Anda di halaman 1dari 24

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Nama : An. A Ruang : Anggrek


ANAMNESIS
Umur : 2 Tahun 6 bulan Kelas :
Nama : An. A Jenis Kelamin : Laki-laki
Tanggal lahir : 12 - 02 - 15 Umur : 2 tahun 6 bulan
Nama Ayah : Tn. S Umur Ayah : 42 tahun
Pekerjaan Ayah : buruh tani Pendidikan Ayah : SD
Nama Ibu : Ny. S Umur Ibu : 40 tahun
Pekerjaan Ibu : buruh tani Pendidikan Ibu : SD
Alamat : Tugurejo 2/2 polokarto
Masuk RS tanggal : 15 September 2017 Diagnosis Masuk : Diare Cair Akut dg
Dehidrasi Ringan
Sedang e.c Virus DD
Bakteri
Dokter yang merawat : dr. Isna Nurhayati, Sp.A, M.Kes Ko Asisten : Nurvita Widyastuti, S.Ked
Tanggal : 15 September 2017
KELUHAN UTAMA : Berak Cair
KELUHAN TAMBAHAN : Muntah , Demam , Batuk dan pilek
Riwayat penyakit sekarang (secara kronologis setiap masalah yang ditemukan diidentifikasi lengkap)
3 hari SMRS
Pasien mengalami demam sumer-sumer tetapi tidak sampai tinggi dan tidak minum obat. Belum ada
Berak cair maupun muntah, batuk (-), pilek (-), BAK tidak ada keluhan lancar, tidak minum ASI
2 hari SMRS
Pasien masih mengalami demam sumer-sumer, muntah 3 kali kira-kira gelas belimbing setiap
muntah, tetapi perut kembung, nafsu makan berkurang, tidak minum ASI, BAB normal, BAK masih
baik tidak ada keluhan.
1 hari SMRS
Pasien mengalami demam sumer-sumer, berak cair 3 kali, kira-kira gelas belimbing. Berak cair
dengan sedikit ampas tanpa ada lendir dan darah. warna kekuningan, tidak berbau busuk. Tidak
minum obat selama berak cair. badan tampak lemas, batuk (-) pilek (-), BAK tidak ada keluhan
lancar, tidak minum ASI, perut kembung

Hari Masuk RS
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Pasien mengalami demam sumer-sumer, masih berak cair 3x sehari, lendir (-) darah (-), sedikit
ampas, tiap berak cair kira-kira setengah gelas belimbing, warna kekuningan, tidak berbau busuk,
pasien juga mengeluhkan muntah 4 kali, muntah kira-kira setengah gelas belimbing, nafsu makan
berkurang, apabila makan muntah, batuk (+), pilek (+), kejang (-), Pasien nampak kehausan, rewel
(+), bibir kering (+), BAK baik tidak ada keluhan. Oleh keluarga, pasien diperiksakan ke RSUD
Sukoharjo
Kesan :
- Berak cair sebanyak 3x, setiap kali berak kira-kira setengah gelas belimbing, berak cair (+),
warna kuning, ampas (+), lendir (-), darah (-)
- Muntah (+) 4 kali sebanyak gelas belimbing, berisi sisa makanan dan minuman, lendir (-),
perut kembung.
- Demam sumer-sumer sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit.
- Pasien tampak lemas, rewel, nafsu makan menurun, pasien sering minta minum, tampak
kehausan, bibir kering, terdapat tanda-tanda dehidrasi.

Riwayat penyakit dahulu


- Riwayat kejang demam : disangkal
- Riwayat kejang tanpa disertai demam : disangkal
- Riwayat diare cair akut : disangkal
- Riwayat asma dan alergi : disangkal
- Riwayat mondok lama di rumah sakit : disangkal

Kesan :
Tidak terdapat riwayat penyakit dahulu yang berhubungan dengan penyakit pasien sekarang

