Anda di halaman 1dari 14

FORMAT LAPORAN PENGKAJIAN

PROFESI NERS STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN

A. Analisa Situasi berdasarkan Fungsi Manajemen Ruang Perawatan


a. Input
1. Manusia (Man)
a) Tenaga
b) Pasien

2. Sarana/prasana (Material)
a) Alat mesin
b) Alat habis pakai
c) Denah ruangan

3. Pembiayaan (Money)
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari bagian Administrasi
Ruang perawatan Jantung Tulip IIC BLUD Ulin Banjarmasin,
anggaran dana untuk pembayaran gajih perawat yang PNS suda diatur
oleh pihak pemerintah ditambah insentif dari jasa pelayanan,
jamkesmas, jamkesprof/jamkesda, sedangkan untuk gajih pegawai Non
PNS/BLUD diatur oleh pihak rumah sakit ditambah insentif dari jasa
pelayanan, jamkesmas, jamkesprof/jamkesda.

Pemeliharaan ruangan seperti sarana atau prasarana dan alat kesehatan


serta perbaikan keadaan Ruang Perawatan Jantung Tulip IIC BLUD
RS Ulin Banjarmasin biasanya diperoleh dari penghasilan yang
dikelola sendiri oleh rumah sakit dan dari anggaran pertahun oleh
APBN/APBD, sedangkan prosedur pengadaan barang dan jasa,
dananya bersumber dari BLUD Ulin Banjarmasin.

4. Metode pemberian asuhan (Methode)


Metode pemberian asuhan yang digunakan di ruangan perawatan ini
ialah metode SP2KP moduler yaitu model asuhan keperawatan yang
dipergunakan untuk kegiatan pengelolaan asuhan keperawatan disetiap
unit ruang rawat di rumah sakit. Pada aspek proses ditetapkan
penggunaan metode modifikasi keperawatan primer (kombinasi
metode tim dan metode keperawatan primer). Komponennya terdiri
dari: perawat, profil klien, sistem pemberian asuhan keperawatan,
kepemimpinan, nilai-nilai profesional, fasilitas, sarana prasarana
(logistik) serta dokumentasi asuhan keperawatan (DEPKES RI, 2009).

Metode pembagian tugas perawat pelaksana di ruangan ini ialah


dibagi berdasarkan beberapa TIM, yaitu dalam satu tim mengelola
beberapa pasien dan pada pasien total care bisa dikelola oleh satu
perawat agar lebih efektif.
Alasan memilih metode pemberian asuhan adalah karena adanya
perintah depkes, pada model ini bentuk tanggung jawab ke pasien lebih
baik.

5. Mutu/Pemasaran (Marketing)
Prestasi yang pernah diraih oleh ruangan ini antara lain prestasi
dokumentasi keperawatan, kebersihan ruangan dan kepuasan pasien
terhadap pelayanan.
Unggulan ruang perawatan ini dibanding ruangan lain ialah

b. Proses
1. Fungsi Perencanaan (Planning)
1. Visi, Misi & Tujuan Ruangan Perawatan
a. Visi Ruangan Perawatan
Memberikan pelayanan kesehatan yang terstandar dan terpercaya
kepada pasien penyakit sistem kardiovaskuler.
b. Misi
a. Menjalankan asuhan keperawatan secara profesional dan
berpedoman pada standar asuhan kode etik keperawatan.
b. Memaksimalkan segala sumber daya untuk meningkatkan
pelayanan perawatan yang bermutu.
c. Meningkatkan motivasi dan semangat kerja demi
terlaksananya asuhan keperawatan yang profesional
d. Menciptakan situasi kerja yang kondusif, inovatif, dan dinamis
bagi seluruh staff sehingga memberikan kepuasan dan
kepercayaan kepada pasien dan keluarga.
e. Mendorong peningkatan pengetahuan dan keahlian tenaga
perawat melalui peningktan jenjang pendidikan atau pelatihan.
c. Tujuan
1. Melaksanakan pelayanan kesehatan pada penyakit sistem
kardiovaskuler yang terpadu di \BLUD RS ULIN
BANJARMASIN.
2. Memberikan lahan/tempat praktik sebagai penerapan ilmu
keperawatan dan kedokteran pada penyakit sistem
kardiovaskuler.

