Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang maha luas
rahmat dan karunia-Nya, semoga kami termasuk ke dalam orang yang
mendapatkannya. Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW., keluarganya, para sahabatnya, dan semoga kita termasuk ke dalam
umatnya.
Dalam rangka mengembangkan potensi diri dalam bidang Promosi
kesehatan, sudah sepatutnya jika pengetahuan tentang promosi kesehatan pada
remaja. Hal ini sangat berguna mengingat di masa yang akan datang, sebagai
seorang bidan akan menjadi manusia yang teramat penting dalam sebuah
kelahiran. Mengingat begitu luasnya pembahasan tentang promosi kesehat, maka
kami n pada remaja kita persempit pembahasan hanya pada masalah HIV AIDS
pada remaja.
Meskipun makalah ini dibuat dengan segala keterbatasan yang ada pada kami,
baik keterbatasan waktu, dana, terlebih lagi keterbatasan kemampuan kami,
namun kami berharap semoga makalah ini memenuhi syarat sebagai tugas mata
kuliah Promosi Kesehatan.
Jika terdapat kekurangan atau bahkan kesalahan dalam makalah ini, kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan dalam
pembuatan tugas yang sama berikutnya.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami selaku penulis,
dan umumnya bagi pembaca.

Sastra Wenti,31
oktober 2017

Penulis
Daftar isi

Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2 .Tujuan Umum
3 .Tujuan Khusus
BAB II TINJAUAN TEORI
1. Pengertian HIV AIDS
2 .Cara penularan HIV AIDS
3 .Gejala-gejala HIV AIDS
4 .Yang beresiko tinggi terkena HIV AIDS
5 .Penatalaksanaan
BAB III PENUTUP
1 .Kesimpulan
2 .Saran

Bab 1
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Pemahaman remaja tentang HIV/ AIDS masih sangat minim. Padahal, remaja
termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko.

Demikian terungkap dalam jumpa pers, Jumat (26/11) di Kementerian Pendidikan


Nasional, Jakarta, terkait Peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2012 yang
tahun ini dikoordinasi Kementerian Pendidikan Nasional.

Deputi Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Bidang


Pengembangan Program Kemal Siregar mengatakan, salah satu indikator kinerja
pengendalian HIV/AIDS ialah pengetahuan. Persentase perempuan dan laki-laki
usia muda (15-24 tahun) yang mampu menjawab dengan benar cara-cara
pencegahan penularan HIV serta menolak pemahaman yang salah mengenai
penularan HIV baru 14,3 persen.

Persentase itu antara lain mengindikasikan belum banyak remaja yang menguasai
dengan komprehensif dan benar tentang HIV/AIDS. Edukasi remaja menjadi
penting karena remaja termasuk orang terinfeksi HIV. Berdasarkan data
Kementerian Kesehatan, jumlah kasus AIDS (kumulatif) sampai Agustus 2012
dari semua umur 21.770 orang.

Londonon Dua ilmuwSan yang menemukan HIV berbagi Nobel Kedokteran


dengan ilmuwan yang mengkaitkan HPV dengan kanker rahim. adapun kedua
ilmuwan ini masing-masing Barr-Sinoussi dan Luc Montagnier. Keduanya
dinilai berjasa dengan penelitian mereka dalam nememukan virus penyebab
AIDS.
Komite Nobel mengatakan penemuan kedua warga Perancis itu amat vital
dalam membantu para ilmuwan memahami biologi dari virus yang mengancam
dunia.
Lebih dari 25 juta orang meninggal akibat HIV/AIDS sejak tahun 1981 dan di
seluruh dunia tercatat 33 juta orang yang mengidap virus HIV.
Temuan Sinoussi dan Montagnier antara lain mendorong metode diagnosa
pasien maupun dalam memeriksa darah, yang membatasi penyebaran wabah
HIV/AIDS.
Walau masih belum ditemukan obat untuk HIV, dalam beberapa tahun
belakangan penyakit itu tidak lagi menjadi hukuman mati langsung bagi
penderitanya.
Pengobatan saat ini sudah berhasil memperpanjang masa hidup pengidap HIV
sampai puluhan tahun.
Sementara itu Harald zur Hausen, asal Jerman, meraih Nobel Kedokteran karena
jasanya dalam mengkaitkan HPV, atau human papilloma virus, dengan kanker
rahim.
HPV bisa dideteksi pada 99,7% yang menderita kanker rahim dan infeksi virus
itu diperkirakan menyebabkan sekitar 5% dari total kanker di seluruh dunia. Hasil
temuan Professor zur Hausen membantu para ilmuwan untuk mengembangkan
vaksin bagi HPV.
Vaksin tersebut kini diberikan secara rutin kepada jutaan remaja perempuan di
seluruh dunia untuk mencegah kanker rahim. Sekitar setengah juta kasus baru
kanker rahim didiagnosa setiap
B. Tujuan penulisan
1.sebagai tugas biologi
2.menambah wawasan tentang HIV dan AIDS