Riwayat penyakit pada keluarga yang diturunkan (sebutkan penyakitnya terutama yang ada hubungan
dengan penyakit sekarang)
Penyakit yang diturunkan
a. Riwayat penyakit kejang demam disangkal
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

b. Riwayat penyakit kejang tanpa demam disangkal


c. Riwayat penyakit darah tinggi disangkal
d. Riwayat penyakit kencing manis disangkal
e. Riwayat penyakit asma disangkal
f. Riwayat alergi (atopi) disangkal
Penyakit yang ditularkan
a. Penyakit diare pada keluarga : diakui (ayah pasien)
b. Riwayat batuk lama dengan pengobatan OAT: disangkal
c. Riwayat batuk pilek di keluarga : disangkal

Kesan : Tidak terdapat penyakit keluarga yang diturunkan yang berhubungan dengan penyakit pasien
sekarang dan terdapat penyakit yang ditularkan
Riwayat keluarga diberikan oleh : ayah/ ibu/ kakek/ nenek/ saudara/ tetangga *) ikhtisar keturunan :
(gambar skema keluarga dan beri tanda keluarga yang menderita penyakit sejenis. Untuk kelainan
kongenital usahakan skema yang lebih lengkap termasuk saudara sepupu dsb.)

67 5 65 6
9 3

4 45 42
3
0 8
: Meninggal

: Laki-laki
15 2
: perempuan

: Pasien

Kesan :
Tidak terdapat riwayat penyakit yang diturunkan dalam keluarga.

RIWAYAT PRIBADI
Riwayat kehamilan dan persalinan : (terangkan dengan jelas faktor risiko berhubungan dengan
penyakit/ kelainan yang dapat)
a. Riwayat kehamilan ibu pasien (ANC)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Ibu G1 P1 A0 hamil saat usia 38 tahun. Ibu pasien rutin memeriksakan kehamilannya ke bidan di
sekitar tempat ia tinggal. Sewaktu hamil, ibu pasien tidak pernah mengalami penyakit saat
kehamilan. Perkembangan kehamilan dinyatakan normal. Tidak ada riwayat perdarahan, trauma,
maupun infeksi saat kehamilan.
b. Riwayat persalinan ibu pasien
Ibu pasien melahirkan di puskesmas, melahirkan dibantu bidan, persalinan spontan normal, bayi
lahir cukup bulan.
c. Riwayat paska persalinan (PNC)
Bayi laki - laki lahir dengan berat badan 2600 gram, langsung menangis setelah dilahirkan,
menangis kuat, tidak kuning, melakukan Inisiasi menyusui dini
Kesan : Riwayat ANC baik, persalinan spontan dan riwayat PNC baik

Riwayat makanan (sejak lahir sampai sekarang, kualitas dan kuantitas


0 3 bulan ASI semaunya

3 6 bulan Susu formula, bubur susu 2 sendok makan 2-3 kali sehari

6 8 bulan Susu formula, ditambah bubur susu 3 sendok makan 2-3 kali sehari, pisang yang
dilembekkan atau diserut

910 bulan Susu formula, ditambah nasi tim sarim piring 3 kali sehari, pisang kadang dikerok

1112 tahun Susu formula + bubur tim 1 mangkuk 3x sehari, diberikan pisang

1 2 tahun Minum air putih + teh + nasi biasa + sayur 3x sehari dengan lauk pauk ( tahu, tempe,
kadang telur) kadang diberikan buah pisang, pepaya.

Kesan: Pasien tidak mendapatkan ASI eksklusif, kuantitas makanan baik, kualitas kurang baik, makanan
tidak sesuai dengan usia
Perkembangan dan kepandaian

Motorik Kasar Motorik Halus Bahasa Personal-sosial


Tengkurap, angkat Menggerakan kepala Menoleh ke sumber Tersenyum (1 bulan)
kepala (3 bulan) kekiri dan kekanan (2,5 suara (5 bulan)
bulan)
Duduk sendiri (9 bulan) Memegang benda (5 Mengucapkan kata (8 Takut kepada orang
bulan) bulan) asing (7 bulan)
Berjalan berpegangan Menaruh benda di mulut Sebut nama sendiri (24 Minum dari gelas (15
(10 bulan) (5 bulan) bulan) bulan)
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Dapat berjalan tanpa Dapat mengambil benda- Dapat melambaikan Dapat menunjukkan apa
berduyung-duyung (18 benda kecil (21 bln) tanagan (20 bulan) yang diinginkan tanpa
bulan) merengek (19 bulan)

