Anda di halaman 1dari 7

JURNAL PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI UMUM

IDENTIFIKASI MIKROBA METODE PEWARNAAN GRAM

NAMA : CLAUDIA PERTIWI MALIK


NIM : G31116510
KELOMPOK : III (TIGA)
ASISTEN : MUHAMMAD IQBAL MUSTAFA

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI DAN BIOTEKNOLOGI PANGAN


PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
DEPARTEMEN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
IDENTIFIKASI MIKROBA METODE PEWARNAAN GRAM
Claudia Pertiwi Malik1), Muhammad Iqbal Mustafa2)
Abstrak
Pewarnaan Gram adalah satu teknik pewarnaan untuk mengidentifikasi bakteri Gram
positif dan bakteri Gram negatif. Tujuan pada praktikum ini adalah untuk mengetahui prinsip
identifikasi mikroba metode pewarnaan Gram, mengetahui fungsi larutan dalam pewarnaan
Gram, mengetahui penggunaan mikroskop cahaya dan mengetahui fungsi pewarnaan Gram.
Prinsip pewarnaan Gram adalah dinding sel bakteri gram positif terdiri atas lapisan
peptidoglikan yang tebal menjadikan afinitasnya tinggi terhadap kristal violet dan iod
membentuk senyawa sukar larut dalam alkohol, sehingga tetap memegang kuat zat utama (
berwarna ungu). Bahan yang digunakan adalah media PCA yang ditumbuhi bakteri
Lactobacillus casei. Metode pewarnaan Gram yaitu pemberian larutan Kristal violet untuk
memberikan warna ungu pada mikroba sebagai pewarna primer, safranin untuk memberikan
warna merah pada mikroba sebagai pewarna sekunder, iodine untuk memperkuat pengikatan
warna oleh bakteri, aquades untuk membilas kristal violet,iodin dan safranin, dan alkohol
untuk membilas larutan zat pewarna primer. Hasil yang didapatkan dengan dilihat dengan
menggunakan mikroskop yaitu bakteri berdempetan atau terlalu dekat satu sama lain, terlihat
juga berwarna ungu dan berbentuk batang yang berarti bakteri tersebut adalah Lactobacillus
casei yang berbentuk basil dan merupakan bakteri Gram Positif.
Kata kunci : Bakteri Gram positif, Bakteri Gram negatif, Identifikasi mikroba

