkan aspek
psiologis banyak sekali macamnya tetapi yang esensial antara lain
kecerdasan (intelegensi), sikap, bakat, minat dan motivasi siswa.45
2) Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar diri si
anak, seperti keberhasilan rumah, udara yang panas, lingkungan
dan sebagainya. Faktor eksternal terdiri dari faktor keluarga,
masyarakat dan sekolah. Selama hidup anak didik tidak bisa
menghindarkan diri dari lingkungan alami dan lingkungan sosial
budaya. Interaksi dari kedua lingkungan yang berbeda ini selalu

43
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Bandung : Remaja Rosda
Karya,2009).h.22
44
E. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan. (Bandung:Remaja Rosda Karya. 2009).h.121
45
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 2009), cet.ke-7.hal. 133-136
27

terjadi dalam mengisi kehidupan anak didik. Lingkungan hidup


adalah lingkungan tempat tinggal anak didik, hidup dan berusaha
di dalamnya seperti lingkungan sekolah. Sedangkan lingkungan
sosial budaya, sebagai anggota masyarakat, anak didik tidak bisa
melepaskan diri dari ikatan sosial. Sistem sosial yang terbentuk
mengikat perilaku anak didik untuk tunduk pada norma sosial,
susila dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Seperti dalam
lingkungan sekolah maka anak didik berada dalam sistem sosial
disekolah. 46
3) Faktor pendekatan belajar (approach to learning)
Faktor pendekatan merupakan jenis upaya belajar siswa
yang meliputi strategi dan model yang digunakan siswa untuk
melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pembelajaran. 47
Agar bahan pelajaran dapat dipahami oleh siswa maka
dibutuhkan cara-cara mengajar serta cara belajar yang tepat,
efisien dan efektif. Metode mengajar guru yang kurang baik
akan mempengaruhi hasil belajar siswa yang kurang baik
pula. Guru yang progresif berani mencoba metode-metode
baru yang dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar
dan motivasi siswa dalam belajar. 48

Pemilihan metode harus disesuaikan dengan tujuan


pembelajaran dan sifat materi yang menjadi objek pembelajaran.
Untuk memilih metode mengajar tidak bisa sembarangan, banyak
faktor yang mempengaruhinya dan patut dipertimbangkan.
Hubungan antara satu faktor dengan faktor lainnya sangat
erat kaitannya dan bersifat saling mendukung. Dalam faktor
internal terdapat faktor psikologis dan fisiologis siswa yang
didukung oleh faktor eksternal dan pendekatan belajar. Oleh karena
itu, lingkungan yang merupakan bagian dari faktor eksternal dan
metode belajar yang merupakan bagian dari pendekatan belajar

46
Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), hal.143-
145.
47
Muhibbin Syah, psikologi pendidikan dengan pendekatan baru.,h.132
48
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor., h.65
28

perlu diperhatikan dengan seksama dalam penerapannya. Hal ini


dimaksudkan agar hasil belajar yang akan dicapai dapat diperoleh
dengan maksimal.

5. Hakikat Pendidikan IPS


a. Pengertian Pendidikan IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu mata pelajaran
yang diajarkan di sekolah, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai
ke pendidikan menengah. Dapatlah dinyatakan bahwa IPS yang
dimasukkan dalam dalam study ini adalah suatu mata pelajaran yang
mengkaji kehidupan sosial yang bahannya didasarkan pada kajian
sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan tata Negara
dengan mendapat sumber materi dari berbagai ilmu sosial. 49
Sosial studies atau ilmu pengetahuan sosial (IPS) adalah ilmu-
ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan-tujuan pendidiakn dan
pengajaran di sekolah dasar dan menengah. Dengan demikian bahwa
IPS ialah ilmu-ilmu sosial yang dipilih dan disesuaikan bagi
penggunaan program pendidikan di sekolah atau bagi kelompok
belajar lainnya yang sederajat.
Materi dari berbagai disiplin ilmu sosial seperti geografi,
sejarah, sosiologi, antropologi sosial, ekonomi, ilmu politik, ilmu
hukum, dan ilmu-ilmu sosial lainnya, dijadikan bahan baku bagi
pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan
menengah. 50
Adapun pengertian IPS secara umum menurut beberapa ahli
dalam tulisan Nursid Sumaatmadja seperti yang dikutip oleh
Syafruddin Nurdin, adalah:
a) Menurut Norman Mackenzi, IPS adalah semua disiplin ilmu yang
merupakan perjanjian manusia dalam konteks sosial

49
Nursid Sumaatmadja, Metodologi Pengajaran IPS, (Bandung: Alumni, 1998), Hal. 67
50
Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, (Jakarta: PT Asadi Mahasatya, 2003) h.2-3.
29

b) Menurut Numan Sumantri, IPS adalah yang menekankan pada


timbulnya nilai-nilai kewarganegaraan, moral, ideology Negara
dan agama. IPS juga menekankan pada isi dan metode berfikir
keilmuan sosial.
c) Menurut Achmad Sanusi, IPS terdiri dari disiplin-disiplin
Ilmu Pengetahuan Sosial yang bertaraf akademis dan biasanya
dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin
ilmiah.
d) Menurut Calhoum mendefinisikan Ilmu pengetahuan sosial
sebagai Study tentang tingkah laku kelompok umat manusia Van
Daelen, IPS adalah ilmu sosial yang mempelajari tentang
tingkah laku manusia. Dan tingkah laku manusia di masyarakat itu
meliputi berbagai aspek, seperti aspek ekonomi, sikap mental,
aspek budaya, dan hubungan sosial. 51

Dari beberapa pendapat tentang pengertian IPS di atas dapat


dikemukakan bahwa IPS adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang
kehidupan sosial didukung dan berdasarkan pada bahan kajian
geografis, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata Negara dan sejarah,
namun IPS bukan merupakan penjumlahan, himpunan atau
penumpukan, bahan-bahan ilmu sosial.
Pendidikan IPS adalah seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan
humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan
disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. 52
Adapun tujuan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
di Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madasah Tsanawiyah
(MTs) pada kelas VII, VIII, dan IX yang terdapat di dalam Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 23 tahun 2006
tentang Standar Kompetensi
Kelulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang
disebut IPS terpadu, meliputi:
a) Mendeskripsikan keanekaragaman bentuk muka bumi,
proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan.
b) Memahami proses interaksi dan sosialisasi dalam
pembentukan kepribadian manusia.

51
Syafruddin Nurdin, Model Pembelajaran yang Memperhatikan Keragaman Individu
Siswa dalam KBK, (Tangerang: Quantum Teaching, 2005), hal.19-24
52
Sapriya, M.Ed, Pendidikan IPS, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009),hal. 11
30

c) Membuat sketsa dan peta wilayah serta menggunakan peta, atlas,


dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan.
d) Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di geosfer dan
dampaknya terhadap kehidupan.
e) Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan,
dan pemerintahan sejak Pra-Aksara, Hindu Budha, sampai masa
Kolonial Eropa.
f) Mengidentifikasikan upaya penanggulangan permasalahan
kependudukan dan lingkungan hidup dalam pembangungan
berkelanjutan.
g) Memahami proses kebangkitan nasional, usaha persiapan
kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
h) Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya dan tipe-tipe perilaku
masyarakat dalam menyikapi perubahan, serta mengidentifikasi
berbagai penyakit sosial sebagai akibat penyimpangan sosial dalam
masyarakat, dan upaya pencegahannya. 53

b. Landasan Pendidikan IPS


Pendidikan IPS sebagai mata pelajaran dan pendidikan disiplin
ilmu seyoginya memiliki landasan dalam pengembangan, baik sebagai
mata pelajaran maupun pendidikan disiplin ilmu. Landasan ini
diharapkan akan dapat memberikan pemikiran-pemikiran mendasar
tentang pengembangan struktur, metodologi, dan pemanfaatan PIPS
sebagai pendidikan disiplin ilmu.
Landsan-landasan Pendidikan IPS sebagai pendidikan disiplin ilmu
meliputi:
1) Landasan Filosofis, memberikan gagasan pemikiran
mendasar yang digunakan untuk menentukan apa obyek
kajian atau domain apa saja yang menjadi kajian pokok dan
dimensi pengembangan IPS sebagai pendidikan disiplin ilmu
(aspek ontologis).
2) Landasan Ideologis, dimaksudkan sebagai sistem gagasan
mendasar untuk member pertimbangan dan menjawab
pertanyaan: a). bagaimana keterkaitan antara das sein PIPS
sebagai pendidikan disiplin ilmu dan das sollen PIPS; dan b)
bagaimana keterkaitan antara teori-teori pendidikan dengan
hakikat dan praksis etika, moral, politik dan norma-norma
perilaku dalam membangun dan mengembangkan PIPS.

53
Syafruddin Nurdin, Model Pembelajaran,h.25
31

3) Landasan Sosiologis, memberikan sistem gagasan mendasar


untuk menentukan cita-cita, kebutuhan, kepentingan,
kekuatan, aspirasi, serta pola kehidupan masa depan melalui
interaksi social yang akan membangun teori-teori atau
prinsip-prinsip PIPS sebagai pendidikan disiplin ilmu.
4) Landasan Antropologis, memberikan sistem gagasan
mendasar dalam menentukan pola, sistem dan struktur
pendidikan disiplin ilmu sehingga relevan dengan pola,
sistem dan struktur kebudayaan bahkan dengan pola, sistem
dan struktur perilaku manusia yang kompleks.
5) Landasan Kemanusiaan, memberikan sistem gagasan
mendasar untuk menentukan karakteristik ideal manusia
sebagai sasaran proses pendidikan.
6) Landasan Politis, memberikan sistem gagasan mendasar
untuk menentukan arah dan garis kebijakan dalam politik
pendidikan dari PIPS.
7) Landasan Psikologis, memberikan sistem gagasan-gagasan
mendasar untuk menentukan cara-cara PIPS membangun
struktur tubuh disiplin pengetahuannya, baik dalam tataran
personal maupun komunal berdasarkan entitas-entitas
psikologisnya.
8) Landasan Religious, memberikan sistem gagasan-gagasan
mendasar tentang nilai-nilai, norma, etika, dan moral yang
menjadi jiwa (roh) yang melandasi keseluruhan bangunan
PIPS, khususnya pendidikan di Indonesia. 54

c. Tujuan Pendidikan IPS


Pada dasarnya tujuan pendidikan IPS adalah untuk mendidik
dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk
mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan
lingkungannya, serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 55 Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, sikap
dan nilai peserta didik sebagai individu maupun sebagai sosial budaya.
Kemudian dalam berbagai buku social studies, sering dijumpai bahwa
para ahli merumuskan tujuan IPS dengan mengaitkannya pada usaha
mempersiapkan murid atau siswa menjadi warga negara yang baik.

54
Sapriya, M.Ed, Pendidikan IPS .., h.15-16.
55
Etin Solihatin, dan Raharjo, Cooperative Learning ; Analisis Model Pembelajaran IPS,
(Jakarta: Bumi Aksara,2008),cet.3.hal.15
32

Menurut Sapriya, dkk, dalam bukunya pembelajaran dan


evaluasi hasil belajar IPS yang dikutip dari Kosasih Djahiri,
mengemukakan 5 tujuan pokok pembahasan IPS:
1) Membina siswa agar mampu mengembangkan pengertian /
pengetahuan berdasarkan data, generalisasi serta konsep ilmu
tertentu maupun yang bersifat interdisipliner/ komprehensif
dari berbagai cabang ilmu sosial.
2) Membina siswa agar mampu mengembangkan dan
mempraktekkan keanekaragaman keterampilan studi, kerja dan
intektualnya secara pantas dan tepat sebagaimana diharapkan
ilmu-ilmu sosial.
3) Membina dan mendorong siswa untuk memahami, menghargai
dan menghayati adanya keanekaragaman dan kesamaan
kultural maupun individual.
4) Membina siswa kearah turut mempengaruhi nilai-nilai
kemasyarakatan serta juga dapat mengambangkan-
menyempurnakan nilai-nilai yang ada pada dirinya.
5) Membina siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan
kemasyarakatan baik sebagai individu maupun sebagai warga
Negara. 56

Sama halnya tujuan dalam bidang-bidang yang lain, tujuan


pembelajaran IPS bertumpu pada tujuan yang tinggi. Secara hirarki, tujuan
pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan
institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian
tujuan istitusional ini secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau
tujuan mata pelajaran pada setiap bidang studi dalam kurikulum, termasuk
bidang studi IPS. Tujuan kulikuler IPS yang harus dicapai sekurang-
kurang meliputi hal-hal berikut :
a) Membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna
dalam kehidupan masyarakat.
b) Membekali peserta didik dengan kemampuan mengidentifikasi,
menganalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial
yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat.
c) Membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi
dengan sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang
keilmuan serta berbagai keahlian.

56
Sapriya, dkk, Pembelajaran dan Evaluasi Hasil Belajar IPS, (Bandung: UPI Press,
2006), h.13
33

d) Membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang


positif, dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi
bagian kehidupannya yang tidak terpisahkan dan
e) Membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan
pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan
kehidupan, perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu
dan teknologi. 57

Pengembangan aspek kognitif dapat diupayakan melalui


penguasaan materi (Substansi) mata pelajaran IPS yang berasal dari
ilmu-ilmu sosial, seperti; sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi dan tata
negara. Oleh karena itu, pemilihan materi IPS yang bersumber pada
ilmu-ilmu sosial bukan didasarkan atas pemikiran bahwa materi itu
penting dilihat dari disiplin ilmunya, tapi karena penting dalam upaya
untuk mencapai tujuan pendidikan.
Sedangkan untuk pengembangan aspek nilai dan kepribadian
dalam pembelajaran IPS perlu diperhatikan bagaimana keterkaitan
antara murid atau siswa dengan masyarakat. Tentang bagaimana
keterkaitan antara murid atau siswa (pendidikan) dan masyarakat. Oleh
karena itu, baik aspek nilai dan kepribadian, pengetahuan, maupun
keterampilan yang dibina dan dikembangkan di sekolah tidak bisa
lepas dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa IPS
bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, sikap dan nilai
peserta didik sebagai individu, anggota masyarakat, makhluk sosial
dan budaya, agar nantinya mampu hidup di tengah-tengah masyarakat
dengan baik. 58

B. Bahasan Hasil-Hasil Penelitian yang Relevan


Ubaidillah, dalam penelitiannya yang judul Pengaruh pembelajaran
kooperatif (Cooperatif Learning) dengan teknik kepala bernomor (Numbered
Heads Together) terhadap hasil belajar Fisika siswa di MTs Nurul Haq tahun
ajaran 2008/2009. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini

57
Nadlir, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1, (Surabaya: LAPIS-PGMI, 2009), h.12
58
Syafruddin Nurdin, Model Pembelajaran, hal.19-24
34

menggunakan teknik pemgambilan secara acak. Adapun pengambilan sampel


40 orang untuk kelas eksperimen dan 40 orang untuk kelas kontrol. Instrument
yang diberikan berupa tes objektif dengan bentuk tes berupa soal pilihan
ganda yang telah diuji validitas dan realibilitasnya sebanyak 40 butir soal.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Liliefors
untuk uji normalitas, Uji Bartlett untuk uji Homogenitas dan Uji t (t-Test)
untuk uji hipotesis. Dari hasil penghitungan uji hipotesis diperoleh nilai t-
hitung sebesar 2,88 dan t-tabel sebesar 2,02 pada taraf signifikansi = 0,05
untuk dk 78. Karena t-hitung > t-tabel, 2,88 > 2,02 maka pengaruh sangat
signifikan. Dengan demikian terdapat pengaruh metode NHT terhadap hasil
belajar fisika siswa.

C. Hipotesis Tindakan
Pelajaran IPS pada materi Ekonomi apabila dilakukan dengan
mengembangkan model pembelajaran kooperatif metode numbered heads
together akan efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian


1. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru semester ganjil
2010/2011. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik
sekolah, karena Penelitian Tindakan Kelas memerlukan beberapa siklus yang
membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas. Adapun waktu
penelitian akan dijelaskan sebagai berikut.

Tabel 3.1 Waktu Penelitian

No Tanggal Kegiatan
1 29 Maret 2010 Pembuatan proposal penelitian
2 25 Juni 2010 Persiapan penyusunan instrumen wawancara awal
3 30 Juni 2010 Menyerahkan surat penelitian kepada Kepala sekolah
SMP Nusantara Plus
4 27 Juli 2010 Observasi dan Wawancara
5 31 Juli 2010 Membuat RPP, instrumen tes, panduan observasi, dan
angket
6 23 September 2010 Pelaksanaan Siklus I
7 30 September 2010 Pelaksanaan Siklus II
8 14 Oktober 2010 Pelaksanaan siklus III
9 15 Oktober 2010 Penyebaran angket minat belajar siswa
10 18 Oktober 2010 Pengumpulan, pengolahan dan analisis data
11 26 Oktober 2010- Penyusunan laporan penelitian
November 2010

35
36

2. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah SMP Nusantara Plus yang beralamat di Jl.
Tarumanegara dalam No. 1 Ciputat,Tanggerang Selatan untuk mata pelajaran
IPS. Tempat penelitian ini diambil karena, jarak yang dekat dengan tempat
lokasi penelitian, peneliti pernah mengajar pada Praktek Profesi Keguruan
Terpadu (PPKT), dan kepala sekolah memberi apresiasi yang baik terhadap
penelitian ini.

B. Metode dan Desain Intervensi Tindakan/Rancangan Siklus Penelitian


Penelitian ini menggunkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau
yang lebih dikenal dengan Classroom Action Research. Penelitian tindakan kelas
(PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan
memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas. 1
Penelitian ini diawali dengan menggunakan penelitian pendahuluan (pra
penelitian) dan akan dilanjutkan dengan siklus. Dalam hal ini, yang dimaksud
siklus adalah satu putaran kegiatan beruntun yang kembali ke langkah semula,
dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu:
Tahap 1 : Menyusun rancangan tindakan (Planning). Rancangan tindakan
atau perencanaan tindakan menjelaskan tentang apa, mengapa,
kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut
dilakukan.
Tahap 2 : Pelaksanaan Tindakan (Acting). Pelaksanaan tindakan yaitu
implementasi atau penerapan isi rencana tindakan dikelas yang
diteliti.
Tahap 3 : Pengamatan (Observing). Pengamatan yang dilakukan oleh
pengamat (baik oleh orang lain maupun guru sendiri).
Tahap 4 : Refleksi (Reflecting). Merupakan kegiatan untuk
mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. 2

Siklus akan berhenti apabila kriteria keberhasilan telah tercapai.


Gambaran langkah-langkah yang akan dilakukan dalam tindakan penelitian
adalah sebagai berikut.

1
Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2008),h.58
2
Nizar Alam Hamdani, dan Dody Hermana, Classroom Action Research, (Bandung:
Rahayasa, 2008), h.52-54.
37

Gambar 3.1
Disain Interval Tindakan/ Rancangan Siklus Penelitian

Perencanaan

Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan

Pengamatan

Perencanaan

Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan

Pengamatan

Model Penelitian Tindakan Kelas 3

C. Subjek yang Terlibat dalam Penelitian


Pihak yang terkait dalam penelitian ini adalah peneliti, satu guru IPS dan
siswa-siswi kelas VIII-1 SMP Nusantara Plus Tangerang Selatan semester genap
tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 33 siswa.

D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian


Peneliti berperan sebagai observer sekaligus guru kelas yang berkolaborasi
dengan satu guru IPS sebagai partner (dalam hal ini guru IPS kelas VIII) untuk
mengevaluasi kelebihan dan kekurangan peneliti dalam proses pembelajaran
Numbered Heads Together pada materi IPS. Sebagai kolabolator yaitu membantu
peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melakukan refleksi,
serta menentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya.
Sebagai observer yaitu memberi penilaian terhadap peneliti dalam melakukan

3
Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas..h. 16
38

proses pengajaran dengan menerapkan metode NHT, mengamati aktivitas siswa


selama proses pembelajaran, dan menilai hasil belajar IPS siswa setelah diberikan
pretes dan postes disetiap siklus. Untuk mencapai hasil penelitian yang akurat dan
sesuai dengan tujuan penelitian, maka dibutuhkan solidaritas yang kuat antara
peneliti dengan guru mata pelajaran. Keduanya sama-sama mempunyai peranan
yang sangat penting.

E. Tahapan Intervensi Tindakan


Penelitian tindakan diawali dengan melakukan penelitian pendahuluan (pra
penelitian) kemudian akan dilanjutkan dengan siklus I dan siklus selanjutnya
hingga mencapai indikator keberhasilan.
Adapun uraian dari tahap-tahap penelitian di atas adalah sebagai berikut:
1. Pra penelitian
a. Pengamatan keadaan kelas
Pada kegiatan ini peneliti pengamatan awal terhadap proses pembelajaran
di kelas VIII SMP Nusantara Plus Tangerang Selatan. Waktu pelaksanaan
observasi yakni satu minggu sebelum melakukan tindakan.
b. Wawancara
Wawancara dilakukan terhadap guru mata pelajaran dan siswa. Tujuannya
adalah untuk mengetahui gambaran umum mengenai proses pembelajaran
IPS, untuk mengetahui minat dan hasil belajar siswa terhadap mata
pelajara IPS, serta untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh
guru dan siswa dalam proses pembelajaran IPS di kelas VIII.
2. Siklus PTK
1) Tahap Perencanaan
a. Membuat RPP dengan mengintegrasikan penerapan metode numbered
heads together.
b. Membuat hand out untuk media belajar siswa.
c. Menyiapkan instrument (tes, lembar observasi, catatan lapangan dan
angket).
d. Membuat soal tes Siklus I untuk siswa.
39

2) Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar IPS pada materi Ekonomi dengan
menerapkan pembelajaran metode numbered heads together, kemudian
dilanjutkan dengan pemberian tes Siklus.
3) Tahap Observasi
a. Kalaborator mengobservasi proses pembelajaran dengan metode
numbered heads together.
b. Peneliti mengamati hasil belajar siswa selama proses pembelajaran
lewat aspek-aspek yang ingin diamati.
c. Mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa
4) Tahap Refleksi
Mengevaluasi proses pembelajaran Siklus I.
Berdasarkan hasil penelitian siklus I apabila indikator keberhasilan
belum dicapai, maka penelitian dilanjutkan ke siklus II, dengan hasil
refleksi siklus I sebagai acuannya. Siklus II dan siklus selanjutnya hingga
hasil penelitian mencapai indikator keberhasilan. Hasil refleksi dijadikan
landasan untuk membuat perencanaan dan pelaksanaan siklus-siklus
berikutnya hingga indikator pencapaian dianggap tuntas.
3. Penulisan Laporan Penelitian

F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan


Hasil intervensi tindakan yang diharapkan (indikator pencapaian) dari
penelitian ini yaitu:
1. Adanya peningkatan minat belajar siswa pada proses pembelajaran IPS.
2. Adanya peningkatan hasil belajar (pos test dan pre test) siswa pada pelajaran
IPS yang dilihat dari ketercapaian KKM. Indikator keberhasilan ketuntasan
belajar (hasil belajar) yang diharapkan mecapai presentase 75% dengan nilai
KKM > 65.
40

G. Data dan Sumber Data


Data dan sumber penelitian ini ada dua macam, yaitu:
1. Data kualitatif : hasil observasi guru dalam proses pembelajaran, hasil
observasi siswa, hasil wawancara dengan guru mata pelajaran dan siswa,
catatan lapangan, serta dokumentasi (berupa foto kegiatan pembelajaran).
2. Data kuantitatif: nilai tes siswa dan angket untuk mengukur tentang minat
belajar siswa.
Sumber data diperoleh dari guru mata pelajaran dan siswa-siswi SMP
Nusantara Plus Tangerang Selatan.

H. Instrumen-Instrumen Pengumpulan Data yang Digunakan


Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian
ini terdiri atas dua jenis, yaitu:
1. Instrument Tes
Tes merupakan alat pengukur data yang berharga dalam penelitian. Tes
ialah seperangkat rangsangan yang diberikan kepada seseorang dengan
maksud mendapatkan jawaban-jawaban yang dijadikan penetapan skor
angka. 4
Lembar tes tertulis ini berupa pre test dan post test soal-soal pada
materi IPS berbentuk pilihan ganda. Tes tersebut dalam bentuk tes obyektif
jenis pilihan ganda sebanyak 30 soal untuk siklus I dan siklus II dan III 20
soal. Skor yang digunakan untuk soal adalah bernilai 1 (satu) untuk soal yang
dijawab benar dan bernilai 0 (nol) untuk soal yang dijawab salah. Tes ini
diberikan kepada siswa kelas VIII-1 sebelum dan sesudah pembelajaran
dengan menggunakan metode Numbered Heads Together untuk memperoleh
gambaran hasil belajar siswa sebelum dan sesudah aktivitas siswa saat proses
pembelajaran.

4
Nizar Alam Hamdani, dan Dody Hermana, Classroom Action Research.., h.77
41

Tabel 3.2
Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus Pertama

Standar Kompetensi Indikator No Soal Jumlah


Kompetensi dasar
Memahami Mendeskripsi 1. Menggolongkan 1,2,13,17,20, 6
kegiatan kan pelaku pelaku ekonomi 28
pelaku ekonomi: utama dalam
ekonomi di rumah perekonomian
masyarakat tangga, Indonesia
masyarakat, 2. Menguraikan peran 3,4,6,7,8,9,10 16
perusahaan, rumah tangga sebagai ,11,14,15,16,
koperasi, dan pelaku ekonomi. 19,21,26,27,3
negara. 0
3. Menguraikan peran 5,12,18,22,2 8
masyarakat sebagai 3,24,25,29
pelaku ekonomi.
Jumlah 30

Tabel 3.3
Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus Kedua
Standar Kompetensi Indikator No Soal Jumlah
Kompetensi dasar
Memahami Mendeskripsik 1. Menguraikan peran 1,2,4,9,13, 7
kegiatan an pelaku perusahaan sebagai 16,20
pelaku ekonomi : pelaku ekonomi.
ekonomi di rumah tangga, 2. Menguraikan peran 3,7,11,14,15, 6
masyarakat masyarakat, koperasi sebagai 18,
perusahaan, pelaku ekonomi.
koperasi, dan 3. Menguraikan peran 5,6,8,10,12,1 7
negara. negara sebagai 7,19
pelaku ekonomi.
Jumlah 20

Tabel 3.4
Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Siklus Ketiga
Standar Kompetensi Indikator No Soal Jumlah
Kompetensi dasar
Memahami Mengidentifik 1. Menjelaskan 1,13,16,17 4
kegiatan asikan bentuk pengertian pasar
pelaku pasar dalam dalam kegiatan
ekonomi di kegiatan ekonomi
42

masyarakat ekonomi
masyarakat 2. Menguraikan fungsi 4,7,14,15, 6
pasar dalam 18,19
perekonomian
3. Mengelompokkan 2,3,5,6,8,9 10
jenis-jenis pasar ,10,11,12,
20
Jumlah 20

2. Insturmen Nontes
a) Lembar Observasi
Observasi adalah kegiatan pengamatan untuk memotret
seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. 5 Lembar
observasi yang digunakan pada peleitian ini adalah lembar observasi
untuk melihat aktivitas siswa ketika proses pembelajaran berlangsung
dan lembar observasi kegiatan guru. Lembar observasi guru bertujuan
untuk melihat konsistensi guru terhadap RPP yang telah dibuat.
b) Catatan Lapangan
Catatan lapangan adalah catatan yang dibuat oleh peneliti atau
mitra peneliti yang melakukan pengamatan atau observasi terhadap
subjek atau objek penelitian tindakan kelas. 6 Catatan lapangan
diperlukan untuk merekam kejadian-kejadian selama proses
pembelajaran berlangsung. Catatan lapangan meliputi rencana,
tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil refleksi ini peneliti
dapat melakukan perbaikan-perbaikan terhadap rencana awal.
c) Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan
mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subyek yang diteliti. 7
Menurut kunandar wawancara merupakan pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat

5
Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi
Guru. (Jakarta: Rajawali Pers,2009).h. 143
6
Kunandar, Langkah Mudah .., h.197
7
Nizar Alam Hamdani, dan Dody Hermana, Classroom Action Research., h.76
43

memberikan informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan


permasalahan penelitian tindakan kelas. 8 Wawancara dilakukan untuk
mengetahui permasalahan yang ada di sekolah. Wawancara dilakukan
untuk mengungkap kebiasaan yang dilakukan oleh guru selama
pembelajaran IPS Ekonomi dan hasil belajar yang didapat oleh siswa
serta guru dalam mengatasi permasalahan terjadi di kelas.
d) Angket
Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan memberi seperangkat pertanyaan dan pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya. 9 Angket diberikan
kepada siswa setelah berakhirnya penelitian, tujuannya adalah untuk
mengetahui minat belajar siswa setelah belajar IPS Ekonomi dengan
metode NHT.
Tabel 3.5
Kisi-Kisi Angket

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode Numbered Heads


Together Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPS Ekonomi

Variabel Dimensi Indikator Item


pertanyaan
Metode - Keaktifan - Aktif belajar dengan metode 5,7
Numbered Numbered Heads Together
Heads
Together
Minat Belajar - Usaha dalam - Semangat belajar 10
IPS Ekonomi belajar

- Pemahaman - Lebih mudah memahami 3,9


konsep

- Perasaan - Senang dan nyaman 2,6,


senang terhadap proses
pembelajaran

8
Kunandar, Langkah Mudah.., h.157.
9
Sugiyono, Metode Penilitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D,
(Bandung: Alfabeta,2010), cet.ke-10,h.199
44

- Perasaan - Ketertarikan terhadap proses 1,8


tertarik pembelajaran

- Perhatian - Memperhatikan dalam 4


proses pembelajaran

e) Dokumentasi
Dokumentasi yang akan peneliti gunakan adalah dokumentasi
foto aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.

I. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan
observasi terhadap proses pembelajaran, melakukan wawancara, membuat catatan
lapangan, lembar observasi, dokumentasi, menyebarkan angket, dan
merekapitulasi nilai hasil belajar yang diperoleh siswa dari tes pada setiap akhir
siklus.
Setelah semua data terkumpul, peneliti bersama kolabolator (guru mata
pelajaran) melakukan analisis dan evaluasi data untuk membuat kesimpulan
mengenai peningkatan hasil belajar siswa, serta kelebihan dan kekurangan
penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan.

J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan (Trusworthiness) Studi


Validitas data dilakukan untuk menyakinkan diri bahwa data yang
diperoleh selama penelitian adalah benar dan valid menggunakan validitas isi
(Content Validity). Validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara
isi instrumen dengan materi yang telah diajarkan. Secara teknis pengujian
validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisi-kisi instrument, atau matrik
pengembangan instrumen. 10 Penulis menggunakan validitas instrument tes
menggunakan validitas isi yang di ujikan oleh pakar atau dalam hal ini adalah
dosen pembimbing yang disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari.

10
Sugyiono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D), (Bandung: Alfabeta, 2010 ) h.182
45

K. Analisis Data dan Interprestasi Hasil Analisis


1. Data Minat Belajar siswa terhadap Penerapan Model Pembelajaran
Kooperatif metode NHT
Pengolahan data hasil jawaban angket siswa dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1. Teknik pengolahan data
Untuk mengelola data dalam penulisan ini, penulis melakukan langkah-
langkah sebagai berikut:
a. Editing yaitu memeriksa kembali jawaban daftar pertanyaan yang
diserahkan oleh responden. Kemudian angket tersebut diperiksa satu
persatu, tujuannya untuk mengurangi kesalahan atau kekurangan yang
ada pada daftar pertanyaan yang telah diselesaikan. Jika ada jawaban
yang diragukan atau tidak dijawab, maka penulis menghubungi
responden yang bersangkutan untuk menyempurnakan jawabannya.
b. Scoring yaitu merupakan tahap pemberian skor terhadap butir-butir
pernyataan yang terdapat dalam angket. Dalam setiap pernyataan
dalam angket terdapat 4 butir jawaban yaitu: sangat setuju, setuju,
tidak setuju dan sangat tidak setuju, yang harus dipilih oleh responden.
Maka penulis melakukan perhitungan skor rata-ratanya dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Untuk jawaban yang pertanyaan positif, skornya:
Alternatif jawaban A mempunyai bobot 4
Alternatif jawaban B mempunyai bobot 3
Alternatif jawaban C mempunyai bobot 2
Alternatif jawaban D mempunyai bobot 1
2) Untuk jawaban yang pertanyaan negative, skornya:
Alternatif jawaban A mempunyai bobot 1
Alternatif jawaban B mempunyai bobot 2
Alternatif jawaban C mempunyai bobot 3
Alternatif jawaban D mempunyai bobot 4
46

c. Tabulating yaitu setelah diketahui setiap indikatornya, maka seluruh


data tersebut ditabulasikan dalam sebuah tabel untuk kemudian
diketahui perhitungannya.
2. Teknik analisis data
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis secara
kuantitatif yang dinamakan deskripsi analisis, yaitu menggambarkan apa
adanya.
Langkah pertama adalah membuat tabel frekuensi dan kemudian
dilengkapi dengan persentase. Dalam hal ini penulis menggunakan rumus
sebagai berikut:
f
P= x 100 %
N
Ket: P = Presentase
F = Frekuensi/jumlah yang mengisi
N = Jumlah responden
Setelah didapat hasil presentase dari angket yang disebarkan kepada siswa,
maka akan menentukan kategori penilaian dari hasil penelitian tersebut,
penulis merumuskan sebagai berikut 11 :
Table 3.6
Kategori Penilaian
No Presentase Penafsiran
1 100% Seluruhnya
2 90%-99% Hampir seluruhnya
3 60%-89% Sebagian besar
4 51%-59% Lebih dari setengah
5 50% Setengahnya
6 40%-49% Hampir setengahnya
7 20%-39% Sebagian kecil
8 10%-19% Sedikit
9 0,1%-9% Sedikit sekali
10 0% Tidak ada sama sekali

11
Ahmad Supardi dan Wayudin Syah, Metodologi Riset, (Bandung: IAIN SGD, 1984),
Cet.Ke-1, h.52.
47

Selanjutnya, untuk mengetahui minat belajar siswa SMP Nusantara


Plus terhadap IPS, maka penulis menghitung rata-rata minat belajar
tersebut dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
x
Mx =
N
Ket : Mx = Mean (rata-rata) yang dicari
x = Jumlah dari skor-skor (nilai-nilai) yang ada
N = Number of cases (banyaknya skor-skor itu sendiri). 12
Kemudian penulis menentukan kategori penilaian minat belajar
tersebut, di antaranya:
Kategori penilaian minat belajar tersebut, diantaranya:
36- 40 : Sangat tinggi
31-35 : Tinggi
26- 30 : Sedang
21- 25 : Rendah
2. Tes Hasil Belajar
Dalam menganalisis data hasil belajar pada aspek kognitif atau
penguasaan konsep menggunakan analisis deskriftif dari setiap siklus dengan
menggunakan gain skor, nilainya selisih antara nilai pretes dan postes dibagi
dengan kenaikan skor maksimum, gain menunjukkan peningkatan pemahaman
atau penguasaan konsep siswa setelah pembelajaran dilakukan guru.
Untuk mengetahui peningkatan skort pre test dan post test
menggunakan rumusan Normalized Gain. 13
Skor Post Test Skor Pre Test
N gain =
Skor Ideal Skor Pre Test
Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa mengalami peningkatan
atau tidak maka digunakan kriteria sebagai berikut:
Kategori: Tinggi : g>0.7
Sedang : 0,3<g<0,7
Rendah : g<0,3

12
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,
2005), cet. XV, H.81
13
Melly Delvianita, Penerapan pembelajaran Konstruktivisme model Learning Cycle
untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep Struktur Organ Tumbuhan,
Jurusan Pendidikan IPA Fakultas FITK UIN Jakarta, 2008,hal.56.
48

3. Data Observasi
a. Data observasi kegiatan guru
Data hasil ukur kegiatan guru diolah secara kualitatif. Skor
rata-rata kegiatan guru akan dibagi menjadi lima kategori skala ordinal,
yaitu baik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekali seperti klasifikasi
pada tabel 3.7
Tabel 3.7 Klasifikasi kegiatan guru

Skor Kategori
5 Baik sekali
4 Baik
3 Cukup
2 Kurang
1 Kurang sekali

Data yang diperoleh dari observasi merupakan data kualitatif


dan diskonversi ke dalam bentuk penskoran kuantitatif berdasarkan
jumlah siswa yang memunculkan tiap indikator. Pada pengelolaan data
ini digunakan rumus: 14
f
P= x 100 %
N
Keterangan:
P = angka presentasi
F = Frekuensi nilai yang memunculkan indikator.
N = Jumlah nilai keseluruhan.
Adapun kriteria pengujian: 15
P = 80%-100% = Sangat baik
P = 70%-79% = Baik
P = 60%-69% = Cukup
P = 50 %-59% = Kurang
P = 0%- 49% = Sangat kurang

14
Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo persada,
2008), h.43
15
Muhibbin syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Jakarta:PT remaja
rosda karya, 2010),cet 15, h.153
BAB IV
DESKRIPSI, ANALISIS DATA, INTERPRETASI
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Sekolah


1. Sejarah Singkat SMP Nusantara
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nusantara Plus didirikan pada Tahun
Pelajaran 2006-2007, merupakan salah satu SMP swasta di daerah Wilayah
Ciputat Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Sebelum SMP Nusantara
didirikan maka Yayasan Aldiana Nusantara membuka salah satu perguruan tinggi
pariwisata yaitu Akademi Pariwisata Nusantara (AKPIN) dari Tahun 1995 sampai
dengan sekarang dengan jenjang pendidikan D1, D2 dan D3 Perhotelan.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nusantara Plus beralamat di Jalan
Tarumanegara Dalam No. 1, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten dibawah
naungan Yayasan Aldiana Nusantara. Yayasan Aldiana Nusantara didirikan pada
tanggal 22 Oktober 1995 yang disahkan dengan akte pendirian yayasan nomor 10
oleh Notaris Ny. Nonich Mundjahid, SH. 1

2. DATA SEKOLAH (PROFIL SEKOLAH)


1. Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus
2. No. Statistik Sekolah : 202 280 310 031
3. NPSN : 157 2061 3959
4. Alamat Sekolah : Jl. Tarumanegara Dalam No. 1 Pisangan
Ciputat 15419 Tangerang Selatan- Banten
5. Telepon : (021) 747 07 222

1
Sejarah SMP Nusantara Plus Ciputat.

49
50

6. Fax : (021) 747 10 824


7. Status Sekolah : Swasta
8. Status Pembinaan : -
9. Luas Lahan/Tanah : 5.000 M2
10. Status Kepemilikan : Hak Milik
11. Nama Kepala Sekolah : Cecep Setiawan, MA
12. Pendidikan Terakhir : Strata dua (S2) Magister Agama
13. Masa Penugasan : 1. Mulai tanggal : 30 Juni 2009
2. Berakhir tanggal : ----
14. No. Rekening Sekolah : 0924-01-007852-53-9
(Bank BRI Unit Juanda)
15. Jumlah Peserta Ujian Nasional : 212 Peserta Pada Tahun 2008 / 2009
16. Prosentase Lulusan : 98.9 % Pada Tahun 2008 / 2009
17. Data Jumlah Kelas, Rombel, dan Siswa Tahun Pelajaran 2010 / 2011 :
Tabel 4.1
Jumlah Siswa Keseluruhan SMP Nusantara
Plus Tahun Ajaran 2010/2011
Jumlah Siswa
Data Jumlah
No. Laki
Kelas Rombel Perempuan Jumlah
Laki
1 Kelas VII 4 67 96 163
2 Kelas VIII 4 72 64 136
3 Kelas IX 4 72 82 154
Total 12 211 242 453

Tabel 4.2
JUMLAH SISWA SISWI PERKELAS SMP NUSANTARA PLUS
TAHUN AJARAN 2010-2011
NO KELAS L P TOTAL
1 VII- 1 17 23 40
2 VII- 2 17 25 42
3 VII- 3 17 24 41
4 VII- 4 16 24 40
5 VIII- 1 18 15 33
6 VIII- 2 18 15 33
7 VIII- 3 19 16 35
51

8 VIII- 4 17 18 35
9 IX- 1 19 19 38
10 IX- 2 18 20 38
11 IX- 3 19 19 38
12 IX- 4 16 24 40
Total Keseluruhan 211 242 453
18. Jenjang Pendidikan dan Status Guru :

Tabel 4.3
Jenjang Pendidikan dan Status Guru SMP Nusantara Plus
Tahun Ajaran 2010/2011
Status
Jenis Kelamin
Tingkat Guru
No. Jumlah Ket.
Pendidikan GT GTT Laki- Perempuan
laki
1 S3 1 1 1
1 S2 2 - 1 1 2
2 S1 14 12 14 12 26
3 D3 - - - - -
4 D2 - - - - -
5 D1 - - - - -
Total 17 12 16 13 29

19. Rata rata Beban Mengajar Guru :


(12 Kelas x 34 jam) : 29 Guru = 408 : 29 = 14,07 jam
20. Data Mata Pelajaran dan Jumlah Gurunya 2 :
Tabel 4.4
Data Mata Pelajaran dan Jumlah Guru SMP Nusantara Plus
Tahun Ajuran 2010/2011
Jumlah Status Guru
No. Mata Pelajaran
Guru PNS GTT Bantu Honor
1 Pendidikan Agama
a. Quran Hadits 2 1
b. Aqidah Akhlah 3 2
c. Fiqih 2 2
d. Sejarah Kebudayaan Islam 1 1
2 Pendidikan Kewarganegaraan 2
3 Matematika 2 2
4 Bahasa Indonesia 2 2

2
Data SMP Nusantara Plus Ciputat.
52

5 Bahasa Inggris 3 3
6 Ilmu Pengetahuan Alam 3 3
7 Ilmu Pengetahuan Sosial 6 5
8 Penjaskes 2 2
9 Pend. Seni Budaya 2 2
10 Tek. Info. Dan Komunikasi 2 2
11 BK / BP 2 2
Total 34 23

3. Visi, Misi Dan Strategi SMP Nusantara Plus


a. Visi Sekolah
Menjadikan lulusan yang santun dalam berbahasa, ramah dalam bergaul,
maju dalam IPTEK dan berakhlak mulia.
b. Misi Sekolah
1. Mengintegrasikan ilmu exact dan ilmu agama yang bermoral dan
religius.
2. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang bersifat teoritis dan
praktis dalam kerangka profesionalitas.
3. Mengedepankan pendidikan agama dalam menciptakan lulusan tang
berakhlak mulia.
4. Mendidik lulusan yang berpengalaman dan dapat dipertanggung
jawabkan guna kepentingan universal.
5. Setiap alumni dibekali sikap mental dan mampu bersaing dalam
memasuki dunia pendidikan yang unggul.
c. Strategi Sekolah
Dalam rangka menghadapi persaingan global multi dimensi SMP
Nusantara Plus, selain mengintegrasikan ilmu exact dan ilmu agama juga
mampu menawarkan program kelas khusus bagi siswa yang berminat
dalam kedua bidang tersebut. Bagi mereka yang mau mendalami ilmu
agama kami sediakan waktu khusus begitu juga kelas exact.
53

4. Tujuan, Strategi, Sasaran dan Prioritas


a. Tujuan SMP Nusantara Plus
1. Meningkatkan prilaku akhlak mulia bagi peseerta didik.
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan
minat dan bakat peserta didik.
3. Mengembangkan kepribadian manusia yang utuh bagi peserta didik.
4. Mempersiapkan peserta didik sebagai bagian dari anggota masyarakat
yang mandiri dan berguna bagi agama dan negara.
5. Mempersiapkan peserta didik dalam melanjutkan pendidikan lebih
lanjut.
Tujuan sekolah kami tersebut secara bertahap akan dimonitoring,
dievaluasi dan dikendalikan setiap kurun waktu tertentu, untuk mencapai
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Sekolah Menengah Pertama dan
Madrasah Tsanawiyah yang dibakukan secara nasional, sebagai berikut :
a. Berfikir secara logis, kritis, kreatif, inovatif dalam memecahkan
masalah, serta berkomunikasi melalui berbagai media.
b. Menyakini, memahami dan menjalankan ajaran agama yang diyakini
dalam kehidupan.
c. Menjalankan pola hidup, bugar dan sehat.
d. Memahami dan menjalankan hak hak dan kewajiban untuk berkarya
dan memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
e. Menyenangi dan menghargai seni.
f. Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan
bangga terhadap bangsa dan tanah air.
b. Strategi SMP Nusantara Plus :
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
2. Menumbuhkan kesadaran penuntasan wajib belajar 9 (sembilan) tahun.
3. Meningkatkan disiplin guru, pegawai dan peserta didik.
4. Pengembangan isi kurikulum dengan diselenggarakannya Workshop
workshop untuk guru guru SMP Nusantaram Plus.
54

5. Pengembanagan dan peningkatan SDM Pendidik dan Tenaga


Kependidikan dengan dilaksanakannya Monitoring dan Evaluasi.
6. Pengembangan metode pengajaran, bahan, sumber dan penilaian untuk
semua mata pelajaran.
7. Pengembanagan Sarana dan Prasarana pendidikan sehingga terciptanya
lingkungan belajara yang kondusif.
8. Mengembangkan standar pencapaian ketuntasan kompetensi dan
kelulusan tiap tahunnya.
9. Mengembangkan istrumen atau perangkat soal soal untuk berbagai
model evaluasi.
10. Menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompeten
pada bidangnya.
11. Mengembangkan kejuaraan lomba lomba akademik dan non
akademik.
12. Peningkatan mutu Kelembagaan dan Manajemen dengan membuat
jaringan kerja secara vertikal dan horizontal.
13. Memberdayakan potensi sekolah dan lingkungan.
14. Optimalisasi layanan pada masyarakat.

c. Sasaran dan Prioritas SMP Nusantara Plus :


1. Sekolah meningkatkan Isi Kurikulum kelas VII, VIII dan IX.
2. Sekolah meningkatkan SDM pendidik dan tenaga kependidikan.
3. Sekolah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik
dalam bidang IPTEK.
4. Sekolah meningkatkan standar proses.
5. Sekolah meningkatkan standar penilaian.
6. Sekolah meningkatkan standar kelulusan.
7. Sekolah meningkatkan mutu lulusan peserta didik di bidang akademik
dengan rata rata nilai 7,50.
8. Sekolah meningkatkan fasilitas pendidikan.
55

9. Sekolah meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang non


akademik (ekstra-kulukuler/life skill), baik olah raga, kesenian, dan
keterampilan.
10. Sekolah meningkatkan mutu kelembagaan dan manajemen.
11. Sekolah meningkatkan standar pembiayaan. 3

B. Deskripsi Data Hasil Pengamatan Efek/ Hasil Intervensi Tindakan


Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Nusantara Plus Ciputat kelas VIII-
1 sebanyak 33 orang yang terdiri dari jumlah siswa putri 17 orang dan siswa putra
16 orang. Berdasarkan hasil observasi baik melalui pengamatan langsung maupun
hasil wawancara dengan kelas VIII-1, peneliti dapat menyimpulkan bahwa
kendala-kendala yang dihadapi pada saat proses pembelajaran IPS Ekonomi di
kelas VIII-1 di antaranya adalah siswa banyak yang tidak mengerti materi yang
disampaikan guru, mereka kadang asyik ramai sendiri, konsentrasi siswa kurang
terfokus pada pembelajaran IPS, metode yang digunakan yaitu metode ceramah
sehingga membuat siswa bosan dan jenuh dalam proses pembelajaran, dan
keberadaan guru pada waktu pembelajaran kurang mendapat perhatian siswa.
Berdasarkan kendala-kendala tersebut, maka peneliti mencoba
menerapkan metode yang belum pernah digunakan oleh guru mata pelajaran IPS
Ekonomi, yaitu metode Numbered Heads Together. NHT merupakan bagian dari
model pembelajaran kooperatif. Layaknya pembelajaran kooperatif, NHT lebih
mengedepankan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. NHT menerapkan
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Karena dalam NHT memakai sistem
pembelajaran kelompok, jadi sangat diharapkan agar terjalin interaksi yang saling
mendukung antara sesama siswa sehingga dapat memupuk rasa kerja sama dan
tanggung jawab dari masing-masing siswa atau anggota kelompok.
Oleh sebab itu, objek peneliti dan guru mata pelajaran yang menjadi
kolaborator dan observer, mengembangkan rencana tindakan berdasarkan
pengamatan awal terhadap proses pembelajaran yang aktif, tujuannya untuk
memperbaiki proses pembelajaran IPS Ekonomi, meningkatkan minat dan hasil

3
Profil SMP Nusantara Plus Ciputat.
56

belajar siswa. Sebelum melakukan tindakan, pada tahap ini peneliti dan guru mata
pelajaran IPS Ekonomi membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
membuat hand out terkait dengan materi yang akan diajarkan sebagai media
pembelajaran siswa, menyiapkan instrumen (tes, lembar observasi, catatan
lapangan, angket).
Selanjutnya adalah tahap pelaksanaan tindakan, maksudnya adalah
tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali yang bertujuan untuk
memperbaiki keadaan proses pembelajaran IPS Ekonomi. Pada tahap pelaksanaan
tindakan ini, dalam satu siklus terdiri dari satu pertemuan.
Pada siklus pertama, proses pembelajaran diawali dengan memberi salam
dan mengabsen siswa. Selanjutnya dengan apersepsi yang dilakukan oleh guru,
tujuannya untuk menstimulus atau merangsang siswa untuk berpikir mengenai
materi yang akan dipelajari. Setelah siswa berpikir, menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh guru, atau bahkan mengungkapkan pendapatnya. Kemudian guru
menyampaikan tujuan dari pembelajaran. Selanjutnya guru memberikan soal
pretes kepada siswa, tujuannya untuk mengukur seberapa jauh siswa telah
memiliki kemampuan mengenai hal-hal yang akan dipelajari. Guru menjelaskan
materi secara keseluruhan. Setelah itu, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
sebelum dibagi kelompok guru menjelaskan langkah-langkah metode NHT.
Masing-masing siswa dalam kelompok diberikan nomor yang berbeda-beda dan
diberikan tugas untuk didiskusikan. Salah satu siswa dari setiap kelompok
dipanggil sesuai dengan nomornya masing-masing kemudian mempresentasikan
hasil diskusinya. Guru menyimpulkan materi yang kurang atau bahkan tidak
dipahami oleh siswa. Proses pembelajaran pada siklus I diakhiri dengan
melakukan postes, tujuannya adalah untuk mengukur apakah siswa telah
menguasai kompetensi tertentu seperti yang dirumuskan dalam indikator hasil
belajar.
Pada tahap observasi, guru mata pelajaran mengobservasi proses
pembelajaran dengan motode NHT sekaligus mengamati aktivitas siswa, menilai
hasil belajar IPS Ekonomi setelah diberikan tes awal (pre test) dan tes akhir (pos
57

test), dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran. Hal ini dilakukan sesuai


dengan fungsi observasi yaitu mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait.
Terakhir adalah tahapan analisis dan refleksi, di mana peneliti bersama
guru mata pelajaran yang bertugas sebagai kolaborator dan observer menganalisis
sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran pada siklus I, tindakan yang
diberikan sudah sesuai atau belum dengan konsep penelitian. Kemudian hasil
penelitian siklus I dibandingkan dengan indikator keberhasilan. Tahap refleksi
tujuannya untuk memperbaiki dan menyempurnakan tindakan yang akan
diberikan di siklus berikutnya. Melalui refleksi, berbagai kendala yang muncul
dikelas pada saat pemberian tindakan didiskusikan untuk mencari solusi yang
dapat memperbaiki mutu pembelajaran IPS Ekonomi. Kendala yang muncul pada
saat proses pembelajarannya diantaranya adalah terdengar suara rebut dari
masing-masing kelompok kooperatif karena masih membingung dengan metode
NHT, siswa masih belum dapat bekerja sama dengan kelompoknya, beberapa
orang siswa tidak mendengarkan penjelasan guru, dan alokasi waktu untuk
pengerjaan tugas, pembahasan dan kesimpulan belum optimal.
Berdasarkan penjelasan di atas mengenai hasil penelitian di siklus I,
peneliti merasa penelitiannya harus dilanjutkan ke siklus II karena dirasa belum
berhasil menerapkan metode NHT mata pelajara IPS Ekonomi. Selain itu hasil
belajar siswa pun masih perlu ditingkatkan. Meski demikian, sebagain besar siswa
terlihat senang dan sangat semangat ketikan belajar IPS Ekonomi dengan
menggunakan metode NHT.
Pada siklus II, peneliti melaksanakan tindakan berdasarkan perencanaan
yang telah dikembangkan setelah melakukan refleksi di siklus I.
Tahap awal, adalah perencanaan, di mana peneliti dan guru mata pelajaran
yang menjadi kolabolator dan observer, mengembangkan rencana tindakan
berdasarkan hasil refleksi di siklus I. Sebelum melakukan tindakan, pada tahap
peneliti ini peneliti dan guru mata pelajaran IPS Ekonomi membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat hand out dan peta konsep terkait
dengan materi yang akan diajarkan sebagai media pembelajaran siswa, dan
membuat soal tes siklus II.
58

Pelaksanaan pembelajaran siklus II juga dilakukan satu kali pertemuan.


Pertemuan di siklus II agak sedikit berbeda dengan pertemuan siklus I, dalam
kegiatan awal sama seperti siklus I, dilanjutkan dengan pemberian soal pretes
kepada siswa. Guru menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep dan
membagikan hand out kepada siswa, agar siswa lebih paham tentang pembahasan
materinya. Setelah itu, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sebelum dibagi
kelompok guru menjelaskan langkah-langkah metode NHT. Masing-masing
siswa dalam kelompok diberikan nomor yang berbeda-beda dan diberikan tugas
untuk didiskusikan. Salah satu siswa dari setiap kelompok dipanggil sesuai
dengan nomornya masing-masing kemudian mempresentasikan hasil diskusinya.
Guru menyimpulkan materi yang kurang atau bahkan tidak dipahami oleh siswa
dan memberikan penghargaan kepada kelompok yang menjawab pertanyaan
dengan tepat. Proses pembelajaran pada siklus II diakhiri dengan melakukan
postes.
Pada tahap observasi, guru mata pelajaran mengobservasi proses
pembelajaran dengan metode NHT sekaligus mengamati aktivitas siswa, menilai
hasil belajar IPS Ekonomi setelah diberikan tes awal dan tes akhir, dan
mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait.
Tahapan akhir adalah analisis dan refleksi, di mana peneliti bersama guru
mata pelajaran yang bertugas sebagai kolaborator dan observer menganalisis
sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran pada siklus II, tindakan yang
diberikan sesuai dengan konsep penelitian. Kemudian hasil penelitian siklus II
dibandingkan indikator keberhasilan. Proses pembelajaran dengan menggunakan
metode NHT sudah cukup berjalan dengan baik, antusias siswa dalam
pembelajaran meningkat. Dalam siklus II terjadi peningkatan hasil belajar IPS
Ekonomi siswa dari siklus I ke siklus II dan sudah mencapai indikator.
Berdasarkan penjelasan di atas mengenai hasil penelitian di siklus II,
peneliti merasa penelitiannya harus dilanjutkan ke siklus III karena dirasa belum
mencapai kesempurnaan menerapkan metode NHT mata pelajaran IPS Ekonomi.
Selain itu hasil belajar siswa pun masih perlu ditingkatkan. Meski demikian,
sebagian besar siswa terlihat senang dan sangat semangat ketika belajar IPS
Ekonomi dengan menggunakan metode NHT.
59

Pada siklus III, peneliti melaksanakan tindakan berdasarkan perencanaan


yang telah dikembangkan setelah melakukan refleksi di siklus II.
Tahap awal, adalah perencanaan, di mana peneliti dan guru mata pelajaran
yang menjadi kolabolator dan observer, mengembangkan rencana tindakan
berdasarkan hasil refleksi di siklus II. Sebelum melakukan tindakan, pada tahap
peneliti ini dan guru mata pelajaran IPS Ekonomi membuat Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), membuat hand out, peta konsep dan gambar terkait dengan
materi yang akan diajarkan sebagai media pembelajaran siswa, dan membuat soal
tes siklus III.
Pelaksanaan pembelajaran siklus III juga dilakukan satu kali pertemuan.
Pertemuan di siklus III agak sedikit berbeda dengan pertemuan siklus II, dalam
kegiatan awal sama seperti siklus II, dilanjutkan dengan pemberian soal pretes
kepada siswa. Guru menjelaskan materi dengan menggunakan peta konsep,
gambar dan membagikan hand out kepada siswa, agar siswa lebih paham tentang
pembahasan materinya. Setelah itu, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
sebelum dibagi kelompok guru menjelaskan langkah-langkah metode NHT.
Masing-masing siswa dalam kelompok diberikan nomor yang berbeda-beda dan
diberikan tugas untuk didiskusikan. Salah satu siswa dari setiap kelompok
dipanggil sesuai dengan nomornya masing-masing kemudian mempresentasikan
hasil diskusinya. Guru menyimpulkan materi yang kurang atau bahkan tidak
dipahami oleh siswa dan memberikan penghargaan kepada kelompok yang
menjawab pertanyaan dengan tepat. Proses pembelajaran pada siklus III diakhiri
dengan melakukan postes.
Pada tahap observasi, guru mata pelajaran mengobservasi proses
pembelajaran dengan metode NHT sekaligus mengamati aktivitas siswa, menilai
hasil belajar IPS Ekonomi setelah diberikan tes awal dan tes akhir, dan
mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait.
Tahapan akhir adalah analisis dan refleksi, di mana peneliti bersama guru
mata pelajaran yang bertugas sebagai kolaborator dan observer menganalisis
sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran pada siklus II, tindakan yang
diberikan sesuai dengan konsep penelitian. Kemudian hasil penelitian siklus III
60

dibandingkan indikator keberhasilan. Proses pembelajaran dengan menggunakan


metode NHT sudah berjalan dengan baik, antusias siswa dalam pembelajaran
meningkat. Dalam siklus III terjadi peningkatan hasil belajar IPS Ekonomi siswa
dari siklus II ke siklus III dan sudah mencapai indicator keberhasilan. Proses
pembelajaran dengan menggunakan metode NHT sudah berjalan dengan baik.
Peneliti merasa tindakannya sudah mencapai indikator keberhasilan, sehingga
penelitian dihentikan di siklus III.
Setelah peneliti melakukan tindakan yang mencapai indikator
keberhasilan, peneliti menggunakan angket untuk disebarkan kepada siswa. Untuk
memperoleh data tentang bagaimana minat belajar siswa terhadap penerapan
model pembelajaran kooperatif metode NHT. Tindakan ini dilakukan setelah
tindakan selesai yaitu siklus III. Angket ini terdiri dari 10 pertanyaan dan
termasuk angket terutup. Berdasarkan data yang dikumpulkan, selanjutnya penulis
akan menjabarkan tabel dengan menggunakan rumus persentase, kemudian dari
hasil perhitungan atau mengolah data, penulis akan memberikan interpretasi
sesuai dengan analisi yang ada. Hasil angket minat belajar siswa menunjukkan
bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS Ekonomi dengan metode NHT
dikategorikan minat tinggi.