Berjalan sendiri tanpa Belajar makan sendiri (2 Menyebutkan selain


bantuan (18 bulan) tahun) kata mama papa (22
bulan)
Kesan : Perkembangan dan kepandaian baik sesuai usia

Vaksinasi dasar

Hepatitis B : Pada umur : 0,2,3,4 bln Di : bidan Pada umur : -


4x

BCG : 1x Pada umur : 1 bln Skar: 2 mm Pada umur : -

DPT : 4x Pada umur : 2,3,4 bln Di : bidan Pada umur : 19 bln, 5 thn, 11
thn
Polio :4x Pada umur : 0,2,3,4 bln Di : bidan Pada umur : 19 bln, 5 thn

Campak : 1x Pada umur : 9 bulan Pada umur : 2 thn

Kesan : Vaksinasi dasar lengkap menurut PPI

Sosial, ekonomi dan lingkungan


a) Sosial ekonomi
Penghasilan orang tua pasien perbulan kira-kira Rp 1.500.000, karena ayah dan ibu bekerja
sebagai buruh tani. Keadaan sosial ekonomi menurut ibu pasien cukup untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari.
b) Lingkungan
Rumah ditempati oleh ayah, ibu, dan pasien. Rumah berlantaikan ubin, kamar mandi dan toilet di
dalam rumah 2 meter, menggunakan air sumur, jarak septik tank dan sumur lebih dari 10 meter.
Di rumah pasien tidak memelihara hewan piaraan, sampah tidak pernah ditimbun, langsung
dibakar atau dibuang.
c) Hygiene
Pasien sering memasukkan benda-benda kemulut tanpa cuci tangan terlebih dahulu

Kesan :
keadaan sosial ekonomi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari & kondisi lingkungan rumah
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

cukup, Hygiene kurang

Anamnesis sistem
Cerebrospinal : Demam (+), kejang (-), penurunan kesadaran (-)
Kardiovaskuler : Biru (-), Berdebar-debar (-), Keringat dingin (-)
Respiratorius : Batuk (-), pilek (-)
Gastrointestinal : Diare 3x sehari, warna kuning, lendir (-), ampas (+), darah (-), muntah 4x
berisi makan dan minuman yang di konsumsi, perut kembung (+)
Urogenital : BAK (+) baik normal,
Integumentum : Petekie (-)
Muskuloskeletal : Nyeri otot (-), nyeri sendi (-), Bengkak pada kaki (-)
Kesan :
Terdapat masalah pada sistem serebrospinal dan gastrointestinal

PEMERIKSAAN JASMANI
Tulis semua yang didapat pada saat pemeriksaan pertama

KESAN UMUM

Keadaan Umum : CM, gelisah (-), sianosis (-), tampak lemas (+)

Nadi : 144 x/ menit

Suhu badan : 37,4 C

Pernapasan : 38x/ menit

Status Gizi
o BB/TB/LK : 15 kg / 90 cm / 49 cm
o Indeks Quetelet : BB (kg) / TB (cm) x 100% = 15/90 x 100% = %
o
BMI : BB (kg) / [TB (m)]2 = 15 /(0,9)2 = 18,51 kg/m2
o BB//U : median sd 1 SD
o TB//U : median sd -1 SD
o BMI//U : median sd + 2 SD

Kesimpulan = Status gizi baik menurut WHO


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

GRAFIK STATUS GIZI MENURUT WHO

BB//U
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

TB//U
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

BMI//U
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

PEMERIKSAAN KHUSUS
Leher : tidak ada pembesaran limfonodi leher, tidak teraba massa abnormal
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Thoraks : simetris, retraksi dinding dada (-), ketinggalan gerak (-)

