Anda di halaman 1dari 8

Menyelesaikan Tahap Penilaian Risiko

Tugas Mata Kuliah

Auditing 1

Oleh:

Gigih Devanta Widhyarsa

150810301132

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Jember
Tahun 2017

PENDAHULUAN

Tahap terahir dari audit merupakan tahap yang memerlukan


review yang cermat dan penuh pemikiran mengenai audit oleh
seseorang yang ber pengalaman dan mem iliki ilmu sehingga laporan
yang diauditnya dapat opt imal. Selain melakukan review hasil,
beberapa aspek lain dalam menyelesaikan audit juga sangat
menentukan keberhasilan suatu audit.
Dengan demikian tahap terahir yang diperlukan untuk
mengaudit sebuah laporan keuangan agar lebih opt im al dan
terhindar dar i salah saji yang material adalah melakukan review
terhadap laporan ter sebut. Selain it u juga melakuka penilaian risiko
terhadap lapor an keuangan yang diaudit nya. Dalam menilai risiko
terdapat tahap -tahap yang harus dilalui oleh auditor yakni tahap
mengumpulkan bukti, melakukan analisis, merangkum hasil
penilaian risiko, revisi atas penilaian risiko, dan yang terahir
adalah melakukan dokumentasi.

PEMB AH AS AN

Tinjauan Umum
Bab ini membahas akhir dari tahap per tama dalam proses audit,
yakni tahap penilaian risiko. Akhir dari tahap ini ialah
mendokumentasikan risiko yang telah dinilai pada tingkat laporan
keuangan dan pada t ingkat asersi.
ISA 315.25 audit or wajib mengidentif ikasi dan menilai
risiko salah saj i material pada t ingkat laporan keuangan dan
tingkat asersi jenis transaksi, saldo akun, dan pengungkapan
sebagai dasar untuk melaksanakan prosedur audit selanjut nya.
ISA 315.26 audit or wajib :
a. Mengidentif ikasi risikomelalui pemahaman tentang entitas
dan lingkungannya, termasuk pengendalian yang relevan
dengan risiko yang bersangkutan,
b. Menilai risiko yang dii dent if ikasi dan mengevaluasi apakah
risiko tersebut lebih berkaitan secar a per vasif dengan
laporan keuangan secara keseluruhan dan secar a
potensial,
c. Mengaitkan risiko yang diidentif ikasi dengan apa yang
bisa salah pada t ingkat asersi, dan
d. Mempert imbangkan kemungkinan terjadinya salah saji.

ISA 315.32 auditor waj ib memasukkan beberapa hal


berikut kedalam dokumentasi audit :
a. Diskusi diantar a anggota tim audit,
b. Unsur-unsur kunci dalam memahami ent itas dan
lingkungannya,
c. Risiko salah saji material pada tingkat laporan keuangan
dan pada tingkat asersi, dan
d. Risiko yang diidentif ikasi dan pengendalian yang relevan
untuk menangkal risiko yang diidentif ikasi sesuai
pemahaman auditor.

