Anda di halaman 1dari 28

Referat

CEDERA KEPALA

Regan Januardy Marliau

I11109020

Cedera kepala adalah trauma mekanik pada kepala yang terjadi baik secara langsung atau tidak langsung

Dapat berakibat pada gangguan fungsi neurologis, fungsi fisik, kognitif, psikososial, yang dapat bersifat temporer ataupun permanent.

Bukan bersifat kongenital ataupun degeneratif, tetapi disebabkan oleh serangan / benturan fisik dari luar,

permanent. • Bukan bersifat kongenital ataupun degeneratif, tetapi disebabkan oleh serangan / benturan fisik dari luar,

Anatomi

Kulit kepala

SCALP

Skin

Connective tissue

Aponeurosis (galea aponeurotika)

Loose areolar tissue

Perikranium

(galea aponeurotika) • Loose areolar tissue • Perikranium Tulang tengkorak – Calvaria – Basis cranii

Tulang tengkorak

Calvaria

Basis cranii

(galea aponeurotika) • Loose areolar tissue • Perikranium Tulang tengkorak – Calvaria – Basis cranii

Anatomi

Meninges

Anatomi • Meninges – Dura mater – Araknoid – Pia mater • Otak

Dura mater

Araknoid

Pia mater

Otak

Anatomi • Meninges – Dura mater – Araknoid – Pia mater • Otak
Anatomi • Meninges – Dura mater – Araknoid – Pia mater • Otak

Patofisiologi cedera kepala Cedera kepala primer

Coup-

countercoup

Acceleration-

deceleration

1. Cerebral laceration

2. Cerebral contusion

Coup- countercoup • Acceleration- deceleration 1. Cerebral laceration 2. Cerebral contusion 3. Diffuse Axonal Injury
Coup- countercoup • Acceleration- deceleration 1. Cerebral laceration 2. Cerebral contusion 3. Diffuse Axonal Injury
Coup- countercoup • Acceleration- deceleration 1. Cerebral laceration 2. Cerebral contusion 3. Diffuse Axonal Injury

Patofisiologi cedera kepala Cedera kepala sekunder

Akibat berbagai proses patologis yang timbul sebagai tahap lanjutan dari kerusakan otak primer

Edema otak, kerusakan neuron berkelanjutan, iskemia, peningkatan tekanan intrakranial dan perubahan neurokimiawi.

PATOFISIOLOGI

INERTIAL INJURY

PATOFISIOLOGI INERTIAL INJURY 1. Acceleration Injury 2. Deceleration Injury Rotation / Angular CONTACT INJURY

1. Acceleration

Injury

2. Deceleration

Injury

Rotation / Angular

CONTACT INJURY

CONTACT INJURY

FRACTURES

PRIMARY BRAIN DAMAGE

1. Cerebral laceration

2. Cerebral contusion

3. Diffuse Axonal Injury

2. Cerebral contusion 3. Diffuse Axonal Injury 1. Systemic Insult 2. Intracranial Insult APOPTOSIS

1. Systemic Insult

2. Intracranial Insult

Axonal Injury 1. Systemic Insult 2. Intracranial Insult APOPTOSIS Programmed cell death SECONDARY BRAIN DAMAGE EDH

APOPTOSIS

Programmed cell death

2. Intracranial Insult APOPTOSIS Programmed cell death SECONDARY BRAIN DAMAGE EDH SDH ICH IVH SAH Sastrodiningrat

SECONDARY BRAIN DAMAGE

EDH
EDH
SDH ICH
SDH
ICH
IVH SAH
IVH
SAH

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan 2012

INTRACRANIAL INSULT

CEREBRAL EDEMA Kerusakan jaringan otak traumatik kerusakan Blood-brain barrier Vasogenic edema.

Ggn CBF (cerebral blood flow) kegagalan cellular energy metabolism kerusakan pompa Na-K Ca influx Citotoxic edema

Cerebral edema peningkatan ICP

INCREASED ICP

SEIZURES

INFECTION

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan 2012

SYSTEMIC INSULT

HYPOXIA

Airway obstruction Hypoxia ( PO2 < 60 mmHg)

HYPOTENSION (sist < 90 mmHg)

CPP turun Ischemia

(keadaan akan menjadi lebih buruk bila ada : peningkatan ICP, ggn AUTOREGULASI, VASOSPAME, perubahan CBF

HYPERCAPNIA

(PCO2> normal)

vasodilatasi cerebral peningkatan ICP.