I. PENDAHULUAN warna violet dan memiliki lapisan


peptidoglikan yang tebal. Ciri ciri bakteri
I.1 Latar Belakang
Gram positif yaitu homogen dan tebal (20-
Identifikasi mikroba bertujuan untuk
80 nm) sebagian besar tersusun dari
mengetahui secara detail karakter fisik,
peptidoglikan sebagian lagi terdiri dari
kimiawi, dan bologis mikroba sehingga
polisakarida lain dan asam teikoat, bulat,
dapat diketahui dan dimanfaatkan secara
batang atau filamen. Bakteri Gram negatif
optimal. Sedangkan tujuan dari pewarnaan
adalah bakteri yang dinding selnya
Gram adalah untuk mengidentifikasi
menyerap warna merah, dan memiliki
mikroba (Waluyo, 2005).
lapisan peptidoglikan yang tipis. Ciri -
Bakteri memiliki beberapa bentuk
ciri bakteri gram negatif adalah
yaitu basil (tongkat), kokus, dan spirilum.
memiliki dinding tidak terlalu tebal
Bakteri yang berbentuk tongkat maupun
(peptidoglikan) yang mengandungasam
kokus dibagi menjadi beberapa macam.
tekoat, menghasilkan toksin bersifat
Pada bentuk basil pembagiannya yaitu
endotoksin, dan tidak resisten terhadap
basil tunggal, diplobasil, dan tripobasil.
pinisillin (Karmana, 2008).
Sedangkan pada kokus dibagi monokokus
Pewarnaan gram atau metode gram
(satu buah bakteri berbentuk kotak),
adalah suatu metode empiris untuk
diplococcus, sampai staphylococcus
membedakan spesies bakteri menjadi dua
(bentuknya mirip buah anggur. Khusus
kelompok besar, yaitu gram positif
pada spirul hanya dibagi 2 yaitu
dan gram negative, berdasarkan sifat kimia
setengah melengkung dan tidak
dan fisik dinding sel mereka. Tujuan
melengkung (Dwidjoseputro, 2005).
dari pewarnaan Gram adalah untuk
Bakteri Gram positif adalah adalah
mengidentifikasi mikroba. Prinsip
bakteri yang dinding selnya menyerap
pewarnaan Gram adalah dinding sel bakteri
1)
Praktikan Mikrobiologi Umum
2)
Asisten Mikrobiologi Umum
gram positif terdiri atas lapisan II. METODOLOGI PRAKTIKUM
peptidoglikan yang tebal menjadikan
II.1 Waktu dan Tempat
afinitasnya tinggi terhadap kristal violet
Praktikum ini dilaksanakan pada
dan iod membentuk senyawa sukar larut
Selasa, 11 April 2017, pukul 08.30 12.00
dalam alkohol, sehingga tetap memegang
WITA, bertempat di Laboratorium
kuat zat utama (berwarna ung). Metode
Mikrobiologi dan Bioteknologi Pangan,
tersebut diberi nama berdasarkan
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan,
penemunya ilmuwan Denmark, Hans
Departemen Teknologi Pertanian, Fakultas
Christian Gram (1853 - 1938) yang
Pertanian, Universitas Hasanuddin,
mengembangkan teknik tersebut pada
Makassar.
tahun 1884 untuk membedakan antara
Pneumococcus dan bakteri Klebsiella II.2 Alat dan Bahan
pneumonia (Karmana, 2008). Alat - alat yang digunakan adalah kaca
Metode pewarnaan Gram yaitu preparat, kaca objektif, tabung reaksi, pipet
pemberian larutan Kristal violet, safranin, tetes, penjepit, ose bundar, mikroskop dan
iodine, alkohol, dan aquades. Pemberian bunsen.
larutan Kristal violet untuk memberikan Bahan - bahan yang digunakan adalah
warna ungu pada mikroba sebagai pewarna media PCA yang ditumbuhi bakteri
primer. Pemberian larutan safranin untuk Lactobacillus casei, kristal violet, iodin,
memberikan warna merah pada mikroba safranin, aquades, alkohol dan tissue.
sebagai pewarna sekunder. Pemberian
II.3 Prosedur Kerja
larutan iodine untuk memperkuat
Sterilisasi meja kerja dengan
pengikatan warna oleh bakteri. Pemberian
menggunakan alkohol kemudian fiksasi
larutan alkohol untuk membilas larutan zat
kaca preparat. Ambil mikroba pada cawan
pewarna primer. Pemberian larutan
petri yang telah di isolasi menggunakan ose
aquades untuk membilas kristal violet,iodin
bundar. Setelah itu goreskan koloni
dan safranin (Waluyo, 2005).
mikroba diatas kaca preparat, kemudian
I.2 Tujuan dan Kegunaan fiksasi dan tambahkan larutan Kristal violet
Tujuan dari dilakukannya praktikum sebanyak 2 tetes dan diamkan selama 1
ini adalah : menit. Setelah itu fiksasi dan bilas dengan
1. Untuk mengetahui prinsip identifikasi aquades, tambahkan larutan iodine
mikroba metode pewarnaan gram sebanyak 2 tetes dan diamkan selama 30
2. Untuk mengetahui fungsi larutan dalam detik. Setelah itu bilas dengan aquades,
pewarnaan gram lalu fiksasi dan tambahkan alkohol
3. Untuk mengetahui penggunaan kemudian bilas kembali dengan aquades.
mikroskop cahaya Tambahkan larutan safranin sebanyak 2
4. Untuk mengetahui fungsi pewarnaan tetes dan bilas dengan aquades. Setelah itu
Gram tempelkan kaca objektif diatas kaca
Kegunaan dari praktikum ini agar preparat, kemudian diamati menggunakan
mahasiswa dapat mengetahui fungsi dan mikroskop cahaya.
prinsip pewarnaan Gram dalam identifikasi
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
mikroba.
III.1 Hasil
Adapun hasil pengamatan dari
identifikasi mikroba dapat dilihat pada
gambar dibawah ini :
Pseudomonas aeruginosa, Azotobacter,
Helicobacter pylori dan Haemophilus
influenza. Hal ini sesuai dengan
Dwidjoseputro (2005) yang menyatakan
bahwa bakteri Gram negatif memiliki