C. Pemeriksaan Keabsahan Data


Data hasil belajar diperoleh dari tes yang berupa pretes, yaitu tes yang
dilakukan sebelum memperoleh materi pelajaran dan postes, yaitu tes yang
dilakukan setelah siswa mendapatkan materi pelajaran. Masing-masing tes
diperiksa atau dikoreksi untuk mengetahui hasil belajar siswa. Kemudian dari
hasil pretes dan postes tersebut dianalisis dan diperbandingkan apakah telah
terjadi peningkatan hasil belajar atau tidak. Apabila hasil belajar yang diperoleh
tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan maka akan dilanjutkan ke siklus
selanjutnya sebagai perbaikan pembelajaran.
Data hasil penelitian juga diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan
oleh peneliti agar dapat mengevaluasi kegiatan pembelajaran sehingga dapat
memperbaiki kegiatan pembelajaran dikelas agar berjalan lebih baik. Selanjutnya
61

diberikan angket atau kuesioner kepada siswa untuk mengetahui tanggapan atau
minat belajar siswa mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif metode
Numberd Heads Together dalam mempelajari materi pelaku ekonomi dan pasar.
Selain itu, ada catatan lapangan untuk mengetahui kegiatan pembelajaran dan
dokumentasi sebagai bukti peneliti telah melaksanakan penelitian.

D. Analisis data
1. Hasil belajar Siswa
Pembelajaran IPS Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran
kooperatif metode Numbered Heads Together pada materi pelaku ekonomi dan
pasar bertujuan untuk minat dan hasil belajar IPS Ekonomi siswa. Data hasil
belajar (pretes dan postes) pada siklus I, siklus II dan siklus III dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 4.5
Hasil Belajar Siklus I

Siklus I
No Nama Siswa N-Gain Kategori
Pretest Postest
1 Adam Bactiar 4 6 0,3 Sedang
2 Ade Saiful K 5 7,3 0,5 Sedang
3 Ahmad Arifin 5 6,7 0,3 Sedang
4 Alfica RM 3,7 6 0,4 Sedang
5 Ali Akbar .L 4,3 5,7 0,2 Rendah
6 Anisa Nur Safitri 5 7 0,4 Sedang
7 Anisa Vilda W 6,3 8 0,5 Sedang
8 Delvina .A 4,3 6 0,3 Sedang
9 Eka Julya Nurul Azizah 6,7 7 0,1 Rendah
10 Eliya Efriyani 2,7 6,7 0,5 Sedang
11 Fikri Ali Putra 4,7 5 0,1 Rendah
12 Galang Bintang S 3,7 6,3 0,4 Sedang
13 Imelda Meivianty 3 6,3 0,5 Sedang
14 Izam Fahdian 3,7 6,3 0,4 Sedang
15 Jepri Ilham 4,3 6 0,3 Sedang
16 Kamal 3 6 0,4 Sedang
17 M. Helmi .P 4 5,7 0,3 Sedang
18 Melinda 3,3 5,3 0,3 Sedang
62

19 Miraj Amarullah 3,7 6,3 0,4 Sedang


20 Mirna Wati Dewi 3 5 0,3 Sedang
21 Nanda Wilda Nur Azizah 3,3 7,7 0,6 Sedang
22 Nazal Eldi Winata 4,7 7 0,4 Sedang
23 Rahma Okta S 4,3 6,3 0,4 Sedang
24 Reza .M.N 4,3 6,7 0,4 Sedang
25 Riswati 4,3 6,7 0,4 Sedang
26 Rizka Novindira 3,7 6 0,4 Sedang
27 Sahrul.N 3,7 6,7 0,5 Sedang
28 Satria P.A.N 4 6 0,3 Sedang
29 Sheila Sylviana Dewi 4,3 6 0,3 Sedang
30 Tesalonika 5 6,5 0,3 Sedang
31 Virsa May Dwi Nadya 4 8 0,7 Sedang
32 Wahyu.A 6,3 6,7 0,1 Rendah
33 Windi Agustin 4,7 6,3 0,3 Sedang
Jumlah 140 211,2 12
Rata-rata 4,2 6,4 0,4

Berdasarkan tabel 4.5 Agar lebih jelas hasil belajar IPS Ekonomi yang
diperoleh siswa, maka dapat dilihat grafik di bawah ini.
Grafik 4.1
N-Gain Siklus I

Hasil belajar siswa di siklus I masih harus ditingkatkan. Hal itu dapat
dibuktikan dengan masih banyak nilai siswa yang berada di bawah rata-rata. 4
siswa N-gainnya tergolong rendah, yakni nilai pretes antara 4,3 hingga 6,7 dan
nilai postes antara 5 hingga 7. 29 siswa N-gainnya tergolong sedang, dengan nilai
pretes yang diperoleh siswa antara 3 sampai 6,3 dan nilai postes antara 5 sampai
8. Dan tidak ada nilai N-gain siswa yang tergolong tinggi.
63

Tabel 4.6
Hasil Belajar Siklus II

Siklus II
No Nama Siswa N-Gain Kategori
Pretest Postest
1 Adam Bactiar 3,5 7 0,5 Sedang
2 Ade Saiful K 5,5 8 0,6 Sedang
3 Ahmad Arifin 6 7 0,3 Sedang
4 Alfica RM 5 6,5 0,3 Sedang
5 Ali Akbar .L 6 7,5 0,4 Sedang
6 Anisa Nur Safitri 5 8 0,6 Sedang
7 Anisa Vilda W 4,5 9 0,8 Tinggi
8 Delvina .A 4 6,5 0,4 Sedang
9 Eka Julya Nurul Azizah 4,5 9 0,8 Tinggi
10 Eliya Efriyani 3 7 0,6 Sedang
11 Fikri Ali Putra 4 6,5 0,4 Sedang
12 Galang Bintang S 5 6,5 0,3 Sedang
13 Imelda Meivianty 5 8 0,6 Sedang
14 Izam Fahdian 4 6,5 0,4 Sedang
15 Jepri Ilham 4 6,5 0,4 Sedang
16 Kamal 5,5 7 0,3 Sedang
17 M. Helmi .P 5,5 6,5 0,2 Rendah
18 Melinda 5 9 0,8 Tinggi
19 Miraj Amarullah 4,5 7 0,5 Sedang
20 Mirna Wati Dewi 5,5 7,5 0,4 Sedang
21 Nanda Wilda Nur Azizah 4 6,5 0,4 Sedang
22 Nazal Eldi Winata 4,5 6,5 0,4 Sedang
23 Rahma Okta S 5,5 7 0,3 Sedang
24 Reza .M.N 5 7 0,4 Sedang
25 Riswati 7 8,5 0,5 Sedang
26 Rizka Novindira 5 7,5 0,5 Sedang
27 Sahrul.N 5 6 0,2 Rendah
28 Satria P.A.N 4,5 8 0,6 Sedang
29 Sheila Sylviana Dewi 4 8 0,7 Sedang
30 Tesalonika 7 8,5 0,5 Sedang
31 Virsa May Dwi Nadya 6 9 0,8 Tinggi
32 Wahyu.A 4 6,5 0,4 Sedang
33 Windi Agustin 4,5 8,5 0,7 Sedang
Jumlah 161 244 16
Rata-rata 4,9 7,4 0,5
64

Grafik 4.2
N-Gain Siklus II

Hasil belajar IPS Ekonomi siswa di siklus II mengalami peningkatan dari


siklus I. Hal itu dapat dibuktikan dengan berkurangnya siswa mendapat nilai di
bawah rata-rata. 2 siswa N-gainnya tergolong rendah, yakni nilai pretes antara 5
hingga 5,5 dan nilai postes antara 6 hingga 6,5. 27 siswa N-gainnya tergolong
sedang, dengan nilai pretes yang diperoleh siswa antara 3 sampai 7 dan nilai
postes antara 6,5 hingga 8,5. Dan 4 siswa N-gainnya tergolong tinggi, dengan
perolehan nilai pretes antara 4,5 hingga 6 dan nilai postes 9.
Tabel 4.7
Hasil Belajar Siklus III

Siklus III
No Nama Siswa Pretest Postest N-Gain Kategori
1 Adam Bactiar 3 8 0,7 Sedang
2 Ade Saiful K 6 7,5 0,4 Sedang
3 Ahmad Arifin 3 7 0,6 Sedang
4 Alfica RM 3,5 8,5 0,8 Tinggi
5 Ali Akbar .L 4 8,5 0,8 Tinggi
6 Anisa Nur Safitri 4,5 8,5 0,4 Sedang
7 Anisa Vilda W 5 9 0,8 Tinggi
8 Delvina .A 4 8,5 0,8 Tinggi
9 Eka Julya Nurul Azizah 5 7 0,4 Sedang
10 Eliya Efriyani 3 8 0,7 Sedang
11 Fikri Ali Putra 4,5 8,5 0,7 Sedang
12 Galang Bintang S 6 7 0,3 Sedang
65

13 Imelda Meivianty 8,5 10 1 Tinggi


14 Izam Fahdian 5,5 6 0,1 Rendah
15 Jepri Ilham 6 8 0,5 Sedang
16 Kamal 4 8,5 0,8 Tinggi
17 M. Helmi .P 5 9 0,8 Tinggi
18 Melinda 6 7,5 0,4 Sedang
19 Miraj Amarullah 4 8,5 0,8 Tinggi
20 Mirna Wati Dewi 4 8 0,7 Sedang
21 Nanda Wilda Nur Azizah 5,5 9 0,8 Tinggi
22 Nazal Eldi Winata 4,5 9 0,8 Tinggi
23 Rahma Okta S 4,5 6 0,3 Sedang
24 Reza .M.N 2,5 7 0,6 Sedang
25 Riswati 4,5 9 0,8 Tinggi
26 Rizka Novindira 4 8,5 0,8 Tinggi
27 Sahrul.N 7 8 0,3 Sedang
28 Satria P.A.N 2,5 7,5 0,7 Sedang
29 Sheila Sylviana Dewi 7 8,5 0,5 Sedang
30 Tesalonika 5 9 0,8 Tinggi
31 Virsa May Dwi Nadya 5 9 0,8 Tinggi
32 Wahyu.A 4 8 0,6 Sedang
33 Windi Agustin 4 8 0,7 Sedang
Jumlah 154,5 268 21
Rata-rata 4,7 8,1 0,6

Grafik 4.3
N-gain Siklus III
66

Hasil belajar IPS Ekonomi siswa di Siklus III mengalami peningkatan


yang jauh lebih baik dari siklus II. Hal itu dapat dibuktikan dengan berkurangnya
nilai di bawah rata-rata. 1 siswa N-gainnya tergolong rendah, yakni nilai pretes
5,5 dan nilai postes 6. 18 siswa N-gainnya tergolong sedang, yakni nilai pretes
antara 2,5 hingga 7 dan nilai postes antara 7 hingga 8,5. 14 siswa N-gainnya
tergolong tinggi, dengan perolehan nilai pretes antara 3,5 hingga 8,5 dan nilai
postes antara 8,5 hingga 10.
Berdasarkan tabel 4.5, tabel 4.6, dan tabel 4.7, dapat dilihat perbedaan
yang nyata antara nilai rata-rata pretes I, pretes II dan pretes III, rata-rata postes I,
postes II, dan postes III. Perincian nilai rata-ratanya adalah sebagai berikut pretes
I rata-ratanya 4,2, pretes II rata-ratanya 4,9 dan pretes III rata-ratanya 4,7. Postes
I rata-ratanya 6,4, postes II rata-ratanya 7,4 dan postes III rata-ratanya 8,1.
Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari nilai Normal Gain, yakni N-gain I 0,4,
N-gain II 0,5, dan N-gain III 0,6.

Grafik 4.4
Rata-rata N-gain Siklus I, II dan III
67

2. Analisa dan Interpretasi Data Berdasarkan Hasil Angket


1) Dekripsi Data
Untuk mengetahui minat belajar IPS Ekonomi yang dilaksanakan di SMP
Nusantara Plus, penulis menyebarkan angket kepada siswa kelas VIII-1 yang
berjumalah 33 siswa. Adapun pendeskripsiannya sebagai berikut:
Tabel 4.8
Ketertarikan terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan
metode NHT

No Soal Alternatif Jawaban F P


1 Sangat Menarik 18 54,5%
Menarik 10 30,3%
Cukup Menarik 5 15,2%
Tidak Menarik - 0%
Jumlah 33 100%

Data di atas menunjukkan untuk pertanyaan tentang ketertarikan terhadap


proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan metode NHT bahwa 18 responden
54,5% yang menjawab sangat menarik, 10 responden (30,3%) yang menjawab
menarik, 5 responden (15,2%) menjawab cukup menarik dan 0% yang menjawab
sangat tidak setuju. Ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah yaitu 18
responden 54,5% siswa memiliki ketertarikan dalam proses pembelajaran IPS
Ekonomi dengan metode NHT.

Tabel 4.9
Senang terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan menggunakan
metode NHT

No Soal Alternatif Jawaban F P


2 Sangat Senang 9 27,3%
Senang 15 45,5%
Cukup Senang 9 27,3%
Tidak Senang - 0%
Jumlah 33 100,1%
68

Untuk pertanyaan tentang senang terhadap proses pembelajaran IPS


Ekonomi 9 responden (27,3%) yang menjawab sangat senang, 15 responden
(45,5%) yang menjawab senang , 9 responden (27,3%) yang menjawab senang
dan 0% yang menjawan tidak senang. Ini menunjukkan sebagian besar yaitu 24
responden 78,8 % senang terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi metode
NHT.
Tabel 4.10
Lebih mudah memahami pelajaran IPS Ekonomi

No Soal Alternatif Jawaban F P


3 Sangat Paham 12 36,4%
Paham 12 36,4%
Cukup paham 6 18,2%
Tidak Paham - 0%
Jumlah 33 100%

Hasil penelitian pada tabel 5 di atas dapat diketahui bahwa 24 responden


(72,8%) sangat paham, 12 responden (36,4%) yang Sangat paham dan 12
responden(36,4%) yang menjawab paham, 6 responden (18,2%) Ini menunjukkan
bahwa sebagian besar yaitu 24 responden (72,8%) lebih mudah memahai
pelajaran IPS Ekonomi.
. Tabel 4.11
Memperhatikan dalam proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan
menggunakan metode NHT

No Soal Alternatif Jawaban F P


4 Sangat Memperhatikan 8 24,2%
Memperhatikan 25 75,8%
Cukup Memperhatikan - 0%
Tidak Memperhatikan - 0%
Jumlah 33 100%

Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa diketahui bahwa sebagian besar yaitu 25
responden (75,8%) siswa memperhatikan proses pembelajaran IPS Ekonomi. Dan
69

8 responden (24,2%) sangat memperhatikan. Ini berarti siswa sangat antusias


terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi.

Tabel 4.12
Aktif belajar dengan metode Numbered Heads Together

No Soal Alternatif Jawaban F P


5 Sangat Aktif 13 39,4%
Aktif 20 60,6%
Cukup Aktif - 0%
Tidak Aktif - 0%
Jumlah 33 100%

Hasil penelitian pada tabel 4.12 di atas jelas terlihat bahwa 13 responden
(39,4%) yang menjawab sangat aktif dan yang menjawab aktif 20 responden
60,6%. Ini menunjukkan bahwa hamper seluruhnya yaitu 48 responden (96%)
siswa ingin belajar IPS Ekonomi dengan serius dan berperan aktif dalam belajar
IPS Ekonomi dengan metode NHT.

Table 4.13
Nyaman terhadap proses pembelajaran IPS Ekonomi dengan metode NHT

No Soal Alternatif Jawaban F P


6 Sangat Nyaman 14 42,4%
Nyaman 13 39,4%
Cukup Nyaman 6 18,2%
Tidak nyaman - 0%
Jumlah 33 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar siswa yang sangat
nyaman dan nyaman bahwa dengan menerapakan metode NHT dalam proses
pembelajaran IPS Ekonomi. Hal ini terbukti bahwa 14 responden (42,4%) yang
menjawab sangat nyaman, 13 responden (39,4%) yang menjawab nyaman, 6
70

responden (18,2%) yang menjawab cukup nyaman dan 0% yang menjawab tidak
nyaman.
Table 4.14
Metode pembelajaran NHT efektif jika diterapkan dalam
pembelajaran IPS Ekonomi

No Soal Alternatif Jawaban F P


7 Sangat Efektif 19 57,6%
Efektif 9 27,3%
Cukup Efektif 5 15,2%
Tidak Efektif - 0%
Jumlah 33 100,1%

Data di atas dapat diketahui bahwa 19 responden (57,6%) yang menjawa


sangat efektif, 9 responden (27,3%) yang menjawab efektif, 5 responden (15,2%)
yang menjawab cukup efektif, . Ini menunjukkan hampir seluruhnya yaitu 28
responden (84,9%) siswa menganggap metode NHT sangat efektif dalam
pembelajaran IPS Ekonomi.

Tabel 4.15
Metode NHT dapat meningkatkan minat belajar siswa

No Soal Alternatif Jawaban F P


8 Sangat Berminat 21 63,6%
Berminat 10 30,3%
Cukup Berminat 2 6,1%
Tidak Berminat - 0%
Jumlah 33 100%

Pada tabel 10 dapat dilihat bahwa 21 responden (63,6%) menjawab sangat


berminat, 10 responden (30,3)%. Dan 2 responden (6,1) menjawan cukup
berminat, 0% responden yang tidak berminat. Jadi, hampir semua siswa berminat
dalam proses pembelajaran IPS Ekonomi menggunakan metode NHT
71

Tabel 4.16
Evaluasi yang digunakan dalam pembelajaran IPS Ekonomi

No Soal Alternatif Jawaban F P


9 Sangat Sulit 3 9,1%
Sulit 7 21,2%
Cukup sulit 15 45,5%
Tidak Sulit 8 24,2%
Jumlah 33 100%

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jawaban sangat sulit dan sulit yaitu 3
responden (9,1%), dan 7 responden ( 21,2%) yang menjawab cukup sulit 15
responden (45,5%) dan sangat tidak sulit. Ini menunjukkan bahwa evaluasi dalam
pembajaran IPS Ekonomi hampir setengahnya 15 responden (45,5%) menjawab
cukup sulit. Soalnya menurut responden bervariasi.

Tabel 4.17
Menggunakan metode pembelajaran NHT
membuat semangat belajar meningkat

No Soal Alternatif Jawaban F P


10 Sangat Meningkat 12 36,4%
Meningkat 16 48,5%
Cukup Meningkat 5 15,2%
Tidak meningkat - 0%

Jumlah 33 100%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa semangat belajar siswa


dengan menggunakan metode NHT meningkat, dengan 12 responden (36,4%)
menjawab sangat meningkat, 16 responden (48,5%) menjawab meningkat, dan 5
responden (15,2) yang menjawab cukup meningkat. Ini bisa disimpulkan bahwa
metode NHT bisa meningkatkan semangat belajar.
72

2) Analisis Data
Angket diberikan kepada siswa setelah berakhirnya penelitian, tujuannya
untuk mengetahui minat belajar siswa setelah belajar IPS Ekonomi dengan
metode NHT. Hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.18
Nilai Minat Belajar Siswa Setelah Belajar IPS Ekonomi
Dengan Metode NHT
No Responden Nilai
1 01 36
2 02 34
3 03 35
4 04 31
5 05 32
6 06 31
7 07 28
8 08 23
9 09 31
10 010 39
11 011 39
12 012 35
13 013 35
14 014 36
15 015 34
16 016 30
17 017 21
18 018 35
19 019 31
20 020 35
21 021 28
22 022 32
23 023 27
24 024 36
25 025 37
26 026 32
27 027 29
28 028 32
29 029 33
30 030 36
31 031 35
32 032 33
33 033 39
73

x
Mx =
N
1080
=
33
= 32,72
Data minat belajar siswa kelas VIII yang dilaksanakan oleh SMP
Nusantara Plus Ciputat-Tangerang diperoleh melalui pengisian angket dengan
skala likert oleh 33 sampel dan diperoleh skor terendah 21, skor tertinggi 39, nilai
rata-rata 32,72.
Berdasarkan tabel 4.18 Di atas, diperoleh data berikut ini:
Tabel 4.19
Jumlah Siswa Berdasarkan Kategori Minat Belajar Siswa
Terhadap Metode NHT

Level/ Tingkat Interval Nilai Jumlah siswa Persentase (%)


Minat Belajar
Sangat Tinggi 36-40 8 24,24
Tinggi 31-35 18 54,55
Sedang 26-30 5 15,15
Rendah 21-25 2 6,06
Jumlah 33 100
Berdasarkan perhitungan perolehan rata-rata skor minat belajar siswa
setelah belajar IPS Ekonomi dengan metode NHT sebesar 32,72. Untuk lebih jelas
tabel 4.19 di bawah ini disajikan grafik data gambaran minat belajar siswa.
Grafik 4.5
Minat Belajar Siswa Setelah Belajar IPS Ekonomi dengan Metode NHT
74

Dari grafik 4.5 terlihat sekitar 24,24 % siswa yang mendapat skor 36-40
dengan jumlah siswa sebanyak 8 orang dan tingkat minat belajar yang sangat
tinggi, skor 31-35 sebesar 54, 55% dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang dan
tingkat minat belajar tinggi, skor 26-30 sebesar 15,15% dengan jumlah
siswasebanyak 5 orang dan tingkat minat belajar sedang, skor 21-25 sebesar
6,06% dengan jumlah siswa sebanyak 2 dan tingkat minat belajar rendah. Maka
persentase terbesar terdapat pada skor 31-35 yaiti 54,55% dengan jumlah siswa
sebanyak 18 orang dan tingkat minat belajar yang tinggi. Dengan demikian dapat
diinterpretasikan bahwa skor yang berada pada interval 31-35 merupakan skor
yang persentasenya paling banyak yaitu 54,55%.

E. Intrepretasi Hasil Analisis


1. Tindakan Setiap Siklus
a. Siklus I
Tahapan tindakan yang dilakukan pada siklus I meliputi beberapa tahapan,
antara lain:
1) Tahapan perencanaan
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada minggu
ke-3 tanggal 23 September 2010 pada semester ganjil tahun ajaran
2010/2011. Kegiatan dalam tahap perencanaan dilakukan berdasarkan
seluruh informasi dari analisis kebutuhan. Beberapa kegiatan yang
dilakukan dalam tahap ini antara lain merencanakan pembelajaran
yang akan digunakan dengan menggunakan model pembelajaran
kooperatif metode Numbered Heads Together yang dituangkan ke
dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menentukan konsep
bahasan, membuat format-format observasi (pedoman observasi siswa,
lembar observasi guru, catatan lapangan) dan instrumen tes soal pilihan
ganda untuk pretes dan postes serta membentuk kelompok belajar
siswa. Pembelajaran siklus I dilakukan dalam satu kali pertemuan
berlangsung selama 2 40 menit. Indikator pada pembelajaran pada
materi pelaku ekonomi yang di tetapkan pada siklus pertama ini
75

diantaranya: (1) Menggolongkan pelaku ekonomi utama dalam


perekonomian Indonesia, (2) Menguraikan peran rumah tangga sebagai
pelaku ekonomi, (3) Menguraikan peran masyarakat sebagai pelaku
ekonomi.
2) Tahapan pelaksanaan tindakan
Pada tahap ini, guru berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode
Numbered Heads Together yang telah disusun dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Langkah-langkah tindakan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.20 Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus I
No Kegiatan
Guru Siswa
I Pendahuluan 1. Menjawab salam dan sapaan guru
1. Memberi salam dan menyapa 2. Mengacungkan jari saat namanya
siswa.
disebut sekaligus mempersiapkan
2. Mengabsen siswa.
3. Apersepsi diri untuk belajar.
4. Membangkitkan minat atau rasa 3. Menyimak serta aktif
ingin tahu siswa (motivasi)
5. Menjelaskan secara singkat mengungkapkan pendapat.
mengenai materi yang akan 4. Siswa termotivasi
diajarkan sesuai dengan
kompetensi dasar yang hendak 5. Memperhatikan dan mendengarkan
dicapai mengenai Pelaku penjelasan yang disampaikan.
ekonomi.
II Kegiatan inti
1. Memberikan soal pre-test 1. Menjawab soal dengan baik.
2. Menjelaskan materi yang akan
2. Mendengarkan dengan baik.
dipelajari.
3. Memberikan kesempatan 3. Siswa aktif bertanya.
kepada siswa untuk bertanya. 4. Siswa menyimak penjelasan guru.
4. Menjelaskan langkah-langkah
metode Numbered Heads 5. Siswa membuat kelompok.
Together 6. Masing-masing siswa menerima
5. Membagi siswa menjadi 5
kelompok nomor.
6. Memberikan nomor kepada
76

masing-masing siswa dalam 7. Masing-masing kelompok


kelompok.
mengerjakan dan setiap anggota
7. Memberikan tugas kepada
masing-masing kelompok untuk kelompok mengetahui jawabannya.
berdiskusi. 8. Siswa yang dipanggil nomornya
8. Memanggil salah satu nomor
dari masing-masing kelompok. melaporkan hasil kerja
9. Membuat kesimpulan hasil kelompoknya.
diskusi siswa dan
menyimpulkan materi yang 9. Mendengarkan dengan baik dan
dipelajari mencatat poin-poin penting dari
10. Memberikan soal post-test materi yang dipelajari.
10. Menjawab soal dengan baik.
III Penutup
1. Mengingat dan memotivasi 1. Mendengarkan dengan baik.
siswa untuk lebih giat belajar. 2. Mengucapkan lafadz hamdalah dan
2. Mengakhiri proses menjawab salam.
pembelajaran dengan
mengucap lafadz hamdalah,
sekaligus mengucapkan salam.