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus kordis kuat angkat
Perkusi : Batas kanan atas : sic II linea parasternalis dextra
Batas kanan bawah : sic IV linea parasternalis dextra
Batas kiri atas : sic II line parasternalis sinistra
Batas kiri bawah : sic IV-V linea midclavicularis sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I-II reguler, bising (-)
Kesan : Leher, thoraks dan jantung dalam batas normal

Paru-paru Kanan Kiri

Simetris, ketinggalan gerak (-) Inspeksi Simetris, ketinggalan gerak (-)


Fremitus normal, ketinggalan Fremitus normal, ketinggalan gerak
Palpasi
Depan gerak (-) (-)
Sonor Perkusi Sonor
Suara dasar : vesikuler Suara dasar : vesikuler
Auskultasi
Suara tambahan (-) Suara tambahan (-)
Simetris, ketinggalan gerak (-) Inspeksi Simetris, ketinggalan gerak (-)
Fremitus normal, ketinggalan Fremitus normal, ketinggalan gerak
Palpasi
Belakang gerak (-) (-)
Sonor Perkusi Sonor
Suara dasar : vesikuler Suara dasar : vesikuler
Auskultasi
Suara tambahan (-) Suara tambahan (-)

Kesan : Pemeriksaan thorak dalam batas normal

Abdomen dan Anogenital


Inspeksi : Distensi (-), sikatriks (-)
Auskultasi : Peristaltik (+) normal
Perkusi : Hipertimpani (+)
Palpasi : Nyeri tekan (-), turgor kulit menurun (+)
Hepar : Tidak teraba pembesaran
Lien : Tidak teraba pembesaran
Anogenital : Tidak terdapat kelainan (anus (+), phymosis (-)

Kesan :
Terdapat hipertimpani pada perkusi abdomen dan penurunan turgor kulit, hepar, lien, anogenital
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

dalam batas normal

Ekstremitas dan Neurologis


- Akral hangat
- Edema (-)
- CRT < 2 detik

Lengan Tungkai
Kanan Kiri Kanan Kiri
Gerakan Bebas Bebas Bebas Bebas
Tonus Normal Normal Normal Normal
Trofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi
Klonus - -
Refleks fisiologis Biceps (+) Triceps (+) Patella (+) Aschilles (+)
Babinski (-), Chaddock (-), openheim (-),
Refleks Patologis Hoffman (-) Tromner (-)
gordon (-)
Meningeal sign Kaku kuduk (-), burdzinsky I & II (-), kernig (-)
Sensibilitas Normal Normal Normal Normal

Kesan : Ekstremitas superior et inferior dalam batas normal

Kepala :
Bentuk : Normocephal, rambut warna hitam
Ubun-ubun : Ubun-ubun cekung (-)
Mata : sekret mata (-/-), mata cowong (+/+), air mata (+/+), conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterikrik
(-/-), pupil isokor
Hidung : Sekret (-/-), epistaksis (-/-), nafas cuping hidung (-/-)
Telinga : Sekret (-/-)
Mulut : Mukosa bibir kering (+), sianosis (-), stomatitis (-)
Pharinx : Hiperemis (-), tonsil hiperemis (-), tonsil membesar (-)
Gigi : Gigi susu sudah tumbuh

4 3 2 1 1 2 3 4
4 3 2 1 1 2 3 4
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Kesan : Terdapat tanda mata cowong, sedikit mukosa bibir kering.

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM /PENUNJANG
Pemeriksaan Darah Rutin (tanggal 15 September 2017)

PEMERIKSAAN HASIL NORMAL


Hemoglobin 13,6 H 10,8 12,8
Eritrosit 5,06 3,60 5,20
Hematokrit 38,1 35 - 43
Leukosit 8,9 5,5 15,5
MCV 75,3 73 - 101
MCH 26,9 23 - 31
MCHC 35,7 H 26 - 34
Trombosit 448 217 497
Neutrofil 80,8 H 17 - 68
Eosinofil 0,10 L 1,00 5,00
Limfosit 13,8 H 20,00 70,00
Monosit 5,10 1.00 11.00
Basofil 0,20 0-1

Kesan : Didapatkan peningkatan Hemoglobin, MCHC, Neutrofil, Limfosit dan penurunan


