Anda di halaman 1dari 12

Nama : Lilis Dwi Utami 20140420243

Rika Nofiani 20140420244


Fitri Kurnia Amallia 20140420248
Idka Setia Ningrum 20140420271
Kelas : ASP-F

MATRIK PENELITIAN

1 Kode 01
Key Success Factor Good Government Governance Serta
2 Judul Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pemerintah
(Survey Pada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul)
3 Tahun 2015
4 Penulis Handi Yuniar Lestiawan dan Bambang Jatmiko
5 Jurnal Maksimum Vol.5 No.1 September 2015 Februari 2016
H1: Prinsip Transparansi berpengaruh positif terhadap
Kinerja Pemerintah Daerah.
H2: Prinsip Akuntabilitas berpengaruh positif terhadap
Kinerja Pemerintah Daerah.
H3: Prinsip Partisipasi Masyarakat berpengaruh positif
6 Hipotesis
terhadap Kinerja Pemerintah Daerah.
H4: Prinsip Keadilan berpengaruh positif terhadap kinerja
Pemerintah Daerah.
H5: Prinsip Responsibilitas berpengaruh positif terhadap
Kinerja Pemerintah Daerah.
a. Transparansi
b. Akuntabilitas
Variabel
7 c. Partisipasi Masyarakat
Independen
d. Keadilan
e. Responsibilitas
Variabel
8 Kinerja Pemda
Dependen
Metode Penelitian explanatori dengan pendekatan
Penelitian: kuantitatif
Objek: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul (Badan
dan Dinas)
Subyek: Pegawai pada Badan dan Dinas di Kabupaten
Gunungkidul
Jenis Data: 1. Data primer (kuisioner)
2. Data sekunder (jurnal penelitian, buku,
media massa yang relevan)
Metode
pengumpulan Survey lapangan
data:

9 Metode Penelitian Perhitungan Formula perhitungan Slovin dengan nilai


jumlah kelonggaran (e2) sebesar 10%.
sampel: N
n =
1 + N.e

Keterangan:
N = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e2 = nilai kelonggaran ketidaktelitian
Alat analisis: Regresi berganda dengan bantuan SPSS 15 for
windows.
Uji yang 1. Uji Kualitas Data
dilakukan: 2. Uji Asumsi Klasik
3. Uji Hipotesis
1. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
masyarakat mempunyai pengaruh terhadap kinerja pemda
namun tidak signifikan atau dapat dikatakan tidak
10 Kesimpulan berpengaruh terhadap kinerja pemda.
2. Variabel keadilan dan responsibilitas mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap kinerja pemda.
Kesimpulan:
Penerapan prinsip good government governance di pemerintah
Kabupaten Gunungkidul masih terbilang kurang, terutama
dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan pertisipasi
masyarakat.
1. Masih belum melibatkan banyak SKPD didalamnya. Peneliti
selanjutnya diharapkan lebih memilih Kabupaten lain yang
kriteria kinerjanya masih terbilang memuaskan, seperti
misalnya kabupaten hasil pemekaran. Hal ini bertujuan agar
dapat dijadikan evaluasi kinerja bagi daerah penelitian
selanjutnya.
Keterbatasan &
11 2. Melibatkan lebih banyak responden masyarakat agar lebih
Saran
bisa dijadikan pengontrol atas penilaian penerapan Good
Government Governance yang diberikan pegawai pemda.
3. Menambah variabel lainnya yang berpengaruh terhadap
kinerja dan termasuk dalam prinsip Good Government
Governance, misalnya seperti Kemandirian, Efektivitas dan
Efisiensi, dan lain-lain.
Hal yang akan a. Perumusan hipotesis (proses penurunan hipotesis)
12
dikutip b. Teknik analisis: Analisis Regresi Berganda
1 Kode 02
Transparansi dan Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan
Daerah dalam Hubungannya dengan Perwujudan Keadilan dan
2 Judul
Kinerja Pemerintah Daerah: Sudut Pandang Aparatur dan
Masyarakat di Era Otonomi Daerah
3 Tahun 2008
4 Penulis Suryo Pratolo
Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol. 9 No. 2, halaman: 108-124,
5 Jurnal
Juli 2008
H1a: Transparansi dan akuntabilitas tatakelola pemerintahan
daerah berpengaruh terhadap keadilan pemerintah
kepada masyarakat secara simultan.
H1b: Transparansi tatakelola pemerintahan daerah
berpengaruh terhadap keadilan pemerintah kepada
masyarakat secara parsial.
H1c: Akuntabilitas tatakelola pemerintahan daerah
berpengaruh terhadap keadilan pemerintah daerah
kepada masyarakat secara parsial.
H2a: Transparansi tata kelola pemerintahan daerah,
akuntabilitas tata kelola pemerintahan daerah, dan
6 Hipotesis keadilan pemerintah daerah kepada masyarakat
berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah secara
simultan.
H2b: Transparansi tata kelola pemerintahan daerah
berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah secara
parsial.
H2c: Keadilan pemerintah daerah kepada masyarakat
berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah secara
parsial.
H2d: Akuntabilitas tata kelola pemerintahan daerah
berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah secara
parsial.
Variabel a. Transparansi tata kelola pemerintahan daerah
7
Independen b. Akuntabilitas tata kelola pemerintahan daerah
Variabel
8 Kinerja pemerintah daerah
Dependen
Variabel
9 Keadilan pemerintah daerah
Intervening
Objek: Transparansi tata kelola pemerintahan daerah,
akuntabilitas tata kelola pemerin-tahan daerah,
keadilan pemerintah, dan kinerja pemerintahan
pada Kabupaten Wonosobo.
10 Metode Penelitian
Jenis Data: Data sekunder
Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik
2. Heteroskedastisitas
3. Uji Hipotesis
1. Hasil pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur
menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas tata
kelola pemerintahan daerah mempengaruhi kinerja
pemerintah daerah.
2. Transparansi tata kelola pemerintahan daerah mempengaruhi
kinerja pemerintah daerah secara langsung sedang-kan
akuntabilitas tata kelola pemerintahan daerah mempengaruhi
kinerja pemerintah daerah secara tidak langsung melalui
keadilan pemerintah daerah.
11 Kesimpulan 3. Keadilan pemerintah daerah berpengaruh secara langsung
terhadap kinerja pemerintah daerah.
4. Dari hasil analisis deskriptif, ditunjukkan bahwa capaian dari
masing-masing variabel yang diteliti berada pada tingkatan
menengah dengan kata lain belum maksimal.
5. Berdasarkan temuan dari uji hipotesis dan analisis deskriptif
dapat disimpulkan bahwa keadilan dan kinerja pemerintah
yang belum maksimal diindikasikan dipengaruhi oleh
transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan
daerah yang belum maksimal.
Untuk peneliti selanjutnya, penelitian ini sangat membutuhkan
penelitian lanjutan dari aspek obyek penelitian berupa variabel-
Keterbatasan &
12 variabel yang diteliti maupun pada aspek unit analisis
Saran
penelitiannya untuk dapat dihasilkan temuan penelitian yang
semakin bersifat general dan universal.
Hal yang akan Variabel kunci (Key Success Factor) yang digunakan dalam
13
dikutip penelitian.
1 Kode 03
Pengaruh Akuntabilitas, Transparansi, Kapasitas Sumber Daya
Manusia, dan Pengawasan Intern terhadap Pengelolaan
2 Judul
Keuangan Daerah (Studi di SKPK Pemerintah Kabupaten Aceh
Utara)
3 Tahun 2016
4 Penulis Rizky Rasmana Hanafiah, Syukriy Abdullah, Mulia Saputra
5 Jurnal Jurnal Akuntasi, Volume 5, No. 4, November 2016
H1: Pengaruh Akuntabilitas, Transparansi, Kapasitas Sumber
Daya Manusia, dan Pengawasan Intern terhadap
