Anda di halaman 1dari 15

QUIS MATERI PERKEMIHAN ,ORGAN REPRODUKSI, SISTEM

ENDOKRIN , PANCA INDRA

NAMA : AMILA FARDHANI


NPM: 17340039.P
JURUSAN :D IV KEBIDANAN KONVERSI KELAS A

PERKEMIHAN

TUGAS
Silahkan saudari studi literatur mengenai proses pembentukan urin. Studi Literaturdilakukan
minimal pada 3 sumber teks book. Kemudian buat esay mengenai proses pembentukan urin
JAWABAN
Bagaimana proses terbentuknya urin
Sistem urinarymerupakan suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga
darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih
dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan
dikeluarkan berupa urin (air kemih).
3proses utama pembentukan urin:
1. Filtrasi glomerulus
Proses penyaringan besar besaran plasma ( hampir bebas protein ) dari kapiler glomerulus
ke dalam kapsula bowman.
2. Reabsorpsi tubulus
3. Perpindahan zat dari lumen tubulus menuju plasma kapiler peritubulus
Susunan sistem perkemihan terdiri dari :
a. Dua ginjal ( ren ) yang menghasulkan urin
b. Dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria ( kandung kemih )
c. Satu vesika urinaria tempat urin dikumpulkan
d. Satu uretra urin dikeluarkan dari vesika urinaria

Urin dibentuk di nefron yaitu dengan menyaring darah dan kemudian mengambil kembali ke
dalam darah bahan-bahan yang bermanfaat. Dengan demikian akan tersisa bahan tak berguna,
yang nantinya akan keluar dari nefron dalam bentuk suatu larutan, yang disebut urin. Sebelum
menjadi urin, di dalam ginjal akan terjadi tiga macam proses, yaitu: Filtrasi, Reabsorpsi,
dan Augmentasi.

Filtrasi
Filtrasi terjadi di glomerulus. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang filtrasi, terlebih dahulu akan
dibahas tentang pengertian filtrasi. Filtrasi adalah proses penyaringan darah yang mengandung
zat-zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi tubuh.
Proses filtrasi ini terjadi di glomerulus dan kapsula Bowman yang menghasilkan filtrat
gromerulus atau urin primer. Mula-mula darah masuk ke glomerulus melalui arteriol afferent dan
terjadi filtrasi sehingga menghasilkan urin primer, kemudian urin primer akan memasuki kapsula
Bowman. Proses filtrasi terjadi akibat mengkerut dan mengembangnya arteriol afferent dan
arteriol efferent yang masuk dan meninggalkan glomerulus.
Selama terjadi filtrasi sel-sel darah dan molekul protein tidak dapat disaring, sedangkan molekul-
molekul yang berukuran lebih kecil seperti: garam, asam amino dan gula dapat disaring sehingga
menjadi bagian dari filtrat glomerulus atau urin primer.
Reabsorpsi
Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal yang nantinya akan menghasilkan urin
sekunder. Urin primer yang berkumpul dalam kapsula Bowman masuk ke dalam tubulus
kontortus proksimal dan terjadi proses reabsorpsi.
Pada proses ini terjadi penyerapan kembali zat yang berguna oleh dinding tubulus, lalu masuk ke
pembuluh darah yang mengelilingi tubulus.
Zat-zat yang diserap kembali oleh darah antara lain: glukosa, asam amino dan ion-ion anorganik
(Na+,K+, Ca++, Cl-, HCO3-, HPO4-3, SO4-3).
Proses ini terjadi karena transpor aktif. Hasil dari reabsorpsi urin primer adalah urin sekunder
yang mengandung sisa limbah nitrogen dan urea.
Dengan demikian urin sekunder adalah hasil saringan dari urin primer yang mengandung limbah
nitrogen dan urea.
Urine sekunder akan masuk ke lengkung Henle menuju tubulus kontortus distal. Pada saat
melewati lengkung Henle desenden, air berosmosis keluar sehingga volume urin sekunder
menurun dan menjadi pekat. Saat melewati lengkung Henle asenden, garam (Na+) dipompa
keluar, sehingga kepekatan urin berkurang tetapi volume urin tetap. Dengan demikian
konsentrasi garam di luar tubulus meningkat.