Eosinofil
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

RESUME :
Anamnesis
pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu, konsistensi cair, warna kuning, lendir (-),
darah (-). sebanyak 3 kali dalam sehari gelas belimbing.
Pasien juga mengeluhkan muntah 4x dalam satu hari
Pasien batuk dan pilek
Demam sumer-sumer sejak3 hari sebelum masuk rumah sakit
Pasien nampak kehausan dan rewel

Pemeriksaan Fisik
KU : CM, sedang, rewel
Status neurologis dalam batas normal
Kepala : Mata cowong (+/+)
Abdomen : hiperperistaltik (+), turgor kulit menurun (+)
Bibir : mukosa bibir kering (+)
Vital Sign
Nadi : 144 x/ menit
Suhu : 37,4 C
Pernapasan : 38x/ menit

Laboratorium
Hasil laboratorium darah rutin (saat masuk) terdapat peningkatan Hemoglobin, MCHC, Neutrofil,
Limfosit dan penurunan Eosinofil
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

DAFTAR MASALAH
Aktif
- Berak cair sebanyak 3x, setiap kali berak kira-kira gelas belimbing, warna kuning (+), cair
(+), ampas (+), lendir (-), darah (-)
- Muntah (+) 4 kali sebanyak gelas belimbing, berisi sisa diminum, lendir (-), perut
kembung, tampak kehausan.
- Tanda dehidrasi (+) : mata cowong (+), mukosa bibir kering (+), haus (+), turgor abdomen
menurun
- Hasil laboratorium darah rutin terdapat peningkatan Hemoglobin, Hematokrit, MCV, MCH,
Limfosit dan penurunan eosinofil
Inaktif
Pasien tidak mendapatkan ASI eksklusif, kualitas kurang baik, makanan tidak sesuai dengan
usia
Personal Hygiene Kurang

Kemungkinan penyebab masalah


Diare Cair Akut dengan dehidrasi ringan sedang e/c virus dd bakteri
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Rencana pengelolaan (rencana tindakan, pemeriksaan laborat dll, rencana terapi, dan edukasi) sesuai
dengan masalah yang ada
Rencana terapi

Diare Cair Akut dengan Dehidrasi Ringan Sedang ec Virus DD Bakteri


Rehidrasi infus RL 75cc/kgBB/3jam

BB = 15kg 15 x 75 = 1125cc/3jam

1/3 infus = 375 cc/3jam 31 tpm makro (selama 3jam I)

2/3 oral = 750 cc/3jam


Maintenance

15 kg x 100cc = 1500cc/hari 15 tpm makro

Probiotik : L-bio 2x1 sachet

Zinc : 1x 20 mg
Oralit 1 bungkus diencerkan dalam 200cc air kemudian diberikan 100-200cc setiap kali
buang air besar

Inj. Ondancentron (0,1-0,5 mg) 1,5 mg/kgBB (jika muntah)

Paracetamol syr 1 cth apabila demam

o Makanan adekuat

o Antibiotik jika ada infeksi


Rencana tindakan
Diare Cair Akut dengan Dehidrasi Ringan Sedang
Observasi KU dan Vital Sign
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

- Memantau tanda-tanda dehidrasi


- Bed Rest
Rencana Penegakan Diagnostik
Pemeriksaan feses rutin

Rencana edukasi
Diare Cair Akut dengan Dehidrasi Ringan Sedang
Menjelaskan tentang penyakit pasien kepada keluarganya dan kemungkinan komplikasinya
Menjaga kebersihan makanan dan minuman terutama kebersihan peralatan minum makan
Memberikan oralit setiap kali anak mencret atau muntah
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