lapisan peptidoglikan yang tipis.
III.2.2 Lactobacillus casei
Gambar 03. Hasil Lactobacillus casei Lactobacillus casei adalah salah satu
setelah pewarnaan Gram jenis bakteri asam laktat yang banyak
III.2 Pembahasan digunakan oleh industri pangan seperti
yakult, keju, dan yogurt. Lactobacillus
III.2.1 Bakteri Gram Positif dan Bakteri casei merupakan bakteri non-patogen dan
Gram Negatif sangat bermanfaat untuk melindungi tubuh
Bakteri Gram Positif adalah adalah manusia dari penyakit. Lactobacillus
bakteri yang dinding selnya menyerap casei adalah jenis bakteri Gram-positif,
warna violet dan memiliki lapisan fakultatif anaerob, non-motil dan tidak
peptidoglikan yang tebal. Ciri ciri bakteri membentuk spora, berbentuk batang,
Gram positif yaitu homogen dan tebal (20 - memiliki ukuran sel 0,7 -1.1 x 2.0 4.0
80 nm) sebagian besar tersusun dari micrometer, heterofermentatif. Hal ini
peptidoglikan sebagian lagi terdiri dari sesuai dengan Karmana (2008) yang
polisakarida lain dan asam teikoat, bulat, menyatakan bahwa Lactobacillus casei
batang atau filamen, bersifat lebih merupakan termasuk bakteri Gram positif
rentan terhadap penisilin, pertumbuhan karena berbentuk batang.
dihambat secara nyata oleh zat zat warna
seperti ungu kristal. Contoh bakteri Gram III.2.3 Metode Pewarnaan Gram
positif yaitu Actinomyces, Lactobacillus, Pewarnaan Gram merupakan salah satu
Propionibacterium, Eubacterium dan teknik pewarnaan yang digunakan untuk
Staphylococcus. Hal ini sesuai dengan mengidentifikasi bakteri (mikroorganisme).
Dwidjoseputro (2005) yang menyatakan Tujuan pewarnaan Gram adalah untuk
bahwa bakteri Gram positif memiliki mengidentifikasi mikroba. Bakteri yang
dinding sel yang sederhana, dengan jumlah diwarnai dengan metode Gram ini dibagi
peptidoglikan yang banyak sehingga menjadi dua kelompok yaitu bakteri Gram
bereaksi positif terhadap pengecatan gram. positif dan bakteri Gram negatif. Zat warna
Bakteri Gram Negatif adalah bakteri yang digunakan pada pengecatan Gram
yang dinding selnya menyerap warna meliputi kristal violet, yodium, alkohol
merah, dan memiliki lapisan peptidoglikan dan safranin. Metode pewarnaan Gram
yang tipis. Lapisan peptidoglikan pada termasuk pewarnaan diferensial. Hal ini
bakteri Gram negatif terletak di ruang sesuai dengan Subandi (2012) yang
periplasmik antara membran plasma menyatakan bahwa pewarnaan digunakan
dengan membran luar. Ciri - ciri bakteri untuk mengetahui bakteri Gram positif dan
gram negatif adalah memiliki dinding bakteri Gram negatif.
tidak terlalu tebal (peptidoglikan) yang III.2.4 Kristal Violet
mengandung asam tekoat, menghasilkan Kristal violet adalah zat warna yang
toksin bersifat endotoksin, dan tidak memberi warna ungu merupakan
resisten terhadap pinisillin. Contoh pewarna primer atau utama yang akan
bakteri Gram negatif yaitu Salmonella, memberi warna pada mikroorganisme
target. Senyawa penyusun dari kristal pemberian safranin dinding sel bakteri
violet adalah dimethylaniline, oksiklorida Gram negatif menyerap warna merah pada
dan asam klorida. Pemberian kristal violet safranin. Sifat fisiknya yaitu berwarna
pada bakteri gram positif akan merah, tidak berasa dan tidak berbau. Hal
meninggalkan warna ungu muda. ini sesuai dengan Karmana (2008) yang
Perbedaan respon terhadap mekanisme menyatakan bahwa karena telah kehilangan
pewarnaan gram pada bakteri adalah warna ungu, bakteri Gram negatif akan
didasarkan pada struktur dan komposisi berikatan dengan safranin dan berwarna
dinding sel bakteri. Kristal violet bersifat merah. Tapi bakteri Gram positif tetap
basa mengandung ion positif sehingga berwarna ungu karena warna safranin tidak
mampu berikatan dengan sel bakteri yang dapat masuk, terhalang oleh adanya
bersifat asam (bakteri gram positif) yang kompleks kristal violet-iodin.
membuat dinding sel bakteri yang
III.2.6 Iodine
mengandung asam nukleat (protoplasma)
Iodine merupakan zat yang digunakan
berikatan dengan ion positif kristal violet
dalam pewarnaan Gram, yaitu sebagai
dengan begitu sel mikroorganisme yang
pewarna mordan. Pewarna mordan adalah
transparan akan terlihat berwarna (Ungu).
pewarna yang berfungsi memperkuat
Hal ini sesuai dengan Dwidjoseputro
pengikatan warna oleh bakteri. Sifat dari
(2005) yang menyatakan bahwa ion kristal
iodin yaitu tidak berbau, berwarna coklat,
violet akan berikatan dengan komponen
dan asam. Mekanisme kerjanya adalah
negatif pada sel bakteri sehingga berwarna
iodine yang banyak dan kompleks zat
ungu.
iodine terperangkap antara dinding sel dan
III.2.5 Safranin membran sitoplasma organisme Gram
Safranin merupakan pewarna tandingan positif sedangkan lipid dari sel organisme
atau pewarna sekunder yang berwarna Gram negatif dengan pencucian alkohol
merah. Zat ini berfungsi untuk mewarnai dapat hilang dari sel. Senyawa penyusun
kembali sel - sel yang telah kehilangan dari iodin adalah larutan kalii (kalium
pewarna utama setelah perlakuan dengan iodin) dan (iodium). Hal ini sesuai dengan