BAB II
PEMBAHASAN
1.PENGERTIAN HIV AIDS
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency
Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom)
yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus
HIV; atau infeksi virus-virus lain
yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).Virusnya
sendiri bernama Human Immunodeficiency VirusHIV) yaitu virus yang
memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan
menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.
Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan
virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. (atau disingkat
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung
antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan
tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan
preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim
(vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi,
antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk
kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-
Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah
menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Pada Januari 2006, UNAIDS
bekerja sama dengan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah menyebabkan
kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui pada tanggal 5 Juni
1981. Dengan demikian, penyakit ini merupakan salah satu wabah paling
mematikan dalam sejarah. AIDS diklaim telah menyebabkan kematian sebanyak
2,4 hingga 3,3 juta jiwa pada tahun 2005 saja, dan lebih dari 570.000 jiwa di
antaranya adalah anak-anak.[5] Sepertiga dari jumlah kematian ini terjadi di
Afrika Sub-Sahara, sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan
menghancurkan kekuatan sumber daya manusia di sana. Perawatan antiretrovirus
sesungguhnya dapat mengurangi tingkat kematian dan parahnya infeksi HIV,
namun akses terhadap pengobatan tersebut tidak tersedia di semua negara.
Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila
dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang
hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau
sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS
(ODHA).

Asal usul
AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for
Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia
pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui
disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los
Angeles. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1
dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-
1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit
dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Baik HIV-1 dan HIV-2
berasal dari primata. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes
troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-2 berasal dari Sooty
Mangabey (Cercocebus atys), monyet dari Guinea Bissau, Gabon, dan
Kamerun. Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia
akibat kontak dengan primata lainnya, contohnya selama berburu atau
pemotongan daging. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama
hipotesis OPV AIDS, menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir
tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski
terhadap vaksin polio. Namun demikian, komunitas ilmiah umumnya berpendapat
bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada.

2.CARA PENULARAN VIRUS HIV?

HIV menular melalui cairan tubuh seperti darah, semen atau air mani, cairan
vagina, air susu ibu dan
cairan lainnya yang mengandung darah.
Virus tersebut menular melalui:
Melakukan penetrasi seks yang tidak aman dengan seseorang yang telah
terinfeksi. Kondom adalah
satusatunya cara dimana penularan HIV dapat dicegah.
Melalui darah yang terinfeksi yang diterima selama transfusi darah dimana darah
tersebut belum dideteksi
virusnya atau pengunaan jarum suntik yang tidak steril.
Dengan mengunakan bersama jarum untuk menyuntik obat bius dengan seseorang
yang telah terinfeksi.
Wanita hamil dapat juga menularkan virus ke bayi mereka selama masa
kehamilan atau persalinan dan
juga melalui menyusui.
3.Gejala-Gejala Aids
Sejak pertama seseorang terinfeksi virus HIV, maka virus tersebut akan hidup
dalam tubuhnya, tetapi orang tersebut tidak menunjukkan gejala penyakit namun
terlihat betapa sehat, aktif, produktif seperti biasa. Karena gejala-gejala AIDS
tampak setelah + 3 bulan. Adapun gejala-gejala AIDS itu sendiri adalah :
Berat badan turun dengan drastis.
Demam yang berkepanjangan(lebih dari 38 0C)
Pembesaran kelenjar (dileher), diketiak, dan lipatan paha)yang timbul tanpa
sebab.
Mencret atau diare yang berkepanjangan.
Timbulnya bercak-bercak merah kebiruan pada kulit (Kanker kulit atau
KAPOSI SARKOM).
Sesak nafas dan batuk yang berkepanjangan.
Sariawan yang tidak sembuh-sembuh.
Semua itu adalah gejala-gejala yang dapat kita lihat pada penderita AIDS, yang
lama-kelamaan akan berakhir dengan kematian.

3.YANG BERESIKO TINGGI TERKENA HIV


Orang atau kelompok orang yang beresiko tinggi terkena AIDS. Kelompok yang
sangat beresiko tinggi diantaranya adalah para homoseksual dan Heteroseksual
yang suka bergonta ganti pasangan, khususnya yang suka jajan (dalam tanda petik
"melalui pelacuran"). Di Amerika contohnya penularan AIDS yang disebabkan
oleh Virus HIV 56-75% adalah kelompok orang Homoseksual, dan sisanya 26-
20% yaitu dari kelompok Heteroseksual. Namun dari berbagi informasi sekarang
ini 86% yang beresiko tertular Virus HIV justru dari hubungan Heteroseksual,
sisanya dari kelompok Homoseksual dan gara-gara transfusi darah, penggunaan
jarum sutik pada pencandu narkoba dan lainnya.

