Anda di halaman 1dari 7

BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT BANDUNG

LAPORAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN BULAN


JANUARI 2016

Pengelolaan limbah B3 merupakan serangkaian kegiatan pengurangan (reduksi),


penyimpanan sementara, pengangkutan, pengolahan dan penimbunan limbah B3. Tetapi
serangkaian kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan semuanya oleh penghasil. Hal ini
dikarenakan pengangkutan, pengolahan dan penimbunan limbah B3 harus memiliki perizinan
dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta penghasil seringkali memiliki
keterbatasan sumber daya untuk melakukan pengolahan lanjutan terhadap limbah B3 yang
dihasilkan. BBKPM Bandung sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang mengasilkan limbah B3
melakukan kegiatan pengolahan limbah B3 berupa pemilahan dan penyimpanan sementara.
Limbah yang dihasilkan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung terdiri atas
limbah cair, limbah cair (domestik), limbah padat non medis, limbah padat medis, limbah padat
B3 non medis dan limbah cair B3. Berikut ini jenis limbah B3 yang dihasilkan di BBKPM
Bandung :

No Ruangan/Kegiatan Karakteristik Jenis Limbah


Limbah
1 Laboratorium Infeksius Pot dahak bekas, gelas preparat bekas,
masker bekas, tissue dan kapas terpapar,
darah, urin, dan dahak, pot darah bekas, pot
urin bekas, pipet bekas, sisa cairan dari alat
pengujian darah dan urin, APD bekas seperti
sarung tangan bekas dan masker bekas,
spuit, kemasan bahan kimia terpapar dahak,
darah atau urin, filter biosafety bekas, tabung
biakan, cairan sisa pencucian preparat dan
pewarnaan bakteri
Korosif/Mudah Bahan kimia kadaluarsa
Terbakar/Mudah
Meledak
Berbahaya Bagi Bahan kimia kadaluarsa dan disinfektan
Lingkungan kadaluarsa, bekas kemasan bahan kimia,
tissue dan kapas terpapar bahan kimia,
kemasan-kemasan terpapar bahan kimia,
sisa bahan kimia kadaluarsa
2 IGD Infeksius Spuit bekas; cairan tubuh pasien; tissue,
kapas, balutan perban bekas pakai/ terpapar
cairan tubuh pasien, selang oksigen bekas;
masker oksigen/nebulizer bekas; APD bekas
pakai (sarung tangan dan masker bekas);
cairan tubuh pasien
Mudah meledak Tabung oksigen bekas
Berbahaya bagi Disinfectant kadaluarsa, bekas kemasan
lingkungan disinfektan
3 Fisioterapi Infeksius Mouth piece bekas, tissue bekas menyeka
ingus/dahak, APD bekas pakai (sarung
tangan dan masker)
Berbahaya bagi Bekas kemasan bahan bahan kimia atau
lingkungan disinfektan
No Ruangan/Kegiatan Karakteristik Jenis Limbah
Limbah
4 Instalasi Rawat Mengandung logam Peralatan medis bekas (stetoskop), batu
Jalan berat, beracun, baterai, toner, mouth piece bekas
infeksius
5 Instalasi Beracun dan
Sisa media filter bekas IPAL, lampu bekas,
Pemeliharaan infeksius baterai bekas, jerigen bekas disinfektan
6 Instalasi Rawat Inap Infeksius Jarum suntik bekas, aboket bekas, infus
bekas, dan kasa/kapas bekas tindakan,
sarung tangan bekas
7 Farmasi Beracun Obat kadaluarsa dan Kemasan Bekas Obat
8 Gudang Farmasi Beracun Bekas kemasan bahan kimia, bahan kimia
kadaluarsa
9 Radiologi Mengandung logam Sisa cairan fixer dan developer, sisa cairan
berat, beracun bahan kimia
10 Tata Usaha dan Beracun, Batu baterai, lampu bekas, bekas kemasan
Administrasi mengandung logam tinta, dan toner bekas
berat

Berikut ini adalah kegiatan pengelolaan limbah B3 di BBKPM Bandung selama Bulan Januari
2017 :