Selayang Pandang
Langkah tera khir dalam tahap penilain risiko ialah mereviu hasil
dari pelaksanaan prosedur penilaian risiko, dan kemudian
mengikhtisarkan risiko salah saji mater ial pada : t ingkat laporan
keuangan dan t ingkat asersi untuk jenis t ransaksi, saldo akun, dan
penyaj ian serta pengungkapan.
Hasil dari penilaian risiko ialah s uatu daf tar tentang risiko
yang dinilai. Hasil penilaian r isiko ini akan menjadi dasar untuk
tahap berikutnya, yakni menentukan bagaim ana menanggapi
dengan tepat r isik o yang dinilai tersebut, melalui rancangan
prosedur audit selanjutnya.
Bukti Sampai Akhi r Tahap 1
Yakni tahap penilaian risiko auditor m emperoleh bukti -bukti
yang secara gar is besar adalah bukti mengenai r isiko yang
dihadapi ent itas dan pengendalian internal untuk menangkal risiko
tersebut.
Sesudah melakukan prosedur penilaian risiko, bukti audit
yang diperoleh berkenaan dengan ident if ikasi dan penilain terhadap
risiko bawaan, sert a rancangan dan implementasi pengendalian
internal yang memitigasi risiko bawaan t ersebut.
Risiko yang masih ada sesudah memperhitungkan dampak
pengendalian inter nal yang diciptakan untuk menangkal risiko
bawaan yang tersisa adalah risiko salah saji yang material.
Sumber-sumber bukti audit yang relevan untuk merangkum
dan menilai risiko pada tingkat laporan keuangan dan asersi adalah
sebagai berikut :
a. Strategi audit menyeluruh,
b. Mater ialit as,
c. Diskusi tim audit,
d. Menyelesaikan tahap penilaian r isiko,
e. Identif ikasi dan penilaian risiko bawaan,
f . Risiko signif ikan,
g. Memahami dan mengevaluasi pengendalian internal, dan
h. Mengomunikasikan kelemahan pengendalian internal.

Merangkum Hasil Penilaian Risi ko


Tujuan penilaian r isiko ialah member ikan landasan dan acuan
mengenai apa yang diperlukan untuk memberikan tanggapan yang
tepat terhadap risiko yang diidentif ikasi dan dinilai dengan
prosedur audit selanjutnya yang dir ancang dengan baik dan ef isien.
Jika risiko yang diidentif ikasi sedah didokumentasi dan dinilai
dengan cara yang konsisten dengan mudah auditor mereviu dan
meringkasnya. Rang kuman risiko yang dinilai menyatukan f aktor
risiko bawaan yang diidentif ikasi dan evalua si atas pengendalian
internal yang dirancang untuk memitigasi risiko tersebut.
Revisi atas Penilaian Risiko
Inf ormasi baru diperoleh selama audit berjalan dan
pelaksanaan prosedur audit mungkin menemukan risiko tambahan,
aatau pengendalian internal t idak berf ungsi sebagaimana mestinya.
Ketika ini terjadi penilaian r isiko semulan harus direvisi dan
dampaknya terhadap sif at dan luasnya prosedur audit selanjutnya
perlu dipertimbangkan.

Dokumentasi
Rangkuman dari berbagai r isiko yang dinilai dapat
didokumentasi deng an berbagai cara :

a. Dokumen yang berdiri sendiri


Dokumen yang terpisah dari dokumen lain, merupakan
dokumen yang berdiri sendir i yang menyajikan rangkuman hasil
penilaian atas risiko bawaan dan pengendalian serta alasan utama
untuk penilaian risiko gabungan . Dokumen ini juga dapat
digunakan sebagai outline untuk tanggapan terhadap risiko.

b. Bagian dari strategi dan rencana audit


Dalam pendekatan ini dokumentasi r angkuman risiko yang
dinilai merupakan bagian dar i dokumen lain yang dok umen berisi
strategi audit menyelur uh dan rencana audit (audit plan). Bagian
pertama dar i setiap seksi dalam rencana audit misalnya untuk
siklus penjualan dan penag ihan mer ing kas hasil penilaian risiko
dan dampaknya terhadap pr osedur audit yang direncanaka n.

c. Bagian dari dokumen prosedur audit selanjutnya


Dalam pendekatan ini dokumentasi penilaian risiko
merupakan bagian dari dokumentasi auditor mengenai pr osedur
audit selanjutnya. Dalam pendekatan ini penilaian risiko, rencana
audit, dan hasil pelaksanaan kerja didokumentasikan dalam satu
himpunan kertas kerja yang komperhensif setiap area laporan
keuangan.