Augmentasi
Dari lengkung Henle asenden, urin sekunder akan masuk ke tubulus distal. Di dalam tubulus
distal urin sekunder mengalami augmentasi yaitu proses penambahan zat zat yang tidak
diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal.
Zat sisa yang dikeluarkan dari pembuluh darah kapiler adalah ion hidrogen (H+), ion kalium
(K+), NH3dan kreatinin. Pengeluaran (H+) ini membantu menjaga pH yang tetap dalam darah.
Selama melewati tubulus distal dan tubulus kolektifus, urin kehilangan banyak air (H2O)
sehingga konsentrasi urin semakin pekat. Setelah itu urin memasuki pelvis renalis dan menuju
ureter, kemudian dialirkan ke vesica urinaria untuk ditampung sementara waktu. Pengeluaran
urin diatur oleh otot-otot sfingter. Kandung kemih hanya mampu menampung kurang lebih 300
ml. Kadung kemih di kendalikan oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatis dari plexus
hipogastrik.

ESAY
1. Sebutkan 3 proses utama pembentukan urin ?
Jawab :
3 proses utama pembentukan urin:
1. Filtrasi glomerulus
Proses penyaringan besar besaran plasma ( hampir bebas protein ) dari kapiler glomerulus
ke dalam kapsula bowman.
2. Reabsorpsi tubulus
3. Perpindahan zat dari lumen tubulus menuju plasma kapiler peritubulus
2.Urutan jalannya urine adalah?
Jawab:
Rongga Ginjal-Ureter-Kantong kemih-Uretra
3.Urine dari kantong Urine dikeluarkan melalui saluran yang disebut?
Jawab:
Uretra
ORGAN REPRODUKSI

TUGAS MAHASISWA
Buatlah tulisan ilmiah /studi literature yang menjelaskan
1. Peranan testis pada seorang pria dewasa
2. Tumor dan kanker Prostat
3. Peran dan fungsi Ovarium wanita pada masa Reproduksi
4. Proses terjadi fertilisasi

Kepustakaan cari diinternet dengan menyertakan sumber( bukan blog/wordpress )


Jawaban

1. Testis adalah kelenjar kelamin manusia. Manusia (pria) mempunyai dua testis yang
dibungkus dengan skrotum.
Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila berkontraksi akan
mengangkat testis mendekat ke tubuh. Bila suhu testis akan diturunkan, otot kremaster akan
berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh. Fenomena ini dikenal dengan refleks kremaster.
Testis berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin.
Fungsi testis:

memproduksi sperma (spermatozoa)


memproduksi hormon seks pria seperti testosteron.
Kerja testis di bawah pengawasan hormon gonadotropik dari kelenjar pituitari bagian anterior:

luteinizing hormone (LH)


follicle-stimulating hormone (FSH)
Testis dibungkus oleh lapisan fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis terdapat
banyak saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma
yang sudah atau tengah berkembang.
Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk diejakulasikan), akan bergerak dari tubulus
menuju rete testis, duktus efferen, dan epididimis. Bila mendapat rangsangan seksual,
spermatozoa dan cairannya (semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar tubuh melalui vas
deferensdan akhirnya, penis.
Di antara tubulus seminiferus terdapat sel khusus yang disebut sel intersisial Leydig. Sel
Leydig memproduksi hormon testosteron.
2. Kanker Prostat adalah suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat
Kanker prostatmerupakan penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar
dalam sistem reproduksi lelaki. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai
berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian
tubuh lainnya, terutama tulang dan lymph node. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit,
kesulitan buang air kecil, disfungsi ereksi dan gejala lainnya.
Jumlah kanker prostat sangat bervariasi di dunia, namun jarang terjadi di Asia Timur dan
Selatan; sering terjadi di Eropa dan Amerika Serikat.Menurut American Cancer Society, kanker
prostat paling jarang di pria Asia dan paling sering terjadi di orang hitam, dan orang Eropa di
tengahnya.
Pada penderita ditemukan rasio plasma vitamin B12 yang sangat rendah.