FOLLOW UP

NO Tanggal S.O.A Penataksanaan


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

1 15-9-17 S: Pasien mengalami demam sumer-sumer berak cair P: RL 75cc/kgBB/3jam


3x sehari, warna kuning (+), lendir (-) darah (-), BB = 15kg 15 x 75 =
sedikit ampas, tiap berak cair kira-kira setengah gelas 1125cc/3jam
15 kg belimbing, warna kekuningan, tidak berbau busuk,
pasien juga mengeluhkan muntah 4 kali, muntah 1/3 infus = 375 cc/3jam
kira-kira setengah gelas belimbing, nafsu makan tpm makro (selama 3jam I)
berkurang, apabila makan muntah, batuk (+), pilek 2/3 oral = 750 cc/3jam
(+), kejang (-), Pasien nampak kehausan, rewel (+), Maintenance
bibir kering (+), BAK baik tidak ada keluhan
15 kg x 100cc = 1500cc/hari
O: Ku : CM, sedang, rewel 15 tpm makro

HR : 144 x/menit Probiotik : L-bio 2x1 sachet


Zinc : 1x 20 mg
RR : 38x/menit
Inj. Ondancentron (0,1-0,5
0
T : 37,4 c mg) 1,5 mg/kgBB (jika
muntah)
K/L : CA -/-, SI -/-, PKGB -/-, mata cowong (+/+),
ubun-ubun cekung (-/-) Paracetamol syr 1
apabila demam
TH : SDV +/+, RH -/-, WH +/-, BJ I/II regular, tidak
Puyer batuk
ada suara tambahan
Salbutamol : 1 mg (0,1-0,15
ABD : peristaltic (+) nyeri tekan (-), Hipertimpani mg/kgbb)
(+), turgor kulit menurun (+)
Trifed : tab
EKS : Akral hangat (+), ctr < 2 detik
(pseudoefedrin 1 mg/kgbb)
A/ DCA ringan sedang e.c. virus DD bakteri Ambroxol : tab (0,5
mg/kgbb)

2 16-9-17 S: Pasien masih mengalami demam sumer-sumer P: Maintenance


berak cair 2x sehari, lendir (-) darah (-), sedikit 15 kg x 100cc = 1500cc/hari
ampas, tiap BAB kira-kira 1/2 gelas belimbing, warna KA-EN 3A : 15 tpm
kekuningan, tidak berbau busuk, pasien juga makro
mengeluhkan muntah 2 kali, nafsu makan berkurang,
batuk (+), pilek (+), kejang (-), rewel (-), bibir kering Probiotik : L-bio 2x1 sachet
(-), BAK baik tidak ada keluhan Zinc : 1x 20 mg
15 kg
O: Ku : CM, sedang Inj. Ondancentron (0,1-0,5
mg) 1,5 mg/kgBB (jika
HR : 140 x/menit muntah)
RR : 34x/menit Paracetamol syr 1
apabila demam
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

T : 36,8 0c Puyer batuk


K/L : CA -/-, SI -/-, PKGB -/-, mata cowong (+/+) Salbutamol : 1 mg (0,1-0,15
membaik, ubun-ubun cekung (-/-) mg/kgbb)
TH : SDV +/+, RH -/-, WH +/-, BJ I/II regular, tidak Trifed : tab
ada suara tambahan (pseudoefedrin 1 mg/kgbb)
ABD : peristaltic (+) nyeri tekan (-), Hipertimpani Ambroxol : tab (0,5
mg/kgbb)
(+), turgor kulit menurun (+) membaik

EKS : Akral hangat (+), ctr < 2 detik

A/ DCA ringan sedang e.c. virus DD bakteri

3 17-9-17 S: Pasien masih berak cair 1x sehari, warna kuning P: Maintenance


(+), lendir (-) darah (-), Ampas, tiap BAB warna 15 kg x 100cc = 1500cc/hari
kekuningan, tidak berbau busuk, pasien muntah saat KA-EN 3A : 15 tpm
makan 1 kali, nafsu makan membaik, batuk (+), pilek makro
(+), kejang (-), rewel (-), bibir kering (-), BAK baik Probiotik : L-bio 2x1 sachet
15 kg tidak ada keluhan
Zinc : 1x 20 mg
O: Ku : CM, sedang
Inj. Ondancentron (0,1-0,5
HR : 140 x/menit mg) 1,5 mg/kgBB (jika
muntah)
RR : 36x/menit
Paracetamol syr 1
0
T : 37 c apabila demam