2. Fungsi Ruang perawatan


a. Visi misi tujuan ruangan
Visi dan misi diruangan disusun dan dibuat berdasarkan diskusi
dan kesepakatan bersama pihak ruangan dan pihak RSUD Ulin
Banjarmasin yang disusun saat rapat. Cara mensosisalisasikan hasil
visi dan misi yaitu dengan cara mewajibkan seluruh karyawan
membaca dan memahami isi dari visi misi tersebut dan
menanyakan kembali point-point yang kurang dimengerti
kemudian menerapkannya. Karyawan baru juga diperkenalkan dan
disosialisasikan terlebih dahulu mengenai visi misi tersebut.

b. SOP dan SAK


Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di ruangan, penilaian
terhadap kesesuaian pelaksanaan tindakan keperawatan maupun
medis dengan SOP didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 2.28 Hasil penilaian observasi tindakan SOP di Ruang Tulip
IIC RSUD Ulin Banjarmasin
No. Aspek yang Dinilai Tindakan Jumlah Persentase%
1. Pemeriksaan EKG
2. Memasang Venflon
Jumlah dan Rata-rata

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dari tindakan


keperawatan yang dilakukan oleh perawat mulai tanggal 26-27
April 2017 di ruang Tulip IIC RSUD Ulin Banjarmasin didapatkan
hasil bahwa untuk tindakan Pemeriksaan EKG sudah sesuai dengan
SOP yang ada dan memiliki nilai 70%, namun masih ada beberapa
kekurangan seperti masih jarangnya perawat melakukan
membersihkan dada sebelum melakukan pemasangan EKG.

Pada tindakan pemasangan Venflon memiliki nilai 84%, sesuai


dengan SOP yang ada. Pada tahap kerja pelaksanaan pemasangan
Venflon sudah baik diantaranya desinfeksi area, fiksasi, dan
menghitung jumlah tetesan sudah dilakukan, namun pada tahap
persiapan masih ada peralatan yang kurang seperti gunting,
pengalas dan bengkok.

Table 2.22 Rekapitulasi hasil evaluasi penerapan SAK yang Ada


Di Ruang Tulip IIC RSUD Ulin Banjarmasin
NO Nilai Askep Yang Dinilai Persentase
1 Pengkajian
2 Diagnosa Keperawatan
3 Perencanaan
4 Tindakan keperawatan
5 Evaluasi
6 Catatan Keperawatan
Rata-rata

Berdasarkan hasil observasi pada 11 status klien menunjukkan


penerapan Standar Asuhan Keperawatan secara keseluruhan sudah
baik sesuai dengan standar penerapan yang ada di RSUD
Banjarmasin yaitu mencapai 98%, dalam hal pembuatan
pengkajian keperawatan, dan evaluasi sudah baik yaitu sebesar
100%.

Sesuai dengan kesepakatan penerapan SAK di RSUD Ulin


Banjarmasin, dokumentasi keperawatan hanya dilakukan pada 4
lembar format, yaitu lembar pengkajian sekaligus lembar
penegakan diagnosa dan lembar catatan keperawatan yang terdiri
atas isian Subjek (S), Objektif (O), Assessment (A), Planning (P),
Implementation (I), dan Evaluation (E) sesuai konsep. Pada
perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan hasil yang
menunjukkan SAK sudah optimal.

c. Standar Kinerja
Wawancara: apasajakebijakan yang berlaku di ruanganini,
tatatertibdanstandarpelayanan minimal yang disepakati
Observasi: Kebjikan, tatatertibtertulis, standarpelayanan minimal
yang disepakati
Kuisioner: persepsiperawatpelaksanatentangKebjikan,
tatatertibtertulis, standarpelayanan minimal yang disepakati

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)


a. Struktur Organisasi
Ruangan Ruang Tulip IIC RSUD Ulin Banjarmasin dipimpin oleh
kepala ruangan dan 1 supervisor dan 2 ketua TIM, yang terdiri dari
13 anggota perawat pelaksana, 1 administrasi, 1 pekarya RT, dan 1
loper.

