Anda di halaman 1dari 8

PENGERTIAN

Dana pensiun adalah hak seseoarng untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja
sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai
dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan ini biasanya berupa uang yang
dapat diambil setiap bulannya atau diambil sekaligus pada saat seseorang memasuki
masa pensiun, hal ini tergantung dari kebijakan yang terdapat dalam suatu
perusahaan.

Defenisi dana pensiun menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992


adalah: Badan hukum yang mengelolah dan menjalankan program yang menjanjikan
manfaat pensiun.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002;208), dana pensiun


didefenisikan sebagai berikut : lembaga yang keuangannya diperoleh dari iuran tetap
para peserta ditambah penghasilan perusahaan yang disisihkan dan para peserta
berhak memperoleh bagian keuntungan setelah pensiun.

JENIS-JENIS DANA PENSIUN

Di dalam proses pelaksanaannya para penerima pensiun dapat memilih salah satu
dari beberapa jenis pensiun yang ditawarkan kepada para karyawan, dengan melihat
situasi dan kondisi yang terjadi. Berikut adalah jenis-jenis pensiun yang ditawarkan
oleh perusahaan :

a. Pensiun Normal, yaitu pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya
telah mencapai masa pensiun yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk wilayah
Indonesia rata-rata seseorang memasuki masa pensiun pada usia 55 tahun dan 60
tahun pada profesi tertentu.
b. Pensiun Dipercepat, hal ini dilakukan bila perusahaan menginginkan
pengurangan karyawan di dalam tubuh perusahaan.
c. Pensiun Ditunda, seorang karyawan meminta pensiun sendiri, namun umurnya
belum memenuhi untuk pensiun, sehingga karyawan tersebut keluar namun dana
pensiun miliknya diperushaan tempat dia bekerja baru akan keluar pada masa
umur karyawan ini telah memasuki masa pensiun.
d. Pensiun Cacat, pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalami
kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu dipekerjakan seperti semula,
sedangkan umurnya belum memenuhi masa pension.

Berdasarkan UU No 11 tahun 1992, di Indonesia mengenal 3 jenis Dana


Pensiun yaitu:

1. Dana Pensiun Pemberi Kerja, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh
orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk
menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran
pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta,
dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.
2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh
bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun
iuran pasti, bagi perorangan, baik karyawan maupun pkerja mandiri yang
terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atai perusahaan
asuransi jiwa.
3. Dana Pensiun berdasarkan Keuntungan, adalah dana pensiun pemberi
kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, dengan iuran
hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan
keuntungan pemberi kerja.

MAKSUD DAN TUJUAN DANA PENSIUN

Menurut Zullaini Wahab (2001;2) maksud dan tujuan dibentuknya suatu


dana pensiun dapat kita lihat dari beberapa sisi yaitu:
1. Sisi Pemberi Kerja

Dana pensiun sebagai usaha untuk menarik atau mempertahankan karyawan


perusahaan yang memiliki potensi, cerdas, terampil dan produktif yang diharapkan
dapat meningkatkan atau mengembangkan perusahaan, di samping tanggung jawab
moral dan social Pemberi Kerja kepada karyawan serta keluarganya pada saat
karyawan tidak lagi mampu bekerja atau pensiun atau meninggal dunia.

2. Sisi Karyawan

Dana pensiun adalah untuk member rasa aman terhadap masa yang akan dating dalam
arti tetap mempunyai penghasilan pada saat memasuki masa pensiun.

3. Sisi Pemerintah

Dengan adanya dana pensiun, bagi karyawan akan mengurangi kerawanan social.
Kondisi tersebut merupakan unsure yang sangat penting dalam menciptakan
kestabilan Negara.

4. Sisi Masyarakat

Adanya dana pensiun merupakan salah satu lembaga pengumpul dana yang
bersumber dari iuran dan hasil pengembangan. Terbentuknya akumulasi dana yang
bersumber dari dalam negri tersebut dapat membiayai pembangunan nasional dalam
rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.