3. Ovarium atau indung telur


adalah kelenjar kelamin yang dibawa oleh hewan betina. Vertebrata, termasuk manusia,
memiliki dua ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. Sel
telur pada wanita (manusia) berada bagian dalam di kiri dan kanan pinggul. Sel telur yang di
produksi jika tidak di buahi lama kelamaan akan mengering, dan menempel pada dinding rahim.
Lama kelamaan sel telur tersebut akan rontok, dan keluar melalui vagina.
Fungsi
Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis). Di dalam proses ini sel
telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel yang perkembangannya
dirangsang oleh FSH. Pada manusia, perkembangan oogenesis
dari oogonium menjadi oosit terjadi pada embrio dalam kandungan dan oosit tidak akan
berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, ovum yang
sudah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dikeluarkan dari ovarium. Proses pelepasan
dari ovarium disebut ovulasi. Sel ovum siap untuk dibuahi oleh sel spermatozoa dari pria, yang
apaabila berhasil bergabung akan membentuk zigot.
Ovarium berfungsi mengeluarkan
hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam
proses pubertas wanita dan ciri-ciri seks sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam
persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan
dalam memberikan sinyal kepada hipotalamus dan pituitari dalam mengatur siklus menstruasi.
Setelah sel telur diovulasikan, maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak pelan
menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma di (tuba fallopi), sel telur akan melakukan implantasi
pada dinding uterus dan berkembang menjadi sebuah proses kehamilan. Jika pembuahan tidak
terjadi di tuba fallopi, maka dapat terjadi kehamilan ektopik, di mana kehamilan tidak terjadi di
rahim. Perkembangan janin pada kehamilan ektopik, dapat terjadi di tuba fallopi sendiri, bibir
rahim, bahkan ovarium.

4. Proses fertilisasi
Fertilisasi atau pembuahan adalah proses peleburan (fusi) gamet-gamet haploid, yaitu sel
sperma dan sel ovum yang sudah matang untuk membentuk zigot haploid. Tempat terjadinya
fertilisasi umumnya di 1/3 Tuba fallopi (Oviduct), bisa juga di luar Oviduct (FertilisasiIn vitro).
Pada manusia, proses fertilisasi didahului dengan proses coitus. Pada saat P memasuki V
reseptor di P akan menerima rangsangan sentuhan yang menyebabkan dikeluarkannya semen
yang berisi jutaan sel sperma. Proses keluarnya semen tersebut dinamakan ejakulasi.

Pada lelaki normal, dalam satu kali ejakulasi akan dikeluarkan 300 juta 400 juta sel sperma.
Sel sperma akan berenang menuju oviduk atau tuba Fallopi tempat sel telur berada setelah
masa ovulasi. Oviduk atau tuba Fallopi merupakan tempat fertilisasi pada manusia.

Pada wanita, sel telur yang telah siap dibuahi akan membentuk zona pelindung yang
dinamakan corona radiata di bagian luar serta sebuah cairan bening di dalamnya yang disebut
zona pelusida.

Sesaat sebelum terjadinya fertilisasi, sperma melepaskan enzim pencerna yang bernama
hialuronidase yang bertujuan untuk melubangi corona radiata. Setelah dinding sel telur
berlubang, maka sel sperma masuk ke dalam sel telur. Dikarenakan zona pelusida
mempunyai reseptor yang bersifat "spesies spesifik", yaitu hanya dapat dilalui oleh sel
sperma dari satu species. Maka hanya ada satu sel sperma yang akan membuahi sel telur
(ovum).

Pada saat sel sperma menembus corona radiata, akrosom sperma akan meluluh. Sel telur
kemudian akan segera menyelesaikan tahap meiosis II menghasilkan inti fungsional yang
haploid. Bagian inti sel sperma ini kemudian bersatu dengan membran sel telur untuk
melakukan fusi materi genetik. Gerakan ini mirip dengan mekanisme endositosis pada sel.
Setelah terjadi peleburan atau fertilisasi ini, corona radiata akan menebal sehingga tidak ada
lagi sel sperma lain yang dapat masuk. Pada saat ini sel tersebut sudah dibuahi dan berubah
menjadi zigot. Zigot akan membelah secara mitosis menjadi morula.
SISTEM ENDOKRIN