alkohol. Dengan kata lain, memberikan Dwidjoseputro (2005) yang menyatakan
warna pada mikroorganisme. warna ungu bahwa iodine berfungsi untuk mengikat zat
dalam sel bakteri Gram negatif warna primer agar tidak keluar dari sel
memudar maka akan digantikan dengan bakteri.
warna safranin yang sebagai pengganti
III.2.7 Alkohol
warna primer (warna ungu), bakteri Gram
Alkohol digunakan untuk membilas
negatif akan menyerap safranin dan
larutan zat pewarna primer. Alkohol
menggunakannya sebagai warna bakteri
bersifat asam basa dan tidak berwarna
tersebut. Senyawa penyusunnya yaitu
Solven organik yang berfungsi untuk
safranin o, etil alkohol, dan aquades. Sifat
membilas atau melunturkan kelebihan zat
kimiawi yaitu safranin bersifat asam yang
warna pada sel bakteri (mikroorganisme).
mengikat sel bakteri Gram negatif yang
Pemberian alkohol pada pengecatan ini
bersifat basa. Karena dinding sel bakteri
dapat mengakibatkan terjadinya dua
Gram negatif tersusun atas lipid yang tebal,
kemungkinan yaitu bakteri akan tetap
saat diteteskan alkohol lapisan lipid akan
berwarna ungu dan bakteri menjadi tidak
larut sehingga poripori dinding selnya
berwarna. Mekanisme kerjanya adalah
akan terbuka lebar dan warna ungu kristal
dekolorisasi yaitu ketika sel bakteri sudah
violet akan keluar selanjutnya pada
menyerap atau melepaskan kristal violet
(warna ungu) maka alkohol akan afinitas cat, dan mencegah mengkerutnya
menghilakan warna yang tidak dibutuhkan globula globula protein sel. Hal ini sesuai
oleh sel bakteri tersebut. Mekanisme dalam dengan Karmana (2008) yang menyatakan
mengekstraksi lipid yang membuat bahwa fiksasi bertujuan untuk mematikan
permeabilitas dinding sel bakteri membesar bakteri dan melekatkan sel bakteri pada
dan menyebabkan warna sekunder objek glass tanpa merusak struktur selnya.
(safranin) masuk dan terjebak diantara
III.2.10 Hasil Pengamatan
dinding sel dan lapisan membran sel
Hasil dari praktikum ini adalah bakteri
bakteri Gram negatif. Alkohol bersifat
yang terlihat pada mikroskop itu
merusak membran sel protein dari bakteri,
berdempetan atau terlalu dekat satu sama
sehingga terjadi denaturasi protein atau
lain dan berbentuk batang. Terlihat juga
pengubahan struktur protein sehingga
warnanya berwarna ungu yang berarti
menjadi tidak aktif. Senyawa penyusun
bakteri tersebut termasuk bakteri Gram
alkohol yaitu karbon, hidrogen, dan oksida.
positif. Karakteristik Lactobacillus casei
Hal ini sesuai dengan Subandi (2012) yang
adalah bakteri Gram-positif, anaerob, tidak
menyatakan bahwa alkohol digunakan
memiliki alat gerak, tidak menghasilkan
untuk melunturkan atau membilas zat
spora, berbentuk batang dan menjadi salah
warna ungu yang mengakibatkan bakteri
satu bakteri yang berperan penting
akan tetap berwarna ungu atau tidak
dalam pencernaan. Lactobacillus casei
berwarna.
adalah bakteri yang bisa memecah protein,
III.2.8 Aquades karbohidrat, dan lemak dalam makanan,
Aquades berfungsi untuk membilas dan menolong penyerapan elemen penting
kristal violet, iodin dan safranin. Aquades dan nutrisi seperti mineral, asam amino,
bersifat basa, tidak berbau dan tidak dan vitamin yang dibutuhkan manusia dan
berwarna. Senyawa penyusun aquades hewan untuk bertahan hidup Hal ini sesuai
yaitu hidrogen dan oksida. Aquades dengan Subandi (2012) yang menyatakan
menghilangkan sisa zat zat pewarna. bahwa ciri ciri L.casei yaitu Gram-
Mekanisme kerjanya aquades akan positif, fakultatif anaerob, non-motil dan
menghilangkan sisa sisa larutan tidak membentuk spora, berbentuk batang,
pewarnaan Gram yang telah digunakan memiliki ukuran sel 0,7 -1.1 x 2.0 4.0
agar tidak dapat mempengaruhi hasil. Hal mikrometer, heterofermentatif.
ini sesuai dengan Subandi (2012) yang
IV. PENUTUP
menyatakan bahwa fungsi dan kegunaan
dari aquades yaitu sebagai pelarut saat IV.1 Kesimpulan
melarutkan senyawa, sebagai penjelas Berdasarkan praktikum yang dilakukan
warna pada indikator pp, dalam suatu dapat diambil kesimpulan :
pembuatan media. 1. Prinsip identifikasi mikroba metode
pewarnaan Gram adalah mewarnai
III.2.9 Fiksasi
bakteri untuk mengetahui bakteri Gram
Fiksasi adalah suatu metode persiapan
positif dan bakteri Gram negatif.
untuk menyiapkan suatu sampel agar
2. Fungsi larutan Kristal violet adalah
tampak realistik dengan menggunakan
sebagai pewarna primer yang berwarna
grutaldehid dengan proses pembakaran.
ungu yang akan memberikan warna
Fiksasi bertujuan untuk melekatkan bakteri
pada mikroorganisme target. Safranin
diatas objek glass, membunuh mikroba
adalah sebagai pewarna sekunder yang
secara tepat dengan tidak merusak struktur
berwarna merah. Alkohol adalah untuk
selnya, membuat sel lebih kuat, merubah
membilas atau melunturkan kelebihan LAMPIRAN
zat warna pada sel bakteri. Aquades Lampiran 22. Diagram Alir Pewarnaan
adalah untuk membilas larutan. Iodine Gram
berfungsi untuk memperkuat warna. Menfikasi kaca
3. Menggunakan cahaya sebagai sumber preparat