Jika dilhat dari kelompok usia, maka yang sangat beresiko tinggi penularan Virud
HIV adalah kelompok remja atau anak muda yaitu usia sekitar 13-25 tahun.
Karena kelompok usia tersebut pergaulan bebasnya sangat tinggi terlebih di
negara-negara yang tidak mengutamakan nilai moral, etik, dan agama. Sebgai
contoh di Amerika serikat, katanya 7 dari 10 wanita dan 8 dari 10 pria melakukan
hubungan seksual sebelum umur 20 tahaun atau dibwah 20 tahun. Dan satu dari 6
pelajar wanita yang pergaulannya sangat bebas (sexually active), paling sedikit
telah berganti-ganti psangan dengan 4 pria yang berbeda ( wow sangat
mengherankan buat saya). Satu lagi, setiap tahunya 1-7 remaja tersebut terkena
penyakit kelamin (Veneral Disease). Dan masih banyak lagi penyakit yang
disebabakn pergaulan bebas dan seks bebas seperti kecing nanah, sifilis, PHS
(Penyakit Hubungan Seksual) atau PMS ( Penyakit Menular Seksual) dan lain-
lainnya.

Selain itu permasalahan lain yang berdampak resiko tertular Virus HIV adalah
orang yang pergi dari rumah dan bisanya terjadi pada usaia remaja juga yang
berusia sekitar 12-17 tahun yang terctat sekarang ini 85% wanita maupun pria
yang pergi dari rumah termasuk golongan seksual aktif dan juga termasuk
golongan pencadu narkoba atau narkotika. Remaja putri yang pergi dari rumah
34% biasanya hamil dan sangat beresiko tinggi tertular virus HIV.

5. PENATALAKSANAAN
1.Pendidikan seks sejak dini
Pendidikan seks sejak dini sebetulnya bukan hal baru lagi,sejak dulu sudah
banyak orang mengkampanyekan agar orang tua dan dunia pendidikan
mengenalkan anak sejak usia dini tentang seks. Tetapi sepertinya belum
berhasil,sebab masih saja orang tua kita menggangap pendidikan seks bagi anak
hal yang tabu. Sehingga ketika anak tidak mendapat ajaran yang baik tentang
seks. Maka Sang anak pun dimasa pubernya akan terus mencari tahu rasa
penasaran tentang apa seks itu.
Hal yang paling mengkhwatirkan Di era keterbukaan informasi seperti saat ini,
informasi seks bisa dengan mudah diperoleh seorang anak, seperti dari internet,
televisi atau pengetahuan dari teman sebayanya. Bisa saja saat remaja, mereka
telah mengetahui lebih banyak tentang seks dan kemungkinan besar dari sudut
pandang yang salah.
Otak remaja akan merekam sensasi yang pernah dilihat dan menjadikannya
memori yang permanen karena adanya sebuah ransangan yang menyenangkan
terhadap momen tersebut. Dengan adanya momen yang telah tertanam ini,maka
pikiran seorang wanita remaja akan bisa secara acak memunculkan momen
tersebut. Ketika momen itu datang,maka birahi juga akan terdorong untuk
dipuaskan.
Ketika naluri seks anak di usia remaja ini tidak diarahkan dengan baik dan benar
maka seks bebas dan hamil di luar nikah sebagai akibatnya. Itulah mengapa
pendidikan seks pada anak sejak dini itu penting. Karena dengan memberikan
Pemahaman dan pendidikan seks sejak usia dini ini diharapkan agar anak
memperoleh informasi yang tepat soal seks.
Mengajarkan masalah seks pada anak-anak memang tidaklah mudah. Jika salah
paham bisa-bisa anak malah takut, bukannya mengerti bahkan salah mengerti.
Tetapi Pendidikan seks tidak harus bicara tentang anggota tubuh, melainkan lebih
terfokus pada bagaimana mereka mengenal dirinya, punya konsep diri yang positif
dan matang.
Mengajari anak nama-nama anggota tubuh termasuk alat kelamin mereka Pada
saat anak berusia 2-3 tahun, mengajari anak mengenai fungsi alat kelamin mereka
pada usia memasuki usia prasekolah sampai lulus sekolah dan ketika memasuki
usia remaja, mengajari mereka bagaimana mereka mengalami pubertas, seperti
berubahnya bentuk tubuh dan organ-organ vital mereka, terjadinya menstruasi
pada anak perempuan dan mimpi basah pada anak laki-laki. Merupakan tahapan
usia-usia anak saat memberikan pendidikan seks yang benar.
Jika sang anak mendapat pendidikan seks yang baik dan benar dari orang
tua,bukan tidak mungkin seks bebas dikalangan remaja bisa diatasi dan tingkat
penderita HIV/AIDS bisa dikurangi. Sehingga kampanye pemakaian kondom saat
ini bisa diperuntukkan bagi kalangan remaja yang sudah terlanjur terkena penyakit
ini dan pekerja seks komersial yang berisiko lebih besar terkena penyakit
HIV/AIDS.
Kampanye penggunaan kondom merupakan sebuah solusi mencegah penularan
penyakit HIV/AIDS tetapi solusi untuk mencegah semakin banyaknya korban
yang terkena penyakit HIV/AIDS adalah memberikan pendidikan seks sejak usia
Dini agar anak-anak kita di usia remaja tidak menjadi korban. 1. Melakukan
program pencegahan dengan melalui KIE (komunikasi, edukasi & informasi)
misalnya dengan melalui ceramah, seminar, media seperti booklet, leaflet, poster,
sticker, bulletin ataupun majalah/koran.