Pengelolaan Keuangan Daerah
H2: Pengaruh Akuntabilitas terhadap Pengelolaan Keuangan
Daerah
6 Hipotesis H3: Pengaruh Transparansi terhadap Pengelolaan Keuangan
Daerah
H4: Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia terhadap
Pengelolaan Keuangan Daerah
H5: Pengaruh Pengawasan Intern terhadap Pengelolaan
Keuangan Daerah
1. Akuntabilitas
Variabel 2. Transparansi
7
Independen 3. Kapasitas sumber daya manusia
4. Pengawasan Intern
Variabel
8 Pengelolaan Keuangan Daerah
Dependen
Subjek: SKPK Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Sifat
Kausalitas
Penelitian
Pengumpulan One Shoot (dikumpulkan dalam periode
9 Metode Penelitian
Data tertentu), dengan kuisioner dan dokumentasi.
Model Skala Skala Likert
Teknik
Regresi Linier Berganda
Analisis Data
Analisis Data 1. Uji Validitas
2. Uji Reliabilitas
3. Uji Asumsi Klasik
4. Uji Normalitas
5. Uji Heterokedasitas
6. Uji Multikolinearitas
1. Akuntabilitas, transparansi, kapasitas SDM, dan pengawasan
intern berpengaruh secara bersamasama terhadap
pengelolaan keuangan daerah.
2. Akuntabilitas berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan
daerah.
10 Kesimpulan 3. Transparansi berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan
daerah.
4. Kapasitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap
pengelolaan keuangan daerah
5. Pengawasan intern berpengaruh terhadap pengelolaan
keuangan daerah
a. Kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan pada data yang
dikumpulkan melalui kuesioner, sehingga menimbulkan
masalah jika jawaban responden berbeda dengan keadaan
sesungguhnya.
b. Penelitian ini hanya menggunakan empat variabel bebas dan
belum mampu menjelaskan pengelolaan keuangan daerah
Keterbatasan &
11 pada SKPK di Kabupaten Aceh Utara sebesar 48,1%,
Saran
sedangkan sisanya 51,9% dijelaskan oleh variabel-variabel
lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Seperti
variabel politik penganggaran, gaya kepemimpinan, budaya
organisasi, regulasi daerah, pemanfaatan tekhnologi
informasi, pemanfaatan SIMDA, kinerja SKPK, dan
efektifitas penatausahaan keuangan.
Variabel kunci (Key Success Factor) yang digunakan dalam
Hal yang akan
12 penelitian.
dikutip
Teknik analisis: Regresi Linier Berganda
1 Kode 04
Pengaruh Penerapan Akuntansi Sektor Publik dan Pengawasan
2 Judul terhadap Kualitas Laporan Keuangan dan Implikasinya terhadap
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
3 Tahun 2012
4 Penulis Bambang Pamungkas
Jurnal Ilmiah Ranggagading, Vol. 12 No. 2, Oktober 2012: 82-
5 Jurnal
93
Variabel Penerapan Akuntansi Sektor Publik
7
Independen Penerapan Pengawasan
Variabel
8 Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Dependen
Variabel
9. Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah
Intervening
Tipe
Kausalitas
Penelitian
Pengumpulan Data Primer: Metode Observasi, penyebaran
Data kuisioner
10 Metode Penelitian Model Skala Skala Likert
Metode
Survey
Penelitian
Analisis Data 1. Uji Validitas
2. Uji Reliabilitas
1. Penerapan akuntansi keuangan sektor publik dan penerapan
pengawasan bepengaruh terhadap kualitas laporan keuangan
pemerintah baik secara parsial maupun simultan.
11 Kesimpulan 2. Penerapan akuntansi keuangan sektor publik, pengawasan
dan kualitas laporan keuangan pemerintah berpengaruh
terhadap akuntabilitas kinerja instansi pemerintah baik
secara parsial maupun simultan.
1 Kode 05
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah
2 Judul
(Studi Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Rokan
Hulu)
3 Tahun 2011
4 Penulis Reynaldi Riantiarno & Nur Azlina
5 Jurnal Pekbis Jurnal, Vol.3, No.3, November 2011: 560-568
H1: Terdapat pengaruh penerapan akuntabilitas keuangan
terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(AKIP)
6 Hipotesis
H2: Terdapat pengaruh ketaatan pada peraturan perundangan
terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(AKIP)
Variabel 1. Penerapan Akuntabilitas Keuangan
7
Independen 2. Ketaatan pada Peraturan Perundangan
Variabel
8 Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah
Dependen
Subjek: Seluruh instansi wajib LAKIP pada
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu di Propinsi
Riau
Jenis Data 1. Data Primer
2. Data Sekunder
Pengumpulan
9 Metode Penelitian Kuisioner (mail kuisioner)
Data
Model Skala Skala Likert
Pengujian
Korelasi Coefficients Pearson
Data
Analisis Data 1. Uji Validitas
2. Uji Reliabilitas
1. Secara umum hasil pengujian validitas dan reliabilitas telah
10 Kesimpulan memberikan hasil yang baik dan patut dipertimbangkan
untuk penelitian selanjutnya. Data dalam penelitian ini
berdisribusi normal, semua model terbebas dari autokorelasi,
multikolinearitas dan heteroskedastisitas.
2. Variabel penerapan akuntabilitas keuangan tidak
berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah.
3. Variabel ketaatan pada peraturan perundangan memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas
kinerja instansi pemerintah.
4. Variabel independen (ketaatan pada peraturan perundangan)
yang digunakan dalam model mampu menjelaskan sebesar
3,1% variasi variabel dependen (akuntabilitas kinerja
instansi pemerintah).
FORM BIMBINGAN

Tema:
Key Success Factor yang Mempengaruhi Akuntansi Sektor Publik di Pemda Kabupaten X

Disusun Oleh:
1. Lilis Dwi Utami 20140420243
2. Rika Nofiani 20140420244
3. Fitri Kurnia Amallia 20140420248
4. Idka Setia Ningrum 20140420271

No. Aktivitas Paraf Keterangan

Dosen Pembimbing

Dr. Bambang Jatmiko, S.E, M.Si.