3) Tahap Pengamatan
a) Lembar Observasi Siswa
Tabel 4.21 Data Observasi Kegiatan Siswa pada Siklus I
No Aktivitas Siswa Ya Tidak Jumlah
1 Menjawab salam dan sapaan guru 33
2 Melaksanakan test awal ( pre-test)
3 Telah mempelajari materi yang diajarkan 3
4 Mendengarkan penjelasan materi yang
disampaikan oleh guru
5 Membuat kelompok
6 Mendapatkan nomor yang telah dibagikan
oleh guru
7 Melakukan diskusi kelompok
8 Mengerjakan tugas kelompok
9 Melaporkan hasil diskusi kelompok
10 Aktif mengungkapan pendapat 7
11 Aktif bertanya 4
12 Melaksanakan tes akhir (post-test) 33
77

Tabel 4.22
Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus I
Skor Skor Persentase
Kelompok Keterangan
Perolehan ideal (%)
A 12 16 75
B 11 16 68
C 13 16 81 Tertinggi
D 12 16 75
E 10 16 62 Terendah

b) Lembar Observasi Guru


Tabel 4.23 Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus I
Nilai
No Aspek Penilaian
5 4 3 2 1
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Mengkondisikan kesiapan siswa dan kesiapan
kelas
- Memberi salam
- Mengabsen siswa
b. Apersepsi
c. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu
siswa (motivasi)
d. Menyampaikan tujuan/indikator yang ingin
dicapai
2. Kegiatan Inti
a. Penggunaan media/ alat pembelajaran yang
sesuai dengan indikator bahan ajar
b. Menggunakan metode Numbered Heads
Together
- Membagi siswa menjadi 5 kelompok
- Memberikan nomor kepada masing-masing
siswa dalam kelompok
- Memberikan tugas kepada setiap kelompok
- Memanggil salah satu nomor dari masing-
masing kelompok.
- Menyimpulkan hasil diskusi siswa
c. Pemusatan perhatian siswa terhadap proses
pembelajaran
d. Teknik menjelaskan/ menyampaikan materi
e. Pengelolaan kegiatan diskusi
f. Bimbingan kepada kelompok
g. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
78

berfikir
h. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan mengungkapkan pendapat
i. Antusias terhadap jawaban atau pendapat siswa
j. Menyimpulkan hasil pembelajaran
3 Kegiatan Penutup
a. Memberikan motivasi agar sisiwa lebih giat
belajar
b. Menutup pembelajaran
Jumlah 55
Skor Ideal 80
Persentase (%) 69%
Dari hasil observasi aktivitas guru dalam belajar mengajar pada
siklus pertama masih tergolong rendah atau dikategorikan cukup.
Dengan perolehan skor 55 atau 68% sedangkan skor idealnya adalah
80. Hal ini terjadi karena banyak berdiri di depan kelas kurang
memberikan pengarahan kepada siswa bagaimana melakukan
pembelajaran secara kooperatif dengan metode NHT.
c) Hasil Evaluasi Siklus I mengenai penguasaan konsep siswa terhadap
materi pembelajaran
Penguasaan konsep siswa terhadap materi pembelajaran masih
tergolong rendah. Dari skor ideal hasil belajar 100%, skor perolehan
rata-rata pretes hanya 4,2 dan pada saat postes rata-ratanya 6,4. N-gain
siklus I hanya 0,4.
Pada pelaksanaan proses pembelajaran siklus I, masih terdapat beberapa
kekurangan. Beberapa kejadian yang terpantau oleh peneliti dan observer antara
lain:
a) Guru belum terbiasa menciptakan suasana pembelajaran dengan metode NHT.
b) Terdengar suara rebut dari masing-masing kelompok kooperatif. Hal ini
dikarenakan mereka masih bingung harus memposisikan diri dalam kelompok
dan bagaimana menjalankan metode Numbered Heads Together dengan baik.
c) Banyak siswa yang masih belum dapat bekerjasama dengan kelompoknya.
Siswa yang memiliki kemampuan lebih cenderung mendominasi kegiatan
diskusi, sementara itu siswa yang merasa memiliki kemampuan kurang
79

mengerjakan tugas dan masih ada kelompok yang kurang mampu dalam
mempresentasikan kegiatan.
d) Beberapa orang siswa masih terlihat asyik bercanda saat guru menerangkan
dan mengerjakan tugas.
e) Alokasi waktu untuk pengerjaan tugas, pembahasan dan penarikan kesimpulan
belum optimal.
f) Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada siklus I, diperoleh rata-rata pretes
4,2 dan postes 6,5.
4) Tahap refleksi
Hasil analisis dan evaluasi pada siklus I mendeskripsikan secara garis
besar kekurangan model pembelajaran kooperatif metode Numbered Heads
Together. Beberapa hal yang harus diperbaiki, antara lain:
a) Perlu diberikan motivasi kepada siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan
kooperatif, sehingga tidak hanya siswa berkemampuan lebih saja yang
dominan dalam kegiatan diskusi.
b) Peningkatan pengawasan dari peneliti, dengan memantau dari dekat setiap
kelompok kooperatif saat kegiatan diskusi. Hal ini dilakukan untuk
meminimalisir siswa yang mengobrol dan bercanda saat kegiatan diskusi
berlangsung.
c) Perlu dibuat aturan yang jelas dan tegas, seperti ketika siswa bertanya kepada
guru harus dengan tertib.
d) Perlu diatur secara proporsional pembagian waktu dalam pengerjaan tugas,
diskusi dan kesimpulan hasil diskusi.
e) Memberikan pengakuan atau penghargaa (reward)
Dari hasil refleksi yang telah dilakukan pada siklus pertama dapat diambil
keputusan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar siswa pada materi pelaku ekonomi indikatornya yaitu (1) Menggolongkan
pelaku ekonomi utama dalam perekonomian Indonesia, (2) Menguraikan peran
rumah tangga sebagai pelaku ekonomi, (3) Menguraikan peran masyarakat
sebagai pelaku ekonomi belum memenuhi indikator yang diharapkan. Indikator
80

yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 75% siswa memiliki nilai di atas
KKM sekolah tetapi pada siklus I ini hanya mencapai nilai rata-ratanya yaitu 6,4.
Perlu dilakukan tindak lanjut proses pembelajaran untuk perbaikan hasil belajar
siswa. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian
tindakan kelas ini ke siklus II. Adapun perbaikan-perbaikan pada siklus II yang
dianggap perlu oleh peneliti antara lain:
1) Memperbaiki desain pembelajaran yang dapat mengoptimalkan keaktifan
siswa, kreativitas siswa dan efektifitas proses pembelajaran. Selain itu,
pembelajaran tetap memperhatikan kondisi yang menyenangkan bagi siswa
dengan melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran.
2) Guru harus lebih berinteraksi lagi dengan siswa dan dapat membimbing
diskusi secara optimal. Selain itu, guru harus mampu mengatur waktu yang
tersedia sehingga efektif selama proses pembelajaran.
3) Memberikan penghargaan.

b. Siklus II
Siklus II pada perbaikan dan penyempurnaan terhadap tindakan yang
dilakukan siklus I. Tindakan pada siklus II diarahkan pada optimalisasi proses
pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa pada materi pelaku ekonomi
pada pokok bahasan (1) Menguraikan peran perusahaan sebagai pelaku
ekonomi, (2)Menguraikan peran koperasi sebagai pelaku ekonomi,
(3)Menguraikan peran negara sebagai pelaku ekonomi . Tindakan ini diharapkan
dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang mengacu pada hasil belajar siswa
pada siklus I. Siklus II dilaksanakan pada tanggal 30 September 2010.
1) Tahap perencanaan
Tahap perencanaan untuk siklus II didasarkan pada hasil refleksi dari
tindakan yang dilakukan pada siklus I. perencanaan yang dilakukan berupa
penyusunan rencana pembelajaran untuk pokok bahasan (1) Menguraikan peran
perusahaan sebagai pelaku ekonomi, (2)Menguraikan peran koperasi sebagai
pelaku ekonomi, (3)Menguraikan peran negara sebagai pelaku ekonomi dan
penyusunan soal-soal latihan.
81

2) Tahap pelaksanaan tindakan


Pada tahap ini, guru berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif metode Numbered Heads Together
yang telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Langkah-langkah tindakan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4.24 Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus II

No Kegiatan
Guru Siswa
I Pendahuluan 1. Menjawab salam dan sapaan guru
1. Memberi salam dan menyapa 2. Mengacungkan jari saat namanya disebut
siswa. sekaligus mempersiapkan diri untuk
2. Mengabsen siswa. belajar.
3. Apersepsi 3. Menyimak serta aktif mengungkapkan
4. Membangkitkan minat atau rasa pendapat.
ingin tahu siswa (motivasi) 4. Siswa termotivasi
5. Menjelaskan secara singkat 5. Memperhatikan dan mendengarkan
mengenai materi yang akan penjelasan yang disampaikan.
diajarkan sesuai dengan
kompetensi dasar yang hendak
dicapai mengenai Pelaku ekonomi.
II Kegiatan inti
1. Memberikan soal pre-test 1. Menjawab soal dengan baik.
2. Menjelaskan materi yang akan 2. Mendengarkan dengan baik.
dipelajari dengan peta konsep. 3. Siswa aktif bertanya.
3. Memberikan kesempatan kepada 4. Siswa menyimak penjelasan guru.
siswa untuk bertanya. 5. Siswa membuat kelompok.
4. Menjelaskan langkah-langkah 6. Masing-masing siswa menerima nomor.
metode Numbered Heads Together 7. Masing-masing kelompok mengerjakan
5. Membagi siswa menjadi 5 dan setiap anggota kelompok mengetahui
kelompok jawabannya.
6. Memberikan nomor kepada 8. Siswa yang dipanggil nomornya
masing-masing siswa dalam melaporkan hasil kerja kelompoknya.
kelompok. 9. Mendengarkan dengan baik dan mencatat
7. Memberikan tugas kepada masing- poin-poin penting dari materi yang
masing kelompok untuk dipelajari.
berdiskusi. 10. Menjawab soal dengan baik.
8. Memanggil salah satu nomor dari
masing-masing kelompok.
9. Membuat kesimpulan hasil diskusi
siswa dan menyimpulkan materi
yang dipelajari
10. Memberikan soal pos-test
82

III Penutup
3. Mengingat dan memotivasi siswa 3. Mendengarkan dengan baik.
untuk lebih giat belajar. 4. Mengucapkan lafadz hamdalah dan
4. Mengakhiri proses pembelajaran menjawab salam.
dengan mengucap lafadz
hamdalah, sekaligus mengucapkan
salam.

3) Tahap Pengamatan
a) Lembar Observasi Siswa
Tabel 4.25 data Observasi Kegiatan Siswa pada Siklus II
No Aktivitas Siswa Ya Tidak Jumlah
1 Menjawab salam dan sapaan guru 33
2 Melaksanakan test awal ( pre-test)
3 Telah mempelajari materi yang diajarkan 1
4 Mendengarkan penjelasan materi yang
disampaikan oleh guru
5 Membuat kelompok
6 Mendapatkan nomor yang telah dibagikan
oleh guru
7 Melakukan diskusi kelompok
8 Mengerjakan tugas kelompok
9 Melaporkan hasil diskusi kelompok
10 Aktif mengungkapan pendapat 9
11 Aktif bertanya 6
12 Melaksanakan tes akhir (post-test) 33

Tabel 4.26
Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus II
Skor Skor Persentase
Kelompok Perolehan ideal (%) Keterangan
A 13 16 81
B 12 16 75
C 14 16 87 Tertinggi
D 12 16 75
E 11 16 68 Terendah
83

b) Lembar Observasi Guru


Tabel 4. 27 Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus II
Nilai
No Aspek Penilaian
5 4 3 2 1
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Mengkondisikan kesiapan siswa dan kesiapan
kelas
- Memberi salam
- Mengabsen siswa
b. Apersepsi
c. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu
siswa (motivasi)
d. Menyampaikan tujuan/indikator yang ingin
dicapai
2. Kegiatan Inti
a. Penggunaan media/ alat pembelajaran yang
sesuai dengan indikator bahan ajar
b. Menggunakan metode Numbered Heads
Together
- Membagi siswa menjadi 5 kelompok
- Memberikan nomor kepada masing-masing
siswa dalam kelompok
- Memberikan tugas kepada setiap kelompok
- Memanggil salah satu nomor dari masing-
masing kelompok.
- Menyimpulkan hasil diskusi siswa
c. Pemusatan perhatian siswa terhadap proses
pembelajaran
d. Teknik menjelaskan/ menyampaikan materi
e. Pengelolaan kegiatan diskusi
f. Bimbingan kepada kelompok
g. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
berfikir
h. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan mengungkapkan pendapat
i. Antusias terhadap jawaban atau pendapat siswa
j. Menyimpulkan hasil pembelajaran
3 Kegiatan Penutup
a. Memberikan motivasi agar sisiwa lebih giat
belajar
b. Menutup pembelajaran
Jumlah 64
Skor Ideal 80
Persentase (%) 80%
84

Hasil observasi aktivitas guru dalam belajar mengajar pada siklus kedua
tergolong criteria sangat baik. Hal ini berarti mengalami perbaikan dari siklus
pertama. Dari skor ideal 80 nilai yang diperoleh adalah 64 atau 80%.
c) Hasil evaluasi Siklus II mengenai penguasaan konsep siswa terhadap materi
pembelajaran.
Di siklus II ini, siswa mengalami peningkatan penguasaan konsep.
Terbukti dengan adanya peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes. Rata-
rata pretes siklus II 4,9 dan rata-rata postesnya adalah 7,4. Peningkatan
penguasaan konsep siswa dapat dilihat dengan adanya peningkatan Normal
gain di setiap siklus. N-gain I 0,4 dan N-gain II 0,5.
Proses pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan dibandingkan
dengan siklus II. Kondisi tersebut dapat diamati berdasarkan hasil observasi pada
saat proses pembelajaran. Beberapa peningkatan tersebut antara lain:
a) Aktivitas siswa dalam pembelajaran sudah mengarah ke pembelajaran
kooperatif. Siswa mampu membangun kerja sama dalam kelompok untuk
memahami tugas yang diberikan oleh guru.
b) Suasana kelas yang tadinya sangat gaduh lebih tertib, keadaan siswa menjadi
lebih terkendali. Siswa lebih konsentrasi dalam pembelajaran, meskipun masih
ada segelintir siswa yang mengobrol ketika melakukan kegiatan kooperatif.
c) Siswa sudah mulai memahami tahapan dalam metode belajar yang digunakan.
d) Alokasi waktu untuk mengerjakan soal, diskusi dan menyimpulkan
pembelajaran lebih optimal karena didukung siswa yang cukup optimal dalam
belajar.
e) Kesulitan siswa dalam pemahaman materi pelaku ekonomi sub bab (1)
Menguraikan peran perusahaan sebagai pelaku ekonomi, (2) Menguraikan
peran koperasi sebagai pelaku ekonomi, (3) Menguraikan peran negara
sebagai pelaku ekonomi cukup teratasi. Kondisi ini dapat terlihat dari
peningkatan rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar pretes 4,2 dan postes
6,4 menjadi pretes 4,9 dan postes 7,4 pada siklus II.
85

3) Tahap refleksi
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi data pada siklus II, diperoleh
deskripsi bahwa model pembelajaran kooperatif metode NHT cukup membantu
siswa dalam proses pembelajaran IPS pada materi pelaku ekonomi, antara lain:
a) Pola interaksi siswa dan guru di dalam kelas sudah cukup berjalan optimal
dalam proses pembelajaran dikelas. Antusiasme siswa untuk terlibat langsung
dalam kegiatan pembelajaran cenderung cukup baik, siswa lebih berani dalam
menunjukkan eksistensi diri dalam proses pembelajaran.
b) Meningkatnya aktivitas siswa dalam pembelajaran didukung oleh
meningkatnya suasana pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran
kooperatif metode NHT. Guru intensif membimbing siswa saat siswa
mengalami kesulitan dalam pembelajaran dapat dilihat dari hasil observasi
aktivitas guru meningkat dari 69% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II.
c) Meningkatnya aktivitas siswa dalam melakukan evaluasi terhadap kemampuan
siswa menguasai materi pembelajaran. Hal ini berdasarkan hasil belajar siswa
pada siklus I sebesar pretes 4,2 dan postes 6,4 menjadi pretes 4,9 dan postes
7,4 pada siklus II.
d) Hal-hal yang perlu diperbaiki pada siklus I sudah terlihat terdapat
penyempurnaan siklus II.
Keputusan berdasarkan hasil refleksi pada siklus II dapat disimpulkan
bahwa hasil belajar belum memenuhi indikator yang peneliti harapkan,
mengalami peningkatan dari siklus I. indikator yang ditetapkan oleh peneliti yaitu
sebanyak 75% siswa memiliki nilai di atas KKM sekolah, pada siklus II
mengalami peningkatan dari siklus I nilai rata-ratanya 6,4 dan siklus II nilai rata-
ratanya 7,4. Peneliti perlu dilakukan tindak lanjut untuk mengoptimalkan proses
pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian
tindakan kelas ini ke siklus III. Adapun perbaikan-perbaikan pada siklus II yang di
anggap perlu oleh peneliti antara lain:
1) Memperbaiki desain pembelajaran yang dapat mengoptimalkan keaktifan
siswa, kreativitas siswa dan efektivitas proses pembelajaran. Selain itu,
86

pembelajaran tetap memperhatikan kondisi yang menyenangkan bagi siswa


dengan melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran.
2) Guru memberikan penjelasan yang lebih rinci dalam memfasilitasi proses
pembelajaran dan dalam proses pembelajaran harus menggunakan media yang
bisa memfokuskan siswa ke dalam proses pembelajaran.

c. Siklus III
1) Perencanaan
Tahap perencanaan pada siklus III merupakan tahap perbaikan dan
penyempurnaan terhadap tindakan yang dilakukan siklus II. Tindakan pada siklus
III diarahkan pada optimalisasi proses pembelajaran dan memberikan penjelasan
yang lebih rinci dalam memfasilitasi proses pembelajaran serta menyediakan
media pembelajaran. Tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
siswa yang mengacu pada hasil belajar siswa pada siklus II. siklus III
dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2010 dengan indikator pada pembelajaran
pada materi Pasar yang di tetapkan pada siklus ketiga ini diantaranya: 1)
Menjelaskan pengertian pasar dalam kegiatan ekonomi, 2) Menguraikan fungsi
pasar dalam perekonomian, dan 3) Mengelompokkan jenis-jenis pasar.
2) Tindakan
Pada tahap ini, guru berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif metode Numbered Heads Together
yang telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Langkah-langkah tindakan disajikan pada tabel berikut:
Tabel 4. 28 Kegiatan Guru dan Siswa pada Siklus III
No Kegiatan
Guru Siswa
I Pendahuluan 1. Menjawab salam dan sapaan guru
1. Memberi salam dan menyapa siswa. 2. Mengacungkan jari saat namanya
2. Mengabsen siswa. disebut sekaligus mempersiapkan
3. Apersepsi diri untuk belajar.
4. Membangkitkan minat atau rasa ingin 3. Menyimak serta aktif
tahu siswa (motivasi) mengungkapkan pendapat.
5. Menjelaskan secara singkat mengenai 4. Siswa termotivasi
materi yang akan diajarkan sesuai 5. Memperhatikan dan mendengarkan
87

dengan kompetensi dasar yang hendak penjelasan yang disampaikan.


dicapai mengenai Pelaku ekonomi.
II Kegiatan inti
1. Memberikan soal pre-test 1. Menjawab soal dengan baik.
2. Menjelaskan materi yang akan 2. Mendengarkan dan menyimak
dipelajari dengan peta konsep dan dengan baik.
gambar yang disesuaikan dengan 3. Siswa aktif bertanya.
materi. 4. Siswa menyimak penjelasan guru.
3. Memberikan kesempatan kepada siswa 5. Siswa membuat kelompok.
untuk bertanya. 6. Masing-masing siswa menerima
4. Menjelaskan langkah-langkah metode nomor.
Numbered Heads Together 7. Masing-masing kelompok
5. Membagi siswa menjadi 5 kelompok mengerjakan dan setiap anggota
6. Memberikan nomor kepada masing- kelompok mengetahui jawabannya.
masing siswa dalam kelompok. 8. Siswa yang dipanggil nomornya
7. Memberikan tugas kepada masing- melaporkan hasil kerja
masing kelompok untuk berdiskusi. kelompoknya.
8. Memanggil salah satu nomor dari 9. Mendengarkan dengan baik dan
masing-masing kelompok. mencatat poin-poin penting dari
9. Membuat kesimpulan hasil diskusi materi yang dipelajari.
siswa dan menyimpulkan materi yang 10. Menjawab soal dengan baik.
dipelajari
10. Memberikan soal pos-test
III Penutup
1. Mengingat dan memotivasi siswa 1. Mendengarkan dengan baik.
untuk lebih giat belajar. 2. Mengucapkan lafadz hamdalah dan
2. Mengakhiri proses pembelajaran menjawab salam.
dengan mengucap lafadz hamdalah,
sekaligus mengucapkan salam.

3) Tahap Pengamatan
a) Lembar Observasi Siswa
Tabel 4.29 Data Observasi Kegiatan Siswa pada Siklus III
No Aktivitas Siswa Ya Tidak Jumlah
1 Menjawab salam dan sapaan guru 33
2 Melaksanakan test awal ( pre-test)
3 Telah mempelajari materi yang diajarkan 1
4 Mendengarkan penjelasan materi yang
disampaikan oleh guru
5 Membuat kelompok
6 Mendapatkan nomor yang telah dibagikan
oleh guru
7 Melakukan diskusi kelompok
8 Mengerjakan tugas kelompok
88

9 Melaporkan hasil diskusi kelompok


10 Aktif mengungkapan pendapat 11
11 Aktif bertanya 8
12 Melaksanakan tes akhir (post-test) 33

Tabel 4.30
Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus III
Skor Skor Persentase
Kelompok Keterangan
Perolehan ideal (%)
A 15 16 94 Tertinggi
B 13 16 81
C 15 16 94 Tertinggi
D 13 16 81
E 12 16 75 Terendah

b) Lembar Observasi Guru


Tabel 4. 31 Data Observasi Kegiatan Guru pada Siklus III
Nilai
No Aspek Penilaian
5 4 3 2 1
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Mengkondisikan kesiapan siswa dan kesiapan
kelas
- Memberi salam
- Mengabsen siswa
b. Apersepsi
c. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu
siswa (motivasi)
d. Menyampaikan tujuan/indikator yang ingin
dicapai
2. Kegiatan Inti
b. Penggunaan media/ alat pembelajaran yang
sesuai dengan indikator bahan ajar
c. Menggunakan metode Numbered Heads
Together
- Membagi siswa menjadi 5 kelompok
- Memberikan nomor kepada masing-masing
siswa dalam kelompok
- Memberikan tugas kepada setiap kelompok
- Memanggil salah satu nomor dari masing-
masing kelompok.
- Menyimpulkan hasil diskusi siswa
d. Pemusatan perhatian siswa terhadap proses
pembelajaran
89

e. Teknik menjelaskan/ menyampaikan materi


f. Pengelolaan kegiatan diskusi
g. Bimbingan kepada kelompok
h. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
berfikir
i. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan mengungkapkan pendapat
j. Antusias terhadap jawaban atau pendapat siswa
k. Menyimpulkan hasil pembelajaran
3 Kegiatan Penutup
a. Memberikan motivasi agar sisiwa lebih giat
belajar
b. Menutup pembelajaran
Jumlah 74
Skor Ideal 80
Persentase (%) 92%

Hasil observasi aktivitas guru dalam belajar mengajar pada siklus ketiga
tergolong kriteria sangat baik. Hal ini berarti mengalami perbaikan dari siklus
kedua. Dari skor ideal 80 nilai yang diperoleh adalah 74 atau 92%. Ini berarti
menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikasi.
c) Hasil evaluasi siklus III mengenai penguasaan konsep siswa terhadap materi
pembelajaran.
Pada siklus III, siswa mengalami peningkatan penguasaan konsep yang
dangat signifikan. Terbukti dengan adanya peningkatan nilai rata-rata pada pretes
dan postes. Rata-rata pretes siklus III 4,7 dan rata-rata postenya 8,1. Peningkatan
penguasaan konsep dapat dilihat dengan adanya peningkatan nilai Normal gain di
setiap siklus. N-gain I 0,4, N-gain II 0,5 dan N-gain III 0,6.
Proses pembelajaran pada siklus III mengalami peningkatan dibandingkan
dengan siklus I dan II. Kondisi tersebut dapat diamati berdasarkan hasil observasi
pada saat proses pembelajaran. Beberapa peningkatan tersebut antara lain:
a) Siswa lebih fokus dalam proses pembelajaran.
b) Siswa sudah memahami tahapan dalam metode belajar yang digunakan tanpa
dijelakan secara mendetail.
90

c) Alokasi waktu untuk mengerjakan soal, diskusi dan menyimpulkan


pembelajaran lebih optimal karena didukung siswa yang cukup optimal dalam
belajar.
d) Siswa lebih bersemangat ketika kelompoknya diberikan penghargaan oleh
guru.

4) Tahap refleksi
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi data pada siklus III, diperoleh
deskripsi bahwa model pembelajaran kooperatif metode NHT cukup membantu
siswa dalam proses pembelajaran IPS pada materi Pasar, antara lain:
a) Pola interaksi siswa dan guru di dalam kelas sudah cukup berjalan optimal
dalam proses pembelajaran dikelas. Antusiasme siswa untuk terlibat langsung
dalam kegiatan pembelajaran cenderung cukup baik, siswa lebih berani dalam
menunjukkan eksistensi diri dalam proses pembelajaran.
b) Aktivitas siswa dalam pembelajaran sudah mengarah ke pembelajaran
kooperatif yang baik. Siswa mampu membangun kerja sama kelompok untuk
memahami tugas yang diberikan guru.
c) Meningkatnya siswa dalam pembelajaran didukung oleh meningkatnya
aktivitas guru dalam mempertahankan dan meningkatkan suasana
pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran kooperatif metode NHT.
Guru intensif membimbing siswa, terutama saat siswa mengalami kesulitan
dalam pembelajaran pada dilihat dari hasil observasi aktivitas guru dalam
pembelajaran meningkat dari 80% pada siklus kedua menjadi 92% pada siklus
ketiga.
d) Hasil belajar yang dicapai siswa telah mencapai indikator pencapaian hasil
yang telah ditetapkan pada awal penelitian.
e) Hal-hal yang perlu diperbaiki pada siklus II sudah terlihat terdapat
penyempurnaan siklus III.
91

Keputusan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus III dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar pada pelajaran IPS Ekonomi telah memenuhi yang peneliti harapkan.
Indikator yang diharapkan adalah sebanyak 75% memiliki nilai postes di atas
KKM yaitu 65. Hasilnya, pemberian tindakan pada siklus III menunjukkan jumlah
siswa yang mencapai nilai KKM yaitu 75% yaitu nilai rata-ratanya 8,1. Oleh
karena itu, peneliti memutuskan untuk menghentikan pemberian tindakan berupa
pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran kooperatif metode Numbered
Heads Together pada pelajaran Ekonomi.

F. Pembahasan Temuan Penelitian


Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan guru dan
siswa pada penelitian pendahuluan, ditemui beberapa masalah dalam
pembelajaran IPS Ekonomi termasuk minat dan hasil belajarnya. Di antaranya
adalah siswa banyak yang tidak mengerti materi yang disampaikan guru, mereka
kadang asyik ramai sendiri, konsentrasi siswa kurang terfokus pada pembelajaran
IPS, metode yang digunakan yaitu metode ceramah sehingga membuat siswa
bosan dan jenuh dalam proses pembelajaran, dan keberadaan guru pada waktu
pembelajaran kurang mendapat perhatian siswa.
Masalah-masalah tersebut akan menghambat siswa untuk mengembangkan
potensi yang ada pada dirinya. Pada akhirnya hasil belajar yang diperoleh pun
tidak memuaskan.
Pada siklus I, mayoritas siswa belum mengetahui tentang metode NHT .
Siswa kelihatan ribut dari masing-masing kelompok kooperatif. Hal ini
dikarenakan mereka masih bingung memposisikan diri dalam kelompok dan
bagaimana menjalankan metode NHT dengan baik.
Hasil analisis angket, minat belajar siswa dengan menggunakan metode
NHT adalah minat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan
pemahaman konsep siswa yang dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh.
Belajar IPS Ekonomi dengan menggunakan metode NHT berhasil meningkatkan
minat belajar siswa.selain itu, motivasi belajar dak aktivitas siswa pun meningkat
dalam proses pembelajara IPS Ekonomi. Ini berarti ada peningkatan minat belajar
IPS siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif metode NHT.
92

Berdasarkan hasil penghitungan Normal Gain, hasil belajar siswa di siklus


II, dan siklus III mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil belajar di
siklus I. hal ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif
berhasil meningkatkan hasil belajar IPS Ekonomi siswa SMP Nusantara Plus
Ciputat. Rata-rata N-gain siklus I adalah 0,4, rata-rata N-gain siklus II adalah 0,5,
dan rata-rata N-gain siklus II adalah 0,6. Dapat disimpulkan bahwa ada
peningkatan hasil belajar IPS Ekonomi siswa melalui penerapan model
pembelajaran kooperatif metode NHT.
Dari hasil pengumpulan data dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa model
pembelajaran kooperatif metode NHT dapat mempengaruhi minat dan hasil
belajar siswa. Ini sesuai dengan pendapat Slameto yang menyatakan bahwa
metode yang baik akan mempengaruhi belajar yang baik. Begitu pula sebaliknya
metode yang kurang baik akan mempengaruhi belajar kurang baik pula. 4

4
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Menpengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010),
h.65
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan data dan serangkaian penelitian, maka
kesimpulan yang dapat di ambil sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil analisis angket, minat belajar siswa setelah belajar IPS
materi Ekonomi dengan metode NHT memperoleh nilai rata-rata skor dari
penelitian di peroleh 32,72. Ini menunjukkan peningkatan minat belajar
siswa dengan kategori minat tinggi.
2. Penerapan model pembelajaran kooperatif metode Numbered Heads
Together ini meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dilihat dari rata-rata
hasil belajar IPS Ekonomi pada postest sebesar 8,1. Pada siklus I nilai
rata-rata siswa meningkat nilai pretesnya 4,2 dan nilai postesnya sebesar
6,4. Pada siklus II nilai rata-rata siswa pada pretes 4,9 dan nilai postest
siswa rata-rata sebesar 7,4 hasil belajar pada siklus II ini sudah mencapai
kriteria ketuntasan belajar yang telah ditentukan sekolah. Namun peneliti
meneruskan ke siklus III karena PTK tidak hanya dilihat dari hasil belajar
tapi proses pembelajarannya. Pada siklus III nilai rata-rata pretes siswa
sebesar 4,7 dan nilai postes siswa sebesar 8,1. Dengan demikian penerapan
model pembelajaran kooperatif metode Numbered Heads Together
meningkatkan hasil belajar IPS Ekonomi khususnya pada materi pelaku
ekonomi dan pasar. Ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPS
siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif metode NHT.

93
94

B. Saran-saran
Dari kesimpulan yang telah dipaparkan maka diajukan beberapa saran
yang perlu disampaikan sebagai berikut:
1. Metode pembelajaran NHT berperan penting memperlancar pelaksanaan
proses pembelajaran yang kondusif. Dengan demikian metode ini perlu
mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari para guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran di kelas.
2. Guru diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan metode NHT
dengan baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini dapat dilakukan
apabila konsep pembelajaran dan situasi belajar mendukung untuk
menggunakan metode pembelajaran tersebut.
3. Para peneliti yang lain diharapkan untuk melakukan penelitian yang
sejenis dalam pembelajaran yang lainnya pada tingkat dan kelas yang
berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta:


PT. Rineka Cipta, 1999.

Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, Jakarta : Reneka Cipta,
2004.

Ahmadi, Abu, Ilmu Sosial Dasar, Jakarta: PT Asadi Mahasatya, 2003.

Arikunto, Suharsimi dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2008.

Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara,


Cet.4, 2003.

DEPDIKNAS, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, cet. Ke-3,
2003.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:
PT.Rineka Cipta, 2002.

Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002.

Hamdani, Nizar Alam, dan Dody Hermana, Classroom Action Research,


Bandung: Rahayasa, 2008.

Ibrahim, Muslimin dkk., Pembelajaran Kooperatif, Surabaya: University Press,


2001.

Isjoni, Cooperative Learning; Efektivitas Pembelajaran Kelompok, Bandung:


Alfabeta, 2010.

Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan


Profesi Guru, Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Lie, Anita Cooperatif Learning, Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia,


2002.