STRUKTUR ORGANISASI RUANG JANTUNG


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN
BANJARMASIN

DIREKTUR RS ULIN
Dr. Hj. SUCIATI, M.KES
NIP. 19600721 198802 2 001
WAKIL DIREKTUR
MEDIK DAN KEPERAWATAN
Dr. dr. MOHAMAD ISA, Sp.P(K)
NIP. 19600526 198711 1 001

KEPALA BIDANG KEPERAWATAN


AHMAD HIPNI NOOR, S.Kep
NIP. 19650806 198903 1 016

KEPALA SEKSI RAWAT INAP


M. AINI, S.Kep
NIP. 19670711 199003 1 006

KEPALA RUANGAN TULIP IIC


H. M. SANDI SUWARDI,.Ns.M.Kes
NIP. 19750214 199402 1 001

SUPERVISOR
RUANG JANTUNG
HANIFA BI BARITO,S.Kep.Ns
NIP. 19840302 201001 1 011
KATIM I KATIM II
Hj. SITI FATIMAH,AMK NORMINAWATI, S.Kep
NIP. 19810622 20081 2 022 NIP. 19820607 200604 2 014

ANGGOTA
MAHBUB HAMSAL ARIF, AMK
SYAMSUL FAUZAN, S.Kep,Ns
ANGGOTA
ISWARI FITRIAN, AMK
BYTANTY, AMK
HERI GUNAWAN, AMK
GUSTI MARIAM, S.KEP
IMIRANI, S.Kep,Ns
FERA LISTIORINI, AMK
FAUJIAH, AMK
YULIANTI PRATIWI.S.Kep.,Ns
META FITRIANI, AMK
MAISYARAH, AMK
ASPIHANI, AMK

ADMIN LOPER PRAKARYA RT CS


SAUDAH MUHAMMAD HADIJAH SALAWATI
MARZUKI

Berdasarkan wawancara dan observasi setiap staf sudah mempunyai uraian


tugas yang jelas dan tertulis bagi tiap tenaga keperawatan. Batas dan
wewenang tanggung jawab perawat cukup jelas.

b. Pembagian tugas
Berdasarkan wawancara dan observasi setiap staf sudah mempunyai uraian
tugas yang jelas dan tertulis bagi tiap tenaga keperawatan. Batas dan
wewenang tanggung jawab perawat cukup jelas. Pengelompokan kegiatan
dilakukan untuk memudahkan pembagian tugas pada perawat sesuai dengan
pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki serta disesuaikan dengan
kebutuhan klien.
1. Tugas pokok kepala ruangan
a. Melaksanakan fungsi P1 yaitu perencanaan
b. Melaksanakan fungsi P2 yaitu penggerakkan dan pelaksanaan
c. Melaksanakan fungsi P3 yaitu pengawasan, pengendalian dan
pelaksanaan

2. Tugas pokok supervisi


a. Mengatur dan bertanggung jawab atas hasil kerja dari staf
b. Memberikan briefing dan motivasi kepada staf
c. Mengendalikan perubahan yang terjadi dalam tim atau lingkungan
tim
d. Membuat planning kerja untuk kegiatan ke depannya dan
didikusikan bersama
e. Menjembatani komunikasi dengan pimpinan puncak