Perhatikan gambar disamping, Jelaskan mekanisme umpan balik hipotalamus hipofisis


dan ovarium

Siklus menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis, dan
ovarium (hypothalamic-pituitary-ovarian axis). Hipotalamus menghasilkan faktor yang telah
dapat diisolasi dan disebut Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) karena dapat merangsang
pelepasan Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dari hipofisis.
Sedangkan ovarium menghasilkan hormon steroid, terutama estrogen dan progesteron.
Perubahan-perubahan kadar hormon sepanjang siklus menstruasi disebabkan oleh mekanisme
umpan balik (feedback) antara hormon yang dihasilkan oleh ovarium dan hormon yang
dihasilkan oleh hipotalamus.
Ovarium menghasilkan 2 macam hormone :
1. Hormon estrogen (hormon-hormon folikuler) dihasilkan oleh folikel deGraff
2. Hormon progesteron korpusluteum
Hormonestrogenberperanpentingdalam mengatursiklusmenstruasi dan mengatur system
reproduksi .
HormonProgesteronberperanpenting dalammengatursiklusmenstruasi,
perkembanganovumdancirikelamin skunderwanita.

PANCA INDERA

Tugas
Berdasarkan uraian diatas silahkan anda membuat risume mengenai anatomi fisiologi panca
indra

PENGINDRAAN (PANCA INDRA)

PANCA INDERA
Panca indera adalah organ-organ akhir yang dikhususkan untuk menerima rangsangan
tertentu. Serabut saraf merupakan alat perantara yang membawa stimulus rasa (sensory impuls)
dari organ indera menuju otak.
Impuls sensoris ini bisa berupa sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman dan
pengecapan Serabut saraf sensorik dilengkapi dengan ujung akhir-khusus -mengumpulkan
rangsangan perasaan yang khas-berhubungan dengan organ tertentu.

INDERA PENGLIHATAN

FUNGSI MATA
Menerima rangsangan berkas cahaya pada retina dengan perantaraan serabut nervus
optikus, menghantarkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan.
Posisi iris mata terlindung di belakang kornea dan di depan lensa, iris mata adalah
lingkaran berwarna yang terletak di sekeliling biji mata. Retina adalah garis mata bagian
belakang di mana penglihatan diproses.Iris mata BUKAN Retina.

ORGAN OKULI ASSESORIA


KAVUM ORBITA MERUPAKAN RONGGA MATA YANG BENTUKNYA SEPERTI
KERUCUT TERDIRI : OS FRONTALIS, OS ZIGOMATIKUM, OS SLENOIDAL, OS
ETMOIDALIS, OS PALATUM, OS LAKRIMAL
SUPERSILIUM (ALIS MATA)
-DUA POTONG KULIT TEBAL YANG MELENGKUNG DITUMBUHI OLEH BULU -
BERFUNGSI SEBAGAI PELINDUNG MATA & KECANTIKAN
PALPEBRA (KELOPAK MATA)
-TERDIRI DARI KELOPAK MATA ATAS & BAWAH
-BERFUNGSI PELINDUNG MATA APABILA ADA GANGGUAN PADA MATA
(MENUTUP & MEMBUKA MATA)
-KELOPAK MATA ATAS TERDIRI DARI MUSKULUS LEVATOR PALPEBRA
SUPERIOR
-BAGIAN KELOPAK YANG BERLIPAT (TARSUS)PADA KEDUA TARSUS
TERDAPAT KELENJAR TARSALIA, SEBASEA & KERINGAT
APARATUS LAKRIMARIS (AIR MATA)
-DIHASILKAN OLEH KELENJAR LAKRIMALIS SUPERIOR & INFERIOR -(PROSES)
MELALUI DUKTUS EKSKRETORIUS LAKRIMARIS SAKUS KONJUNGTIVA
MELALUI BAGIAN DEPAN BOLA MATA SUDUT TENGAH BOLA MATA
KANALIS LAKRIMALIS DUKTUS NASOLAKRIMARIS MEATUS NASALIS
INFERIOR

MUSKULUS OKULI (OTOT MATA)