Lie, Anita Cooperative Learning; Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang


Kelas, Jakarta: Gramedia, 2003.

Melly Delvianita, Penerapan pembelajaran Konstruktivisme model Learning


Cycle untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa pada Konsep

95
96

Struktur Organ Tumbuhan, Jurusan Pendidikan IPA Fakultas FITK UIN


Jakarta, 2008.

Mulyasa, E,. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan


Menyenangkan, Bandung:Remaja Rosda Karya, 2009.

Nadlir, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial 1, Surabaya: LAPIS-PGMI, 2009.

Nurdin, Syafruddin, Model Pembelajaran yang Memperhatikan Keragaman


Individu Siswa dalam KBK, Tangerang: Quantum Teaching, 2005.

Nurwan, Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads


Together (NHT) Pada Materi Limit Fungsi Al Jabar ,Laporan Penelitian
Dosen Muda Jurusan Matematika Fak. Matematika dan IPA UN
Gorontalo, 2008.

Purwanto, Ngalim, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Bandung: Remaja


Rosdakarya, 2007.

Sabri, Ahmad, Strategi Belajar Mengajar; Micro Teaching, Ciputat: Ciputat


Press, 2010.

Sabri, Alisuf, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007.

Sapriya, dkk, Pembelajaran dan Evaluasi Hasil Belajar IPS, Bandung: UPI Press,
2006.

Sapriya, Pendidikan IPS, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.

Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 2010.

Sarwono,Sarlito Wirawan, Pengantar Psikologi Umum, Jakarta : Bulan Bintang,


2000.

Shaleh, Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Wahab. Psikologi suatu Pengantar
dalam Perspektif Islam. Jakarta:Prenada Media.2004.

Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka


Cipta, 2010.

Soemanto,Wasty, Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT.Rineka Cipta, Cet. 5, 2006.

Solihatin, Etin dan Raharjo, Cooperative Learning ; Analisis Model Pembelajaran


IPS, (Jakarta: Bumi Aksara,2008)
97

Subri, M. Alisuf, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2007.

Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo


Persada, 2007.
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja
Rosda Karya, 2009.

Sugiyono, Metode Penilitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R & D, Bandung: Alfabeta,2010.

Supardi, Ahmad dan Wayudin Syah, Metodologi Riset, Bandung: IAIN SGD,
1984.
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 2008.

Syah, Muhibbin, Psikologi Belajar, Bandung: Rosda Karya, 1999.

Trianto, Mendesain Pembelajaran Inovatif Progresif, Jakarta: Prestasi Pustaka,


2009.

Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivitistik,


Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.

Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Jakarta: Sinar
Grafika, 2006.

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,


Jakarta: Sinar Grafika, 2003.

Uno, Hamzah B. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang


Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

Usman, Moh Uzer, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT. Remaja


Rosdakarya, 2009.

Wena, Made Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, Jakarta: PT. Bumi


Aksara, 2009.

Winkel, Psikologi Pengajaran, Jakarta: Grasindo, 1996.

Zulfiani, dkk, Strategi Pembelajaran Sains, Jakarta: Lembaga Penelitian UIN


Jakarta, Cet 1, 2009.

http://herdy07.wordpress.com/2009/04/22/model-pembelajaran-nht-numbered-
head-together/, 12 oktober 2010 jam 12.48.
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus


Mata Pelajaran : IPS Ekonomi
Kelas : VIII
Semester : Ganjil
Standar Kompetensi : Memahami kegiatan pelaku ekonomi di
masyarakat
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pelaku ekonomi : rumah tangga,
masyarakat, perusahaan, koperasi, dan negara.
Indikator :
1. Menggolongkan pelaku ekonomi utama dalam perekonomian Indonesia
2. Menguraikan peran rumah tangga sebagai pelaku ekonomi.
3. Menguraikan peran masyarakat sebagai pelaku ekonomi.

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan pembelajaran, siswa dapat :
1) Menggolongkan pelaku ekonomi utama dalam perekonomian Indonesia
2) Menguraikan peran rumah tangga sebagai pelaku ekonomi.
3) Menguraikan peran masyarakat sebagai pelaku ekonomi.

B. Materi Pembelajaran
Pelaku ekonomi
1. Menggolongkan pelaku ekonomi utama dalam perekonomian Indonesia
Pelaku ekonomi adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan
ekonomi. Pelaku ekonomi terdiri atas rumah tangga, masyarakat, perusahaan,
koperasi dan negara. Pelaku ekonomi tersebut melakukan perannya dalam
kegiatan ekonomi sebagai pelaku produksi maupun konsumsi.

2. Rumah tangga
Rumah tangga adalah unit terkecil dalam perekonomian. Dalam skala
sempit, rumah tangga adalah keluarga, yaitu terdiri dari ayah, ibu dan anak,
dan anggota keluarga lainnya. Adapaun rumah tangga dalam skala luas
adalah masyarakat, yaitu terdiri dari sekelompok keluarga. Rumah tangga
(konsumen) adalah kelompok yang terkait dalam hubungan kekeluargaan.
Karena terdiri atas orang-orang, rumah tangga (keluarga) merupakan
sebuah unit pelaku ekonomi. Rumah tangga memegang peranan penting
dalam perekonomian masyarakat. Karena rumah tangga berperan sebagai
berikut:
1) Konsumen
Sebagai konsumen, rumah tangga membeli dan mengonsumsi
barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan. Perusahaan mendapat
keuntungan dari penjualan barang dan jasa tersebut. Sebaliknya
rumah tangga dapat memperoleh pendapatan karena keterlibatannya
dalam proses produksi. Rumah tangga dapat menyewakan alam,
bekerja dan memberikan modal dalam proses produksi.
2) Penyedia faktor produksi bagi perusahaan.
Sebagai penyedia faktor produksi, rumah tangga menawarkan
tenaga, lahan (tanah) dan modal.
3. Masyarakat
Masyarakat merupakan bagian dari pelaku ekonomi. Masyarakat terdiri dari
masyarakat dalam negeri dan masyakat luar negeri. Masyarakat sebagai
pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat
luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi
perekonomian, karena berhubungan dengan transaksi luar negeri.
Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan, namun
juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar
tenaga kerja, serta pemberian pinjaman
Dalam pembahasan ini akan dibahas peran masyarakat luar negeri
dalam pelaku ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri
suatu Negara perlu hubungan dengan Negara lain. Karena tidak semua
Negara dapat memproduksi semua barang dan jasa yang dibutuhkan
oleh rakyatnya. Indonesia melakukan hubungan ekonomi dengan
berbagai Negara di seluruh dunia. Hubungan tersebut dapat berupa
perdagangan, ketenagakerjaan dan permodalan. Hubungan tersebut
dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Perdagangan
Salah satu bentuk kerja sama dengan luar negeri adalah perdagangan
yaitu ekspor maupun impor barang maupun jasa.
b) Pertukaran tenaga kerja
Masyarakat Indonesia banyak mengirimkan tenaga kerja ke luar
negeri, mereka yang bekerja di luar negeri memberikan devisa bagi
bagi Indonesia. Selain masyarakat Indonesia bekerja di luar negeri,
masyarakat dari Negara lain juga banyak yang bekerja di Indonesia.
c) Sumber penanaman modal asing
Penanaman modal asing di suatu Negara merupakan salah satu cara
untuk meningkatkan kemakmuran penduduk di suatu Negara.
d) Pemberi pinjaman
Untuk melaksanakan pembangunan, suatu Negara membutuhkan dana
yang sangat besar. Pada saat suatu Negara mengalami kesulitan
keuangan, maka Negara akan meminjam dari Negara lain atau badan
keuangan internasional.
C. Metode Pembelajaran
- Tanya-jawab
- Kepala bernomor (Numbered Heads Together)
D. Media Pembelajaran
- Kertas berwarna
- Amplop
- Hand out
E. Sumber Pembelajaran
- Sutarto, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi untuk kelas VIII SMP,
Jakarta: Depdiknas Pusat Perbukuan, 2008.
- Muhammad Yasin dan Sri Ethicawati, Ekonomi Pelajaran IPS
Terpadu untuk SMP kelas VIII, Jakarta: Ganeca Exact, 2007.
- Tim Abdi Guru, IPS TERPADU untuk kelas VIII jilid 2A Berdasarkan
Standar Isi 2006, Jakarta: Erlangga, 2007.
- Internet
F. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Alokasi
Guru Siswa Waktu
I Pendahuluan 1. Menjawab salam dan 10 menit
1. Memberi salam dan menyapa sapaan guru
siswa. 2. Mengacungkan jari
2. Mengabsen siswa. saat namanya disebut
3. Apersepsi sekaligus
4. Membangkitkan minat atau mempersiapkan diri
rasa ingin tahu siswa untuk belajar.
(motivasi) 3. Menyimak serta aktif
5. Menjelaskan secara singkat mengungkapkan
mengenai materi yang akan pendapat.
diajarkan sesuai dengan 4. Siswa termotivasi
kompetensi dasar yang 5. Memperhatikan dan
hendak dicapai mengenai mendengarkan
Pelaku ekonomi. penjelasan yang
disampaikan.
II Kegiatan inti 65 menit
1. Memberikan soal pretest 1. Menjawab soal dengan
2. Menjelaskan materi yang akan baik.
dipelajari. 2. Mendengarkan dengan
3. Memberikan kesempatan baik.
kepada siswa untuk bertanya. 3. Siswa aktif bertanya.
4. Menjelaskan langkah-langkah 4. Siswa menyimak
metode Numbered Heads penjelasan guru.
Together 5. Siswa membuat
5. Membagi siswa menjadi 5 kelompok.
kelompok 6. Masing-masing siswa
6. Memberikan nomor kepada menerima nomor.
masing-masing siswa dalam 7. Masing-masing
kelompok. kelompok mengerjakan
7. Memberikan tugas kepada dan setiap anggota
masing-masing kelompok kelompok mengetahui
untuk berdiskusi. jawabannya.
8. Memanggil salah satu nomor 8. Siswa yang dipanggil
dari masing-masing nomornya melaporkan
kelompok. hasil kerja
9. Membuat kesimpulan hasil kelompoknya.
diskusi siswa dan 9. Mendengarkan dengan
menyimpulkan materi yang baik dan mencatat
dipelajari poin-poin penting dari
10. Memberikan soal post-test materi yang dipelajari.
10. Menjawab soal dengan
baik.
III Penutup 5 menit
1. Mengingat dan memotivasi 1. Mendengarkan dengan
siswa untuk lebih giat belajar. baik.
2. Mengakhiri proses 2. Mengucapkan lafadz
pembelajaran dengan hamdalah dan
mengucap lafad zhamdalah, menjawab salam.
sekaligus mengucapkan
salam.

G. Penilaian
Penilaian proses
a. Tes lisan, dilakukan melalui keaktifan siswa dalam Tanya jawab dan
mengungkapkan pendapatnya pada saat proses pembelajaran
berlangsung.
b. Tes tertulis, dilakukan melalui pemberian tes awal (pre-test) dan tes akhir
(post-test) dengan soal yang sama terkait dengan materi yang diajarkan.

Mengetahui, Ciputat, 23 September 2010


Guru mata pelajaran Praktikan

Siswandi, SE Nurazizah
NIM. 106015000466

Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus


Mata Pelajaran : IPS Ekonomi
Kelas : VIII
Semester : Ganjil
Standar Kompetensi : Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pelaku ekonomi : rumah tangga,
masyarakat, perusahaan, koperasi, dan negara.
Indikator :
1. Menguraikan peran perusahaan sebagai pelaku ekonomi.
2. Menguraikan peran koperasi sebagai pelaku ekonomi.
3. Menguraikan peran negara sebagai pelaku ekonomi.

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan pembelajaran, siswa dapat :
1) Menguraikan peran perusahaan sebagai pelaku ekonomi.
2) Menguraikan peran koperasi sebagai pelaku ekonomi.
3) Menguraikan peran negara sebagai pelaku ekonomi.

B. Materi Pembelajaran
Pelaku ekonomi
1. Perusahaan
Rumah tangga produksi disebut juga perusahaan. Perusahaan adalah kesatuan
teknis yang mengkombinasikan faktor produksi untuk menghasilkan barang
dan jasa. Menurut jenis badan hukumnya, perusahaan digolongkan sebagai
perusahaan perseorangan, CV, Firma, Perseroan Terbatas (PT), dan koperasi.
Menurut lapangan usahanya, perusahaan terdiri atas perusahaan agraris,
ekstraktif, industri, perdagangan dan jasa. Perusahaan dapat dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu perusahaan swasta (Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS)
dan perusahaan Negara (Badan Usaha Milik Negara atau BUMN).
a. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN adalah suatu perusahaan yang seluruh modalnya atau sebagian
dimiliki oleh Negara. adapun tujuan pemerintah mendirikan BUMN adalah
sebagai berikut:
Melayani kepentingan masyarakat umum
Mencegah praktek monopoli swasta
Sumber pendapatan Negara
Bentuk-bentuk badan usaha menurut UU No. 9 Th 1969, terdiri atas
Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Persero
(PT).
b. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
BUMS, yaitu badan usaha yang seluruh permodalannya berasal dari pihak
swasta, badan usaha milik swasta ini dapat dimiliki oleh seorang atau
beberapa orang dalam bentuk kerja sama penanaman modal. Badan Usaha
Milik Swasta memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan atau laba;
b) permodalan berasal dari pihak swasta yang dapat berasal dari satu orang
atau beberapa orang dalam bentuk kerja sama;
c) mempunyai status hukum yang bertanggung jawab sesuai kitab undang-
undang hukum dagang;
d) karyawannya berstatus pegawai swasta yang diatur oleh masing-masing
perusahaan.
Bentuk badan usaha milik swasta terdiri atas perusahaan perseorangan,
firma (Fa), perusahaan komanditer (CV), dan perseroan terbatas (PT).
Peran perusahaan dalam perekonomian adalah sebagai berikut:
1) Produsen
Sebagai produsen, perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Misalnya
perusahaan roti menghasilkan roti, perusahaan otomitif menghasilkan
mobil atau motor. Perusahaan ektraktif adalah perusahaan yang
menghasilkan barang dan cara mengambil langsung dari alam, misalnya
perusahaan pertambahan minyak bumi, batu bara, besi dan sebagainya.
Perusahaan industry adalah perusahaan yang menghasilkan barang dengan
cara mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.
2) Pengguna faktor produksi
Untuk menghasilkan barang dan jasa diperlukan komponen-komponen
yang disebut faktor produksi. Faktor produksi disediakan oleh rumah
tangga. Dengan skill yang dimiliki perusahaan mengkombinasikan faktor
produksi untuk diolah sehingga menghasilkan barang atau jasa.
3) Agen pembangunan
Agen artinya perantara atau pembantu. Sebagai agen pembangunan, artinya
perusahaan membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan.
2. Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau
Badan Hukum Koperasi dengan melakukan kegiatannya berdasarkan
prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang
berdasarkan atas asas kekeluargaan (UU No. 25 Tahun 1992).
a. Landasan koperasi Indonesia
Landasan ideologi : pancasila
Landasan struktural yaitu UUD 1945
Landasan operasional yaitu UU no 25 tahun1992
Landasan mental yaitu solidaritas
b. Tujuan koperasi
Menurut UU no 25 tahun 1992 pasal 3 koperasi bertujuan memajukan
kesehjateraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta
ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju,adil, dan makmur berlandasan pancasila dan UUD
1945.
c. Prinsip-Prinsip Koperasi
Prinsip-prinsip koperasi adalah:
1) keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
2) pengelolaan dilakukan secara demokratis;
3) pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa
usaha anggota;
4) pemberian balas jasa yang terbatas atas modal;
5) kemandirian;
d. Perangkat koperasi
1) Rapat anggota. Merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi, segala
keputusan dalam rapat anggota koperasi bersifat mengikat pada semua
anggota.
2) Pengurus. Merupakan pelaksanaan dan memegang kuasa rapat anggota.
3) Pengawas. Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha koperasi
seharusnya dilakukan oleh anggota koperasi secara bersama-sama.
e. Modal koperasi
1) Modal sendiri, berasal dari :
a) Simpanan pokok, yaitu simpanan anggota yang hanya dibayarkan sekali
selama menjadi anggota dengan jumlah yang telah ditetapkan.
b) Simpanan wajib, yaitu simpanan anggota yang dibayar dalam waktu
tertentu secara rutin dengan jumlah tertentu.
c) Simpanan sukarela, yaitu simpanan anggota yang dapat dilaksanakan
sewaktu-waktu dengan jumlah yang tidak sama.
d) Dana cadangan, yaitu dana yang diperoleh dari penyisihan SHU yang
tidak dibagikan pada anggota.
e) Hibah, yaitu bantuan dari pihak ketiga yang sifatnya tidak mengikat.
2) Modal pinjaman, berasal dari :
a) Koperasi lainnya.
b) Bank dan lembaga keuangan.
c) Pinjaman dari anggota.
3. Negara (Pemerintah)
Negara adalah komunitas sosial, politik dan ekonomi. Pemerintah adalah
salah satu unsur dari Negara. Pemerintah adalah pelaku kegiatan ekonomi.
Fungsi pengaturan kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah.
Pemerintah bertindak sebagai pelaku ekonomi sesuai dengan UUD 1945
Pasal 33 ayat 2 dan 3. Pemerintah mencakup semua lembaga atau badan
pemerintahan yang berwenang dan tugas mengatur kegiatan ekonomi.
Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
1) Konsumen
Sebagai konsumen pemerintah membeli dan mengonsumsi berbagai barang
dan jasa untuk mengelola Negara. Misalnya : membeli jasa pegawai,
kendaraan dinas, kertas, alat-alat kantor, listrik, telepon dan lain-lain.
2) Produsen
Sebagai produsen, pemerintah menghasilkan barang dan jasa tersebut
diproduksi oleh badan usaha milik pemerintah. Sesuai amanat UUD 1945
pasal 33 ayat 2 dan 3, pemerintah bertugas menyediakan barang dan jasa
yang penting dibutuhkan oleh rakyat.
3) Regulator
Sebagai regulator, pemerintah bersama DPR membuat peraturan dalam
bidang ekonomi. Tujuannya mendorong kegiatan ekonomi agar lebih
optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
C. Metode Pembelajaran
- Tanya-jawab
- Kepala bernomor (Numbered Heads Together)
D. Media Pembelajaran
- Peta konsep
- Kertas berwarna
- Hand out
E. Sumber Pembelajaran
- Sutarto, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi untuk kelas VIII SMP,
Jakarta: Depdiknas Pusat Perbukuan, 2008.
- Muhammad Yasin dan Sri Ethicawati, Ekonomi Pelajaran IPS Terpadu untuk
SMP kelas VIII, Jakarta: Ganeca Exact, 2007.
- Tim Abdi Guru, IPS TERPADU untuk kelas VIII jilid 2A Berdasarkan
Standar Isi 2006, Jakarta: Erlangga, 2007.
- Internet
F. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Alokasi
Guru Siswa Waktu
I Pendahuluan 1. Menjawab salam dan 10 menit
1. Memberi salam dan menyapa sapaan guru
siswa. 2. Mengacungkan jari saat
2. Mengabsen siswa. namanya disebut
3. Apersepsi sekaligus
4. Membangkitkan minat atau rasa mempersiapkan diri
ingin tahu siswa (motivasi) untuk belajar.
5. Menjelaskan secara singkat 3. Menyimak serta aktif
mengenai materi yang akan mengungkapkan
diajarkan sesuai dengan pendapat.
kompetensi dasar yang hendak 4. Siswa termotivasi
dicapai mengenai Pelaku 5. Memperhatikan dan
ekonomi. mendengarkan
penjelasan yang
disampaikan.
II Kegiatan inti 65 menit
1. Memberikan soal pretest 1. Menjawab soal dengan
2. Menjelaskan materi yang akan baik.
dipelajari dengan peta konsep. 2. Mendengarkan dengan
3. Memberikan kesempatan baik.
kepada siswa untuk bertanya. 3. Siswa aktif bertanya.
4. Menjelaskan langkah-langkah 4. Siswa menyimak
metode Numbered Heads penjelasan guru.
Together 5. Siswa membuat
5. Membagi siswa menjadi 5 kelompok.
kelompok 6. Masing-masing siswa
6. Memberikan nomor kepada menerima nomor.
masing-masing siswa dalam 7. Masing-masing
kelompok. kelompok mengerjakan
7. Memberikan tugas kepada dan setiap anggota
masing-masing kelompok untuk kelompok mengetahui
berdiskusi. jawabannya.
8. Memanggil salah satu nomor 8. Siswa yang dipanggil
dari masing-masing kelompok. nomornya melaporkan
9. Membuat kesimpulan hasil hasil kerja
diskusi siswa dan kelompoknya.
menyimpulkan materi yang 9. Mendengarkan dengan
dipelajari baik dan mencatat poin-
10. Memberikan soal posttest poin penting dari materi
yang dipelajari.
10. Menjawab soal dengan
baik.
III Penutup 5 menit
1. Mengingat dan memotivasi 1. Mendengarkan dengan
siswa untuk lebih giat belajar. baik.
2. Mengakhiri proses 2. Mengucapkan lafadz
pembelajaran dengan mengucap hamdalah dan menjawab
lafadz hamdalah, sekaligus salam.
mengucapkan salam.

G. Penilaian
Penilaian proses
a. Tes lisan, dilakukan melalui keaktifan siswa dalam Tanya jawab dan
mengungkapkan pendapatnya pada saat proses pembelajaran berlangsung.
b. Tes tertulis, dilakukan melalui pemberian tes awal (pre-test) dan tes akhir
(post-test) dengan soal yang sama terkait dengan materi yang diajarkan.

Mengetahui, Ciputat, 30 September 2010


Guru mata pelajaran Praktikan

Siswandi, SE Nurazizah
NIM. 106015000466

Lampiran 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas : VIII
Semester : Ganjil
Standar Kompetensi : Memahami kegiatan pelaku ekonomi di
masyarakat
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasikan bentuk pasar dalam kegiatan
ekonomi masyarakat
Indikator :
1. Menjelaskan pengertian pasar dalam kegiatan ekonomi
2. Menguraikan fungsi pasar dalam perekonomian
3. Mengelompokkan jenis-jenis pasar

Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah melaksanakan pembelajaran, siswa dapat :
1) Menjelaskan pengertian pasar dalam kegiatan ekonomi
2) Menguraikan fungsi pasar dalam perekonomian
3) Mengelompokkan jenis-jenis pasar

B. Materi Pembelajaran
Pasar
1. Pengertian pasar
Pasar diartikan sebagai suatu tempat di mana para penjual dan pembeli
dapat bertemu untuk berjual beli barang. Dalam ilmu ekonomi pertemuan
penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli dapat dilakukan
melalui sarana elektronika seperti telepon, faksimili, atau televisi. Oleh
karena itu, penjual dan pembeli tidak bertatap muka sebab berjualan.
Pasar semacam ini disebut pasar abstrak. Pasar konkrit yaitu tempat
bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli.
2. Fungsi pasar
Pasar sebagai tempat untuk melakukan jual beli barang dan jasa
mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi pembentuk harga
Di pasar terjadi proses tawar-menawar antara penjual dan pembeli.
Semula penjual menawarkan barang dengan harga tinggi dan pembeli
menawar dengan harga rendah. Jika terjadi kesepakatan, terbentuklah
harga pasar atau harga keseimbangan.
b. Fungsi distribusi
Pasar memperlancar pendistribusian barang dari produsen kepada
konsumen. Produsen dapat berhubungan dengan konsumen dalam
menyalurkan barang-barangnya, baik langsung maupun tidak
langsung melalui pasar.
c. Fungsi promosi
Produsen ingin barang dan jasa/ hasil produksinya dikenal oleh
konsumen. Kegiatan memperkenalkan hasil produksi kepada
konsumen disebut promosi.
d. Fungsi penyerapan tenaga kerja
Pedagang yang ada di pasar mempekerjakan orang-orang sebagai kuli
angkut, pelayan toko tenaga kasir, dan sebagainya. Oleh karena itu,
dapat dikatakan bahwa pasar berfungsi sebagai tenpat penyerap tenaga
kerja.
e. Sumber penghasilan
Pasar mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat, terutama hal
yang terkait dengan penghasilan. Di pasar terdapat penjual yang
merupakan bagian dari suatu masyarakat. Mereka memperolah
penghasilan dari berjualan dipasar. Pemerintah juga mendapatkan
penghasilan melaui pajak dan retribusi pasar.
3. Jenis- jenis pasar
1) Pasar berdasarkan wujudnya (segi fisik)
a. Pasar konkret (pasar nyata). Yaitu tempat untuk
memperjualbelikan barang dan jasa, dan barang-barang yang
diperjualbelikan barada dp pasar tersebut.
b. Pasar abstrak (pasar tidak nyata). Yaitu pasar di mana penjual
menawarkan barang hanya memperlihatkan contoh atau pembeli
dan pejual tidak langhsung datang ke pasar.
2) Pasar berdasarkan luas kegiatannya
a. Pasar lokal. Yaitu tempat yang mempertemukan penjual dan
pembeli dari satu daerah setempat saja. Contoh pasar desa.
b. Pasar daerah. Yaitu tempat yang mempertemukan penjual dan
pembeli di satu daerah tertentu. Contoh pasar slewer di Solo.
c. Pasar nasional. Yaitu pasar yang mempertemukan penjual dan
pembeli dari berbagai wilayah dalam suatu Negara. Contoh Bursa
Efek Jakarta (BEJ).
d. Pasar internasional. Yaitu pasar yang mempertemukan penjual dan
pembeli dari berbagai Negara. Pasar karet di New York.
3) Pasar berdasarkan waktunya
a. Pasar harian. Yaiyu pasar yang terjadi hampir setiap hari dan
menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Contoh pasar
tradisional.
b. Pasar mingguan. Yaitu pasar yang terjadi seminggu sekali. Contoh
pasar mobil dihalaman TVRI stasiun Yogyakarta yang
diselenggarakan setiap hari minggu.
c. Pasar bulanan. Yaitu pasar yang terjadi setiap bulan sekali.
Contohnya pasar di daerah perkebunan kelapa sawit di Sumatera
Utara yang dikenal dengan nama pajak terjadi setiap bulan sekali.
d. Pasar tahunan. Yaitu pasar yang terjadi setahun sekali.contoh
Pekan Raya Jakarta.
e. Pasar temporer. Yaitu pasar yang terjadi sewaktu-waktu. Contoh
pasar tiban, pasar murah.
4) Pasar berdasarkan jenis barang yang diperjualbelikan.
a. Pasar barang konsumsi. Yaitu pasar yang digunakan untuk
memperjualbelikan barang konsumsi. Contoh pasar sehari-hari,
pasar buah.
b. Pasar factor produksi. Yaitu pasar yang digunakan untuk
memperjualbelikan factor-faktor produksi, seperti bahan baku,
tenaga kerja.
5) Pasar berdasarkan bentuk
a. Pasar persaingan sempurna. Yaitu pasar di mana penjual dan
pembeli sangat banyak sehingga harga tidak dapat ditentukan oleh
seseorang melainkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan.
Contonya pasar sapi di pasar Internasional.
b. Pasar oligopoli. Yaitu suatu pasar di mana hanya terdapat sedikit
penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak.
Contonya pasar, mobil, tv dan tv.
c. Pasar duopoli. Yaitu suatu pasar di mana penawaran suatu barang
dikuasai oleh dua perusahaan. Contohnya penawaran untuk minyak
pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.
d. Pasar monopoli. Yaitu suatu pasar di mana hanya terdapat satu
penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa. Contohnya
PT PLN, PT. KAI.
e. Pasar monopsoni. Yaitu pasar di mana hanya terdapat satu
perusahaan pembeli, sehingga ia memiliki kemampuan untuk
menetapkan harga. Contohnya PT. KAI Indonesia.
f. Pasar oligopsoni. Yaitu suatu pasar di mana pembelian suatu
barang dipegang oleh beberapa perusahaan. Contohnya, di
pedesaan sering terdapat tengkulak dan pengijon.
g. Pasar persaingan monopolistik. Yaitu pasar yang didalamnya
terdapat persaingan antara pedagang yang melakukan monopoli.
Contohnya merek pasta gigi, Pepsodent memonopoli penjualan
pasta gigi di Indonesia.
C. Metode Pembelajaran
- Tanya-jawab
- Kepala bernomor (Numbered Heads Together)
D. Media Pembelajaran
- Peta konsep
- Kertas berwarna
- Gambar
E. Sumber Pembelajaran
- Sutarto, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi untuk kelas VIII SMP,
Jakarta: Depdiknas Pusat Perbukuan, 2008.
- Muhammad Yasin dan Sri Ethicawati, Ekonomi Pelajaran IPS Terpadu
untuk SMP kelas VIII, Jakarta: Ganeca Exact, 2007.
- Tim Abdi Guru, IPS TERPADU untuk kelas VIII jilid 2A Berdasarkan
Standar Isi 2006, Jakarta: Erlangga, 2007.
- Internet
F. Langkah-langkah Pembelajaran
No Kegiatan Alokasi
Guru Siswa Waktu
I Pendahuluan 1. Menjawab salam dan 10
1. Memberi salam dan menyapa sapaan guru menit
siswa. 2. Mengacungkan jari saat
2. Mengabsen siswa. namanya disebut sekaligus
3. Apersepsi mempersiapkan diri untuk
4. Membangkitkan minat atau rasa belajar.
ingin tahu siswa (motivasi) 3. Menyimak serta aktif
5. Menjelaskan secara singkat mengungkapkan pendapat.
mengenai materi yang akan 4. Siswa termotivasi
diajarkan sesuai dengan 5. Memperhatikan dan
kompetensi dasar yang hendak mendengarkan penjelasan
dicapai mengenai Pelaku ekonomi. yang disampaikan.
II Kegiatan inti 65
1. Memberikan soal pretest 1. Menjawab soal dengan menit
2. Menjelaskan materi yang akan baik.
dipelajari dengan peta konsep dan 2. Mendengarkan dan
gambar yang disesuaikan dengan menyimak dengan baik.
materi. 3. Siswa aktif bertanya.
3. Memberikan kesempatan kepada 4. Siswa menyimak
siswa untuk bertanya. penjelasan guru.
4. Menjelaskan langkah-langkah 5. Siswa membuat kelompok.
metode Numbered Heads Together 6. Masing-masing siswa
5. Membagi siswa menjadi 5 menerima nomor.
kelompok 7. Masing-masing kelompok
6. Memberikan nomor kepada mengerjakan dan setiap
masing-masing siswa dalam anggota kelompok
kelompok. mengetahui jawabannya.
7. Memberikan tugas kepada masing- 8. Siswa yang dipanggil
masing kelompok untuk nomornya melaporkan
berdiskusi. hasil kerja kelompoknya.
8. Memanggil salah satu nomor dari 9. Mendengarkan dengan
masing-masing kelompok. baik dan mencatat poin-
9. Membuat kesimpulan hasil diskusi poin penting dari materi
siswa dan menyimpulkan materi yang dipelajari.
yang dipelajari 10. Menjawab soal dengan
10. Memberikan soal postest baik.
III Penutup 5 menit
1. Mengingat dan memotivasi siswa 1. Mendengarkan dengan
untuk lebih giat belajar. baik.
2. Mengakhiri proses pembelajaran 2. Mengucapkan lafadz
dengan mengucap lafadz hamdalah dan menjawab
hamdalah, sekaligus mengucapkan salam.
salam.
G. Penilaian
Penilaian proses
a. Tes lisan, dilakukan melalui keaktifan siswa dalam Tanya jawab dan
mengungkapkan pendapatnya pada saat proses pembelajaran
berlangsung.
b. Tes tertulis, dilakukan melalui pemberian tes awal (pre-test) dan tes akhir
(post-test) dengan soal yang sama terkait dengan materi yang diajarkan.