MANFAAT DANA PENSIUN

1 Manfaat Pensiun Normal, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai
dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal
atau sesudahnya.
2 Manfaat Pensiun Dipercepat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang
dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun
normal.
3 Manfaat Pensiun Cacat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan
bila peserta menjadi cacat.

SYSTEM PEMBAYARAN MANFAAT DANA PENSIUN.

Cara pembayaran manfaat pension (benefit) kepada karyawan dapat dilakukan


dengan dua cara, yaitu:

1 pembayaran secara sekaligus (lump sum)


2 pembayaran secara berkala (annuity)

PRINSIP PENYELENGGARAAN DANA PENSIUN

a. Prinsip Kejelasan Maksud dan Tujuan Program, Jaminan terhadap


kesinambungan penghasilan.
b. Prinsip Independensi : Kelembagaan berstatus badan hukum, Manajemen
Operasional dimana Asas Keterpisahan Kekayaan atau Segregated Assets dan
Hak pengurus mengadakan perjanjian dgn pihak ketiga, Pengawasan dimana
Pengawasan dilakukan oleh Dewan Pengawas yang terdiri atas wakil-wakil dari
pemberi kerja dan peserta dengan jumlah yang sama.
c. Prinsip Akuntabilitas : Dewan Pengawas wajib mengumumkan laporan hasil
pengawasannya kepada Peserta, Laporan keuangan Dana Pensiun setiap tahun
harus diaudit oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas,
Pendiri/Mitra Pendiri, Pengurus, dan Penerima Titipan wajib memperlihatkan
seluruh dokumen/keterangan untuk keperluan pemeriksaan, Dana Pensiun wajib
mengumumkan neraca dan perhitungan hasil usahanya kepada Peserta.
d. Prinsip Transparansi : Pengurus wajib menyampaikan keterangan mengenai
setiap perubahan peraturan Dana Pensiun dan hal-hal yang terjadi dalam rangka
kepesertaan kepada Peserta, Pengurus wajib mengumumkan perkembangan
portofolio investasi dan hasil pengembangannya kepada Peserta dan
melaporkannya kepada Pendiri dan Dewan Pengawas.
e. Prinsip Perlindungan Konsumen : Perubahan Peraturan Dana Pensiun tidak
boleh mengurangi manfaat pension, Setiap karyawan berhak menjadi Peserta, bila
berusia 18 tahun atau telah kawin, dan memiliki masa kerja satu tahun, Hak atas
manfaat pensiun tak dpt dijaminkan, dialihkan/disita,
f. Prinsip Struktur Pengendalian Intern : Tugas, kewajiban, dan tanggung jawab
Pendiri, Mitra Pendiri, Dewan Pengawas, dan Pengurus diatur dalam Undang
Undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya, Dana Pensiun tak
diperkenankan melakukan pembayaran apapun, kecuali pembayaran yang
ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun, i, Bentuk dan susunan laporan
keuangan Dana Pensiun harus sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal
Lembaga Keuangan Nomor 2345/KEP-LK/2003.
g. Prinsip Kualifikasi Penyelenggara : Kualifikasi Pengurus dan Dewan Pengawas
(kecuali yang terakhir) adalah Warga Negara Indonesia, berakhlak dan moral
yang baik, belum pernah dihukum pidana ekonomi, dan berpengetahuan atau
berpengalaman di bidang Dana Pensiun, Pengurus tidak boleh merangkap jabatan
Pengurus Dana Pensiun lain, atau direksi, atau jabatan eksekutif lainnya.

PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN SECARA SEKALIGUS :


1. Berdasarkan pilihan Peserta pada saat Peserta berhenti bekerja dan mencapai
Usia Pensiun Normal dan atau Usia Pensiun Dipercepat dapat menerima
pembayaran Manfaat Pensiun secara sekaligus sebanyak-banyaknya
20% dari Nilai Sekarang Manfaat Pensiun dan sisa dari Manfaat Pensiun
dibayarkan secara bulanan.
2. Berdasarkan pilihan Janda/Duda atau Anak pada saat Peserta meninggal
dunia dapat menerima pembayaran Manfaat Pensiun secara sekaligus
sebanyak-banyaknya 20% dari Nilai Sekarang Manfaat Pensiun dan sisa dari
Manfaat Pensiun dibayarkan secara bulanan.
3. Dalam hal Peserta meninggal dunia dan tidak ada Janda/Duda dan Anak,
maka hak atas Manfaat Pensiun dibayarkan secara sekaligus kepada pihak
yang ditunjuk.
TATA CARA PEMBAYARAN :
1. Pembayaran Manfaat Pensiun dilakukan secara bulanan, kecuali pembayaran
manfaat pensiun sekaligus tersebut diatas.
2. Pajak Penghasilan atas Manfaat Pensiun dibebankan kepada Pensiunan.
3. Dana Pensiun sebagai wajib pungut Pajak penghasilan wajib menyetorkan ke
Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara.
4. Hak atas Manfaat Pensiun yang dibayarkan oleh Dana Pensiun tidak dapat
digunakan sebagai jaminan pinjaman dan tidak dapat dialihkan maupun disita.
5. Semua transaksi yang mengakibatkan penyerahan, pembebanan, pengikatan-
pembayaran Manfaat Pensiun atau menjaminkan Manfaat Pensiun yang
diperoleh dari Dana Pensiun, dinyatakan batal berdasarkan Undang-Undang
Dana Pensiun.
6. Istri/Suami yang sah dinikahi sesudah Peserta berhenti bekerja pada Pemberi
Kerja dan Anak yang dilahirkan sesudah lewat 300 hari sejak tanggal Peserta
berhenti pada Pemberi Kerja tidak dapat didaftarkan sebagai Istri/Suami sah
serta Anak yang berhak atas Manfaat Pensiun.

DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN (MANULIFE INDONESIA)


Manulife Indonesia menawarkan program DPLK yaitu suatu Program dan
pension iuran pasti berdasarkan undang-undang No. 11 Tahun 1992 tentang Dana
Pensiun.
DPLK Manulife Indonesia selain sebagai manfaat pension juga dapat dirancang
sebagai kompensasi pesangon berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan No.13
tahun 2003 untuk memenuhi kebutuhan akan kesejahteraan karyawan.

MANFAAT UNTUK PERUSAHAAN PROGRAM DPLK MANULIFE


INDONESIA:
1. Memberikan solusi atas masalah arus kas yang mungkin di hadapi oleh
perusahaan di kemudian hari.
2. Dapat mengurangi pajak penghasilan badan (PPh 25)
3. Dapat mempertahankan karyawan berkualitas
4. Menjadi nilai tambah bagi perusahaan
5. Iuran bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan

MANFAAT UNTUK KARYAWAN PROGRAM DPLK MANULIFE


INDONESIA:
1. Adanya jaminan kesinambungan penghasilan di hari tua
2. Dapat mengurangi pajak penghasilan pribadi
3. Pendanaan yang sudah pasti dari pemberi kerja
4. Hasil investasibebas pajak sampai dengan manfaat program dibayarkan.

KEUNGGULAN DPLK MANULIFE INDONESIA


1. Fleksibel dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusaan.
2. Berpengalaman dan dikenal sebagai pelopor program dana pension
3. Pelayanan dan administrasi yangberkualitas
4. Transparan dan professional
5. Beragam pilihan investasi
6. Dapat digunakansebagi kompensasi pesangon, berdasarkan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003
DAFTAR PUSTAKA

http://www.manulife-indonesia.com
http://www.landasanteori.com/2015/10/pengertian-dana-pensiun-definisi-jenis.html
Triandanu, Sigit, Totok BudiSantoso. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya.
Jakarta: Salemba
Kasmir. 2011. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta. PT RajaGrafindo
Persada.