HYPOCAPNIA (PCO2< 24 mmHg) vasokonstriksi penurunan CBV penurunan CBF

HYPERTHERMIA

39⁰C

(peningkatam excitotoxic neurotransmitter merubah aktivitas protein kinase C) ischemic brain damage

HYPERGLYCEMIA

HYPOGLYCEMIA

ANEMIA

ELECTROLYTE IMBALANCE

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan 2012

PATHOPHYSIOLOGY

Reaksi

extracranial

PRIMARY BRAIN DAMAGE

1. Cerebral laceration

2. Cerebral contusion

3. Diffuse Axonal Injury

SECONDARY BRAIN DAMAGE

proses biomolekular abnormal

Injury SECONDARY BRAIN DAMAGE proses biomolekular abnormal Reaksi intracranial 1. Systemic Insult 2. Intracranial
Injury SECONDARY BRAIN DAMAGE proses biomolekular abnormal Reaksi intracranial 1. Systemic Insult 2. Intracranial
Injury SECONDARY BRAIN DAMAGE proses biomolekular abnormal Reaksi intracranial 1. Systemic Insult 2. Intracranial

Reaksi

intracranial

1. Systemic Insult

2. Intracranial Insult

PRO

APOPTOSIS

ANTI

APOPTOSIS

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan 2012

Klasifikasi cedera kepala

Berdasarkan mekanisme

Cedera kepala tumpul

Cedera kepala tembus

Berat cedera kepala

tumpul – Cedera kepala tembus • Berat cedera kepala – Ringan (GCS 14-15) – Sedang (GCS

Ringan (GCS 14-15)

Sedang (GCS 9-13)

Berat (GCS 3-8)

– Cedera kepala tembus • Berat cedera kepala – Ringan (GCS 14-15) – Sedang (GCS 9-13)
Klasifikasi cedera kepala • Berdasarkan morfologi – Fraktur tengkorak • Fraktur tengkorak • Fraktur basis

Klasifikasi cedera kepala

Berdasarkan morfologi

Fraktur tengkorak

Fraktur tengkorak

Fraktur basis cranii

Lesi intrakranial

Epidural hematoma

Subdural hematoma

Intraserebral hematoma

• Fraktur basis cranii – Lesi intrakranial • Epidural hematoma • Subdural hematoma • Intraserebral hematoma
• Fraktur basis cranii – Lesi intrakranial • Epidural hematoma • Subdural hematoma • Intraserebral hematoma
Patologi cedera kepala • Laserasi kulit kepala • Subgaleal hematoma

Patologi cedera kepala

Laserasi kulit kepala

Subgaleal hematoma

Patologi cedera kepala • Laserasi kulit kepala • Subgaleal hematoma
Patologi cedera kepala • Laserasi kulit kepala • Subgaleal hematoma

Patologi cedera kepala

Fraktur kranium

Patologi cedera kepala • Fraktur kranium
Patologi cedera kepala • Fraktur kranium
Patologi cedera kepala • Fraktur kranium

Patologi cedera kepala

Fraktur basis kranium

Patologi cedera kepala • Fraktur basis kranium
Patologi cedera kepala • Fraktur basis kranium
Patologi cedera kepala • Fraktur basis kranium

Patologi cedera kepala

Epidural hematoma

Subdural hematoma

Intraserebri hematoma

Patologi cedera kepala • Epidural hematoma • Subdural hematoma • Intraserebri hematoma
Patologi cedera kepala • Epidural hematoma • Subdural hematoma • Intraserebri hematoma

Pemeriksaan klinis

Anamnesis

Pemeriksaan fisik umum

Pemeriksaan neurologis

Pemeriksaan radiologis

Indikasi pemeriksaan CT Scan pada kasus cedera kepala adalah :

bila secara klinis (penilaian GCS) didapatkan klasifikasi cedera kepala sedang dan berat.

cedera kepala ringan yang disertai fraktur tengkorak

adanya kecurigaan dan tanda terjadinya fraktur basis kranii

adanya defisit neurologi, seperti kejang dan penurunan gangguan kesadaran

sakit kepala yang hebat

adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial atau herniasi jaringan otak

kesulitan dalam mengeliminasi kemungkinan perdarahan intraserebral.