Mengetahui, Ciputat, 14 Oktober 2010


Guru Mata Pelajaran Praktikan

Siswandi, SE Nurazizah
NIM. 106015000466

Lampiran 4
HAND OUT 1
PELAKU EKONOMI

1. Menggolongkan Pelaku Ekonomi Utama dalam Perekonomian Indonesia


Pelaku ekonomi adalah orang atau badan yang melakukan kegiatan
ekonomi. Pelaku ekonomi terdiri atas rumah tangga, masyarakat, perusahaan,
koperasi dan negara. Pelaku ekonomi tersebut melakukan perannya dalam
kegiatan ekonomi sebagai pelaku produksi maupun konsumsi.

2. Rumah Tangga
Rumah tangga adalah unit terkecil dalam perekonomian. Dalam skala
sempit, rumah tangga adalah keluarga, yaitu terdiri dari ayah, ibu dan anak,
dan anggota keluarga lainnya. Adapaun rumah tangga dalam skala luas adalah
masyarakat, yaitu terdiri dari sekelompok keluarga. Rumah tangga
(konsumen) adalah kelompok yang terkait dalam hubungan kekeluargaan.
Karena terdiri atas orang-orang, rumah tangga (keluarga) merupakan sebuah
unit pelaku ekonomi. Rumah tangga memegang peranan penting dalam
perekonomian masyarakat. Karena rumah tangga berperan sebagai berikut:
1) Konsumen
Sebagai konsumen, rumah tangga membeli dan mengonsumsi barang dan
jasa yang dihasilkan perusahaan. Perusahaan mendapat keuntungan dari
penjualan barang dan jasa tersebut. Sebaliknya rumah tangga dapat
memperoleh pendapatan karena keterlibatannya dalam proses produksi.
Rumah tangga dapat menyewakan alam, bekerja dan memberikan modal
dalam proses produksi.
2) Penyedia faktor produksi bagi perusahaan.
Sebagai penyedia faktor produksi, rumah tangga menawarkan tenaga,
lahan (tanah) dan modal.

3. Masyarakat
Masyarakat merupakan bagian dari pelaku ekonomi. Masyarakat terdiri dari
masyarakat dalam negeri dan masyakat luar negeri. Masyarakat sebagai pelaku
ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat luar negeri
juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian, karena
berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya
berupa transaksi perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman
modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman.
Dalam pembahasan ini akan dibahas peran masyarakat luar negeri dalam
pelaku ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri suatu Negara
perlu hubungan dengan Negara lain. Karena tidak semua Negara dapat
memproduksi semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya.
Indonesia melakukan hubungan ekonomi dengan berbagai Negara di seluruh
dunia. Hubungan tersebut dapat berupa perdagangan, ketenagakerjaan dan
permodalan. Hubungan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Perdagangan
Salah satu bentuk kerja sama dengan luar negeri adalah perdagangan yaitu
ekspor maupun impor barang maupun jasa.
b) Pertukaran tenaga kerja
Masyarakat Indonesia banyak mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri,
mereka yang bekerja di luar negeri memberikan devisa bagi bagi
Indonesia. Selain masyarakat Indonesia bekerja di luar negeri, masyarakat
dari Negara lain juga banyak yang bekerja di Indonesia.
c) Sumber penanaman modal asing
Penanaman modal asing di suatu Negara merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan kemakmuran penduduk di suatu Negara.
d) Pemberi pinjaman
Untuk melaksanakan pembangunan, suatu Negara membutuhkan dana
yang sangat besar. Pada saat suatu Negara mengalami kesulitan keuangan,
maka Negara akan meminjam dari Negara lain atau badan keuangan
internasional.
Lampiran 5
HAND OUT 2
PELAKU EKONOMI

1. Perusahaan
Rumah tangga produksi disebut juga perusahaan. Perusahaan adalah
kesatuan teknis yang mengkombinasikan faktor produksi untuk menghasilkan
barang dan jasa. Menurut jenis badan hukumnya, perusahaan digolongkan
sebagai perusahaan perseorangan, CV, Firma, Perseroan Terbatas (PT), dan
koperasi. Menurut lapangan usahanya, perusahaan terdiri atas perusahaan
agraris, ekstraktif, industri, perdagangan dan jasa. Perusahaan dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu perusahaan swasta (Badan Usaha Milik
Swasta atau BUMS) dan perusahaan Negara (Badan Usaha Milik Negara atau
BUMN).
a. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN adalah suatu perusahaan yang seluruh modalnya atau sebagian
dimiliki oleh Negara. adapun tujuan pemerintah mendirikan BUMN adalah
sebagai berikut:
Melayani kepentingan masyarakat umum
Mencegah praktek monopoli swasta
Sumber pendapatan Negara
Bentuk-bentuk badan usaha menurut UU No. 9 Th 1969, terdiri atas
Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Persero
(PT).
b. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
BUMS, yaitu badan usaha yang seluruh permodalannya berasal dari pihak
swasta, badan usaha milik swasta ini dapat dimiliki oleh seorang atau
beberapa orang dalam bentuk kerja sama penanaman modal. Badan Usaha
Milik Swasta memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Tujuan utamanya untuk memperoleh keuntungan atau laba;
b) Permodalan berasal dari pihak swasta yang dapat berasal dari satu orang
atau beberapa orang dalam bentuk kerja sama;
c) Mempunyai status hukum yang bertanggung jawab sesuai kitab undang-
undang hukum dagang;
d) Karyawannya berstatus pegawai swasta yang diatur oleh masing-masing
perusahaan.
Bentuk badan usaha milik swasta terdiri atas perusahaan perseorangan,
firma (Fa), perusahaan komanditer (CV), dan perseroan terbatas (PT).
Peran perusahaan dalam perekonomian adalah sebagai berikut:
1) Produsen
Sebagai produsen, perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Misalnya
perusahaan roti menghasilkan roti, perusahaan otomitif menghasilkan
mobil atau motor. Perusahaan ektraktif adalah perusahaan yang
menghasilkan barang dan cara mengambil langsung dari alam, misalnya
perusahaan pertambahan minyak bumi, batu bara, besi dan sebagainya.
Perusahaan industry adalah perusahaan yang menghasilkan barang
dengan cara mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah
jadi.
2) Pengguna faktor produksi
Untuk menghasilkan barang dan jasa diperlukan komponen-komponen
yang disebut faktor produksi. Faktor produksi disediakan oleh rumah
tangga. Dengan skill yang dimiliki perusahaan mengkombinasikan
faktor produksi untuk diolah sehingga menghasilkan barang atau jasa.
3) Agen pembangunan
Agen artinya perantara atau pembantu. Sebagai agen pembangunan,
artinya perusahaan membantu pemerintah dalam kegiatan
pembangunan.
2. Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau
Badan Hukum Koperasi dengan melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip
koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas
asas kekeluargaan (UU No. 25 Tahun 1992).
a. Landasan koperasi Indonesia
Landasan ideologi : pancasila
Landasan struktural yaitu UUD 1945
Landasan operasional yaitu UU no 25 tahun1992
Landasan mental yaitu solidaritas
b. Tujuan koperasi
Menurut UU no 25 tahun 1992 pasal 3 koperasi bertujuan memajukan
kesehjateraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju,adil, dan makmur berlandasan
pancasila dan UUD 1945.
c. Prinsip-Prinsip Koperasi
Prinsip-prinsip koperasi adalah:
1) keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka;
2) pengelolaan dilakukan secara demokratis;
3) pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa
usaha anggota;
4) pemberian balas jasa yang terbatas atas modal;
5) kemandirian;
d. Perangkat koperasi
1) Rapat anggota. Merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi, segala
keputusan dalam rapat anggota koperasi bersifat mengikat pada semua
anggota.
2) Pengurus. Merupakan pelaksanaan dan memegang kuasa rapat
anggota.
3) Pengawas. Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha koperasi
seharusnya dilakukan oleh anggota koperasi secara bersama-sama.
e. Modal koperasi
1) Modal sendiri, berasal dari :
a) Simpanan pokok, yaitu simpanan anggota yang hanya dibayarkan
sekali selama menjadi anggota dengan jumlah yang telah ditetapkan.
b) Simpanan wajib, yaitu simpanan anggota yang dibayar dalam waktu
tertentu secara rutin dengan jumlah tertentu.
c) Simpanan sukarela, yaitu simpanan anggota yang dapat dilaksanakan
sewaktu-waktu dengan jumlah yang tidak sama.
d) Dana cadangan, yaitu dana yang diperoleh dari penyisihan SHU
yang tidak dibagikan pada anggota.
e) Hibah, yaitu bantuan dari pihak ketiga yang sifatnya tidak mengikat.
2) Modal pinjaman, berasal dari :
a) Koperasi lainnya.
b) Bank dan lembaga keuangan.
c) Pinjaman dari anggota.

3. Negara (Pemerintah)
Negara adalah komunitas sosial, politik dan ekonomi. Pemerintah adalah
salah satu unsur dari Negara. Pemerintah adalah pelaku kegiatan ekonomi.
Fungsi pengaturan kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah
bertindak sebagai pelaku ekonomi sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2
dan 3. Pemerintah mencakup semua lembaga atau badan pemerintahan yang
berwenang dan tugas mengatur kegiatan ekonomi. Peran pemerintah dalam
kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
1) Konsumen
Sebagai konsumen pemerintah membeli dan mengonsumsi berbagai
barang dan jasa untuk mengelola Negara. Misalnya : membeli jasa
pegawai, kendaraan dinas, kertas, alat-alat kantor, listrik, telepon dan lain-
lain.
2) Produsen
Sebagai produsen, pemerintah menghasilkan barang dan jasa tersebut
diproduksi oleh badan usaha milik pemerintah. Sesuai amanat UUD 1945
pasal 33 ayat 2 dan 3, pemerintah bertugas menyediakan barang dan jasa
yang penting dibutuhkan oleh rakyat.
3) Regulator
Sebagai regulator, pemerintah bersama DPR membuat peraturan dalam
bidang ekonomi. Tujuannya mendorong kegiatan ekonomi agar lebih
optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Lampiran 6
HAND OUT 3
PASAR
1. Pengertian pasar
Pasar diartikan sebagai suatu tempat di mana para penjual dan pembeli
dapat bertemu untuk berjual beli barang. Dalam ilmu ekonomi pertemuan
penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli dapat dilakukan
melalui sarana elektronika seperti telepon, faksimili, atau televisi. Oleh
karena itu, penjual dan pembeli tidak bertatap muka sebab berjualan. Pasar
semacam ini disebut pasar abstrak. Pasar konkrit yaitu tempat bertemunya
penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli.
2. Fungsi pasar
Pasar sebagai tempat untuk melakukan jual beli barang dan jasa
mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi pembentuk harga
Di pasar terjadi proses tawar-menawar antara penjual dan pembeli. Semula
penjual menawarkan barang dengan harga tinggi dan pembeli menawar
dengan harga rendah. Jika terjadi kesepakatan, terbentuklah harga pasar
atau harga keseimbangan.
b. Fungsi distribusi
Pasar memperlancar pendistribusian barang dari produsen kepada
konsumen. Produsen dapat berhubungan dengan konsumen dalam
menyalurkan barang-barangnya, baik langsung maupun tidak langsung
melalui pasar.
c. Fungsi promosi
Produsen ingin barang dan jasa/ hasil produksinya dikenal oleh konsumen.
Kegiatan memperkenalkan hasil produksi kepada konsumen disebut
promosi.
d. Fungsi penyerapan tenaga kerja
Pedagang yang ada di pasar mempekerjakan orang-orang sebagai kuli
angkut, pelayan toko tenaga kasir, dan sebagainya. Oleh karena itu, dapat
dikatakan bahwa pasar berfungsi sebagai tenpat penyerap tenaga kerja.
e. Sumber penghasilan
Pasar mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat, terutama hal yang
terkait dengan penghasilan. Di pasar terdapat penjual yang merupakan
bagian dari suatu masyarakat. Mereka memperolah penghasilan dari
berjualan dipasar. Pemerintah juga mendapatkan penghasilan melaui pajak
dan retribusi pasar.
3. Jenis- jenis pasar
1) Pasar berdasarkan wujudnya (segi fisik)
a. Pasar konkret (pasar nyata). Yaitu tempat untuk memperjualbelikan barang
dan jasa, dan barang-barang yang diperjualbelikan barada dp pasar
tersebut.
b. Pasar abstrak (pasar tidak nyata). Yaitu pasar di mana penjual menawarkan
barang hanya memperlihatkan contoh atau pembeli dan pejual tidak
langhsung datang ke pasar.
2) Pasar berdasarkan luas kegiatannya
a. Pasar lokal. Yaitu tempat yang mempertemukan penjual dan pembeli dari
satu daerah setempat saja. Contoh pasar desa.
b. Pasar daerah. Yaitu tempat yang mempertemukan penjual dan pembeli di
satu daerah tertentu. Contoh pasar slewer di Solo.
c. Pasar nasional. Yaitu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli
dari berbagai wilayah dalam suatu Negara. Contoh Bursa Efek Jakarta
(BEJ).
d. Pasar internasional. Yaitu pasar yang mempertemukan penjual dan
pembeli dari berbagai Negara. Pasar karet di New York.
3) Pasar berdasarkan waktunya
a. Pasar harian. Yaiyu pasar yang terjadi hampir setiap hari dan menyediakan
barang-barang kebutuhan sehari-hari. Contoh pasar tradisional.
b. Pasar mingguan. Yaitu pasar yang terjadi seminggu sekali. Contoh pasar
mobil dihalaman TVRI stasiun Yogyakarta yang diselenggarakan setiap
hari minggu.
c. Pasar bulanan. Yaitu pasar yang terjadi setiap bulan sekali. Contohnya
pasar di daerah perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara yang dikenal
dengan nama pajak terjadi setiap bulan sekali.
d. Pasar tahunan. Yaitu pasar yang terjadi setahun sekali.contoh Pekan Raya
Jakarta.
e. Pasar temporer. Yaitu pasar yang terjadi sewaktu-waktu. Contoh pasar
tiban, pasar murah.
4) Pasar berdasarkan jenis barang yang diperjualbelikan.
a. Pasar barang konsumsi. Yaitu pasar yang digunakan untuk
memperjualbelikan barang konsumsi. Contoh pasar sehari-hari, pasar
buah.
b. Pasar faktor produksi. Yaitu pasar yang digunakan untuk
memperjualbelikan faktor-faktor produksi, seperti bahan baku, tenaga
kerja.
5) Pasar berdasarkan bentuk
a. Pasar persaingan sempurna. Yaitu pasar di mana penjual dan pembeli
sangat banyak sehingga harga tidak dapat ditentukan oleh seseorang
melainkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Contonya pasar sapi
di pasar Internasional.
b. Pasar oligopoli. Yaitu suatu pasar di mana hanya terdapat sedikit penjual
yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak. Contonya
pasar, mobil, dan tv.
c. Pasar duopoli. Yaitu suatu pasar di mana penawaran suatu barang dikuasai
oleh dua perusahaan. Contohnya penawaran untuk minyak pelumas
dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.
d. Pasar monopoli. Yaitu suatu pasar di mana hanya terdapat satu penjual
yang menguasai perdagangan barang atau jasa. Contohnya PT PLN, PT.
KAI.
e. Pasar monopsoni. Yaitu pasar di mana hanya terdapat satu perusahaan
pembeli, sehingga ia memiliki kemampuan untuk menetapkan harga.
Contohnya PT. KAI Indonesia.
f. Pasar oligopsoni. Yaitu suatu pasar di mana pembelian suatu barang
dipegang oleh beberapa perusahaan. Contohnya, di pedesaan sering
terdapat tengkulak dan pengijon.
g. Pasar persaingan monopolistik. Yaitu pasar yang didalamnya terdapat
persaingan antara pedagang yang melakukan monopoli. Contohnya merek
pasta gigi, Pepsodent memonopoli penjualan pasta gigi di Indonesia.
Lampiran 7
SMP NUSANTARA PLUS CIPUTAT
PRERTES DAN POSTES SIKLUS I

Nama :.
Kelas :.

A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda
silang (x) pada huruf abjad a, b, c, dan d!

1. Pelaku ekonomi adalah ..


a. Orang atau badan yang melakukan kegiatan ekonomi
b. Kelompok yang terkait dalam hubungan kekeluargaan
c. Pemilik atau penyedia jasa dari berbagai faktor produksi
d. badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau Badan Hukum
2. Salah satu dari penggolongkan pelaku ekonomi adalah .
a. Konsumen c. Lembaga
b. Perusahaan d. Penjual
3. Peranan rumah tangga (keluarga) sebagai konsumen adalah melakukan
tindakan .
a. Membeli faktor produksi untuk melakukan kegiatan produksi
b. Melakukan kegiatan produksi sebagai agen pembangunan
c. Mengonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan
d. Menyediakan faktor produksi untuk perusahaan
4. Salah satu pendapatan rumah tangga keluarga adalah gaji atau upah. Gaji atau
upah diperoleh karena ..
a. Ikut bekerja dalam proses produksi
b. Menanamkan modal di perusahaan
c. Memiliki perusahaan
d. Menyewakan tanah kepada perusahaan
5. Yang bukan peranan masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi adalah
..
a. Konsumen c. Regulator
b. Produsen d. Penyedia faktor produksi
6. Sebagai penyedia faktor produksi modal, rumah tangga mendapatkan ..
a. Sewa c. Upah
b. Bunga d. Laba
7. Tujuan utama rumah tangga keluarga sebagai pelaku ekonomi dalam
melakukan kegiatan ekonomi ialah..
a. Mendapatkan barang dan jasa c. Memperoleh laba
b. Memenuhi kebutuhan d. Membuat barang
8. Salah satu kegiatan mandiri rumah tangga keluarga ialah ..
a. Berjualan bakso di emperan toko
b. Bekerja sebagai carik desa
c. Bekerja sebagai karyawan toko
d. Bekerja sama dalam menternakkan ayam kampong
9. Rumah tangga keluarga bersedia menjasakan tenaganya untuk kegiatan
produksi karena .
a. Murah harganya c. Penting fungsinya
b. Ada imbalanya d. Besarnya kekuatannya
10. Untuk mengembangkan usaha produksi rumah tangga, hal yang paling utama
dilakukan ialah .
a. Memperluas usaha c. Menambah modal
b. Menambah tenaga kerja d. Menambah jumlah
produksi
11. Keluargamu juga melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan.
Kegiatan keluargamu itu menunjukkan bahwa mereka juga merupakan ...
a. Pelaku ekonomi c. Konsumen
b. Pengguna ekonomi d. Produsen ekonomi
12. Peranan masyarakat dalam pelaku ekonomi adalah .
a. Penyedia factor produksi c. Regulator
b. Agen pembangunan d. Distributor
13. Kegiatan manusia sangat beragam, dalam ilmu ekonomi kegiatan manusia
tersebut umumnya berupa .
a. Konsumsi, investasi, produksi c. Investasi, distribusi, ekspor
impor
b. Produksi, distribusi, konsumsi d. Produksi, ekspor impor,
distribusi
14. Manusia melakukan kegiatan konsumsi pada dasarnya bertujuan untuk ..
a. Mendapat penghasilan
b. Mempertahan kelangsungan hidupnya
c. Menikmati hidup dengan baik
d. Menghabiskan kegunaan suatu barang atau jasa
15. Peran rumah tangga keluarga sebagai penyedia factor produksi adalah
menawarkan ..
a. Tenaga kerja c. Ekspor
b. Barang d. Jasa
16. Kelompok orang yang terkait dalam hubungan kekeluargaan adalah .
a. Rumah tangga produksi (perusahaan) c. Koperasi
b. Rumah tangga keluarga d. Negara
17. Orang atau badan yang melakukan kegiatan ekonomi disebut...
a. Ekonom c. Pengusaha
b. Pedagang d. Pelaku ekonomi
18. Poin-poin berikut merupakan kegiatan ekonomi masyarakat, kecuali...
a. Membagikan SHU c. Membuka lahan pertanian
b. Membuka usaha kue d. Menjadi tukang pangkas
rambut
19. Berikut ini kegiatan yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga.
i. menggunakan barang dan jasa
ii. menyerahkan faktor-faktor produksi.
iii. menerima pembayaran atas penyerahan faktor-faktor produksi.
iv. menempati rumah dinas yang disediakan perusahaan.
v. menggunakan faktor-faktor produksi.
Kegiatan-kegiatan konsumsi rumah tangga keluarga diuraikan pada.....
a. poin i dan ii c. poinidan v
b. poin i dan iv d. poin ii dan iii
20. Perhatikan matriks berikut!
A B C D
1.Rumah
1. Alam 1. Produksi 1. Upah
tangga
2. Tenaga 2.
2.Perusahaan 2. Sewa
kerja Konsumsi
3.
3. Modal 3. Koperasi 3. Bunga
Distribusi
4. Skill 4. Negara 4. Laba
Matrik yang menguraikan pelaku ekonomi adalah...
a. matrik A c. matrik C
b. matrik B d. matrik D
21. Berdasarkan soal nomor 4, penghasilan yang diperoleh rumah tangga terurai
pada.......
a. matrik A c. matrik C
b. matrik B d. matrik D
22. Pelaku ekonomi yang kegiatannya berhubungan dengan transaksi ekonomi
adalah ..
a. Koperasi c. Negara
b. Perusahaan d. Masyarakat luar negeri
23. Yang termasuk kegiatan konsumsi yang dilakukan masyarakat luar negeri
adalah ..
a. Membeli barang-barang yang tidak diproduksi oleh masyarakat dalam
negeri
b. Membeli kendaraan dinas
c. Menyediakan factor produksi untuk perusahaan
d. Melakukan kegiatan produksi sebagai agen pembangunan
24. Berikut ini yang termasuk hubungan suatu Negara dengan Negara lain dalam
masyarakat luar negeri, kecuali
a. Pemberi pinjaman c. Pertukaran luar negeri
b. Sumber penanaman modal asing d. Perusahaan
25. Peran masyarakat luar negeri dalam pelaku ekonomi adalah
a. Kegiatan ekspor impor c. Menghasilkan barang dan
jasa
b. Mengatur perekonomian Negara d. Pemasok atau pemilik hasil
produksi
26. Sebagai penyedia factor produksi modal, rumah tangga mendapatkan ..
a. Sewa c. Upah
b. Bunga d. Laba
27. Apabila kamu melihat seorang pelayan toko yang bekerja untuk menjual
barang dagangan milik orang lain, maka menurut kamu orang tersebut .
a. Bekerja mandiri c. Berwiraswasta
b. Bekerja untuk pihak lain d. Bekerja sama dengan pihak
lain
28. Kondisi ideal arus kegiatan ekonomi tercapai apabila .
a. Pelaku kegiatan ekonomi bertambah c. Jumlah uang yang beredar
bertambah
b. Arus uang dan barang berjalan lancer d. Jumlah produsen di pasar
bertambah
29. Peranan kegiatan ekonomi pemerinath dan masyarakat luar negeri.
1) Membeli barang konsumsi
2) Melakukan kegiatan produksi
3) Memberikan bantuan atau pinjaman kepada Negara-negara yang
membutuhkan
4) Penanaman modal asing
5) Mengatur kegiatan ekonomi agar stabilitas ekonomi terus terjaga.
Peranan masyarakat luar negeri dalam kegiatan perekonomian ditunjukkan
oleh nomor
a. 1) dan 2) c. 3) dan 4)
b. 1) dan 4) d. 2) dan 3)
30. Imbalan jasa yang diterima oleh rumah tangga konsumen atas penggunaan
factor produksi berupa tenaga kerja dan keahlian ialah .
a. Uang dan laba c. sewa dan upah
b. Upah dan laba d. sewa dan uang

Instrumen tersebut telah dikonsultasikan dan divalidasi oleh pakar/penguji di


lapangan, dalam hal ini adalah dosen pembimbing yang bersangkutan.

Menyetujui,

Lampiran 8
SMP NUSANTARA PLUS CIPUTAT
PRERTES DAN POSTES SIKLUS II

Nama :.
Kelas :.

A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda
silang (x) pada huruf abjad a, b, c, dan d!

1. Kesatuan teknis yang mengkombinasikan faktor produksi untuk


menghasilkan barang dan jasa disebut .
a. Rumah tangga (keluarga) c. Koperasi
b. Perusahaan d. Pemerintah
2. Perusahaan berperan sebagai agen pembangunan karena ...
a. Kegiatan yang dilakukan dapat mencemari lingkungan
b. Kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
c. Membiayai semua program pembangunan yang dilakukan pemerintah
d. Satu-satunya mitra pemerintah dalam kegiatan pembangunan
3. Tujuan koperasi adalah ..
a. Mencari laba sebanyak-banyaknya
b. Melayani kepentingan individual
c. Penyandang dana kegiatan sosial-kemanusiaan
d. Meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat
4. Di bawah ini merupakan contoh perusahaan swasta .
a. Perusahaan jawatan (Perjan) c. Perusahaan Umum (Perum)
b. Perusahaan komanditer (CV) d. Persero (PT)
5. Peran pemerintah sebagai produsen dilakukan oleh ..
a. Koperasi c. BUMS
b. BUMN d. Pejabat Negara
6. Salah satu peran pemerintah dalam perekonomian adalah sebagai regulator.
Yang dimaksud sebagai regulator adalah ..
a. Pemerintah bersama DPR membuat peraturan dalam bidang ekonomi
b. Pemerintah melakukan operasi pasar
c. Pemerintah memberikan subsidi kepada rakyat miskin
d. Pemerintah mendirikan BUMN
7. Salah satu dari prinsip koperasi adalah
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
b. Pembagian keuntungan sesuai dengan besarnya modal
c. Pengelolaan dilakukan tidak secara demokratis
d. Tidak mandiri
8. Yang bukan peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomi adalah ..
a. Konsumen c. Regulator
b. Produsen d. Penyedia faktor produksi
9. Perusahaan adalah pengguna faktor produksi. Penyedia faktor produksi
adalah ..
a. Pemerintah c. Rumah tangga
b. Koperasi d. BUMN
10. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rumah tangga Negara (pemerintah)
contohnya ialah .
a. Membuka kios Koran
b. Mengelola tambang minyak bumi
c. Mengelola perusahaan
d. Mengelola usaha wartel
11. Kekuasaan tertinggi koperasi Indonesia ialah ..
a. Rapat anggota c. Direktur
b. Ketua d. Pengurus
12. Berikut peran pemerintah dalam kegiatan perekonomian, kecuali .
a. Mendirikan BUMN c. Mengenakan pajak
b. Membuat kebijakan moneter d. Mencari keuntungan
13. Yang termasuk perusahaan jasa ialah ..
a. PT. Aneka Tambang c. PT. Telkom
b. PT. Indo Mobil d. PT. Semen Gresik
14. Koperasi adalah
a. Kesatuan teknis yang mengkombinasikan faktor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa
b. Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau Badan Hukum
c. Orang atau badan yang melakukan kegiatan ekonomi
d. Unit terkecil dalam perekonomian
15. Berikut ini yang bukan merupakan perangkat organisasi koperasi Indonesia
ialah .
a. Rapat anggota c. Ketua
b. Pengurus d. Pengawas
16. Rumah tangga produksi sering juga disebut .
a. Pemerintah c. Negara
b. Koperasi d. Perusahaan
17. Di bawah ini adalah contoh dari perusahaan Negara atau BUMN, kecuali .
a. Perusahaan jawatan (Perjan) c. Perusahaan Umum (Perum)
b. Firma (Fa) d. Persero (PT)
18. Peran koperasi di sekolah ialah .
a. Mencari keuntungan yang besar dengan membebani siswa untuk
membelibarang koperasi yang berharga mahal
b. Menyediakan berbagai keperluan belajar siswa dengan harga terjangkau
c. Tidak berperan apapun terhadap sekolah maupun siswa
d. Koperasi tidak memberikan manfaat apapun untuk siswa ataupun sekolah
19. Tujuan pemerintah ikut serta dalam kegiatan ekonomi ialah .
a. Mencegah terjadinya monopoli dalam kegiatan ekonomi
b. Memperoleh penghasilan yang maksimal
c. Menjaga agar sumber daya ekonomi tidak terlantar
d. Melakukan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi
20. Fungsi utama perusahaan yakni...
a. Menggunakan barang dan jasa
b. Menyerahkan faktor-faktor produksi
c. Menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
d. Menerima pembayaran atas penyerahan faktor-faktor produksi.