1. Pemilahan
Aspek pemilahan limbah medis dan non medis di BBKPM Bandung :
Pemilahan antara limbah medis dan non medis dengan menyediakan tempat sampah
untuk limbah medis dan non medis
Tempat sampah untuk limbah medis dan non medis ditempatkan di area-area yang
menghasilkan limbah medis yaitu UGD, Ruang Intervensi, Ruang Poli-Poli, Ruang Dahak,
Ruang Fisioterapi, Laboratorium, Rawat Inap, Bagian Depan Toilet dan di sebagian
Ruang Tunggu Pasien. Tempat sampah juga diberi label stiker untuk membedakannya.
Beberapa area yang harus ditambahkan tempat sampah medis yaitu di ruang USG, di
laboratorium, di ruang tunggu lantai 2, di mobil ambulance, di ruang tunggu apotik,
ruang rawat inap 1, 2 dan 3, ruang tunggu rawat inap, ruang tunggu poli Asma PPOK

Tempat sampah non medis dilapisi kantong plastik warna hitam dan tempat sampah
medis dilapisi kantong plastik warna kuning serta isinya dipastikan tidak tercampur dan
sesuai dengan pemilahan
Tempat sampah dengan plastik kuning untuk limbah medis dan pada tempat sampah
ditambahkan stiker berwarna kuning bertuliskan limbah medis serta untuk limbah non
medis pada tempat sampah diberi plastik warna hitam dan ditambahkan stiker
berwarna hitam bertuliskan limbah domestik. Stiker untuk limbah medis dan non medis
sudah ditambahkan informasi mengenai jenis limbah yang termasuk medis dan non
medis. Pelapisan tempat sampah non medis dan medis dilakukan oleh petugas
kebersihan. Berdasarkan pemeriksaan untuk tempat sampah limbah medis di area-area
klinis sudah menggunakan plastik berwarna kuning. Akan tetapi, untuk tempat sampah
medis di ruang tunggu pasien, petugas kebersihan masih keliru melapisinya dengan
menggunakan kantong plastik berwarna hitam. Isi tempat sampah masih ada yang
tercampur antara limbah medis dan non medis ataupun sebaliknya. Selain itu, sampah
non medis juga ada yang tercampur dengan sampah medis seperti limbah kertas.
Penyediaan sharp collector (wadah limbah benda tajam) di ruangan-ruangan yang
terdapat tindakan yaitu poli TB MDR, IGD, Ruang Intervensi, Ruang Pengambilan Darah
di Laboratorium, dan Ruang Rawat Inap.
Sharp collector sudah ditempatkan di area poli TB MDR, IGD, rawat inap, ruang
intervensi, ruang pengambilan darah. Sharp yang digunakan berupa kotak dus berwarna
kuning ukuran 5 liter, jerigen bekas 5 liter untuk ampul bekas, sharp collector plastik
untuk di laboratorium, dan jerigen ukuran 20 liter untuk limbah kaca preparat di
laboratorium. Ruangan yang akan ditambahkan sharp collector adalah ruang USG.

Isi wadah limbah baik tempat sampah maupun sharp collector kurang dari 2/3
bagiannya
Limbah dalam tempat sampah baru dibuang setelah penuh

Wadah limbah setiap hari dikosongkan


Karena tempat sampah baru dibuang setelah penuh, maka wadah sampah tidak setiap
hari dikosongkan di ruangan-ruangan pelayanan, kecuali di laboratorium, untuk limbah
dari pemeriksaan dahak yang dibuang setiap hari, rawat inap, dan UGD

Pemilahan juga dilakukan untuk limbah B3 lainnya yaitu batu baterai bekas dan lampu bekas.
Penyimpanan limbah batu baterai bekas dan lampu bekas masih disimpan di ruangan IPAL serta
limbah sisa fixer dan developer disimpan di ruang radiologi. Hal karena belum terdapat ruang
penyimpanan limbah yang memadai dan sesuai dengan persyaratan dalam peraturan
perundangan. Pengemasan limbah radiologi menggunakan jerigen plastik ukuran 20 liter.
Limbah lainnya yang harus dipilah adalah limbah bekas cap, botol bekas tinta printer, dan
kardus kecil bekas obat dari farmasi.

