Anda di halaman 1dari 3

RESUME KEPERAWATAN HIPERTENSI

RESUME KEPERAWATAN

Nama mahasiswa :

Tanggal :
Tempat :
Nama pasien : Ny. W
Diagnosa medis : Hipertensi

DIAGNOSA KEPERAWATAN ( Yang diatasi):


DATA MASALAH ETILOGI
DS : pasien mengatakan pusing Resiko tinggi terhadap peningkatan afterload,
DO : T 160/90 mmhg, nadi 91 penurunan curah jantung vasokonstriksi,
x/menit hipertrofi/rigiditas
ventrikuler, iskemia miokard

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


NO DIAGNOSA
PERENCANAAN
KEPERAWATAN
INTERVENSI
TUJUAN
NOC NIC
Resiko tinggi Setelah Cardiac Cardiac Care
terhadap penurunan dilakukan Pump Evaluasi adanya nyeri
curah tindakan effectiveness. dada
jantungberhubungan keperawatan Circulati ( intensitas,lokasi,
denganpeningkatan selama 1x24 on Status durasi)
afterload, jamtidak terjadi Vital Sign Catat adanya disritmia
penurunan Status jantung
vasokonstriksi,
curah jantung Monitor status
hipertrofi/rigiditas
dengan criteria : pernafasan yang
ventrikuler, iskemia Tanda Vital menandakan gagal jantung
miokard dalam rentang Monitor adanya
normal perubahan tekanan
(Tekanan darah, darah
Nadi, respirasi) Monitor respon pasien
mm Dapat terhadap efek pengobatan
mentoleransi antiaritmia
aktivitas, tidak Atur periode latihan dan
ada kelelahan istirahat untuk
mm Tidak ada menghindari kelelahan
edema paru, Monitor toleransi
perifer, dan aktivitas pasien
tidak ada asites Monitor adanya
mm Tidak ada dyspneu, fatigue, tekipneu
penurunan dan ortopneu
kesadaran Anjurkan untuk
menurunkan stress
Vital Sign Monitoring
Monitor TD, nadi, suhu,
dan RR
Catat adanya fluktuasi
tekanan darah
Monitor VS saat pasien
berbaring, duduk, atau
berdiri
Auskultasi TD pada
kedua lengan dan
bandingkan
Monitor TD, nadi, RR,
sebelum, selama, dan
setelah aktivitas
Monitor kualitas dari
nadi
Monitor adanya pulsus
alterans
Monitor jumlah dan
irama jantung

TINDAKAN YANG DILAKUKAN


Mengevaluasi adanya nyeri dada.
Mencatat adanya disritmia jantung.
Menganjurkan teknik relaksasi, panduan imajinasi dan distraksi.
Memonitor TD

1. Tujuan tindakan yang dilakukan:


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jamtidak terjadi penurunan curah jantung

2. Pathways antara masalah yang muncul dengan tindakan yang dilakukan(kemampuan


menganalisa)
Menganjurkan teknik relaksasi, panduan imajinasi dan distraksi. (dapat menurunkan rangsangan
yang menimbulkan stress, membuat efek tenang, sehingga akan menurunkan tekanan darah).
Observasi tekanan darah (perbandingan dari tekanan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang
keterlibatan / bidang masalah vaskuler).
Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer (Denyutan karotis,jugularis, radialis dan
femoralis mungkin teramati / palpasi.
Dunyut pada tungkai mungkin menurun, mencerminkan efek dari vasokontriksi (peningkatan SVR) dan
kongesti vena).
Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. (S4 umum terdengar pada pasien hipertensi berat karena
adanya hipertropi atrium, perkembangan S3 menunjukan hipertropi ventrikel dan kerusakan fungsi,
adanya krakels, mengi dapat mengindikasikan kongesti paru sekunder terhadap terjadinya atau gagal
jantung kronik).
Amati warna kulit, kelembaban, suhu, dan masa pengisian kapiler. (adanya pucat, dingin, kulit lembab
dan masa pengisian kapiler lambat mencerminkan dekompensasi / penurunan curah jantung).
Catat adanya demam umum / tertentu. (dapat mengindikasikan gagal jantung, kerusakan ginjal atau
vaskuler).
Berikan lingkungan yang nyaman, tenang, kurangi aktivitas / keributan lingkungan, batasi jumlah
pengunjung dan lamanya tinggal. (membantu untuk menurunkan rangsangan simpatis, meningkatkan
relaksasi).
Anjurkan teknik relaksasi, panduan imajinasi dan distraksi. (dapat menurunkan rangsangan yang
menimbulkan stress, membuat efek tenang, sehingga akan menurunkan tekanan darah).
Kolaborasi dengan dokter dlam pembrian therafi anti hipertensi,deuritik. (menurunkan tekanan darah).

3. Evaluasi hasil :
S : Pasien mengatakan pusing berkurang.
O : T 140/80 mmhg, N 88 x/mnt irama teratur,nadi kuat
A : masalah teratasi sebagian.
P : lanjutkan intervensi