K/L : CA -/-, SI -/-, PKGB -/-, mata cowong (-/-), Puyer batuk
ubun-ubun cekung (-/-) Salbutamol : 1 mg (0,1-0,15
mg/kgbb)
TH : SDV +/+, RH -/-, WH +/-, BJ I/II regular, tidak
ada suara tambahan Trifed : tab
(pseudoefedrin 1 mg/kgbb)
ABD : peristaltic (+) nyeri tekan (-), Hipertimpani
Ambroxol : tab (0,5
(+), turgor kulit menurun (-)
mg/kgbb)
EKS : Akral hangat (+), ctr < 2 detik

A/ DCA ringan sedang e.c. virus DD bakteri

4 18-9-17 S: Pasien berak cair (-), muntah (-), nafsu makan BLPL
membaik, batuk (+), pilek (+), kejang (-), rewel (-),
bibir kering (-), BAK baik tidak ada keluhan Zinc 1 x 20 mg
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

O: Ku : CM, sedang Puyer Batuk

15 kg HR : 138 x/menit Salbutamol 1 mg

RR : 34x/menit Trifed tab

Anamnesis T : 36,8 0c Pemeriksaan Fisik AmbroxolLaboratorium


Pemeriksaan tab

Berak cair 3 kali sejak


K/L 2: hari,
CA -/-, SIKU -/-,: tampak kehausan,
PKGB -/-, mata cowong (-/-),Neutrofil : 80,8 H
ubun-ubun
warna kuning, lendir (-), cekung (-/-)
rewel Eosinofil : 0,10 L
darah (-), volume TH
: SDV
gelas +/+, RH
KS :-/-,
Compos mentis
WH +/-, BJ I/II regular, tidakLimfosit : 13,8 H
belimbing. ada suara tambahan
Kepala : Mata cowong (+/+),
Muntah 4x dalam ABD
sehari: peristaltic
isi air(+)
mata (+/+)tekan
nyeri sedikit
(-), Hipertimpani
minuman yang (+), turgor kulit menurun
diminum, Abdomen(-): hiperperistaltik (+),
volume gelas belimbing. turgor
EKS : Akral hangat (+),kulit
ctr <menurun
2 detik (+)
Batuk dan pilek Bibir : mukosa bibir kering
A/ DCA ringan sedang e.c. virus DD bakteri
Demam sumer-sumer sejak 3 (+)
hari SMRS. VS :
Nama dan tanda tangan Co Ass
Nampak kehausan dan Nadi : 144 x/ menit
rewel. Suhu : 37,4 C
Pernapasan : 38x/
Nurvita Widyastuti, S. Ked
menit
J510165106

Diperiksa dan disahkan oleh : Diperiksa oleh :


Supervisor dari pavilion/ ruangan : Dokter pavilion/ ruangan :
Tanggal ..jam..: Tanggaljam::..
Tanda tangan, Tanda tangan,

GEJALA KLINIS E.C VIRUS GEJALA KLINIS E.C BAKTERI

( (+)
Demam ) ( dr. Isna
Demam Nurhayati, Sp.A., M.Kes )
(++)

Mual dan muntah sering Mual dan muntah sering


ANALISA KASUS
Lamanya sakit < 7 hari Lamanya sakit 7 hari

Volume tinja lebih banyak air Volume tinja sedikit ampas

Frekuensi 5-10x/hari Frekuensi Sering/terus-menerus

Tidak berbau Berbau busuk


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Perbedaan Diare Cair Akut pada Virus vs Bakteri

Gejala klinis Virus Bakteri (salmonella)

Demam + ++

Mual dan muntah Sering Sering

Lamanya sakit <7 hari 7 hari

Volume tinja Lebih byk air Sedikit ampas

Frekuensi 5-10x/hari Sering/terus-menerus

Bau - Busuk

Px. Feses rutin Virus Bakteri (salmonella)


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

UNIT PENYAKIT ANAK No.RM 2 9 2 x x x

Warna Kuning-hijau Kehijauan

Konsistensi Cair Lembek

Lendir - -

Darah - Kadang-kadang

Lain-lain - Bs ditemukan
E.histolitica
Leukosit -
+