Instrumen tersebut telah dikonsultasikan dan divalidasi oleh pakar/penguji


di lapangan, dalam hal ini adalah dosen pembimbing yang bersangkutan.

Menyetujui,

Lampiran 9
SMP NUSANTARA PLUS CIPUTAT
PRERTES DAN POSTES SIKLUS III

Nama :.
Kelas :.

A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda
silang (x) pada huruf abjad a, b, c, dan d!

1. Pasar adalah .
a. Tempat pedangang menjual barang dagangannya
b. Tempat pembeli membeli barang kebutuhannya
c. Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi
d. Tempat penjualan barang
2. Suatu pasar yang terdapat satu penjual dan banyak pembeli disebut
pasar ..
a. Oligopoli c. Oligopsoni
b. Persaingan sempurna d. Monopoli
3. Berikut ini merupakan tempat pertemuan antara penjual-pembeli, kecuali ..
a. Pasar tradisional c. Pasar raya
b. Toko swalayan d. Pasar abstrak
4. Usaha memperlancar penyaluran barang dari produsen kepada konsumen
merupakan pengertian pasar dalam fungsi ..
a. Produksi c. Distribusi
b. Promosi d. Pembentuk harga
5. Perusahaan Listrik Negara (PLN) termasuk kategori bentuk pasar ..
a. Persaingan monopolistik c. Oligopoli
b. Monopoli d. monopsoni
6. Pasar mobil termasuk pasar .
a. Persaingan sempurna c. Persaingan monopolistik
b. Oligopoli d. Monopoli
7. Pasar abstrak adalah suatu pasar apabila barang yang diperdagangkan berupa
barang .
a. Contoh c. Primer
b. Konsumsi d. Produksi
8. Berikut ini merupakan contoh pasar konkret, kecuali ..
a. Pasar ikan c. Pasar pakaian
b. Pasar sepatu d. Pasar kopi
9. Pasar yang berlangsung setiap hari disebut ..
a. Pasar mingguan c. Pasar bulanan
b. Pasar harian d. Pasar tahunan
10. Pasar swalayan merupakan contoh pasar .
a. Modern c. Barang
b. Tradisional d. Grosir
11. Jika pada suatu pasar hanya ada dua penjual maka jenis pasar ini disebut
sebagai pasar .
a. Oligopoli c. Monopoli

b. Duopoli d. Monopsoni
12. Pasar tembakau di Bremen, Jerman, merupakan jenis pasar .
a. Tradisional c. Nasional
b. Modern d. Internasional
13. Apabila kamu pergi ke pasar untuk membeli suatu barang yang kamu
butuhkan, maka kamu berperan sebagai
a. Produsen c. Pedagang
b. Penjual d. Konsumen
14. Saat kamu membeli makanan yang dapat dimakan secara langsung di pasar,
maka pasar tersebut termasuk jenis pasar .
a. Internasional c. Barang konsumsi
b. Faktor produksi d. Mingguan
15. Pasar sayur mayur merupakan jenis pasar .
a. Lokal c. Nyata
b. Harian d. konsumsi
16. Suatu transaksi jual dan beli dapat terjadi karena adanya .
a. Barang c. Uang
b. Tempat d. Modal
17. Berikut ini ialah hal-hal yang tidak dapat kamu temukan di pasar, kecuali .
a. Terdapat penjual yang menawarkan barang dagangannya
b. Terdapat pembeli yang mencari barang kebutuhannya
c. Tempat perputaran uang dari pembeli kepada penjual
d. Tempat pertentangan anatar individu
18. Kegiatan memperkenalkan hasil produksi kepada konsumen merupakan pasar
yang berfungsi sebagai .
a. Pembentuk harga c. Promosi
b. Tenaga kerja d. Sumber penghasilan
19. Pasar yang digunakan untuk memperjualbelikan faktor-faktor produksi
disebut pasar .
a. Produksi c. Konkret
b. Tahunan d. Monopoli
20. Pekan Raya Jakarta merupakan contoh dari pasar .
a. Konsumsi c. Harian
b. Tahunan d. Internasional

Instrumen tersebut telah dikonsultasikan dan divalidasi oleh pakar/penguji


di lapangan, dalam hal ini adalah dosen pembimbing yang bersangkutan.

Menyetujui,

Lampiran 10

KUNCI JAWABAN

SIKLUS I
1. A 11. A 21.D
2. B 12. A 22.C
3. C 13. B 23.A
4. A 14. B 24.D
5. C 15. A 25.A
6. D 16. B 26.B
7. B 17. D 27.B
8. A 18. A 28.B
9. B 19. A 29.C

10. C 20.C 30.B

SIKLUS II
1. B 11. A
2. B 12. D
3. D 13. C
4. B 14. B
5. B 15. C
6. A 16. D
7. A 17. B
8. D 18. B
9. C 19. D
10. B 20. C
SIKLUS III

1. C 11. B
2. D 12. D
3. D 13. D
4. C 14. C
5. B 15. D
6. B 16. A
7. A 17. D
8. D 18. C
9. B 19. A
10. A 20. B
Lampiran 11

HASIL WAWANCARA PADA SAAT OBSERVASI RESPONDEN


SISWA

Kelas/Semester : VIII-1/1
Hari/Tanggal : Selasa, 27 Juli 2010

Siswa dengan Hasil Belajar Tinggi

1. Bagaimana menurutmu tentang pembelajaran IPS di kelas?


Jawaban : Asyik, karena banyak pertanyaan yang menggugah siswa untuk
menjawabnya, sehingga siswa dapat menambah ilmu pengaetahuan di kelas.
2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPS dikelas?
Jawaban : senang karena pembahasannya simple dan mudah dimengerti.
3. Bagaimana hasil belajar IPS kamu?
Jawaban : lumayan, karena agak mudah dan agak susah.
4. Apakah kamu puas dengan nilai IPS yang diperoleh?
Jawaban : puas, karena itu adalah hasil belajar kita sendiri.
5. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau
menjelaskan materi pelajaran? Jelaskan!
Jawaban : pembahasannya simple, mudah dimengerti dan jelas.
6. Apakah kamu dapat memahami materi IPS yang dijelaskan oleh guru?
Jawaban : dapat memahami.
7. Hambatan apa yang kamu hadapi pada saat belajar IPS?
Jawaban : hambatannya adalah guru terlalu cepat menerangkan sehingga saya
kurang dapat mengerti dan metodenya sangat membosankan
8. Apakah kamu sudah mengetahui tentang metode numbered heads together?
Jawaban : belum tahu, karena guru hanya menerangkan dengan metode
ceramah.
9. Apakah guru sudah menggunakan metode numbered heads together
dikelasmu?
Jawaban : belum, guru menerangkan dengan metode ceramah, bercerita atau
menerangkan saja dan diskusi
10. Bagaimana tes atau evaluasi yang dilakukan guru? Jelaskan!
Jawaban : sangat mudah.

Siswa dengan Hasil Belajar Sedang

1. Bagaimana menurutmu tentang pembelajaran IPS di kelas?


Jawaban : Ada yang membosankan ada yang tidak
2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPS dikelas?
Jawaban : kurang senang
3. Bagaimana hasil belajar IPS kamu?
Jawaban : lumayan.
4. Apakah kamu puas dengan nilai IPS yang diperoleh?
Jawaban : puas, karena itu adalah hasil belajar kita sendiri.
5. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau
menjelaskan materi pelajaran? Jelaskan!
Jawaban : kalau guru sedang menjelaskan saya agak sedikit kurang
dimengerti karena guru terlalu cepat dan kurang detail menjelaskannya.
6. Apakah kamu dapat memahami materi IPS yang dijelaskan oleh guru?
Jawaban : kurang paham, karena guru kurang jelas menjelaskannya.
7. Hambatan apa yang kamu hadapi pada saat belajar IPS?
Jawaban : hambatannya adalah dalam menghapalnya, guru terlalu cepat pada
saat menerangkan dan mencatatnya banyak
8. Apakah kamu sudah mengetahui tentang metode numbered heads together?
Jawaban : belum tahu, karena guru hanya menerangkan dengan metode
ceramah.
9. Apakah guru sudah menggunakan metode numbered heads together
dikelasmu?
Jawaban : belum, guru menerangkan dengan metode ceramah, bercerita atau
menerangkan saja.
10. Bagaimana tes atau evaluasi yang dilakukan guru? Jelaskan!
Jawaban : agak sulit, mengerjakan PG dan Essay yang ada di buku paket.
Siswa dengan Hasil Belajar Rendah

1. Bagaimana menurutmu tentang pembelajaran IPS di kelas?


Jawaban : biasa saja.
2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPS dikelas?
Jawaban : sedikit membosankan
3. Bagaimana hasil belajar IPS kamu?
Jawaban : hancur
4. Apakah kamu puas dengan nilai IPS yang diperoleh?
Jawaban : tidak puas
5. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau
menjelaskan materi pelajaran? Jelaskan!
Jawaban : menjelaskannya sersan yaitu serius tapi santai
6. Apakah kamu dapat memahami materi IPS yang dijelaskan oleh guru?
Jawaban : sedikit mamahami.
7. Hambatan apa yang kamu hadapi pada saat belajar IPS?
Jawaban : menghapal.
8. Apakah kamu sudah mengetahui tentang metode numbered heads together?
Jawaban : tidak tahu.
9. Apakah guru sudah menggunakan metode numbered heads together
dikelasmu?
Jawaban : belum.
10. Bagaimana tes atau evaluasi yang dilakukan guru? Jelaskan!
Jawaban : mengerjakan PG dan Essay yang ada di buku paket, lumayan sulit
karena saya kurang mengerti materinya.


Lampiran 12

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU IPS EKONOMI TERKAIT


MASALAH PENGAJARAN DI KELAS

1. Bagaimana proses pembelajaran IPS Ekonomi dikelas


Pembelajaran terlaksana dengan baik, tetapi interaksi antara guru dan siswa
belum efektif.
2. Bagaimana minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS Ekonomi (tinggi
atau rendah)
Sejauh ini, minat belajar siswa masih rendah.
3. Metode apa yang digunakan pada saat pembelajaran IPS Ekonomi?
Menerangkan atau ceramah dan Tanya jawab, tetapi siswa masih terlihat
pasif.
4. Apakah metode pembelajaran tersebut efektif diterapkan pada mata pelajaran
IPS Ekonomi?
Kurang efektif.
5. Apakah hambatan yang ditemui pada saat kegiatan belajar mengajar IPS
Ekonomi?
Kurangnya minat belajar siswa pada saat kegiatan belajar berlangsung, siswa
tidak memperhatikan guru, gaya belajar siswa berbeda-beda sehingga
kesulitan untuk menggunakan metode yang cocok dan semangat belajar siswa
kurang.
6. Bagaimana hasil belajar IPS Ekonomi siswa (tinggi atau rendah)
Masih rendah.
7. Apakah anda sudah mengenal metode pembelajaran Numbered Heads
Together?Jelaskan!
Belum mengenal dengan metode tersebut.
8. Apakah metode pembelajaran Numbered Heads Together efektif diterapkan
pada mata pelajaran IPS Ekonomi?
Belum tahu, karena belum menggunakan metode ini.
9. Menurut anda, apakah metode pembelajaran Numbered Heads Together dapat
meningkatkan minat dan hasil belajar IPS Ekonomi siswa?
Menurut saya bisa.
Lampiran 13
CATATAN LAPANGAN

Tempat Penelitian/Sekolah : SMP Nusantara Plus


Hari/ tanggal : Kamis/23 September 2010
Kegiatan : Pembelajaran IPS Ekonomi
Siklus : Satu

Hal-hal yang teramati dalam pelaksanaan Metode Numbered Heads Together


Indikator Uraian
Proses Kegiatan pembelajaran di awali dengan pretes dan
pembelajaran diakhiri dengan postes sebanyak 30 soal jenis pilihan
ganda, yang diikuti oleh 33 siswa. Kemudian dilanjutkan
dengan diskusi kelompok pembelajaran berakhir pukul
Kegiatan siswa Siswa mengerjakan soal pretes dan postes sebanyak
30 soal jenis pilihan ganda. Terlihat beberapa siswa
yang masih bingung dengan soal pretes.
Siswa membuat kelompok dan siswa yang dipanggil
nomornya dalam masing-masing kelompok
mempersentasikan hasil diskusi.
Sebagian besar siswa belum menguasai materi
Terlihat ada tiga orang yang tidak serius dalam
pembelajaran
Kegiatan guru Guru berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan
diskusi dengan cara memantau proses pembelajaran
berlangsung.
Sebelum pembelajaran dimulai, guru membagikan
hand out kepada setiap siswa.
Setelah memberikan apersepsi, guru membagi siswa
menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5
atau 6 kelompok.
Guru menjelaskan tentang langkah-langkah NHT
Interaksi antar Siswa bekerja sama dengan teman sekelompoknya
siswa dalam kegiatan diskusi permasalahan yang diberikan
oleh guru.
Pada saat kegiatan diskusi terlihat sebagian besar
siswa aktif mengikuti proses pembelajaran. Hanya
beberapa orang yang masih pasif dalam kegiatan
pembelajaran.
Interaksi siswa Siswa berinteraksi dengan guru selama pembelajaran
dengan guru berlangsung. Siswa banyak menanyakan tentang
langkah-langkah dari metode NHT
Waktu Penggunaan waktu pada proses pembelajaran masih
kurang karena waktu yang diberikan untuk diskusi
belum mencukupi.
CATATAN LAPANGAN

Tempat Penelitian/Sekolah : SMP Nusantara Plus


Hari/ tanggal : Kamis/30 September 2010
Kegiatan : Pembelajaran IPS Ekonomi
Siklus : Dua

Hal-hal yang teramati dalam pelaksanaan Metode Numbered Heads Together


Indikator Uraian
Proses pembelajaran Kegiatan pembelajaran di awali dengan pretes dan diakhiri
dengan postes sebanyak 20 soal jenis pilihan ganda, yang
diikuti oleh 33 siswa. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi
kelompok pembelajaran berakhir pukul
Kegiatan siswa Siswa mengerjakan soal pretes dan postes sebanyak 20
soal jenis pilihan ganda.
Siswa membuat kelompok dan siswa yang dipanggil
nomornya dalam masing-masing kelompok
mempersentasikan hasil diskusi.
Siswa sudah menguasai materi
Terlihat ada satu orang yang tidak serius dalam
pembelajaran
Kegiatan guru Guru berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan diskusi
dengan cara memantau proses pembelajaran berlangsung.
Sebelum pembelajaran dimulai, guru membagikan hand
out kepada setiap siswa.
Setelah memberikan apersepsi dan memberika materi
Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Setiap
kelompok terdiri dari 5 atau 6 kelompok.
Guru menjelaskan tentang langkah-langkah NHT
Interaksi antar siswa Siswa bekerja sama dengan teman sekelompoknya dalam
kegiatan diskusi permasalahan yang diberikan oleh guru.
Hampi semua siswa berperan aktif dalam diskusi dan
mengikuti proses pembelajaran.
Interaksi siswa Siswa berinteraksi dengan guru selama pembelajaran
dengan guru berlangsung. Siswa sudah mulai mengerti langkah-
langkah dari metode NHT
Waktu Penggunaan waktu pada proses pembelajaran sudah
cukup optimal sesuai dengan alokasi waktu
CATATAN LAPANGAN

Tempat Penelitian/Sekolah : SMP Nusantara Plus


Hari/ tanggal : Kamis/14 Oktober 2010
Kegiatan : Pembelajaran IPS Ekonomi
Siklus : Tiga

Hal-hal yang teramati dalam pelaksanaan Metode Numbered Heads Together


Indikator Uraian
Proses Kegiatan pembelajaran di awali dengan pretes dan diakhiri
pembelajaran dengan postes sebanyak 20 soal jenis pilihan ganda, yang diikuti
oleh 33 siswa. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok
pembelajaran.
Kegiatan siswa Siswa mengerjakan soal pretes dan postes sebanyak 20 soal
jenis pilihan ganda.
Siswa terfokus dalam media gambar
Siswa membuat kelompok dan siswa yang dipanggil
nomornya dalam masing-masing kelompok
mempersentasikan hasil diskusi.
Siswa sudah menguasai materi.
Terlihat ada dua orang yang tidak serius dalam pembelajaran.
Kegiatan guru Guru berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan diskusi
dengan cara memantau proses pembelajaran berlangsung.
Sebelum pembelajaran dimulai, guru membagikan hand out
kepada setiap siswa.
Setelah memberikan apersepsi dan memberikan materi
Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok
terdiri dari 5 atau 6 kelompok.
Guru menjelaskan tentang langkah-langkah NHT
Interaksi antar Siswa bekerja sama dengan teman sekelompoknya dalam
siswa kegiatan diskusi permasalahan yang diberikan oleh guru.
Semua siswa berperan aktif dalam diskusi dan mengikuti
proses pembelajaran.
Interaksi siswa Siswa berinteraksi dengan guru selama pembelajaran
dengan guru berlangsung. Siswa sudah mulai mengerti langkah-langkah
dari metode NHT
Waktu Penggunaan waktu pada proses pembelajaran sudah cukup
optimal sesuai dengan alokasi waktu
Lampiran 14
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU
DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus


Tahun Pelajaran : 2010/2011
Kelas/Semester : VIII-1/I
Materi Pokok : Pelaku Ekonomi
Siklus : Satu
Mengajar ke- :1
Hari /Tanggal : 23 September 2010

Berilah tanda checklist () pada nilai angka sesuai dengan pengamatan Anda
5 = Sangat Baik; 4 = Baik; 3 = sedang/Cukup; 2 = Kurang; 1 = Sangat Kurang
Nilai
No Aspek Penilaian
5 4 3 2 1
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Mengkondisikan kesiapan siswa dan kesiapan kelas
- Memberi salam
- Mengabsen siswa
b. Apersepsi
c. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa
(motivasi)
d. Menyampaikan tujuan/indikator yang ingin dicapai
2. Kegiatan Inti
a. Penggunaan media/ alat pembelajaran yang sesuai
dengan indikator bahan ajar
b. Menggunakan metode Numbered Heads Together
- Membagi siswa menjadi 5 kelompok
- Memberikan nomor kepada masing-masing
siswa dalam kelompok
- Memberikan tugas kepada setiap kelompok
- Memanggil salah satu nomor dari masing-
masing kelompok.
- Menyimpulkan hasil diskusi siswa
c. Pemusatan perhatian siswa terhadap proses
pembelajaran
d. Teknik menjelaskan/ menyampaikan materi
e. Pengelolaan kegiatan diskusi
f. Bimbingan kepada kelompok
g. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk berfikir
h. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan mengungkapkan pendapat
i. Antusias terhadap jawaban atau pendapat siswa
j. Menyimpulkan hasil pembelajaran
3 Kegiatan Penutup
a. Memberikan motivasi agar sisiwa lebih giat belajar
b. Menutup pembelajaran
Ket : Diadaptasi dari form penilaian PPKT FITK 2010

Observer

Siswandi, SE
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU
DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus


Tahun Pelajaran : 2010/2011
Kelas/Semester : VIII-1/I
Materi Pokok : Pelaku Ekonomi
Siklus : Dua
Mengajar ke- :2
Hari /Tanggal : 30 September 2010

Berilah tanda checklist () pada nilai angka sesuai dengan pengamatan Anda
5 = Sangat Baik; 4 = Baik; 3 = sedang/Cukup; 2 = Kurang; 1 = Sangat Kurang
Nilai
No Aspek Penilaian
5 4 3 2 1
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Mengkondisikan kesiapan siswa dan kesiapan
kelas
- Memberi salam
- Mengabsen siswa
b. Apersepsi
c. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu
siswa (motivasi)
d. Menyampaikan tujuan/indikator yang ingin
dicapai
2. Kegiatan Inti
a. Penggunaan media/ alat pembelajaran yang
sesuai dengan indikator bahan ajar
b. Menggunakan metode Numbered Heads
Together
- Membagi siswa menjadi 5 kelompok
- Memberikan nomor kepada masing-masing
siswa dalam kelompok
- Memberikan tugas kepada setiap kelompok
- Memanggil salah satu nomor dari masing-
masing kelompok.
- Menyimpulkan hasil diskusi siswa
c. Pemusatan perhatian siswa terhadap proses
pembelajaran
d. Teknik menjelaskan/ menyampaikan materi
e. Pengelolaan kegiatan diskusi
f. Bimbingan kepada kelompok
g. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
berfikir
h. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan mengungkapkan pendapat
i. Antusias terhadap jawaban atau pendapat siswa
j. Menyimpulkan hasil pembelajaran
3 Kegiatan Penutup
a. Memberikan motivasi agar sisiwa lebih giat
belajar
b. Menutup pembelajaran
Ket : Diadaptasi dari form penilaian PPKT FITK 2010

Observer

Siswandi, SE
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU
DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus


Tahun Pelajaran : 2010/2011
Kelas/Semester : VIII-1/I
Materi Pokok : Pasar
Siklus : Tiga
Mengajar ke- :3
Hari /Tanggal : 14 Oktober 2010

Berilah tanda checklist () pada nilai angka sesuai dengan pengamatan Anda
5 = Sangat Baik; 4 = Baik; 3 = sedang/Cukup; 2 = Kurang; 1 = Sangat Kurang
Nilai
No Aspek Penilaian
5 4 3 2 1
1. Kegiatan Pendahuluan
e. Mengkondisikan kesiapan siswa dan kesiapan
kelas
- Memberi salam
- Mengabsen siswa
f. Apersepsi
g. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu
siswa (motivasi)
h. Menyampaikan tujuan/indikator yang ingin
dicapai
2. Kegiatan Inti
k. Penggunaan media/ alat pembelajaran yang
sesuai dengan indikator bahan ajar
l. Menggunakan metode Numbered Heads
Together
- Membagi siswa menjadi 5 kelompok
- Memberikan nomor kepada masing-masing
siswa dalam kelompok
- Memberikan tugas kepada setiap kelompok
- Memanggil salah satu nomor dari masing-
masing kelompok.
- Menyimpulkan hasil diskusi siswa
m. Pemusatan perhatian siswa terhadap proses
pembelajaran
n. Teknik menjelaskan/ menyampaikan materi
o. Pengelolaan kegiatan diskusi
p. Bimbingan kepada kelompok
q. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
berfikir
r. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan mengungkapkan pendapat
s. Antusias terhadap jawaban atau pendapat siswa
t. Menyimpulkan hasil pembelajaran
3 Kegiatan Penutup
c. Memberikan motivasi agar sisiwa lebih giat
belajar
d. Menutup pembelajaran
Ket : Diadaptasi dari form penilaian PPKT FITK 2010
Observer

Siswandi, SE
Lampiran 15

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Siklus : Satu
Pembelajaran ke- :1
Hari/Tanggal :Kamis, 23 September 2010

No Aktivitas Siswa Ya Tidak Jumlah


1 Menjawab salam dan sapaan guru 33
2 Melaksanakan test awal ( pre-test)
3 Telah mempelajari materi yang diajarkan 3
4 Mendengarkan penjelasan materi yang
disampaikan oleh guru
5 Membuat kelompok
6 Mendapatkan nomor yang telah dibagikan
oleh guru
7 Melakukan diskusi kelompok
8 Mengerjakan tugas kelompok
9 Melaporkan hasil diskusi kelompok
10 Aktif mengungkapan pendapat 7
11 Aktif bertanya 4
12 Melaksanakan tes akhir (post-test) 33

Observer

Siswandi, SE
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Siklus : Dua
Pembelajaran ke- :2
Hari/Tanggal :Kamis, 30 September 2010

No Aktivitas Siswa Ya Tidak Jumlah


1 Menjawab salam dan sapaan guru 33
2 Melaksanakan test awal ( pre-test)
3 Telah mempelajari materi yang diajarkan 2
4 Mendengarkan penjelasan materi yang
disampaikan oleh guru
5 Membuat kelompok
6 Mendapatkan nomor yang telah dibagikan
oleh guru
7 Melakukan diskusi kelompok
8 Mengerjakan tugas kelompok
9 Melaporkan hasil diskusi kelompok
10 Aktif mengungkapan pendapat 9
11 Aktif bertanya 6
12 Melaksanakan tes akhir (post-test) 33

Observer

Siswandi, SE
LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Siklus : Tiga
Pembelajaran ke- :3
Hari/Tanggal :Kamis, 14 Oktober 2010

No Aktivitas Siswa Ya Tidak Jumlah


1 Menjawab salam dan sapaan guru 33
2 Melaksanakan test awal ( pre-test)
3 Telah mempelajari materi yang diajarkan 1
4 Mendengarkan penjelasan materi yang
disampaikan oleh guru
5 Membuat kelompok
6 Mendapatkan nomor yang telah dibagikan
oleh guru
7 Melakukan diskusi kelompok
8 Mengerjakan tugas kelompok
9 Melaporkan hasil diskusi kelompok
10 Aktif mengungkapan pendapat 11
11 Aktif bertanya 8
12 Melaksanakan tes akhir (post-test) 33

Observer

Siswandi, SE
Lampiran 16
LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN IPS
EKONOMI
DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE NHT
RESPONDEN SISWA

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus Ciputat


Tahun Pelajaran : 2010/2011
Kelas/Semester : VIII-1/I
Materi Pokok : Pelaku Ekonomi
Siklus : Satu
Hari /Tanggal : 23 September 2010

Minat Perhatian Partisipasi Presentasi


KLP No Nama Siswa
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
A 1 Sheila Sylviana
2 Melinda Erisa
3 Anisa Nur Safitri
4 Imelda Melviyanti
5 Riska Novindira
6 Ellya Efriyani
B 1 Ade Saiful K
2 Ahmad Arifin
3 Satria P.A
4 Wahyu
5 Izam
6 Kamal
C 1 Anisa Vilda
2 Eka Julya N
3 Riswati
4 Tessa Lonika
5 Windy Agustin
6 Mirna Wati
7 Adam Bactiar
D 1 Nanda Wilda
2 Virsa May Dwi
3 Rahma Okta
4 Alfica
5 Delvina
6 Galang Bintang. S
7 Jepri Ilham
E 1 Fikri Ali Putra
2 Nazal Eldi Winata
3 Sahrul Nuryanto
4 Reza Maulana
5 Ali Akbar
6 Miraj Amarullah
7 M. Helmi P

KET:

SB = Sangat Baik: Skor 4

B = Baik: Skor 3

C = Cukup: Skor 2

K = Kurang: Skor 1

Nomor berwarna : siswa yang dipanggil nomornya

Observer

Siswandi, SE
LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN IPS
EKONOMI
DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE NHT
RESPONDEN SISWA

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus Ciputat


Tahun Pelajaran : 2010/2011
Kelas/Semester : VIII-1/I
Materi Pokok : Pelaku Ekonomi
Siklus : Dua
Hari /Tanggal : 30 September 2010

Minat Perhatian Partisipasi Presentasi


KLP No Nama Siswa
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
A 1 Sheila Sylviana
2 Melinda Erisa
3 Anisa Nur Safitri
4 Imelda Melviyanti
5 Riska Novindira
6 Ellya Efriyani
B 1 Ade Saiful K
2 Ahmad Arifin
3 Satria P.A
4 Wahyu
5 Izam
6 Kamal
C 1 Anisa Vilda
2 Eka Julya N
3 Riswati
4 Tessa Lonika
5 Windy Agustin
6 Mirna Wati
7 Adam Bactiar
D 1 Nanda Wilda
2 Virsa May Dwi
3 Rahma Okta
4 Alfica
5 Delvina
6 Galang Bintang. S
7 Jepri Ilham
E 1 Fikri Ali Putra
2 Nazal Eldi Winata
3 Sahrul Nuryanto
4 Reza Maulana
5 Ali Akbar
6 Miraj Amarullah
7 M. Helmi P

KET:

SB = Sangat Baik: Skor 4

B = Baik: Skor 3

C = Cukup: Skor 2

K = Kurang: Skor 1

Nomor berwarna : siswa yang dipanggil nomornya

Observer

Siswandi, SE
LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN IPS
EKONOMI
DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE NHT
RESPONDEN SISWA

Nama Sekolah : SMP Nusantara Plus Ciputat


Tahun Pelajaran : 2010/2011
Kelas/Semester : VIII-1/I
Materi Pokok : Pelaku Ekonomi
Siklus : Tiga
Hari /Tanggal : 14 Oktober 2010

Minat Perhatian Partisipasi Presentasi


KLP No Nama Siswa
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
A 1 Sheila Sylviana
2 Melinda Erisa
3 Anisa Nur Safitri
4 Imelda Melviyanti
5 Riska Novindira
6 Ellya Efriyani
B 1 Ade Saiful K
2 Ahmad Arifin
3 Satria P.A
4 Wahyu
5 Izam
6 Kamal
C 1 Anisa Vilda
2 Eka Julya N
3 Riswati
4 Tessa Lonika
5 Windy Agustin
6 Mirna Wati
7 Adam Bactiar
D 1 Nanda Wilda
2 Virsa May Dwi
3 Rahma Okta
4 Alfica
5 Delvina
6 Galang Bintang. S
7 Jepri Ilham
E 1 Fikri Ali Putra
2 Nazal Eldi Winata
3 Sahrul Nuryanto
4 Reza Maulana
5 Ali Akbar
6 Miraj Amarullah
7 M. Helmi P

KET:

SB = Sangat Baik: Skor 4

B = Baik: Skor 3

C = Cukup: Skor 2

K = Kurang: Skor 1

Nomor berwarna : siswa yang dipanggil nomornya

Observer

Siswandi, SE
Lampiran 17
LEMBAR ANGKET PENELITIAN

Nama :
Kelas :
Petunjuk:
Pilihlah salah satu jawaban dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a,
b
c, atau d yang terdapat pada lembar jawaban.