3. Tugas pokok ketua tim


a. Melakukan planning, penguasaan, supervisi dan evaluasi untuk
timnya
b. Mengenal/mengetahui kondisi serta kebutuhan pasien
c. Mengembangkan dan memotivasi anggota tim
d. Menyelenggarakan diskusi bersama tim medis lain ataupun kepela
ruangan tentang masalah yang didapat seputar pelayanan terhadap
pasien

4. Tugas pokok anggota tim


a. Memberikan asuhan keperawatan yang berkesinambungan
b. Bekerjasama dengan anggota tim atau antar tim dalam pelayanan
kesehatan
c. Memberikan laporan

c. Pengaturan pengorganisasian pasien


Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

3. Fungsi Pengaturan Staf (Staffing)


Buat rekapitulasi tenaga kerja di ruang perawatan ini:
a. Berdasarkan jenis dan tingkat pendidikan

No Jenis Tenaga PNS TKK Jumlah %


1 Medis
2 Keperawatan
a. PerawatProfesional (Ners)
b. PerawatProfesional (S.Kep)
c. PerawatMahir (DIII-SKM)
d. PerawatMahir (DIII)
e. PerawatKesehatan (SPK-
SKM)
f. PerawatKesehatan (SPK)
g. Bidan
h. Perawat Gigi
3 Non Keperawatan
4 Non Medis
Total

b. Berdasarkan jenjang karir

No Jenis Tenaga Jumlah %


1 Perawat Klinis I
2 Perawat Klinis II
3 Perawat Klinis III
4 PerawatKlinis IV

c. Berdasarkanpelatihan yang diikuti

No Jenis Pelatihan Jumlah %


1
2
3

a. Orientasi Staf perawat yang baru


Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

b. Pengaturan jadwal dinas


Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

c. Perhitungan kebutuhan tenaga di ruangan


Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

4. Fungsi Pengarahan (Actuating)


a. Timbang terima (Hand Over)
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

b. Preconferen
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

c. Post conferen
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

d. Motivasi
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

e. Pendelegasian
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

f. Supervisi
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

g. Ronde Keperawatan
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

5. Fungsi Pengendalian (Controlling)


a. Indikator Mutu
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

b. Audit Dokumentasi Keperawatan


Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

h. SurveiKepuasanpasien
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

i. RekapitulasiKomplainPasien
Wawancara:
Observasi:
Kuisioner:

c. Output
f. IndikatorpelayananEfisiensiRuangan
BOR = (Jumlahhariperawatanrumahsakit / (Jumlahtempattidur X
Jumlahharidalamsatuperiode)) X 100%

AVLOS = Jumlah lama dirawat / Jumlahpasienkeluar (hidup + mati)

TOI = ((Jumlahtempattidur X Periode) Hari perawatan) / Jumlahpasienkeluar


(hidup + mati)

BTO = Jumlahpasienkeluar (hidup + mati) / Jumlahtempattidur

NDR = (Jumlahpasienmati> 48 jam / Jumlahpasienkeluar (hidup + mati)) X 1000


permil

GDR = ( Jumlahpasienmatiseluruhnya / Jumlahpasienkeluar (hidup + mati)) X


1000 permil
2 HasilEvaluasipenerapan SAK (Instrumen ABC)
a. Instrumen A
NO Item Penilaian Persentasi (%)
1 Pengkajian
2 DiagnosaKeperawatan
3 Perencanaan
4 Implementasi
5 Evaluasi
Persentasi (%)
\
b. Intsrumen B
Kepuasanpasien
NO Kepuasanpasien Persentasi (%)
1 Puas
2 KurangPuas

Kepuasanperawat PNS
NO Kepuasanperawat Persentasi (%)
1 Puas
2 KurangPuas

KepuasanPerawat TKK
NO Kepuasanpasien Persentasi (%)
1 Puas
2 KurangPuas

c. Instrumen C KepatuhanSesuai SOP


No Judul SOP Perawat 1
1 Infus
2 Injeksi IV
3 PemberianTransfusi
4 PemberianInjeksi IM
5 ..
Persentasi