Tatalaksana

Primary survey

Airway

Breathing

Circulation

Disability

Indikasi rawat antara lain:

Amnesia posttraumatika jelas (lebih dari 1 jam)

Riwayat kehilangan kesadaran (lebih dari 15 menit)

Penurunan tingkat kesadaran

Nyeri kepala sedang hingga berat

Intoksikasi alkohol atau obat

Fraktura tengkorak

Kebocoran CSS, otorrhea atau rhinorrhea

Cedera penyerta yang jelas

Tidak punya orang serumah yang dapat dipertanggungjawabkan

CT scan abnormal

Target Terapi Cedera Kepala

TERAPI DASAR

Ditujukan terhadap Primary Brain Damage , Systemic Insults dan Intracranial Insults

1. Mengatasi cerebral edema dan mengatasi peningkatan tekanan intrakranial :

a. Larutan hipertonis : Mannitol 20%

b. Tindakan hiperventilasi terbatas

c. Tindakan operasi

2. Mengatasi hipoksia :

a. Saluran pernafasan yang ‘patent’

b. Perawatan dibawah ventilator

c . MAP yang normal

3. Mencegah terjadinya infeksi

Tatalaksana

Indikasi operasi antara lain:

Extra-axial hematoma dengan midline shift lebih dari 5 mm

Intra-axial hematoma dengan volume lebih dari 30 mL

Fraktur tengkorak terbuka, atau fraktur tengkorak tertekan (depressed) dengan pergeseran ke dalam lebih dari 1 cm Temporal atau cerebellar hematoma dengan diameter lebih dari 3 cm

Kraniotomi Elevasi

Kraniotomi Elevasi
Kraniotomi Elevasi
TINDAKAN : 1. Balooning 2. Coilling 3. Stenting Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU

TINDAKAN :

1. Balooning

2. Coilling

3. Stenting

TINDAKAN : 1. Balooning 2. Coilling 3. Stenting Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press,

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan

2012

Epidural Hematoma

Hematoma dibawah tulang tengkorak, diatas duramater

1.

Lucid interval

2. Pupil anisokor

3. Refleks cahaya negatif pada pupil yang melebar

4. Refleks cahaya positif pada pupil kontralateral

5. Gambaran CT : hematoma hiperdens cembung

kontralateral 5. Gambaran CT : hematoma hiperdens cembung Tindakan : Craniotomy cito Sastrodiningrat AG : Neurosurgery

Tindakan : Craniotomy cito

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan

2012

Subdural Hematoma Akut

Hematoma berasal dari :

1. Burst Lobe

2. Bridging veins

Hematoma terletak diantara permukaan otak – dibawah duramater

1. Trauma Kapitis Sedang sampai Berat (GCS 3 –

12)

2. Gambaran CT : Hematoma hiperdens cekung,

midline shift Tindakan : Hemicraniectomy Dekompresi Cito

midline shift Tindakan : Hemicraniectomy Dekompresi Cito Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press,
midline shift Tindakan : Hemicraniectomy Dekompresi Cito Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press,

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan

2012

Subdural Hematoma Kronik

1. Riwayat Trauma Kapitis 2 – 3 minggu

sebelumnya

2.Gejala neurologik samar : nyeri kepala, dysphasia, kadang-kadang hemiparesis ringan

3. Gambaran CT : Gambaran hematoma

hipodens cekung

ringan 3. Gambaran CT : Gambaran hematoma hipodens cekung Tindakan : Twin-burr holes drainage Sastrodiningrat AG
ringan 3. Gambaran CT : Gambaran hematoma hipodens cekung Tindakan : Twin-burr holes drainage Sastrodiningrat AG

Tindakan : Twin-burr holes drainage

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan

2012

Intracerebral Hematoma

Perdarahan pada Basal Ganglia kanan dan Thalamus kanan

TINDAKAN : Hemicraniectomy Dekompresi dan Evakuasi Hematoma

TINDAKAN : Hemicraniectomy Dekompresi dan Evakuasi Hematoma Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press,

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan

2012

Intraventricular Hematoma

Perdarahan Thalamus kiri dengan IVH ventrikel lateralis kiri kanan dan ventrikel III

TINDAKAN :

Extraventricular drainage (EVD)

dan ventrikel III TINDAKAN : Extraventricular drainage (EVD) Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press,

Sastrodiningrat AG : Neurosurgery Lecture Notes, USU Press, Medan

2012