1. Bagaimana menurut pendapatmu tentang pembelajaran yang baru kalian


ikuti?
a. Sangat menarik c. Cukup menarik
b. Menarik d. Tidak menarik
2. Apakah kalian senang dengan pembelajaran yang baru kalian ikuti?
a. Sangat senang c. Cukup senang
b. Senang d. Tidak senang
3. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau
menjelaskan materi pembelajaran?
a. Sangat paham c. Cukup paham
b. Paham d. Tidak paham
4. Bagaimana perhatian anda dalam mengikuti mata pelajaran IPS Ekonomi?
a. Sangat memperhatikan dengan sungguh-sungguh.
b. Memperhatikan dengan sungguh-sungguh.
c. Kurang memperhatikan.
d. Tidak memperhtikan dengan sungguh-sungguh
5. Apakah metode pembelajaran Numbered Heads Together merupakan solusi
dari proses pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif dan berfikir kreatif
dalam proses pembelajaran IPS ekonomi?
a. Sangat d. Kurang
b. Biasa c. Tidak
6. Apakah penerapan metode pembelajaran Numbered Heads Together
membuat anda merasa lebih nyaman dalam proses pembelajaran dikelas?

a. Sangat nyaman c. Cukup nyaman

b. Nyaman d. Tidak nyaman

7. Metode pembelajaran Numbered Heads Together efektif jika diterapkan


dalam proses pembelajaran IPS Ekonomi?
a. Sangat efektif c. Cukup efektif
b. Efektif d. Tidak efektif
8. Apakah metode pembelajaran Numbered Heads Together dapat
meningkatkan minat anda untuk belajar?
a. Sangat berminat c. Cukup berminat
b. Berminat d. Tidak berminat
9. Bagaimana tes atau evaluasi yang diberikan oleh guru?
a. Sangat sulit c. Cukup sulit
b. Sulit d. Tidak sulit
10. Apakah setelah menggunakan metode pembelajaran Numbered Heads
Together semangat belajar anda meningkat?
a. Sangat meningkat c. Cukup meningkat
b. Meningkat d. Tidak meningkat

Instrumen tersebut telah dikonsultasikan dan divalidasi oleh pakar/penguji


di lapangan, dalam hal ini adalah dosen pembimbing yang bersangkutan.

Menyetujui,
Lampiran 19

PEDOMAN WAWANCARA DENGAN GURU IPS EKONOMI TERKAIT


MASALAH PENGAJARAN DIKELAS

1. Bagaimana proses pembelajaran IPS dikelas?


Jawaban
:


2. Bagaimana minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS? ( tinggi atau
rendah)
Jawaban :


3. Metode apa yang digunakan pada saat pembelajaran IPS?
Jawaban :


4. Apakah metode pembelajaran tersebut efektif diterapkan pada mata pelajaran
IPS?
Jawaban :



5. Apakah hambatan yang ditemui pada saat kegiatan belajar mengajar IPS?
Jawaban :



6. Bagaimana hasil belajar IPS siswa (tinggi atau rendah)?
Jawaban :



7. Apakah anda sudah mengenal metode pembelajaran numbered heads
together? Jelaskan!
Jawaban :



8. Apakah metode pembelajaran numbered heads together efektif diterapkan
pada mata pelajaran IPS?
Jawaban :



9. Menurut anda, apakah metode pembelajaran numbered heads together dapat
meningkatkan minat dan hasil belajar IPS siswa?
Jawaban :



Lampiran 18

PEDOMAN WAWANCARA PADA SAAT OBSERVASI


RESPONDEN SISWA

1. Bagaimana menurutmu tentang pembelajaran IPS di kelas?


Jawaban :



2. Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPS dikelas?
Jawaban :



3. Bagaimana hasil belajar IPS kamu?
Jawaban :



4. Apakah kamu puas dengan nilai IPS yang diperoleh?
Jawaban :



5. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau
menjelaskan materi pelajaran? Jelaskan!
Jawaban :


6. Apakah kamu dapat memahami materi IPS yang dijelaskan oleh guru?
Jawaban :



7. Hambatan apa yang kamu hadapi pada saat belajar IPS?
Jawaban :



8. Apakah kamu sudah mengetahui tentang metode numbered heads together?
Jawaban :



9. Apakah guru sudah menggunakan metode numbered heads together
dikelasmu?
Jawaban :



10. Bagaimana tes atau evaluasi yang dilakukan guru? Jelaskan!
Jawaban :



Lampiran 20
DOKUMENTASI PROSES PEMBELAJARAN


Siswa sedang melaksanakan pretest

Siswa sedang melakukan postest


Proses pembelajaran berlangsung siklus I

Proses pembelajaran berlangsung siklus II


Proses pembelajaran berlangsung siklus III

Penomoran siswa dalam kelompok


Diskusi menggunakan Metode Numbered Heads Together

Siswa mempersentasikan hasil diskusi kelompok


Lampiran 21
STRUKTUR ORGANISASI
SMP NUSANTARA PLUS

DINAS PEMERINTAH

YAN KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH


DIR PENDIDIKAN CECEP SETIAWAN, MA

KEUANGAN
1. MUNTOHAR, SE
2. JAELANI
3. SITI ANISA
4. MADNUR

BIDANG KESISWAAN BIDANG KURIKULUM BIMBINGAN KONSELING KEPALA TATA USAHA


GAZALBA, S.Ag H. ABDUL KHOLIK, S.Pdi SULAIMAN, S.Psi HARI HARDIAN, A.Md

ASS. KA. TATA USAHA


IKHEN FIRDAUS
PEMBINA OSIS PEMBINA ROHIS
HERMAN, S.Pd Drs. SYAEFUDIN

SECURITY
GURU

OFFICE BOY

SISWA

Ket : MASYARAKAT
: Koordinasi
: Koordinasi Tidak Langsung

: Instruksi/Perintah

: Pertanggung Jawaban
Ciputat, 15 Juli 2009
Kepala Sekolah,

CECEP SETIAWAN, MA
BIODATA DEWAN GURU PENGAJAR DAN KARYAWAN
SMP NUSANTARA PLUS CIPUTAT TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011
Jl. Tarumanegara Dalam No. 1 Pisangan Ciputat - Tangerang, Telp. (021) 747 07 222

JK
Pend. Status
Tempat, Keahlian Mengajar / Jml Tamatan/Tah Alamat
No NIK Nama Guru / Karyawan MULAI TUGAS Jabatan Terak Kepegawaia Gol No.Tlp./ Hp
Tanggal Lahir Bidang Study Jam un Rumah
hir n
L/P

Jl. Ibnu
Univ. Guru Tetap
Bogor, 14 Juli Al-Qur'an Hadits / Taimia V No.
1 2006.07.02 Cecep Setiawan, MA 16 Juli 2006 L Kepala Sekolah 16 S2 Muhammadiya Bidang III-C 081288005576
1976 BTQ / BP 18 B Komp.
h Jakarta/2003 Study
UIN Ciputat
Jl.
Guru Tetap
Riau, 14 Agustus University Of Tarumanegar
2 2006.07.01 Dr.H.Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd 16 Juli 2006 L Guru DPK I P S Sejarah 24 S3 Bidang IV-A 021-74707222
1966 Berkley/2009 a Dalam No.
Study
1 Pisangan
Jl. Buntu
Guru Tetap
Pacitan, 20 STIE Raya No. 22
3 2007.07.23 H. Abdul Kholik, S.Pdi., MM.Pd 16 Juli 2006 L Bid. Kurikulum Sejarah / BTQ 20 S2 Bidang III-B 021-74711424
September 1971 Ganesha/2010 Gintung
Study
Cirendeu
Jl. Kertamukti
Univ. Guru Tetap
Ujung Pandang, 2 Penjas / Akidah Akhlak Gg.H.Nipan
4 2006.07.03 Gazalba, S.Ag 16 Juli 2006 L Bid. Kesiswaan 28 S1 Muhammadiya Bidang III-B 081380124747
Maret 1975 / BP Rt. 01/08 No.
h Jakarta/2000 Study
123A
Jl. Legoso
Tangerang, 15 IAIN Raya Rt.
5 2006.07.05 Jamaluddin, S.Ag 16 Juli 2006 L Guru Fiqih 16 S1 Honorer III-B 02191167656
Agustus 1974 Jakarta/1997 01/07 No. 11
Pisangan
Jl. Komp.
STIT Padang
Payukumbuh, 1 Aqidah Akhlak / Griya
6 2006.07.06 Fitriyani, M.Pd 16 Juli 2006 P Guru 16 S2 Panjang/UN Honorer III-B 021-7445235
Februari 1972 Sejarah Mulatama
Padang/2004
Blok Ano. 46
Jl. Kompas
INDRA Guru Tetap
Tapanuli, 25 Gg.
7 2006.07.07 Nuraini Nasution, S.Pd 16 Juli 2006 P Wali Kelas IX.1 Matematika 40 S1 PRASTA Bidang III-B 081380650576
Februari 1967 Kemabang
PGRI/2006 Study
Rt. 02/08 No.
Jl.
Jakarta, 8 IKIP Pesanggrahan
8 2006.07.09 Fadhila, S.Pd 16 Juli 2006 P Guru Bahasa Inggris 20 S1 Honorer III-B 021-7434978
September 1966 Jakarta/2007 No. 57 UIN
Ciputat
Jl. KH.
Guru Tetap
Grobogan, 5 Juni UNSRI Dewantoro
9 2006 07 10
2006.07.10 I Titik Puji
Ir. P ji Lestari
L t i 16 JJuli
li 2006 P W li Kelas
Wali K l IX.4
IX 4 Fi ik
Fisika 18 S1 Bid
Bidang III B
III-B 021 7495474
021-7495474
1968 Surakarta/1992 Gg. Tego Rt.
Study
02/04 No. 80
Jl. Legoso
INSTIPER Guru Tetap
Bandung, 15 Raya Komp.
10 2006.07.11 Ika Surpiati Ningrum, SP 16 Juli 2006 P Wali Kelas IX.3 Biologi / Fisika 30 S1 Yogyakarata/2 Bidang III-B 085284361978
Februari 1977 Batan No. 43
000 Study
Pisangan
IKIP Jl. Perum
Guru Tetap
Wonogiri, 13 VETERAN Mentari Blok
11 2006.07.13 Sudarno, S.Pd 16 Juli 2006 L Guru Geografi 8 S1 Bidang III-B 021-7409894
Januari 1966 Sukoharjo/199 K2 No. 3
Study
2 Sawangan
Jl. Kertamukti
Pamusiran, 8 Wali Kelas STS Gg.H.Leman
12 2007.03.24 Amir Hamzah, S.Hi 16 Juli 2006 L SKI 24 S1 Honorer III-B 021-71074630
April 1977 VII.3 Jambi/2001 Rt. 03/08 No.
99 Pisangan
Jl. Ibnu
Mandirancan, 30 Pembina Fiqih / PKn / Al-Qur'an IAIN Tamiya V
13 2008.07.41 Drs. Syaefudin 14 Juli 2008 L 24 S1 Honorer III-A 02198985773
Maret 1965 ROHIS Hadits Jakarta/1993 No. 18 B
Komp. UIN
Univ. Guru Tetap Kp. Bulak
Jakarta, 31 Maret
14 2008.07.42 Erni Yusnita, S.Pd 14 Juli 2008 P Guru Bahasa Indonesia 20 S1 Muhammadiya Bidang Rt.011/09 III-A 02193215431
1968
h Jakarta/1994 Study serua Ciputat

Guru Tetap Jl. Legoso


Riau, 30 Wali Kelas STIEBI
15 2007.07.28 Siswandi, SE 16 Juli 2007 L Ekonomi / TIK 32 S1 Bidang Raya Ciputat III-A 081383858595
November 1979 VIII.4 Jakarta/2005
Study Molek
Jl. Talas I
Guru Tetap
Tangerang, 20 Bimbingan UIN Rt.01/10 No.
16 2008.07.40 Sulaiman, S.Psi 14 Juli 2008 L BK / BP 20 S1 Bidang III-A 02195005563
September 1982 Konseling Jakarta/2007 37 Pondok
Study
Cabe
TECHNOCRA Jl.
Blora, 22 Juni T Purnawarman
17 2006.07.17 Tedik Suryanto, SS 16 Juli 2006 L Guru TIK 12 S1 Honorer III-A 085214059178
1982 Tangerang/200 Rt. 03/02
6 Pisangan-
Jl. Ibnu
UNSYIAH
Aceh, 1 Oktober Wali Kelas Taimia 5A
18 2007.07.36 Rita Zahara, SP 16 Juli 2007 P Biologi 24 S1 Banda Honorer III-A 02192726526
1969 VIII.2 No. 20
Aceh/1993
Komp. UIN
Jl. Limun Rt.
Serang, 13 Maret IKIP 02/08 No. 41
19 2007.07.30 Drs. M. Suhadi 16 Juli 2007 L Koor. BP BK - S1 Honorer III-A 081314982747
1960 Jakarta/1996 (Belmas) UIN
Pisangan
Jl. WR.
Guru Tetap
Bogor, 27 UIN Supratman
20 2008.07.43 Asep Edi Sudrajat, S.Pd 12 Januari 2008 L Wali Kelas IX.2 Bahasa Inggris 20 S1 Bidang III-A 02196383379
Agustus 1983 Jakarta/2008 No. 81 RT.
Study
002/09 Gg.
Jl. Alvania V
Tangerang, 14 Wali Kelas STKIP Setia Rt. 02/01 No.
21 2007.07.21 Wiwin Indarsih, S.Pd 16 Juli 2007 P Bahasa Indonesia 20 S1 Honorer II-D 02197881984
Agustus 1977 VII.1 Budhi/2008 10 Pondok
Ranji
Jl. Kertamukti
Bogor, 2 April UHAMKA/200
22 2007.07.35 Herman El - Cariem, S.Pd 16 Juli 2007 L Pembina OSIS Bahasa Inggris 20 S1 Honorer Rt. 04/08 No. II-D 081584411625
1981 8
32 Pisangan
Jl. Ir. H.
Guru/Piket Guru Tetap
Sukoharjo, 30 FKIP Juanda Gg. g
23 2008 07 39
2008.07.39 Yunitasari Listyoningrum,
Listyoningrum S.Pd
S Pd 14 Juli 2008 P Siang - Senin- PKn 16 S1 Bidang II-D 085246199465
Juni1985 USM/2007 Melati Rt.
Kamis Study
04/07
Jl. Abd.
Indramayu, 16 Wali Kelas VII- UIN Ghani Kp.
24 2009.07.48 Muhibbah, S.Pd 13 Juli 2009 P Ekonomi / Geografi 16 S1 Honorer II-D 02197694225
April 1985 4 Jakarta/2008 Bulak I RT.
04/02 No. 78
Perum. Bumi
UII Guru Tetap
Palembang, 19 Wali Kelas Pelita
25 2009.07.46 Lulu Febriany, SE 13 Juli 2009 P Ekonomi / Geografi 16 S1 Yogyakarta/19 Bidang II-D 081380671639
Februari 1976 VIII.3 Kencana Blok
98 Study
A5/14
Vila Dago
Guru Tetap
Sukoharjo, 19 STKIP Pamulang Tol
26 2009.07.47 Tarmudji, S.Pd 13 Juli 2009 L Guru Penjas 8 S1 Bidang II-D 08151661713
Juni 1974 PGRI/2001 Blok G2/21
Study
Serua
Guru Tetap Jl. Kertamukti
Pangkalan Bun, UIN
27 2009.07.49 Supian Nur 13 Juli 2009 L Guru Seni Budaya 16 S1 Bidang RT. 01/08 II-D 085780919241
08 Juni 1984 Jakarta/2010
Study No. 7 Ciputat
Jl. Ibnu
Cirebon, 01 Wali Kelas VII- Fiqih / PKn / Akidah UIN Taimia II No.
28 2010.01.53 Irmayani, S.Pdi 4 Januari 2010 P 24 S1 Honorer II-D 081398565883
Nopember 1983 2 Akhlak Jakarta/2009 90 Komp.
UIN Syahid
Jl. SD Inpres
Jakarta, 10 Wali Kelas VIII- UHAMKA/200 Rt. 002/09
29 2010.02.54 Febriani Swasisti, S.Pd 2 Februari 2010 P Bahasa Indonesia 20 S1 Honorer II-D 02194782257
Februari 1988 1 9 No. 32
Pisangan
Kp. Gedung
Malang, 09 Mei UHAMKA/200 Ps. Rebo Rt.
30 2010.07.55 Endang Setyowatiningsih, S.Pd 16 Juli 2010 P Guru Seni Budaya 8 S1 Honorer II-D 02195770946
1966 0 10/09 No.
311A Jaktim
Jl. KH.
Tangerang, 01 UIN Wahid
31 2010.07.56 Lilis Sumarni 18 Juli 2010 P Guru Matematika 20 S1 Honorer II - D 02180310897
Desember 1986 Jakarta/2010 Hasyim Gg.
Al-Baroqah
Jl. Mandor
Tangerang, 7 Mei Kepala Tata Baret No. 58
32 2007.07.57 Hari Hardian, Amd 16 Juli 2007 L - - D3 AKPIN Jakarta Tetap II - C 02196963040
1988 Usaha Rt. 01/07
Pisangan
Bukit
Tangerang, 29 Staff Tata SMK Pamulang
33 2009.07.58 Ikhen Firdaus 02 Juli 2009 P - - SMK Tetap II - B 02195859973
Juli 1991 Usaha Nusantara Indah V RT.
02/18

g y Ciputat, Juli 2010


Nusantara, Kepala Sekolah,

Dr. H. Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd Cecep Setiawan, MA


Lampiran 23

Hasil Belajar Siklus I


Siklus I
No Nama Siswa N-Gain Kategori
Pretest Postest
1 Adam Bactiar 4 6 0,3 Sedang
2 Ade Saiful K 5 7,3 0,5 Sedang
3 Ahmad Arifin 5 6,7 0,3 Sedang
4 Alfica RM 3,7 6 0,4 Sedang
5 Ali Akbar .L 4,3 5,7 0,2 Rendah
6 Anisa Nur Safitri 5 7 0,4 Sedang
7 Anisa Vilda W 6,3 8 0,5 Sedang
8 Delvina .A 4,3 6 0,3 Sedang
9 Eka Julya Nurul Azizah 6,7 7 0,1 Rendah
10 Eliya Efriyani 2,7 6,7 0,5 Sedang
11 Fikri Ali Putra 4,7 5 0,1 Rendah
12 Galang Bintang S 3,7 6,3 0,4 Sedang
13 Imelda Meivianty 3 6,3 0,5 Sedang
14 Izam Fahdian 3,7 6,3 0,4 Sedang
15 Jepri Ilham 4,3 6 0,3 Sedang
16 Kamal 3 6 0,4 Sedang
17 M. Helmi .P 4 5,7 0,3 Sedang
18 Melinda 3,3 5,3 0,3 Sedang
19 Miraj Amarullah 3,7 6,3 0,4 Sedang
20 Mirna Wati Dewi 3 5 0,3 Sedang
21 Nanda Wilda Nur Azizah 3,3 7,7 0,6 Sedang
22 Nazal Eldi Winata 4,7 7 0,4 Sedang
23 Rahma Okta S 4,3 6,3 0,4 Sedang
24 Reza .M.N 4,3 6,7 0,4 Sedang
25 Riswati 4,3 6,7 0,4 Sedang
26 Rizka Novindira 3,7 6 0,4 Sedang
27 Sahrul.N 3,7 6,7 0,5 Sedang
28 Satria P.A.N 4 6 0,3 Sedang
29 Sheila Sylviana Dewi 4,3 6 0,3 Sedang
30 Tesalonika 5 6,5 0,3 Sedang
31 Virsa May Dwi Nadya 4 8 0,7 Sedang
32 Wahyu.A 6,3 6,7 0,1 Rendah
33 Windi Agustin 4,7 6,3 0,3 Sedang
Jumlah 140 211,2 12
Rata-rata 4,2 6,4 0,4
Lampiran 24
Hasil Belajar Siklus II
Siklus II
No Nama Siswa N-Gain Kategori
Pretest Postest
1 Adam Bactiar 3,5 7 0,5 Sedang
2 Ade Saiful K 5,5 8 0,6 Sedang
3 Ahmad Arifin 6 7 0,3 Sedang
4 Alfica RM 5 6,5 0,3 Sedang
5 Ali Akbar .L 6 7,5 0,4 Sedang
6 Anisa Nur Safitri 5 8 0,6 Sedang
7 Anisa Vilda W 4,5 9 0,8 Tinggi
8 Delvina .A 4 6,5 0,4 Sedang
9 Eka Julya Nurul Azizah 4,5 9 0,8 Tinggi
10 Eliya Efriyani 3 7 0,6 Sedang
11 Fikri Ali Putra 4 6,5 0,4 Sedang
12 Galang Bintang S 5 6,5 0,3 Sedang
13 Imelda Meivianty 5 8 0,6 Sedang
14 Izam Fahdian 4 6,5 0,4 Sedang
15 Jepri Ilham 4 6,5 0,4 Sedang
16 Kamal 5,5 7 0,3 Sedang
17 M. Helmi .P 5,5 6,5 0,2 Rendah
18 Melinda 5 9 0,8 Tinggi
19 Miraj Amarullah 4,5 7 0,5 Sedang
20 Mirna Wati Dewi 5,5 7,5 0,4 Sedang
21 Nanda Wilda Nur Azizah 4 6,5 0,4 Sedang
22 Nazal Eldi Winata 4,5 6,5 0,4 Sedang
23 Rahma Okta S 5,5 7 0,3 Sedang
24 Reza .M.N 5 7 0,4 Sedang
25 Riswati 7 8,5 0,5 Sedang
26 Rizka Novindira 5 7,5 0,5 Sedang
27 Sahrul.N 5 6 0,2 Rendah
28 Satria P.A.N 4,5 8 0,6 Sedang
29 Sheila Sylviana Dewi 4 8 0,7 Sedang
30 Tesalonika 7 8,5 0,5 Sedang
31 Virsa May Dwi Nadya 6 9 0,8 Tinggi
32 Wahyu.A 4 6,5 0,4 Sedang
33 Windi Agustin 4,5 8,5 0,7 Sedang
Jumlah 161 244 16
Rata-rata 4,9 7,4 0,5
Lampiran 25
Hasil Belajar Siklus III
Siklus III
No Nama Siswa N-Gain Kategori
Pretest Postest
1 Adam Bactiar 3 8 0,7 Sedang
2 Ade Saiful K 6 7,5 0,4 Sedang
3 Ahmad Arifin 3 7 0,6 Sedang
4 Alfica RM 3,5 8,5 0,8 Tinggi
5 Ali Akbar .L 4 8,5 0,8 Tinggi
6 Anisa Nur Safitri 4,5 8,5 0,4 Sedang
7 Anisa Vilda W 5 9 0,8 Tinggi
8 Delvina .A 4 8,5 0,8 Tinggi
9 Eka Julya Nurul Azizah 5 7 0,4 Sedang
10 Eliya Efriyani 3 8 0,7 Sedang
11 Fikri Ali Putra 4,5 8,5 0,7 Sedang
12 Galang Bintang S 6 7 0,3 Sedang
13 Imelda Meivianty 8,5 10 1 Tinggi
14 Izam Fahdian 5,5 6 0,1 Rendah
15 Jepri Ilham 6 8 0,5 Sedang
16 Kamal 4 8,5 0,8 Tinggi
17 M. Helmi .P 5 9 0,8 Tinggi
18 Melinda 6 7,5 0,4 Sedang
19 Miraj Amarullah 4 8,5 0,8 Tinggi
20 Mirna Wati Dewi 4 8 0,7 Sedang
21 Nanda Wilda Nur Azizah 5,5 9 0,8 Tinggi
22 Nazal Eldi Winata 4,5 9 0,8 Tinggi
23 Rahma Okta S 4,5 6 0,3 Sedang
24 Reza .M.N 2,5 7 0,6 Sedang
25 Riswati 4,5 9 0,8 Tinggi
26 Rizka Novindira 4 8,5 0,8 Tinggi
27 Sahrul.N 7 8 0,3 Sedang
28 Satria P.A.N 2,5 7,5 0,7 Sedang
29 Sheila Sylviana Dewi 7 8,5 0,5 Sedang
30 Tesalonika 5 9 0,8 Tinggi
31 Virsa May Dwi Nadya 5 9 0,8 Tinggi
32 Wahyu.A 4 8 0,6 Sedang
33 Windi Agustin 4 8 0,7 Sedang
Jumlah 154,5 268 21
Rata-rata 4,7 8,1 0,6

Lampiran 26
Tabel Hasil Data Angket Minat Belajar Siswa

No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Adam Bactiar 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 36
2 Ade Saiful K 4 3 4 3 4 3 4 4 2 3 34
3 Ahmad Arifin 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 35
4 Alfica RM 4 3 3 3 4 2 4 3 2 3 31
5 Ali Akbar .L 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 32
6 Anisa Nur Safitri 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 31
7 Anisa Vilda W 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 28
8 Delvina .A 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 23
Eka Julya Nurul
9 Azizah 2 2 3 3 4 3 4 3 4 3 31
10 Eliya Efriyani 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 39
11 Fikri Ali Putra 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 39
12 Galang Bintang S 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 35
13 Imelda Meivianty 4 3 4 3 4 3 4 4 2 4 35
14 Izam Fahdian 4 3 4 4 4 3 4 4 2 4 36
15 Jepri Ilham 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 34
16 Kamal 4 2 2 3 4 2 4 3 4 2 30
17 M. Helmi .P 2 2 2 3 3 2 2 2 1 2 21
18 Melinda 4 3 4 3 4 3 4 4 2 4 35
19 Miraj Amarullah 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 31
20 Mirna Wati Dewi 4 3 3 3 4 4 4 4 2 4 35
Nanda Wilda Nur
21 Azizah 2 2 2 3 3 3 3 3 4 3 28
Nazal Eldi
22 Winata 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 32
23 Rahma Okta S 2 2 2 3 3 3 3 4 1 4 27
24 Reza .M.N 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 36
25 Riswati 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 37
26 Rizka Novindira 3 3 3 4 3 2 3 4 3 4 32
27 Sahrul.N 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 29
28 Satria P.A.N 4 2 3 3 4 4 2 4 3 3 32
Sheila Sylviana
29 Dewi 4 3 4 4 4 2 2 3 3 4 33
30 Tesalonika 4 4 4 4 4 3 4 4 1 4 36
Virsa May Dwi
31 Nadya 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 35
32 Wahyu.A 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 33
33 Windi Agustin 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 39
PROFIL PENULIS

NURAZIZAH, lahir di Bogor, 24 April 1987


dari pasangan Hamim dan Otih. Putri bungsu
dari tujuh bersaudara ini menyelesaikan
pendidikan dasar di SDN Bantarkambing III
tamat pada tahun (2001), lalu melanjutkan
pendidikan di MTs Al-Muasyarah tamat pada
tahun (2003), lalu melanjutkan pendidikan
menengah di MAN I Bogor (2006) di tempat
di mana ia dibesarkan, Bogor. Kemudian ia melanjutkan pendidikan di
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan jurusan pendidikan IPS dan memilih kosentrasi IPS Ekonomi tahun
2006.
Saat ini penulis tinggal di Jln Bantarkambing Rt 01/07 Des. Bantar Jaya
Rancabungur-Bogor 16310, penulis pernah melakukan Praktek Profesi Keguruan
Terpadu (PPKT) di SMP Nusantara Plus Ciputat.
Selama kuliah penulis pernah mengikuti organisasi Kemahasiswaan,
penulis adalah anggota HMI Komisariat Tarbiyah cabang Ciputat,.kemudian
penulis pernah mengikuti UKM HIQMA (Himpunan Qori dan Qoriah
Mahasiswa) UIN Jakarta. Dan pernah menjabat di bidang Kemahasiswaan di
BEMJ PIPS. Selain itu, penulis menyalurkan hobinya dengan menjadi anggota
PST (Paduan Suara Tarbiyah).