media dalam mengirimkan gambar ke


mata. Mikroskop memiliki dua lensa Menggoreskan koloni
yaitu lensa objektif dan lensa okuler. mikroba diatas kaca
preparat

Lensa objektif adalah lensa yang dekat


dengan objek sedangkan lensa okuler
Menfikasasi
berfungsi untuk memperbesar kaca preparat

bayangan.
4. Untuk mengelompokkan dan
Meneteskan
mengidentifikasi bakteri berdasarkan kristal violet

komposisi dinding sel.


Membilas
IV. Saran dengan
aquades
Sebaiknya praktikan lebih teliti dalam
memberikan zat warna karena kalau terlalu
tebal tidak dapat bisa diamati. Meneteskan
iodin

DAFTAR PUSTAKA
Membilas
Dwidjoseputro. 2005. Dasar- dengan
aquades
Dasar Mikrobiologi. Djambatan.
Jakarta.
Meneteskan
Karmana. 2008. Biologi. PT. Grafindo alkohol

Media Pratama. Jakarta.


Subandi, 2012. MikroBiologi. PT. Remaja Membilas
dengan
Rosdakarya. Bandung. aquades

Waluyo, L. 2005. Mikrobiologi Umum.


MM Press. Malang. Meneteskan
safranin

Membilas
dengan
aquades

Mengamati
dengan
mikroskop