Anda di halaman 1dari 3

PERCOBAAN 2

GAYA TEKAN PADA SEGMEN L5/S1

Muhammad Irsyad (081511733022)


Dosen : Endah Purwanti, S. Si, M. T
Tanggal Percobaan: 15/09/2017
Pratikum Biomekanika dan Biotransportasi
Laboratorium Teknobiomedik Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR

Abstrak
Percobaan ini untuk mengukur gaya tekan pada segmen L5/S1.
Percobaan dilakukan dengan mengukur panjang dan sudut pada
anggota gerak tertentu. Kemudian diperoleh besar gaya tekan segmen
L5/S1 masing-masing pratikan menggunakan persamaan. Sehingga
didapat rata-rata besar gaya tekan pratikan Ainun sebesar 1.496,08
N, pratikan Rio sebesar 3.571,94 N dan pratikan Usi sebesar
1.679,36 N.
Kata kunci: Segmen, gaya, sudut.

1. PENDAHULUAN Gambar 1 : Klasifikasi dan kodifikasi pada vertebrae [1]


Gerak pada tubuh manusia dihasilkan oleh kolaborasi
antara tulang, jaringan pengubung dan otot. Tulang
merupakan perangkat dengan fungsi untuk meredam Pada sistem kerangka manusia terdapat beberapa titik
dan mendistribusikan gaya/tegangan yang ada padanya. rawan, yaitu pada ruas tulang leher, ruas tulang belakang
Kolaborasi tulang, jaringan penghubung dan otot (L5/S1), dan pada pangkal paha. Titik ruas tulang
menghasilkan gaya dan momen gaya yang dapat belakang (L5/S1) merupakan titik yang paling rawan
dihitung secara parsial untuk setiap segmen tubuh. terhadap kecelakaan kerja. Karena pada titik tersebut
terdapat disk (selaput yang berisi cairan) yang berfungsi
Gerakan mengangkat beban dipengaruhi oleh lengan, untuk meredam pergerakan antar ruas lumbar ke 5 dan
punggung, paha, betis dan seterusnya. Untuk mencapai sacrum ke 1. Jika tekanan yang diakibatkan
keseimbangan tubuh pada aktivitas tersebut, maka gaya pengangkatan beban kerja melebihi MPL (Maximum
tekan pada L5/S1 harus tepat, sehingga tidak terjadi Premissible Limit) sebagai batasan maksimum, maka
cedera. akan mengakibatkan pecahnya disk sehingga pekerja
Pada pratikum ini kita mengukur parameter segmen akan mengalami kelumpuhan [2].
tubuh manusia dan menentukan tekanan perut gaya Menurut NIOSH (National Institute of Occupational Safety
otot pada spinal erector dan gaya tekan ada segmen and Health), besar gaya tekan maksimum (Maximum
L5/S1 dengan menitikberatkan pada kasus Permissible Limit) tersebut adalah 6400 N pada L5/S1,
pengangkatan beban statis. sedangkan batasan gaya angkatan normal (Action Limit)
sebesar 3400 pada L5/S1. Sehingga, apabila force
2. STUDI PUSTAKA compression (Fc) < AL (aman), AL < Fc < MPL (perlu hati-
L5/S1 merupakan singkatan dari Lumbar kelima Sakrum hati) dan apabila Fc > MPL (berbahaya) [2].
pertama yang terletak pada bagian tulang belakang.
Untuk mengetahui lebih jelas lagi L5/S1 dapat dilihat
pada Gambar 2.1 berikut ini:

Gambar 2 : Force Compression [2]

Dalam biomekanika, perhitungan guna mencari momen


dan gaya dapat dilakukan dengan cara menghitung gaya
dan momen secara parsial atau menghitung tiap segmen

Laporan Pratikum Biomekanika dan Biotransportasi Teknobiomedik FST UNAIR 1


yang menyusun tubuh manusia. Setiap segmen tubuh
memiliki presentase yang berbeda-beda. Berat dari
= + 2 + 2 + 2 +
masing masing segmen diperoleh dari besarnya
presentase per segmen dikalikan dengan berat dari orang Keterangan:
tersebut. Gambar 2 menunjukkan persentase segmen
Wtot = total gaya yang terjadi(N)
tubuh manusia.
Wo = berat badan(N)
WH = berat telapak tangan(N)
WLA = berat lengan bawah(N)
WUA = berat lengan atas(N)
Wt = berat punggung(N)
= . cos 4 +
Keterangan:
FC = gaya tekan pada segmen L5/S1(N)
Wtot = berat total(N)
4 = sudut inklinasi perut
Gambar 3 : Persentase Persegmen Tubuh [3]
FA = gaya perut (N)
Fm = gaya otot pada spinal erector
Rumus-rumus yang digunakan untuk mencari
gaya tekan pada L5/S1 adalah[2], 3. METODOLOGI
= 5/1 Pada percobaan ini menggunakan alat dan bahan
berikut :
FM = gaya otot pada spinal erector(N)
a) Timbangan badan
E = panjang lengan momen otot spinal erector dari
b) Meteran dan Busur
L5/S1(0,05 m)
c) Beban
Dimana M(L5/S1)=MT=momen resultan pada
Prosedur percobaan :
L5/S1.
FA = gaya perut(N) Menimbang berat badan orang yang hendak
diukur gaya tekan nya pada L5/S1 dan ukur
D = jarak dari gaya perut ke L5/S1.(0,11 panjang telapak tangan, lengan bawah, lengan
m) atas dan punggung

