Anda di halaman 1dari 3

WISNU DAN NDARI HOUSE

Architect : Ahmad Djuhara


Location : Bekasi, Indonesia

Dari sang arsitek. Proyek ini ditawarkan kepada arsitek setelah kliennya melihat
proyeknya untuk anggaran rendah Sugiharto Steel House. Klien tersebut sebelumnya
tinggal di lokasi di sebuah rumah real estat berukuran 36 meter persegi, di atas tanah
seluas 78 meter persegi di daerah perumahan dengan kepadatan tinggi di pinggiran
kota Jakarta. Sepotong demi sepotong, ia membeli tanah di belakang rumahnya,
memperoleh total 250 meter persegi, namun meluncur ke batas belakang tanah.
Setelah membeli tanah tersebut, ia hanya memiliki anggaran terbatas untuk
merenovasi rumah, yang menghadirkan tantangan bagi disain.

Konsepnya adalah membangun sebuah kotak apung yang tempat


penampungan tempat terbuka di lantai dasar, reinterpretasi modern dari rumah
panggung tradisional (rumah panggung). Lantai dasar menjadi ruang tamu dan ruang
makan, dan kotak di lantai dua berisi kamar tidur, ruang duduk dan sebuah penelitian.
Seluruh lantai dasar hanya memiliki satu pintu gerbang di depan yang berfungsi
sebagai pintu masuk utama, dan juga bisa sepenuhnya terbuka untuk menghubungkan
rumah ke taman komunal dan lapangan bulutangkis di depan rumah.

Dengan keterbatasan anggaran, struktur dasar lantai dasar terdiri dari kolom
beton, balok dan pelat, karena pada saat konstruksi, struktur beton lebih murah dari pada
struktur baja. Tapi untuk membuat struktur yang ringan, lantai dua terbentuk dari framing
baja ringan yang ditutupi atap dek logam. Sebuah layar yang terbuat dari kayu reklamasi
menutupi faade depan kotak itu untuk melindunginya dari sinar matahari Barat yang
panas.

Di sisi kanan rumah, celah 60 sentimeter diciptakan agar sinar matahari masuk
dan turun hujan masuk ke selokan yang mengalir ke bagian depan situs. Kesenjangan
ini mencegah adanya masalah dengan kebocoran yang bisa terjadi jika rumah tersebut
telah menyentuh rumah tetangga. Konsep udara terbuka lantai dasar juga diperuntukkan
bagi penghuninya agar tidak tergantung pada AC. Tidak seperti kebanyakan rumah di
Indonesia, tempat tinggal pelayan berada di depan rumah, memberi akses kepada
pelayan lebih mudah, banyak sinar matahari dan ventilasi, dan membiarkan para pelayan
mengawasi rumah tersebut.

Anda mungkin juga menyukai