Bentuk dan luasnya dokumentasi yang mendukung dipengaruhi oleh


:
1. Sif at, ukuran, dan kompleksitas entitas dan pengendalian
internalnya,
2. Tersedianya inf o rmasi pada ent itas, dan
3. Metodologi dan teknologi audit yang digunakan.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam merancang


dokumentasi adalah :
1. Mudah dipahami,
2. Acuan silang ke (rancangan dan implementasi) tanggapan audit
yang tepat,
3. Mudah dimutakhirkan di audit berikutnya, dan
4. Mudah direviu, yang mereviu harus dapat menentukan apakah
risiko kunci sudah diident if ikasi dan apakah tanggapan audit nya
tepat.

Suatu r angkuman risiko yang dinilai juga berguna dalam pertemuan


perancanaan dari tim audit dalam au dit berikutnya, dimana sif at
risiko dan luasnya tanggapan audit dibahas.

Catatan :
a. Sebelum menyimpulkan tidak ada risiko khusus area laporan
keuangan atau peng ungkapan, pertimbangkan adanya f aktor lain
yeng relevan seperti kesalah yang terjadi dimasa lalu ,
kerentanan aset atau utang terhadap kecurangan, potensi
terjadinya managem ent override, dan lain -lain.
b. Jika auditor merencanakan unt uk mengandalkan risiko
pengendalian yang telah dinilai sebagai rendah per lu ada
pengujian untuk menentukan ef ektif nya bebe rapa pengendalian
untuk mendukung penilaian.
c. Entitas mungkin mempunyai beberapa pengendalian internal.
Namun auditor mem andang pengendalian internal tersebut t idak
relevan unt uk auditnya.
d. Pengendalian spesif ik atau transaksional secara umum berf ungsi
(yang berarti r isiko yang dinilai adalah rendah) atau tidak
berf ungsi (yang ber arti r isiko yang dinilai adalah tinggi). Jadi
tersirat didalamnya tidak terdapat risiko pengendalian sedang
atau moderat e.
e. Penentuan risiko tersisa yang merupakan hasil penggabun gan
risiko bawaan dan risiko pengendalian m erupakan pertim bangan
kearif an prof esional.

Butir pertimbangan
a. Dokumentasi alasan dibalik setiap penilaian risiko
Ketika meringkaskan risiko yang dinilai ber ikan penjelasan
singkat mengenai alasan dibalik set iap penilaian atau buat acuan
silang ke kertas kerja dimana penjelasan ini dapat ditemukan .
seringkali penjelasan ini lebih pent ing dari penilaian itu sendir i,
karena penjelasan ini membantu merancang tanggapan audit
yang tepat dan cost -eff ective.

b. Penilaian atas risiko bawaan


Penilaian risiko bawaan selalu diselesaikan sebelum
mempertimbangkan pengendalian internal yang memitigasi risiko
bawaan itu. Dengan asumsi kebanyakan area laporan keuangan
yang diaudit akan melampaui mat erialitas secara keselur uhan,
sangat boleh jadi risiko bawaan terjadinya salah saj i untuk
kebanyakan asersi akan tinggi.

c. Risiko rendah untuk semua asersi


Ketika area lapor an keuangan dinilai berisiko rendah untuk
semua asersi auditor tidak perlu mengulang alasan yang sama
untuk setiap as ersi. Namun alasan semua penilaian menunjukkan
risiko rendah harus didokumentasi.

KESIMPUL AN

Keput usan yang diambil auditor selama tahap penyelesaian ini


sangat pent ing unt uk mencapi hasil audit yang optimal. Tahap
terahir dari audit merupakan tahap yang memerlukan review yang
cermat dan penuh pemikiran mengenai audit oleh seseorang yang
berpengalaman dan memiliki ilmu sehingga laporan yang diauditnya
dapat opt imal. Dengan demikian tahap terahir yang diperlukan
untuk mengaudit sebuah laporan keuangan agar lebih optimal dan
terhindar dar i salah saji yang material adalah melakukan review
terhadap laporan tersebut.

REFERENSI

1. Tuanakotta, T. M. 2015. Audit Kontemporer. Salemba Empat,


Jakarta.
2. Al Har yono Jusup. 2001. Auditing (Pengauditan), Buku 1, BP
STIE YKPN, Yog yakarta .