Untuk mencari gaya perut FA, maka perlu mencari


tekanan perut PA dengan menggunakan rumus:

Atur posisi pratikan sesuai buku panduan dan


ukur sudut-sudut yang diperlukan

Keterangan: Lakukan hal sama pada pratikan lainnya


PA = Tekanan Perut(N/cm2)
FA = gaya perut(N)
AA = Luas Diafragma (465 cm2) Tentukan gaya tekan pada L5/S1
menggunakan persamaan
v = Sudut inklinasi perut
T = Sudut inklinasi kaki

Laporan Pratikum Biomekanika dan Biotransportasi Teknobiomedik FST UNAIR 2


Gambar 3 : Diagram prosedur percobaan Ainun sebesar 1.227,9 N, pratikan Rio sebesar 3.383,826 N
dan pratikan Usi sebesar 1.324,598 N. Dengan WB = 2 Kg
4. HASIL DAN ANALISIS pratikan Ainun sebesar 1.542,04 N, pratikan Rio sebesar
3.554,8 N dan pratikan Usi sebesar 1.830,389 N. Dengan
Berikut adalah tabel data hasil percobaan :
WB = 3 Kg pratikan Ainun sebesar 1.718,3 N, pratikan Rio
Tabel 1 Data Hasil Percobaan 3.777,187 N sebesar dan pratikan Usi sebesar 1.883,101 N.
Dari hasil perhitungan tersebut besar gaya tekan L5/S1
No Nama Segmentasi Panja Sudut
Pratikan tubuh ng
pada pratikan Rio lebih besar 2 kali lipat daripada
(cm) WB= WB= WB=
pratikan yang lain. Hal ini karena pratikan Rio secara
3 Kg 2Kg 1 Kg tinggi dan berat badan lebih besar daripada pratikan
yang lain. Selain itu gender juga mempengaruhi karena
1 Rio Telapak 22 20 15 15 secara fisiologi, laki-laki dengan perempuan berbeda.
Tangan
Wbdn= Berdasarkan literatur, nilai gaya tekan pada L5/S1 yang
705.6 N
Lengan Atas 35 30 30 22 distandarkan oleh NIOSH (National Institute of Safety and
Health), gaya tekan maksimum (Maximum Permissible
Lengan 33 85 74 70 Limit/MPL) pada L5/S1 sebesar 6.400 N dan gaya tekan
Bawah normal yang direkomendasikan (Action limit/AL) sebesar
3.400 N. Dari nilai gaya tekan masing-masing pratikan,
Punggung 67 50 50 49
dirata-ratakan gaya tekan pada pratikan Ainun sebesar
Inklinasi - 50 50 49 1.496,08 N, pratikan Rio sebesar 3.571,94 N dan pratikan
perut Usi sebesar 1.679,36 N. Sehingga dapat disimpulkan
pratikan Ainun dan Usi nilai gaya tekannya berada di
Inklinasi - 67 65 54 bawah AL yang mana masih berada dalam kategori aman.
kaki Sedangkan pratikan Rio berada diantara AL dan MPL
yang mana sudah masuk kategori hati-hati. Hal ini
2 Ainun Telapak 18.2 6 14 14
Tangan kemungkinan bisa diakibatkan karena posisi
Wbdn = pengangkatan beban yang tidak sesuai dengan literatur,
411.6 N
Lengan Atas 31 20 19 21 sehingga berat tubuh dan berat benda lebih terpusatkan
pada L5/S1.
Lengan 24 65 61 80
Bawah 5. KESIMPULAN
Punggung 49 60 58 50 Menghitung beban yang harus ditahan segmen L5/S1,
dengan pengangkatan benda dengan berat tertentu.
Inklinasi - 60 58 50 Diperoleh rata-rata nilai gaya tekan L5/S1 pada pratikan
perut Ainun sebesar 1.496,08 N, pratikan Rio sebesar 3.571,94 N
dan pratikan Usi sebesar 1.679,36 N. Dimana Pratikan
Inklinasi - 55 60 55
kaki Ainun dan Usi di dalam kategori aman dan pratikan Rio
di dalam kategori hati-hati.
3 Usi Telapak 19 50 40 42
Wbdn =
Tangan DAFTAR PUSTAKA
539 N [1] Ama, Fadli dkk, Pedoman Pratikum Biomekanika dan
Lengan Atas 31 46 50 30
Biotransport, FST UNAIR, Surabaya, 2012.
Lengan 28 75 84 81
Bawah
[2] Nurmianto, E., Ergonomi : Konsep Dasar dan
Aplikasinya Tinjauan Anatomi, Fisiologi Antropometri,
Punggung 46 66 54 56 Psikologi dan Komputasi untuk Perancangan, Kerja dan
Produk, PT. Guna Widya, Jakarta, 1996.
Inklinasi - 66 54 56
perut
[3] Tayyari, F. & Smith, J. L., Occupational Ergonomic :
Principle and applications, Chapman & Hall, 1997.
Inklinasi - 60 70 55
kaki

Berdasarkan perhitungan pada lampiran, diperoleh besar


gaya tekan pada L5/S1 dengan WB = 1 Kg, pada pratikan

Laporan Pratikum Biomekanika dan Biotransportasi Teknobiomedik FST UNAIR 3