2. Penyimpanan dan Pelabelan


Penyimpanan sementara limbah B3 harus dilakukan jika limbah B3 tersebut belum
dapat diolah dengan segera. Kegiatan penyimpanan limbah B3 dimaksudkan untuk mencegah
terlepasnya limbah B3 ke lingkungan sehingga potensi bahaya terhadap manusia dan
lingkungan dapat dihindarkan. Untuk meningkatkan pengamanannya, maka sebelum dilakukan
penyimpanan limbah B3 harus terlebih dahulu dikemas. Mengingat keragaman karakteristik
limbah B3, maka dalam pengemasannya perlu pula diatur tata cara yang tepat sehingga limbah
dapat disimpan dengan aman. Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
Nomor : Kep-01/Bapedal/09/1995 Tanggal : 5 Nopember 1995.
Penyimpanan limbah B3 di BBKPM Bandung terutama limbah medis belum disimpan di
TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) karena TPS yang sudah ada berada di area konstruksi
pembangunan gedung BC. TPS tersebut belum memenuhi persyaratan teknis dalam peraturan
perundangan pengelolaan limbah B3. Limbah limbah medis yang dikumpulkan dari ruangan
disimpan dalam wadah berupa troli kuning tertutup berukuran 250 liter milik PT Jasa Medivest.
BBKPM Bandung memiliki satu troli kuning berukuran 120 liter yang bagian atasnya sedikit
pecah. Troli kuning harus berada dalam keadaan tertutup. Petugas kebersihan juga seringkali
memaksakan menyimpan limbah medis pada troli yang sudah penuh sehingga penutup troli
menjadi terbuka yang dapat menyebabkan datangnya vektor penyakit seperti serangga dan
tikus. Selain itu juga, wadah limbah B3 harus diberi identitas khusus berupa simbol dan label
sesuai dengan peraturan perundangan. BBKPM Bandung sudah melakukan pemberian simbol
dan pelabelan wadah limbah B3, begitu pula pencatatan dalam logbook. Penyimpanan limbah
medis infeksius di TPS dalam suhu ruang disebutkan dalam KMK No 1204 dan Permen LHK
No.5 Tahun 2015 maksimal adalah 2x24 jam dan selanjutnya harus diinsinerasi. Jika limbah
disimpan lebih lama dari itu harus disediakan fasilitas pendingin yang dapat mencapai suhu 0 0C
untuk mencegah penjamuran dan perkembangbiakan kuman ataupun virus yang terdapat
dalam limbah.

3. Pengangkutan oleh Pihak Ketiga


Pengangkutan limbah medis di BBKPM Bandung dilakukan oleh PT Jasa Medivest.
Pengangkutan limbah dilakukan rutin oleh PT. Jasa Medivest dengan menggunakan mobil box
tertutup. Sebelum dilakukan pick up, limbah yang sudah dikemas dan dimasukkan pada
kontainer warna kuning dilakukan penimbangan terlebih dahulu. Hasil penimbangan dicatat
dalam dokumen limbah B3 yang disebut manifest yang kemudian ditandatangani oleh staf
kesehatan lingkungan dan pihak PT. Jasa Medivest dan di cap instansi. Container yang terisi
penuh dengan limbah kemudian dinaikkan ke dalam mobil dan diganti dengan container baru
yang masih kosong.
Dalam proses pengangkutannya, petugas (baik petugas BBKPM maupun PT. Jasa
Medivest) wajib menggunakan Alat Pelindung Diri yang sudah ditentukan berupa: helm, baju
panjang, masker, sepatu boot dan sarung tangan disposable. Jenis limbah yang dilakukan pick up
(pemusnahan) di BBKPM Bandung sementara ini berupa: limbah medis padat pada (kode A337-
1) yang dihasilkan dari ruang laboratorium, IGD dan limbah cair developer fixer sebagai limbah
laboratorium yang dihasilkan dari ruang radiologi. Penyimpanan di dalam TPS untuk limbah
medis adalah maksimal 2 x 24 jam. Oleh karena itu pengangkutan limbah medis oleh pihak
ketiga sebaiknya dilakukan setiap 2 hari sekali.
Realisasi pengangkutan di BBKPM Bandung dilakukan setiap 1 minggu sekali (1 bulan 4-
5 kali), BBKPM Bandung di Cianjur setiap 1 minggu sekali dan BBKPM Bandung di Garut setiap
2 minggu sekali. Rekapitulasi pengangkutan limbah medis di BBKPM Bandung dapat dilihat
pada Gambar 1. Selama bulan Nopember pengangkutan limbah medis di Bandung sesuai dengan
jadwal tetapi di Garut dan Cianjur belum dilakukan pengangkutan. Hal ini dikarenakan terdapat
kendala di PT Jasa Medivest yang sedang mengurus perizinan kendaraan pengangkut limbah B3.