M. LEVATOR PALPEBRALIS SUPERIOR INFERIOR (MENGANGKAT KELOPAK
MATA)
M. ORBIKULARIS OKULI * LINGKAR MATA (MENUTUPMATA)
M. REKTUS OKULI INFERIOR * DISEKITAR MATA (MENUTUP MATA)
M. REKTUS OKULI MEDIAL * DISEKITAR MATA (MENGGERAKAN MATA DALAM
/BOLA MATA) M. OBLIQUES OKULI INFERIOR (MENGGERAKAN BOLA MATA KE
BAWAH KE DALAM) M. OBLIQUES OKULI SUPERIOR (MEMUTAR MATA KE ATAS,
KE BAWAH DAN KELUAR)
PADA STRABISMUS (JULING) DISEBABKAN TIDAK SEIMBANGNYA / PARALISE
KELUMPUHAN FUNGSI DARI SALAH SATU OTOT MATA
KONJUNGTIVA SELAPUT BENING HALUS YANG MELAPISI PERMUKAAN DALAM
KELOPAK MATA (KONJUNGTIVA PALPEBRA) DAN KEMUDIAN MEMBALIK
KELUAR PADA BAGIAN DEPAN BOLA MATA (KONJUNGIVA BULBI /OKULER)
OKULUS (MATA)
ADALAH STRUKTUR SFERIS BERISI CAIRAN YANG DIBUNGKUS OLEH LAPISAN ;
* Sklera(MEMBENTUK BAGIAN PUTIH MATA)/Kornea(TEMPAT LEWATNYA BERKAS
CAHAYA KE INTERIOR MATA)
KOROID (MENGANDUNG PEMBULUH DARAH UNTUK MEMBERI MAKAN
RETINA)/ BADAN SILIARIS / IRIS
RETINA (TERDIRI LAPISAN BERPIGMEN DISEBELAH LUAR & LAPISAN
SEBELAH DALAM TERDIRI LAPISAN JARINGAN SARAF) MENGANDUNG SEL
BATANG & SEL KERUCUT (FOTORESEPTOR YANG MENGUBAH ENERGI
CAHAYA MENJADI IMPULS SARAF) PIGMEN DI KOROID DAN RETINA
MENYERAP CAHAYA UNTUK MENCEGH PEMANTULAN CAHAYA DI DALAM
MATA
BAGIAN DALAM TERDIRI 2 RONGGA BERISI CAIRANDIPISAHKAN
SEBUAH LENSA (MEMUNGKINKAN CAHAYA LEWAT MENEMBUS MATA
DARI KORNEA KE RETINA
RONGGA ANTERIOR ANTARA KORNEA & LENSA (AQUEOUS HUMOR)
MENGANDUNG ZAT GIZI UNTUK KORNEA & LENSA RONGGA POSTERIOR
ANTARA LENSA & RETINA (VITREOUS HUMOR) MEMBENTUK BOLA
MATA YANG SFERIS
SUMBATAN DRAINASE HUMOR AQUEOUS GLAUKOMA (MENINGKATNYA
TEKANAN INTRAOKULER)

PENGATURAN CAHAYA

PUPIL (TEMPAT MASUKNYA CAHAYA KE BAGIAN MATA) YANG DIKONTROL


SARAF OTONOM
* CAHAYA TERANG (PUPIL MENGECIL APABILA OTOT SIRKULER /KONSTRIKTOR
BERKONTRAKSI & MEMBENTUK CINCIN YANG LEBIH KECIL) SIMPATIS
* CAHAYA GELAP (OTOT RADIALIS MEMENDEK MENYEBABKAN UKURAN PUPIL
MENINGKAT) PARASIMPATIS