2. Melakukan program penurunan resiko.

Selain pencegahan, maka perlu juga dilakukan program-program yang secara


langsung ditujukan pada para IDU's misalnya dengan penyediaan jarum suntik
steril, memberikan penyuluhan kepada mereka dan partner seks mereka agar
mereka menyadari resiko-resiko perilakunya dalarn kaitannya dengan HIV/AIDS,
menyediakan pelayanan konseling bagi para IDU's maupun bagi IDU's yang
sudah hidup dengan HIV/AIDS, menyediakan pelayanan kesehatan dan juga
menyediakan kondom. Memang program penurunan resiko ini cukup dilematis, di
satu pihak itu memberikan kesan bahwa program ini justru melegalkan
penyalahgunaan napza ataupun hubungan seks, namun di pihak lain ini
merupakan sebuah strategi yang cukup efektif khususnya bagi remaja yang sudah
aktif menggunakan napza, maupun yang sudah seksual aktif. Hal yang perlu
diingat adalah bahwa kondisi remaja itu berbeda-beda, ada yang perilakunya tidak
/ kurang beresiko namun ada pula remaja yang perilakunya beresiko tinggi, dan
tentu saja hal ini harus disikapi dengan metode yang berbeda sesuai dengan
karakteristiknya.

3. Melakukan program outreach dan pendidik teman sebaya.


Remaja biasanya lebih dekat dengan teman sebayanya dibandingkan dengan orang
tua ataupun gurunya sehingga apabila ada permasalahan maka mereka lebih suka
untuk datang ke temannya baik untuk menceritakan maupun meminta solusi atas
permasalah yang dialaminya. Dengan adanya program pendidik teman sebaya ini
maka remaja akan menjadi nara sumber bagi remaja lainnya.

4. Melalui rehabilitasi.

Bagi remaja yang sudah ketagihan dan pengkonsumsi berat narkoba maka tidak
ada jalan lagi kecuali 'disembuhkan' dengan cara rehabilitasi baik secara medis,
psikis (spiritual) dan cara-cara yang lainnya. Masa remaja memanglah masa yang
indah, penuh dengan petualangan, sekaligus penuh dengan resiko, termasuk
ketagihan obat-obat terlarang. Hai remaja akankah kamu menyia-nyiakan masa
mudamu dengan hal yang akan mengubur masa depanmu dan cita-citamu?
BAB III
PENUTUP DAN KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah di atas itu, bawasannya kita harus Waspada terhadap
Virus HIV AIDS. Di atas juga menjelaskan tentang pengertian HIV AIDS, asal
usul-nya, cara penularannya, masa inkubasinya, gejalanya hingga yang beriso
tinggi terkena HIV AIDS.
Anda bisa membacanya dengan lebih lengkap lagi di atas yang telah saya
susun dengan rapi. Kita sebagai orang yang sehat harus waspada terhadap virus
tersebut, kalau bisa kita juga jangan sampai terlibat/terkena virus HIV AIDS.

Saran
Saran saya kepada pembaca jangan mendekatlah dengan virus HIV AIDS
agar kita tidak terjerumus ke dalam virus tersebut, biasanya orang yang terkena
virus HIV itu gara-gara orang itu psiko tinggi (heteroseksual) biasanya banyak
terjadi pada kaum perempuan yang selalu gonta ganti pasangan. Itulah saran dari
saya, terutama kepada kaum perempuan yang suka gonta ganti pasangan.
DAFTAR PUSTAKA

MISTERI PENDEMI HIV /AIDS Oleh PAUL F. MATULESSY MD. MN.


BUKU PANDUAN BELAJAR SPK, KURIKULUM 1994 Penerbit.
DEPDIKBUD/DEPKES, tahun 1997
Brosur AIDS, yang diedarkan oleh Exposa bekerjasama dengan DEPKES, tahun
1999