Grafik pengangkutan limbah medis di BBKPM Bandung


4. Neraca Limbah B3 di BBKPM Bandung
Rekapitulasi pengangkutan sampah medis oleh Medivest pada bulan Januari 2017 dapat dilihat
pada tabel dibawah ini. Data sesuai dengan Dokumen Limbah B3 berdasarkan Surat Keputusan
Kepala Bapedal No. Kep.02/Bapedal/09/1995 Tanggal 5 Nopember 1995 yang diberikan pihak
Medivest setiap kali dilakukan proses pick up.

Tabel 2. Rekapitulasi pengangkutan limbah dari BBKPM Bandung oleh PT Jasa Medivest selama
Bulan Januari 2017

Jenis Karakteristik Kode


No Tanggal Kode Blanko Sumber Jumlah (kg)
Limbah Limbah Limbah
1 11/11/2016 A 337-1 A 337-1 A 337-1 A 337-1 Bandung 46

2 11/11/2016 A 337-1 A 337-1 A 337-1 A 337-1 Bandung 89

3 18/11/2016 A 337-1 A 337-1 A 337-1 A 337-1 Bandung 42,2

4 18/11/2016 A 337-1 A 337-1 A 337-1 A 337-1 Bandung 150,48

Total keseluruhan 304,4


Total Bandung 304,4
Total Garut 0
Total Cianjur 0

Gambar 2. Grafik Kuantitas Limbah medis di BBKPM Bandung


Pengangkutan limbah pada bulan Nopember sebanyak 5 kali pick up untuk Bandung. Dari tabel
diatas dapat dilihat bahwa terdapat Kinerja pengelolaan limbah medis di BBKPM Bandung
selama Bulan Nopember adalah 100 persen yang dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Kinerja Pengelolaan Limbah Medis di BBKPM Bandung selama Bulan Januari-Nopember
2016
Jenis Limbah Satuan Limbah Limbah Limbah Perlakuan
Dihasilkan Dikelola Belum
Dikelola
Limbah Kg Limbah
medis padat disimpan dan
infeksius 0 diserahkan
641,15 641,15 kepada pihak
ketiga berizin
Limbah sisa Kg Limbah
cairan fixer disimpan dan
dan 0 diserahkan
developer 2520,5 2520,5 kepada pihak
ketiga berizin
Total Kg 3161,65 3161,65 0
Persentase % 100 100 0

Permasalahan :
1. Perlu dilakukan pemberitahuan atau sosialisasi kepada petugas kebersihan, karyawan
BBKPM Bandung mengenai pemilahan limbah dan cara penanganan limbah
2. TPS B3 belum memenuhi persyaratan teknis peraturan perundangan dan belum berizin
3. Belum dilakukan pendataan limbah B3 lampu bekas, baterai bekas, obat kadaluarsa dan
bahan kimia kadaluarsa terutama mengenai jumlahnya
4. Perlu dilakukan pengangkutan limbah cair kimia dari proses pewarnaan sputum dari
laboratorium di Garut dan di Cianjur
5. Perlu tambahan tempat sampah untuk tempat sampah medis dan diperlukan troli untuk
pengangkutan limbah di dalam gedung
6. Penyimpanan limbah medis infeksius lebih dari 2 hari

Rekomendasi :
1. Mengusulkan renovasi TPS B3, tambahan tempat sampah, troli pengangkut limbah dan
pembuatan surat kerjasama pengelolaan limbah dengan pihak ketiga
2. Mengingatkan kembali kepada karyawan dan petugas kebersihan mengenai pemilahan
limbah ketika melakukan pengecekan
3. Melakukan pendataan limbah B3 bahan kimia kadaluarsa dan obat kadaluarsa melalui
koordinasi dengan Instalasi Farmasi BBKPM Bandung
4. Disediakan fasilitas pendingin yang mencapai suhu 0 0C di TPS limbah B3 untuk menyimpan
limbah medis infeksius

Mengetahui, Bandung, 8 Nopember 2016


Kepala IPS-KL Staf Kesehatan Lingkungan

1. Jam Jam, SKM


NIP. 19820610 2010011008
Dewi Ellyana, ST. .........................
NIP. 197805082003122002 2. Dinar Monitha N
NIP.199005112015032001
..........................

Anda mungkin juga menyukai