PEMFOKUSAN BERKAS CAHAYA


PEMBELOKAN SUATU BERKAS CAHAYA (REFRAKSI) KETIKA SUATU BERKAS
CAHAYA MENGENAI PERMUKAAN LENGKUNG DENGAN DENSITAS LEBIH BESAR,
ARAH REFRAKSI TERGANTUNG PADA SUDUT KELENGKUNGAN
* LENSA KONVEKS (CEMBUNG) MENYEBABKAN KONVERGENSI / PENYATUAN
BERKAS CAHAYA
* LENSA KONKAF (CEKUNG) MENYEBABKAN DIVERGENSI (PENYEBARAN)
BERKAS CAHAYA
FUNGSI REFRAKSI MATA
CAHAYA JATUH DI ATAS MATA BAYANGAN LETAKNYA DIFOKUSKAN PADA
RETINA MENEMBUS & DIUBAH KORNE ALENSA BADAN AQUES & VITROUS
MEMBIASKAN & MEMFOKUSKAN BAYANGAN PADA RETINA BERSATU
MENANGKAP SEBUAH TITIK BAYANGAN YANG DIFOKUSKAN
AKOMODASI
AKOMODASI ADALAH KEMAMPUAN MENYESUAIKAN KEKUATAN LENSA
SEHINGGA BAIK SUMBER CAHAYA DEKAT MAUPUN JAUH DAPAT DIFOKUSKAN
DI RETINA
KONTRAKSI OTOT SILIARIS, LIGAMENTUM SUSPENSORIUM MELEMAS &
TEGANGAN PADA LENSA BERKURANG (LENSA MEMBULAT & MENGUAT)

INDRA PERABA KULIT

Kulit
Kulit melindungi tubuh, dengan cara :
Menghalangi serangan mikroorganisme
Membantu pengaturan suhu tubuh, dengan mengeluarkan keringat dan berbagai limbah
katabolisme
Menjadi organ pengindera yang luas bagi tubuh untuk menerima rangsangan raba, suhu dan
nyeri Mempunyai kemampuan eksretori, sekretori dan absorbsi
Fungsi Kulit
Sebagai Organ Pengatur Panas Panas dapat dilepas oleh kulit dengan cara ; penguapan,
pemancaran, konduksi dan konveksi
Sebagai Indera Peraba Rangsangan raba pada ujung saraf sensorik yang terdapat di dalam
kulit berbeda-beda menurut ujung saraf yang di rangasang.
Sebagai Tempat Penyimpanan Kulit dan jaringan di bawahnya bekerja sebagai tempat
penyimpanan air, dan jaringan adiposa dibawah kulit merupakan tempat penyimpanan lemak
yang utama pada tubuh

Kulit
Kulit terdiri dari 2 lapisan :
Epidermis (Lapisan tanduk) Tersusun atas epitelium berlapis gepeng dengan lapisan
tandukdan terdiri atas 4 jenis sel sel keratinosit, sel melanosit, sel lanerhans dan sel merkel.
Tidak berisi pembuluh darah. Saluran kelenjar keringat menembus epidermis dan mendampingi
rambut. Sel epidermis membatasi folikel rambut.
Dermis Tersusun atas jaringan fibrous dan jaringan ikat yang elastik. Pada permukaan papil-
papil kecil berisi ranting-ranting pembuluh darah. Di dalam dermis terdapat : Ujung akhir saraf
sensoris, kelenjar keringat
Epidermis
Epidermis (Lapisan tanduk), terdiri dari 5 lapis / stratum, yaitu :
1. Stratum Korneum Paling luar, tipis, datar, seperti sisik dan terus-menerus dilepaskan
2. Stratum Lusidum Selnya mempyai batas tegas, tetapi tidak ada intinya.
3. Stratum Granulosum Selapis sel yang jelas tampak berisi inti dan granula
4. Stratum Spinosum Sel dengan fibril halus yang menyambung sel yang satu dengan yang
lainnya di dalam lapisan ini, sehingga setiap sel seakan-akan berduri
5. Stratum Basal Sel ini terus-menerus memproduksi sel epidermis. Sel ini disusun dengan
teratur, berderet dan rapat.
Pelengkap Kulit :
Rambut: folikel rambut
Kuku : kulit yang telah berubah
Kelenjar Sebaseous : mengeluarkan sebum- memelihara kulit tetap empuk dan halus.

InderaPendengaran

InderaPendengaran/Telinga
Indera pendengaran :dipersarafi oleh N. Auditorius.
Telinga terdiri dari :
Telinga Luar
Telinga Tengah
Telinga Dalam
Bagian Telinga
1. Telinga Luar :
aurikel/pinna (daun telinga)
meatus akustikus eksterna (1/3 luar cartilage & 2/3 dalam tulang)
membrana timpani (menghantarkan getaran suara)

2. Telinga Tengah
Merupakan rongga timpani yang berbentuk seperti lensa bikonkaf
Dinding lateral-membrana timfani
Dinding medial-permukaan luar dari telinga dalam,
Dilewati oleh 3 tulang ;malleus/palu, inkus/landasan dan stapes/sanggurdi (membentang dari
membrana timpani-telinga dalam)-menghantarkan getaran suara dari membrana timpani ke
rongga telinga dalam
Berhubungan dengan nasopharings-tuba eustachius
Bagian belakang bersambung dengan antrum mastoid dalam prosesus mastoideus celah

3. Telinga Dalam
Berada dalam os.petrosum tulang temporalis.
Terdiri dari suatu sistem saluran yang tak beraturan (labirin membranosa) yang dibatasi oleh
tulang (labirin tulang)
Saluran bermembran ini mengandung cairan dan ujung-ujung akhir saraf pendengaran dan
keseimbangan..
Labirin tulang terdiri dari 3 bagian:
vestibula-bagian tengah
Saluran lingkaran-bersambung dengan vestibula- Tdd: saluran superior, posterior dan lateral.
Ujung saluran ampula.
Bagian telinga dalam ini berfungsi membantu cerebellum dalam mengendalikan
keseimbangan, serta kesadaran akan kedudukan tubuh).
Koklea: tabung berbentuk spiral yang membelit dirinya seperti rumah siput.
Belitan-belitan itu melingkari modiulus (sumbu berbentuk kerucut & terdapat tulang pada
bagian tengahnya)
Dalam setiap belitan-saluran membranosa-terdapat ujung-ujung akhir saraf pendengaran
Cairan dalam labirin membranosa-endolimfe
Cairan di luar labirin membranosa dan di dalam labirin tulang-perilimfe (cairan praktis tidak
dapat dipadatkan)
Adanya tingkap fenestra vestibuli dan fenestra kokhlea dalam labirin bertujuan agar getaran
dapat dialihkan dari rongga telinga tengah-dalam perilimfe- dialihkan ke endolimfe -
merangsang ujung-ujung akhir saraf pendengaran

Indera Pengecap

InderaPengecap
Indera Pengecap-lidah Otot - Otot Intrinsik (melakukan gerakan halus) dan Otot Ekstrinsik
(melakukan gerakan kasar :mengunyah dan menelan )
Lidah terdapat pada dasar mulut
Permukaan atasnya seperti beludru dan ditutupi papil-papil
4 rasa kecapan :manis dan asin (pada ujung lidah), pahit (pada daerah sekitar papila
sirkumvalata), dan asam (pada samping lidah).
Papil pada lidah terdiri dari:
a. Papil Sirkumvalata :8-12 buah terletak pada dasar lidah. Merupakan papil terbesar dan
dikelilingi oleh lekukan seperti parit, serta membentuk huruf V pada bagian belakang lidah.
b. Papil Fungiformis :menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah, serta berbentuk jamur.
c. Papil Filiformis : terbanyak dan tersebar di seluruh permukaan lidah fx >> untuk menerima
rasa sentuhan
d. Papil Foliata terletak pada samping dan belakang lidah, berbentuk lipatan-lipatan mirip daun.

Indera Penciuman

InderaPenciuman
Indera penciuman dipersarafi oleh N. Olfaktorius.
Rasa penciuman dirangsang oleh gas / unsur-unsur halus yang terhirup.
Rasa penciuman sangat peka
Selaput lendir yang sangat kering, sangat basah, atau membengkak -rasa penciuman melemah.
Hidung-bangunan berongga
Rongga hidung disusun oleh dinding kaku -tulang & hialine cartilage (Naris anterior
dindingnya - jaringan ikat fibrosa dan cartilage)
Permukaan luar-kulit yang memiliki kelenjar sebasea, kelenjar keringat dan folikel rambut
Rongga hidung terbagi oleh 2 sekat (septum mediana) & dinding lateral-3 lengkungan tulang
yang dilapisi mukosa, yaitu konka nasalis superior, konka nasalis medius dan konka nasalis
inferior